cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
ISSN : 14103680     EISSN : 25411233     DOI : -
Core Subject : Engineering,
MIPI, Majalah ilmiah Pengkajian Industri adalah wadah informasi bidang pengkajian Industri berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait dalam bidang industri teknologi proses rekayasa manufaktur, industri teknologi transportasi dan kelautan, serta industri teknologi hankam dan material. Terbit pertama kali pada tahun 1996 frekuensi terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. MIPI diterbitkan oleh Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa-BPPT
Arjuna Subject : -
Articles 601 Documents
PERBAIKAN MUTU BALL CLAY UNTUK BAHAN BAKU KERAMIK HALUS DENGAN PROSES PENGENDAPAN = THE IMPROVEMENT QUALITY OF BALL CLAY FOR FINE CERAMIC RAW MATERIALS USING PRECIPITATION PROCESS. Garinas, Wahyu
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.768 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v9i3.1646

Abstract

Ball clay quality are derived from within the country is very variety and generally rather difficult to get raw materials as needed. This research used ball clay from the West Kalimantan and West Java area.Ball clay is one of the most important raw materials for the manufacture of fine ceramic. To get the ball clay raw materials in accordance with the standards it is necessary to processing of raw materials. Processing of ball clay in this research conducted by precipitation and filtration magnet. Testing of ball clay raw materials are : test chemical composition by wet methods (SNI. 15-0449-1989) and grain size of raw material (SNI.15-0578-1996). Ball clay that has been processed will be tested with the same method of SNI. Test results before and processed will be compared with a standard of quality ball clay(SNI, NGK, India) for fine ceramic materials. The test results of chemical composition and grain size ball clay raw material showed that samples from west kalimantan qualified for fine ceramic materials and samples from other areas did not meet the standards (SNI, NGK, India). ABSTRAKMutu ballclay yang terdapat di dalam negeri sangat beragam dan umumnya agak sulit mendapatkan bahan baku yang sesuai dengan kebutuhan. Pada penelitian ini digunakan ball clay yang berasal dari daerah Kalimantan Barat, Jawa Barat dan Jawa Timur. Ball clay merupakan salah satu bahan baku penting untuk pembuatan keramik halus. Untuk mendapatkan bahan baku ball clay sesuai dengan standar maka perlu dilakukan pengolahan bahan baku. Pengolahan ball clay dalam penelitian ini dilakukan dengan cara pengendapan dan penyaringan magnet. Pengujian terhadap bahan mentah ball clay meliputi : uji komposisi kimia dengan metode basah (SNI. 15-0449-1989) dan pengujian besar butir (SNI.15-0578-1996). Ball clay yang sudah diolah nantinya akan diuji dengan metode SNI yang sama. Hasil uji sebelum dan terolah akan dibandingkan dengan standar mutu ball clay untuk bahan keramik halus. Hasil uji dari komposisi kimia dan besar butir ball clay bahan mentah menunjukan bahwa sampel dari Kalbar memenuhi syarat untuk bahan keramik halus dan sampel dari daerah lainnya ternyata tidak memenuhi standar (SNI, NGK. India).
Analisa Tegangan Kerusakan pada Pin Hopper Nusa, M. N. Setia
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 8 No. 1 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : Deputi TIRBR-BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1336.981 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v8i1.3644

Abstract

Hopper pada Stage Regenerator mengalami kerusakan berupa jatuh dan robek. Hal ini disebabkan karena lepasnya salah satu pin yang menjadi tumpuan hopper. Setelah diperiksa ternyata pin tersebut bengkok dan salah satu stoppernya lepas.Dilakukan penelitian dengan analisa tegangan menggunakan Finite Element Analysis (FEA) dengan menggunakan type elemen plat untuk memodelkan shell Hopper dan solid elemen untuk Pin. Analisa tegangan dilakukan pada model Hopper untuk menentukan beban yang bekerja pada Pin kemudian dilakukan FEA pin untuk menentukan tegangan yang terjadi pada pin. Hasil perhitungan: Rupture allowable stress/Sr untuk 100.000 jam operasi sebesar 3,2 ksi (2,24 kg/mm2). Karena tegangan yang terjadi pada pin disebabkan oleh bending maka tegangan yang terjadi harus lebih kecil dari 1,5 Sr = 3,36 kg/mm2, jadi dari FEA distribusi tegangan Pin yang dipakai harus diameter 70 mm.Kata kunci : Hopper, Pin bengkok, Jatuh, FEA, Pin 70 mm.AbstractHopper at the stage regenerator failed due to falling and break, after visual examination it is found that the pin is bent and a stopper goes out. It is then conducted stress analysis using Finite Element Analysis (FEA) by means of plate element mode to model the hopper cell and solid element of the pin stress analysis is conducted for modelling the hopper is to determine working load on the pin followed by FEA to determine stresses taking place on the pin the calculation result are: rupture allowable stress (SR) for 100.000 operation hours is 3.2 Ksi (2.24 kg/mm2). As stress on the pin is caused by bending, the stress should be lower than 1.5 SR or 3.36 kg/mm2, and from FEA stress distribution on the pin should use pin with 70 mm in diameter.Keywords : Hopper, Bend, Fall, FEA, Pin 70 mm
FULLTEXT Wahju, Endro
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4407.376 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v11i1.2792

Abstract

EVALUASI DESAIN KAPAL PATROLI - OPV BERBASIS RCS UNTUK MENGURANGI PANTAUAN RADAR LAWAN Wahdiyat, Aditya Inzani; Samudro, Samudro; Zulkifi, Adrian
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.996 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v13i3.3101

Abstract

Sebagai negara kepulauan Indonesia memerlukan armada kapal perang nasional yang kuat untuk mejaga kedaulatan NKRI, mengamankan serta melindungi seluruh wilayah yurisdiksi perairan Indonesia. Ditinjau aspek geografi strategis, wilayah perairan Indonesia terbuka dikelilingi perairan internasional, berpotensi rawan konflik dan ancaman dari luar. Karenanya diperlukan sarana kapal-kapal perang yang berfungsi sebagai kapal patrol lepas pantai dari berbagai ukuran sesuai misi dan penugasan operasi perang maupun patroli. Kapal perang atau kapal patroli sebagai kapal permukaan perlu memiliki karakteristik disain lambung khusus untuk penyamaran, tidak mudah dipantau radar musuh saat beroperasi. Untuk itu pada paper ini dilakukan kajian evaluasi desain kapal perang atau kapal patroli menggunakan prediksi nilai Radar Cross Section (RCS) lambung kapal. Pada penilaian RCS digunakan metode Shooting and Bouncing Ray (SBR) berdasarkan pendekatan Geometrics optics, memanfaatkan propagasi cahaya sebagai gelombang elektromagnetik lurus, dianalisa kekuatan arus serta dihitung besar dan arah pantulannya.  Semakin besar nilai RCS suatu objek bangunan kapal, akan semakin mudah kapal diditeksi radar musuh. Hasil kajian penilaian RCS pada desain kapal KC-OPV60 dibandingkan nilai standar kapal ukuran 60 m menunjukan nilai RCS masih setara dan memenuhi ketentuan. Dengan lebih memperkecil penilaian RCS disain kapal, diharapkan kapal perang/ kapal patroli akan mampu beroperasi secara optimal dalam menjalankan misi operasi secara aman tanpa terdeteksi radar.
ANALISIS TRANSIEN UNTUK MEMPREDIKSI KEDALAMAN PENGERASAN PERMUKAAN PADA BAGIAN KRITIS CRANKSHAFT Purnama, Harry
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.77 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v10i2.140

Abstract

Dalam penelitian ini simulasi dinamis transien diterapkan pada crankshaft dengan silinder ganda empat stroke. Analisis elemen hingga dilakukan dengan menggunakan software bantu ANSYS untuk memperoleh tegangan von-misses di lokasi kritis, sedangkan permodelan 3D menggunakan software 3D modeling CATIA. Beban dan kondisi batas yang diterapkan sesuai dengan kondisi engine mounting di ANSYS. Simulasi transien di mana pembebanan didasarkan pada waktu diharapkan dapat memperoleh kedalaman dari konsentrasi tegangan. Hal ini dapat membantu untuk proses m dari crankshaft, pengerasan permukaan. * In this study a transient dynamic simulation was conducted on a crankshaft for double cylinder four stroke engine. Finite element analysis was performed to obtain of von-misses stress at critical locations using ANSYS, while the model creation can be created by well known 3D modeling software CATIA. The load and boundary conditions were applied according to the engine mounting conditions in ANSYS. The simulation with the proper time step be expected depth of stress concentration. It can help to the next process of crankshaft, surface hardening. Kata kunci : Analisa Transient, Time Step, ANSYS, Crankshft, Pengerasan Permukaan.
PENGARUH JACKETING PADA KELAYAKAN OPERASIONIL PROSES COLUMN DISTILASI = THE INFLUENCE OF JACKETING ON PROFICIENCY OF DESTILATION COULUMN PROCES Nusa, M. N. Setia
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.26 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v10i1.100

Abstract

Abstract A column distillation has been operated for 42 years , Leaking often happens in top of tray part. it has been repaired by jacketing and patching. Meantime there are still some leaks and damages happens in top tray. Some research and repair action were conducted to avoid the same problem in the future and to know the recent condition of the column using fractography examination, Metallography examination, hardness test, chemical composition analysis, thickness and pundit and the result will be deriving us to the caused of the failure and to the impact of the used of patching and jacketing on material. The research results reveal any corrosion and the elements that have been uneven jacketing conditions only at the top of the destilation column. AbstrakColumn distilasi telah beroperasi selama 42 tahun, beberapa kali mengalami kebocoran di dinding tray bagian atas dan setiap kali repair dilakukan dengan jacketing dan patching. Pada saat ini masih ditemukan ada beberapa kerusakan/kebocoran juga pada tray atas, untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk tindakan repair dan mengetahui kondisi terkini column melalui pemeriksaan fraktografi, metalografi, uji kekerasan, komposisi kimia, ketebalan dan pundit sehingga secara keseluruhan hasilnya dapat mengetahui penyebab kerusakan dan mengetahui pengaruh patching dan jacketing pada material. Hasil penelitian ditemukan adanya unsur korosi serta kondisi jacketing yang sudah merata pada bagian atas coulumn destilasi. 
ANALISIS KERAGAMAN PARAMETER PENENTU RENDEMEN GULA KRISTAL PUTIH PADA PABRIK GULA BUMN yanto, subi
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.615 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v11i1.2083

Abstract

Capaian rendemen gula kristal putih (GKP) pada lima tahun terakhir yang dihasilkan oleh Pabrik Gula (PG) nasional khususnya BUMN belum sesuai harapan, sehingga Indonesia belum mampu mencapai swasembada gula. Studi ini mendiskusikan  parameter produksi di pabrik gula yang berpengaruh kepada hasil rendemen gula. Dengan menggunakan metode gap analisis, serta menggunakan norma dan praktek baik / terbaik di PTPN X, PT Gunung Madu Plantation, dan PG di India sebagai pembanding (benchmark), hasilnya menunjukkan bahwa dari 13 parameter produksi yang dibandingkan, 10 parameter capaiannya berada di bawah benchmark. Tiga parameter yang gap capaiannya jauh di bawah benchmark adalah Pol Tebu, Pol Ampas, dan Boiling House Recovery (BHR). Karena itu ketiga parameter ini perlu mendapat prioritas untuk diperbaiki.
THERMAL PROPERTIES INVESTIGATION OF FECR ALLOY USING LAMMPS SIMULATION: A PRELIMINARY STUDY Panitra, Mardiyanto Mangun; Ahda, Syahfandi; Rivai, Abu Kahlid
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v13i2.3401

Abstract

At present, nuclear reactor technology that is widely used because of its proven reliability is the gen-III + nuclear reactor. Even if it is seen from the aspect of safety and reliability of this generation reactor, it has been proven, but because nuclear energy plays a vital role to meet the growing world energy needs, it is necessary to have a type of nuclear reactor that is tailored to those needs.The next generation of nuclear reactors must meet the requirements of fulfilling safety requirements, be flexible, a longer operating life (more than 60 years), more economical. In order for a reactor to produce higher power, a longer operating life and more economical, reactor structure materials which are capable of being operated at high temperatures are needed. The types of materials that are expected to meet these requirements include various types of ferritic / martensite steel, austenite, alloy steel containing nickel, and metal glass materials and ceramic materials. FeCr metal alloys are alloys that form the metals mentioned above, so it is important to conduct research both in simulation and experiment. Molecular Dynamics simulation of FeCr alloys using Large-scale Atomic/Molecular Massively Parallel Simulator (LAMMPS) has been done to explore their thermodynamic characteristics such as heat treatment, solubility of Cr, atomic radial distribution function (RDF). The results of the simulation are illustrated using Visual Molecular Dynamics (VMD) code. 
ANALISIS KERUSAKAN RADIATOR SEPEDA MOTOR 150CC suhadi, amin
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.596 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v11i2.2257

Abstract

Sepeda motor yang mempunyai kapasitas mesin relativ besar memerlukan pendingin yang efisien agar ketika beroperasi tidak mengalami panas yang berlebihan sehingga dapat merusak mesin tersebut.  Jika sepedamotor dengan kapasitas mesin kecil cukup menggunakan pendingin udara, maka untuk sepeda motor dengan kapasitas mesin besar digunakan pendingin dengan sistim cairan, dan dikenal dengan nama radiator.  Jika radiator rusak maka sistim pendinginan tidak berjalan dengan baik sehingga berpotensi terjadi kebakaran pada mesin.  Pada penelitian ini di lakukan analisa terhadap kebocoran yang terjadi pada sebuah radiator sepeda motor 150 cc, tujuan penelitian adalah untuk mencari akar penyebab kerusakan dari radiator tersebut agar kerusakan serupa tidak terjadi pada produk sepedamotor yang sejenis.  Analisa yang dilakukan meliputi pemeriksaan permukaan patahan dengan cara analisa makro fraktografi, pemeriksaan struktur mikro, pemeriksaan komposisi kimia, pemeriksaan kekerasan dan pemeriksaan SEM (Scanning Electron Microscopy) serta pemeriksaan menggunakan EDS (Energy Dispersive Spectrometer).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa retak dan patahnya penopang radiator disebabkan adanya beban dinamis atau getaran yang terjadi pada konstruksi tersebut dan dipikul oleh pelat penopang radiator.  Bukti dari hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa karet yang berfungsi sebagai peredam getaran radiator pada posisi atas telah aus dan kendur sehingga fungsi peredaman tidak optimum lagi, sehingga pelat penopang radiator retak dan retaknya merambat ke kisi kisi yang berisi cairan pendingin dan mengakibatkan kebocoran.
TURBINE BLADE REVERSE WITH CATIA SOFTWARE USING BEZIER CURVE Dewi, Dyah Kusuma
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.498 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v12i1.151

Abstract

Metode reverse engineering salah satunya digunakan untuk menduplikasi komponen-komponen yang akan dikembangkan dan diproduksi di dalam negeri, sehingga dapat mengurangi nilai impor dan mengurangi waktu tunggu pemesanan komponen. Komponen yang sering mengalami kerusakan adalah sudu turbin, baik pada turbin uap maupun turbin gas. Proses reverse engineering dilakukan dengan mengambil foto dari komponen tersebut menggunakan peralatan photo scanning. Hasil dari proses photo scaning tersebut berupa file dengan ekstensi .stl yang merupakan kumpulan point cloud. Selama ini banyak kesulitan yang ditemui dalam pemrosesan dari point cloud menjadi file CAD, terutama untuk komponen yang memerlukan presisi yang tinggi. CATIA merupakan perangkat lunak CAD yang digunakan untuk mengolah file .stl ini menjadi file CAD. Dalam penelitian ini metode pendekatan kurva bezier dipilih untuk teknik pemodelan dari point cloud. Dari pendekatan tersebut deviasi yang ditimbulkan dari hasil permodelan CAD dan  komponen aktual menjadi lebih kecil dan dapat ditingkatkan sesuai dengan toleransi yang diinginkan.

Filter by Year

2013 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajain Industri Vol. 16 No. 2 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajain Industri Vol. 16 No. 1 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 15 No. 2 (2021): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 15 No. 1 (2021): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 3 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 2 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 14, No 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 1 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 1 (2019): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol 12, No 3 (2018): VOL 12, NO 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 12 No. 3 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 12 No. 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 3 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 3 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 2 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 2 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 1 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 1 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 7, No 1 (2013): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 7 No. 1 (2013): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri More Issue