cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
ISSN : 14103680     EISSN : 25411233     DOI : -
Core Subject : Engineering,
MIPI, Majalah ilmiah Pengkajian Industri adalah wadah informasi bidang pengkajian Industri berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait dalam bidang industri teknologi proses rekayasa manufaktur, industri teknologi transportasi dan kelautan, serta industri teknologi hankam dan material. Terbit pertama kali pada tahun 1996 frekuensi terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. MIPI diterbitkan oleh Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa-BPPT
Arjuna Subject : -
Articles 601 Documents
KAJIAN PENENTUAN JENIS DAN UKURAN SARANA ANGKUTAN BATUBARA DARI PELABUHAN SORONG KE PLTU KTI = STUDY FOR TYPE AND TONNAGE OF SEA TRANSPORTATION MEANS OF PORT ON COAL POWER PLANT SORONG TO PLTU KTI Sjafril Karana, Sjafril
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1645.988 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v9i2.89

Abstract

Abstarct In line with government policy related to the addition of the electrical energy needs continue to rise , especially in Eastern Indonesia, in accordance with the plan of PT PLN ( Persero ) until 2019, and will have built a power plant with a variety of capacities, including in Ambon, Tidore and Jayapura. To meet the fuel needs ofthe power plant , coal as grilled planned to be supplied from the port of Sorong , and in 2014 the third power plant at that location will be operated. Ensuring the availability of coal to remain secure in the power plant, of course, required a number of marine transportation facilities in accordance with the amount of coal supply to the power plant, through which water condition, and the condition of the port facilities. This study is based on data obtained from the results of a field visit to Sorong and supported by information and other data. Methods used to determine the type and tonnage ships are based on ship method comparison . The results showed that the type of marine transportation to transport coal from the port of Sorong to the location of the power plant is Self Propelled Barge vessel types with the tonnage of 6000 Tons and 12000 Tons. Abstrak Sejalan dengan kebijakan pemerintah terkait dengan kebutuhan energi listrik yang terus meningkat khususnya di Kawasan Timur Indonesia, maka sesuai dengan rencana PT PLN (Persero) sampai tahun 2019, telah dan akan dibangun sejumlah PLTU dengan berbagai kapasitas diantaranya di Ambon, Amurang dan Jayapura. Untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar pada PLTU tersebut, batubara sebagai bahan bakarnya direncanakan akan di datangkan dari pelabuhan Sorong. Untuk menjaga ketersediaan kebutuhan batubara di sejumlah PLTU tersebut tentunya diperlukan sejumlah sarana transportasi yang sesuai dengan kondisi perairan dan kondisi sarana dan prasarana pelabuhannya. Penelitian ini di dahului dengan study literature kemudian dilanjutkan dengan kunjungn lapangan, baik ke Pelabuhan Sorong sebagai pelabuhan asal maupun ke beberapa PLTU sebagai pelabuhan tujuan. Metode yang digunakan untuk menentukan jenis kapal yaitu berdasarkan metode kapal pembanding, sedangkan tonnage kapal ditentukan berdasarkan jumlah muatan yang akan diangkut. Hasil kajian menunjukkan bahwa jenis sarana transportasi laut untuk mengangkut batubara dari pelabuhan Sorong ke berbagai PLTU tersebut, sesuai jarak yang akan ditempuh, kondisi cuaca dan perairan di Kawasan Timur Indonesia adalah kapal jenis Self Propelled Barge, dengan tonnage 6000 Ton dan 12.000 Ton.
PENGARUH PERLAKUAN PELARUTAN TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO PADUAN TERNER Zr-Nb-Mo UNTUK BIOMATERIAL Nur Alam, Dzikry Syamsul; Ambardi, Pradoto; Prajitno, Djoko Hadi
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 1 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : Deputi TIRBR-BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v13i1.3089

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mempelajari pengaruh perlakuan pelarutan terhadap sifat mekanik dan stuktur mikro paduan terner Zr-Nb-Mo untuk biomaterial. Paduan zirkonium dapat digunakan sebagai bahan implan. Paduan Zr-5Nb-xMo (x= 0, 1, 3 dan 5 %wt) dilakukan perlakuan pelarutan dengan variasi temperatur 900oC, 950oC dan 1000oC dengan pendinginan cepat menggunakan media air. Hasilnya menunjukan bahwa meningkatnya kandungan molibdenum, meningkatkan fasa β-Zr dan meningkatnya temperatur perlakuan pelarutan dapat meningkatkan kekerasan paduan zirconium. Hal tersebut terjadi karena unsur molibdenum bertidak sebagai beta stabilizer dan perlakuan pelarutan membentuk perubahan bentuk fasa β-Zr dari plate menjadi lath yang lebih halus. Pengujian kekerasan Rockwell C dengan nilai kekerasan tertinggi 53,67 HRC paduan Zr-5Nb-1Mo perlakuan pelarutan 1000oC, fasa yang terbentuk adalah α-Zr, β-Zr, dan intermetalik Mo2Zr paduan Zr-5Nb-5Mo yang diidentifikasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD).
METODA UJI MODEL SEKSIONAL DEK SEBAGAI DASAR ANALISIS AEROELASTIK JEMBATAN BENTANG PANJANG zaman, Fariduz
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.19 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v10i2.1830

Abstract

ARTICLES
ANALISIS TEKNOEKONOMI PENERAPAN TEKNOLOGI BIOREFINERY PADA PABRIK KELAPA SAWIT Hilmawan, Edi; Widiati, Ati; Febriyani, Ayu Lidie; Dewi, Ratna Etie Puspita
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 14, No 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.233 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v14i1.3978

Abstract

Penerapan teknologi biorefinery pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) melalui pemanfaatan kembali dan daur ulang limbah atau produk samping, dapat meningkatkan efisiensi proses serta nilai tambah dari diversifikasi produk. Dalam studi ini dilakukan kajian teknoekonomi peluang penerapan teknologi biorefinery pada PKS dengan kapasitas terpasang 45 ton-TBS per jam, yang berlokasi di Riau. Opsi teknologi biorefinery yang dikaji ada 4 skenario, yaitu: (a) Skenario 1: PLT Biogas + Pabrik Pellet, (b) Skenario 2: PLT Biogas + Pabrik Kompos, (c) Skenario 3: Biogas Cofiring dan (d) Skenario 4: Biogas Cofiring + Activated Carbon. Hasil analisa teknoekonomi menunjukkan bahwa keempat opsi teknologi biorefinery di atas, layak untuk diterapkan di PKS. Instalasi PLTBg dapat menghasilkan listrik yang lebih murah daripada PLN, sehingga teknologi pellet maupun kompos memiliki kelayakan finansial yang cukup menarik. Skenario biogas cofiring sangat tergantung pada harga cangkang yang digantikan sebagai bahan bakar. Proyek secara teknoekonomi menjadi tidak layak, ketika harga cangkang di bawah Rp 500/kg. Untuk PKS yang sudah terpasang sistem PLTBg, direkomendasikan untuk mengaplikasikan pabrik pellet ataupun kompos memanfaatkan listrik dari PLTBg. Sedangkan yang belum terpasang sistem PLTBg, dapat dipertimbangkan untuk memanfaatkan biogas sebagai bahan bakar boiler, sehingga dapat menghemat cangkang yang memiliki nilai jual tinggi di pasar.
Fenomena Patah Lelah Batang Torak Mesin Kendaraan Niaga Sunandrio, Hadi
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 8 No. 2 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : Deputi TIRBR-BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2570.805 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v8i2.3649

Abstract

Batang torak (connecting rod) mesin kendaraan niaga mengalami patah di daerahconnecting rod shank, pada saat kendaraan tersebut sedang berjalan.Untuk mengetahui penyebab terjadinya kerusakan tersebut, maka perlu dilakukan pemeriksaan dan pengujian di laboratorium terhadap patahan batang torak tersebut, meliputi : pemeriksaan fraktografi, pemeriksaan metalografi, pengujian kekerasan, analisa komposisi kimia dan pemeriksaan dengan SEM. Dari hasil pemeriksaan dan pengujian diketahui bahwa patahnya connecting rod shankdisebabkan karena mengalami patah lelah (fatigue fracture). Bila dilihat dari luasan area lelah (fatigue area) yang lebih besar dibandingkan dengan sisa patahannya (final fracture), maka dapat diketahui bahwa connecting rod shanktelah mengalami patah lelah akibat beban unidirectional bending, dengan tegangan nominal yang rendah (low nominal stress) tanpa adanya konsentrasi tegangan (no stress concentration). Struktur mikro connecting rod shank adalah ferrite dan pearlite, Dari hasil pemeriksaan komposisi kimia dan pengujian kekerasan menunjukkan jenis materia daril connecting rod shank sesuai dengan spesifikasi yang digunakan, yaitu JIS G 4051 Grade S 20 C.Kata kunci : Batang torak, Patah lelah, Beban tekuk searah, Tegangan nominal rendah, Tanpa konsentrasi teganganAbstractThe connecting rod engine of commercial vehicle was suffering damage on the coneecting rod shank area, while its running. To determine the cause of the damage, it is necessary to do inspection and test on the connecting rod fracture in the laboratory, includes: fractography examination, metallography examination, hardness testing, chemical composition analysis and SEM examination. From the results of inspection and testing are known that the fracture of connecting rod shank caused by fatigue fracture. By observing that extent of fatigue area is larger than the final fracture, shows that the connecting rod shank has suffered unidirectional bending fatigue due to load, with nominal low stress and no stress concentration. Connecting rod shank microstructure is ferrite and pearlite, From the results of the chemical composition and hardness testing indicates the type of connecting rod shank material is in accordance with the specification, JIS G 4051 Grade S 20 C.Keywords : Connecting rod, Fatigue fracture, Unidirectional bending, Low nominal stress, No stress concentration
PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN BENDA UJI KERAMIK UNTUK BAHAN BAKU ISOLATOR LISTRIK KERAMIK PORSELEN (MANUFACTURING AND TESTING PROCESS OF CERAMIC SPECIMENS FOR RAW MATERIALS OF ELECTRICAL ISOLATOR PORCELAIN CERAMIC) garinas, wahyu wahyu
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.435 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v10i3.487

Abstract

Penelitian ini merupakan bagian dari kegiatan mencari bahan baku untuk pembuatan isolator keramik porselen. Bahan baku untuk pembuatan benda uji keramik sebagian besar menggunakan bahan baku lokal.Proses pengolahan bahan baku pada penelitian ini  : pembuatan komposisi, pengolahan bahan dan pembuatan benda uji.Metode yang akan dilakukan dalam pengolahan ini  yaitu proses pemisahan dengan cara basah dan kering.Untuk mengetahui kualitas kelistrikan dari bahan baku keramik maka dibuat benda uji dan dilakukan uji tegangan tembus listrik.Hasil uji terhadap benda uji ternyata  semua benda uji masih belum memenuhi standar IEC maupun ASTM. Nilai hasil uji terhadap sampel  sekitar   (7,99 - 9,35) kV/mm dan semua sampel  belum memenuhi  standar yang direkomendasikan oleh PLN (9,85 kV/mm). Hasil uji tersebut menunjukkan bahwa sampel no. 5 dan 6 yang mendekati standar dari PLN. Perlu evaluasi terhadap  komposisi , bahan dan proses pembuatan dari benda uji keramik. Kata Kunci : Bahan mentah keramik (kaolin, felspar, ball clay,kuarsa), pengujian  benda uji, pengujian tegangan tembus, kualitas bahan keramik. Abstract This study is part of the looking for raw materials for the manufacture of ceramic porcelain insulators.The raw material for the manufacture of ceramic test specimens mostly using local raw materials.The processing of the raw material in this study: preparing a composition, materials processing and manufacturing of the test object. The method will be done in this processing is the separation process by means of wet and dry.To know the the quality of the electrical ceramic raw materials then created of the test specimen and test the electrical Puncture Voltage.The test results of the test specimen it turns out all specimens still does not meet PLN (IEC and ASTM) standards.Value test results on samples approximately (7.99 to 9.35) kV / mm and all samples do not meet the standards recommended by PLN.The test results showed that the samples no. 5 and 6 are closer to a standard of PLN.Needs to be evaluation of the composition, materials and manufacturing process of ceramic test specimen. Keywords :  raw material ceramic, specimens test, puncture voltage test, ceramic material quality.
EVALUASI PLT BIOGAS TERANTAM COVERED LAGOON (CAL) 700 KW UNTUK PENGEMBANGAN PLT BIOGAS TIPE CSTR Rosyadi, Erlan; Rahmawati, Nurdiah; Pertiwi, Astri; Murti, Galuh Wirama; Fauzan, Naazi; Rini, Tyas Puspita; Muharto, Bambang; Bhaskara, Arya; Saputra, Hens
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.901 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v13i3.3844

Abstract

Production of Crude Palm Oil (CPO) is increasing from year to year and is predicted to reach 41.6 million tons per year in 2018. Each ton of CPO will produce 3,28 m3 of POME during the production process. Improper handling of POME, besides causing soil pollution and flying, will release methane gas that categorized as GHG. BPPT cooperate  with PTPN V utilized POME to produce biogas and then be converted into electricity in a Biogas Power Plant (PLTBg) in Terantam with a design capacity of 700 kW. The reactor used is a closed Anaerobic Lagoon (CAL) reactor equipped with a recirculation pump. From the evaluations, the technology chosen was not optimal from the operation, its evaluaed from the accumulation of cakes and sludge collected in the reactor which could be disturb during an anaerobic reaction. The next technology development will be carried out with the development of PLTBg in Sei Pagar using CSTR technology. At the same reactor capacity, CSTR has a faster HRT compared to CAL. CSTR is also easier in control of pH and temperature, also requires less land.Keyword : POME, Biogas, CSTR, Covered Lagoon, HRT, OLR
PENGARUH PENGHILANGAN KEKASARAN PERMUKAAN TERHADAP KEKUATAN FATIK = EFFECT OF SURFACE ROUGHNESS REMOVAL TO FATIGUE STRENGTH Suhartono, H. Agus
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.915 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v9i3.1642

Abstract

The aim of the study is to investigate and to prove that the fatigue failure of steel is initiated from the surface. Hence the preventif action of smoothening the surface that has been loaded by fatigue loading is very important. The specimen of AISI 1045 Steel is loaded by means of rotary bending fatigue. The fatigue loading will be interupted as the fatigue life reaching 50% of fatigue life and 75% of fatigue life. During the interuption the specimen will be grinded and polished, before tested completely until fatigue fracture occured. The fatigue life of each group of scpecimen based on the art of loading will be compared to the specimen tested by fatigue loading without interuption.The Miner rule is used to evaluated the test result. The influence of interuption and surface treatment is evaluated and analyzed. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki dan membuktikan bahwa kegagalan kelelahan baja dimulai dari permukaan. Oleh karena itu tindakan pencegahan dengan memperhalus permukaan sangat penting untuk mencegah beban kelelahan baja. Spesimen dari AISI 1045 Steel dimuat dengan cara uji kelelahan lentur putar. Kelelahan pemuatan akan disela sebagai umur kelelahan mencapai 50% dari umur kelelahan dan 75% dari umur kelelahan. Selama gangguan lainnya yang spesimen akan digiling dan dipoles, sebelum diuji benar-benar sampai patah akibat kelelahan yang terjadi. Umur kelelahan dari setiap kelompok specimen diuji berdasarkan beban akan dibandingkan dengan spesimen oleh kelelahan bongkar tanpa aturan. The Miner rule digunakan untuk mengevaluasi hasil tes. Pengaruh gangguan lainnya dan perlakuan permukaan dievaluasi dan dianalisis. 
Pengukuran Variabel Proses pada Quadruble Effect Evaporation di Pabrik Gula Hanuranto, Joko
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 7 No. 1 (2013): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : Deputi TIRBR-BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.504 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v7i1.3640

Abstract

Untuk meningkatkan efisiensi pabrik gula, tingkat kebutuhan steam serta pengaruh kondisi transfer panas permukaan pada stasiun penguapan perlu dianalisa. Sistem penguapan yang banyak digunakan pada pabrik gula baru adalah penguap quadruple effect evaporator. Hal ini dilakukan karena efisiensi proses penguapan di stasiun penguapan akan mempengaruhi efisiensi dari keseluruhan proses dalam proses produksi gula. Analisis data yang diperoleh dengan mengukur variabel proses penguapan di stasiun meliputi laju aliran getah, suhu, tekanan, dan pengambilan sampel periodik untuk menganalisis fraksi aliran getah padat dalam jus.Kata kunci : Stasiun penguapan – Quadruple Effect Evaporator, Pabrik GulaAbstractTo improve the efficiency of sugar mills, the steam demand levels as well as the influence of the heat transfer surface conditions on evaporation station needs analysis. The new sugar plan commontly use quadruble effect Evaporation system This is done because the efficiency of the evaporation process on evaporation station will affect the efficiency of the overall process in the sugar production process. Analysis of data obtained by measuring the evaporation process variables at stations covering sap flow rate, temperature, pressure, and periodic sampling to analyze the fraction of sap flow of solids in the juice.Keywords : Evaporation station– Quadruple Effect Evaporation, Pabrik Gula
SIMULASI DAN ESTIMASI KEBUTUHAN ENERGI SISTEM GASIFIER DENGAN BAHAN BAKU BATUBARA SUMSEL DAN KALSEL Endro Wahju T., Moch. Ismail, M.Tandirenung, Derina P., Abdul Ghofar, Rudy S. Sitorus, Erbert F.
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.117 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v11i1.2094

Abstract

Batubara yang melimpah di Indonesia dapat dijadikan sebagai bahan bakualternatif untuk industri petrokimia. Namun demikian, diperlukan teknologipengolahan yang tepat supaya dapat digunakan secara optimal sesuai dengankarakteristik batubara yang ada di Indonesia. Salah satu teknologi pengolahanbatubara adalah gasifikasi untuk menghasilkan synthetic gas (syngas). Terdapatbeberapa jenis teknologi gasifikasi antara lain Fixed Bed, Fludized Bed, danEntrained Bed. Penelitian ini bertujuan mencari keunggulan dari masing-masingteknologi dari segi kebutuhan energi, produk syngas, biaya modal, dan biayaoperasional proses ysng disimulasikan dengan menggunakan aspen plus. Sampelbatubara yang digunakan dalam simulasi ini berasal dari empat daerah di wilayahpotensial penghasil batubara yakni dua daerah di wilayah Sumatera Selatan(Keluang dan Babat Tomang) dan dua daerah di wilayah Kalimantan Selatan(Pendopo dan Sebuku). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa teknologiyang sesuai dengan karakteristik batubara Indonesia adalah teknologi fluidized beddan entrained bed. Di mana untuk teknologi fluidized bed membutuhkan energilebih rendah walaupun syngas yang dihasilkan lebih sedikit serta modal dan biayaoperasional yang lebih tinggi dibandingkan entrained bed dan fixed bed.Sedangkan untuk teknologi entrained bed menghasilkan syngas yang lebih banyakdan ramah lingkungan walaupun teknologi ini membutuhkan energi yang lebihtinggi.

Filter by Year

2013 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajain Industri Vol. 16 No. 2 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajain Industri Vol. 16 No. 1 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 15 No. 2 (2021): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 15 No. 1 (2021): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 3 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 2 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 14, No 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 1 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 1 (2019): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol 12, No 3 (2018): VOL 12, NO 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 12 No. 3 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 8 No. 3 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 3 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol 8, No 2 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 2 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 8 No. 1 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 1 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol 7, No 1 (2013): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 7 No. 1 (2013): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri More Issue