cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
ISSN : 14103680     EISSN : 25411233     DOI : -
Core Subject : Engineering,
MIPI, Majalah ilmiah Pengkajian Industri adalah wadah informasi bidang pengkajian Industri berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait dalam bidang industri teknologi proses rekayasa manufaktur, industri teknologi transportasi dan kelautan, serta industri teknologi hankam dan material. Terbit pertama kali pada tahun 1996 frekuensi terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. MIPI diterbitkan oleh Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa-BPPT
Arjuna Subject : -
Articles 601 Documents
Serangan Korosi Sumuran pada Tube Heat Exchanger di Kilang Pengolahan Minyak Sunandrio, Hadi; -, Sutarjo
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 8 No. 3 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : Deputi TIRBR-BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.999 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v8i3.3665

Abstract

Alat penukar panas (Heat Exchanger) adalah suatu alat yang berfungsi untuk menaikkan temperatur. Apabila salah satu komponen dari Heat Exchangertersebut mengalami kerusakan, maka temperatur yang diinginkan tidak akan tercapai. Salah satu dari tube heat exchanger yang ada di Kilang Pengolahan Minyak mengalami kerusakan berupa putus akibat terkorosi. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengujian yang meliputi : pemeriksaan visual, metalografi, uji kekerasan, analisa komposisi kimia, dan analisa EDAX. Maka diketahui bahwatube Heat Exchanger telah mengalami serangan korosi sumuran (pitting corrosion) pada permukaan dalam dan luar tube. Terjadinya serangan korosi sumuran, karena pada permukaan dalam dan luar tube terlapisi oleh deposit yang cukup tebal dan mengandung unsur-unsur Sulphur (S) dan Chlor (Cl) yang dapat memicu timbulnya serangan korosi sumuran (pitting corrosion), hingga tube mengalami penipisan di mana-mana dan putus.Kata kunci : Alat penukar panas, Tube, Endapan, Korosi sumuran, putus.AbstractHeat exchangers is a tool that serves to raise the temperature. If one component of the Heat Exchanger is damaged, then the desired temperature will not be reached. One of the tube heat exchanger that is in Oil Refinery suffered damage in the form of broken due to corroded. After examination and testing that includes visual inspection, metallography, hardness testing, chemical composition analysis, and analysis of EDAX. It is known that the tube Heat Exchanger has suffered attacks pitting corrosion on the surface of the inner and outer tube. Pitting corrosion attack, because the surface of inner and outer tube coated by a deposit that is thick and contains elements of Sulphur (S) and Chlor (Cl) which can lead to pitting corrosion attack, to experience thinning tube where everywhere and brokenKeyword : Heat exchanger, Tube, Deposit, Pitting corrosion, Broken.
FULLTEXT Wahyu, Endro
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3981.738 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v10i3.2791

Abstract

APPLICATION OF INSTRUMENTATION AND CONTROL SYSTEM FOR BIOGAS POWER GENERATION COMMISSIONING AT PTPN V KAMPAR PALM OIL MILL Salehah, Nur Azimah; Prasetyo, Dwi Husodo; Senda, Semuel Pati; Supriyadi, Muhamad Rodhi; Adeliaa, Nesha; Samodra, Bayu; Adiprabowo, Arya Bhaskara; Muharto, Bambang; Anindita, Hana Nabila
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 14, No 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v14i1.3865

Abstract

Biogas Power Plant (PLT) from palm oil mill effluent had been commissioned by a team from the Center of Technology for the Energy Resources and Chemical Industry, Agency for the Assessment and Application of Technology (PTSEIK-BPPT). The biogas power plant is located in PTPN V Kampar, Riau Province. A PLC (Programmable Logic Controller) has been implemented to support the operation of biogas power plant. Proper sensor selection has been done for each measurement applications. A computer and mimic panel is used as an interface for the operation of PLC. The master control system communicates with the slave control systems and Human Machine Interface (HMI) by means of ethernet communication protocol. Commissioning phase is carried out for 2 hours with a load of 450 kW. Instrumentation and control system is able to measure important variables such as fluctuation in methane numbers, pressures, and biogas flow rate to check the suitability of biogas supply in accordance to gas engine specification.
EVALUASI ERGONOMI KOKPIT PESAWAT UDARA N-219 DENGAN USABILITY TESTING Sasongko, Triyono Widi
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.296 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v11i3.2580

Abstract

AbstrakAnalisis optimalisasi ergonomi kokpit pesawat udara N-219 sangat penting untuk dilakukan, dikarenakan postur tubuh yang kaku disebabkan oleh konfigurasi kokpit yang kurang baik membuat pilot merasa tidak nyaman, lelah yang akan menyalahi keamanan penerbangan dan berbahaya bagi pilot.Hasil survey pengukuran ergonomic kognitif dengan metode pengukuran usability dengan Questionnaire for User Interaction Satisfaction (QUIS), yang meliputi reaksi aircrew terhadap keseluruhan sIstem, display, teknologi sIstem informasi, pembelajaran dan kapabilitas sIstem di kokpit N-219 mempunyai nilai pada skala 7,32 s/d 8,19, dengan kategori baik dan bisa diterima, meskipun terdapat beberapa kekurangan yang harus diperbaiki.Dalam pengembangan selanjutnya, kokpit perlu didesain untuk bisa mengakomodasi pilot yang memiliki tubuh di atas rata-rata karena secara umum sistem yang berjalan saat ini masih kurang nyaman bagi pilot yang memiliki persentil atas. Kata Kunci: ergonomi, kokpit N-219, usability test  ABSTRACTAnalysis of optimization of the airplane's cockpit ergonomics N-219 is very important to do, due to the rigid posture caused by the uncomfortable of configuration of the cockpit that make pilots uneasy and tired. It is going to violate the security of the flight and dangerous for pilots.The survey results of measurement with the method of measurement of cognitive ergonomic usability with a Questionnaire for User Interaction Satisfaction (QUIS), which includes reaction to the overall system, aircrew display systems technology, information, learning and capability systems in the cockpit N-219 has a value on a scale of 7.32 up to 8.19, by category which is good and acceptable, although there were some shortcomings that must be rectified. In future development, cockpit needs to be designed to be able to accommodate the pilots who have above average of anthropometric because in general the system running at present still less convenient for pilots who have the top percentile.  Keywords: cockpit ergonomics, N-219, usability test
METODE ARITMETIKA FORMULA BRAGG PADA PENGKAJIAN STRUKTUR KRISTAL BAJA SUPERALOI TIPE F1, A2 DAN A2-APS. Yunasz, Iing Farihin (Parikin); Dani, Mohammad; Sugeng, Bambang; Permatasari, Novita Dwi; Ahda, Syahfandi; Sukaryo, Sulistioso Giat
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 3 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : Deputi TIRBR-BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.94 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v12i3.3018

Abstract

Perekayasa material BATAN telah berhasil mensintesis serial baja superaloi tipe Austenitik (A2) dan tipe Feritik (F1). Beberapa bahan telah dilakukan treatments dengan memvariasi waktu penyinaran menggunakan arc plasma sintering (APS). Dalam studi ini dilakukan pengukuran difraksi sinar-X untuk menginvestigasi bentuk bangun struktur kristal dan parameter kisi dari baja feritik F1, baja austenitik A2 dan baja austenitik A2 yang disintering APS selama 2 detik penyinaran. Perhitungan dilakukan menggunakan formula Bragg dengan  membandingkan deret aritmetika (hitung) S2 dan jarak interplanar dhkl. Diketahui bahwa:  baja feritik F1 berstruktur body centered cubic (BCC) dengan parameter kisi a = 2,87 Å. Baja austenitik A2 berstruktur  face centered cubic (FCC) dengan parameter kisi a = 3,59 Å. Baja austenitik A2 yang disintering APS selama 2 detik berstruktur  face centered cubic (FCC) dengan parameter kisi a = 3,60 Å. Pengamatan struktur mikro permukaan bahan menggunakan Mikroskop Optik (OM) dan Mikroskop Elektron (SEM) memperlihatkan mikrografi yang menarik. Mengasumsikan kondisi proses peleburan (casting) sama, kedua tipe bahan uji memiliki struktur cor yang mirip. Baja feritik F1 menampakkan batas butir (grain boundary) yang lebih halus jika dibandingkan dengan batas butir dalam baja austenitik A2 yang cenderung terlihat lebar garis batasnya. Sedang baja austenitik A2 yang disintering APS selama 2 detik, menampakkan pola butiran yang semula memanjang berubah struktur butiran (grain)-nya menjadi agak bulat-bulat (globular). Uji SEM memetakan sebaran presipitat pada baja feritik F1 di batas butir dan di dalam butir, sedangkan pada baja autenitik A2 tersebar di batas butir saja. Spektrum EDX menunjukkan komposisi presipitat pada baja feritik F1 meliputi C, Cr, dan Fe. Sedangkan pada baja austenitik A2: C, Cr, Fe, dan Ni. Dimungkinkan, krom karbida (Cr23C6) terbentuk sebagai precipitat di batas butir, karena bahan didominanasi konten unsur Cr dan C.Kata Kunci : feritik F1, austenitik A2, XRD, aritmetika, formula Bragg, struktur mikro.
PENGEMBANGAN PENGECORAN BERBAHAN BAKU PADUAN MANGANESE BRONZE UNTUK PROPELLER KAPAL YANG BERBASIS BAHAN SCRAP = CASTING DEVELOPMENT OF MANGANESE BRONZE ALLOY FOR SHIP PROPELLER BASED ON SCRAP MATERIAL Setyadi, Iwan
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.351 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v9i3.1647

Abstract

Many attempts were made to improve the quality of ship components, in particular the ship's propeller made through little-midle industries of casting (IKM) in order to reduce dependence on imports and in order to increase local content for the national ship industries. One of the efforts is to design the material balance of manganese bronze alloy to be applied on a ship's propeller foundry by using scrap materials. In this research, the variable is the percentage level of manganese in the alloy. Achievement of optimal research results occurred in 3.27% Mn content, which obtained an increase in hardness into BHN 180.4, up 11.9% from the initial conditions with Mn content of 0.42%. While the grain size reached 130.78 ?m, or 30.6% less than the current content of 0.42% Mn. ABSTRAKBanyak upaya dilakukan untuk meningkatkan kualitas komponen kapal, khususnya baling-baling kapal yang dibuat melalui IKM pengecoran guna mengurangi ketergantungan impor dan dalam upaya peningkatan TKDN untuk industri kapal nasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah merancangneraca bahan paduan manganese bronze untuk diaplikasikan pada pengecoran baling-baling kapal dengan memanfaatkan bahan scrap. Dalam penelitian ini yang diatur adalah kadar prosentasi mangan dalam paduan. Pencapaian hasil penelitian yang optimal terjadi pada kandungan 3,27% Mn, dimana diperoleh peningkatan kekerasan menjadi 180,4 BHN atau naik 11,9 % dari kondisi awal dengan kandungan Mn 0,42%. Sedangkan ukuran butirnya mencapai 130,78 ?m, atau lebih kecil 30,6 % dibanding saat kandungan 0,42% Mn.
Proses Pemurnian Gas Bumi Sebagai Bahan Baku Kilang Mini Ismail, Mohammad
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 8 No. 1 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : Deputi TIRBR-BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.885 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v8i1.3645

Abstract

Penggunaan gas bumi sebagai bahan bakar otomotif telah cukup banyak digunakan di negara maju. Di Indonesia, penggunaannya telah dikembangkan sejak tahun 1988 meski menghadapi banyak masalah dalam perkembangannya. Ada korelasi antara jarak dari kebutuhan LNG liquefaction plant dengan pengguna akhir. Ada beberapa teknologi yang ekonomis, seperti Mini Plant LNG, terutama dalam penyediaan gas ke daerah-daerah di mana distribusi gas dari kilang besar tidak terjangkau karena kurangnya infrastruktur .Dalam beberapa kasus Mini LNG juga dapat berfungsi untuk cadangan untuk perluasan saluran yang ada , bahkan bisa juga digunakan sebagai cadangan dalam sistem distribusi selama musim puncak. Di sini kita dapat melihat bahwa kilang LNG mini akan ekonomis untuk transportasi dengan jarak sekitar 500 km dan volume persediaan di bawah 2,5 MMscm/d atau 600-700 Kton/tahun. Mini Plant LNG lebih tepat bagi negara- negara yang memiliki banyak sumber ladang gas marginal yang tersebar di beberapa lokasi geografis dengan kondisi yang lebih kompleks, sehingga untuk sistem jaringan pipa pengembangan investasi terlalu mahal, seperti kondisi pegunungan, rawa, hutan. Dalam hal ini LNG biasanya dikirim menggunakan tangki khusus melalui sungai atau darat. Kapasitas produksi jenis ini berkisar 10- 500 ton per hari. Kepadatan energi yang tinggi dari LNG juga merupakan salah satu alasan untuk memilih LNG.Kunci kunci : Kilang LNG mini, Gas Bumi, Ladang Gas MarginalAbstractThe use of natural gas as an automotive fuel has been quite widely used in developed countries. In Indonesia, its use has been developed since 1988 despite facing many problems in its development. The existence of a correlation between the distance of the needs LNG liquefaction plant to the end user. There are several technologies that are economical, like a mini LNG plant, especially in the supply of gas to the areas where the distribution of gas from large refineries are not due to lack of infrastructure. In some cases LNG mini can also act to reserve for the expansion of existing channels, even can also be used as a backup in the distribution system during peak season. Here we can see that the mini LNG plant is economically more suitable for transport to a distance of about 500 km and volumes inventory under 2.5 MMscm/d or 600-700 K tons/year. Mini LNG plant is more appropriate for countries which have many sources of marginal gas fields spread over multiple geographical locations with more complex conditions , so for investment development pipeline network system is too expensive , such as the condition of the mountains, swamps, forests. In this case the LNG usually be sent using a special tank through a river or by land. The production capacity of this type ranged from 10-500 tons per day . High energy density of LNG is also one of the reasons for selecting LNGKeywords : Mini-LNG Plant, Natural Gas, Marginal Gas Fields
POTENSI PEMBENTUKAN KERAK PADA INSTALASI DESALINASI NUKLIR MED DENGAN AIR UMPAN DARI TELUK MANGGRIS Djati H. Salimy, Siti Alimah
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.036 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v10i3.2229

Abstract

Pada tahun 2025 diperkirakan terjadi defisit kebutuhan air bersih pendudukPulau Bangka, dan jika diasumsi sekitar 30 % air bersih untuk penduduk danfasilitas PLTN dipasok dari instalasi desalinasi MED (Multi-Effect Distillation)dengan energi panas nuklir, maka kapasitas produksi 90.000 m3/hari. Salah satupermasalahan dalam instalasi desalinasi thermal adalah pembentukan kerakdalam permukaan perpindahan panas. Pembentukan kerak dalam instalasidesalinasi MED disebabkan oleh deposisi garam inorganik seperti kalsiumkarbonat, kalsium sulfat dan magnesium hidroksida. Kerak pada permukaanperpindahan panas dapat menurunkan laju perpindahan panas, yang akanberimplikasi pada penurunan kinerja dan efisiensi proses. Tujuan studi adalahmenganalisis potensi pembentukan kerak dalam instalasi desalinasi MED,dengan air umpan dari Teluk Manggris. Metode yang digunakan adalah kajianliteratur dan analisis berdasar perhitungan. Hasil studi menunjukkan bahwaterdapat potensi timbulnya kerak yang disebabkan oleh CaSO4 yangdiindikasikan dengan positifnya harga indeks pengerakan (SI) sebesar 23,408.Potensi timbulnya kerak CaCO3 tidak ada, karena diperoleh harga LSI negatifdengan nilai -0,63. Namun air potensial bersifat korosif sehingga pertimbangandalam pemilihan bahan alat perlu dilakukan. Selain itu juga terdapat potensiterbentuknya kerak Mg(OH)2.
ANALISA PERBANDINGAN KEKUATAN STRUKTUR BED MESIN BUBUT CNC KIRANA BPPT TERHADAP BED MODIFIKASI DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE ANALYSIS Tinulad, Amar Makruf; Widodo, Barep Luhur
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.775 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v13i3.3493

Abstract

Pengembangan mesin perkakas sangat dibutuhkan untuk menunjang dunia industri, saat ini BT-MEPPO-BPPT mengembangkan mesin perkakas khususnya mesin bubut CNC. Aspek penting dalam merancang mesin bubut salah satunya adalah perancangan struktur bed yang mampu menahan beban statis dari komponen mesin bubut yang lain. Struktur bed yang dikembangkan oleh BT-MEPPO adalah memodifikasi desain bed yang lebih ringan dan dimensi lebih optimal sehingga mengurangi biaya produksi namun tetap memenuhi standard. Proses perancangan dilakukan menggunakan metode riset development untuk membandingkan analisa struktur desain bed secara umum dengan modifikasi desain bed sehingga didapat kriteria statik berupa defleksi dan tegangan von mises untuk memastikan desain modifikasi aman untuk digunakan
STUDY OF DIKE EFFECTS TO CONTROL SEDIMENTATION PROCESS ON PATIMBAN'S PORT PLAN USING COMPUTATION MODELING Wibowo, Mardi; Kongko, Widjo
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1704.903 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v12i2.2567

Abstract

The development of the international port of Patimban in Subang is very urgent. The port is expected to support the Tanjung Priok port in Jakarta which is unable to meet the loading and unloading needs of business operators, especially in West Java. In port development planning one of the main problems of physical chemical aspects is sedimentation and erosion process. The purpose of this modeling is to know the sedimentation and erosion pattern around the location plan of port development. The result of modeling is expected to be the initial consideration in designing the Patimban Port. Modeling of sediment transport is done by using MIKE21 Sand Transport module software by entering geophysical data of field survey result such as bathymetry, sea level, river flow and characteristic of existing sediment. Modeling is done both in west season and east season for 1 year (October 2016-September 2017). Based on the result of point extraction on the modeling result, it is known that the influence of dike significantly reduces the bed level change in the harbor channel about 46.45 - 82.28% (for dike 2 m) and about 55.01 - 88.94% (for dike 4 m). While, based on the result of the area extraction, it is known that the influence of the dike on the bed level change in the harbor channel is significant, that is to decrease the average of bed level change by 77.58% (for dike 2m) and 81.02% (for dike 4m).

Filter by Year

2013 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajain Industri Vol. 16 No. 2 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajain Industri Vol. 16 No. 1 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 15 No. 2 (2021): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 15 No. 1 (2021): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 3 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 2 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 14, No 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 1 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 1 (2019): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol 12, No 3 (2018): VOL 12, NO 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 12 No. 3 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 12 No. 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 3 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 3 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 2 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 2 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 8 No. 1 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 1 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 7 No. 1 (2013): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 7, No 1 (2013): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI More Issue