cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
ISSN : 14103680     EISSN : 25411233     DOI : -
Core Subject : Engineering,
MIPI, Majalah ilmiah Pengkajian Industri adalah wadah informasi bidang pengkajian Industri berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait dalam bidang industri teknologi proses rekayasa manufaktur, industri teknologi transportasi dan kelautan, serta industri teknologi hankam dan material. Terbit pertama kali pada tahun 1996 frekuensi terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. MIPI diterbitkan oleh Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa-BPPT
Arjuna Subject : -
Articles 601 Documents
Fabrikasi Lapisan Tipis C-Cr pada Permukaan Si dengan Menggunakan Metode Sputtering P. Purwanto; Yunasfi -; Salim Mustofa
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 8 No. 3 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v8i3.3664

Abstract

Telah dilakukan pembuatan lapisan tipis karbon-krom (C-Cr) pada permukaan Si. Pelapisan C-Cr pada permukaan Si merupakan eletrode dalam bentuk lapisan tipis. Pengukuran struktur kristal lapisan tipis C-Cr pada permukaan Si dilakukan dengan difraksi sinar-x, pola difraksi yang nampak yaitu puncak C dan Cr. Ukuran kristalit dan regangan lapisan tipis C-Cr yaitu 18,40 A dan regangan 17,78 %. Pengukuran sifat listrk pada pelapisan karbon-krom (C- Cr) dan tanpa pelapisan meliputi konduktansi dan kapasitansi. Dari hasil pengukuran menunjukkan konduktansi lapisan tipis C-Cr dan kapasitansi menurun dengan kenaikan frekuensi, begitu juga dalam bentuk pellet C-Cr dan substrat Si. Hasil analisis permukaan dengan SEM menunjukkan lapisan tipis C- Cr. Pengujian lapisan tipis ini dilakukan guna mengetahui terbentuknya lapian tipis C-Cr dengan ditemukannnya unsur C dan Cr pada permukaan substrat Si. Dari spektrum Raman diperoleh panjang gelombang pada puncak yaitu 538 cm- 1. Hal ini menunjukkan adanya interaksi antara C dan Cr, sehingga puncak yang nampak adalah puncak karbon.Kata kunci : Lapisan tipis, Difraksi sinar-x, Konduktasni, Permukaan, Raman.AbstractTo had been done to make thin film of C-Cr on Si surface. Deposition carbon-chrom ( C-Cr ) on Si surface was electrode shape in the thin film. The measurement ctystall structure thin film of C-Cr on Si surface tobe done was with x-ray diffraction which was C and Cr. The crystall size and strain of C-Cr thin film was 18.40 A and strain 17.78 %. The measurement electrical properties on deposition of C-Cr and without deposition as follow conductance and capacitance. The result indicated, that conductance of C-Cr thin film and capacitance decreased with increasing of frequence and also pellet shape of C- Cr and C substract. The result of surface morphology with SEM, indicate to had became of thin film C-Cr on the Si surface. The examine thin film tobe done for know what the thin film of C-Cr was shaped with find out C and Cr on the Si substrate surface. From Raman spectrum tobe find out wave number on the peak 520.56 cm-1, indication that interaction between C and Cr, so that peeak which visible was pek of C.Key word : Thin film, X-ray diffraction, Conductance, Surface, Raman
Serangan Korosi Sumuran pada Tube Heat Exchanger di Kilang Pengolahan Minyak Hadi Sunandrio; Sutarjo -
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 8 No. 3 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v8i3.3665

Abstract

Alat penukar panas (Heat Exchanger) adalah suatu alat yang berfungsi untuk menaikkan temperatur. Apabila salah satu komponen dari Heat Exchangertersebut mengalami kerusakan, maka temperatur yang diinginkan tidak akan tercapai. Salah satu dari tube heat exchanger yang ada di Kilang Pengolahan Minyak mengalami kerusakan berupa putus akibat terkorosi. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengujian yang meliputi : pemeriksaan visual, metalografi, uji kekerasan, analisa komposisi kimia, dan analisa EDAX. Maka diketahui bahwatube Heat Exchanger telah mengalami serangan korosi sumuran (pitting corrosion) pada permukaan dalam dan luar tube. Terjadinya serangan korosi sumuran, karena pada permukaan dalam dan luar tube terlapisi oleh deposit yang cukup tebal dan mengandung unsur-unsur Sulphur (S) dan Chlor (Cl) yang dapat memicu timbulnya serangan korosi sumuran (pitting corrosion), hingga tube mengalami penipisan di mana-mana dan putus.Kata kunci : Alat penukar panas, Tube, Endapan, Korosi sumuran, putus.AbstractHeat exchangers is a tool that serves to raise the temperature. If one component of the Heat Exchanger is damaged, then the desired temperature will not be reached. One of the tube heat exchanger that is in Oil Refinery suffered damage in the form of broken due to corroded. After examination and testing that includes visual inspection, metallography, hardness testing, chemical composition analysis, and analysis of EDAX. It is known that the tube Heat Exchanger has suffered attacks pitting corrosion on the surface of the inner and outer tube. Pitting corrosion attack, because the surface of inner and outer tube coated by a deposit that is thick and contains elements of Sulphur (S) and Chlor (Cl) which can lead to pitting corrosion attack, to experience thinning tube where everywhere and brokenKeyword : Heat exchanger, Tube, Deposit, Pitting corrosion, Broken.
Potensi Silika Kuarsa Lokal sebagai Filler Kompon Karet dalam Pembuatan Balon Peluncur Kapal Moh. Hamzah; Mahendra A.; Eryanti Kalembang
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 8 No. 3 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v8i3.3666

Abstract

Secara praktis material karet untuk produk barang teknik memerlukan sejumlah bahan lain sebagai bahan tambahan yang mampu meningkatkan kemampuan proses, nilai karakteristik teknis dan memperpanjang waktu pakai. Bahan filler digunakan untuk meningkatkan karateristik teknis terkait dengan karakteristik karet. Salah satu filler yang sering diaplikasikan adalah silika, namun dalam bentuk teraktivasi. Beberapa penelitian menunjukan bahwa filler silika mampu mempengaruhi karakteristik seperti tensile strength, abrasion and tear resistance. Penggunaan filler silika pada balon peluncur kapal juga meningkatkan kinerja wet traction, dan wear resistance serta mengurangi dampak rolling resitance. Untuk mengaplikasikan silika kuarsa sebagai filler karet maka perlu mengaktivasi permukaan silika kuarsa antara lain dengan cara nanosizing atau memodifikasi permukaan silika melapisi dengan silane-69 atau PEG-4000. Saat ini produk silika lokal yang dihasilkan belum memenuhi spesifikasi silika berukuran sub mikron seperti yang dibutuhkan oleh pasar, umumnya produksi silika lokal berukuran ≥ 30 μm. Oleh karena itu utilisasi kapasitas produksi industri silika lokal belum maksimal, baru 50%. Dengan adanya sentuhan teknologi diharapkan dapat memaksimalkan potensi silika lokal.Kata kunci : Nanosilika, Balon peluncur kapal, Filler kompon karet, SilikaAbstractPractically rubber material for engineering goods requires a number of other ingredients as additives that can improve the ability of the process, the value of the technical characteristics and extend the lifetime. Filler material is used to improve the technical characteristics related to the characteristics of the rubber. One of the frequently applied filler is silica, but in the activated form. Several studies have shown that the silica filler capable of affecting characteristics such as tensile strength, abrasion and tear resistance. The use of silica filler on the balloon launcher ships also improves wet traction performance and wear resistance and reduce the impact of rolling resitance. To apply as a quartz silica filler rubber it is necessary to activate the surface of silica quartz, among others, by the way nanosizing or modify the silica surface with silane coat-69 or PEG- 4000. Currently local silica products produced not meet the specifications of sub- micron sized silica as required by the market, local silica production generally sized ≥ 30 lm. Therefore, industrial production capacity utilization is not maximized local silica, 50% new. With the touch technology is expected to maximize the potential of local silica.Keywords : Nanosilika, Balloon launcher boats, Rubber compound filler, Silica
Karakterisasi Pipa Baja Karbon Rendah Dalam Pendekatan Analisa Kegagalan Mawardi Silaban
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 8 No. 3 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v8i3.3672

Abstract

Penelitian ini dilakukan terhadap material pipa baja karbon rendah yang digunakan pada ketel uap setelah dioperasikan sekitar satu tahun. Selanjutnya dilakukan karakterisasi terhadap benda uji pipa gagal dan pipa yang baru dengan tujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana perubahan yang terjadi pada komposisi, dimensi, kekerasan dan struktur mikro dengan cara membandingkan keduanya. Dari uji metalographi, Scanning Electron Microscope (SEM), analisa mikro dengan Energy Dispersive Spectroscopy (EDS), struktur mikro awal adalah ferit-perlit. Pada suhu tinggi terjadi proses oksidasi, sehingga struktur mikro bahan berubah dari bentuk ferit-perlit menjadi struktur ferit dengan diameter butir yang membesar. Kegagalan pipa ketel uap diawali dengan terbentuknya lapisan deposit yang menempel pada permukaan dalam, yang mengakibatkan proses pindah panas ke air terganggu. Pada keadaan seperti ini suhu pipa akan semakin meningkat seiring dengan laju pembentukan deposit. Dan pada suhu diatas 5400C terjadi proses dekomposisi fasa perlit menjadi ferit + spheroidal carbides. Pada proses ini akan menyebabkan kekuatan pipa menjadi berkurang (baja menjadi lunak), sehingga pada tekanan uap sekitar 2 bar akan dapat menyebabkan terjadinya deformasi sehingga mengakibatkan pipa menjadi menggelembung.Kata kunci : Pipa ketel uap, Struktur mikro, Deposit, Menggelembung, Diameter butirAbstractThis research was carried out on low carbon steel pipe materials used in the boiler after about a year to operate . Further characterization of the test specimen failed pipe and the new pipe with the aim to identify the extent to which changes in the composition , dimensions , hardness and microstructure by comparing the two. Of test metalographi , Scanning Electron Microscope ( SEM ) , micro analysis by Energy Dispersive Spectroscopy ( EDS ) , the initial microstructure is ferrite - pearlite . At high temperature oxidation process occurs , so that the microstructure of the material changes from ferrite - pearlite forms into a structure ferrite grain diameter enlarged . Boiler pipe failure begins with the formation of the deposit layer attached to the inner surface , which results in the process of heat transfer to the water disturbed . In these circumstances the temperature of the pipe will increase along with the rate of deposit formation . At temperatures above 5400C occur decomposition into ferrite + pearlite phase spheroidal carbides . In this process will lead to the strength of the pipe to be reduced (steel becomes soft) , so that the vapor pressure of approximately 2 bar will cause deformation resulting in the pipe becomes bulging .Keywords : Steam boiler tube, Micro structure, Scale, Bulging, Grain diameter
FC Endro Wahju
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v13i2.3720

Abstract

BC Endro Wahju
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v13i2.3723

Abstract

Pemanfaatan Pure Plant Oil (PPO) Dari Kelapa Sawit Untuk Mengurangi Konsumsi Bahan Bakar Solar di PLTD Talang Padang Unggul Priyanto; Dwi Husodo Prasetyo; Erlan Rosyadi; Galuh Wirama Murti; Zulaicha Dwi Hastuti; Novi Syaftika
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v13i3.3746

Abstract

Minyak nabati murni (Pure Plant Oil / PPO) dari kelapa sawit dapat digunakan sebagai subtitusi bahan bakar solar pada mesin diesel. PPO dapat digunakan dengan mencampurkannya dengan solar, sehingga mengurangi penggunaan bahan bakar fosil yang tidak ramah lingkungan. Akan tetapi, bahan bakar campuran PPO juga memiliki sisi negatif seperti Specific Fuel Consumption (SFC) yang tinggi, viskositas tinggi, nilai kalor yang rendah, dan emisi NOx yang cenderung sedikit lebih tinggi. Dalam studi ini berbagai campuran PPO dan solar diuji di PLTD. Hasilnya menunjukkan bahwa PPO sebaiknya digunakan dengan campuran solar dan proses pre-heating dilakukan sebelum masuk ke mesin. Penggunaan PPO juga teruji sebagai bahan bakar yang ramah lingkungan, kandungan sulfur yang rendah, serta menghasilkan emisi gas rumah kaca yang rendah. Agar PPO dapat digunakan pada mesin diesel, maka perlu beberapa perubahan seperti modifikasi mesin seperti pre-heating PPO, modifikasi sistem injektor, dual fuelling, dan blending PPO dengan solar. Kata kunci : biofuel, PPO, kelapa sawit, PLTD, performa mesin diesel
POTENSI RISET DAN PENGEMBANGAN FePO4 DARI BAHAN BAKU LOKAL Fe2O3 DI INDONESIA R. Ibrahim Purawiardi
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v14i1.3785

Abstract

Riset dan pengembangan baterai lithium mulai banyak dilakukan di Indonesia sejak awal dekade 2000-an. Diantara salah satu material yang dikembangkan adalah bahan aktif katoda LiFePO4,dengan harapan bahwa seluruh bahan baku pembuatan LiFePO4 diperoleh dari sumberdaya lokal. Sumber-sumber bahan baku LiFePO4 sendiri adalah LiOH atau LiOH.H2O atau Li2CO3 atau CH3COOLi sebagai sumber Li, Fe2O3 sebagai sumber Fe, dan H3PO4 sebagai sumber PO43-. Diantara berbagai sumber bahan baku tersebut, Fe2O3 dan H3PO4 dapat diperoleh dari dalam negeri, namun sumber lithium masih harus impor. Oleh sebab itu, produksi LiFePO4 kedepannya tidak dapat 100% menggunakan bahan baku lokal. Namun, terdapat satu cara yang dapat dilakukan agar menggunakan 100% bahan baku lokal, yaitu pengembangan FePO4. FePO4 ini nantinya berpotensi untuk diproduksi dan diekspor sebagai bahan baku pembuatan LiFePO4. Disamping itu, FePO4 juga memiliki nilai tambah lain sebagai bahan pelapis pencegah oksidasi pada permukaan logam. Oleh sebab itu, material ini cukup strategis untuk dikembangkan di Indonesia.
An Effect Of Biodiesel (B20) On Life Time Locomotive Fuel Filter Muhammad Maruf; Ihwan Haryono
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v13i3.3787

Abstract

The effect of using B20 palm oil biodiesel on rail locomotive fuel filters was evaluated in this study. The generator water separator filter, generator main filter and locomotive drive filter after being used along the filter replacement period were analyzed in laboratories and compared with new ones as reference. The analysis was using SEM/EDS, FTIR and GC. The FTIR and GC test results show that the fuel filter has a number of deposits from the components of biodiesel fuel, that are diesel and biodiesel. However, morphological test results using SEM show that the filter surface has not been completely covered by liquid and fuel deposits. The results of the tests and analysis indicated that the usage of 125 hours (for locomotive genset) and 3 months for locomotive drive engine with 20% palm biodiesel fuel can still guarantee the filtration to maintain the performance and prevent damage to fuel and engine system components.
COMPARISON ANALYSIS OF RAILWAY BRIDGE MODUL FOR “I” GIRDER TYPE AND “WARREN” TRUSS TYPE Dwi Agus Purnomo; Djoko Prijo Utomo; Agung Barokah Waseso; Mira Marindaa
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v14i1.3833

Abstract

The railway bridge in Indonesia, with a width of 1067 mm, was built in 1878, so that maintenance modules are needed to repair or to replace of construction modul at regular intervals. Implementation of maintenance and repairs refers to the Minister of Transportation Regulation No. 60 of 2012. Problems were encountered in the field at the BH182 Daop 2 railway bridge in Bandung due to lowering structural strength. Therefore, it was necessary to repair the bridge module with a new bridge design. The purpose of this study is to analyse and to calculate strength of the structure and to determine effectiveness of the use of construction materials on 2 alternative bridge construction selection with the type of “I" girder and the type of “Warren" Truss. Design implementation method used is to utilize Midas Civil Structure software. The loading used for railway bridges is grouped into three load groups, namely the girder's self-weight, additional dead load, and live load. Additional dead load analysed is line load including bearings, while for live load is trainset load based on loading requirements. From the results of calculations between the steel bridge “I" girder type height of 300 cm and the type of “Warren" Truss height of 600 cm, each span of 30 m showed that those were a function of the railway bridge. It would be more effective to use the type of “Warren” Truss structure that is quite able to withstand train traffic loads in accordance with applicable standards.

Filter by Year

2013 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajain Industri Vol. 16 No. 2 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajain Industri Vol. 16 No. 1 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 15 No. 2 (2021): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 15 No. 1 (2021): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 3 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 2 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 14, No 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 1 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 1 (2019): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol 12, No 3 (2018): VOL 12, NO 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 12 No. 3 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 3 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 3 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 8 No. 2 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 2 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 1 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 1 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol 7, No 1 (2013): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 7 No. 1 (2013): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri More Issue