cover
Contact Name
Abdul Musqim
Contact Email
taqimlsq@gmail.com
Phone
+628156862548
Journal Mail Official
studiquranhadis@gmail.com
Editorial Address
Prodi Ilmu Alquran dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jl. Marsda Adisucipto, telp. 62-0274-512156 Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis
ISSN : 14116855     EISSN : 25484737     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
JURNAL STUDI ILMU ILMU AL-QUR’AN DAN HADIS is peer-reviewed journal that aims to encourage and promote the study of the Qur’an and designed to facilitate and take the scientific work of researchers, lecturers, students, practitioner and so on into dialogue. The journal contents that discuss various matters relate to the Qur’anic Studies, the Exegesis Studies, the Living Qur’an, the Qur’an and Social Culture, thoughts of figures about the Qur'anic Studies, the Exegesis Studies and so on; Similarly, matters relating to the Hadith, the Hadith Studies, Living Hadith, Hadith and Social Culture, thoughts of figures about hadith and so on.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 208 Documents
Kitab Hadis Sekunder: Perkembangan, Epistimologi, dan Relevansinya di Indonesia Nurhaedi, Dadi
Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis Vol 18, No 2 (2017): Juli
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.875 KB) | DOI: 10.14421/qh.2017.1802-06

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang kitab/buku hadis sekunder, yakni kitab kreasi atas kitab hadis primer sebagai koleksi hadis yang tidak boleh dirubah. Telaah menunjukkan bahwa pasca dihimpunnya hadis-hadis dalam kitab sekunder, maka pada periode berikutnya hingga sekarang, mengalami dinamika format kitab yang berbeda dengan kitab primer. Kitab-kitab hadis sekunder terus mengalami perkembangan sesuai perubahan dan kebutuhan zaman, bahkan di Indonesia memiliki kekhasan utama yakni tambahan terjemahan dan penjelasan. Perkembangan tersebut tidak terlepas dari dimensi epistimologis yang merupakan prinsip-prinsip penting dalam proses penyusunan kitab. Aspek epistimologis dimaksud ialah (a) tujuan penulisan kitab untuk menyampaikan hadis Nabi yang bisa menjelaskan dan mudah diakses, (b) tema atau cakupan bahasan yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman, (c) sumber rujukan yang memadai dan mekanisme pengambilan yang standar, (d) sistematisasi penyajian sehingga runtut dan mudah dipahami, dan (e) sifatnya yang jelas, mudah, dinamis, dan menarik. Prinsip-prinsip tersebut sangat signifikan dan relevan, sehingga memengaruhi perkembangan kitab-kitab hadis yang relatif lebih dinamis, fleksibel, beragam, menarik, dan efektif.Kata Kunci: Perkembangan, Kitab Hadis, Epistemologi
EPISTEMOLOGI ILMU ASBAB AL-WURUD HADIS Lestari, Lenni
Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis Vol 16, No 2 (2015): Juli
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.577 KB) | DOI: 10.14421/qh.2015.1602-07

Abstract

Apple-interchange-newline"> This paper is supposed to explore the epistemology of sabab al-wurūd of hadith. The fial result are: First, asbāb al-wurūd is defied as a knowledge which pay attention to the causes of the emergence of an hadith and the condition around it. Second, the source of asbāb al-wurūd knowledge are books (read: creation) which related to the knowledge of asbāb al-wurūd. Third, the method to get asbāb al-wurūd is mainly trough narration (riwayat) and effort on judgment (ijtihad). Both last methods are dividedinto two, that are trough the narration of micro asbāb al-wurūd andtrough the effort on judgment of macro asbāb al-wurūd. Every hadith hasmacro asbāb al-wurūd but not every one of it has micro asbāb al-wurūd.Fourth, asbāb al-wurūd, as a knowledge is a science focuses to the studyof matn. Fifth, historically, asbāb al-wurūd didn’t have any contact to thephilosophy of science, but based on truth theory, the one which is moreappropriate to the process of asbāb al-wurūd’s validation is the coherencetruth theory.
Wanita Mengimami Shalat laki-laki (Studi atas Hadis yang Melarang dan Hadis yang Membolehkan) Imron, Ali
Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis Vol 18, No 1 (2017): Januari
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.789 KB) | DOI: 10.14421/qh.2017.1801-07

Abstract

Tulisan ini melakukan kajian sanad dan matan atas dua kelompok hadis yang saling bertentangan (ta’arudh), yakni hadis yang melarang wanita menjadi imam bagi laki-laki dalam shalat dan hadis yang membolehkan. Dari penelitian ini tampak bahwa kedua hadis ini sama-sama dipandang sebagai hadis yang shahih, alias keduanya tidak memiliki problem dan masalah, terutama dari aspek rijal yang meriwayatkannya. Namun demikian, dalam praktik di masyarakat, perlu dipertimbangkan aspekaspek lain, seperti kaidah-kaidah fiih demi mendapatkan mashlahat yang lebih besar bagi masyarakat dunia, khususnya umat Islam.
PROSPEK STUDI HADIS DI INDONESIA (Telaah atas Kajian Hadis di UIN, IAIN, dan STAIN) Suryadi, Suryadi
Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis Vol 16, No 1 (2015): Januari
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.268 KB) | DOI: 10.14421/qh.2015.1601-01

Abstract

Ministry of Religious issued the new nomenclature of the separation of the field of study of the Qur'an and the Hadith, which was a single entity by the name of Tafsir Hadith (TH). This paper is to research on the current prospect of Hadith studies in UIN, IAIN and STAIN after the new nomenclature was brought. It comes to a conclusion that after the new nomenclature, Hadith studies in Indonesia has a little prospect to develop in the future. Solutions offered by this paper is to reintegrate the Qur’an studies and Hadith studies into Tafsir Hadith studies and to separate the two fields only at the graduate level, and create a consortium of the science of Hadith.
PEMAKNAAN HADIS-HADIS HISAB-RUKYAT MUHAMMADIYAH DAN KONTROVERSI YANG MELINGKUPINYA Imron, Ali
Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis Vol 15, No 1 (2014): Januari
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1390.966 KB) | DOI: 10.14421/qh.2014.1501-01

Abstract

Sebagai salah satu organisasi yang memiliki masa besar di Indonesia, Muhamamdiyah memainkan peranan penting dalam setiap event puasa dan lebaran. Dua tahun belakangan (2011, 2012), sikap Muhammadiyah yang mendahului pemerintah dalam menetapkan awal Ramadhan, Idul Fitri, maupun Idul Adha sering mendapat respon beragam. Ada yang merasa bangga akan kemampuan Muhammadiyah dalam ‘meneropong’ datangnya Ramadhan/lebaran, terutama bila hasil hitungan hisab Muhammadiyah ‘tepat’ (sama dengan penetapan pemerintah). Namun banyak pula kecaman datang bila Muhammadiyah itu tidak sama dengan pemerintah. Hingga sekarang perdebatan ini belum selesai dan selalu muncul setiap kali momen puasa/lebaran.
Pemahaman Hadis Tentang Poligami (Sebuah Kajian Teologis Terhadap Hadis-hadis Sosial tentang Poligami) Safitri, Erwanda
Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis Vol 17, No 2 (2016): Juli
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.478 KB) | DOI: 10.14421/qh.2016.1702-02

Abstract

In this article, the author tries to see about polygamy obey Islam. Poligamy is something always happens around human life. Issues of polygamy is very often discussed. Controversy about what is right and wrong fittingly never end. as written in the Qur’an has been widely described. However, the hadith of the Propet Muhammad as the highest authority after the Qur’an. In here the outhor will be include some text Qur’an and hadith was related trough the viewpoint of existing traditions in the book of tafsir. So it can be taken a cloncusion and results may provide additional insight into the solution and for all.Keywords: poligami, islam
TAFSIR VISUAL Kajian Resepsi atas Tafsir dan Ilustrasi dalam Tafsir Juz ‘Amma for Kids Zahro’, Nafiatuz
Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis Vol 16, No 1 (2015): Januari
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.738 KB) | DOI: 10.14421/qh.2015.1601-07

Abstract

rchange-newline"> Al-Qur’an as hudan li al-nās and rahmatan li al-‘ālamīn, can not be comprehended the mean without any exegesis. In order that Al-Qur’an and Exegesis are always easy given in the life and proved its existence which shalih li kulli zaman wa makan, they era does not only consider social characterchange from the space and the time, but the subject too. It is consumer thatis containing of various ability standard and age. Unfortunately, almostall exegesis is product that presented as adult consumption; beside in thisfact the modernization demand each element of life to begin all aspect fromchildren age for the maturation and the success future. One of the worksfrom several works that has been established to fulfil the children neededis Tafsir Juz ‘Amma for Kids with the new thing that most shown from thiswork is illustration. In this article, It uses reception method to fid listener reaction and AlQur’an reader in the meaning explanation. Reception that is done bycommentator has succeeded to be concretized into exegesis text with simplelanguage; beside the reception that it is done by illustrator has succeededto be concretized into visual language that is illustration that in the fialaccompany in the gotten up of a functional relation between both of them.The existence of exegesis and illustration are cooperation and it is a formof integration-interconnection. Illustration which as functional before hasbecome a helper media, fially it has potential as independent to be anexegesis that is “Visual Exegesis.”
METODE TAFSIR MAUDU’I (Perspektif Komparatif) Muyasaroh, Lailia
Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis Vol 18, No 2 (2017): Juli
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.378 KB) | DOI: 10.14421/qh.2017.1802-02

Abstract

Metode maud}u>’i> adalah metode yang banyak digunakan oleh para penafsir akhir-akhir ini. Metode ini dianggap lebih mampu menjawab permasalahan-permasalahan dan menyuguhkan maksud al Qur’an secara tuntas apalagi dengan perkembangan berbagai permasalahan yang dihadapi umat muslim dan harus dicarikan prinsip-prinsip penyelesaiannya dalam al Qur’an. Salah satu ulama yang menawarkan konsep tafsir maud}u>’i> adalah Muh}ammad Ba>qir al S}adr. Beliau menulis buku yang berjudul al Madrasah al Qur’a>niyyah. Menurut Ba>qir al S}adr, seorang penafsir yang menggunakan metode maud}u>’i> harus memusatkan perhatian terhadap suatu masalah dalam kehidupan sosial untuk dicarikan solusinya dalam al Qur’an. Ulama lain yang menawarkan metode tafsir maud}u>’i> adalah Abdul H}ayy al Farmawi> yang menjabat sebagai guru besar pada Fakultas Ushuluddin Universitas al Azhar. Beliau menerbitkan buku berjudul alBida>yah fi al Tafsi>r al Maud}u>’i> dengan mengemukakan langkah-langkah secara terperinci untuk menerapkan metode maud}u>’i>. Penulis tertarik untuk membandingkan metode tafsir maud}u>’i> yang ditawarkan kedua tokoh tersebut karena adanya perbedaan yang signifikan antara metode yang kedua tokoh ini tawarkan. Penelitian ini mencoba membandingkan metode kedua tokoh tersebut dengan melihat persamaan, perbedaan, kelibihan, kekurangan, dan sintesis dari kedua metode tersebut.Kata Kunci: Tafsir Maud{u<’i<, Muhammad Baqir al Sadr, Abdul Hayy al Farmawi
Studi Kritis atas Qur’an: A Reformist Translation Lukman, Fadhli
Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis Vol 16, No 2 (2015): Juli
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.75 KB) | DOI: 10.14421/qh.2015.1602-03

Abstract

change-newline"> One of some translation works on the Qur’an appears to be eccentric concidering that it reveals some important revisions to traditionaltranslation. This translation is written by Edip Yuksel, Layth Salehal-Shaiban, dan Martha Schulte-Nafeh entittled Qur’an: A ReformistTranslation. This article attempts to question the view of the writers ofQur’an: A Reformist Translation on historicity related to the Qur’an,framed with hermeneutical theory of Gadamer. The article ends to someconclussions that on their view, the Qur’an is a self-suffiient scripture, andtherefore one has no need to seek the extra-Qur’anic aspect. Eventhoughthe writers deny the importance of historicity of the Qur’an, they indeeddepend on the contemporary history which triggers their will to translatethe Qur’an. As they deny the horizons of the text and rely on their owncontemporary horizons, their approach then belongs to subjectivisthermeneutics.
Telaah Aplikasi Hadis (Lidwa Pusaka) Fikriyyah, Dliya Ul
Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis Vol 17, No 2 (2016): Juli
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.61 KB) | DOI: 10.14421/qh.2016.1702-07

Abstract

Kajian al-Qur’an dan hadis telah mengalami banyak perubahan, apalagi dalam dekade belakangan ini. Ditambah dengan perkembangan zaman yang terus berkembang dengan pesat serta komunikasi global yang telah menjadi keniscayaan. Hal ini memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan kajian keagamaan, dalam hal ini kajian terhadao al-Qur’an dan hadis yang membutuhkan banyak sarana agar kajian yang dilakukan dapat menyesuaikan dengan zaman, sehingga tidak tergerus oleh masa dan perkembangan tekonolosi dan komunikasi. Mengingat tantangan ini, kini telah muncul berbagai software dan aplikasi yang memudahkan dalam pengkajian al-Qur’an dan hadis seperti Maktabah Syamilah, Gawamil kalim, Lidwa dan aplikasi lainnya. Software atau aplikasi ini telah banyak beredar dan digunakan sebagai rujukan dalam mencari sumber data, sehingga pengkaji tidak perlu mencari data hadis ataupun tafsir secara manual yang seringkali menmbutuhkan waktu yang tidak sedikit, hadirnya software ini memberikan kemudahan dalam kajian yang dilakukan. Maka penguasaan tekno;ogi menjadi kebutuhan, baik dalam hal instalisasi dan operasional. Setiap karya manusia tetap memiliki kekurangan, termasuk dalam aplikasi ataupun software yang ada, maka dari itu kehati-hatian dan ketelitian tetap menjadi modal utama dalam pengkajian. Dalam tulisan ini akan membahas salah satu software hadis yang sudah tidak asing lagi, yaitu Lidwa Pusaka.Kata Kunci : Lidwa Pusaka, Hadis, Instalisasi, Operasional

Page 4 of 21 | Total Record : 208