cover
Contact Name
Toni Malvin
Contact Email
tonimalvin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lembagapenelitiandanpengabdian@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lima puluh kota,
Sumatera barat
INDONESIA
Lumbung: Jurnal Ilmiah Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh
ISSN : 14121948     EISSN : 26553422     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
LUMBUNG: Jurnal Ilmiah Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh merupakan media dalam penyebarluasan hasil penelitian dan kajian pustaka di bidang pertanian yang bertujuan untuk menjawab masalah-masalah pertanian secara nyata di lapangan. LUMBUNG diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh secara berkala dua kali dalam setahun, yang diterbitkan pertama kali pada Januari 2002 dalam bentuk cetak, dan tersedia secara online sejak Desember 2018.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 19 No. 1 (2020): Februari" : 5 Documents clear
RANCANG BANGUN DAN ANALISA ALAT PENGUPAS KOPI Yulia Chyntia Hariati; Alvino Muktila Zendy; Ahmad Husein Harahap; Wahyu Wahyu; Irwan A; Jamaluddin Jamaluddin; Yuni Ernita; Sandra Melly; Muhammad Riza Nurtam
LUMBUNG Vol. 19 No. 1 (2020): Februari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.841 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v19i1.198

Abstract

Pengupasan kulit kopi sangat berpengaruh pada kualitas kopi yang dihasilkan. Kendala yang dihadapi dalam pengupasan kopi tradisional adalah waktu dan energi yang digunakan terlalu besar. Alat pengupas kopi berfungsi untuk mengupas atau memisahkan kulit kopi dari biji kopi dan diharapkan bisa membantu petani dalam mengupas hasil dengan maksimal dan efektif. Alat pengupas kopi berkapasitas 200 kg/jam. Hasil analisa ekonomi teknik alat pengupas kopi didapat biaya tetap Rp. 1.179.630/tahun, biaya tidak tetap Rp. 16.069/jam, biaya pokok Rp. 82/kg dan Break Event Point (BEP) 1.567 kg/tahun.
RANCANG BANGUN DAN ANALISA ALAT PENCUCI WORTEL TIPE DRUM Muhammad Adam; Sardino Sardino; Dio Winaldi; Suryadi Candra; Febri Yulsa Yunika; Riko Riko; Sri Aulia Novita; Fithra Herdian; Hendra Hendra; Indra Laksmana
LUMBUNG Vol. 19 No. 1 (2020): Februari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.931 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v19i1.199

Abstract

Alat pencuci wortel dibuat untuk membantu meningkatkan kualitas hasil panen tanaman wortel. Hasil uji kinerja alat pencuci wortel tipe drum diperoleh kapasitas efektif alat sebesar 210 kg/jam. Hasil perhitungan analisa ekonomi didapat biaya tetap sebesar Rp.1.059.300/tahun, biaya tidak tetap Rp.16.644/jam, biaya pokok Rp.81/kg dan break event point (BEP) untuk pengoperasian alat ini adalah 3.302 kg/tahun.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI PELARUT FOSFAT DARI TANAH RHIZSOSFER KELAPA SAWIT (Eleis guineensis) Asrul Asrul; I Nyoman Pugeg Aryantha
LUMBUNG Vol. 19 No. 1 (2020): Februari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.479 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v19i1.204

Abstract

Bakteri sebagai salah satu agent penyubur tanah, masih sangat minim diketahui petani. Kenyataannya bakteri mampu menyediakan unsur hara makro yang dibutuhkan oleh tanaman, contohnya fosfat. Fosfat di tanah umumnya dalam bentuk terikat, baik yang berbentuk anorganik (Ca-P, Fe-P dan Al-P) maupun organik (asam nukleat dan fosfolipida). Mengeksresikan asam organik, merupakan cara umum bakteri untuk melarutkan fosfat terikat khususnya yang anorganik. Isolasi bakteri pelarut fosfat dilakukan di tanah rhizosper Kelapa Sawit (Eleis guineensis) PT Astra Agro Lestari dengan menggunakan media pikovskaya yang di dalamnya terdapat kalsium fosfat (Ca-P). Hasilnya ada 6 bakteri yaitu A2, B5, C7, F1, F2, dan K1 yang mampu melarutkan kalsium fosfat (Ca-P). Uji kuantitatif dengan menggunakan spektrofotometer 410 nm, pada supernatant pikovskaya cair menunjukkan bakteri A2 mampu melarutkan fosfat 20,40 ppm paling baik jika dibandingkan dengan bakteri, C7= 7,69 ppm, F1= 5,77 ppm, F2= 5,53 ppm, B5= 1.19 ppm dan K1= 0,46 ppm. Identifikasi partial sequences 16s rRNA menunjukkan bakteri A2 putative Amycolatopsis albidoflavus.
ANALISA PENDAPATAN PETANI INTEGRASI PADI-SAPI PADA KELOMPOK TANI PEMUDA SETIA NAGARI SIMALANGGANG Mukhlis Mukhlis
LUMBUNG Vol. 19 No. 1 (2020): Februari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.743 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v19i1.205

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada sistem pertanian terpadu yang merupakan sistem pertanian yang didasarkan pada konsep daur ulang biologis antara tanaman, perikanan dan ternak. Implementasi sistem integrasi padi-sapi mampu memberikan manfaat bagi penggunaan pupuk kandang yang dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya produksi dan meningkatkan pendapatan petani. Jerami padi tidak digunakan secara optimal, mahal dan ketersediaan pupuk urea yang langka, limbah ternak belum dimanfaatkan dengan baik dan limbah kulit kakao belum digunakan sebagai pakan ternak. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui peningkatan keuntungan usaha tani dari adopsi sistem usaha tani terpadu dibandingkan dengan sistem konvensional dan 2) untuk menganalisis kelayakan usaha tani dengan penerapan sistem usaha tani terpadu dan sistem konvensional. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Penerimaan dan keuntungan dari usaha tani konvensional kepada usaha tani dengan sistem pertanian terpadu adalah meningkat. Peningkatan penerimaan selama 6 bulan dari Rp 675 juta menjadi Rp 792,12 juta yaitu meningkat sebesar Rp 117,12 juta atau sebesar 17,35%. Peningkatan keuntungan selama 6 bulan dari Rp 203,57 juta menjadi Rp 259,02 yaitu meningkat sebesar Rp 55,45 juta atau setara dengan 27,24%. 2) Nilai R/C ratio dan profitabilitas dari usaha tani sistem integrasi padi-sapi terintegrasi sebesar 1,49 dan 48,59%. Sedangkan nilai R/C ratio dan profitabilitas usaha tani sapi potong dengan pemeliharaan secara konvensional 25 ekor selama enam bulan adalah sebesar 1,43 dan 43,18%. Nilai R/C ratio dan profitabilitas menunjukkan bahwa bisnis ini layak.
PEMBERIAN RANSUM ORGANIK BERBASIS LAMTORO (Leucaena leucocephala) DENGAN PENAMBAHAN PROBIOTIK TERHADAP PERFORMA BROILER Yurni Sari Amir; Prima Silvia Noor; Muthia Dewi; Toni Malvin; Syofyan Syofyan
LUMBUNG Vol. 19 No. 1 (2020): Februari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.86 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v19i1.221

Abstract

Penelitian pemberian ransum organik berbasis lamtoro dengan penambahan probiotik dilakukan untuk melihat pengaruhnya terhadap performa broiler. Penelitian dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Teknologi Pakan dan UPT Farm Politeknik Negeri Payakumbuh selama enam minggu, dengan menggunakan 100 ekor broiler yang dipelihara sejak DOC. Pakan yang diberikan berupa crumble yang berbasis lamtoro. Rancangan yang digunakan adalah RAL dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu ransum komersial sebagai kontrol (A), crumble lamtoro dengan penambahan starbio 0,1% (B), crumble lamtoro dengan penambahan starbio 0,2% (C), crumble lamtoro dengan penambahan EM4 0,1% (D), crumble lamtoro dengan penambahan EM4 0,2% (E). Variabel yang diukur adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ransum organik berbasis lamtoro dengan penambahan probiotik memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Pemberian crumble lamtoro dengan penambahan 0,2% EM4 dalam air minum memberikan hasil performa broiler yang lebih baik dibandingkan dengan pemberian crumble lamtoro yang ditambahkan probiotik 0,1% starbio, 0,2% starbio dan 0,1% EM4. Namun lebih rendah performanya bila dibandingkan dengan pemberian ransum komersial.

Page 1 of 1 | Total Record : 5