Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The nutrient value of banana peel fermented by tape yeast as poultry feedstuff Koni, Theresia Nur Indah; Foenay, Tri Anggarini Yuniwaty; Asrul, Asrul
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 29, No 3 (2019): Desember
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiip.2019.029.03.05

Abstract

This study aims to evaluate the effect of different tape yeast levels as inoculum in the banana peels fermentation process to the nutritional content. This study used an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) in one way ANOVA with 4 treatments and 4 replications. Treatments based on differences in the addition of tape yeast, all treatments were incubated for 6 days. The four treatments are (P0) Banana peel without the addition of yeast tape; (P1) Banana peel with the addition of yeast tape 1.5%; (P2) Banana peel with the addition of 3.0% yeast tape; (P3) Banana peel with the addition of 4.5% yeast tape. The measured variables were dry matter, crude protein, crude fat, crude fiber, calcium, and phosphorus content. Data were analyzed by analysis of variance and followed by Duncan's multiple range test to measure any significances. The results showed that the level of yeast tape significantly increased crude protein, crude fat, calcium and phosphorus (P<0.05), and significantly reduced crude fiber of banana peel (P<0.05.  However the level of yeast tape has no significant effect on the dry matter content of banana peels. Conclusion tape yeast level of 4.5% can increase levels of crude protein, crude fat, calcium and banana skin phosphorus. The highest reduction in crude fiber in the use of yeast tape 3%
Potensi Tanaman Azolla sebagai Pakan Ternak di Nusa Tenggara Timur (NTT) Asrul Asrul; Dede Rival Novian
BioWallacea : Jurnal Penelitian Biologi (Journal of Biological Research) Vol 7, No 2 (2020): Biodiversitas on Asian Wallacea
Publisher : University of Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1206.848 KB) | DOI: 10.33772/biowallacea.v7i2.14429

Abstract

One of the main problems in the world of livestock is the high cost of feed. About 50-70% of the farm's operational costs are used up for the provision of feed. One alternative animal feed that can be used is the Azolla plant. Azolla plant is known as a fern plant that generally floats on water and is one of the plants that has a high protein content. East Nusa Tenggara (NTT), especially Kupang regency, is known as one of the beef cattle producing areas, but over time the availability of feed has decreased. Therefore there needs to research on the potential of Azolla which lives in the Kupang district to be used as animal feed. Morphological identification, proximate analysis of nutrient content, and watercontent of Azolla were the methods used in this study. The result is that the type of Azolla found is the type of Azolla microphylla. The proximate test showed that the crude protein content was 16,81%, crude fat was 2,80%, the extract without nitrogen (BETN) was 24,03%, and the crude fiber was 24,03. The water nutrient analysis showed that Azolla microphylla lived water with an average pH of 7,85, with a dissolved oxygen content of 7,4 ppm, NO2-N 0,004 ppm, and PO4-P with a level of 0,135 ppm. Azolla microphylla that lives in Kupang district, East Nusa Tenggara (NTT), has the potential to be used as animal feed.AbstrakSalah satu persoalan utama dalam dunia peternakan adalah tingginya biaya untuk pakan. Sekitar 50-70% biaya operasional peternakan habis untuk penyediaan pakan. Salah satu alternatif pakan ternak yang bisa digunakan adalah tanaman azolla. Tanaman azolla dikenal sebagai tanaman paku-pakuan yang umumnya mengapung diatas air dan merupakan salah satu tanaman yang kandungan proteinnya tinggi. Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya kabupeten Kupang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil sapi potong, namun seiring berjalannya waktu ketersedian pakan semakin menurun. Oleh karena itu perlu ada penelitian tentang potensi Azolla yang hidup di kabupaten Kupang untuk dijadikan pakan ternak. Identifikasi morfologi, analisis proksimat kandungan nutrient dan anilisis kandungan air azolla merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Hasilnya jenis azolla yang ditemukan merupaka tipe Azolla microphylla. Uji proksimat menunjukkan kandungan protein kasarnya 16,81%, lemak kasar 2,80%, bahan ekstrak tampa nitrogen (BETN) 24,03%, dan serat kasarnya 24,03. Analisis nutrien airnya menunjukkab bahwa Azolla microphylla hidup air yang pH nya rata rata 7,85 dengan kandungan oksigen terlalut 7,4 ppm, NO2-N 0,004 ppm dan PO4-P dengan kadar 0,135 ppm. Azolla microphylla yang hidup di kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mempunyai potenis untuk dijadikan sebagai pakan ternak. Kata kunci: Pakan Ternak, Azolla. Nusa Tenggara Timur (NTT)
PUPUK HAYATI (BIOFERTILIZER) ALTERNANTIF SUBTITUSI PENGGUNAAN PUPUK KIMIAWI asrul asrul asrul
Partner Vol 24, No 1 (2019): Edisi Juli
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v24i1.340

Abstract

Increased population growth implies the intensive management of agricultural land for food fulfillment. As a result, the use of chemical fertilizers among farmers continues to increase to support this intensive agriculture. UREA, NPK and Super Phosphate Fertilizers are chemical fertilizers that are used by farmers to meet the macro nutrients of plants, especially N, P and K. The problem is that excessive and intensive use of chemical fertilizers turns out to have a negative impact on both agricultural land and accumulated residues in plants which are then consumed by humans. One of the efforts to substitute chemical fertilizers in agricultural land by applying biofertilzer or biofertilzer. Biofertilizers are fertilizers that use the services of microorganisms (bacteria) to meet plant nutrient needs.
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT (PKM) BERBASIS PENINGKATAN PRODUKTIFITAS PETANI-PETERNAK DALAM KONDISI WABAH COVID 19 . Asrul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.97 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v5i2.471

Abstract

Kondisi lesunya perekonomian akibat covid 19 bukan hanya dirasakan oleh masyarakat perkotaan, akan tetapi juga dirasakan oleh masyarakat pedesaan. Salah satunya yaitu masyarakat di desa Raknamo Kabupeten Kupang. Keterbatasan pemenuhan kebutuhan pokok, rendahnya literasi akan pemeliharan ternak, pembuatan pakan dan pemeliharaan kesehatan ternak merupakan masalah yang dihadapai oleh masyarakat di desa Raknamo yang tergabung dalam kelompok tani Fajar Pagi. Pembagian sembako, penyuluhan manajemen ternak sapi, penyuluhan pembuatan pakan dan demplot pembuatan jamu merupakan metode yang digunakan dalam pemcahan masalah yang dihadapi masyarakat di desa  Raknamo. Hasilnya masyarakat sudah mendapatkan sembako yang bisa memacu semangat mereka umtuk kembali berpoduktivitas, mengetahui cara manajemen pemeliharaan ternak sapi, mengetahui cara pembuatan pakan dan memahami pembuatan jamu untuk ternak. Kata kunci : Covid 19, Raknamo, Fajar-Pagi, Ternak.
OPTIMASI PERTUMBUHAN AZOLLA SEBAGAI PAKAN HIJAUAN TERNAK DENGAN PENAMBAHAN UNSUR HARA ORGANIK DI MEDIA TUMBUHNYA Asrul Asrul; Devi A. J. Ndolu
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 16 No. 1 (2022): Agrienvi : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pakan hijaun merupakan jenis pakan yang paling umum digunakan oleh peternak. Pakan hijuan seperti rumput rumputan dan leguminosa membutuhkan waktu yang cukup lama untuk kembali memproduksi bagian bagian organiknya untuk dimakan oleh ternak. Salah satu tanaman hijuan yang mempunyai daya regenerasi pertumbuhan organik yang tinggi adalah Azolla.. Azolla yang tumbuh di daerah Tarus-Tilong, Kabupeten Kupang mempunyai kadar protein yang masih rendah jika dibandingkan dengan azolla lain yang pernah diteliti. Hal ini berimbas pada pertumbuhan biomassanya juga tidak maksimal. Tujuan penelitian ini yaitu mengoptimasi kandungan protein dan biomassa azolla dengan penambahan bahan organik (feces ayam dan sapi). Adapun perlakuan pemberian feces sapi dan ayam yaitu P0 (kontrol)= tidak diberikan feces dan perlakuan P1-P4, masing masing diberikan feces sapi/ayam berturut turut 5, 10. 15 dan 20 gram dalam 1 liter air. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa azolla yang diberikan feces ayam pada takaran 10, 15 dan 15 gram berbeda nyata kandungan nitrogenmya (protein) dengan yang kontrol, dan adapun pada azolla yang diberikan feces sapi tidak memperlihatkan perbedaan yang nyata dengan kontrol, namun kecendrungan pertambahan kadar nitrogen ( protein) pada azolla terlihat pada azolla yamg diberikan feces sapi. Hasil penimbangan berat kering menunjukkan pemberian feces sapi meningkatkan biomassa azolla secara signifikan khususnya pada pemberian feces sapi pada takaran 10, 15 dan 20 gram. Adapun pada biomassa pada feces ayam tidak memperlihatkan hasil yang berbeda nyata dengan kontrol.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI PELARUT FOSFAT DARI TANAH RHIZSOSFER KELAPA SAWIT (Eleis guineensis) Asrul Asrul; I Nyoman Pugeg Aryantha
LUMBUNG Vol. 19 No. 1 (2020): Februari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.479 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v19i1.204

Abstract

Bakteri sebagai salah satu agent penyubur tanah, masih sangat minim diketahui petani. Kenyataannya bakteri mampu menyediakan unsur hara makro yang dibutuhkan oleh tanaman, contohnya fosfat. Fosfat di tanah umumnya dalam bentuk terikat, baik yang berbentuk anorganik (Ca-P, Fe-P dan Al-P) maupun organik (asam nukleat dan fosfolipida). Mengeksresikan asam organik, merupakan cara umum bakteri untuk melarutkan fosfat terikat khususnya yang anorganik. Isolasi bakteri pelarut fosfat dilakukan di tanah rhizosper Kelapa Sawit (Eleis guineensis) PT Astra Agro Lestari dengan menggunakan media pikovskaya yang di dalamnya terdapat kalsium fosfat (Ca-P). Hasilnya ada 6 bakteri yaitu A2, B5, C7, F1, F2, dan K1 yang mampu melarutkan kalsium fosfat (Ca-P). Uji kuantitatif dengan menggunakan spektrofotometer 410 nm, pada supernatant pikovskaya cair menunjukkan bakteri A2 mampu melarutkan fosfat 20,40 ppm paling baik jika dibandingkan dengan bakteri, C7= 7,69 ppm, F1= 5,77 ppm, F2= 5,53 ppm, B5= 1.19 ppm dan K1= 0,46 ppm. Identifikasi partial sequences 16s rRNA menunjukkan bakteri A2 putative Amycolatopsis albidoflavus.
POTENSI ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) FERMENTASI SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF TERNAK RUMINANSIA Asrul Asrul; Ima Malawati
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 17 No. 01 (2023): Juni 2023 : Agrienvi : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/aev.v17i01.10629

Abstract

Feed is one of the essential factors in livestock business. In an effort to meet the basic needs of livestock and reduce the production costs of livestock business, it is necessary to have alternative feed ingredients. Water hyacinth is an aquatic plant that grows wild in lakes, rivers and swamps. Water hyacinth in the Kupang area, especially in the Tilong Dam and Raknamo Dam areas, thrives and is considered a plant that often damages the environment because it can reduce the amount of water and block irrigation channels. high economic value. This study aims to examine the content of nitrogen, phosphate and total energy of water hyacinth and henceforth with the potential of these nutrients it is hoped that they can become alternative feed in the form of silage for ruminants, especially livestock in Kupang City. Test results for the content of nitrogen, phosphate and total energy of water hyacinth, showed that water hyacinth which was not given EM4 and which was given EM4 during the fermentation process showed no significant difference. Water hyacinth that received 7% EM4 treatment showed better results on Nitrogen content (1.15%) and Total Energy (3362 Kcal/kg) than those that did not get EM4 addition treatment, namely 1.04% for Nitrogen content and 3281 Kcal/kg for Total Energy. For the parameter of phosphate content produced fermented water hyacinth without using EM4 showed better results than that given EM4, namely 0.42% for water hyacinth without the addition of EM4 and an average of 0.31% for water hyacinth with the addition of EM4. The conclusion of this study is that water hyacinth has potential as an alternative feed ingredient.
INOVASI TEKNOLOGI PAKAN LOKAL UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PAKAN TERNAK DI KELOMPOK TANI TATE’UN MONIT KELURAHAN NAIONI, KOTA KUPANG Helda, Helda; Koten, Bernadete B; Asrul, Asrul; Sabuna, Cytske
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jpmp.v9i1.7216

Abstract

Upaya peningkatan produktifitas ternak sangat dipengaruhi oleh pakan yang berkualitas, nutrisi yang seimbang  dan sesuai kebutuhan ternak. Keterbatasan pakan ternak  umumnya dihadapi oleh peternak di Nusa Tenggara Timur, begitupula dengan anggota kelompok tani Tate”un Monit yang dihadapkan pada keterbatasan jumlah hijauan pakan ternak khususnya di musim kemarau. Pengabdian yang dilakukan bertujuan untuk memberi solusi   penyediaan pakan yang murah dan kompetitif seperti pemanfaatan limbah pertanian terutama jerami padi . Kelemahan serat kasar yang tinggi. Kelemahan tersebut dapat diatasi dengan inovasi teknologi  sehingga dapat meningkatkan kualitasnya dengan penambahan ekstrak buah siwalan dan EM4. Permasalahan lain yang dihadapi adalah pemeliharaan ternak yang konvensional sehingga membutuhkan waktu pemeliharaan yang lama untuk mencapai bobot tertentu. Kelompok Tate’Un monit ini berlokasi di Kelurahan Naioni, Kecamatan alak, Kota Kupang.. Untuk mengatasi masalah ini peternak dilatih membuat konsentrat ternak sapi dengan memanfaatkan bahan pakan lokal. Metode yang dilakukan berupa penyuluhan, demplot. Hasil kegiatan adalah Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan praktis anggota kelompok Tate’un Monit, sebesar  83.2 %  , Konsentrat ternak sapi 120 kg, jerami fermentasi 135 kg dan Pemi  113 kg Kata Kunci : Inovasi teknologi, ,Kelurahan Naioni, Kualitas Pakan Lokal 
Komponen Nutrien dan Fraksi Serat Putak yang Difermentasi Menggunakan Nira Lontar Koni, Theresia Nur Indah; Sabuna, Cytske; Asrul, Asrul; Ndolu, Devi Anthonia Juliana
Jurnal Peternakan Vol 22, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jupet.v22i1.28870

Abstract

ABSTRAK. Putak merupakan bahan pakan sumber energi, dan biasa digunakan dalam pakan ternak, namun serat kasar yang tinggi menyebabkan pembatasan pemanfaatannya dalam pakan unggas. Fermentasi dapat meningkatkan nilai nutrien bahan pakan. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi komposisi nutrien dan komponen fraksi serat (Neutral Detergent Fiber, Acid Detergent Fiber, dan lignin) putak yang difermentasi dengan nira lontar pada kadar yang berbeda. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah PN0: putak difermentasi tanpa nira lontar; PN1: putak difermentasi dengan 10% nira lontar; PN2: putak difermentasi dengan 20% nira lontar; PN3: putak difermentasi dengan 30% nira lontar. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam  dan bila terdapat pengaruh yang nyata dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah bahan kering, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, komponen serat (Neutral Detergent Fiber, Acid Detergent Fiber, dan lignin). Hasil penelitian menunjukkan fermentasi menggunakan nira lontar dengan kadar berbeda memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar protein kasar, serat kasar, Neutral Detergent Fiber, Acid Detergent Fiber, dan lignin, namun tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) pada bahan kering dan kadar lemak kasar. Penggunaan nira lontar dalam fermentasi dapat meningkatkanprotein kasar dan menurunkan lignin putak sebagai pakan ternak. Disimpulkan bahwa penggunaan nira lontar hingga 30% meningkatkan kadar protein kasar, dan menurunkan lignin putak.Kata kunci:  Fermentasi, nira lontar, putak, pakanNutrients and  Fiber Fraction Components of  Fermented Putak Using Palmyra SapABSTRACT. Putak is an energy source feedstuff commonly used in livestock feed, but the high crude fiber limits its use in poultry feed. Fermentation can increase the nutritional value of feed ingredients. The research was to evaluate the nutrient composition and components of the fiber fraction (Neutral Detergent Fiber, Acid Detergent Fiber, and lignin) of putak fermented at different levels with palmyra sap. This study was used a completely randomized design with four treatments and five replications. The treatments were PN0: fermented putak without palmyra sap; PN1: putak fermented with 10% palmyra sap; PN2: putak fermented with 20% palmyra sap; PN3: putak fermented with 30% palmyra sap. Data were analyzed using analysis of variance and if there was a significant effect, it was continued with Duncan's Multiple Range Test. The parameters in this study were dry matter, crude protein, crude fat, crude fiber, and fiber components (Neutral Detergent Fiber, Acid Detergent Fiber, and lignin). The results showed that fermentation using different levels of palmyra sap had a significant effect (P<0.05) on the crude protein, crude fiber, Neutral Detergent Fiber, Acid Detergent Fiber, and lignin, but did not have a significant effect (P>0, 05) on dry matter and crude fat content of putak. Palmyra sap in fermentation can increase crude protein, and reduce lignin of putak as animal feed. It was concluded that using palmyra sap up to 30% increased crude protein levels and reduced palm lignin.
PELATIHAN PENGOLAHAN BAHAN PAKAN AYAM KAMPUNG DI PETERNAKAN BAPAK APRISIANUS DI KELURAHAN TEUN BAUN AMARASI BARAT Koni, Theresia Nur Indah; Foenay, Tri Anggarini Yuniwati; Asrul, Asrul; Paga, Agustinus; Randu, Melkianus Dedy Same
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jpmp.v10i1.7449

Abstract

Bapa Aprianus Adu adalah seorang peternak ayam kampung KUB dan menjadi penggurus UMKM Elssaday. Tujuan dari kegiatan  pengabdian ini agar peternak mitra dapat mengolah dedak padi sebelum digunakan sebagai pakan ayam kampung. Dalam kegiatan pengabdian ini menggunakan metode penyuluhan,diskusi dan demonstrasi plot. Pada Kegiatan ini peternak diberi pengetahuan dan dilatih tentang cara pengolahan dedak padi melalui proses fermentasi dengan menggunakan starter mikroorganisme yang ada dalam nira lontar. Pengetahuan peternak meningkat setelah diberikan penyuluhan, pengetahuan tentang fermentasi dedak padi menggunakan nira lontar meningkat 100% dan peternak dapat melakukan pengolahan dedak padi melalui fermentasi.