cover
Contact Name
M. Taufiq
Contact Email
bioumuslim@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bioumuslim@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bireuen,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Almuslim
Published by Universitas Almuslim
ISSN : 23387394     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim Bireuen-Aceh. Terbit dua kali dalam setahun (Agustus dan Pebruari). Terbit perdana pada Agustus 2013, dengan tujuan untuk meningkatkan kreativitas keilmiahan dosen atau akademisi dari berbagai Perguruan Tinggi/Lembaga Pendidikan dan Instansi secara umum dan sivitas akademika FKIP Umuslim Bireuen secara khusus
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
WACANA BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 KUTABLANG Jakfar Is, M.
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : Jurnal Pendidikan Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH PENGGUNAAN LKS DALAM MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU PADA KONSEP KEUNGGULAN LOKASI DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT INDONESIA DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 GANDAPURA A Rahman, Aisyah; Agustina, Fera
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : Jurnal Pendidikan Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh penggunaan LKS dalam  model pembelajaran Discovery Learning terhadap hasil belajar siswa pada konsep keungggulan lokasi dan kehidupan masyarakat Indonesia kelas VIII SMP Negeri 1 Gandapura. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif, jenis penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara dua variabel atau lebih. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Gandapura Kabupaten Bireuen tahun pelajaran 2017/2018 yang terdiri dari 3 kelas dengan jumlah keseluruhan 75 siswa. Sampel yang diambil hanya 2 kelas yaitu kelas VIIIa dengan jumlah 24 siswa dan kelas VIIIb berjumlah 26 siswa. Hasil uji hipotesis dengan taraf signifikan 0,05, diperoleh harga thitung 2.7281, dan harga ttabel 1.6772. apabila thitung > dari ttabel maka Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan LKS dalam model pembelajaran Discovery Learning berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada pelajaran IPS Terpadu pada kelas VIII SMP Negeri 1 Gandapura. Kata kunci        : LKS, Model Discovery Learning, Hasil Belajar.
MEMAHAM KESIAPAN BELAJAR ANAK MELALUI 7 PRINSIP PEMBELAJARAN PADA ANAK USIA DINI Halim, Fauziatul
Jurnal Pendidikan Almuslim No 3 (2017): Edisi Khusus
Publisher : Jurnal Pendidikan Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesiapan belajar merupakan fakta dan  dengan pahamnya orang tua serta pendidik mengenai teori kesiapan maka anak dapat meraih kemampuan holistik sesuai dengan tugas perkembangannya, menurut Seefelt & Wasik (2008 : 33) Kesiapan didefenisikan sebagai tersiapkan, terbekali, siap melakukan, langsung bertindak, atau menggunakan sesuatu. Tiga Teori besar yang biasanya menjelaskan kesiapan adalah : Teori maturationalist, behaviorist, dan constructivist, maturationist punya pemahaman bahwa kematangan sebagai dasar pertumbuhan, pertumbuhan, perkembangan dan pembelajaran merupakan buah dari hukum kematangan internal Gesel dalam Seefelt dan Wasik (2008).Pada Masa kanak-kanak inilah merupakan masa yang paling kritis dalam pertumbuhan dan perkembangan hidup manusia baik segi fisik maupun emosi, dan kesiapan belajar merupakan langkah pondasi dibentuknya karakter anak dan akan terus berkembang serta akan melekat pada dirinya hingga dewasa, pada taman kanak-kanak perlu mulai diarahkan pada dasar-dasar kecakapan hidup awal seperti percaya diri, berani menonjolkan ide/gagasan, rasa estetika, bekerja dalam kelompok dan lain-lain. Pada Teori Maturasional oleh G. Stanley dan Gesell dalam Seefelt & Wasik (2008 : 34) maturasional adalah pertumbuhan bergerak maju melalui serangkaian tahapan yang tidak berubah, setiap tahapannya dicirikan oleh struktur organisme yang berbeda secara kualitatif dan pola interaksi yang berbeda secara kualitatif antara organisme dan lingkungannya dan pada keyakinan Aliran behaviorisme meyakini bahwa semua pengetahuan dan keterampilan berasal dari kesan indra, baik sebagai gagasan sederhana, manusia seperti halnya semua mamalia memiliki struktur netral bagi pembentukan asosiasi antara masukan (input) dan keluaran (output) indra. Kajian keyakinan ini dijelaskan mengenai sesuatu hal sederhana misalnya tentang berat atau ringannya ember berisi air dan yang kosong dapat dia dapatkan perbedaannya melalui indra yang dimilikinya, mencoba mengangkat ember berisi air dengan tangannya lalu mengeluh “ ini berat ….” Lalu mengangkat ember kosong tanpa diisi air lalu berseru “ini tidak berat…..lebih mudah untuk mengangkatnya”. Lalu dalam gagasan ini anak memperoleh stimulus- respon atau kebiasaan dan Lev Vygotsky (1896 – 1934) percaya bahwa perkembangan tidak bisa dijelaskan oleh faktor tunggal (Maturasionalist) atau faktor diluar individu (Behaviorisme) tapi bergantung pada interaksi pada dua faktor ini. Vygotsky berkeyakinan bahwa “ ciri dalam kesiapan belajar ialah belajar merupakan zona perkembangan proximal : perantara, artinya kesiapan belajar anak dapat dilihat jika anak dapat berinteraksi dengan orang orang dilingkungannya dan bekerja sama dengan teman sebaya, dengan memahami kesiapan belajar peserta didik dan melibatkan 7 komponen prinsip belajar anak usia dini yaitu (1).Children learn from direct experiences (Anak belajar dari pengalaman langsung) (2). Children Learn From Hands Of activities (Anak belajar melalui Aktifitas tubuh geraknya dan indera perasanya) (3). Children Learn from Present Time, Here and Now (Pikiran Anak-anak terikat pada kekinian, disini dan saat sekarang). (4). Children Learn Holistically From Whole to Part(anak-anak belajar secara holistik  dari keseluruhan menuju bagian-bagian kecilnya)(5). Children Learn By Implicitly Or Subconscious (Anak-anak belajar secara implisit melalui pemerolehan (dalam proses bawah sadar)) (6). Children Have Different Learning Style(Anak-anak memiliki gaya belajar yang berbeda) (7). Children Learn From Deductive Approaching to Inductive Approaching(anak-anak belajar dari yang umum ke khusus). Pengetahuan dan pemahaman pendidik mengenai kesiapan belajar anak dan prinsip belajar AUD diharapkan agar memberikan peluang yang baik bagi peserta didik untuk lebih mengembangkan potensi dan kecakapan mereka dimasa yang akan dating.
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR RASIONAL SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 DEWANTARA PADA MATERI PESAWAT SEDERHANA Taufiq, M.; Nurmaulia, Nurmaulia
Jurnal Pendidikan Almuslim No 1 (2015): Edisi Khusus
Publisher : Jurnal Pendidikan Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya hasil belajar dan ketrampilan berpikir siswa dan guru merupakan suatu masalah yang mendasar di SMP Negeri 1 Dewantara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe (STAD) terhadap ketrampilan berpikir rasional siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Dewantara pada materi pesawat sederhana. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Dewantara yang terdiri atas 9 kelas dengan jumlah keseluruhan adalah 270 siswa. Sampel yang diambil hanya 2 kelas yaitu kelas VIII1 dengan jumlah siswa 25 orang dan kelas VIII2 dengan jumlah siswa 25 orang. Data analisis dengan t-test. Hasil penelitian diperoleh nilai t-hitung thitung > t tabel (17,82 > 1,71). Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe (STAD) tidak berpengaruh terhadap ketrampilan berpikir rasional siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Dewantara pada materi pesawat sederhana. Hasil tersebut dapat dilihat pada nilai rata-rata yang diperoleh siswa kelas VIII. Sebelum dan sesudah penerapan model kooperatif tipe STAD ( 1 = 39,42 dan 86,22) dan siswa kelas VIII2 sebelum dan sesudah penerapan model kooperatif tipe STAD ( 2 = 24,84 dan 44,4). Dengan demikian dapat simpulkan bahwa penerapan model pembelajaran tersebut tidak berpengaruh terhadap ketrampilan berpikir rasional siswa. Kata kunci: Student teams achievement division, Berpikir rasional, pesawat sederhana
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 NISAM PADA MATERI PENGGOLOGAN HEWAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL QUANTUM TEACHING Hambali, Hambali; Raiyani, Raiyani
Jurnal Pendidikan Almuslim No 5 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 2 Nisam pada materi penggolongan hewan dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dua siklus. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan melakukan tes hasil belajar siswa, observasi dan angket kepada siswa. Yang berjumlah 20 orang.   Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata siklus I 55%, karena belum mencapai kriteria yang ditetapkan,  maka harus dilakukan pengulangan siklus. Pada siklus II menjadi 85% dan telah mencapai kriteria yang ditetapkan. Hasil Observasi siklus I terhadap aktivitas guru diperoleh persentase  81% mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 96%. Sedangkan dari pihak siswa pada siklus I yaitu 83% meningkat menjadi 97% pada siklus II. Maka dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Quantum Teaching mendapat respon yang baik dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci : Hasil Belajar Siswa, Model Pembelajaran  Quantum Teaching
MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENETAPKAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) MELALUI WORKSHOP PADA SMP NEGERI 2 PEUDADA Baharuddin, Baharuddin
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : Jurnal Pendidikan Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laporan hasil penelitian ini menyangkut dengan Kompetensi Guru dalam Menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Melalui Workshop pada SMP Negeri 2 Peudada yang diberi judul “Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Melalui Workshop pada SMP Negeri 2 Peudada.” Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan Kompetensi Guru dalam Menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Melalui Workshop pada SMP Negeri 2 Peudada. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research) yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada SMP Negeri 2 Peudada melalui Workshop. Jenis penelitian tindakan yang dipilih adalah jenis emansipatori. Jenis emansipatori ini dianggap paling tepat karena penelitian ini dilakukan untuk mengatasi permasalah pada wilayah kerja penliti sendiri berdasarkan pengalaman sehari-hari. Subjek penelitian ini adalah guru-guru pada SMP Negeri 2 Peudada yang berjumlah 37 orang, yang terdiri atas  33 orang guru tetap, dan 11 orang guru tidak tetap. Sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah kemampuan guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan kemampuan guru dalam menetapkan  KKM pada siklus I belum menunjukkan hasil sesuai dengan indikator kinerja yang telah ditetapkan. Setelah diadakan  refleksi terhadap  hasil yang diperoleh, diputuskan  untuk memperbaiki  dari segi kegiatan Workshop terutama memperjelas tentang aspek-aspek yang belum sesuai dengan indikator kinerja yang telah ditetapkan.  Dari hasil tersebut tampak secara umum guru membuat KKM per KD, dan tidak per indikator, dan dari 32 orang ikut Workshop, 5 orang tidak bisa menyerahkan hasil yang mungkin karena kesiapan fisik, mental, bahan, dan laptop memang kurang. Dari masalah tersebut, diputuskan untuk memperbaiki beberapa langkah dalam siklus I, yakni memfokuskan pada penetapan KKM per indikator, yang belum menyerahkan hasil, dan peningkatan sarana / bahan diadakan pada siklus II. Hasil penelitian pada siklus II menunjukkan bahwa rata-rata secara umum dalam penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal pada siklus II berada pada amat baik ( rata-rata 93,25 ),  namun ada satu aspek yang belum bisa 100 % , bahkan berada pada Kriteria cukup yaitu pada aspek 2 ( KKM dibuat per indikator, kemudian  KI, SK, terakhir mata pelajaran ). Untuk hal ini dapat saya jelaskan bahwa pada SMP Negeri 2 Peudada, 12 orang guru tidak tetap  (pengabdi ) kesulitan dalam mengembangkan silabus, RPP, dan penetapan indikator pada  KI, SK, dan mata pelajaran, sehingga akhirnya KKM dibuat  tidak per indikator. Respon guru terhadap penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal melalui Workshop. Penilaian ini penting dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang respon guru  terhadap kegiatan Workshop yang telah di harapkan  dalam menetapkan  Kriteria Ketuntasan Minimal. Jika kita lihat dari nilai  atau prosentase guru yang dapat menetapkan KKM dengan memenuhi mekanisme dari kajian awal, siklus I, dan siklus II adalah 6 %, 83,75 %, dan kemudian 93,25 % ini menunjukkan peningkatan  yang sangat berarti. Jadi dapat dikatakan  bahwa respon guru sangat positip. Oleh karena itu,  penerapannya perlu dilanjutkan dalam kegiatan-kegiatan yang lain. Kata Kunci: Kompetensi Guru, Menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), Workshop.
PENGARUH PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XII-IPA-A PADA MATERI AKTIVITAS GERAK RITMIK DI SMA NEGERI 1 BIREUEN TAHUN AJARAN 2015/2016 Satria, Adi
Jurnal Pendidikan Almuslim No 2 (2015): Edisi Khusus
Publisher : Jurnal Pendidikan Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MEMBUAT PENILAIAN DALAM PENGAJARAN MATEMATIKA DI KELAS Suherman, Suherman
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : Jurnal Pendidikan Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS TINGKAT KESUKARAN BUTIR SOAL UJIAN NASIONAL (UN) IPA SMP TAHUN AJARAN 2014/2015 DI KABUPATEN ACEH TENGGARA Aldyza, Nadia; Afkar, Afkar; Andani, Dessy
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : Jurnal Pendidikan Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesukaran butir soal Ujian Nasional (UN) IPA SMP Tahun Ajaran 2014/2015 di Kabupaten Aceh Tenggara. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah naskah soal Ujian Nasional (UN) mata pelajaran IPA SMP Tahun Ajaran 2014/2015. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan formulasi Indeks Kesukaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, analisis tingkat kesukaran butir soal Ujian Nasional (UN) IPA SMP Tahun Ajaran 2014/2015 di Kabupaten Aceh Tenggara memiliki kategori soal yang sukar sebesar 3%, kategori soal yang mudah sebesar 5% dan kategori soal yang sedang sebesar 92%. Hal ini menandakan bahwa kualitas soal UN sangat baik. Keywords: Analisis butir soal, indeks kesukaran, ujian nasional
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KOMPUTER DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIFE STAD TERHADAP KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF DAN HASIL BELAJAR HIDROKARBON SISWA KELAS X SMA Rousda, Ricki Yunandar
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 4, No 2 (2016): Vol 4, No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : Jurnal Pendidikan Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang Pengaruh Penggunaan Media Komputer dan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Terhadap Kemampuan Berfikir Kreatif dan Hasil Belajar Hidrokarbon Siswa Kelas X SMAyang dilaksanakan pada Maret-Mei, 2013 di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Bireuen. Penelitian ini merupakan penelitian ekuasi eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui: (1) apakah kemampuan berfikir kreatif siswa yang diajarkan menggunakan media komputer dan model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik dari pada kemampuan berfikir kreatif siswa yang diajarkan hanya dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD saja, (2) apakah hasil belajar siswa yang diajarkan menggunakan media komputer dan model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik dari pada hasil belajar siswa yang diajarkan hanya dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD saja, (3) Apakah terdapat respon siswa penggunaan media komputer dan  model pembelajaran kooperatif pada materi hidrokarbon. Penelitian yang dilakukan dimana pada dua sekolah tersebut diambil dua kelas yang masing-masing kelas bertindak sebagai kelas eksperimen.Tes yang digunakan adalah tes awal dan tes akhir yang terdiri dari 20 soal.Uji statistik yang dgunakan adalah uji t untuk melihat peningkatan dan SPSS One Way Anova untuk melihat interaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kemampuan berfikir kreatif siswa yang diajarkan menggunakan media komputer dan model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik dari pada kemampuan berfikir kreatif siswa yang diajarkan hanya dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD saja, (2) Hasil belajar siswa yang diajarkan menggunakan media komputer dan model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik dari pada hasil belajar siswa yang diajarkan hanya dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD saja, (3) Terdapat respon siswa penggunaan media komputer dan  model pembelajaran kooperatif pada materi hidrokarbon. Kata kunci :Media komputer, Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, Berfikir Kreatif dan Hasil Belajar

Page 10 of 31 | Total Record : 304


Filter by Year

2013 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 7 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 6 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 6 No. 1 (2018): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan Almuslim No 5 (2017) No. 5 (2017) No 3 (2017): Edisi Khusus No. 3 (2017): Edisi Khusus Vol 4, No 2 (2016): Vol 4, No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 4 No. 2 (2016): Vol 4, No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 3 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 2 No. 1 (2014): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Pendidikan Almuslim No. 2 (2015): Edisi Khusus Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Almuslim No 2 (2015): Edisi Khusus No. 1 (2015): Edisi Khusus No 1 (2015): Edisi Khusus Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan Almuslim More Issue