cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2024)" : 8 Documents clear
Review of Biodiesel Analysis inside Ecological Impacts and Future Developments Yohanes, Ardi; Aliefiansyah, Muhammad Naufal; Parapat, Riny Yolandha
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i2.105-118

Abstract

ABSTRAKBiodiesel telah menjadi semakin populer sebagai pengganti yang layak untuk sumber energi yang tidak terbarukan, yang menjadi semakin langka. Biodiesel diproduksi dari berbagai jenis minyak nabati maupun minyak hewani. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi situasi biodiesel saat ini, prospeknya untuk masa depan, dan kemungkinan kekhawatiran ekologis atau mekanis. Penelitian ini menggunakan data sekunder dan ulasan literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biodiesel memiliki potensi untuk menggantikan bahan bakar fosil sebagai sumber energi utama, mengurangi emisi gas rumah kaca dalam proses ini. Namun, ada kelemahan untuk biodiesel, termasuk penggunaan lahan yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada ekosistem dan konsumsi pasokan dasar yang dapat mempengaruhi ketersediaan makanan. Selain itu, korosi dan peningkatan oksidasi yang disebabkan oleh biodiesel telah diamati untuk menurunkan efisiensi mesin. Untuk mengatasi masalah ini, upaya dilakukan untuk menciptakan biodiesel yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Menggunakan sumber daya mentah yang tidak bersaing dengan ketersediaan makanan, menggunakan teknologi mutakhir untuk meningkatkan kualitas biodiesel, dan menggunakan tanah yang tidak membahayakan lingkungan adalah beberapa kemajuan dalam pembuatan biodiesel. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan potensi biodiesel untuk berkembang menjadi sumber bahan bakar terbarukan di masa depan, tetapi potensi ini perlu disertai dengan pengembangan teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.Kata kunci: Biodiesel, Bahan bakar baru terbarukan, Emisi gas rumah kaca. ABSTRACTBiodiesel has become increasingly popular as a decent substitute for non-renewable energy sources, which are becoming increasingly rare. Biodiesel is produced from various types of vegetable and animal oils. The study aims to evaluate the current biodiesel situation, its prospects for the future, and possible ecological or mechanical concerns. This research uses secondary data and literature reviews. The findings of this research indicate that biodiesel can displace fossil fuels as the main source of energy, reducing greenhouse gas emissions in this process. However, there are weaknesses for biodiesel, including land use that can potentially cause damage to ecosystems and consumption of basic supplies that can affect food availability. In addition, corrosion and increased oxidation caused by biodiesel have been observed to decrease engine efficiency. To address this problem, efforts are made to create more efficient and environmentally friendly biodiesel. Using raw resources that do not compete with food availability, using cutting-edge technologies to improve the quality of biodiesel, and using soil that does not harm the environment are some of the advancements in biodiesel manufacturing. The research findings show the potential of biodiesel to develop into renewable fuels in the future, but this potential needs to be accompanied by the development of more efficient and environmentally friendly technologies.Keywords: Biodiesel, Renewable fuel, Greenhouse gas emissions
Mapping of Dengue Fever Disease Based on Satellite Images (Case Study: Bandung City, West Java) Nurtyawan, Rian; Budiman, Derry
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i2.172-184

Abstract

AbstrakKota Bandung merupakan salah satu pusat perekonomian di Indonesia, hal tersebut berdampak terhadap laju kependudukan yang terus meningkat setiap tahunnya. Dampak tersebut berbanding lurus dengan banyaknya penggunaan lahan yang digunakan untuk pemukiman. Apabila dampak tersebut dibiarkan, maka akan timbul masalah perkotaan seperti kemacetan, banjir, tanah longsor, dan wabah penyakit. Salah satu yang paling berbahaya adalah munculnya wabah penyakit yang dapat disebabkan oleh berbagai macam organisme salah satunya adalah nyamuk. Nyamuk dapat menyebabkan berbagai macam penyakit seperti malaria, chikungunya dan demam berdarah. Khusus penyakit demam berdarah yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus paling banyak menimbulkan kasus penyakit yang disebabkan oleh nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan penyakit demam berdarah di Kota Bandung Tahun 2018 berbasis citra satelit dengan bantuan Sistem Informasi Geografis model Weighted Linier Combination. Menggunakan parameter curah hujan, suhu, tutupan lahan dan elevasi di Kota Bandung. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa daerah dengan tingkat kerawanan tinggi di Kota Bandung mencapai persentase 41,1 %, daerah kerawanan sedang 52,1%, dan daerah kerawanan rendah 6,8%Kata kunci: demam berdarah, pengindraan jauh, sistem informasi geografis AbstractBandung City is one of the economic centres in Indonesia. Consequently, it has an impact on the population rate, which increases every year. The impact is also directly proportional to the amount of land used for settlement. There are some urban problems, such as congestion, floods, landslides, and some epidemic diseases. One of the most dangerous is DBD, which can be caused by various types of organisms, one of which is mosquitoes. It can cause various diseases, such as malaria, chikungunya, and dengue. Dengue fever is caused by Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes, and most cases cause diseases caused by mosquitoes. This study aims to map the dengue fever distribution in Bandung city in 2018 based on satellite imagery with the help of the Geographic Information System Weighted Linear Combination model. Using parameters of rainfall, temperature, land cover, and elevation in the city of Bandung. The results of this study show that areas with a high level of vulnerability in Bandung reached a percentage of 41.1%, moderate vulnerability areas were 52.1%, and areas of low vulnerability were 6.8%..Keywords: dengue fever, remote sensing, geographic information system
Pembuatan Kompos dari Limbah Pasar Pagi Menggunakan Kombinasi Aktivator EM4, Mol Jeroan Ikan, dan Mol Bonggol Pisang Rahayu, Putri; Fitrianingsih, Yulisa; Sulastri, Aini
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i2.119-136

Abstract

ABSTRAKSampah padat di Kota Pontianak menunjukkan bahwa 70% merupakan sampah organik, dan diperkirakan 78% dari sampah tersebut dapat digunakan kembali untuk kerajinan dan kompos. TPST Edelweiss yang beroperasi di Kecamatan Pontianak Selatan menerima sampah organiknya dari Pasar Pagi sebanyak ± 1000 Kg/hari yang tidak hanya sampah sayur saja melainkan ada sampah buah dan sampah jeroan. Sampah jeroan mudah busuk dan menimbulkan bau tidak sedap, Sedangkan sampah bonggol pisang banyak ditemukan dan jarang dimanfaatkan kembali oleh masyarakat. Maka dari itu dilakukan penelitian yang memanfaatkan sampah jeroan ikan dan bonggol pisang dalam pembuatan kompos sebagai solusi masalah persampahan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh penggunaan aktivator EM4, variasi aktivator MOL jeroan ikan, variasi MOL bonggol pisang, dan kualitas kompos yang dihasilkan berdasarkan Keputusan Menteri Nomor 261 Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode pengomposan open windrow dan dilakukan secara duplo pada setiap variasi penggunaan aktivatornya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan urutan hasil pengomposan yang paling baik adalah pada variasi aktivator EM4 + MOL Jeroan Ikan dengan kadar NPK 7,89, kemudian EM4 + Bonggol Pisang dengan kadar NPK 7,33, kemudian Em4 dengan kadar NPK 7,19 dan terakhir kontrol dengan kadar NPK 7,16. Apabila dibandingkan dengan baku mutu menurut Keputusan Menteri Nomor 261 Tahun 2019 hampir semua parameter sudah memenuhi persyaratan. Namun, beberapa lainnya seperti Kelembapan dan tekstur kompos masih berada dibawah nilai baku mutu.Kata kunci: EM4, Mol Bonggol Pisang, Mol Jeroan Ikan, Kompos ABSTRACTSolid waste in Pontianak City shows that 70% is organic waste, and it is estimated that 78% of this waste can be reused for crafts and compost. The Edelweiss TPST, which operates in South Pontianak District, receives ± 1,000 kg of organic waste from the Morning Market, which is not only vegetable waste, but also fruit and offal waste. Offal waste rots easily and gives off an unpleasant odor, while banana weevil waste is common and is rarely reused by the community. Therefore, research was carried out using fish offal waste and banana weevils in composting as a solution to the waste problem. The purpose of this study was to analyze the effect of using EM4 activators, variations in fish offal MOL activators, variations in banana weevils MOL, and the quality of the compost produced based on Ministerial Decree No. 261 of 2019. This study used the open windrow composting method and was carried out in duplicate for each variation of use. the activator. Based on research that has been done, the best sequence of composting results is the variation of activator EM4 + MOL Fish Offal with an NPK level of 7.89, then EM4 + Banana Weevil with an NPK level of 7.33, then Em4 with an NPK level of 7.19 and finally control with NPK levels of 7.16. When compared with the quality standards according to Ministerial Decree Number 261 of 2019, almost all parameters have met the requirements. However, some others, such as humidity and compost texture, are still below the quality standard.Keywords: Cost, Maintenance, Operational System,  Re-design, and Settling Tank.Keywords: EM4, MOL Banana Weevil, MOL Fish Innards, Compost
Peningkatan Keamanan Basis Data menggunakan Kombinasi Algoritma RC4 dan SHA3-512 Nurjaman, Asep Rizal; Umaroh, Sofia
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i2.162-171

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi yang pesat membuat banyak sistem menjadi terdigitalisasi dan terintegrasi. Banyak sistem yang memuat data-data yang penting seperti profil pengguna, no handphone, e-mail, nomor kependudukan, bahkan hingga file-file dokumen yang bersifat rahasia. Dalam dunia maya, banyak kejahatan yang terjadi, dengan digitalisasi menyebabkan kejahatan seperti pencurian data, perubahan data atau bahkan pengambil alihan akun yang menyebabkan pemilik aslinya tidak dapat masuk ke dalam sistem disebabkan akun yang dimiliki telah diambil alih oleh hacker. Penelitian ini bertujuan untuk mengamankan informasi-informasi penting milik pengguna dengan menggunakan kombinasi RC4 dan SHA3-512 pada kunci agar saat sebuah sistem diretas dan masuk ke basis data, attacker tidak dapat langsung mendapatkan informasinya namun harus memecahkan informasi yang terenkripsi tersebut. Hal ini membuat attacker membutuhkan waktu untuk memecahkan informasi-informasi pengguna.Kata kunci: SHA3-512, Enkripsi, Dekripsi, Hashing, RC4, Algoritma AbstractRapid technological developments mean that many systems are becoming digitalized and integrated. Many systems contain important data such as user profiles, cellphone numbers, e-mails, population numbers, and even confidential document files. In cyberspace, many crimes occur, with digitalization causing crimes such as data theft, changing data or even taking over accounts which cause the original owner to not be able to enter the system because his account has been taken over by hackers. This research aims to secure the user's important information by using a combination of RC4 and SHA3-512 in the key so that when a system is hacked and entered into the database, the attacker cannot immediately get the information but must crack the encrypted information. This makes the attacker need time to decipher user information.Keywords: SHA3-512, Encryption, Decryption, Hashing, RC4, Algorithm
Kebijakan Pengembangan Infrastruktur dan Manajemen Umum Untuk Mengatasi Kemacetan di Kota Bandung Aswal, Muhammad
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i2.200-216

Abstract

AbstrakKota Bandung berada diperingkat ke-14 kota termacet menurut survei Asian Development Bank (ADB). Salah satu penyebab adalah infrastruktur dan manajemen angkutan umum yang belum optimal. Policy paper ini bertujuan mengidentifikasi penyebab kemacetan, menilai infrastruktur dan sistem manajemen angkutan umum, serta memberikan rekomendasi kebijakan untuk mengoptimalkan infrastruktur dan meningkatkan investasi dalam transportasi umum.Metodologi yang digunakan mencakup analisis kualitatif dan kuantitatif. Dalam merumuskan permasalahan utama dengan metode 5 Why Analysis. Analisis kondisi transportasi menggunakan metoda furness, model trip assignment dan Volume Kapasitas Rasio. Sedangkan perumusan kebijakan dengan Metode SWOT dan Bardach's Eightfold Path. Policy paper berhasil merumuskan empat kebijakan utama, yaitu Peningkatan kinerja dan pengembangan transportasi jalan, Penerapan sistem transportasi cerdas, Pengembangan sistem transportasi yang terpadu dan terintegrasi, dan Mewujudkan SDM yang handal, profesional dan kompeten. Implementasi kebijakan ini diharapkan meningkatkan aksesibilitas, mengurangi kemacetan, serta menciptakan sistem transportasi yang efektif dan efisien.Kata Kunci: kemacetan,  Angkutan Umum, Sistem transportasi, Pengembangan Infrastruktur.  AbstractBandung is ranked 14th as the most congested city according to a survey done by the Asian Development Bank (ADB). One of the main causes is infrastructure and public transportation management that is not optimal. This policy paper intend to identify the reason behind this congestion, assessing the infrastructure and public transportation management systems, and provide policy recommendations to optimize the infrastructure and increase investments in public transportation.The methodology used includes both qualitative, and quantitative analysis. The main issues are formulated by using the 5 Why Analysis. Analysis for the transportation condition uses the furness method, trip assignment models, and Volume Capacity Ratio (VCR). Policy formulation employs SWOT Analysis and Bardach's Eightfold Path. This policy paper had successfully formulates four main policies which includes improving the performance, and development of road transportation, implementing intelligent transportation system, developing an integrated transportation system, and establishing competent, professional, and skilled human resources. The implementation of these policies is expected to improve accessibility, reduce congestion, and develop an effective and efficient transportation system.Keywords: Congestion, Public Transport, Transportation System, Infrastructure Development. 
Analisis Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau dalam Mengurangi Pencemaran Udara di Kawasan Metropolitan Surakarta untuk Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) Musyary, Muhammad Daffa; Buchori, Imam
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i2.137-149

Abstract

ABSTRAKRuang Terbuka Hijau (RTH) di Kawasan Metropolitan Surakarta berkurang dari 35% di tahun 1980-an menjadi kurang dari 10% di tahun 2021 yang berarti luasan RTH tersebut tidak memenuhi standar menurut UU no 26 tahun 2007. Hal tersebut berdampak pada kualitas lingkungan perkotaan salah satunya adalah pencemaran udara yang merupakan pilar lingkungan dari Sustainable Development Goals (SDGs). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis luasan RTH ideal dalam membantu mengurangi pencemaran udara di Kawasan Metropolitan Surakarta. Metode yang digunakan adalah analisis spasial menggunakan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan Landscape Pattern Metrics untuk melihat pengaruh dan korelasi antara kerapatan RTH dengan pencemaran udara di tahun 2012 - 2022. Hasil analisis menunjukkan bahwa kerapatan RTH hasil NDVI berbanding terbalik dengan pencemaran udara dimana semakin menurun luasan RTH maka akan semakin tinggi nilai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kawasan Metropolitan Surakarta. Berdasarkan analisis trendline, strategi yang perlu dilakukan adalah meningkatkan luas RTH sebesar 50 Ha setiap tahun agar nilai ISPU di tahun 2030 menjadi 41,4 masuk dalam kategori udara sehat.Kata kunci: Ruang Terbuka Hijau, Pencemaran Udara, Kawasan Metropolitan Surakarta ABSTRACTGreen open space in the Surakarta Metropolitan Area has decreased from 35% in the 1980s to less than 10% in 2021, which means that the green open space does not meet the standards according to Law No. 26 of 2007. This has an impact on the quality of the urban environment, one of which is contamination. air which is the environmental pillar of the Sustainable Development Goals (SDGs). The aim of this research is to analyze the ideal green open space area to help reduce air pollution in the Surakarta Metropolitan Area. The method used is spatial analysis using the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) and Landscape Pattern Metrics to see the influence and correlation between green open space density and air contamination in 2012 - 2022. The results of the analysis show that the NDVI based green open space density is inversely proportional to air contamination, which is increasing As the area of green open space increases and decreases, the higher the ISPU value in the Surakarta Metropolitan Area. Based on trendline analysis, the strategy that needs to be implemented is to increase the green open space area by 50 Ha every year so that the ISPU value in 2030 becomes 41.4 in the healthy air category.Keywords: Green open space, Air Pollution, Surakarta Metropolitan Area
Rancang Bangun Reaktor Pirolisis Batang Tembakau Kapasitas 25-65 Kg M. P. N, Sirodz; Nugraha, Noviyanti; -, P. Simbolon; N. R, Salsa
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i2.150-161

Abstract

AbstrakBatang tembakau merupakan salah satu bagian pada tanaman tembakau yang dianggap sebagai limbah pertanian. Limbah batang tembakau dapat dimanfaatkan menjadi pestisida dengan cara pirolisis. Pirolisis batang tembakau merupakan salah satu proses penguraian biomassa yang dilakukan pada ruang tertutup tanpa adanya udara masuk ke dalam dengan memanfaatkan panas berasal dari api. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan membuat reaktor pirolisis untuk memperoleh asap cair dari batang tembakau yang dapat digunakan sebagai pestisida. Perancangan dan pembuatan reaktor pirolisis untuk kapasitas batang tembakau cacahan sebanyak 25-65 kg, target temperatur pirolisis sekitar 350C. Komponen reaktor yang dirancang dan dibuat meliputi tungku reaktor, tangki dan tutup reaktor, sedangkan burner dan dudukan nya menggunakan yang sudah tersedia di pasaran. Pengujian dilakukan untuk memperoleh hasil pirolisis dan temperatur pirolisis. Hasil perancangan dan pembuatan, tinggi tungku reaktor 1200 mm, diameter tungku 700 mm, diameter tutup reaktor 700 mm. Hasil Pengujian, temperatur pirolisis maksimum 224,8C.Kata Kunci: Batang Tembakau, Reaktor Pirolisis, Asap cair, Pestisida, Pirolisis ABSTRACTTobacco stem is one part of the tobacco plant which is considered as agricultural waste. Tobacco stem waste can be used as a pesticide by means of pyrolysis. Pyrolysis of tobacco stems is a biomass decomposition process that is carried out in a closed space without air entering it by utilizing heat from fire. The aim of this research is to design and build a pyrolysis reactor to obtain liquid smoke from tobacco stems which can be used as a pesticide. Design and fabrication of a pyrolysis reactor for a capacity of 25-65 kg chopped tobacco stems, the target pyrolysis temperature is around 350C. The reactor components designed and manufactured include the reactor furnace, tank and reactor lid, while the burner and holder are available on the market. Tests were carried out to obtain pyrolysis results and pyrolysis temperatures. The results of the design and manufacture, the height of the reactor furnace is 1200 mm, the diameter of the furnace is 700 mm, the diameter of the reactor lid is 700 mm. Test results, maximum pyrolysis temperature 224.8C.Keywords: Tobacco Sticks, Pyrolysis Reactor, Liquid Smoke, Pesticides, Pyrolysis
Pemetaan Daerah Rawan Longsor di Kabupaten Bandung Barat menggunakan Metode Machine Learning dengan Teknik SVM Faadhilah, Afif; Nugroho, Hary
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i2.185-199

Abstract

AbstrakKabupaten Bandung Barat memiliki kerawanan tinggi terhadap bencana tanah longsor karena karakteristik topografinya yang berupa perbukitan dan pegunungan. Kerawanan ini semakin meningkat akibat perubahan fungsi lahan dari kawasan vegetasi menjadi area permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi wilayah yang memiliki kerawanan tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat. Informasi ini disajikan dalam bentuk peta yang diperoleh melalui proses klasifikasi data yang berkontribusi terhadap terjadinya tanah longsor dengan menggunakan metode Support Vector Machine (SVM). Metode SVM dipilih karena keunggulannya dalam mengolah data yang kompleks dan menghasilkan prediksi yang akurat. Penelitian ini menggunakan enam parameter: curah hujan, jenis batuan, jenis tanah, kemiringan lereng, kerapatan vegetasi, dan penggunaan lahan, serta data kejadian longsor dari tahun 2015 hingga 2023. Dataset terdiri atas 550 titik, dengan 326 titik longsor dan 214 titik nonlongsor, yang dibagi menjadi 70% untuk pelatihan dan 30% untuk pengujian. Model divalidasi menggunakan 128 titik kejadian longsor dari tahun 2022 hingga 2023. Hasil prediksi menunjukkan klasifikasi wilayah dengan potensi longsor rendah sebesar 42% (nilai 0), potensi menengah sebesar 28% (nilai 0,50), dan potensi tinggi sebesar 30% (nilai 1). Wilayah dengan potensi longsor rendah meliputi Kecamatan Cipeundeuy dan Batujajar. Kecamatan Rongga sebagian besar memiliki potensi menengah, sedangkan Kecamatan Cililin dan Cisarua sebagian besar memiliki potensi tinggi. Berdasarkan perhitungan metode feature importance, ditemukan bahwa kemiringan lereng adalah variabel yang paling berpengaruh dengan nilai kepentingan sebesar 0,35. Model ini menunjukkan performa yang cukup baik dan tidak mengalami overfitting karena memiliki akurasi pelatihan sebesar 79% yang hampir sepadan dengan akurasi validasi sebesar 76%.Kata kunci: Longsor, Machine Learning, Pemetaan, dan Support Vector Machine.  AbstractWest Bandung Regency is highly susceptible to landslides due to its topographic characteristics, which consist of hills and mountains. This susceptibility is further increased by land use changes from vegetated areas to residential areas. This study aims to provide information on areas prone to landslides in West Bandung Regency. This information is presented as a map obtained through the classification process of data contributing to landslides using the Support Vector Machine (SVM) method. The SVM method was chosen for its advantages in handling complex data and providing accurate predictions. This study used six parameters: rainfall, rock type, soil type, slope gradient, vegetation density, and land use, as well as landslide occurrence data from 2015 to 2023. The dataset consists of 550 points, with 326 landslide points and 214 non-landslide points, divided into 70% for training and 30% for testing. The model was validated using 128 landslide occurrence points from 2022 to 2023. The prediction results showed the classification of areas with low landslide potential at 42% (value 0), medium potential at 28% (value 0.50), and high potential at 30% (value 1). Areas with low landslide potential include Cipeundeuy and Batujajar Districts. Rongga District is mainly characterised by medium potential, while Cililin and Cisarua Districts are primarily characterised by high potential. Based on the feature importance calculation, it was found that the slope gradient is the most influential variable, with an importance value of 0.35. The model performed well and did not overfit, as it had a training accuracy of 79%, nearly equal to the validation accuracy of 76%.Keywords: Landslide, Machine Learning, Mapping, and Support Vector Machine.

Page 1 of 1 | Total Record : 8