cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
Kesehatan Mental dan Perubahan Aktivitas-Perjalanan Saat Pandemi COVID-19 di Indonesia Muhamad Rizki; Dwi Prasetyanto; Andrean Maulana
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v5i2.125-135

Abstract

ABSTRAKPandemi COVID-19 telah secara signifikan mempengaruhi bagaimana kita menjalani kehidupan sehari-hari kita. Studi ini bertujuan untuk menginvestigasi dampak perubahan kesehatan mental kepada perubahan aktivitas dan perjalanan saat pandemi di Indonesia. Convenient sampling digunakan untuk menentukan jumlah sampel dan pengumpulan data dilakukan secara online pada masa pandemi dengan kuesioner. Adapun metode regresi linear berganda digunakan untuk menganalisis data. Hasil analisis menujukkan bahwa telah terjadinya perubahan aktivitas dan perjalanan akibat dari pandemi COVID-19. Tipe kesehatan mental seperti depresi dan bosan sangat berkaitan dengan penurunan pola perjalanan, sedangkan kelelahan berkaitan dengan berkurangnya kegiatan berbasis online. Studi ini juga menemukan bahwa masyarakat berpendapatan tinggi cenderung memiliki akses lebih baik terhadap platform online dan melakukan kegiatan online lebih banyak. Kelompok tersebut juga cenderung mengurangi perjalanan keluar tempat tinggal. Studi ini merekomendasikan pembenahan kualitas internet dan pembangunan fasilitas aktif (taman) dekat tempat tinggal untuk mengendalikan pandemi bersamaan dengan menjaga penurunan kesehatan mental.Kata kunci: COVID-19, Aktivitas, Perjalanan, Regresi linear berganda ABSTRACTThe COVID-19 pandemic has significantly affected how we do our daily lives. This study aims to investigate the effect of emotional well-being to the changes in activity and travel during COVID-19 pandemic in Indonesia. Convenient sampling is used for dermine sampling size and online data collection was carried out during a pandemic using a questionnaire. Moreover, the multiple linear regression model is used for data analysis. It is found that there has been a change in activity and travel as a result of the COVID-19 pandemic. The results of the analysis show that several issues related to mental health, such as depression and boredom, are strongly associated with the decrease of out-of-home activities, while fatigue is associated with a lower ICT activities. This study also found that high-income people, which have higher accessibility to ICT, tend to do more online activities and also reduce their out-of-home activities during pandemic. This study proposeimproving the quality of the internet and building active facilities (parks) near residential location to manage the pandemic while maintaining a decline in mental health.Keywords: COVID-19, Activity, Travel, Multiple linear regression
Pembuatan dan Pengujian Panel Honeycomb Sandwich dengan Inti Berbentuk Gelombang Berbahan Komposit Serat Bambu Marsono Marsono; Sarah Fauziyyah Hanifa; Faizal Akbar
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v5i2.165-177

Abstract

ABSTRAKDalam penelitian ini, komposit serat bambu dibuat menjadi panel struktur honeycomb sandwich dan diuji untuk mengukur kemungkinan pemanfaatannya sebagai bahan untuk membuat sudu turbin angin sumbu vertical. Honeycomb sanwich serat bambu yang dibuat memiliki inti (core) yang berbentuk gelombang sinus pada arah memanjang panel. Sebagai pengikat pada komposit ini digunakan resin polyester. Panel honeycomb sandwich yang dibuat memiliki panjang 500mm dan lebar 200mm, sedangkan tebal panel dibuat dengan  dua variasi, yaitu dengan tinggi inti honeycomb 12mm dan  17mm. Panel honeycomb sandwich ini diuji dengan uji bending untuk mendapatkan angka kekuatan lentur (flexural strength) dan angka kekakuan (stiffness). Dari tiga panel yang dibuat identik untuk masih-masing ketinggian inti honeycomb, diperoleh angka kekuatan lentur dan kekakuan terbesar pada panel dengan ketinggian inti honeycomb17mm, yaitu dengan angka kekuatan lentur 0,91kg/mm2 dan angka kekakuan 11,35kg/mmKata kunci: honeycomb sandwich, komposit serat bambu,gelombang sinus,kekuatan lentur, kekakuan.  ABSTRACTIn this research, bamboo fiber composite are made into honeycomb sandwich structure panel and to be tested for its ability as a material for vertical axis wind turbine blades. Bamboo fiber honeycomb sandwich had a sinusoidal-shaped core in the longitudinal direction of the panel. Polyester resin was used as a binder on this composite. The honeycomb panels that have been made have a length of 500mm and a width of 200mm. The thickness of the panels was made of two variations, which was has 12mm and 17mm honeycomb core-height. The honeycomb sandwich panel was tested by bending test to obtain flexural strength and stiffness. From the three panels that have been made in identical dimension for each honeycomb core-height, the highest flexural strength and stiffness was obtained in the specimen with the honeycomb core-height of 17mm, with a flexural strength of 0,91kg/mm2 and astiffness of 11,35kg/mm. Keywords: honeycomb sandwich, bamboo fiber composite, sinusoidal wave,  flexurall strength, stiffness.
Pengujian Kinerja Pompa Sentrifugal Multistage Berkapasitas 118,5 KW pada PLTP Berdasarakan Standar ISO 9906 Wahyu Hidayat; Damawidjaya Biksono; Dadan Zulpian
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v5i2.101-113

Abstract

AbstrakPengujian unjuk kerja pompa sentrifugal multistage berkapasitas 118,5 kW di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) daerah Jawa Barat saat ini akan menyesuaikan prosedur standar. Standar pengujian pompa diterapkan pada proses pengujian pompa dengan tujuan nilai hasil pengujian valid. Nilai head dan debit yang didapat dari pengujian dibandingkan dengan hasil pengujian sebelum penerapan standar. Pengujian pompa sentrifugal menerapkan metode pengujian lapangan dengan menerapkan standar ISO 9906-2012. Standar ISO 9906-2012 adalah panduan baku pengujian pompa rotodinamik. Dari hasil pengujian, didapatkan kurva pompa sentrifugal multistage debit maksimal 116,64 m3/h pada head 275,13 m. Pada data spesifikasi kapasitas pompa sebesar 108 m3/jam dan head total sebesar 300 m. Hal ini berarti prosedur pengujian pompa ISO 9906-2012 dapat memungkinkan kita untuk melihat kinerja pompa aktual.Kata kunci: pompa sentrifugal, pengujian lapangan, uji kinerja pompa, ISO 9906  AbstractPerformance test of multistage centrifugal pump at geothermal power plant area around west java is about to adapt standard procedure. Pump testing standards are applied during pump performance test in order to valid test result values. Head and flowrate value from current test compared with previous test result before standard are applied. Pump performance test use field test method by applying ISO 9906-2012 standard. ISO 9906-2012 standard is a normative guidance for rotodynamic pump testing. The test result shows multistage centrifugal pump curve maximum flowrate is 116,64 m3/h at total head 275,13 m. Pump specification sheet shows that maximum capacity is 108 m3/h and total head 300 m. It indicates that ISO 9906-2012 standard pump testing procedure allow us to determine actual pump performance.Kata kunci: Centrifugal pump, field test, performance test, ISO 9906
Sumberdaya Alam Lithium Indonesia Salafudin Salafudin
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v5i2.178-187

Abstract

ABSTRAKLithium adalah salah satu mineral yang mempunyai permintaan yang paling tinggi dalam Revolusi Industri Keempat. Indonesia yang kekayaan alam nikelnya besar, ingin menjadi negara penghasil baterai. Oleh karena itu, diperlukan investigasi sumber bahan baku utama lainnya dalam produksi baterai. Sumber daya bahan baku utama baterai adalah Lithium. Penyelidikan litium sebagai sumber bahan baku di Indonesia telah dilakukan melalui tinjauan pustaka. Sumber daya alam litium ditemukan di air laut, Brine, mineral, dan tanah liat. Endapan yang mengandung Mineral Lithium terdapat di beberapa tempat di Indonesia dalam jumlah dan konsentrasi yang kecil. Sebagai negara yang dilalui cincin api, Indonesia memiliki banyak mata air panas dan Brine yang mengandung Lithium. Tanah liat yang mengandung litium ditemukan dalam bentuk slurry (brine dan lumpur tanah liat), seperti pada lumpur Bleduk Kuwu dan lumpur Sidoharjo. Bittern sebagai limbah industri garam memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber Lithium di IndonesiaKata kunci: Lithium, Sumber Air Panas, Brine, Clay, Bittern   ABSTRACTLithium is one of most demanding minerals in The Fourth Industrial Revolution. Indonesia whose large Nickel natural resources, wants to become a battery producing country. Therefore an investigation of other main raw material sources in battery production is needed. The main raw material resource for batteries is Lithium. The investigation of lithium as raw material resource in Indonesia has been carried out through a literature review. Lithium natural resources are found in sea water, Brine, minerals, and clay. Mineral Lithium containing deposits are found in several places in Indonesia in small amounts and concentrations. As a country through which the ring of fire passes, Indonesia has a lot of hot spring water and Brine containing Lithium. Clay containing lithium is found in the form of slurry ( brine and clay mud), such as in the Bleduk Kuwu mud and the Sidoharjo mud. Bittern as a waste of salt industries has great potential to be developed as a source of Lithium in IndonesiaKeywords: Lithium, Hot Spring Water, Brine, Clay, Bittern  
Pengaruh Rasio Campuran Napthalene pada Premium terhadap Efisiensi Bahan Bakar dan Kinerja Mesin Sepeda Motor 4tak Fogot Endro Wibowo; Rahmasari Fauzhia
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v5i2.114-124

Abstract

ABSTRAKPemerintah Indonesia berharap kualitas baik dari gas buang kendaraan khususnya sepeda motor, diperlukan bahan bakar kualitas tinggi yaitu bahan bakar dengan nilai oktan tinggi. Napthalene adalah senyawa hidrokarbon dengan rumus kimia C10H16O. Struktur kimia yang mirip bensin, memiliki rantai lebih panjang membuat Napthalene diduga dapat meningkatkan nilai oktan bensin. Tujuan penelitian yaitu menganalisis pengaruh rasio pencampuran Napthalene pada premium terhadap konsumsi bahan bakar (km/l) dan peningkatan kinerja pada mesin sepeda motor bebek jenis manual 110 cc dan 115 cc. Metodenya adalah eksperimen. Parameternya yaitu tingkat efisiensi konsumsi premium (km/l), peningkatan kinerja meliputi torsi dan daya (Horse Power) pada motor jenis tersebut.Rasio perbandingan Napthalene dan premium yaitu 3 gram/l, 6 gram/l dan 9 gram/l. Hasil uji menunjukkan rasio pencampuran Napthalene pada premium sebanyak 9 gram/l merupakan yang paling berpengaruh terhadap tingkat efisiensi konsumsi premium dan kinerja mesin pada kedua jenis motor tersebut. Aplikasi tersebut tentunya akan memperbaiki kualitas gas buang.Kata kunci : efisiensi, premium, naphthalene, nilai oktan ABSTRACTThe Indonesian government hopes that the good quality of vehicle exhaust gases, especially motorcycles, requires high quality fuel, namely fuel with a high octane rating. Napthalene is a hydrocarbon compound with the chemical formula C10H16O. The chemical structure is similar to gasoline, having a longer chain makes Napthalene allegedly able to increase the octane value of gasoline. The purpose of the study was to analyze the effect of the Napthalene mixing ratio at premium on fuel consumption (km/l) and performance improvement on the 110 cc and 115 cc manual motorcycle engines. The method is experimental. The parameters are the level of premium consumption efficiency (km/l), increased performance including torque and power (Horse Power) on this type of motorcycles. The ratio of Napthalene and premium is 3 grams/l, 6 grams/l and 9 grams/l. The test results show that the Napthalene mixing ratio at premium as much as 9 grams/l is the most influential on the level of premium consumption efficiency and engine performance on both types of motorcycles. The application will certainly improve the quality of exhaust gas.Keywords: efficiency, premium, naphthalene, octane rating
Pemodelan Karakteristik Pengeringan dan Analisis Perpindahan Panas pada Pengeringan Kentang (Solanum Tuberosum L.) Devin Sitompul; Deviana Malinda; Salafudin .
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v5i2.188-196

Abstract

ABSTRAKKentang merupakan salah satu jenis bahan makanan yang yang mempunyai kadar air tinggi. Karena itu kentang mudah rusak di suhu ruang dan menyebabkan kerugian yang besar sehingga dilakukan pengeringan. Penelitian ini untuk menentukan model karakteristik pengeringan secara empiris dan fundamental. Model karakteristik pengeringan digunakan untuk menjelaskan proses pengeringan pada bahan agar mengetahui nilai moisture ratio, analisis perpindahan panas dan dapat memodelkan ke jenis alat pengeringan lainnya. Pada penelitian ini hasil menunjukan model pengeringan lapis tipis midilli paling baik akurasinya dengan data eksperimen  pengeringan Kentang (Solanum tuberosum L.). Adapun pada hasil analisis pemodelan secara fundamental dapat memodelkan ke jenis alat pengering lainnya pada kondisi yang sama pada data eksperimen yaitu dengan sistem closedloop   dengan menggunakan adsorbent berupa silica gel. Pada pemodelan ini waktu yang dibutuhkan selama pengeringan lebih cepat dibandingkan dengan alat yang digunakan pada eksperimen dengan tray dryer. Kata kunci: Pengeringan, Solanum tuberosum L., Model matematika pengeringan lapis tipis, sistem closedloop, adsorbent ABSTRACTPotatoes are a type of food that has a high water content. Because of this, potatoes are easily damaged at room temperature and cause large losses so as to reduce the losses done drying. This study is to determine the model of drying characteristics empirically and fundamentally. The model of drying characteristics is used to explain the drying process in the material to know the moisture ratio value, heat transfer analysis and can model to other types of drying tools. In this study the results showed a thin layer drying midilli model best accuracy with data experiment drying Potato (Solanum tuberosum L.)As for the results of the modeling analysis are fundamentally able to model all kinds of other dryer on the same conditions on the experimental data, namely the system by using an adsorbent such closedloop   silica gel. In this type of drying using adsorbent, the time required for drying is faster than the tool used in the experiment with the tray dryer.Keywords: drying, solanun tuberosum L., mathematical model of thin layer drying, closedloop system, adsorbent
Penyelesaian Multiple Trip Heterogeneous Fix Fleet Vehicle Routing Problem (MTHFFVRP) Menggunakan Algoritma Sweep untuk Mendapatkan Optimasi Rute Distribusi LPG 3 kg di PT. Gending Gemilang Arief Irfan Syah Tjaja; Farisin Saiful
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v5i2.150-164

Abstract

ABSTRAKDistibusi merupakan suatu kegiatan menyalurkan produk dari satu tempat ke tempat lainnya. PT. Gending Gemilang merupakan suatu perusahaan yang bergerak dibidang distributor Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg, setiap harinya perusahaan diharuskan untuk memenuhi permintaan ke 29 pangkalan yang dimiliki perusahaan. Perusahaan memiliki 2 jenis armada yaitu truk sebanyak 4 unit dan L300 sebanyak 3 unit dengan kapasitas setiap jenis armada berbeda beda dan setiap pangkalan memiliki alamat yang berbeda sehingga permasalahan penentuan rute masuk kedalam Multiple Trips Heterogeneous Fix Fleet Routing Problem (MTHFFVRP). Salah satu penentuan rute yang mampu meminimumkan ongkos pengirimanan adalah dengan menggunakan algoritma sweep, algoritma ini bekerja dengan cara melakukan proses clustering berdasarkan urutan sudut polar setiap pangkalan, pada penelitian ini jenis algoritma sweep yang digunakan adalah backward sweep sehingga untuk pembuatan cluster dimulai dari pangkalan yang memiliki sudut polar terbesar menuju pangkalan yang memliki sudut polar terkecil. Dari hasil penelitian menunjukan pembuatan rute menggunakan algoritma sweep mampu melakukan penghematan secara signifikan terhadap rute perusahaan saat iniKata kunci: Distribusi, Vehicle Routing Problem, Multiple Trips Heterogenous Fix Fleet Routing Problem (MTHFFVRP),  Algoritma sweep ABSTRACTDistribution is an activity to distribute products from one place to another. PT. Gending Gemilang is a company engaged in the distribution of 3 kg of liquefied petroleum gas or it can be called (LPG) 3 kg, every day the company is required to fulfill requests from 29 bases owned by the company. The company has 2 types of fleets, namely 4 unit trucks and 3 unit L300  with different capacities for each type of fleet and each base has a different address so that the problem of determining routes enters the Multiple Trips Heterogeneous Fix Fleet Routing Problem (MTHFFVRP). Determination to minimize the shipping cost of the route used is the sweep algorithm, this algorithm works to carry out the clustering process based on the order of the polar angles of each base, in this study the type of sweep algorithm used is backward sweep so that clustering starts from the base with the largest polar angle towards the base that has the smallest polar angle. The research results show that route creation using the sweep algorithm is able to make significant savings on current company routesKeywords: Distribution; Vehicle Routing Problem; Multiple Trips Heterogenous Fix Fleet Routing Problem (MTHFFVRP); Sweep Algorithm
Pengaruh Penggunaan Fly Ash dan Bottom Ash sebagai Cover dalam Pencegahan Pembentukan Air Asam Tambang Menggunakan Metode Free Draining Column Leach Test Farhan, Muhammad; Nugraha, Candra
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v5i2.136-149

Abstract

ABSTRAKUpaya pencegahan pembentukan air asam tambang dapat dilakukan dengan metode dry cover yang dilakukan dengan menutup batuan yang berpotensi membentuk asam (PAF) dengan batuan yang tidak berpotensi membentuk asam (NAF). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan fly ash dan bottom ash sebagai NAF dalam mencegah pembentukan AAT dengan cara mengurangi kontak antara mineral sulfida dengan air dan oksigen. Metode Free Draining Column Leach Test digunakan untuk memprediksi pembentukan AAT yang terbentuk. Simulasi perbedaan perlakuan sampel digunakan dengan 2 variasi pelapisan sampel NAF dan 3 variasi pencampuran sampel NAF. Hasilsimulasi menunjukkan bahwa dengan variasi pelapisan sampel NAF didapatkan kualitas air yang lebih baik. Penggunaan variasi pelapisanmeningkatkan nilai pH, menurunkan nilai TDS serta DHL sebagai hasil oksidasi pirit didalam batuan. Untuk menunjang hasil analisis kualitas air, pengujian statistika juga digunakan untuk mengetahui perbedaan dari variasi penggunaan fly ash dan bottom ash terhadap perubahan nilai pH, TDS dan DHL yang dihasilkan. Kata kunci : Fly ash, Bottom ash, pH, TDS, DHL ABSTRACTAcid mine drainage prevention efforts can be carried out by the method of the dry cover which is done by closing the rock that is potentially acid forming (PAF) with the non-potentially acid forming rock (NAF). This study aims to determine the effect of the fly ash and bottom ash as NAF in preventing the formation of AMD by reduce contact between the sulfide minerals with water and oxygen. The method of Free Draining Column Leach Test is used to predict the formation of AMD formed. Simulated difference in sample treatment is used with 2 variations in the coating samples of NAF and 3 variations of the mixing a sample of NAF. The simulation results show that with the variation of the coating sample of NAF obtained better water quality. The use of variations of the coating increases pH value, lower the value of TDS as well as DHL as a result of oxidation of pyrite. To support the results of water quality analysis, the statistics test is also used to determine the difference from the variation of the use of fly ash and bottom ash to change the pH value, TDS and DHL that is produced.Keywords: Fly ash, Bottom ash, pH, TDS, DHL
Karakterisasi Mekanik Komposit Matriks Polipropilena High Impact Dengan Serat Alam Acak Dengan Metode Hand Lay Up Untuk Komponen Automotive Alfan Ekajati Latief; Nuha Desi Anggraeni; Dedy Hernady
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v3i3.3434

Abstract

ABSTRAK Serat alam yang berfungsi sebagai penguat memiliki sifat yang lebih ringan, mudah dibentuk, tahan korosi, harga murah dan memiliki kekuatan yang sama dengan material logam. Serat bahan alami yang memiliki kekuatan tarik, tekan dan impak yang baik diantaranya serat rami dan daun nanas. Untuk matriks Polipropilena high impact (PPHI) yang banyak digunakan dalam industri otomotif.. Pada penelitian ini dipelajari pengaruh fraksi volume serat alami terhadap sifat mekanik komposit PPHI berpenguat serat alami. Komposit PPHI dibuat dengan menggunakan metode Hand Lay Up pada temperatur 2500C dengan fraksi volume serat alami sebesar 10%, dimana serat dibuat digunting halus hingga memiliki ukuran mesh 120/170, 170/200 dan dibawah 200 mesh, Kekuatan tarik komposit diukur dengan mengacu pada standar ASTM 3039, kekuatan tekan diukur mengacu pada ASTM D 695. Harga Impak dari komposit diukur dengan mengacu pada ASTM D 6110-04. Pada penelitian ini dapat disimpulkan, fraksi volume 10 % serat alami yang baik ketika dicampur dengan matriks polipropilena high impact adalah serat nanas dengan meshing 170/200 dapat meningkatkan kekuatan tarik PPHI sebesar 40 % dan meningkatkan harga impak PPHI sebesar 50,8 % jika dilihat penelitan sebelumnya yakni menggunakan serat rami dibawah mesh 1200 dengan matriks PPHI. Kata Kunci: Rami, Daun Nanas, Polipropilena High Impact, Hand Lay Up. ABSTRACT Natural fibers that function as reinforcement have lighter properties, are easily formed, are corrosion resistant, are cheap and have the same strength as metal materials. Natural fiber which has good tensile, compressive and impact strength including Ramie and pineapple leaves. For high impact polypropylene matrix (PPHI) which is widely used in the automotive industry. In this study the effect of volume fraction of natural fibers on the mechanical properties of PPHI composites with natural fiber reinforced properties was studied. PPHI composites are made using the Hand Lay Up method at a temperature of 2500C with a volume fraction of natural fibers of 10%, where fibers are made finely shaved to have a mesh size of 120/170, 170/200 and below 200 mesh, the tensile strength of the composite is measured by reference to the standard ASTM 3039, compressive strength measured refers to ASTM D 695. The impact price of the composite is measured with reference to ASTM D 6110-04. In this study it can be concluded, a good volume fraction of 10% natural fiber when mixed with high impact polypropylene matrix is pineapple fiber with meshing 170/200 can increase the tensile strength of PPHI by 40% and increase the impact price of PPHI by 50.8% if seen by research previously that used hemp fiber under mesh 1200 with PPHI matrix. Keywords: Ramie Pineapple, High Impact Polypropylene, Hand Lay Up.
Perancangan Siklus Rankine Organik Untuk Pemanfaatan Gas Buang Pada PLTU di Indonesia Mohammad Azis M
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v1i2.1638

Abstract

ABSTRAKEnergi merupakan kebutuhan pada kehidupan manusia. Sumber energi fossil yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi semakin lama semakin menipis. Sehingga diperlukan sumber energi alternatif atau peningkatan efisiensi dalam pemanfaatan energi. Panas buang merupakan salah satu sumber energi alternatif. Pemanfaatan panas buang salah satunya adalah dengan menggunakan siklus rankine organik. PLTU memiliki panas buang yang berpotensi untuk dimanfaatkan. Temperatur gas buang pada PLTU yang rata-rata sebesar 150 oC. Proses perancangan dilakukan untuk memanfaatkan panas buang hasil pembakaran. Hasil perancangan sistem siklus rankine organik mampu menghasilkan daya sebesar 6053 kW (R142b), 5705 kW (R123), dan 5502 (Isopentane) serta efisiensi sebesar 18.54%, 18.51%, dan 17.85% untuk fluida kerja R142b, R123, dan Isopentane.Kata kunci: siklus rankine organik, gas buang, panas sisa ABSTRACTEnergy is needeed for human life. Fossil energy which used to fulfill our needs is diminished. So, alternative energy source is used. Waste heat are one of a kind energy alternative source. Organic rankine cycle can be used to utilitze waste heat. Coal power plant which have flue gas to utilized. Average flue gas temperature in coal power plant are 150 oC. Design process to utilize waste heat has been conducted. The power produced in the system are 6053 kW, 5705 kW, and 5502 kWalso the efficiency are 18.54%, 18,51%, and 17,85% for working fluid R142b, R123, and Isopentane respectively.Keyword: organic rankine cycle, waste heat, flue gas 

Page 11 of 29 | Total Record : 281