cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
Rancangan dan Respons Aktifitas pada Taman Musik Kota Bandung Eka Virdianti; Dian Duhita
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v2i2.2396

Abstract

ABSTRAKTematik merupakan salah satu pendekatan responsif yang mempermudah perancang untuk menemukan identitas karya. Taman adalah ruang publik terbuka yang berfungsi sebagai tempat berkumpul komunitas dan penyeimbang iklim mikro lingkungan. Periode 2014, Kota Bandung mencoba menghidupkan taman sebagai ruang publik kota dengan memberikan identitas tematik dan menyediakan elemen/fitur taman yang menarik. Obyek penelitian merupakan Taman yang dipilih karena tema taman mewakili segmentasi umur komunitas muda-mudi kota. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penerapan disain responsif dan respon aktifitas komunitas di Taman Musik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan partisipasi-observasi dan metoda analisis deskriptif. Hasil kesimpulan memberikan gambaran bahwa Taman Musik memiliki rancangan yang cukup sesuai dengan tema dan menghasilkan jenis respons yang berbeda. Taman tersebut telah memberikan rancangan yang cukup menarik sehingga mengundang komunitas kota untuk datang ke taman namun pengunjung merespon dengan aktifitas yang tidak sesuai tema.Kata Kunci: Rancangan, Tematik, Respon AktifitasABSTRACTThe Thematic is one of responsive approach to help an architect to find identity of their design. A Park is open public spaces which has a function as community gathering place and balance the micro climate. At period 2014, Bandung tried to activated the park as public space by giving the new thematic identity and provide attractive element/features. The Object of study was selected by segmentation thematic community which represented adult of city community. The aim of study is analyzing implementation of responsive design and activities community responses in Taman Music. This study use a qualitative approach with participatory observation and descriptive analitic method. The conclucion describe are Taman Music designed pretty appropriate to the theme and generate the differences respons. These park presented attractive design which invite the adult community to activating in that area. Although the community activity responses is distinct with the theme.Keywords: Design, Thematic, Activity Responses
Potensi Penerapan Konsep Green Campus pada Atribut Green Open Space di Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung Enni Lindia Mayona; Bella Fernanda
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v3i2.3146

Abstract

ABSTRAKInstitut Teknologi Nasional (Itenas) merupakan salah satu perguruan tinggi yang memiliki visi untuk ikut berperan aktif dalam pembangunan berkelanjutan di lingkup nasional dan global. Pusat Studi Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PUSDAL) Itenas menyatakan bahwa Itenas dianggap belum mampu merespon tantangan lingkungan saat ini, belum ada integrasi antara pusat studi dengan berbagai lumbung pengetahuan yang ada di jurusan, serta diperlukan perubahan institusi menuju arah pengembangan hijau. Oleh karena itu, perlu dilakukan penerapan konsep green campus dimulai dari atribut green open space menurut Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) oleh Kementerian Pekerjaan Umum (2017) yang peneliti anggap memiliki peranan penting dan krusial di dalam lingkungan kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi penerapan konsep green campus pada atribut green open space di Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, penyebaran kuesioner, dan wawancara, sedangkan metode analisis yang digunakan adalah distribusi frekuensi, scoring, dan komparatif, juga Metode Gerarkis dan UI GreenMetric World University Rankings 2018. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Itenas memiliki beberapa lokasi potensial ruang terbuka hijau, serta civitas akademika Itenas memiliki pengetahuan dan kepedulian yang tinggi, serta peran aktif yang sangat tinggi terhadap atribut green open space.Kata Kunci: Green Campus, Green Open Space  ABSTRACTThe National Institute of Technology (Itenas) is one of the universities that has a vision to contibute in sustainable development in the national and global scope. The Center of Study for Natural Resources and Environment (PUSDAL) stated that Itenas was unable to respond to current environmental challenges, there was no integration between study centers with various knowledge in the department, and institutional changes needed towards green development direction. Therefore, it is necessary to implement the green campus concept starting from attributes of green open space according to the Green City Development Program (P2KH) by Ministry of Public Works (2017) which researchers consider to have an important and crucial role in the campus environment. This study aims to determine the potential application of the green campus concept to the attributes of green open space in National Institute of Technology (Itenas) Bandung. Data collection is done through direct observation, questionnaires, and interviews, while the analytical methods used are frequency distribution, scoring, and comparative, also the Gerarkis Method and the UI GreenMetric World University Rankings 2018. The results of the study show that Itenas has several potential locations for green open space and the academic community of Itenas have high knowledge and concern, and a very high contibution on the attributes of green open space.Keywords:Green Campus, Green Open Space
Pengaruh Variasi Radius-Dalam Rim Terhadap Pengurangan Massa dan Momen Inersia Massa Dengan Studi Kasus Benda Putar Berdiameter 10 cm Eka Taufiq Firmansjah
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v1i1.1339

Abstract

ABSTRAK Mesin terdiri dari sekumpulan elemen mesin yang diam dan bergerak. Elemen mesin yang bergerak dengan gerakan berputar disebut benda putar. Pada beberapa kasus seringkali diinginkan pengurangan massa dari benda putar tersebut untuk alasan ekonomis, biasanya untuk elemen mesin yag diproduksi massal. Namun pengurangan massa berakibat pada pengurangan momen inersia massa benda putar bersangkutan. Jika tuntutan perancangan tidak mempermasalahkan perubahan tersebut, maka pengurangan massa tidak menjadi masalah. Namun jika momen inersia massa tidak boleh terlalu rendah, maka harus dicari kompromi dimana pengurangan massa sebesar-besarnya namun penurunan momen inersia massa sekecil-kecilnya. Pada penelitian ini dilakukan studi kasus terhadap benda putar berjari- jari 10 cm jari-jari dalam hub 2 cm dan jari-jari luar hub 4 cm. Jumlah jari-jari ada 4 dengan lebar 1 cm dan tebal benda putar 0,5 cm. Variasi pengurangan massa dilakukan dengan memvariasikan jari-jari- dalam rim. Untuk tiap variasi, dilakukan perhitungan untuk mendapatkan jumlah massa yang dapat dikurangi dan momen inersia massa dari benda putar. Ternyata pada nilai jari-jari dalam tertentu, dapat diperoleh nilai kompromi dari permasalahan diatas. Kata kunci: benda putar, penghematan bahan, momen inersia massa.  ABSTRACT Machine consists of a set of machine elements that still and moving. Machine elements that move in a circular motion called rotary object. In some cases it is often desirable reduction in the mass of the rotating object for economic reasons, usually for a mass production of machine elements. But the mass reduction results in a reduction in moment of inertia of the mass. If the demands of the design allow this decrease of moment of inertia, mass reduction is not a problem. But if the moment of inertia of the masses should not be too low, it must find a compromise in which a mass reduction profusely but the decrease in the mass moment of inertia of the smallest. In this research conducted a case study of rotating element radius of 10 cm, radius of the hub 2 cm and outer radius hub 4 cm. The number of spoke are 4 with a width of 1 cm and uniform thickness 0.5 cm all over rotating element. Variations mass reduction is done by varying the inner radius of the rim. For each variation, calculation is performed to obtain the amount of mass that can be reduced and the mass moment of inertia of the rotating object. It turned out that in the certain value of inner radius of the rim in particular, can compromise the values obtained from the above problem. Keywords: rotating element, reducing material, mass moment of inertia.
Analisis Luas dan Volume Sedimen pada Kanal Intake untuk Menjaga Ketersediaan Pasokan Air (Studi Kasus : PLTGU Muara Tawar, Bekasi Utara) Juli Arianto; N. M. R. Ratih C. Perbani; M. F. P. Kusumah
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v2i1.2045

Abstract

ABSTRAKPLTGU Muara Tawar merupakan salah satu pembangkit listrik yang menggunakan air laut untuk proses pendinginannya. Air laut tersebut disalurkan melalui kanal intake di mana sedimen yang berada di kanal intake akan mempengaruhi pasokan air. Untuk itu dalam menjaga ketersediaan pasokan air pada kanal intake perlu diketahui luas dan volume sedimennya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui drying height pada saat air terendah, pola penyebaran sedimen, perubahan luas sedimen, kondisi kedalaman kritis, dan perubahan volume air dan sedimen antara Maret 2013 dan Desember 2014. Data yang digunakan berupa data posisi permukaan sedimen dan pasut pada Bulan Maret-April 2013 dan Desember 2014. Pada tahun 2013 didapatkan informasi bahwa pasokan air yang tersedia hanya 32,75% sementara di tahun 2014 hanya 32,69% dari syarat aman. Dengan demikian untuk memenuhi syarat aman pasokan air maka sedimen sampai 6 meter di bawah MSL yang harus dikeruk baik di tahun 2013 maupun 2014 sebesar lebih dari 60%.Kata kunci: kanal intake, sedimen, pasokan airABSTRACTPLTGU Muara Tawar is one of the power plants that use sea water as a coolant. The sea water is channeled through the intake canal where sediments in it will affect the water supply. For maintaining the water supply in intake canal it is necesssary to have an information about sediment area and volume. This study schemes are to determine the drying height at lowest low water, sediment distribution, changes in sediment area, critical depth condition, and changes in the volume and sediment beetween March 2013 and December 2014. The data used are the position of the sediment surface and the tide height on March to April 2013 and Desember 2014. It is obtained that for safety requirements the water supply left only 32,75% in 2013 and reduced to 32,69% in 2014. So, to achieve the safety requirements of water supply in 2013 and 2014 the sediment ought to be dredged more than 60% from 6 meter below MSL base.Keywords: intake canal, sediment, water supply
Meminimasi Risiko pada Rantai Pasok Menggunakan Kerangka Kerja Suplly Chain Risk Management di PT. Adhi Chandra Dwiutama Arief Irfan Syah Tjaja; Dio Rizcki Sekartyasto; Arif Imran
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v3i1.2818

Abstract

ABSTRAKRantai Pasok merupakan jaringan dari perusahaan- perusahaan yang bekerja secara bersama untuk menciptakan dan mengantarkan suatu produk ke konsumen akhir. Perusahaan - perusahaan tersebut bergerak di bidang supplier, manufaktur, distributor, ritel/toko dan perusahaan jasa logistik. Didalam rantai pasok terdiri dari berbagai aliran informasi yang harus dikelola oleh perusahaan. Oleh karena itu, untuk menciptakan rantai pasok yang terintegritas dan unggul perusahaan perlu mengelola rantai pasok dengan menggunakan supply chain management. Dalam proses rantai pasok, manajemen risiko rantai pasok dibutuhkan untuk mengendalikan risiko-risiko yang mungkin muncul agar tidak menggangu berjalannya rantai pasok. Proses manajemen risiko rantai pasok dimulai dengan identifikasi proses bisnis dalam rantai pasok, lalu mengidentifikasi risiko dalam proses bisnis. Kemudian dilakukan penilaian nilai konsekuensi dan probabilitas melalui kuesioner. Identifikasi risiko menghasilkan 64 risiko, 33 risiko dengan tingkat rendah, 21 dengan tingkat menengah, dan 10 tingkat tinggi. Setelah mendapatkan risiko berdasarkan tingkatannya, dilakukan perancangan mitigasi terhadap risiko yang paling tinggi.Kata kunci: Rantai Pasok, Manajemen Risiko Rantai Pasok, MitigasiABSTRACTSupply Chain is a network of companies that work together to create and deliver a product into the hands of the end user. These companies usually include suppliers, manufactur, distributors, retail / stores and logistic service companies. In the supply chain consists of various streams of information that must be managed by the company. Therefore, to create an integrated and superior supply chain, companies need to manage supply chains using supply chain management. In the supply chain, supply chain risk management is needed to control the risks that may happen in order not to disrupt supply chain. Supply chain risk management process begins with the identification of business processes in the supply chain, then identify risks in the business process. After that, a risk assessment is performed to assess the risk probability and consequences through the questionnaires. Risk identification brings out 64 risks, 33 lowrisk, 21 to medium-risk, and 10-high risk. After obtaining the risk based on its level,then do some design risk mitigation to the high-risk.Keywords: Supply chain, supply chain risk management, mitigation
Pengaruh Variasi Laju Alir Massa Karbondioksida Terhadap Produksi Mikroalga Scenedesmus obliquus pada Fotobioreaktor Nico Halomoan; Astri R Nugroho
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v1i3.1776

Abstract

ABSTRACTThe fixation of carbon dioxide (CO2) by microalgae is seen as an economical and environmentally friendly way to reduce CO2 emissions. Variations in the CO2 mass flow rate were carried out to asses the effectiveness of CO2 biofixation on the production of microalgae through microalgae Scenedesmus obliquus activity in bubble column photobioreacters through the mass transfer process. The amount of microalgae production is one of the common parameters that are often used to assess the performance of photobioreactors in addition to CO2 removal efficiency. The microalgae growth rate was measured by measuring the concentration of biomass and cell density, concentration of CO2 input, CO2 output, dissolved CO2 with acidity alkalinity test. The flow rate used is 2 L/ min, 5 L/min and 8 L/min, concentrations of CO2 (v/v) flowed into the photobioreactor f 2%, 5% and 10%. The results showed that variation of flow rate influenced growth rate and cell density of microalgae Scenedesmus obliquus.Keywords: carbon dioxide, flow rate, photobioreactor, Scenedesmus obliquusABSTRAKFiksasi karbondioksida (CO2) oleh mikroalga dipandang sebagai cara yang ekonomis dan ramah lingkungan untuk mengurangi emisi CO2. Variasi laju alir massa CO2 dilakukan untuk mengkaji efektivitas biofiksasi CO2 terhadap produksi mikroalga melalui aktivitas mikroalga Scenedesmus obliquus dalam fotobioreaktor kolom gelembung dengan proses perpindahan massa. Jumlah produksi mikroalga merupakan salah satu parameter umum yang sering digunakan untuk menilai kinerja photobioreaktor selain efisiensi penyisihan CO2. Dalam mengkaji keterkaitan tersebut dilakukan pengukuran laju pertumbuhan mikroalga dengan mengukur kandungan konsentrasi biomassa dan kepadatan sel, diukur konsentrasi CO2 input, CO2 output, CO2 terlarut dengan uji asidi alkalinitas. Laju alir yang digunakan adalah 2 liter/menit, 5 liter/menit dan 8 liter/menit, konsentrasi CO2 (v/v) yang dialirkan ke dalam fotobioreaktor yakni 2%, 5% dan 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi laju alir mempengaruhi laju pertumbuhan dan kepadatan sel mikroalga Scenedesmus obliquus.Kata kunci: karbon dioksida, laju alir, fotobioreaktor, Scenedesmus obliquus
Penyisihan Kandungan Kromium Hexavalen (Cr6+) pada Limbah Hasil Analisis COD dengan Metoda Presipitasi oleh NaoH dan Ca(OH)2 Fadli Mulyadi; Yulianti Pratama; Lina Apriyanti
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v4i1.9-13

Abstract

ABSTRAKLimbah cair laboratorium pegujian kualitas air merupakan buangan limbah yang berasal dari kegiatan pengujian kualitas air di laboratorium. Salah satu limbah cair laboratorium yang mengandung Cr6+ adalah limbah cair dari hasil pengujian COD (Chemical Oxygen Demand) yang berpotensi mencemari lingkungan karena bersifat karsinogenik. Sehingga dilakukan penelitian untuk mengetahui efisiensi penyisihan Cr6+ pada limbah cair melalui proses presipitasi dengan penggunaan bahan yang minimum dan ekonomis serta efisien. Variasi terhadap jenis dan konsentrasi presipitan yang digunakan pada penelitian ini adalah NaOH dan Ca(OH)2 dengan nilai konsentrasi 50% serta variasi pH yaitu 8; 9; 10; 11. Hasil penelitian diperoleh efisiensi penyisihan Cr6+ pada proses presipitasi sebesar 44,93% pada variasi jenis presipitan Ca(OH)2 dengan konsentrasi 50% serta pada kondisi pH 8,23.Kata kunci: Limbah COD, Kromium Heksavalen, Presipitasi, Adsorpsi, Efisiensi Penyisihan, Karbon Aktif GranularABSTRACTLiquid laboratory waste generated from water quality examination activities especially from the COD (Chemical Oxygen Demand) analysis contains Cr6+ which potentially pollute the environment due to its carcinogenic effect. The research aimed to determine the removal efficiency of Cr6+ treated by precipitation with a minimum amount of precipitate and high efficiency. In this research, variations of pH were made at constant NaOH and Ca(OH)2 concentrations of 50% while pH levels were adjusted to be 8; 9; 10; 11, respectively. Results showed that the highest Cr6+ removal of 44,93% was obtained by Ca(OH)2 50% with the pH adjusted at 8,23.Keywords: COD contained wastewater, Hexavalent Chromium, Precipitation, Adsorption, Granular Activated Carbon.
Analisis Stabilitas Lereng dalam Penanganan Longsoran di Jalan Tol Cipularang Km. 91+200 dan Km. 92+600 Menggunakan Metode Elemen Hingga (FEM) Indra Noer Hamdhan; Desti Santi Pratiwi
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v1i2.1631

Abstract

ABSTRAKLongsoran terjadi di Jalan Tol Cipularang Km. 91+200 dan Km. 92+600. Longsoran terjadi karena adanya pergerakan pada lapisan batu lempung (clay shale), sehingga perlu adanya penanganan longsoran secara tepat dan efektif. Penanganan yang dipilih, yaitu dengan pemasangan perkuatan lereng berupa boredpile dan dinding penahan tanah. Dimensi boredpile yang digunakan yaitu berdiameter 80 cm. Analisis dilakukan dengan menggunakan Program Plaxis 2D yang berbasis metode elemen hingga, dengan memodelkan 2 (dua) kondisi yaitu kondisi eksisting dan kondisi dengan perkuatan. Analisis pada kondisi eksisting dilakukan dengan cara back analysis, sehingga hasil analisis kondisi eksisting sesuai dengan kejadian di lapangan. Analisis dilakukan di 6 (enam) titik untuk Km. 91+200 dan 2 (dua) titik untuk Km. 92+600. Dari hasil analisis didapat bahwa dengan adanya perkuatan pada lereng yang terjadi kelongsoran, nilai faktor keamanan naik hingga 242.2% dari kondisi eksisting.Kata Kunci: Longsor, Tol Cipularang, Km. 91+200 dan 92+600, Boredpile,  etode Elemen Hingga, faktor keamanan ABSTRACTThe landslide are occurred at Cipularang toll road Km. 91+200 and Km. 92+600. The landslide occur because of the movement of clay shale soil layer, it means should be handled witih appropriate and effective way. For this case, reinforcement slope using boredpile and gravity wall are choosen. Dimension of the boredpile is 80 cm. The analysis was calculated using Plaxis 2D with finite element method with two different type of calculating model : existing condition (without reinforcement) and with reinforcement condition. Analysis for existing model are done by back analysis method that will gave the real condition from the field. The analysis are done by calculated in 6 (six) point area of slope for Km. 91+200 and 2 (two) point area of slope for Km. 92+600. The safety factor (SF) of the slope will increase up to 214% after reinforcement.Keywords: Landslide, Cipularang Toll Road, Km. 91+200 and 92+600, Boredpile, Finite Element Method, Safety Factor 
Analisis Hubungan Kualitas Air Terhadap Indeks Keanekaragaman Plankton dan Bentos Di Waduk Cirata Ilma Prasiwi; Eka Wardhani
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v2i3.2510

Abstract

ABSTRAKWaduk Cirata merupakan salah satu danau buatan yang terdapat di Provinsi Jawa Barat. Waduk Cirata terletak berurutan (cascade) diantara Waduk Saguling dan Jatiluhur yang membendung Sungai Citarum. Telah diketahui kualitas air sungai yang masuk ke Waduk Cirata telah tercemar dan menyebabkan kualitas air Waduk Cirata menurun. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan suatu penelitian untuk mengetahui kualitas air menggunakan metode indeks pencemaran dengan indikator plankton dan bentos. Lokasi sampling dilakukan di Sungai Citarum, Cibalagung, Cicendo dan perairan Waduk Cirata di Desa Mande dan Margaluyu. Status mutu air sungai dan air Waduk Cirata dikategorikan cemar sedang. Parameter kualitas air sungai dan perairan Waduk Cirata yang melebihi baku mutu yaitu DO, BOD, Nitrit, Klorin Bebas, Timbal, dan Fenol. Total beban pencemaran dari 3 sungai yang masuk ke Waduk Cirata adalah BOD sebesar 10,839 kg/hari, Nitrit sebesar 0,336 kg/hari, Klorin Bebas sebesar 16,685 kg/hari, Timbal sebesar 0,083 kg/hari dan Fenol sebesar 0,008 kg/hari. Keanekaragaman plankton dan bentos di Desa Mande dan Margaluyu yaitu sedang. Di Desa Mande, spesies yang mendominasi fitoplankton yaitu Volvox sp. dan zooplankton yaitu Brachionus calyciflorus. Sedangkan bentos spesies yang mendominasi yaitu Filopaludina sp. Di Desa Margaluyu, spesies yang mendominasi fitoplankton yaitu Volvox sp. dan zooplankton yaitu Moina sp. Sedangkan bentos spesies yang mendominasi yaitu Macrobrachium sp.Kata Kunci: Cirata, Citarum, Kualitas Air, Beban Pencemaran, Plankton, BentosABSTRACTCirata Reservoir is one of the artificial lakes in West Java Province. Cirata Reservoir is located in a cascade between Saguling and Jatiluhur Reservoir which damages the Citarum River. It is known that the quality of river water entering the Cirata Reservoir has been polluted and caused the water quality of the Cirata Reservoir to decrease. Based on this, a study is needed to find out the quality of water using the pollution index method with plankton and benthic indicators. Sampling locations were carried out in the Citarum, Cibalagung, Cicendo and Cirata Reservoir waters in Mande and Margaluyu Villages. The status of river water quality and the water of Cirata Reservoir are categorized as medium pollution. Parameters of river and water quality of the Cirata Reservoir that exceed the quality standards are DO, BOD, Nitrite, Free Chlorine, Lead and Phenol. The total pollution load from the 3 rivers that enter the Cirata Reservoir is BOD of 10.839 kg/day, Nitrite of 0.336 kg/day, Free Chlorine of 16.658 kg/day, Lead of 0.083 kg/day and Fenol of 0.008 kg/day. The diversity of plankton and benthos in Mande and Margaluyu villages is medium. In Mande Village, the species that dominates phytoplankton namely Volvox sp. and zooplankton are Brachionus calyciflorus. Whereas the dominating benthic species, Filopaludina sp. In Margaluyu Village, the species that dominate the phytoplankton, Volvox sp. and zooplankton, Moina sp. Whereas the dominating benthic species are Macrobrachium sp.Keywords: Cirata, Citarum, Water Quality, Pollution Load, Plankton, Bentos
Studi Distribusi Partikel Sedimen Tersuspensi Di Teluk Balikpapan Dengan Menggunakan Pemodelan Dispersal Fitri Suciaty; Putri Kemili; Tommy Harkey
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v3i3.3430

Abstract

ABSTRAK Salah satu permasalahan penting sebagai akibat berbagai aktivitas di Teluk Balikpapan adalah erosi dan sedimentasi yang dapat menyebabkan degradasi lingkungan seperti peningkatan kekeruhan, pencemaran air, degradasi mangrove yang mengancam ekosistem perairan dan juga pendangkalan pada kawasan pelabuhan laut Balikpapan. Beberapa kajian erosi dan sedimentasi terdahulu di DAS Teluk Balikpapan menyatakan kandungan sedimen tersuspensi yang tinggi terdapat pada muara sungai-sungai utama yang bermuara ke Teluk Balikpapan. Pemodelan numerik hidrodinamika dan pemodelan dispersal dua dimensi untuk partikel sedimen tersuspensi dilakukan untuk memperoleh gambaran faktor-faktor hidrodinamika yang berpengaruh dan juga identifikasi pola distribusi partikel sedimen tersuspensi di Teluk Balikpapan. Simulasi sebaran partikel sedimen tersuspensi dilakukan pada beberapa skenario sumber partikel, yaitu di muara Sungai Semoi, hulu dan muara Sungai Riko, muara Sungai Wein, dan di bagian mulut Teluk Balikpapan. Simulasi dilakukan selama 15 hari untuk musim barat dan musim timur untuk mengetahui variasi sebarannya terhadap kondisi musim. Kata kunci: partikel sedimen tersuspensi, hidrodinamika, pemodelan dispersal, transpor sedimen. ABSTRACT One of the important problems as a result of various activities in Balikpapan Bay is erosion and sedimentation which can cause environmental degradation such as increased turbidity, water pollution, mangrove degradation which threatens aquatic ecosystems and also silting of the Balikpapan sea port area. Some previous erosion and sedimentation studies in the Balikpapan Bay watershed state that high concentration of suspended sediment is found in the estuaries of the main rivers that flow into Balikpapan Bay. Numerical hydrodynamic modeling and two-dimensional dispersal modeling for suspended sediment particles are carried out to obtain an overview of influential hydrodynamic factors and also to identify distribution patterns of suspended sediment particles in Balikpapan Bay. Simulations on the distribution of suspended sediment particles were carried out in a number of particle source scenarios, i.e. at the Semoi River estuary, upstream and Riko River estuary, Wein River estuary, and at the mouth of Balikpapan Bay. The simulation is carried out for 15 days for the west and east seasons to find out the seasonal variation. Keywords: suspended sediment particles, hydrodynamic, dispersal modeling, sediment transport.