cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
Peningkatan Kekakuan Sudu Turbin Angin Vertikal Berbahan Komposit Serat Karbon Melalui Rekayasa Penampang Inersia Marsono Marsono; Ali Ali; Alek P. Sembiring
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v2i3.2514

Abstract

ABSTRAKPerubahan bentuk dan dimensi sudu akan menurunkan kinerja turbin angin. Perubahan bentuk dan dimensi sudu sangat dipengaruhi oleh kekakuan dan kekuatan sudu turbin tersebut. Pada kasus di lapangan, ditemui bahwa sudu turbin angin sumbu vertikal yang dibuat dengan bahan komposit serat karbon ternyata tidak memiliki kekakuan yang baik jika hanya dibuat dengan satu lapis (layer) serat karbon. Untuk mengatasi masalah kekakuan ini, maka dilakukan penambahan tulang penguat (stiffener rib) dari bahan yang sama pada sudu turbin angin. Pengujian yang telah dilakukan menunjukan bahwa penambahan tulang penguat pada sudu turbin angin sumbu vertikal telah menambah kekakuan sudu secara signifikan yang cenderung mengikuti grafik eksponensial. Kekakuan (K) sudu dengan tinggi tulang 6 mm adalah 0,0258 kg/mm. Kekakuan sudu dengan tinggi tulang 9 mm adalah 0,0740 kg/mm. Kekakuan sudu dengan tinggi tulang 12 mm adalah 0,2250 kg/mm. Di sisi lain, kekuatan lentur sudu turbin juga meningkat. Dengan penambahan tulang 6mm, kekuatan lentur maksimum (????max) mencapai 4,008 kg/mm2, dengan penambahan tulang 9 mm kekuatan lentur mencapai 4,145 kg/mm2, dengan penambahan tulang 12 mm kekuatan lentur mencapai 4,544 kg/mm2.Kata kunci: sudu turbin angin sumbu vertikal, inersia penampang, kekakuan, kekuatan lentur.ABSTRACTChanges in shape and dimension of the blade will decrease the wind turbine performance. These change are strongly influenced by the stiffness and strength of turbine blade. It was found that vertical axis wind turbine blades which is made with carbon fiber composite did not have good stiffness if it was made with only one layer of carbon fiber. To overcome this stiffness problem, stiffener rib with the same material was applied on wind turbine blade. The test that has been done shows that the addition of the stifferner rib to the vertical axis wind turbine blade has significantly increased the stiffness that tends to follow the exponential graphic. The stiffness (K) of the blade with 6 mm rib height is 0.0258 kg/mm. The blade stiffness with 9 mm rib height is 0.0740 kg/mm. The blade stiffness with 12 mm rib height is 0.2250 kg/mm. On the other hand, the bending strength of the turbine blade is also increased. With the addition of 6mm rib, the maximum flexurall strength (smax) reaches 4,008 kg/mm2. With the addition of 9 mm rib, the strength reaches 4,145 kg/mm2. With the addition of 12 mm rib, the strength reaches 4,544 kg/mm2.Keywords: vertical axis wind turbine, inertia, stiffness, flexurall strength.
Studi Pola Arus Bocor Isolator Keramik Selama Waktu Pemakaian 24 Jam Dini Fauziah; Waluyo Waluyo; Ismail Muhammad Khaidir
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v3i3.3433

Abstract

ABSTRAK Isolator merupakan komponen yang penting dijaga keandalannya dalam sistem transmisi dan distribusi tenaga listrik. Isolator rentan mengalami kegagalan akibat lingkungan, karena terpapar langsung kondisi dimana isolator tersebut terpasang. Salah satu jenis isolator yang sering digunakan adalah bahan keramik, dimana memiliki kelebihan diantaranya kekuatan mekanik yang cukup handal. Namun kekurangan isolator jenis ini adalah sifat permukaannya yang hidrofilik, yaitu mudah menyerap air sehingga bila digunakan pada kelembaban tinggi cenderung memicu timbulnya arus bocor. Arus bocor merupakan parameter penting pada isolator karena sering menjadi penyebab kegagalan isolator. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kondisi lingkungan terhadap arus bocor, dilakukan pengujian terhadap isolator keramik dalam waktu 24 jam. Data arus bocor diambil setiap 3 jam untuk melihat perubahannya berdasarkan perubahan kelembaban, dan suhu lingkungan. Hasilnya didapat bahwa semakin tinggi kelembaban udara, dan semakin rendah suhu lingkungan maka arus bocor semakin tinggi. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk mengantisipasi kegagalan isolator keramik akibat arus bocor sehingga keandalan sistem tenaga listrik dapat terjaga. Kata kunci: Isolator keramik, Lingkungan, Kelembaban, Suhu. ABSTRACT Isolator is an important component that must be maintained to keep electric power transmission and distribution system reliability. Isolators are susceptible to failure due to the environment, because they are directly exposed to conditions where the insulator installed. Ceramic insulator is one type of isolator that is often used, which has advantages including mechanical strength that is quite reliable. However, the lack of this type of isolator is its hydrophilic surface, which is easy to absorb water so that when used at high humidity tends to trigger a leakage current. Leakage current is an important parameter in an insulator because it can be a cause due to insulator failure. To find out how environmental conditions impact on leakage currents along day, a ceramic isolator is tested within 24 hours. Leakage current data is taken every 3 hours to see the changes based on changes in humidity, and ambient temperature. The result is the higher humidity of the air, and the lower ambient temperature, can make insulator leakage current rise up. The results of this study can be used as a reference to anticipate the failure of ceramic insulators due to leakage currents so that the reliability of the electric power system can be maintained. Keywords: ceramic insulator, environtment, humidity, temperature.
Kajian Pola Arus Laut dan Distribusi Sedimen Di Perairan Pantai Muara Kamal Jakarta Utara Permana Ari Soerjawo; Thonas Indra Maryanto
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v1i1.1335

Abstract

ABSTRAKPola arus laut dan distribusi sedimen merupakan proses dinamika di suatu perairan yang mempunyai karakteristik berbeda-beda, sehingga berpengaruh terhadap pembentukan geomorfologi pantai di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola arus dan sedimen di perairan Pantai Muara Kamal Jakarta Utara di tahun 2012. Data yang digunakan merupakan data primer dan data sekunder, data primer meliputi data arus yang didapat dari pemasangan ADCP(Acoustic Doppler Current Profiler), data pasang surut dan sedimen perairan yang diambil dengan sedimen grab. Data sekunder berupa peta LPI (Lingkungan Pantai Indonesia) tahun 2000 skala 1:50.000 dari BIG (Badan Informasi Geospasial) dan citra satelit Google Earth tahun 2009. Hasil penelitian menunjukan bahwa kecepatan arus yang paling besar terdapat pada lapisan permukaan dengan kecepatan 0,242 m/s kearah barat daya (207,8o), kecepatan arus terkecil terdapat pada lapisan dasar yaitu 0,141 m/s kearah barat daya (207o). Hasil simulasi model hidrodinamika 2D, menunjukkan bahwa pada saat pasang arus laut mengarah ke daratan (selatan) dan pada saat surut arus laut mengarah ke laut lepas (barat laut). Berdasarkan kandungan ukuran butir sedimen di perairan Pantai Muara Kamal Jakarta Utara adalah pasir (64.98 - 72.15%) fraksi pasir tertinggi distasiun B(belakang geotekstil), lanau (24.56 - 29.36%) fraksi lanau tertinggi di stasiun C (depan geotekstil) dan Lempung (1.64 – 5.64%) fraksi lempung tertinggi di stasiun C (depan geotekstil). Kata kunci: Arus, Pantai Muara Kamal, Sedimen, model hidrodinamika 2D   ABSTRACTOcean current and sediment distribution are the dynamic process that have different charactheristic and therefore influenced beach geomorfophology around the world. This research aims to understand both ocean current and sediment pattern in Muara Kamal North Jakarta in 2012. This research used primary and secondary data, primary data were consisted of current data from ADCP (Acoustic Doppler Current Profiler), tidal data and bottom sediment samples. Secondary data involved of Indonesia Coastline Environmental map of year 2000 with scale 1:50.000 from Geospatial information Agency and a satellite data from Google earth of year 2009. The results showed that greatest ocean current velocity contained in the surface layer at a speed of 0,242 m/s with to southwest direction (207.8o), the smallest current velocity was in bottom layer is 0.141 m/s with southwest directiont (207o). Based on 2D hydrodynamic model simulation indicated that when high tide ocean current was flowed to the mainland (south) when low tide the current was flowed to the open sea direction. Based on the content grain size of the sediment, the studi area consisted of sand (64.98 - 72.15%) the highest sand fraction at station B(rare of geotextile) , silt (24.56 - 29.36%) the highest silt fraction at station C (front of geotextile) andclay (1.64 – 5.64%) the highest clay fraction at station C(front of geotextile) Key Words: Current, Muara Kamal Shoreline, Sediment, 2D hydrodynamics model
Kajian Perhitungan Beban Pencemaran Sungai Cisangkuy di Cekung Bandung dari Sektor Pertanian Hisky Robinson Sampe; Iwan Juwana; Dyah Marganingrum
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v2i2.2395

Abstract

ABSTRAKSungai Cisangkuy merupakan bagian dari anak sungai Citarum Hulu yang terdapat di kawasan Cekungan Bandung, yang melewati wilayah administrasi Kabupaten Bandung. Aktivitas manusia seperti kegiatan pertanian mempengaruhi kualitas air yaitu berpotensi memberikan beban pencemaran BOD, TSS, Total N dan Total P di Sungai Cisangkuy. Penelitian tentang beban pencemaran dilakukan karena tidak tersedianya informasi mengenai daya tampung beban pencemaran dari sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah beban pencemaran yang masuk ke Sungai Cisangkuy, sehingga melalui penelitian ini akan diketahui besaran beban pencemaran yang masuk ke Sungai Cisangkuy khususnya dari sektor pertanian. Analisis kualitas air dilakukan dengan menggunakan metode indeks pencemaran. Perhitungan potensi beban pencemaran dilakukan dengan menggunakan pendekatan faktor emisi. Beban pencemaran eksisting kemudian dibandingkan dengan beban pencemaran maksimum yang digunakan sebagai baku mutu daya tampung beban pencemaran sungai. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa trend pencemaran sungai Cisangkuy cenderung meningkat dari tahun 2012-2015. Indeks Pencemaran Sungai Cisangkuy masuk dalam kategori Cemar Sedang dengan nilai 7,07, dan beban pencemaran total dari sektor pertanian bernilai 1,55 ton/hari.Kata kunci: Cisangkuy, Indeks Pencemaran, Pertanian, Beban PencemaranABSTRACTCisangkuy River is part of the upstream Citarum tributary in the area of Bandung Basin, which passes the administrative area of Bandung regency. Human activities such as agricultural activities affect the quality of water that potentially provide pollution load BOD, TSS, Total N and Total P in the Cisangkuy River. Research on pollution load is needed because the inavailability of information about pollution load capacity from agriculture sector. This study aims to determine the amount of pollution load being discharged into the Cisangkuy River from agricultural sector. Water quality analysis is done by using pollution index method. Calculation of potential pollution load is done by using the emission factor approach. Existing pollution loads are then compared with the maximum pollution loads used as the quality standard of river pollution load capacity. The results show that pollution of the river Cisangkuy tends to increase from the year 2012-2015. The Cisangkuy River Pollution Index is categorized as 7.07, and the total pollution load from the agricultural sector is 1.55 tons / day.Keywords: Cisangkuy, Pollution Index, Agricultural, Pollutant Load
Analisis Pengaruh Lajur Khusus Sepeda Motor Terhadap Kinerja Simpang Jalan PH.H.Mustafa – Jalan Cimuncang Bintang Anugrah Illahi; Andrean Maulana
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v3i2.3145

Abstract

ABSTRAKPenggunaan sepeda motor yang hampir 2 kali lipat lebih dari pengguna mobil, hal ini menyebabkan tingginya proporsi sepeda motor dalam arus lalu lintas. Diperlukan perlakuan khusus untuk mengantisipasi turunnya kinerja lalu lintas akibar para pengendara sepeda motor seperti disediakannya lajur khusus sepeda motor dan ruang henti khusus sepeda motor. Tujuan studi ini adalah menganalisis pengaruh lajur khusus sepeda motor yang menampung pergerakan sepeda motor di jalur major menggunakan model mikrosimulasi dengan software PTV Vissim. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perubahan kinerja simpang yaitu panjang antrian dan tundaan lebih baik ketika menggunakan lajur khusus sepeda motor di jalur major.Kata kunci: lajur khusus sepeda motor, mikrosimulasi, kinerja simpang bersinyal  ABSTRACTThe use of motorbikes is almost 2 times more than car users, this causes a high proportion of motorcycles in the flow of traffic. Special treatment is needed to anticipate the decline in the traffic performance of motorbike riders such as the availability of motorbike lanes and motorbike stop rooms. The purpose of this study was to analyze the influence of the exclusive lanes of motorbikes that accommodate motorbike movements in the major lanes using the microsimulation model with the Vissim PTV software. The result obtained from this study indicate that there are changes in intersection performance, namely queue length and delay are better when using motorcycle lanes in the major lane.Keywords: exclusive lane, mikrosimulation, signalised intersection performance
Simulasi Sistem Proteksi Petir Eksternal Dengan Metode Pembalik Muatan Menggunakan Matlab Teguh Arfianto; Sabat Anwari; Rangga Okzadika Fitra Pratama
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v2i1.2044

Abstract

ABSTRAKSistem proteksi petir merupakan suatu sistem yang sangat diperlukan pada saat ini, mengingat peralatan listrik semakin berkembang dengan pesat. Sistem ini melindungi kita serta peralatan listrik kita dari sambaran langsung. Di Indonesia sendiri sebagai kawasan dengan intensitas petir yang tinggi. Secara umum, sistem proteksi petir eksternal terdiri dari dua yaitu sistem proteksi Aktif dan sistem proteksi Pasif. Pada penelitian ini akan membahas tentang simulasi sistem proteksi petir dengan metode pembalik muatan dengan menggunakan prinsip kerja Op-Amp dalam MATLAB dimana dalam pengujiannya akan membandingkan dua buah finial dengan mengukur kuat medan listrik antara keduanya, dimana salah satu finial akan dipasang alat pembalik muatan, dan diberinya spark gap untuk proteksi peralatannya tersebut. Besar pengujian alat proteksi ini menggunakan tegangan impuls sampai 150 KV. Dalam pengujiannya hanya menggunakan parameter tegangan. Setelah diuji akan ada perbandingan dengan hasil perhitungan dan model sebelumnya.Kata kunci: Sistem proteksi petir eksternal, muatan, op amp, spark gap, SIMULINKMATLAB.ABSTRACTLightning protection system is a system that is very necessary at this time, given the growing electrical appliances rapidly. This system protects us and our electrical appliances from direct strikes. In Indonesia itself as a region with high lightning intensity. In general, external lightning protection system consists of two namely Active protection system and Passive protection system. In this research will discuss about simulation of lightning protection system with reversing method by applying the working principle of Op-Amp in MATLAB where in the test will compare two finials by measuring the electric field strength between the two, where one of the finials will be installed the reversing device, and he gave a spark gap for the protection of the equipment. Large testing of this protection tool using impulse voltage up to 150 KV. In the test just use the voltage parameters. Once tested there will be a comparison with the results of calculations and previous models.Keywords: External lightning protection system, charge, op amp, spark gap, SIMULINK MATLAB.
Optimasi Dimensi Connecting Rod Al2024 dan Tulangan Baja 4340 pada Kawasaki Ninja 150 R Menggunakan ANSYS Alfan Ekajati Latief; Nuha Desi Anggraeni
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v3i1.2867

Abstract

ABSTRAKConnecting rod berfungsi menghubungkan piston ke crankshaft, sistem ini membentuk mekanisme sederhana yang mengubah gerak lurus menjadi gerak melingkar ataupun sebaliknya. Umumnya connecting rod dirancang berbenruk I agar kuat dan ringan dengan material baja. Pengurangan massa pada connecting rod dapat mengurangi momen inersia engine, meningkatkan performa dan fuel efficiency engine. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dimensi optimum connecting road menggunakan material Al 2024 dan tulangan baja 4340.Dimensi optimum harus dapat menahan tegangan dan regangan maksimum yang terjadi pada connecting rod ketika menerima beban tekan dan tarik. Penelitian dilakukan dengan melakukan varisi dimensi profil I dan bentuk tulangan dengan dimensi lain menyesuaikan spesifikasi connecting rod Kawasaki Ninja 150 R. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa connecting rod dengan profil I, bentuk tulangan webbing merupakan tulangan paling optimal dengan ketebalan 8 mm dengan berat total 0,12 Kg.Kata kunci: connecting rod, tulangan baja, Al2024, ANSYSABSTRACTThe connecting rod serves to connect the piston to the crankshaft; this system forms a simple mechanism that converts straight motion into circular motion or vice versa. Generally, connecting rods are designed to be made in order to be strong and lightweight with steel material. Reducing the mass of the connecting rod can reduce the moment of engine inertia, improve the performance and fuel efficiency engine. This study aims to obtain the optimum dimensions of the connecting road using Al 2024 material and steel reinforcement 4340. The optimum dimension must be able to withstand the maximum stress and strain that occurs in the connecting rod when receiving compressive and tensile loads. The study was conducted by varying the dimensions of profile I and shape of reinforcement with other dimensions adjusting the specifications of the connecting rod Kawasaki Ninja 150 R. The results showed that the connecting rod with profile I, the form of webbing reinforcement was the most optimal reinforcement with a thickness of 8 mm and total mass 0,12 kg.Keywords: connecting rod, reinforcement steel, Al2024, ANSYS.
Turbin Screw Untuk Pembangkit Listrik Skala Mikrohidro Ramah Lingkungan Encu Saefudin; Tarsisius Kristyadi; Muhammad Rifki; Syaiful Arifin
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v1i3.1775

Abstract

ABSTRACTType screw water turbine is a type of water turbine which has the potential for small scale power plants, where water turbine screw type is suitable for rivers in parts of Indonesia because the operation of the turbine require only a low head turbine. With the potential of irrigation water streams at the rate of 0.3302 m3/s in Banjaran village allows the installation of the turbines type screw. In the process of designing a water turbine type screw to be optimized turbine screw to determine the value of the ratio d/D, and then calculating mechanically to determine the dimensions of the turbine blades, the turbine shaft, the transmission system (gears, pulleys and belt) as well as the power that can be produced by the turbines, by using a head of 1.05 meters. The results of this research are the technical specifications of the turbine screw with the design power of 2678.35 Watt. Performance test of the turbine was carried out in Nagrak village of Ciherang irrigation canals on Cangkuang Banjaran sub district. With variable discharge, measuring the speed of rotation of the shaft generator, the voltage and current that is produced as well as the efficiency of the turbine. From the results of testing gained 17.82 % efficiency, power turbine 531.84 Watts at discharge 0,277 m3/s.Keywords: Turbine, Head, Microhydro, OptimazedABSTRAKTurbin air tipe ulir adalah salah satu tipe turbin air yang berpotensi untuk pembangkit listrik skala kecil yang ramah lingkungan, dimana turbin air tipe ulir sangat cocok untuk sungai-sungai di wilayah Indonesia karena pengoperasian turbin ini hanya memerlukan head turbin yang rendah. Melihat potensi air aliran sungai irigasi dengan debit 0,3302 m3/s yang berada di Desa Banjaran memungkinkan pemasangan turbin tipe ulir. Pada proses perancangan turbin air tipe ulir dilakukan optimasi turbin screw dengan menentukan nilai perbandingan d/D, lalu melakukan perhitungan mekanikal untuk menentukan dimensi dari sudu turbin, poros turbin, sistem transmisi (roda gigi, puli dan belt) juga daya yang mampu dihasilkan turbin, dengan head 1,05 meter. Hasil dari penelitian ini berupa spesifikasi teknis turbin ulir dengan daya hasil rancangan sebesar 2678,35 Watt dan gambar 2 dimensi serta 3 dimensi turbin ulir hasil rancangan. Hasil perancangan kemudian direalisasikan. Untuk mengetahui kinerja turbin dilakukan pengujian yang dilaksanakan di saluran Irigasi Ciherang Desa Nagrak Kecamatan Cangkuang Banjaran. Dengan variabel ukur yaitu debit, kecepatan putaran poros generator, voltase dan arus yang dihasilkan serta efisiensi turbin. Dari hasil pengujian didapat efisiensi 17.82 %, Daya turbin 531.84 Watt pada debit 0,277 m3/s.Kata kunci: Turbin, Head, Mikrohidro, Optimasi
Monitoring Deformasi Gunung Merapi Menggunakan Citra Sentinel-1A Dengan Menggunakan Metode DInSAR (Studi Kasus: Gunung Merapi, Jawa Tengah) Rian Nurtyawan; Lady Suci Utami
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v4i1.14-23

Abstract

ABSTRAKIndonesia mempunyai 127 gunung api aktif yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Oleh karena itu, perlu adanya pemantauan aktivitas gunung api yang dapat digunakan untuk acuan mitigasi bencana. Pada penelitian ini menggunakan metode deformasi, metode deformasi merupakan perubahan bentuk, posisi, dan dimensi dari suatu benda. Tujuan dari pemantauan deformasi ini untuk mengetahui perubahan gunung api yang disebabkan oleh aktivitas gunung api. Pemantauan aktivitas gunung api metode deformasi dilakukan dengan menggunakan citra Sentinel-1A yang diolah dengan teknologi Differential Interferometry SAR (DInSAR). Dalam penelitian ini dilakukan pengolahan dengan teknologi DInSAR metode two-pass dari empat buah citra satelit sentinel-1A 10 Januari 2018, 27 Februari 2018, 10 Mei 2018 dan 22 Januari 2019 serta data Digital Elevation Model (DEM) SRTM dengan ketelitian 30 meter .Hasil dari penelitian ini yaitu peta deformasi pra 1 erupsi yang diolah dari pasangan citra 10 Januari 2018 dengan citra 27 Februari 2018 yang menghasilkan deflasi sebesar -0,12 meter, dan peta deformasi pra 2 erupsi yang diolah dari pasangan citra 27 Februari 2018 dan 10 Mei 2018 menghasilkan deflasi sebesar -0,27 meter serta peta pasca erupsi yang diolah dari pasangan citra 10 Mei 3018 dan 22 Januari 2019 menghasilkan deflasi sebesar -0,194 meter.Kata kunci: Deformasi, Gunung Merapi, Sentinel-1A, DInSAR. ABSTRACT Indonesia has 127 active volcanoes spread over from Sabang to Merauke. Therefore, it is necessary to monitor volcanic activity that can be used as a reference for disaster mitigation. In this study, deformation method was used to reflect a change in the shape, position, and dimensions of an object. The purpose of monitoring this deformation is to find out volcanic changes caused by volcanic activity. Monitoring the volcanic activity of the deformation method is carried out using Sentinel-1A images processed with Differential Interferometry SAR (DInSAR) technology. In this research, two-pass method of DInSAR technology was processed using four sentinel-1A satellite images on January 10, 2018, February 27, 2018, May 10, 2018 and January 22, 2019 and SRTM Digital Elevation Model (DEM) data with 30 meters accuracy. This research processed pre-eruption deformation map from the 10 January 2018 imagery pair with the 27 February 2018 image which resulted in a deflation of 0.12 meters. Pre- eruption 2 deformation map was processed from the 27 February 2018 and 10 May 2018 image pairs and resulted in a deflation of 0.27 meters while post-eruption map processed from the 10 May 3018 and 22 January 2019 image pairs resulted in deflation of 0.194 meters.Keywords: Deformation, Merapi Mountain, Sentinel-1A, DinSAR.
Strategi Desain Bukaan terhadap Pencahayaan Alami untuk Menunjang Konsep Bangunan Hemat Energi pada Rusunawa Jatinegara Barat Riantiza Avesta; Atikah Dwi Putri; Rana Alya Hanifah; Nurul Annisa Hidayat; M. Deivito Dunggio
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v1i2.1633

Abstract

ABSTRAKIndonesia terletak pada garis ekuator yang kaya akan sumber daya sinar matahari sepanjang tahun, sehingga pencahayaan alami merupakan aspek penting dalam bangunan. Perencana bangunan (arsitek) harus mempertimbangkan pemanfaatan pencahayaan alami yang optimal melalui bukaan pada bangunan dan disamping itu harus sesuai dengan standar kenyamanan visual. Bangunan yang baik tentunya harus memenuhi kaidah keberlanjutan (sustainability) melalui konsep bangunan hijau (green building). Hasil pengamatan objek studi kasus bangunan Rusunawa Jatinegara Barat, Jakarta, menunjukkan bahwa tingkat iluminasi setiap tingkat (level) lantai berbeda. Semakin tinggi level lantai, maka semakin besar peluang sinar matahari masuk ke ruangan melalui bukaan dan semakin tinggi tingkat iluminasinya. Tingkat iluminasi yang melebihi standar kualitas pencahayaan alami berkontribusi pada ketidaknyamanan visual berupa silau (glare). Kondisi silau yang terjadi pada beberapa unit hunian rusun mengakibatkan penghuni menutup bukaan secara konvensional dan lebih memilih menggunakan pencahayaan buatan sepanjang hari, menyebabkan bangunan tidak hemat energi, yang artinya tidak mendukung konsep keberlanjutan (bangunan hijau). Oleh karena itu, diperlukan strategi desain bukaan yang tepat agar pada tahap perencanaan selanjutnya dapat dijadikan sebagai rekomendasi desain yang memenuhi kriteria standar kenyamanan visual. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pencahayaan alami pada unit hunian Rumah Susun Jatinegara Barat. Metode penelitian kuantitatif dilakukan dengan menggunakan software IES-VE v5.3.1, dimana salah satu alat analisa simulasinya yaitu radiance, dapat menghitung tingkat iluminasi pencahayaan alami dalam ruang. Sampel penelitian dipilih berdasarkan metode purposive sampling dengan pertimbangan perletakan unit dan ketinggian lantai.Kata kunci: bangunan hijau, kenyamanan visual, desain bukaan, rumah susun ABSTRACTIndonesia lies on the equatorial line that is rich in sunlight throughout the year, sothat natural lighting is an important aspect of buildings. The building planners (architects) should consider the optimal use of natural lighting through openings in the building and in addition must conform to visual comfort standards. A good building must meet the principles of sustainability through the concept of green building. The observation of the case study, teh building of Rusunawa Jatinegara Barat Jakarta, shows that the level of illumination of each floor level is different. The higher the floor level, the greater the chances of sunlight entering the room through openings and the higher the illumination rate. Illumination levels that exceed natural lighting quality standards contribute to the visual discomfort of glare. Glares that occur in some tower units result in residents closing the openings conventionally and prefer to use artificial lighting throughout the day, causing the building not energy efficient, which means it does not support the concept of sustainability (green building). Therefore, it is necessary to design a proper opening in the next planning stage, which can be used as a design recommendation that meets the criteria of visual comfort standards. This study aims to evaluate natural lighting in residential units of Rumah Susun Jatinegara Barat. Quantitative research method is done by using IES-VE v5.3.1 software, where one of the simulation tool, that is radiance, can calculate the level of illumination of natural lighting in unit’s area. The sample was chosen based on purposive sampling method with consideration of unit placement and floor height.Keywords: green building, visual comfort, design openings, apartment