cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
Analisis Profil Konsentrasi Pb di Air Waduk Saguling Ade Arinda; Eka Wardhani
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v2i3.2509

Abstract

 ABSTRAKAir Waduk Saguling saat ini menunjukkan penurunan, baik secara kualitas maupun kuantitas akibat aktivitas manusia yang menghasilkan limbah rumah tangga, industri, pertanian, peternakan, perikanan dan pertambangan. Salah satu pencemar di Waduk Saguling adalah logam berat. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsentrasi Pb di perairan Waduk Saguling pada musim yang berbeda. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari PT Indonesia Power tahun 2008-2017. Data berasal dari tiga kedalaman yaitu kedalaman permukaan, tengah, dan dekat dasar perairan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan konsentrasi Pb di musim kemarau lebih tinggi daripada musim hujan dan sebagian sudah melebihi baku mutu yang mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air untuk logam Pb sebesar 0,03 mg/L. Parameter pendukung yang di analisis yaitu parameter DO, pH, TDS, suhu, kekeruhan, dan kesadahan. Berdasarkan hasil analisis statistik menggunakan PCA, parameter yang paling mempengaruhi konsentrasi Pb di musim kemarau adalah kekeruhan dan suhu sedangkan musim hujan adalah TDS.Kata kunci: Musim, Pb, PCA, Waduk SagulingABSTRACTSaguling Water Reservoir currently shows a decline, both in quality and quantity due to human activities that produce domestic waste, industry, agriculture, livestock, fishery and mining. One of the pollutants in Saguling Reservoir is heavy metal. The research aims to analyze the concentration of Pb in the waters of Saguling Reservoir in different seasons. This research uses secondary data which is obtained from PT Indonesia Power in 2008-2017. The data comes from three depths: surface depth, center, and near bottom of water. Based on the results of the research shows that the concentration of Pb in the dry season is higher than the rainy season and some have exceeded the quality standard which refers to Government Regulation no. 82 of 2001 on the Management of Water Quality and Control of Water Pollution for Pb metal by 0.03 mg/L. The supporting parameters in the analysis are DO, pH, TDS, temperature, turbidity, and hardness parameters. Based on the results of statistical analysis using PCA, the parameters that most influence the concentration of Pb heavy metals in the dry season are turbidity and temperature and rainy season is TDS.Keywords: Season, pb, pca, saguling reservoi
Evaluasi Sistem Proteksi Aktif dan Pasif sebagai Upaya Penanggulangan Bahaya Kebakaran pada Gedung Sekolah X Bandung Katarina Rini Ratnayanti; Nur Laeli Hajati; Yulia Trianisa
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v3i3.3429

Abstract

ABSTRAK Gedung Sekolah X di Kota Bandung berada di dalam sebuah komplek perumahan dan merupakan salah satu gedung yang memiliki tingkat risiko sedang untuk terjadinya bahaya kebakaran. Dilihat dari banyaknya sumber potensi bahaya yang ada di dalam gedung sekolah dan penghuninya masih anak-anak, yang relatif belum dapat secara sadar melakukan penyelamatan secara mandiri, merupakan obyek yang harus dilindungi. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem proteksi terhadap bencana kebakaran sebagai sebuah upaya penanggulangan terhadap bahaya kebakaran. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ketersediaan dan kecukupan sistem proteksi aktif dan pasif yang ada pada Gedung Sekolah X di Bandung. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Selanjutnya dilakukan metode analisis gap untuk membandingkan ketersediaan sistem proteksi aktif dan pasif yang terpasang pada gedung sekolah, dibandingkan dengan kondisi yang diharapkan sesuai dengan peraturan yang berlaku, sehingga dapat diketahui kesenjangan dari sistem proteksi kebakaran pada gedung sekolah yang dimaksud. Langkah selanjutnya adalah pengambilan keputusan mengenai ketersediaan dan kecukupan system proteksi aktif dan pasif pada gedung sekolah tersebut dan memberi rekomendasi yang mungkin dapat dilakukan Gedung Sekolah X di Bandung ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif yang terpasang pada Gedung Sekolah X Bandung belum sepenuhnya memenuhi standar yang berlaku untuk bangunan gedung sekolah yang aman terhadap bahaya kebakaran. Kata kunci: proteksi aktif, proteksi pasif, penanggulangan, kebakaran ABSTRACT X school building in Bandung is located in a housing complex and is one of the buildings that has a medium level of risk for fires, as seen from the many potential dangers in the school building and the residents are relative children who must be protected. Therefore, a fire protection system is needed as an effort to overcome fire hazards. This study aims to determine the fire protection system installed in the Bandung X School Building has met the applicable standards. Data collection is done of observation and interviews. Next, gap analysis method is done next to compare the condition of fire protection system installed school building with the expected conditions so as to know the shortcomings of the fire protection system and can be given the recommendations may be the X school building in Bandung did. The results showed that the fire protection system installed at the Bandung X School Building had not fully met the standards that apply to buildings that are safe against fire hazards. Keywords: active protection, passive protection, preventif, fire
Pengembangan Aplikasi Partisipatif Ruang Terbuka Hijau Wilayah Provinsi Jawa Barat - Sumarno; - Indrianawati
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v2i1.2040

Abstract

ABSTRAKProporsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) pada suatu wilayah ditargetkan minimal 30% dari luas wilayah kota. Kenyataannya pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat belum ada yang dapat memenuhi target tersebut. Dalam rangka memfasilitasi pemerintah kabupaten/kota untuk memenuhi target RTH, Dinas Permukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat telah membangun sistem informasi RTH. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi RTH yang telah dibangun dengan menyusun database RTH kabupaten/kota di Jawa Barat dalam aplikasi berbasis webGIS dan tersedia informasi mengenai Rencana Detail Tata Ruang kabupaten/kota di Jawa Barat yang dapat menjadi instrumen inventarisasi dan pengelolaan data mengenai RTH di Jawa Barat. Metode yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi yang telah terbangun adalah fusebox. Hasil yang diperoleh adalah berupa aplikasi partisipatif berbasis webGIS yang dapat diakses oleh publik secara online.Kata kunci: Ruang Terbuka Hijau, aplikasi partisipatif, webSIGABSTRACTProportion of Green Open Space in a region is targeted at least 30% of city area. The regency/city government in West Java Province has not been able to meet that target. In order to facilitate regency/city governments to meet the target of green open space, Department of Housing and Settlement in Province West Java has built an information system on green open space. This research aims to develop information system of green open space that has been built by arranging green open space database of regency/city in West Java in webGIS based application and provide information about Spatial Plan Details of regency/city in West Java which can be instrument to inventory and management of data about green open space in West Java. The method used to develop applications that have been built is fusebox. The results obtained are a web-based participatory application that can be accessed by the public online.Keywords: Green Open Space, participatory application, webGIS
Analisis Pengaruh Waktu Aktivasi dan Adsorpsi dalam Pemanfaatan Karbon Aktif dari Serutan Kayu menjadi Adsorben Limbah Cair Vibianti Dwi Pratiwi; Netty Kamal; Suparman Juhanda
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v3i1.2822

Abstract

ABSTRAKIndustri pemanfaatan kayu cukup sering ditemukan di Indonesia, namun limbah yang dihasilkan tidak diolah dan hanya dibuang ke lingkungan. Limbah serutan kayu yang mengandung rantai karbon dapat dimanfaatkan menjadi karbon aktif. Pengaruh kualitas karbon aktif dari serutan kayu ini diuji berdasarkan waktu aktivasi dan daya adsorpsi limbah cair. Karbon aktif dibuat melalui pirolisis hingga mencapai suhu 5000C dengan ukuran 100-150 mesh dan diaktivasi dengan H3PO4 10% selama 6 jam, 12 jam, dan 18 jam. Karbon aktif yang dihasilkan digunakan sebagai adsorben dan diujikan pada limbah cair zat warna tekstil Sumikaron Yellow Brown S-2RL. Adsorpsi dilakukan dengan variasi waktu 1 jam, 2 jam dan 3 jam. Selanjutnya larutan zat warna yang telah dijerap oleh karbon aktif dianalisa menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 480nm. Berdasarkan absorbansi atau konsentrasi (%) pengurangan warna yang dihitung menggunakan anova dengan software Minitab 17, pengaruh yang lebih signifikan dalam pemanfaatan karbon aktif dari serutan kayu yaitu pada waktu aktivasi 12 jam dan waktu adsorpsi 3 jam. Karbon aktif dari limbah serutan kayu mampu mengurangi limbah cair zat warna sebesar 98,2519%. Hasil uji pendahuluan dengan menghitung bilangan iod dari adsorben karbon aktif yang telah diaktivasi selama 12 jam menjadi kondisi terbaik dengan menjerap iod sebanyak 144,8961 mg/g.Kata Kunci: limbah cair, karbon aktif, serutan kayu, MinitabABSTRACTThe wood utilization industry is quite often found in Indonesia, but the waste produced is not processed and is only disposed of into the environment. Wood shavings containing carbon chains can be used as activated carbon. The effect of the quality of activated carbon from wood shavings was tested based on the activation time and adsorption liquid waste’s capacity. Activated carbon is made through pyrolysis to reach a temperature of 5000C with a size of 100-150 mesh and activated with 10% H3PO4 for 6 hours, 12 hours, and 18 hours. The activated carbon produced was used as an adsorbent and tested on the liquid waste of textile dye Sumikaron Yellow Brown S-2RL. Adsorption is carried out with variations of 1 hour, 2 hours and 3 hours. Furthermore, the dye solution that has been absorbed by activated carbon is analyzed using a spectrophotometer with a wavelength of 480nm. Based on the absorbance or concentration (%) of color reduction calculated using anova with Minitab 17 software, a more significant effect on the utilization of activated carbon from wood shavings is the activation time of 12 hours and the adsorption time of 3 hours. Activated carbon from wood shavings waste is able to reduce dye wastewater by 98.2519%. The results of the preliminary test by calculating iodine number from the adsorbent of activated carbon which has been activated for 12 hours are the best conditions by absorbing iodine is 144.8961 mg/g.Keywords: liquid waste, activated carbon, wood shavings, Minitab
Kajian Perilaku Struktur Portal Beton Bertulang Tipe SRPMK dan Tipe SRPMM Nur Laeli Hajati; Rizki Noviansyah
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v1i3.1771

Abstract

ABSTRACTMoment Resisting Frame System (SRPM) is one of the earthquake resistant structural systems that is often used in Indonesia. SRPM is classified into three types are Ordinary Moment Resisting Frame System (SRPMB), Intermediate Moment Resisting Frame System (SRPMM), and Special Moment Resisting Frame System (SRPMK). In this final project, the structure of the building is modeled with SRPMM and SRPMK in areas with high seismicity (Seismic Design Category D) in the city of Yogyakarta, then compared the behavior of the structure between the two models. The result of this research is SRPMM which its purpose for medium earthquake area, can still give good performance which is indicated by fulfillment of design requirement, performance when performance point is in Immadiate Occupancy condition up to Life Safe, and give good ductility value when Collapse occurred.Keywords: intermediate moment resisting frame system, special moment resisting frame system, performance point, ductilityABSTRAKSistem Rangka Pemikul Momen (SRPM) adalah salah satu sistem struktur penahan gempa yang sering digunakan di Indonesia. SRPM dibagi menjadi tiga jenis yaitu Sistem Rangka Pemikul Momen Biasa (SRPMB), Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM), dan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Dalam tugas akhir ini struktur gedung dimodelkan dengan SRPMM dan SRPMK pada wilayah dengan tingkat kegempaan tinggi (Kategori Desain Seismik D) dikota Yogyakarta, kemudian dibandingkan perilaku struktur antara kedua model tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah SRPMM yang peruntukannya untuk wilayah gempa sedang, tetap dapat memberikan kinerja cukup baik yang ditunjukkan dengan terpenuhinya persyaratan-persyaratan desain, kinerja pada saat performance point berada pada kondisi Immadiate Occupancy sampai dengan Life Safe, serta memberikan nilai daktilitas yang baik ketika terjadi keruntuhan.Kata kunci: SRPMM, SRPMK, performance point, daktilitas.
Pengaruh Kecepatan Alir Udara dan Temperatur Terhadap Perpindahan Massa Padat dan Gas (Disk Naftalen-Udara) Dalam Sistem Kolom Akrilik Hadyan Hilman Radifan; Lindawati Lindawati
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v2i3.2515

Abstract

ABSTRAKPerpindahan massa merupakan salah satu fundamental penting yang harus dikuasai oleh seorang sarjana teknik kimia. Sublimasi, adsorbsi, serta pengeringan merupakan salah satu contoh penerapan dari perpindahan massa padat-dan gas di bidang Industri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh temperatur dan kecepatan udara terhadap koefisien perpindahan massa padat - gas (sistem disk naftalen – udara) dalam sebuah kolom akrilik silinder. Penelitian dilakukan dengan metode observasi. Variasi yang digunakan untuk temperatur adalah 318K; 330K dan 348K dan untuk kecepatan alir udara adalah 1,840 m/s; 3,620 m/s; dan 4,980 m/s. Hasil observasi menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan udara dan suhu yang masuk ke dalam sistem kolom akan menyebabkan peningkatan nilai terhadap koefisien perpindahan massa padat-gas (KG).Kata kunci: Perpindahan Massa, Padat-Gas, Temperatur, Kecepatan UdaraABSTRACTMass transfer is one of the fundamental knowledge that must be mastered by a bachelor in chemical engineering. Sublimation, adsorption, and drying are examples of the application of solid-gas mass transfer in the industrial fields. The purpose of this study was to determine the effect of temperature and air velocity on the coefficient of solid - gas mass transfer (disc naphthalene-air system) in a cylindrical acrylic column. The air flow temperature used are 318K; 330K and 348K with the air velocity of 1,840 m/s; 3,620 m/ s; and 4,980 m/s. The research was done by observation method. The observation results show that the increase of air velocity and temperature entering the column system will cause the increase of value to the solid-gas mass transfer coefficient (KG)Keywords: Mass Transfer, Solid- Gas, Temperature, Air Velocity
Pengelolaan LB3 di Perusahaan Listrik Negara PUSHARLIS UP2 WIII Bandung Eka Wardhani; Muhammad Viqi Rafianto
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v5i3.267-280

Abstract

ABSTRAKPUSHARLIS UP2 WIII merupakan workshop yang bergerak dalam bidang desain, reverse engineering peralatan ketenagalistirkan, manufaktur dan perbaikan peralatan ketenagalistrikan. Proses yang terjadi di workshop ini menghasilkan LB3. Maksud penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar tingkat kepatuhan pengelolaan LB3 di PUSHARLIS UP2 WIII Bandung terhadap aturan yang berlaku. Berdasarkan identifikasi dihasilkan tujuh jenis LB3 yaitu Coolant bekas (A345-1), sludge logam Fe dan Al (A345-2), sarung tangan dan kain majun, terkontaminasi (B110D), limbah terkontaminasi B3 (A108d), limbah elekronik (lampu TL, PCB, karet kawat) (B107d), oli bekas (B105d), Toner (B353-1), dan kemasan bekas B3 (cat, solvent, dan freon) (B104d). Pengelolaan LB3 telah dilakukan dengan baik mulai dari pengemasan, penyimpanan di TPS, pelabelan, dan pengangkutan ke pihak ketiga berizin. Hal yang harus ditingkatkan yaitu melengkapi fasilitas tanggap darurat di TPS LB3 antara lain dengan fasilitas pertolongan pertama pembersih mata dan alarm sebagai peringatan dini potensi kebakaran. Bangunan TPS LB3 perlu adanya simbol LB3 yang dilekati pada bagian dinding bangunan TPS LB3 sesuai dengan karakteristik dominan yang sebelumnya telah ditentukan.Kata Kunci: Pengelolaan, PUSHARLIS UP2 WIII, Limbah beracun dan berbahaya. ABSTRACTPUSHARLIS UP2 WIII is engaged in the design, reverse engineering of power equipment, manufacturing, and repair of electrical equipment. The process that occurs in this workshop produces toxic and hazardous waste (THW). The purpose of this research is to find out the level of compliance of the THW management at PUSHARLIS UP2 WIII Bandung to the applicable regulations. Based on the identification, seven types of THW were produced, namely used coolant (A345-1), Fe and Al metal sludge (A345-2), cotton cloth gloves, contaminated (B110D), waste, contaminated with THW (A108d), electronic waste (lamps, PCB, wire rubber) (B107d), used oil (B105d), Toner (B353-1), and used THW packaging (paint, solvent, and freon) (B104d). THW has been well managed, starting from packaging, storage at THW temporary storage, labeling, and transportation to licensed third parties. Things that must be improved are completing emergency response facilities at a temporary storage area THW with eyewash as the first-aid facility for eye cleaning contaminated with LB3 and an alarm as an early warning of the potential fire. The TPS THW building needs a THW symbol attached to the wall of the temporary storage area THW building based on the predetermined dominant characteristics.Key word: management, PUSHARLIS UP2 WIII, toxic and hazardous waste
Sintesis Selulosa Asetat dari Tanaman Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata) sebagai Membran Pereduksi CO (Karbon Monoksida) pada Asap Rokok Venesa Thalia Putri; Ayu Pramita; Theresia Evila Purwanti Sri Rahayu
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v5i3.281-290

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatann membran selulosa dari tanaman Lidah mertua (Sansevieria trifasciata) yang mampu menurunkan kadar gas CO (karbon monoksida). Terdapat beberapa tahapan diantaranya persiapan alat dan bahan; proses ekstraksi yang terdiri dari delignifikasi dan bleaching; proses sintesis yang terdiri dari swelling-up, asetilasi, dan hidrolisis; uji kadar asetil selulosa; pembuatan membran selulosa, serta tahap pengujian dan analisis data yang dilakukan secara kuantitatif dan instrumentasi. Hasil penelitian ini adalah lidah mertua dapat diolah menjadi filter berbentuk membran yang mampu mereduksi karbon monoksida melalui proses sintesis selulosa asetat. Efektivitas membran selulosa Sansevieria trifasciata dalam menurunkan kandungan karbon monoksida pada rokok yang dibakar selama 5 menit adalah sebesar 70% ketika berada di dalam ruangan dan 87% ketika berada di luar ruangan. Pembuatan membran harus dilakukan dengan mengamati jenis bahan, kondisi CH3COOH, perlakuan setelah asetilasi, suhu oven, kadar asetil, dan homogenitas.Kata kunci: efektivitas, karbon monoksida, Lidah mertua, membran selulosa, merokok.ABSTRACTThis study aims to determine the process of making cellulose membranes from the mother-in-law's tongue plant (Sansevieria trifasciata) which is able to reduce CO (carbon monoxide) gas levels. There are several stages including the preparation of tools and materials; extraction process consisting of delignification and bleaching; synthesis process consisting of swelling-up, acetylation, and hydrolysis; test for acetyl cellulose content; manufacture of cellulose membranes, as well as the stages of testing and data analysis carried out quantitatively and instrumentation. The result of this research is that mother-in-law's tongue can be processed into a membrane-shaped filter that is able to reduce carbon monoxide through the synthesis of cellulose acetate. The effectiveness of Sansevieria trifasciata cellulose membrane in reducing the carbon monoxide content in cigarettes burned for 5 minutes was 70% when indoors and 87% when outdoors. The manufacture of membranes must be carried out by observing the type of material, CH3COOH conditions, treatment after acetylation, oven temperature, acetyl content, and homogeneity.Keywords: carbon monoxide, cellulose membrane, effectiveness, Sansevieria trifasciata, smoking.
Analisis Pengaruh Pengunaan Ulstein X-Bow pada Kapal Perintis Type 750 DWT Terhadap Nilai Hambatan dengan Metode Computational Fluid Dynamics Frans Simanjuntak; Samuel Samuel; Parlindungan Manik; Eko Sasmito Hadi; Willma Amiruddin
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v5i3.248-266

Abstract

ABSTRAKHambatan merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan dalam mendesain sebuah kapal. Salah satu upaya untuk mengurangi hambatan adalah memodifikasi bentuk haluan kapal dengan menggunakan Ulstein X-Bow. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan Ulstein X-Bow serta mencari nilai hambatan, trim dan sinkage terkecil dengan menggunakan metode CFD (Computational Fluid Dynamics) dengan teknik overset mesh. Penerapan variasi Froude Number, Stem Angle, Flare Bow, serta kondisi perairan (deep water dan medium shallow water) dilakukan untuk mendapatkan bentuk desain yang paling optimal. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kapal Perintis 750 DWT dengan penggunaan Ulstein X-Bow pada kondisi perairan dalam (deep water) h/t = 19.3, dapat mengurangai nilai hambatan sebesar 4.85%, trim sebesar 2.32% dan sinkage sebesar 0.40% yang terdapat pada Model 4 dibandingkan dengan Model 1 pada Froude Number (Fn = 0.24), sedangkan pada kondisi perairan medium (medium shallow water) h/t = 4.0, nilai hambatan, trim dan sinkage terkecil terjadi pada Kapal Perintis 750 DWT tanpa penggunaan Ulstein X-Bow pada Froude Number (Fn = 0.24).Kata kunci: Hambatan, Ulstein X-Bow, Kapal Perintis 750 DWT, Computational Fluid Dynamics ABSTRACTResistance is an important aspect that needs to be considered when designing a ship. One of the ways to reduce the resistance value is to modify the shape of the ship's bow using the Ulstein X-Bow. The main objective of this research is to find out the Effectiveness of using Ulstein X-Bow and to find the smallest resistance, trim and sinkage values using the CFD (Computational Fluid Dynamics) method with mesh overset techniques. The application of variations in Froude Number, Stem Angle, Flare Bow, and water conditions (deep water and medium shallow water) is done to get the most optimal design shape.The results of this study showed that in deep water conditions (h/t = 19.3), Perintis 750 DWT using Ulstein X-Bow can reduce the resistance value by 4.85%, trim by 2.32% and sinkage by 0.40% that can be found in model 4 compared to model 1 on Froude Number (Fn = 0.24). while in medium shallow water conditions h/t = 4.0, the smallest resistance, trim and sinkage values occur on the Perintis 750 DWT ship without using Ulstein X-Bow at Froude Number (Fn = 0.24).Keywords: Resistance, Ulstein X-Bow, Perintis 750 DWT Ship, Computational Fluid Dynamic
Modular Vertical Garden Sebagai Solusi Praktis Urban Gardening Institut Teknologi Nasional Muhammad Syafiqha Alfaatihah; Maharani Dian Permanasari; Alia Gita Sudrajat; Aniq Kurniatillah; Mirza Hasna Shavira; Diza Khadijah Afiff
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v5i3.207-217

Abstract

ABSTRAKPembangunan kota tanpa diimbangi dengan penyediaan lahan kosong untuk kawasan hijau dapat merusak lingkungan perkotaan. Menurunnya kualitas udara dan peningkatan polusi suara merupakan beberapa efek yang berdampak pada lingkungan hidup penduduk kota. Salah satu alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan vertical garden. Meningkatnya minat urban gardening, khususnya vertikultur, membuka peluang desain vertical garden yang dapat dengan mudah diterapkan di kawasan hunian. Untuk membantu meningkatkan hortikultur perkotaan, perlu dirancang vertical garden dengan mengedepankan ease of use. Penerapan sistem modular merupakan salah satu alternatif solusi untuk mencapai hal tersebut. Tujuan proyek desain ini adalah menghasilkan modular vertical garden system yang menawarkan ease of use untuk membantu penghijauan lingkungan perkotaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mendeskripsikan penerapan vertical garden sebagai alternatif penghijauan dalam mendukung smart environment. Proses desain menerapkan prinsip design thinking IDEO dengan melakukan identifikasi, pengumpulan dan analisis, brainstorming, pengembangan ide konkrit, dan proses implementasi.Kata kunci: urban gardening, vertical garden, pandemi, modular, ease of use ABSTRACTUrban development without a balance provision of vacant land for green areas can damage the urban environment. Declining air quality and increasing noise pollution are some of the effects that have an impact on the citizen environment. One alternative solution to overcome these problems is to apply a vertical garden. During the Covid-19 pandemic, the increasing interest in urban farming, especially verticulture, opened up opportunities for vertical garden designs that can be easily applied in residential areas. To help improve urban horticulture, it is necessary to design a vertical garden by prioritizing ease of use. The application of a modular system is an alternative solution to achieve this. The purpose of this design project is to produce a modular vertical garden system that offers ease of use to help urban greening. This study uses a qualitative method to describe how to apply a vertical garden as an alternative to greening to support a smart environment. The design process applies IDEO's design thinking principles by identifying, collecting and analyzing, brainstorming, developing concrete ideas, and implementing the process.Keywords: urban gardening, vertical garden, pandemic, modular, ease of use