cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 291 Documents
Analisis Dispersi Karbonmonoksida (CO) dari Transportasi di Jalan HR. Soebrantas Pekanbaru dengan Model Gaussian Line Source M. Iwan Fermi; Aryo Sasmita; Shinta Elystia; M. Hardi Alfarobi
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v5i3.218-227

Abstract

ABSTRAKJalan HR. Soebrantas diklasifikasikan sebagai jalan arteri yang difungsikan untuk aktifitas pelayanan jasa dan distribusi masyarakat didalam kota. Aktifitas kendaran dijalan ini akan mempengaruhi besarnya emisi gas pencemar udara yang dihasilkan dari kendaraan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengestimasi emisi karbon monoksida (CO) dan memetakan pola dispersinya dari kendaraan yang melintasi Jalan HR. Soebrantas. Metode yang digunakan yaitu mengukur konsentrasi CO, kecepatan dan arah angin, ketinggian knalpot, menghitung jumlah kendaraan (traffic counting) yang melintasi jalan HR. Soebrantas dan dimodelkan dengan Gaussian Line Source. Hasil penelitian ini menunjukkan konsentrasi CO dari jumlah kendaraan yang diprediksi dengan model Gaussian tertinggi pada hari Senin pukul 16.00-17.00 WIB dengan nilai 5,27x10-8 ppm di titik I dan terendah pada hari Minggu pukul 10.00-11.00 WIB dengan nilai 5,21x10-13 ppm di titik III. Berdasarkan pemetaan model Gaussian, konsentrasi CO tertinggi ditandai dengan area berwarna merah dengan jumlah kendaraan mencapai 10.911 unit/jam.Kata kunci: Kota Pekanbaru, Emisi Transportasi, Dispersi COABSTRACTHR. Soebrantas street is classified as a arterial road that used to service and public distribution activities in the city. Traffic activity at this street will affect the amount of gas pollutant emissions generated from the vehicles. The purpose of this study is to estimate the carbon monoxide (CO) emissions emitted from vehicles and mapping its distribution pattern of from the traffic counting of vehicle at HR. Soebrantas Street. The method used is measuring the concentration of CO, speed and wind directions, exhaust height, traffic counting at HR. Soebrantas Street and modelled by Gaussian Line Source. The results of this study show that the CO concentrations from traffic counting predicted by the Gaussian model is the highest on Monday at 04.00-05.00 P.M with value of 5,27x10-8 ppm at point I and the lowest is on Sunday at 10.00- 11.00 A.M with value of 5,21x10-13 ppm at the point III. Based on mapping from the Gaussian model, the highest CO concentrations is marked with red area with vehicle increasing until 10.911 units/hour.Keywords: Pekanbaru City, Transportation emission, CO dispersion
Tofu Wastewater Treatment by using Sequencing Batch Reactor (SBR) with Variation of Feeding Rates Herawati Budiastuti; Ririn Rismawati; Luthfiana Nurfauziah; Laily Isna Ramadhani; Emma Hermawati Muhari
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v5i3.197-206

Abstract

ABSTRAKLimbah cair tahu dari industri tahu di Kabupaten Bandung Barat memiliki kandungan senyawa organik yang tinggi. Salah satu sistem pengolahan air limbah yang dapat dilakukan secara efektif adalah Sequencing Batch Reactor (SBR). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peforma terbaik SBR dalam meningkatkan efisiensi pengolahan limbah cair tahu. Pada penelitian ini dilakukan pembibitan (seeding), aklimatisasi, dan sistem SBR dengan tahapan variasi kecepatan pengumpanan. Kecepatan pengumpanan SBR pada saat pembibitan (seeding), aklimatisasi, dan running 1 sebesar 200 ml/hari dan sebesar 400 ml/hari pada saat running 2. Hasil penelitian ini memperoleh penurunan konsentrasi COD terbaik dari 8.000 mg/L menjadi 96 mg/L diperoleh pada running 1 dan penurunan konsentrasi COD dari 8.000 mg/L menjadi 160 mg/L diperoleh pada running 2. Efisiensi tertinggi yang dihasilkan adalah 98,8% pada running 1 dan 98% pada running 2.Kata kunci : Limbah cair tahu, Sequencing Batch Reactor (SBR), Kecepatan Pengumpanan ABSTRACTTofu wastewater collected from the tofu industries in West Bandung Regency has a high organic content. One of the wastewater treatment systems that can be applied effectively is the Sequencing Batch Reactor (SBR) system. The purpose of this study was to find out the best performance of SBR in improving the efficiency of tofu wastewater treatment. This study conducted seeding, acclimatization, and SBR system that varied the feeding rates to find optimum value. The SBR feeding rate at the times of seeding, acclimatization, and running 1 amounted to 200 ml/day and amounted to 400 ml/day at the time of running 2. The results of this study were the best reduction in COD concentration from 8,000 mg/L to 96 mg/L obtained in the first running and reduction in COD concentration from 8,000 mg/L to 160 mg/L obtained in 2nd running. The highest efficiency produced was 98.8% on the first running 1 and 98% obtained from the 2nd running.Keywords: Tofu Wastewater, Sequencing Batch Reactor (SBR), Feeding Rates
Pengolahan Limbah Cair Lindi Menggunakan Multi Soil Layering (MSL) Bebasis Lumpur PDAM Wivina Diah Ivontianti; Eva Pramuni Oktaviani Sitanggang; Elly Sri Rezeki
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v5i3.228-237

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian pengolahan lindi dari TPA Rasau Jaya Kubu Raya Kalimantan Barat dengan Multi Soil Layering (MSL). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh waktu tinggal terhadap kinerja MSL berbasis lumpur PDAM dalam mengolah limbah cair lindi. Penelitian ini menggunakan reaktor MSL dengan dimensi 20 x 38 x 55 cm, lapisan aerob berupa zeolit berukuran 3–5 mm dan campuran lapisan anaerob yaitu lumpur PDAM dan arang. Berdasarkan hasil pengujian konsentrasi amonia, pH, TSS dan COD sebelum pengolahan dengan MSL adalah Amonia 88 mg/l, pH 7,7 mg/l, TSS 80 mg/l, dan COD 832 mg/l. Adapun hasil dari penelitian ini didapatkan waktu tinggal optimum yaitu selama 12 jam dengan efisensi penurunan untuk masing-masing parameter pencemar yaitu: Amonia 96,59%; pH 7,5; TSS 85%, dan COD 44,83%. Hasil ini menunjukkan bahwa reaktor mampu menurunkan amonia, pH, TSS, COD.Keywords: multi soil layering, lumpur PDAM, waktu tinggal, lindiABSTRACTResearch of leachate treatment was conducted from TPA Rasau Jaya Kubu Raya West Kalimantan with Multi Soil Layering (MSL) method. Result of this research is to determine the influence of detention time on the performance of MSL based PDAM mud. The MSL reactors have dimensions of 20 x 38 x 55 cm, consist of zeolite (3-5 mm) as aerobic layers and a mixture of of PDAM mud and charcoal as anaerobic layers. Based on the test results of ammonia concentration, pH, TSS and COD before treatment are Ammonia 88 mg/l, pH 7.7 mg/l, TSS 80 mg/l, and COD 832 mg/l. The results of this study obtained optimum detention time is 12 hours with efficiency of pollutant removal for each parameter are Ammonia 96,59%; pH 7,5; TSS 85%, and COD 44,83%. These result shows that the reactor capable to decrease pollutant parameter such as ammonia, pH, TSS, and COD.Keywords: multi soil layering, PDAM-sludge, detention time, leachate
Analisa Perubahan BOD, COD, dan TSS Limbah Cair Industri Tekstil Menggunakan Metode Elektrooksidasi-elektrokoagulasi Elektroda Fe-C dengan Sistem Semi Kontinyu Berliani Indah Yuniarti; Tri Widayatno
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v5i3.238-247

Abstract

ABSTRAKIndustri tekstil termasuk industri bahan pakaian dan batik. Dalam industri tekstil, bahan kimia dan air sangat penting untuk proses produksi. Elektrooksidasi dan elektrokoagulasi adalah metode yang sering digunakan dalam pengolahan limbah. Penelitian ini menggabungkan kedua metode untuk menentukan efektivitas pengurangan kandungan organik pada limbah cair batik. Kemudian proses pengolahan limbah dilakukan secara semi-kontinyu. Variasi yang digunakan untuk menentukan BOD, COD, dan TSS diantaranya tegangan (8, 12, 16, dan 20 volt) dan waktu untuk elektrooksidasi-elektrokoagulasi pada 15 dan 45 menit. Metode ini dapat menghasikan BOD dari 1479,9 mg/L menjadi 104,91 mg/L, dan COD dari 829,2 mg/L menjadi 212,29 mg/L, Sedangkan pada TSS nilai kandungan TSS lebih tinggi dari 3000 mg/L yaitu 9400 mg/L pada tegangan 8 volt dan waktu 15 menit, serta 23800 mg/L pada tegangan 8 volt dan waktu 45 menit. Berdasarkan penelitian ini, metode elektrooksidasi-elektrokoagulasi efisien untuk pengolahan limbah cair industri tekstil.Kata kunci: limbah cair batik, elektrooksidasi, elektrokoagulasi, semi-kontinyuABSTRACTTextile industry includes garment and batik industries. In the textile industry, chemical materials and water are crucial to the production process. This leads to generate a copious waste which requires further treatment. Electrooxidation and electrocoagulation methods are often used in waste treatment since they have a number of advantages. This research used both of these methods to determine the effectiveness of organic content reduction in batik wastewater. The wastewater treatment were treated semi-continuously. Variations used to determined BOD, COD, and TSS include voltage (8, 12, 16, and 20 volt) and time for electrooxidation-electrocoagulation at 15 and 45 minutes. The results show that the methods reduced BOD from 1479,9 mg/L to 104,91 mg/L, and COD from 829,2 mg/L to 212,29 mg/L, while in TSS the value of TSS content is higher than 3000 mg/L which is 9400 mg/L at a voltage of 8 volts and a period of 15 minutes, and 23800 mg/L at a voltage of 8 volts and a period of 45 minutes.. Based on this research, electrooxidation-electrocoagulation are relatively efficient for textile industry wastewater treatment.Keywords: batik wasewater, electroxidation, electrocoagulation, semi-continuous
Pengaruh Sistem Zonasi Sekolah Terhadap Kebutuhan Angkutan Sekolah Bagi Pelajar SMA Ratna Agustina; Yuda Pratama
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i1.22-33

Abstract

ABSTRAKAngkutan sekolah memegang peranan penting dalam sistem transportasi perkotaan. Pemerintah Kota Bandung menyediakan fasilitas bus sekolah sebagai moda angkutan bagi pelajar. Mulai tahun ajaran 2017/2018 diberlakukan sistem zonasi sekolah untuk tingkat SMA Negeri dengan memprioritaskan pelajar yang memiliki jarak tempat tinggal dengan sekolah dalam radius 2 km sedangkan untuk tingkat SMK Negeri tidak memberlakukan sistem zonasi sekolah. Oleh karena itu perlu dilakukan identifikasi pengaruh sistem zonasi sekolah terhadap kebutuhan angkutan sekolah bagi pelajar SMA yang memberlakukan zonasi sekolah dan pelajar SMK yang tidak memberlakukan zonasi sekolah. Pengumpulan data pada penelitian ini diperoleh melalui observasi dan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dan crosstabs. Berdasarkan hasil penelitian terdapat pengaruh sistem zonasi sekolah yang membuat kebutuhan angkutan sekolah menjadi berkurang yang dimana SMA Negeri yang memberlakukan sistem zonasi sekolah didominasi oleh pelajar SMA yang tidak membutuhkan bus sekolah sedangkan SMK Negeri yang tidak memberlakukan sistem zonasi sekolah didominasi oleh pelajar SMK yang membutuhkan bus sekolah.ABSTRACTScholl Transportation plays an important role in the urban transport system. The Bandung City Government provides school bus facilities as a mode of transportation for students. Starting from the 2017/2018 academic year, a school enrollment zoning system is implemented for high school level by prioritizing students who have a distance of residence from school within a radius of 2 km while for the State vocational high school level, the school zoning system does not apply. Therefore, it is necessary to identify the influence of the school zoning system on transportation needs for high school students who apply school zoning and vocational high school students who do not apply school zoning. Data collection in this study was obtained by observation and questionnaire. The analytical method used is descriptive case study and crosstabs. The results of this study show that there is an influence of the school zoning system that reduce the need for school bus which is where the senior high school that do apply a school zoning system are dominated by senior high school students who don’t need a school bus while vocational high school that do not apply a school zoning system are dominated by vocational high school students who need a school bus.
Prediksi Perubahan Kawasan Hutan Mangrove Menggunakan Model Cellular Automata Markov pada Citra Penginderaan Jauh Landsat (Studi Kasus: Kawasan Resort Bama, Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur) Soni Darmawan; Aprilia Claudia; Anggun Tridawati
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i1.57-72

Abstract

ABSTRACTTaman Nasional Baluran merupakan taman konservasi yang mengalami degradasi mangrove. Upaya restorasi mangrove perlu dilakukan untuk mendukung Peraturan Daerah pada Kabupaten Situbondo No 6 tahun 2014. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung luasan perubahan kawasan hutan mangrove setiap tahun dan pada tahun prediksi. Penelitian ini menggunakan model terintegrasi Markov Chain danCellular Automata untuk menyimulasikan perubahan penggunaan lahan periode 2000 dan 2020 dan memprediksi penggunaan lahan mangrove periode 2030. Teknologi penginderaan jauh digunakan untuk menganalis penggunaan lahan melalui citra satelit Landsat (tahun 2000, 2010, dan 2020). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penutupan lahan mangrove mengalami penurunan sebesar 0,5% pada tahun 2000 – 2010 dan mengalami peningkatan sebesar 3,5% pada tahun 2010-2020. Luasan mangrove terus mengalami peningkatan pada tahun 2020 – 2030 yaitu sebesar 9,3% atau 122 Ha. Penerapan model CA-Markov dalam memprediksi penutupan lahan menunjukan nilai kstandard 0,8 yang dapat diartikan bahwa pemodelan dapat diterima secara ilmiah. ABSTRAKTaman Nasional Baluran is a conservation park that is experiencing mangrove degradation. Mangrove restoration efforts need to be carried out to support the Regional Regulation of Situbondo Regency No. 6 of 2014. This study aims to calculate the extent of changes in mangrove forest areas every year and in the predicted year. This study used an integrated Markov Chain and Cellular Automata model to simulate land use change for the period 2000 and 2020 and predict mangrove land use for the period 2030. Remote sensing technology was used to analyze land use through Landsat satellite imagery (2000, 2010, and 2020). The results showed that mangrove land cover decreased by 0.5% in 2000 – 2010 and increased by 3.5% in 2010 – 2020. Mangrove area continues to increase in 2020 – 2030, which is 9.3% or 122 Ha. The application of the CA-Markov model to predict land cover shows a standard value of 0.8 which means that the modeling is scientifically accepted.
Analisa dan Business Process Redesign Divisi Pemasaran Maskapai Penerbangan XYZ R Budiraharjo; Shahnaz Alifia Mohamad; Anisa Nur Rahma; Fakhri Mochamad Azhar; Aldira Fitri Haniifah; Rini Rindiyani
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i1.1-10

Abstract

ABSTRAKAktivitas layanan maskapai penerbangan setiap tahun semakin menarik perhatian masyarakat. Persaingan ketat untuk memberikan layanan terbaik dan harga terjangkau malalui berbagai promosi ditawarkan oleh berbagai maskapai penerbangan. Proses bisnis pemasaran yang dilakukan dengan baik tentu saja akan berdampak besar pada daya saing sebuah maskapai penerbangan. Proses bisnis pemasaran pada maskapai penerbangan XYZ masih belum sepnuhnya efisien dan belum mengimplementasikan teknologi terbaru. Hal ini berdampak terhadap daya saing maskapi penerbangan XYZ dalam menarik calon pelanggan. Penelitian ini melakukan analisa dan rancang ulang proses bisnis pada divisi pemasaran maskapai penerbangan XYZ untuk memperbaiki kinerja, efisiensi, efektivitas dan kemampuan dalam beradaptasi terhadap perubahan dengan menggunakan pendekatan Business Process Redesign (BPR). Penelitian ini menggunakan notasi Business Process Model and Notation (BPMN) dalam menganalisa dan merancang ulang proses bisnis divisi pemasaran maskapai penerbangan XYZ.ABSTRACTAirline service activities are increasingly attracting public attention year after year. Fierce competition to provide the best services and affordable prices is undertaken by airlines through various promotions. A proper marketing business process will have a significant impact on the competitiveness of an airline. The marketing business process at XYZ airline is still not fully efficient and has not implemented the latest technology. This has an impact on the competitiveness of airline XYZ in attracting prospective customers. This study analyzes and redesigns the process business of the marketing division of XYZ airline to improve its performance by increasing efficiency, effectiveness and its adaptability to changes by using Business Process Redesign (BPR) approach. This study uses the Business Process Model and Notation (BPMN) in analyzing and redesigning the business process of the XYZ airline marketing division.
Penerapan Konsep Kota Cerdas di SWK Ujungberung, Kota Bandung Marisa Latifah Alamsyah
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i1.73-84

Abstract

ABSTRAKSWK Ujungberung memiliki visi pembangunan sundapolis yang hal ini merupakan sebuah upaya dari pelesatarian budaya lokal dalam mengembangkan sebuah kawasan. Namun saat ini, menjadi sebuah tantangan dalam mempertahankan SWK Ujungberung untuk menjalankan fungsi kawasan sundapolis jika melihat perkembangan pada era smart city. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sinergi hubungan budaya dan konsep smart city di SWK Ujungberung yang memiliki tema sundapolis. Penelitian ini menggunakan metode SWOT, lalu disandingkan dengan konsep di luar negeri sebagai preseden dari strategi penanganan permasalahan dan persoalan yang ada. Memiliki pertumbuhan permukiman yang mempengaruhi SDM juga semakin berpotensi untuk dapat mempertahankan kawasan desa wisata budaya dan tematik sundapolis yang ada, tetapi dapat menjadikan persoalan dikarenakan dibutuhkannya RTH yang cukup untuk mengatasi hal tersebut. Penerapan ''Low Traffic Neighbourhoods'' dengan membatasi volume lalu lintas motor di jalan perumahan menggunakan pada SWK Ujungberung, akan membuat jalan di mana pejalan kaki dapat menggunakan lebih banyak jalur lalu lintas.ABSTRACTSWK Ujungberung has a vision of Sundapolis development which is an effort of preserving local culture in developing an area. But now, it is a challenge to maintain the Ujungberung SWK to carry out the functions of the Sundapolis area if you look at the developments in the smart city era. The purpose of this study was to determine the synergy of cultural relations and the concept of a smart city at SWK Ujungberung which has a Sundapolis theme. This study uses the SWOT method, then juxtaposed with the concept abroad as a precedent for the strategy for dealing with existing problems and problems. Having settlement growth that affects human resources also has the potential to be able to maintain the existing Sundapolis cultural and thematic tourism village area, but can cause problems because sufficient green space is needed to overcome this. The implementation of ''Low Traffic Neighborhoods'' by limiting the volume of motor traffic on residential roads using the Ujungberung SWK, will create roads where pedestrians can use more traffic lanes.
Urea-Formaldehid Konsentrat Sebagai Bahan Baku Resin Urea-Formaldehid Dila Athariqa; Selvi Mayangsari Oktapia; Dicky Dermawan
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i1.11-21

Abstract

ABSTRAKPanel kayu merupakan produk yang terbuat dari bahan kayu yang direkatkan dengan menggunakan resin, bahan perekat yang digunakan dalam produksi kayu lapis merupakan resin urea-formaldehid (UF). Resin UF adalah resin thermosetting yang terbuat dari urea dan formaldehid yang akan mengeras jika dipanaskan dan dapat dicetak ulang. Pada penelitian ini, pembuatan resin UF menggunakan bahan baku dari Urea Formaldehyde Concentrate (UFC). Tujuan dari penelitian ini mempelajari pengaruh perubahan sifat dan kinerja resin UF dari UFC, pengaruh rasio molar pada tahap metilolasi dan kondensasi, dan menguji efektivitas resin UF melalui aplikasi pembuatan panel kayu dengan cara menguji Internal Bonding (IB) Strength dan emisi formaldehid. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka didapatkan bahwa pembuatan resin UF dengan bahan baku UFC memiliki gel time yang lebih panjang sehingga menurunkan IB Strength, dan free formaldehyde yang rendah sehingga emisi formaldehid akan menurun dibandingkan dengan nilai IB Strength maupun emisi formaldehid dari resin UF dari urea dan formaldehid.ABSTRACTWood panel are a product made of a wood inggriidients glued together by using resin. The main adhesive used in plywood production is urea-formaldehyde resin (UF). UF resin is a thermosetting resin made from urea and formaldehyde, where this resin to be hardened if heated and reprinted. The purpose of this research is affects changes in properties and performance from UF resin made from UFC, effects of molar ratio at the metylolation and condentation stage, and tests the effectiveness of UF resin with a wooden paneling application by testing Internal Bonding (IB) Strength, and formaldehyde emission. According to this research it has been obtained that UF resin with UFC material has a lengthly gel time therefor lower IB Strength value, and low free formaldehyde so that formaldehyde emission will decreased when compared with IB Strength value as well as formaldehyde emissions from UF resin with urea and formaldehyde materials.
Adsorpsi Gas H2S dengan Karbon Aktif dari Tempurung Buah Nipah Teraktivasi Natrium Hidroksida Dhau Aprilia Hakim; Theresia Evila Purwanti Sri Rahayu; Ayu - Pramita; Devi Fitriana
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i1.85-95

Abstract

ABSTRAK Industri pengolahan ikan memegang peranan penting dalam perekonomian Cilacap namun disisi lain industri ini juga menyumbangkan dampak negatif terhadap kualitas udara lingkungan karena menghasilkan bau yang mengganggu. Bau tersebut berasal dari limbah atau sisa pengolahan ikan yang tidak dikelola dengan baik. Salah satu gas penyebab bau tersebut adalah gas hidrogen sulfida (H2S) yang dihasilkan dari proses penguraian protein didalam limbah ikan. Limbah ikan yang dibuang begitu saja dapat menjadikan bibit penyakit bagi masyarakat yang disebabkan dari gas H2S karena terjadi proses penguraian protein didalam limbah ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan karbon aktif dari tempurung nipah dalam menjerap gas H2S yang terkandung dalam limbah ikan dalam besaran penurunan konsentrasi H2S ????Δ???????? dan dengan variabel berupa jumlah adsorben 20, 30, dan 40 gram. Gas H2S dari limbah ikan diadsorpsi menggunakan karbon aktif dari tempurung buah nipah teraktivasi NaOH dalam suatu rangkaian alat adsorpsi dengan kolom berisi karbon aktif dan dilengkapi dengan kolom larutan penjerap gas limbah ikan yakni larutan kadmium asetat di bagian sebelum dam setelah kolom adsorpsi. Penentuan konsentrasi gas H2S yang terjerap dalam karbon aktif dilakukan dengan metode titrimetri yakni titrasi iodometri pada larutan kadmium asetat. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar H2S pada limbah ikan dengan jumlah adsorben 20, 30, dan 40 gram masing-masing adalah 33,497 ppm (71,15%), 33,452 ppm (71,05%), dan 34,381 ppm (73,03%). ABSTRACTThe fish processing industry plays an important role in the Cilacap economy, but on the other hand this also contributes negatively to environmental air quality because it produces a disturbing odor. The smell comes from waste or fish processing residue that is not managed properly. One of the gases that causes the odor is hydrogen sulfide (H2S) gas which is produced from protein decomposition process in fish waste. Fish waste that is thrown away can cause disease for the community caused by H2S gas because there is a process of protein decomposition in fish waste. This study aims to test the ability of activated carbon from nipah shells to absorb H2S gas contained in fish waste in the parameter amount of decreasing H2S concentration (ΔC) and with variables amount of adsorbent which are 20, 30, and 40 grams. H2S gas from fish waste is adsorbed using activated carbon from NaOH activated nipah shell in a series of adsorption devices with a column containing activated carbon and equipped with a column of fish waste gas absorbing solution, namely cadmium acetate solution in the section before and after the adsorption column. Determination of the concentration of H2S gas adsorbed in activated carbon was by the titrimetric method, namely iodometric titration in cadmium acetate solution. The results showed a decrease in H2S levels in fish waste with adsorbents of 20, 30, and 40 grams respectively 33,497 ppm (71.15%), 33,452 ppm (71.05%), and 34.381 ppm (73.03%) .