cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
Usulan Strategi Mitigasi Risiko Aktivitas Proses Bisnis Dengan Menggunakan Metode House of Risk Di PT. Coppal Ayu Zeka Ginianti; Hendang Setyo Rukmi
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i1.34-44

Abstract

ABSTRAKPT. Coppal merupakan perusahaan yang bergerak di bidang moulding, jig and fixture, general component dan die casting. PT. Coppal dalam menjalankan aktivitas proses bisnisnya berpotensi menimbulkan berbagai risiko yang berbeda jenis, dampak, dan frekuensinya. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi risiko dan memberikan usulan strategi mitigasi untuk risiko yang menjadi prioritas dengan menggunakan metode Supply Chain Operations Reference (SCOR) dan House of Risk (HOR) untuk meminimasi dampak yang dapat merugikan perusahaan. Hasil yang diperoleh untuk HOR Fase I proses plan sebanyak 27 risk agent, proses source 24 risk agent, proses make 45 risk agent, proses deliver 21 risk agent, dan proses return 14 risk agent. Sedangkan hasil yang diperoleh untuk HOR Fase II proses plan sebanyak 7 usulan, proses source 10 usulan, proses make 14 usulan, proses deliver 7 usulan, dan proses return 9 usulan.ABSTRACTPT. Coppal is a company engaged in molding, jig and fixture, general component and die casting. PT. Coppal in carrying out its business process activities has the potential to pose various risks of different types, impacts, and frequencies. This research was conducted to identify risks and propose mitigation strategies for priority risks using the Supply Chain Operations Reference (SCOR) and House of Risk (HOR) methods to minimize the impact that could harm the company. The results obtained for HOR Phase I are 27 risk agents in the plan process, 24 risk agents source processes, 45 risk agents make processes, 21 risk agents deliver processes, and 14 risk agents return processes. While the results obtained for HOR Phase II are 7 proposed, source process 10 proposed, process make 14 proposed, process deliver 7 proposed, and process return 9 proposed.
Kajian Beban Pencemar dan Daya Tampung Beban Pencemar Air di Daerah Aliran Sungai Siak Monalisa Hasibuan; Kori Cahyono; Saberina Hasibuan
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i1.45-56

Abstract

ABSTRAKSungai merupakan sumber air alami yang sangat bermanfaat bagi manusia untuk pertanian, perikanan, sumber tenaga listrik, industri navigasi, air minum. Daerah Aliran Sungai (DAS) Siak di Provinsi Riau terbentang dari hulu melintasi wilayah administrasi Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kampar, bagian tengah Kota Pekanbaru sampai ke hilir Kabupaten Siak. Permasalahan klasik di DAS Siak, peningkatan beban pencemaran perairan diakibatkan oleh pertumbuhan penduduk dan industri. Tujuan penelitian adalah menganalisa data Pemantauan Kualitas Air (PKA) Sungai Siak tahun 2016-2020, memperoleh hasil Perhitungan Indeks Pencemar dan Beban Pencemar untuk memperoleh informasi kualitas air di DAS Siak. Hasil penelitian kualitas air lokasi PKA DAS Siak adalah tercemar ringan kelas 2 dengan parameter yang mendominasi adalah BOD, Fecal Coliform dan Total Coliform. Beban pencemar dan daya tampung beban pencemar berdasarkan indeks maksimum pada musim kemarau dan musim hujan, parameter BOD dan Total Coliform yang melampaui daya tampung BM BOD dan Total Coliform. ABSTRACTRivers are the natural sources of water that are very useful for humans for agriculture, fisheries, sources of electricity, navigation industry, drinking water. The siak watershed (DAS) in Riau Province stretches from upstream across the administrative area of Rokan Hulu regency, Kampar regency, the central part of Pekanbaru city to the downstream of Siak regency. The classic problem in the Siak watershed is an increase in the burden of water pollution which is basically caused by population, and industrial growth. The purpose of the study was to analyze the water quality monitoring (PKA) data for the siak river in 2016-2020 to obtain the results of the calculation of the pollutant index, and pollutant load so as to obtain information on water quality in the siak watershed. The result of the research is that the water quality of the Siak watershed PKA location is lightly polluted class 2 with the dominant parameters being BOD, Fecal Coliform, and Total Coliform. Pollutant load, and pollutant load capacity based on the maximum index in the dry season, and rainy season, there are BOD and Total Coliform parameters that exceed the BM BOD and Total Coliform capacity.
Perbandingan Koefisien Kekuatan Relatif dan Umur Rencana Perkerasan Jalan Lapis Aus (AC-WC) menggunakan BNA Blend 75/25 dan Aspal Pen 60/70 Barkah Wahyu Widianto
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v1i1.1330

Abstract

ABSTRAKBNA Blend 75/25 merupakan jenis aspal modifikasi baru di Indonesia. Sampai saat ini, penggunaan BNA tersebut belum banyak dilaksanakan pada pekerjaan jalan di Indonesia. Jalan Alternatif Nagreg Jawa Barat merupakan proyek pertama jalan nasional yang menggunakan BNA Blend pada lapisan perkerasannya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja perkerasan jalan menggunakan BNA Blend 75/25 dengan Aspal Konvensional (Pen 60/70) dari aspek koefisien kekuatan relatif (????) campuran beraspal dan Umur Rencana berdasarkan analisis struktur perkerasan Metode Bina Marga. Uji laboratorium dilakukan untuk mengetahui karakteristik aspal, agregat dan campuran beraspal dengan keluaran berupa nilai Modulus Resillient yang selanjutnya digunakan untuk mendapatkan nilai a dan Umur Rencana. Perkerasan jalan yang menggunakan BNA Blend 75/25 menghasilkan nilai ???? 3,7 % lebih besar dan Umur Rencana 1 tahun lebih lama dibandingkan dengan aspal Pen 60/70.Kata kunci: koefisien kekuatan relatif, Umur Rencana, BNA Blend 75/25.  ABSTRACTBNA Blend 75/25 is a new type of asphalt modification in Indonesia. Until recently, the use of BNA Blend 75/25 has not been widely implemented on road construction in Indonesia. Alternatif Road, Nagreg - West Java was the first national road project which applied the BNA Blend to the pavement layer. This research aimed to compare the performance of pavement using the BNA Blend 75/25 to the conventional asphalt (Pen 60/70). Coefficient of relative strength (????), and design life were generated as a result of pavement structural analysis based on Bina Marga method. For this purpose, laboratory tests were conducted to determine the characteristics of aggregates, both types of asphalts and asphalt mixtures with the output of resillient modulus value. Furthermore, the modulus value was used to calculate the a-value and design life of each type of asphalt. Pavement with BNA blend produced a-value and design life 3.7% higher, and one-year longer than pavement with asphalt Pen 60/70, respectively.Keywords: coefficient of relative strength, design life, BNA Blend 75/25
Kajian Kinerja Struktur Gedung Simetris Menggunakan Peredam Tipe Fluid Viscous Damper Nur Laeli Hajati; Ardita Narabuana Hanif
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v2i2.2391

Abstract

ABSTRAKDesain struktur gedung harus memenuhi 3 (tiga) aspek utama; yaitu: kekuatan, kekakuan, dan daktilitas. Salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja struktur gedung dalam kondisi pembebanan dinamis (beban gempa, beban angin, beban getaran mesin) adalah meredam getaran dengan memasang sistem kontrol pasif berupa fluid viscous damper (FVD). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan pola penempatan FVD pada struktur gedung bertingkat beton bertulang tipe SPRMK menggunakan jenis FVD yang sama dengan mencermati kinerja struktur meliputi aspek waktu getar struktur, gaya geser dasar, simpangan antar tingkat, serta tingkat kinerja struktur. Analisis struktur dilakukan sampai tahap analisis beban dorong dengan bantuan perangkat lunak ETABS v.2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pola-4 dengan formasi FVD berada pada seluruh area bentang tengah portal interior pada potongan melintang dan pada seluruh area bentang tengah 2 portal interior pada potongan memanjang memberikan kinerja struktur yang semakin baik berdasarkan aspek waktu getar struktur, gaya geser dasar, simpangan antar tingkat, daktilitas, tingkat kinerja struktur, dan daktilitas,Kata kunci: fluid viscous damper, waktu getar struktur, simpangan antar tingkat, tingkat kinerja struktur, daktilitas.ABSTRACTThe structure design must fulfil 3 main aspects, there are: strength, stiffness, and ductility. One of effort to increase performance of structure in dynamic’s load (earthquake force, wind force, vibration machine) is to damp vibration by installing passive control system in form fluid viscous damper (FVD). The purpose of this study to determine effectiveness of FVD placement pattern on SPRMK concrete building stucture using the same type of FVD by observing the performance of structures covering aspects of period of structure, base shear, drift, and level performance of the structure. Structural analysis is carried out to stage push-over analysis with software ETABS v.2016. The result of this reserch is Pola-4 with FVD formation is located in the entire middle span of the interior portal on the cross section and the entire middle span of the interior portal on the longitudinal section give structural performance better assessed by aspects of the period of structure, base shear, drift, level performance of the structure, and ductility.Keywords: fluid viscous damper, period, drift, level of performance structure, ductility.
Pengaruh Rasio Penambahan Air Terhadap Produksi Biogas dari Sampah Kampus Bina Widya Universitas Riau dengan Metode Wet Anaerobic Digestion Aryo Sasmita; Shinta Elystia; Robi Mulyadi
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i2.117-126

Abstract

ABSTRAKSampah yang dihasilkan dari kegiatan kampus setiap harinya di Universitas Riau memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai energi alternatif berupa biogas. Beberapa penelitian sebelumnya belum menganalisis variasi rasio penambahan air untuk melihat pengaruhnya terhadap produksi biogas. Tujuan penelitian ini mengetahui bagaimana potensi produksi biogas dari sampah Kampus Bina Widya Universitas Riau dan pengaruh variasi rasio penambahan air terhadap produksi biogas yang dihasilkan menggunakan metode wet biodigester anaerob. Pada penelitian ini dilakukan variasi rasio penambahan air 50%, 100%, dan 150% terhadap sampah masukan (w/w). Penelitian ini menggunakan Reaktor berukuran 60 L, volume sampah organik sebesar 5 Kg, Penambahan mikroba EM4 sebesar 9% dengan waktu tinggal reaktir selama 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan produksi volume biogas terbesar terdapat dalam perlakuan A2 yaitu campuran sampah organik kampus dan air (100% : 100%) sebesar 14 ml dan produksi biogas per hari tertinggi terdapat pada perlakuan A2 campuran sampah: air (150% : 100%) dan A3 campuran sampah dan air (100%:150%) yaitu sebesar 1,5 ml/hari. Produksi biogas sangat dipengaruhi oleh konsentrasi substrat yaitu campuran sampah organik dan air. Di mana konsentrasi rasio yang seimbang akan menghasilkan biogas yang lebih banyak.ABSTRACTWaste generated from campus activities every day at Riau University has the potential to be used as alternative energy in the form of biogas. Several previous studies have not analyzed variations in the ratio of addition of water to see its effect on biogas production. The purpose of this study was to analysed the potential for biogas production from the Binawidya Campus waste, Riau University and the effect of the ratio of addicted of water to the production of biogas produced using the anaerobic wet biodigester method. In this study, variations in the ratio of the addition of water to 50%, 100%, and 150% of the input waste (w/w). This study used a reactor measuring 60 liter, the volume of organic waste was 5 Kg, the addition of EM4 microbes was 9% with a reactor residence time of 28 days. This research showed that the largest biogas production volume was found in treatment A2, namely a mixture of campus organic waste and water (100%: 100%) of 14 ml and the highest biogas production per day was found in treatment A2, a mixture of waste: water (150%: 100%) and A3. a mixture of waste and water (100%:150%) which is 1.5 ml/day. Biogas production is strongly influenced by the substrate concentration, namely a mixture of organic waste and water. Where a balanced concentration ratio will produce more biogas.
KAJIAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN LINGKUNGAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KECAMATAN SUNGAI RAYA Robby Irsan; S B Soeryamssoeka
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i2.176-185

Abstract

ABSTRAKPeran ruang terbuka hijau saat ini kurang optimal karena dianggap hanya sebagai pelengkap ruang kosong. Proporsi ruang terbuka hijau patut diperhitungkan karena perannya sebagai pembentuk dan keseimbangan struktur daerah. Menurut UUD No. 26 Tahun 2007 secara khusus mengamanatkan perlunya penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau dengan proporsi luasnya ditetapkan paling sedikit 30 % dari luas wilayah suatu daerah. Adapun permasalahan yang terjadi menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kubu Raya pada tahun 2019 luasan ruang terbuka hijau di Kubu Raya belum mencapai 10% dari total luas wilayah. Berdasarkan proyeksi dari tahun 2015 – 2020 Kecamatan Sungai Raya tidak bisa menunjang kebutuhan daya dukung lingkungan (oksigen) karena ketersediaan RTH Publik tidak dapat diimbangi dengan kebutuhan laju pertumbuhan penduduk, kendaraan bermotor, kebun sawit, dan permukiman. Kecenderungan menurunnya kualitas dan kuantitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) mengharuskan tata ulang dan penghitungan ulang terhadap luasan RTH.ABSTRACTThe role of green open space is currently less than optimal, the proportion of green open space should be taken into account because of it’s role in shaping and balancing the regional structure. According to the UUD No. 26 Tahun 2007 specifically mandates the need for the utilization of green open space, the proportion of which is set at least 30% of the total area. problems in 2019 the area of Green Open Space in Kubu Raya has not reached 10% of the total area, based on projections from 2015 – 2020 Kecamatan Sungai Raya cannot support the needs of environmental carrying capacity (oxygen) because the availability of public green open space cannot be matched with the need for population growth, motorized vehicles, oil palm plantations, and settlements. The tendency to decrease the quality and quantity of Green Open Space (RTH) requires a reorganization and recalculation of the area of green open space.
Alat Bantu Koordinasi Jarak Dan Posisi Disabilitas Netra Berbasis Radio Frekuensi Menggunakan Haversine-Bearing Tata Supriyadi; Budi Setiadi; Sarjono Wahyu Jadmiko; Sudrajat Sudrajat; T B Utomo; Luthfi Nur Fadhillah; Moch Firdan Fescara
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i2.141-153

Abstract

ABSTRAKAplikasi talkback pada gawai android mengharuskan tersedia pulsa atau data internet serta penggunaan tongkat konvensional tidak dapat berkomunkasi antar sesama pengguna disabilitas netra. Penelitian ini membuat alat bantu komunikasi antar disabilitas dengan luaran informasi jarak dan posisi sudut. Setiap alat bantu menghasilkan koordinat titik latitude longitude dari Global Positioning System (GPS). Data koordinat titik antar alat bantu saling dikirim menggunakan radio frekuensi Long Range (LoRa). Kedua koordinat titik diolah menggunakan algoritma Haversine untuk menghasilkan jarak. Sedangkan algoritma Bearing digunakan untuk menghasilkan posisi sudut dengan referensi utara dari sensor kompas. Rata-rata kesalahan jarak tanpa halangan 2,41 m, dengan halangan 4,78 m, pada Received Signal Strength Indicator (RSSI) -107,55 dBm. Kesalahan sudut tanpa halangan 14,52⁰ , dengan halangan 24,51⁰ pada RSSI -102,1 dBm. ABSTRACTThe talkback application on android devices requires that credit or internet data be available and the use of conventional sticks cannot communicate between users with visual impairments. This study makes communication aids between disabilities with the output of distance and angle position information. Each tool generates latitude longitude coordinates from the Global Positioning System (GPS). The coordinates of the points between the tools are sent to each other using Long Range (LoRa) radio frequencies. Both point coordinates are processed using the Haversine algorithm to produce distances. While the Bearing algorithm is used to generate an angular position with a north reference from the compass sensor. The average distance error without an obstacle 2.41 m, with obstacle is 4.78 m on the Received Signal Strength Indicator (RSSI) -107.55 dBm. Angle error without an obstacle 14.52⁰ , with obstacle is 24.51⁰, on RSSI -102.1 dBm.
Analisis ELCB Sebagai Proteksi Tegangan Sentuh pada Pembumian Sistem TT Sunarto Sunarto; Yudi Prana Hikmat; Sudrajat Sudrajat
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i2.154-164

Abstract

ABSTRAKBahaya tegangan sentuh bisa terjadi apabila manusia menyentuh bagian yang bertegangan secara langsung maupun tidak langsung. Sentuhan langsung terjadi apabila manusia menyentuh secara langsung bagian aktif, sedangkan sentuhan tidak langsung bisa terjadi bila manusia menyentuh bagian konduktif terbuka (BKT) dari peralatan yang bertegangan karena adanya arus bocor. Manusia tentunya tidak tahu bahwa bagian aktif maupun BKT dari peralatan tersebut bertegangan dan manusia menyentuh bagian tersebut secara sengaja maupun tidak sengaja. Oleh karena itu perlu adanya proteksi terhadap tegangan sentuh langsung dan tidak langsung. Proteksi yang biasa digunakan pada instalasi listrik adalah ELCB dengan rating arus 30 mA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa proteksi tegangan sentuh langsung dan tidak langsung menggunakan ELCB pada pembumian sistem TT (Terre-Terre) dimana pembumian titik netral trafo dan pembumian peralatan dipasang secara terpisah. Penelitian ini bisa membuktikan bahwa ELCB bisa digunakan sebagai tegangan sentuh langsung dan tidak langsung denga waktu kerja instanataneous.ABSTRACTDangers of touch voltage can occur if humans touch the live parts directly or indirectly. Direct touch occur when humans touch the active part directly, while indirect touch can occur when humans touch the bare conductive part (BKT) of the equipment with voltage due to leakage current. Humans certainly don't know that the active or BKT of the equipment are live and than humans touch these parts intentionally or unintentionally. Therefore, there is a need for protection against direct and indirect touch voltages. The armature commonly used in electrical installations is an ELCB with a current rating of 30 mA. This study aims to analyze direct and indirect touch voltage protection using ELCB on TT (Terre-Terre) sistem earthing where the transformer neutral point grounding and equipment grounding are Installed separately. This research can prove that ELCB can utilized as direct and indirect touch voltage with instantaneous working time.
Identifikasi Kemajuan Penerapan Konsep Kota Cerdas di Kota Yogyakarta Valendya Rilansari; Canggah Abiyyu Ali'in Saputri; Ali'in Saputri
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i2.127-140

Abstract

ABSTRAKKonsep kota cerdas yang populer di dunia dalam beberapa tahun terakhir telah menjadikan banyak kota lebih efektif dan efisien dalam tata kelolanya. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) melekat dalam proses pengembangannya dengan berbagai macam otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI) yang membantu keberjalanannya. Hal tersebut tentu baik bagi kota jika penerapannya dapat berhasil mencapai tujuan. Berdasarkan pernyataan tersebut maka penelitian ini melakukan identifikasi kemajuan penerapan kota cerdas pada salah satu kota di Indonesia yaitu Kota Yogyakarta yang juga sudah menerapkan konsep kota cerdas sejak tahun 2018 dan masih kental dengan budayanya sehingga tidak melupakan kearifan lokal yang juga penting dipertahankan. Penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi kemajuan penerapan kota cerdas di Kota Yogyakarta yang selanjutnya dibandingkan pada salah satu kota cerdas terbaik pada aspek manajemen dan kebencanaan di dunia yaitu Kota Matsuyama menggunakan analisis gap. Kemudian pada akhir penelitian, diberikan rekomendasi berdasarkan hasil analisis gap berupa rencana pengembangan untuk mengoptimalkan penerapan konsep kota cerdas di Kota Yogyakarta. ABSTRACTThe smart city concept that is popular in the world in recent years has made many cities more effective and efficient in their management. The use of information and communication technology (ICT) is inherent in the development process with various kinds of automation and artificial intelligence (AI) that help it run. It is certainly good for the city if its implementation can successfully achieve the goal. Based on this statement, this study identifies the progress of implementing smart cities in one of the cities in Indonesia, namely the City of Yogyakarta, which has also implemented the smart city concept since 2018 and is still thick with culture so that it does not forget local wisdom which is also important to maintain. This research was conducted by identifying the progress of implementing a smart city in Yogyakarta City which was then compared to one of the best smart cities in terms of management and disaster aspects in the world, namely Matsuyama City using gap analysis. Then at the end of the stud, recommendations are given based on the results of the gap analysis in the form of a development plan to optimize the application of the smart city concept in the city of Yogyakarta.
Penentuan Rute Evakuasi Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Sleman Menuju UGD Terdekat Indrianawati Indrianawati; Isnaini Dewi Romadani
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i2.165-175

Abstract

ABSTRAKAngka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Sleman pada tahun 2018 berjumlah 1.646 kejadian kecelakaan dan di tahun 2019 mengalami penurunan menjadi 1.493 kejadian, namun angka kecelakaan lalu lintas tersebut masih cukup tinggi. Diperlukan upaya untuk menyelamatkan nyawa dan pencegahan kecacatan dari korban kecelakaan lalu lintas ini, yaitu dengan penentuan rute evakuasi korban kecelakaan lalu lintas menuju UGD terdekat menggunakan Sistem Informasi Geografis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memberikan rekomendasi rute evakuasi korban kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sleman menuju UGD terdekat. Network Analyst–Closest Facility adalah metode yang digunakan untuk penentuan rute evakuasi korban kecelakaan dengan impedance berupa waktu, event berupa titik kejadian kecelakaan, dan stop berupa fasilitas kesehatan (UGD 24 jam). Hasil analisis menunjukkan terdapat 9 rute evakuasi korban kecelakaan lalu lintas dari 10 lokasi kecelakaan menuju UGD terdekat di Kabupaten Sleman dan 1 rute evakuasi menuju UGD terdekat di sekitar Kabupaten Sleman. Lokasi 1 direkomendasikan menuju ke RSUD Sleman, lokasi 2 dan lokasi 3 menuju RSKB Sinduadi, lokasi 4 menuju RS JIH, lokasi 5 menuju RS Queen Latifa, lokasi 6 menuju RS Panti Rini, lokasi 7 menuju RSPAU dr. Suradji Hardjolukito (Kabupaten Bantul), lokasi 8 menuju RSIY PDHI, lokasi 9 menuju RS Bhayangkara Polda DIY, dan lokasi 10 menuju RS PKU Muhammadiyah Gamping.ABSTRACTThe number of traffic accidents in the Sleman Regency area in 2018 amounted to 1,646 incidents, and in 2019 it decreased to 1,493 incidents, but the number of traffic accidents is still relatively high. Efforts are needed to save lives and prevent disability for traffic accident victims by determining the evacuation route for traffic accident victims to the nearest emergency room (ER) using a Geographic Information System. This study aims to identify and recommend evacuation routes for traffic accident victims in Sleman Regency to the nearest ER. Network Analyst–Closest Facility is a method used to determine evacuation routes for accident victims with impedance (time), event (accident point), and stop (24-hour ER). The analysis results show 9 evacuation routes for traffic accident victims from 10 accident sites to the nearest ER in Sleman Regency and 1 evacuation route to the nearest ER in Sleman Regency. Location 1 is recommended to go to Sleman Hospital, locations 2 and 3 to RSKB Sinduadi, location 4 to RS JIH, location 5 to Queen Latifa Hospital, location 6 to Panti Rini Hospital, location 7 to RSPAU dr. Suradji Hardjolukito (Bantul Regency), location 8 to RSIY PDHI, location 9 to Bhayangkara Police Hospital DIY, and location 10 to PKU Muhammadiyah Gamping Hospital.