cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
CROMOSOM: APLIKASI CROWDSOURCED SOFTWARE ENGINEERING MENGGUNAKAN KOMPONEN REKOMENDASI TASK BERBASIS MEDIA SOSIAL Putra, Kurnia Ramadhan; Catur Candra, Muhammad Zuhri
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.319 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v3i3.3432

Abstract

ABSTRAK Konsep crowdsourcing dapat dimanfaatkan pada bidang rekayasa perangkat lunak yang dikenal dengan Crowdsourced Software Engineering (CSE). CSE digunakan untuk menyelesaikan task yang berkaitan dengan perangkat lunak, seperti desain, implementasi, dan pengujian perangkat luna serta perbaikan bug. Saat ini, permasalahan umum yang terjadi aplikasi CSE adalah worker menghabiskan waktu untuk menemukan task yang relevan sesuai dengan keahliannya dan requester sulit untuk memilih worker yang dapat dipercaya untuk mengerjakan task. Komponen sistem rekomendasi dapat diintegrasikan pada aplikasi CSE yang dipercaya mampu untuk mengatasi permasalahan tersebut. Beberapa penelitian yang ada tentang integrasi komponen sistem rekomendasi pada aplikasi CSE hanya untuk menangani rekomendasi task dan tidak memepertimbangkan trustworthiness dari worker yang akan mengerjakan task. Sedangkan pada penelitian ini, integrasi komponen sistem rekomendasi selain dapat membantu merekomendasikan task kepada worker juga melakukan perangkingan terhadap worker berdasarkan trustworthiness dari worker tersebut sehingga dapat menjadi pertimbangan untuk requester dalam memilih worker yang akan mengerjakan task. Pendekatan yang diusulkan pada penelitian ini adalah kombinasi antara pendekatan content based dengan individual based. Pendekatan content based untuk menangani proses pencocokan antara kebutuhan keahlian yang diperlukan untuk mengerjakan task dengan kualifikasi worker yang akan mengerjakan task. Sedangkan pendekatan individual based untuk menangani proses perhitungan nilai social profile dalam menghasilkan trustworthiness dari worker. Implementasi dilakukan dengan mengembangkan aplikasi CSE yang dikenal dengan Cromosom, yang diintegrasikan dengan komponen sistem rekomendasi untuk membantu merekomendasikan task kepada worker dan melakukan perangkingan terhadap worker berdasarkan trustworthiness dari worker tersebut. Dari hasil pengujian fungsionalitas yang dilakukan, aplikasi Cromosom dapat membantu worker untuk menemukan task yang lebih relevan sesuai dengan keahliannya, dan membantu requester dalam memilih worker yang memiliki trustworthiness untuk mengerjakan task. Kata kunci: crowdsourcing, crowdsourced software engineering, task recommendation. ABSTRACT The concept of crowdsourcing can be utilized in the field of software engineering known as Crowdsourced Software Engineering (CSE). CSE is used to address tasks related to software, such as design, implementation, and testing of software and bug fixes. Currently, a common problem that occurs with CSE applications is that workers spend time finding relevant tasks according to their expertise and requester is difficult to choose workers who can be trusted to do the task. The recommendation system component can be integrated into CSE applications that are believed to be able to overcome these problems. Some existing research on the integration of recommendation system components in CSE applications is only to handle task recommendations and not consider the trustworthiness of workers who will be working on tasks. Whereas in this study, the integration of recommendation system components in addition to being able to help recommend tasks to workers also rank workers based on the trustworthiness of the workers so that they can be considered for the requester in choosing workers who will do the task. The approach proposed in this study is a combination of content-based and individual-based approaches. Content-based approach to handle the matching process between the skill requirements needed to do the task and the qualifications of the worker who will be working on the task. While the individual-based approach to handle the process of calculating the value of social profiles in generating trustworthiness from workers. Implementation is done by developing a CSE application known as a Cromosom, which is integrated with the recommendation system component to help recommend tasks to workers and rank workers based on the trustworthiness of the worker. From the results of the functionality testing, the Cromosom application can help workers find more relevant tasks according to their expertise, and help requester in choosing workers who have trustworthiness to do the task. Keywords: crowdsourcing, crowdsourced software engineering, task recommendation.
RANCANG BANGUN MESIN PENCACAH SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA Nugraha, Noviyanti; Pratama, Dany Septyangga; Sopian, Sopan; Roberto, Nicolaus
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.214 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v3i3.3428

Abstract

ABSTRAK Proses pemotongan sampah menjadi ukuran yang lebih kecil, dapat mempercepat proses pengomposan, sehingga diperlukan mesin yang mampu mencacah sampah organik sisa rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membuat serta menguji mesin pencacah organik yang mampu mencacah sisa sampah organik rumah tangga yang memiliki karakteristik basah dan alot, dengan minim polusi baik polusi pencemaran udara maupun polusi suara. Perancangan dan pembuatan meliputi komponen: poros, pisau tetap, pisau putar, rangka, casing, hopper, motor listrik serta sistem transmisi. Pengujian meliputi persentase sampah tercacah, kapasitas output hasil cacahan, dan pengujian tingkat polusi suara. Hasil perancangan dan pembuatan mesin pencacah sampah ini memiliki dimensi 490x455x950mm dengan pisau pencacah yang terdiri dari 12 pisau putar dan 3 pisau tetap, berukuran panjang 100mm tebal 3mm. Transmisi daya menggunakan V-belt type A no 55 dan 2 buah pulley yaitu pulley berukuran 2 inch dan pulley berukuran 8 inch dengan masing-masing untuk satu alur. Daya motor listrik 1 Hp. Bahan poros ST-37 dengan panjang dan diameter 600mm dan 22mm,. Dimensi hopper output 170x170mm dengan kemiringan 20o. Dimensi saringan 230x380x 2,5 mm dengan lubang ?3mm dan lubang pembuangan air ? 25,4??. Mampu mencacah sampah organik sisa rumah tangga hingga 90% tercacah dan kapasitas output sampah sebesar 70%-80%, Tingkat kebisingan maksimum 90 db, masih didalam batas yang distandarkan yaitu 94 db. Kata Kunci: Sampah Organik, Mesin Pencacah Sampah, Kapasitas Cacahan
STUDI POLA ARUS BOCOR ISOLATOR KERAMIK SELAMA WAKTU PEMAKAIAN 24 JAM Fauziah, Dini; Waluyo, Waluyo; Khaidir, Ismail Muhammad
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.848 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v3i3.3433

Abstract

ABSTRAK Isolator merupakan komponen yang penting dijaga keandalannya dalam sistem transmisi dan distribusi tenaga listrik. Isolator rentan mengalami kegagalan akibat lingkungan, karena terpapar langsung kondisi dimana isolator tersebut terpasang. Salah satu jenis isolator yang sering digunakan adalah bahan keramik, dimana memiliki kelebihan diantaranya kekuatan mekanik yang cukup handal. Namun kekurangan isolator jenis ini adalah sifat permukaannya yang hidrofilik, yaitu mudah menyerap air sehingga bila digunakan pada kelembaban tinggi cenderung memicu timbulnya arus bocor. Arus bocor merupakan parameter penting pada isolator karena sering menjadi penyebab kegagalan isolator. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kondisi lingkungan terhadap arus bocor, dilakukan pengujian terhadap isolator keramik dalam waktu 24 jam. Data arus bocor diambil setiap 3 jam untuk melihat perubahannya berdasarkan perubahan kelembaban, dan suhu lingkungan. Hasilnya didapat bahwa semakin tinggi kelembaban udara, dan semakin rendah suhu lingkungan maka arus bocor semakin tinggi. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk mengantisipasi kegagalan isolator keramik akibat arus bocor sehingga keandalan sistem tenaga listrik dapat terjaga. Kata kunci: Isolator keramik, Lingkungan, Kelembaban, Suhu. ABSTRACT Isolator is an important component that must be maintained to keep electric power transmission and distribution system reliability. Isolators are susceptible to failure due to the environment, because they are directly exposed to conditions where the insulator installed. Ceramic insulator is one type of isolator that is often used, which has advantages including mechanical strength that is quite reliable. However, the lack of this type of isolator is its hydrophilic surface, which is easy to absorb water so that when used at high humidity tends to trigger a leakage current. Leakage current is an important parameter in an insulator because it can be a cause due to insulator failure. To find out how environmental conditions impact on leakage currents along day, a ceramic isolator is tested within 24 hours. Leakage current data is taken every 3 hours to see the changes based on changes in humidity, and ambient temperature. The result is the higher humidity of the air, and the lower ambient temperature, can make insulator leakage current rise up. The results of this study can be used as a reference to anticipate the failure of ceramic insulators due to leakage currents so that the reliability of the electric power system can be maintained. Keywords: ceramic insulator, environtment, humidity, temperature.
EVALUASI SISTEM PROTEKSI AKTIF DAN PASIF SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN PADA GEDUNG SEKOLAH X BANDUNG Ratnayanti, Katarina Rini; Hajati, Nur Laeli; Trianisa, Yulia
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.334 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v3i3.3429

Abstract

ABSTRAK Gedung Sekolah X di Kota Bandung berada di dalam sebuah komplek perumahan dan merupakan salah satu gedung yang memiliki tingkat risiko sedang untuk terjadinya bahaya kebakaran. Dilihat dari banyaknya sumber potensi bahaya yang ada di dalam gedung sekolah dan penghuninya masih anak-anak, yang relatif belum dapat secara sadar melakukan penyelamatan secara mandiri, merupakan obyek yang harus dilindungi. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem proteksi terhadap bencana kebakaran sebagai sebuah upaya penanggulangan terhadap bahaya kebakaran. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ketersediaan dan kecukupan sistem proteksi aktif dan pasif yang ada pada Gedung Sekolah X di Bandung. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Selanjutnya dilakukan metode analisis gap untuk membandingkan ketersediaan sistem proteksi aktif dan pasif yang terpasang pada gedung sekolah, dibandingkan dengan kondisi yang diharapkan sesuai dengan peraturan yang berlaku, sehingga dapat diketahui kesenjangan dari sistem proteksi kebakaran pada gedung sekolah yang dimaksud. Langkah selanjutnya adalah pengambilan keputusan mengenai ketersediaan dan kecukupan system proteksi aktif dan pasif pada gedung sekolah tersebut dan memberi rekomendasi yang mungkin dapat dilakukan Gedung Sekolah X di Bandung ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif yang terpasang pada Gedung Sekolah X Bandung belum sepenuhnya memenuhi standar yang berlaku untuk bangunan gedung sekolah yang aman terhadap bahaya kebakaran. Kata kunci: proteksi aktif, proteksi pasif, penanggulangan, kebakaran ABSTRACT X school building in Bandung is located in a housing complex and is one of the buildings that has a medium level of risk for fires, as seen from the many potential dangers in the school building and the residents are relative children who must be protected. Therefore, a fire protection system is needed as an effort to overcome fire hazards. This study aims to determine the fire protection system installed in the Bandung X School Building has met the applicable standards. Data collection is done of observation and interviews. Next, gap analysis method is done next to compare the condition of fire protection system installed school building with the expected conditions so as to know the shortcomings of the fire protection system and can be given the recommendations may be the X school building in Bandung did. The results showed that the fire protection system installed at the Bandung X School Building had not fully met the standards that apply to buildings that are safe against fire hazards. Keywords: active protection, passive protection, preventif, fire
PERENCANAAN STRATEGI PENGELOLAAN HUTAN PALASARI DENGAN METODE AHP Ni Made, Wedayani; Ni Luh, Widyasari
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.392 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v4i1.43-47

Abstract

ABSTRAK Pengelolaan kawasan Hutan Palasari sebagai sabuk hijau penting dilakukan sebagai upaya pelestarian lingkungan. Hutan Palasari yang terletak di desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana berperan aktif dalam mencegah erosi dan menjaga sumber air bagi masyarakat sekitar. Kawasan Hutan Palasari yang dekat dengan daerah waduk menjadikan hutan ini sebagai kawasan sabuk hijau yang perlu dilestarikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji langkah-langkah yang tepat dalam pengelolaan dan pelestarian Hutan Palasari dengan menggunakan metode AHP, sehingga diperoleh rangkaian prioritas strategi yang dapat diusahakan masyarakat sekitar demi keberlanjutan Hutan Palasari. Strategi pelestarian Hutan Palasari yang menjadi prioritas yaitu menerapkan sistem agroforestri dengan mengutamakan tanaman berkayu yang bernilai ekonomis serta mampu menahan air dan erosi seperti tanaman endemik hutan yaitu pohon bayur dan pulai demi menjaga kawasan Hutan Palasari agar tetap lestari dan berkelanjutan.Kata kunci: hutan, sabuk hijau, waduk, AHPABSTRACTManagement of the Palasari Forest area as a green belt is important as an effort to preserve the environment. Palasari Forest, located in Ekasari Village, Melaya District, Jembrana Regency, has an active role in preventing erosion and maintaining water sources for the surrounding community. Palasari Forest area which is close to the reservoir area makes this forest a green belt area that needs to be preserved. The purpose of this study is to examine the appropriate steps in the management and preservation of Palasari Forest by using the AHP method, in order to obtain a series of strategic priorities that can be pursued by local communities for the sustainability of Palasari Forest. The Palasari Forest preservation strategy which is a priority is to implement an agroforestry system by prioritizing woody plants that are economically valuable and able to withstand water and erosion such as forest endemic plants, namely bayur and pulai trees in order to maintain the Palasari Forest area to remain sustainable and sustainable.Keywords: forests, green belts, reservoirs, AHP
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK DENGAN TANAMAN ECENG GONDOK (EICHORNIA CRASSIPES) UNTUK MENGHASILKAN AIR BERSIH DI PERUMAHAN GREEN TOMBRO KOTA MALANG Rahmawati, Anita; -, Warsito
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.592 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v4i1.1-8

Abstract

ABSTRAKHampir semua pemukiman di Indonesia khususnya di Kota Malang membuang limbah hasil aktivitas cuci, mandi, dan dapur langsung ke saluran pembuangan air tanpa diolah terlebih dahulu, sehingga menimbulkan bau tak sedap dan menimbulkan berbagai penyakit. Sebelum air limbah dibuang ke badan air, ataupun dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan irigasi, maka air limbah tersebut perlu ditampung dan diolah terlebih dahulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode filtrasi dan pemanfaatan tanaman eceng gondok (eichornia crassipes) sebagai media penyerap polutan limbah cair domestik. Karakteristik limbah cair domestik sebelum terjadi pengolahan di Perumahan Green Tombro Kota Malang yaitu memiliki pH = 9, kandungan COD sebesar 296,45 mg/l, dan kandungan BOD sebesar 14,813 mg/l, Sedangkan setelah mengalami proses pengolahan, karakteristik limbah cair domestik memiliki pH = 7 (dikatakan netral), kandungan COD sebesar 296,45 mg/l dan kandungan BOD sebesar 80,85 mg/l, yang berarti sudah memenuhi ketentuan baku mutu air limbah cair domestik yang mengacu pada peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia No. P.68/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016.Kata kunci: limbah cair domestik, fitoremediasi, eceng gondok (eichornia crassipes)ABSTRACTAlmost all settlements in Indonesia, especially in the city of Malang, dispose waste from washing, bathing, and kitchen activities directly into the water bodies without being processed first. In the long term, the results of this cause odor and cause various diseases. Before wastewater is discharged into water bodies, or reused for irrigation purposes, the waste water needs to be collected and treated. The method used in this study was a filtration method and utilization of water hyacinth plants (Eichornia crassipes) as a pollutant absorber for domestic waste. Before treatment, domestic wastewater in Green Tombro Housing, Malang City has a pH = 9, a COD of 296.45 mg / l, and a BOD of 14.813 mg / l, whereas after undergoing treatment, the domestic liquid waste has a pH = 7 (said to be neutral), a COD content of 296.45 mg / l and a BOD content of 80.85 mg / l, which means that it meets the quality standards of domestic liquid waste water refering to the regulation of the Minister of Environment and Forestry of Indonesia No. P.68 / Menlhk / Setjen / Kum.1 / 8/2016.Keywords: domestic liquid waste, phytoremediation, water hyacinth (Eichornia crassipes)
PREDIKSI HAMBATAN KAPAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE OVERSET MESH PADA KAPAL PLANING HULL Fathuddiin, Abubakar; Samuel, Samuel; Kiryanto, Kiryanto; Widyandari, Aulia
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1372.487 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v4i1.24-34

Abstract

ABSTRAKPrediksi hambatan kapal tipe planing lebih rumit dibanding dengan tipe displacement, hal ini disebabkan oleh gaya hidrodinamis yang lebih dominan pada bagian bawah kapal. Karakteristik hambatan kapal tipe planing sangat dipengaruhi oleh gerakan trim dan heave. Selain itu, bentuk hullform juga mempengaruhi hambatan kapal; seperti sudut dead-rise, chine, strip, stephull, dan lain-lain. Solusi untuk memprediksi hambatan kapal dengan menggunakan Finite Volume Method (FVM). Persamaan RANS (Reynolds- Averaged Navier-Stokes) dengan model turbulensi k-? untuk memprediksi aliran turbulen dan Volume of Fluid (VOF) untuk mempresentasikan aliran 2 fasa. Pada penelitian ini digunakan metode overset mesh untuk memprediksi hambatan kapal agar mendapatkan akurasi yang baik. Hasil simulasi hambatan menunjukkan trend yang baik. Pada kecepatan tinggi, prediksi hambatan tidak memiliki hasil yang baik. Solusi yang ditawarkan pada Numerical ventilation problem (NVP) adalah dengan menggunakan metode phase replacement.Kata kunci: CFD, planing hull, RANS, overset mesh, NVP ABSTRACTThe prediction of planing hull resistance is more complicated than the displacement hull. It is caused by the more dominant hydrodynamic force at the bottom of the ship. The planing hull resistance characteristics are strongly influenced by trim and heave movements. In addition, the shape of the hullform also affects the ship's resistance, such as dead-rise angle, chine, strip, stephull, and others. The solution to predict ship resistance is by using the Finite Volume Method (FVM). RANS (Reynolds-Averaged Navier-Stokes) equation k-? turbulence model was used to predict turbulent flow and Volume of Fluid (VOF) to present 2 phase flow. In this study, the overset mesh method was used to predict ship resistance in order to get good accuracy. Resistance simulation results showed a good trend. At high speeds, the prediction of resistance did not have good results. The solution offered in the Numerical ventilation problem (NVP) was to use the phase replacement method.Keywords: CFD, planing hull, RANS, overset mesh, NVP
PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PRODUK MAKANAN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN MASA KEDALUWARSA DAN UNIT DISKON DI PT.X Yuniar, Sri Suci
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.819 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v4i1.35-42

Abstract

ABSTRAKPerencanaan persediaan bahan baku pada industri makanan yang memiliki masa kedaluwarsa merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk dilakukan. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya nilai seiring berjalannya waktu yang diakibatkan oleh bahan baku makanan yang kedaluwarsa. Ketika bahan baku tersebut telah melewati batas kedaluwarsa, maka bahan baku tersebut tidak dapat digunakan sehingga menimbulkan biaya kedaluwarsa yang besar dan terjadinya kekurangan bahan baku yang dapat menimbulkan kerugian kehilangan penjualan. Perusahaan harus dapat menentukan jumlah pemesanan yang tepat sehingga dapat mengurangi biaya-biaya yang diakibatkan oleh bahan baku kedaluwarsa, Pada penelitian ini akan dibahas mengenai suatu model matematis persediaan yang mempertimbangkan faktor kedaluwarsa dan penawaran diskon harga bahan baku yang ditawarkan oleh pemasok ke perusahaan dengan jumlah pembelian tertentu. Hasil dari penelitian ini adalah menentukan kuantitas pemesanan bahan baku yang optimal dan lama waktu siklus pemesanan yang optimal yang dapat meminimumkan total biaya persediaan bahan baku per tahun.Kata kunci: Persediaan, masa kedaluwarsa, unit diskon, lost sales ABSTRACTPlanning the supply of raw ingredient in the food industry that has an expiration period is one of the most important things to do. This is caused by the decrease in value over time due to expired raw ingredient. When the raw ingredient has passed the expiry date, then the raw ingredient cannot be used, causing huge expiration costs and a shortage of raw ingredients that can result in loss of sale volume. Companies must be able to determine the right amount of ordering so that it can reduce the costs caused by expired raw ingredients. This research will discuss a mathematical model of inventory that takes into account expiration factors and offers discounts on raw ingredient prices offered by suppliers to companies by the order quantity. The results of this study are to determine the optimal quantity of raw ingredient ordering and the optimal length of the order cycle that can minimize the total cost of inventory of raw ingredients per year.Keywords:inventory, expired time, unit discout, lost sales
MONITORING DEFORMASI GUNUNG MERAPI MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-1A DENGAN MENGGUNAKAN METODE DINSAR (STUDI KASUS: GUNUNG MERAPI, JAWA TENGAH) Nurtyawan, Rian; Utami, Lady Suci
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2746.005 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v4i1.14-23

Abstract

ABSTRAKIndonesia mempunyai 127 gunung api aktif yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Oleh karena itu, perlu adanya pemantauan aktivitas gunung api yang dapat digunakan untuk acuan mitigasi bencana. Pada penelitian ini menggunakan metode deformasi, metode deformasi merupakan perubahan bentuk, posisi, dan dimensi dari suatu benda. Tujuan dari pemantauan deformasi ini untuk mengetahui perubahan gunung api yang disebabkan oleh aktivitas gunung api. Pemantauan aktivitas gunung api metode deformasi dilakukan dengan menggunakan citra Sentinel-1A yang diolah dengan teknologi Differential Interferometry SAR (DInSAR). Dalam penelitian ini dilakukan pengolahan dengan teknologi DInSAR metode two-pass dari empat buah citra satelit sentinel-1A 10 Januari 2018, 27 Februari 2018, 10 Mei 2018 dan 22 Januari 2019 serta data Digital Elevation Model (DEM) SRTM dengan ketelitian 30 meter .Hasil dari penelitian ini yaitu peta deformasi pra 1 erupsi yang diolah dari pasangan citra 10 Januari 2018 dengan citra 27 Februari 2018 yang menghasilkan deflasi sebesar -0,12 meter, dan peta deformasi pra 2 erupsi yang diolah dari pasangan citra 27 Februari 2018 dan 10 Mei 2018 menghasilkan deflasi sebesar -0,27 meter serta peta pasca erupsi yang diolah dari pasangan citra 10 Mei 3018 dan 22 Januari 2019 menghasilkan deflasi sebesar -0,194 meter.Kata kunci: Deformasi, Gunung Merapi, Sentinel-1A, DInSAR. ABSTRACT Indonesia has 127 active volcanoes spread over from Sabang to Merauke. Therefore, it is necessary to monitor volcanic activity that can be used as a reference for disaster mitigation. In this study, deformation method was used to reflect a change in the shape, position, and dimensions of an object. The purpose of monitoring this deformation is to find out volcanic changes caused by volcanic activity. Monitoring the volcanic activity of the deformation method is carried out using Sentinel-1A images processed with Differential Interferometry SAR (DInSAR) technology. In this research, two-pass method of DInSAR technology was processed using four sentinel-1A satellite images on January 10, 2018, February 27, 2018, May 10, 2018 and January 22, 2019 and SRTM Digital Elevation Model (DEM) data with 30 meters accuracy. This research processed pre-eruption deformation map from the 10 January 2018 imagery pair with the 27 February 2018 image which resulted in a deflation of 0.12 meters. Pre- eruption 2 deformation map was processed from the 27 February 2018 and 10 May 2018 image pairs and resulted in a deflation of 0.27 meters while post-eruption map processed from the 10 May 3018 and 22 January 2019 image pairs resulted in deflation of 0.194 meters.Keywords: Deformation, Merapi Mountain, Sentinel-1A, DinSAR.
PENYISIHAN KANDUNGAN KROMIUM HEXAVALEN (CR6+) PADA LIMBAH HASIL ANALISIS COD DENGAN METODA PRESIPITASI OLEH NAOH DAN CA(OH)2 Mulyadi, Fadli; Pratama, Yulianti; Apriyanti, Lina
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.776 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v4i1.9-13

Abstract

ABSTRAKLimbah cair laboratorium pegujian kualitas air merupakan buangan limbah yang berasal dari kegiatan pengujian kualitas air di laboratorium. Salah satu limbah cair laboratorium yang mengandung Cr6+ adalah limbah cair dari hasil pengujian COD (Chemical Oxygen Demand) yang berpotensi mencemari lingkungan karena bersifat karsinogenik. Sehingga dilakukan penelitian untuk mengetahui efisiensi penyisihan Cr6+ pada limbah cair melalui proses presipitasi dengan penggunaan bahan yang minimum dan ekonomis serta efisien. Variasi terhadap jenis dan konsentrasi presipitan yang digunakan pada penelitian ini adalah NaOH dan Ca(OH)2 dengan nilai konsentrasi 50% serta variasi pH yaitu 8; 9; 10; 11. Hasil penelitian diperoleh efisiensi penyisihan Cr6+ pada proses presipitasi sebesar 44,93% pada variasi jenis presipitan Ca(OH)2 dengan konsentrasi 50% serta pada kondisi pH 8,23.Kata kunci: Limbah COD, Kromium Heksavalen, Presipitasi, Adsorpsi, Efisiensi Penyisihan, Karbon Aktif GranularABSTRACTLiquid laboratory waste generated from water quality examination activities especially from the COD (Chemical Oxygen Demand) analysis contains Cr6+ which potentially pollute the environment due to its carcinogenic effect. The research aimed to determine the removal efficiency of Cr6+ treated by precipitation with a minimum amount of precipitate and high efficiency. In this research, variations of pH were made at constant NaOH and Ca(OH)2 concentrations of 50% while pH levels were adjusted to be 8; 9; 10; 11, respectively. Results showed that the highest Cr6+ removal of 44,93% was obtained by Ca(OH)2 50% with the pH adjusted at 8,23.Keywords: COD contained wastewater, Hexavalent Chromium, Precipitation, Adsorption, Granular Activated Carbon.

Page 8 of 29 | Total Record : 281