cover
Contact Name
Rochmat Aldy Purnomo
Contact Email
purnomo@umpo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edupedia@umpo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
EDUPEDIA
ISSN : 26141434     EISSN : 26144409     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Mahasiswa dengan ruang lingkup pendidikan dan pengajaran ISSN Cetak 2614-1434 ISSN Online 2614-4409
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2021): April" : 10 Documents clear
Dampak Penggunaan Sosial Media Overload Terhadap Performa Akademik di Kota Batam Donny Tan
EDUPEDIA Vol 5, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v5i1.693

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menguji dan menganalisa dampak dari pengaruh Overload sebagai akibat dari penggunaan media sosial secara berlebihan terhadap performa akademik mahasiswa. Subjek Penelitian ini merupakan kumpulan mahasiswa yang ada di Kota Batam yang sedang mengambil program sarjana (S1) dan dapat merupakan seorang mahasiswa penuh waktu maupun paruh waktu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan secara kuantitatif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan metode Stratified Disproportionate Random Sampling. Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner online melalui berbagai platform media sosial. Dari hasil penyebaran kuesioner, penelitian mendapatkan data dengan total jumlah responden terkumpul sebanyak 103 mahasiswa. Pengujian hipotesis kemudian dilakukan melalui uji regresi linear dan seluruh analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik Information Overload, Communication Overload, hingga Social Overload berpengaruh terhadap tingkat Technostress dan Exhaustion yang dialami oleh pengguna media sosial, namun hanya Social Overload yang memiliki dampak paling signifikan terhadap efek Exhaustion. Sementara itu, juga telah dibuktikan bahwa baik Technostress dan Exhaustion tidak memiliki pengaruh terhadap performa akademik mahasiswa. Melalui hasil dari penelitian ini, diharapkan di kemudian hari dapat menjadi referensi dan tambahan pengetahuan pembaca khususnya bagi para mahasiswa dalam penggunaan media sosial sehingga pada akhirnya dapat lebih memperhatikan gejala overload ini dan meminimalisir dampaknya terhadap hasil akademik mahasiswa.
Penanaman Karakter Religius Melalui Program Keagamaan Pada Anak Usia Dini di TK Aisyiyah Bungkal Erni Yuliana; Muhammad Fadlillah
EDUPEDIA Vol 5, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v5i1.703

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Penanaman karakter Religius Melalui Program Keagamaan Pada Anak Usia Dini di Tk Aisyiyah Bungkal. Subjek Penelitian ini adalah 72 anak usia dini pada kelas A dan B. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data menggunakan teknik analisis data interaktif model Miles dan Hubberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, display data, kesimpulan, penggambaran, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman karakter religius melalui program keagamaan pada anak usia dini berjalan dengan baik sesuai dengan dokumen RPPH yang berdasar kepada tiga aspek, yaitu 1. Aspek Ketuhanan, 2. Aspek sosial, dan 3. Aspek Alam. Adapun program keagamaan dalam rangka penanaman karakter religius di TK Aisyiyah Bungkal meliputi ; 1. Program shalat Dhuha berjamaah yang didalamnya memuat karakter ketuhanan, sosial dan alam. 2. Program berwudhu yang memuat karakter ketuhanan dan alam. 3. Mengaji yang didalamnya ada karakter ketuhanan dan sosial. 4. Hafalan surat pendek, do’a, hadits dan asmaul husna yang memuat karakter ketuhanan. 5. Mengucap dan menjawab salam yang mencakup aspek ketuhanan dan sosial. 6. Sedekah yang didalamnya ada karakter ketuhanan dan sosial. 7. Kebersihan diri dan lingkungan, yang mencakup karakter ketuhanan, sosial dan alam. 8. Toilet Training yang memuat karakter ketuhanan dan sosial. 9. Merapikan kelas dan APE yang didalamnya termuat aspek ketuhanan, sosial dan alam. Program keagamaan dalam rangka penanaman karakter religius di TK Aisyiyah Bungkal berjalan secara terpadu dan berkesinambungan dalam bingkai kegiatan harian dan tidak berjalan secara parsial. Pada masa pandemi, program keagamaan dilakukan melalui doa moda, yaitu moda luar jaringan dan moda dalam jaringan dengan pelibatan orang tua dalam pengawasan dan pembimbingan.
Meta Analisis Model Role Playing atau Bermain Peran Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Sekolah Dasar Cindy Masnarati; Elvira Hoesein Radia
EDUPEDIA Vol 5, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v5i1.688

Abstract

Abstrak : Model Role Playing atau bermain peran adalah permainan gerak yang didalamnya terdapat tujuan dan aturan bermain. Tujuan penelitian untuk menganilisis kembali model Role Playing atau bermain peran untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPS Sekolah Dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu meta analisis. Peneliti mengawali dengan merumuskan masalah penelitian dan mencari hasil penelitian yang relevan untuk dianalisis. Data dikumpulkan dengan mencari melalui jurnal elektronik seperti google scholar dengan kata kunci “hasil belajar”, “Role Playing”, “ Pembelajaran IPS SD ” dari penelusuran diperoleh 30 artikel dan diambil yang relevan 10 artikel dari jurnal. Data dianalisis dengan menggunakan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis peneliti model bermain peran mampu meningkatkan hasil belajar IPS dari yang terendah 12,44% hingga yang tertinggi 58,40% dengan hasil rata-rata 27,03%. Dari perhitungan effect size skor yang didapat yaitu 2,65 masuk dengan kategori besar. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa model Role Playing dapat meningkatkan hasil belajar IPS SD
Implementasi Kreasi Cap Jari Untuk Menstimulasi Kemampuan Motorik Halus Anal Usia Dini di Paly Group Aisyiyah Sang Surya kanten Babadan Ponorogo Ika Indra Lestari; Muhibuddin Fadhli; Rendy Setyowahyudi
EDUPEDIA Vol 5, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v5i1.701

Abstract

Penelitian.ini.bertujuan untuk mengetahui implementasi kreasi cap jari untuk menstimulasi motorik halus anak usia dini di Play Group’Aisyiyah Sang Surya.Babadan Ponorogo. Subjek.penelitian ini adalah siswa di Play Group Aisyiyah Sang Surya yang berjumlah 8 siswa. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreasi cap jari dalam menstimulasi motorik halus anak usia dini di Play Group Aisyiyah Sang Surya Kanten Babadan Ponorogo sudah terlaksana dan sesuai tema yang ada di RPPH. Implementasi kreasi cap jari untuk menstimulasi kemampuan motorik halus anak usia dini dikemas dengan bermain sambil belajar, karena dengan.bermain anak akan senang serta tidak.merasa terbebani untuk belajar.dan dengan bermain.anak akan lebih mudah.menerima materi pembelajaran.
Animated Cartoon Film Discussion: Role in Improving Speaking Skill Indah Werdiningsih
EDUPEDIA Vol 5, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v5i1.643

Abstract

This study aims to investigate how cartoon film based-discussion can improve students’ speaking. This Classroom Action Research was conducted at SMA Muhammadiyah 3 Jember. The subjects of the study were 22 female and 10 male students. The data were collected through English speaking test. From the test result, cartoon film based-discussion was very effective; there was a significant increase in student’s speaking skill (M=76.09 in Cycle 1 to M=77.28 in Cycle 2) and students’ active participation (76.56% - 79.68%). This leads to conclusion that cartoon film based-discussion can improve students’ speaking and active participation by three main factors; First, they can discuss about particular topics in the discussion before taking the Speaking test. Second, cartoon film succeeds to stimulate students’ mind in collecting vocabularies during watching. Third, students’ grammar and pronunciation are also increased because they are accustomed to the structure of English subtitle provided in the movie.
Faktor yang Paling Dominan Mempengaruhi Rendahnya Motivasi Belajar Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Melinda Rismawati
EDUPEDIA Vol 5, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v5i1.698

Abstract

This study aims to determine what factors have the most dominant influence on the low motivation to learn mathematics subjects related to algebra, geometry, calculus, statistics, and trigonometry in students of the Mathematics education program STKIP Persada Khatulistiwa Sintang. This study uses a quantitative approach with data analysis using exploratory factor analysis and descriptive analysis with 64 research subjects as students of the Mathematics Education Study Program of STKIP Persada Khatulistiwa. The results showed that the most dominant factor affecting the low learning outcomes of mathematics education study program students was the learning facilities factor with a variance percentage of 20.914%. Keywords: The most dominant factor, learning motivation
A Matter to Think Over: Nativeness of English Teachers in Indonesia Celya Intan Kharisma Putri
EDUPEDIA Vol 5, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v5i1.689

Abstract

A shift is happening in languages used in Indonesia, especially in English as a foreign language that must be taught as a compulsory subject in Indonesian formal education institutions from primary to tertiary levels. English takes a place in the third position after Bahasa Indonesia and the regional languages. Since English as an International Language (EIL) paradigm appears, some debates burst up whether it is native speaker or non-native speaker teacher who should teach English in outer-expanding countries. This paper provides a discussion about the issue of native and non-native speaker of English related to the selection of English teachers in Indonesian context. The issue is analysed by using a list of teaching behaviours between native English speaker teachers (NESTs) and non-native of English speaker teachers (NNESTs) examined by Medgyes (1994). A few recommendations about the issue of selecting English teacher in outer-expanding countries are presented in the end of the paper. 
A Case Study of Visually Impaired Student on A Learning Style and Learning Strategies in English Learning in Visually Impaired Charitable Institution Aisiyah Ponorogo Yolanda Nadya Galerin; Niken Reti Indriastuti; Diyah Atiek Mustikawati
EDUPEDIA Vol 5, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v5i1.705

Abstract

This research aimed to find out: (1) the difficulties that faced by Visually Impaired Students (2) the learning style that used by Visually Impaired Students (3) the learning strategiess that used by Visually Impaired Students. The type of research is descriptive qualitative research in the form of case study.. There are three visually impaired students, teacher, orphanage caregiver involved in this research. In this research, the researcher used observation, questionnaire and interview for instrument. Further the data analysis used Miles and Huberman model with the steps as following: data reduction, data display, and conclusion. The result shows that the difficulties appeared because there were in inclusive class. Almost of them felt difficult when the learning process was seeing the media such as presentation or watching a visual picture or videos. To overcome it they had different strategies.. The researcher classified that One students had memory strategies, compensation strategies and social strategies. One student used affective strategies. One student used metacognitive strategies. Based on the learning style, the most of visually impaired students were auditory learners. It can seen from all of Visually Impaired Students said that it more easier when listening to the teachers but if they didn’t understand they wrote the material first on the notebook. So, the Visually Impaired Student easier to understand the material that given by the teacher through listening. Visually Impaired Student at Charitable Institution ‘AisyiyahPonorogo didn’t have visual learning style because they were totally blind.
Teacher’s Target Language Use in Classroom Discourse: Teacher’s Point of View Puspa Sari; Syahrir Syahrir; Husnani Aliah
EDUPEDIA Vol 5, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v5i1.619

Abstract

The language class is closely related to the assumption that students will learn and generate the target language. Students are supposed to be able to relate, at least, with the language they have studied. The teacher hopes to not only teach but also use the target language in their teaching-learning process and show the students how to use it. This research explores the teacher's target language in the classroom discourse from the teacher’s point of view—a Qualitative approach employed in this research. The teacher believed that the use of the target language has to be in a maximum way. However, drawn away by the situation of students’ target language knowledge, the use of target language becomes infrequently used. She only used target language for simple words or sentences, which is she knew her students able to comprehend. She needed to use the target language and the students’ first language and mother tongue to help the students more comfortable comprehending the lesson.
Respons Pedagang Kaki Lima Terhadap Surat Edaran Bupati Ponorogo Nomor 713/235/405.01.3/2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ponorogo Iqbal Akbar Imamudin; Sismonika Pupita Sari; Sujud Tri Fajar Pamungkas; Ardhana Januar Mahardhani
EDUPEDIA Vol 5, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v5i1.712

Abstract

Implementasi dari Surat Edaran Bupati Ponorogo nomor 713/235/405.01.3/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ponorogo menimbulkan pro dan kontra di masyarakat terutama untuk pelaku usaha yaitu pedagang kaki lima yang berdampak secara langsung. Penelitian ini dilakukan di Jalan Suromenggolo Kabupaten Ponorogo. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian diketahui bahwa 44,8% pelaku usaha setuju dengan pemberlakuan jam malam dan 55,2 % pelaku usaha tidak setuju dengan pemberlakukan jam malam. Selanjutnya 92,1% para pelaku usaha setuju dengan kebijakan yang PPKM dan 7.9% pelaku usaha yang tidak setuju dengan kebijakan PPKM.  Ada dua alternatif untuk mengatasi keluarnya surat edaran tersebut, yaitu: pertama pemerintah melakukan peninjauan ulang dan merevisi surat edaran dan kedua adalah pemerintah hendaknya menyiapkan aplikasi order online agar kegiatan jual beli pdagang kaki lima tetap bisa dijalankan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10