cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2012)" : 8 Documents clear
Peran Kelompok dalam Mengembangkan Keberdayaan Peternak Sapi Potong (Kasus Di Wilayah Selatan Kabupaten Tasikmalaya) Role of the Group in Developing Beef Cattle Farmers Empowerment (A Case Study in Tasikmalaya South Region of Kabupaten Tasikmalaya) M. Ali Mauludin
Jurnal Ilmu Ternak Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v12i2.5120

Abstract

Penelitian bertujuan mempelajari: (1) Peran yang dilakukan kelompok peternak dalam fungsinya sebagai kelas belajar, unit produksi, dan wahana kerjasama dan usaha anggota, (2) Keragaankeberdayaan peternak sapi potong, (3) Derajat hubungan antara peran kelompok dengan keberdayaan peternak sapi potong di Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian dirancang sebagai penelitian survei,  dengan responden sebanyak 30  peternak dari 5  kelompok peternak.   Hasil penelitian menunjukkan: (1) Peranan kelompok peternak sebagian besar, yaitu sebanyak 83,33 persen tergolong tinggi.   Sisanya sebanyak 16,67 persen tergolong cukup. Peran atau  fungsi kelompok yang paling menunjang adalah peran kelompok sebagai kelas belajar dan kelompok sebagai unit produksi, (2)  Keberdayaan peternak sebagian besar, yaitu sebanyak  53,33 persen tergolong cukup.   Sisanya sebanyak 46,67 persen tergolong tinggi.   Kecenderungan yang ada menunjukkan bahwa peran peternak, baik sebagai pemelihara maupun sebagai manajer masih belum berjalan optimal, dan (3) Terdapat hubungan yang cukup kuat antara peranan kelompok peternak dengan keberdayaan peternak sapi potong dengan nilai korelasi rank spearman sebesar0,53.Kata kunci: peran kelompok peternak, keberdayaan peternak sapi potong
Inventarisasi dan Pemetaan Lokasi Budidaya dan Lumbung Pakan Ternak Sapi Potong (Inventory and Mapping of Cattle and Feed Resources) Hasni Arif
Jurnal Ilmu Ternak Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v12i2.5126

Abstract

Tujuan dilakukannya kajian ini adalah untuk menginventarisir dan memetakan wilayah-wilayah pusat sapipotong dan lumbung pakan, terutama pakan hijauan dan sumber konsentrat.   Ruang lingkup kegiatan ini meliputi  wilayah  Provinsi  Jawa  Barat.  Hasil  analisis  LQ  menunjukkan  wilayah  kabupaten/kota  yang berpotensi sebagai lokasi budidaya dan lumbung pakan ternak sapi potong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) sekitar 50% wilayah Jawa Barat berpotensi sebagai wilayah untuk lokasi budidaya/pengembangan ternak sapi potong (14 wilayah kabupaten, diantaranya: kerisidenan Bogor, dan Priangan Timur); 2) sebagian besar wilayah Jawa Barat berpotensi untuk lokasi lumbung pakan ternak sapi potong ( 17 wilayah kabupaten: ke-14 wilayah di atas, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Banjar) ; dan 3) Hasil analisis kapasitas tampung ternak sapi potong dan potensi pakan menunjukkan wilayah prioritas 1: wilayah unggulan untuk pengembangan dan lumbung pakan ternak sapi potong, wilayah tersebut adalah ke-17 wilayah yang tersebut pada poin (1); wilayah prioritas 2: wilayah yang bukan unggul untuk pengembangan ternak sapi potong tetapi memilki potensi pakan hijauan, meliputi wilayah tersebut adalah Kabupaten  Cirebon,  Kabupaten  Indramayu,  Kabupaten  Bandung  Barat,  dan  Kota  Banjar;  dan  wilayah prioritas 3: wilayah yang tidak memiliki keunggulan baik untuk pengembangan/budidaya ternak sapi potong maupun  untuk  lumbung  pakan,  wilayah  tersebut  yakni  seluruh  kota  di  Jawa  Barat:  Kota  Bogor,  Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Cimahi, dan Kota Tasikmalaya. Kata kunci: pemetaan, wilayah, potensi, lumbung pakan, sapi potong
Pengaruh Lama Penyimpanan Pada Suhu Ruang Terhadap Perubahan Nilai pH, TVB dan Total Bakteri Daging Kerbau (Effect of Storage Length in the Room Temperature on pH, TVB, and Total Bacteria Changes of Buffalo Meat) Kusmajadi Suradi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v12i2.5121

Abstract

Penelitian Pengaruh lama penyimpanan pada suhu ruang terhadap perubahan nilai pH, TVB danTotal   Bakteri Daging Kerbau telah dilakukan di laboratorium Teknologi Pengolahan Produk Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap nilai pH, TVB dan jumlah mikroba daging kerbau selama penyimpanan pada suhu ruang. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam menggunakanRancangan Acak Lengkap, dengan perlakuan 5 lama penyimpanan pada suhu ruang (270C), yaitupenyimpanan awal, 6 jam, 12 jam, 18 jam dan 24 jam, dengan  ulangan 4 kali. Variabel yang diukur adalah nilai pH, Total Volatile Base (TVB) dan jumlah mikroba daging. Hasil penelitian menunjukan bahwa, masa simpan nyata (P<0,05) meningkatkan nilai pH, TVB dan total mikrobadaging kerbau. Daging kerbau tidak layak dikonsumsi sampai penyimpanan 18 jam pada suhu kamar.Kata kunci : daging kerbau, pH, TVB
Perbandingan Karakter Kuantitatif Kerbau Rawa di Daerah Tegal Jawa Tengah dan Daerah Cianjur Jawa Barat (Quantitative Traits Comparisson of Swamp Buffalo at Tegal, Central Java and Cianjur, West Java) Dudi -
Jurnal Ilmu Ternak Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v12i2.5127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan sifat kuantitatif kerbau lumpur (Swam buffalo) dan mengetahui seberapa jauh perbedaan sifat tersebut pada populasi di daerah Tegal Jawa Tengah dan Cianjur Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Analisis data sifat kuantitatif menggunakananalisis deskriptif sedangkan untuk mengetahui perbedaan sifat antar daerah menggunakan rancangan Nested. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata sifat kuantitatif kerbau jatan dan betina untuk daerah Cianjur adalah tinggi pundak 122±5,2; 121±6 cm, panjang badan 120±5; 118±6 cm, lingkar dada 177,5±6;171±4 cm; panjang teracak 12,8±1; 12±0,4 cm. Sedangkan untuk daerah Tegal adalah tinggi pundak120±4,2; 118±0,6 cm, panjang badan 118±4; 117±6 cm, lingkar dada 170±7; 168±5 cm; panjang teracak13,7±1; 14±2,4 cm. Hasil analisis menunjukkan bahwa populasi kerbau di dua daerah memiliki karakter kuantitatif yang berbeda nyata (P < 0.05). Perbedaan   tersebut diduga karena faktor geografi dan pola pemeliharaan. Wilayah  Cianjur  yang relatif  pegunungan  memiliki suhu  yang lebih  rendah  dibandingwilayah Tegal yang berada di pantura, perbedaan pola pemeliharaan dapat dilihat dari daya dukung pakan dan pemanfaatan tenaga kerja.Kata kunci : kerbau lumpur, karakter kuantitatif, geografi
Management Of Cage Capacity In Raising To Rabbit Performance (Manajemen Kapasitas Kandang untuk Peningkatan Performa Kelinci) Husmy Yurmiati
Jurnal Ilmu Ternak Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v12i2.5122

Abstract

Manajemen kandang merupakan faktor  penting dalam kesuksesan bisnis kelinci, terutama dalam peningkatan produksi dan efisiensi penggunaan kandang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh kapasistas kandang dan pada kapasitas berapa yang menghasilkan performa terbaik. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga  macam kepadatan kandang (P1  = 1  kelinci/0,5 m2   ,  P2  = 2 kelinci/0,5 m2  , dan P3 = 3 kelinci/0,5 m2), masing-masing perlakukan diulang enam kali. Variabel  yang diamati  adalah  konsumsi ransum, pertambahan bobot  badan,  dan  konversi pakan. Hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan untuk setiap perlakuan tidak menunjukan perbedaan yang nyata, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan kandang 0,5 m2  untuk tiga ekor kelinci masih efektif untuk dipergunakan.Kata kunci : kandang, performa, kelinci
Performa Sifat-Sifat Produksi Susu dan Reproduksi Sapi Perah Fries Holland Di Jawa Barat (Milk Production and Reproduction Performance of FH Dairy Cattle in West Java) Moch. Makin
Jurnal Ilmu Ternak Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v12i2.5128

Abstract

Penelitian mengenai sifat-sifat produksi susu dan reproduksi pada sapi perah Fries Holland (FH) di Jawa Barat, telah dilaksanakan di tiga daerah yang potensial dalam peternakan sapi perah yaitu Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Sukabumi yang dapat mewakili atau menggambarkankondisi peternakan sapi perah di Provinsi Jawa Barat. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari data dasar performans produksi susu dan reproduksi sapi perah FH di Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan teknik penentuan peternak secara proporsional, dan pengambilan sampel  peternak dan  ternaknya dengan  metode random  sampling. Perhitungan data yang diperoleh dilakukan dengan menggunakan analisis deskripsi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan performans sifat produksi susu sapi perah FH yang terdiri atas rataan produksi susu 4185,89 ± 990,43 kg/ekor/laktasi, rataan lama laktasi 317,97 ± 26,15 hari, dan lama kering 65,93 ± 14,79 hari. Rataan sifat reproduksi yang terdiri atas kawin pertama setelah beranak 86,45 ± 20,64 hari, lama masa kosong 119,10± 31,33 hari, jumlah perkawinan perkebuntingan (S/C) 1,88 ± 0,88 kali, lama bunting 276,20 ± 7,52 hari dan selang beranak 389,60 ± 25,40 hari. Performans produksi susu maupun performans sifat reproduksi sapi perah FH yang dipelihara di daerah Jawa Barat menunjukkan nilai-nilai performans yang sudah termasuk baik, mendekati standar bangsa sapi perah FH di daerah tropis.Kata Kunci : sapi perah FH, sifat produksi susu, sifat reproduksi
Potensi Pengembangan Usaha Sapi Potong Berbasis Sumber daya Lokal di Kabupaten Sumedang Jawa Barat (Development Potency of Beef Cattle Farming Based on Local Resources at Kabupaten Sumedang West Java) M. Fatah Wiyatna
Jurnal Ilmu Ternak Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v12i2.5123

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan selama 12 bulan dari bulan Mei 2008 sampai April 2009 dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi alami, termasuk didalamnya sumber daya manusia dan sistem produksi ternak. Metoda dalam penelitian ini adalah survey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga lokasi, yaitu Buahdua, Wado, dan Congeang berpotensi untuk pengembangan ternak potong dengan jumlah efektif berturut-turut 7.989,1 AU, 6.221,9 AU dan5.904,0 AU. Ada dua wilayah yang diamati yaitu, Ujungjaya dengan kapasitas tampung 3.738,26AU dan Cisitu dengan kapasitas tampung 4.645,7 U. Sapi potong dipelihara dengan dua cara yaitu digembalakan untuk wilayah Ujungjaya dan dikandangkan untuk wilayah Cisitu. Setiap wilayah menunjukkan karakteristik produksi yang spesifik sebagai berikut : (a) Untuk yang digembalakan, calf crop relatif rendah yaitu 25%, calving interval 17,17 bulan dan mortalitas 5%, (b) Untuk yang dikandangkan, calf crop 30%, calving interval 16,98 bulan, dan mortalitas 4%. Masing-masing variabel berbeda nyata.Kata kunci : sapi potong, calving interval, calf crop, mortalitas
Produktivitas Sapi Peranakan Ongole pada Peternakan Rakyat di Kabupaten Sumedang (Productivity of Peranakan Ongole Cattle on traditional farm system in Sumedang Region) M. Fatah Wiyatna
Jurnal Ilmu Ternak Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v12i2.5124

Abstract

Penelitian  ini  dilakukan  di  Sumedang,  Jawa  Barat.  Penelitian  ini  bertujuan  untukmengidentifikasi kemampuan lahan berdasarkan ketersediaan pakan dan pekerja, untuk menganalisis faktor yang berpotensi untuk pengembangan sapi potong, untuk mengidentifikasi produksi sapi potong, konsumsi pakan, dan pertambahan bobot badan hadian (ADG). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua tahapan: pertama, mengidentifikasi potensi lahan untuk mengembangkan sapi potong; kedua, untuk mengetahui konsumi pakan dan  ADG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi bahan kering 3,51 kg/ekor/hari atau setara dengan 1,27% dari bobot badan. Konsumsi pakan dan peningkatan bobot badan pada Peranakan Ongole menunjukan sistem pemeliharaan pada breeding sapi yang masih tradisional. Pertambahan bobot badan harian pada Ongole Cross sebesar 0,25 kg/hari.Kata kunci : konsumsi pakan, ADG, Peranakan Ongole

Page 1 of 1 | Total Record : 8