cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2013)" : 8 Documents clear
Potensi Usaha Peternakan Sapi Perah Rakyat dalam Menghadapi Pasar Global (Potential of Small Scale Dairy Farm for Facing in Global Market) Marina Sulistyati
Jurnal Ilmu Ternak Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v13i1.5116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat kondisi dan potensi yang dimiliki usaha peternakan sapi perah rakyat saat ini dalam menghadapi pasar bebas di bidang persusuan yang sudah dicanangkan pemerintah sejak tahun1998.   Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Gabungan Kelompok Tani-Ternak Mitra Puspa Mekar, Parongpong, kabupaten Bandung Barat, yang saat ini kondisinya dalam posisi berbenah diri setelah koperasi susu yang menaungi mereka kolaps karena kesalahan manajemen, dan bermitra dengan KPSBU Lembang dalam hal pakan, reproduksi, dan pemasaran susu. Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh peternak yang tercatat sebagai anggota gapoktannak Mitra Puspa Mekar dan dapat ditemukan pada saat  pencacahan. Dari  244 orang responden di  tiga  kecamatan (Parongpong, Cisarua, dan Ngamprah), diungkap profil mereka sebagai peternak sapi perah, pengelolaan usaha peternakan, dan potensi yang mereka miliki sebagai peternak sapi perah saat ini. Data diolah secara deskriptif untuk memperoleh nilai rataan dari seluruh responden. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) usaha peternakan sapi perah masihdapat menarik minat masyarakat, (2) upaya peningkatan kuantitas dan kualitas produksi susu masih perlu dibantu dalam hal sarana dan prasarana, yang diikuti dengan peningkatan pemahaman dan kesadaran untuk memperbaiki  manajemen pengelolaan usaha,  (3)  pemasaran susu  yang dilakukan oleh  koperasi, masih memerlukan bantuan proteksi dari pemerintah, agar IPS tetap membeli susu hasil produksi peternak sapi perah rakyat.Kata kunci: sapi perah, usaha peternakan sapi perah rakyat, profil, potensi
Perbandingan Pendapatan Peternak Sapi Bali yang Melakukan Program Inseminasi Buatan (IB) dan Tidak Melakukan Program Inseminasi Buatan (IB) di Kec. Soppeng Riaja Kabupaten Barru (Farmer Income Comparisson of AI and non-AI Programme Participants at Soppeng S.n Sirajuddin
Jurnal Ilmu Ternak Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v13i1.5112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pendapatan peternak sapi Bali yang melakukan Program Inseminasi Buatan (IB) dan tidak melakukan Program Inseminasi Buatan di Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru.  Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru pada bulan April hingga bulan Juni 2012. Lokasi ini dipilih karena  sebagian besar peternak telah mengikuti program IB. Jumlah sampel adalah 29 orang responden. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data diolah secara distribusi frekuensi dan dianalisa secara deskriptif kuantitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pendapatan peternak sapi Bali yang melakukan IB lebih rendah dari pada peternak yang tidak melakukan IB yaitu Rp 7.608.754,-/ekor/tahun berbanding Rp 7.697.796,-/ekor/tahun.Kata kunci: inseminasi buatan pendapatan, peternak, sapi Bali,
Pengelolaan Limbah Ternak pada Kawasan Budidaya Ternak Sapi Potong di Kabupaten Majalengka (Waste Management at Beef Cattle Raising Area in Majalengka) Asep Setiawan
Jurnal Ilmu Ternak Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v13i1.5117

Abstract

Salah satu jenis usaha pada sub sektor peternakan yang berpotensi untuk dikembangkan adalah peternakan sapi  potong.  Sapi  potong  ditetapkan sebagai  komoditas unggulan sub sektor  peternakan di  Kabupaten Majalengka. Kecamatan Kertajati, Kecamatan Lemahsugih dan Kecamatan Majalengka merupakan wilayah unggulan budidaya ternak sapi potong di Kabupaten Majalengka dimana ternak sapi potong banyak dipelihara. Usaha ternak sapi potong menghasilkan limbah yang relatif banyak dan berpotensi menjadi sumber pencemaran. Limbah ternak yang dikelola dengan baik limbah ternak dapat memberikan keuntungan baik bagi  peternak maupun masyarakat di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status pengelolaan limbah ternak sapi potong saat ini serta faktor-faktor yang mendorong dan menghambat dalampengelolaan limbah ternak sapi potong. Penelitian ini dilakukan dengan mengunakan metode campuran antara pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menguji faktor-faktor yang mendorong dan menghambat peternak sapi potong dalam melakukan pengelolaan limbah ternak, yaitu faktor karakteristik peternak, faktor karakteristik inovasi pengelolaan limbah ternak,dan faktor kondisi   lingkungan.   Adapun   pendekatan  kualitatif  digunakan   untuk   memperoleh   gambaran   status pengelolaan limbah  ternak sapi  potong  yang  dilakukan saat  ini.  Hasil  penelitian menunjukkan  bahwa peternak sapi potong telah melaksanakan pengelolaan limbah ternak dengan pemanfaatan yang paling banyak adalah sebagai pupuk organik. Faktor yang paling berpengaruh terhadap status pengelolaan limbah ternak sapi potong adalah faktor kondisi lingkungan yaitu sebesar 21,2% kemudian variabel karakteristik inovasi pengelolaan limbah ternak sebesar 9,9% sedangkan pengaruh faktor karakteristik peternak hanya 7,0% dan tidak signifikan.Kata kunci :  limbah ternak, sapi potong, status pengelolaan limbah
Involusi Uteri dan Waktu Estrus pada Induk Sapi Perah FH Pasca Partus (Uterine Involution and Estrus Time on Dairy Cows FH Postpartum) Bambang Hadisutanto
Jurnal Ilmu Ternak Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v13i1.5113

Abstract

Paritas merupakan suatu periode dalam proses siklus reproduksi ternak dengan indikasi jumlah partus indukternak. Feliciano,dkk, (2003) menyatakan bahwa paritas digolongkan menjadi tiga bagian, yaitu: (1) nuliparous (sapi perah dara), (2) primiparous (induk sapi perah yang sudah partus satu kali) dan pluriparous/multiparous (induk sapi perah yang sudah partus lebih dari satu kali). Tujuan penelitian adalah mengetahui involusi uteri  dan waktu estrus kedua pada berbagai paritas induk sapi perah Fries Holland pasca partus. Manfaat penelitian adalah untuk melengkapi informasi dalam performan sapi perah Fries Holland pada berbagai paritas induk pasca partus. Penelitian ini menggunakan rancangan klasifikasi satu arah dengan mengamati 90 ekor induk sapi perah pasca partus yang terdiri dari 30 ekor induk paritas I, 30 ekor induk paritas II dan 30 ekor induk paritas III.   Data pengamatan involusi uteri dan waktu estrus dianalisis dengan General Linear Model (GLM) dan dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) untuk mengetahui tingkat signifikansi involusi uteri dan waktu estrus kedua pasca partus antar paritas induk. Hasil penelitian performan involusi uteri pasca partus dari 30 ekor induk sapi perah pada setiap paritas induk tidak menunjukkan perbedaan nyata yaitu involusi uteri paritas induk I adalah 53,10 ± 10,63 hari, paritas induk II 47,56 ± 12,64 hari dan paritas induk III adalah 48,40 ± 9,93 hari. Sedangkan performan estrus kedua pasca partus dari 30 ekor induk sapi perah pada setiap paritas induk, ternyata induk paritas I nyata berbeda (83,5 ± 25,74 hari) dibandingkan induk paritas II (68,23 ± 22,83 hari) dan induk paritas III (74,1 ± 24,75 hari). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa paritas induk I, II dan III tidak memberikan pengaruh terhadap involusi uteri tetapi berpengaruh terhadap waktu estrus kedua pasca partus.Kata kunci: induk Fries Holland, paritas, involusi uteri, waktu estrus
Analisis Kualitas Kompos dari Sludge Biogas Feses Kerbau (The Quality Analysis of the Compost of Sludge Biogas Buffalo Feces) Eulis Tanti Marlina
Jurnal Ilmu Ternak Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v13i1.5118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan menganalisis kualitas kompos dari sludge biogas feses kerbau  pada  berbagai  rasio  C/N.  Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  metodeeksperimen menggunakan rancangan acak lengkap, dengan tiga perlakuan (P1 = C/N 25, P2 = C/N 30P3 =  C/N 35) dengan enam kali ulangan. Peubah yang diamati adalah kandungan N total, P2O5, K2O.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Rasio C/N berpengaruh nyata terhadap kandungan N total,P2O5 dan K2O,  2) Rasio CN 30 menghasilkan kandungan N total,  P2O5 dan K2O yang paling tinggi, yakni masing-masing 2,14; 1,70 % dan 4,58%.Kata kunci : feses kerbau, sludgerasio C/N, N, P, K
Komposisi Tubuh Babi Lokal Jantan Grower yang Mengonsumsi Fermentasi dan Aras Penggunaan Biji Asam dalam Ransum (Body Composition of Body Carcass of Local Male Pig Grower that Concumption of Fermented and Level Tamarind Seed in Ration) Redempta Wea
Jurnal Ilmu Ternak Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v13i1.5114

Abstract

Sebuah penelitian telah dilakukan dengan tujuan     mengkaji respon ternak babi lokal jantan terhadap penggunaan biji asam fermentasi dengan ragi tempe (Rhyzopus oliogosporus) dalam ransum terhadap komposisi tubuh ternak babi lokal jantan fase grower yang dipelihara secara ekstensif. Penelitian ini telah berlangsung sejak bulan April  sampai  September    2012. Jenis penelitian  adalah  eksperimen  dengan  menggunakan  rancangan  acak  lengkap.  Bahan  yangdigunakan berupa babi lokal jantan  grower 12 ekor berumur 3-4 bulan (rata-rata bobot badan 5,57 kg),  biji  asam,  kacang tunggak (Vigna unguiculata), vitamin  mineral  premix,  minyak nabati (bimoli), ragi tempe (Rhyzopus oligosporus), dedak, jagung kuning, dan tepung tulang dan daging (Meat Bone Meal). Variabel penelitian adalah komposisi tubuh dan bagian-bagian karkas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan fermentasi dan aras penggunaan biji asam dalam ransum tidak berpengaruh terhadap komposisi tubuh ternak babi lokal jantan grower dan   perlakuan terbaik ditunjukkan pada aras   20% biji asam baik fermentasi maupun tidak difermentasi serta penggunaan diatas 20% menyebabkan penurunan komposisi tubuh.Kata kunci : babi lokal jantan, biji asam, komposisi tubuh
Kualitas Fisika Kimia Sosis Ayam dengan Penggunaan Labu Merah (Cucurbita Moschata) sebagai Alternatif Pengganti Pewarna dan Antioksidan Khusnul Khotimah
Jurnal Ilmu Ternak Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v13i1.5119

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan labu merah sebagai pengganti warna dan antioksidan yang didasarkan pada kualitas fisiko kimia sosis ayam. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang alternatif labu merah sebagai bahan pewarna sekaligus berfungsi sebagai pengisi  (filler)  dan  antioksidan  alami,  sehingga  penggunaan  bahan  pewarna  sintetis  dapat  seminimal mungkin. Labu merah kukus digunakan dengan persentase 10 %, 20, % , 30 %, dan 40 %, dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan diulang 3 kali. Variabel yang diukur meliputi : tekstur, kadar air, kadar protein, kadar lemak, dan uji Organoleptik untuk melihat penerimaan konsumen. Hasil penelitian menunjukkanpenggunaan labu merah hingga persentase 40% tidak nyata ( P>0,05) terhadap tekstur, kadar air, kadar lemak, kadar protein, tetapi  nyata ( P<0.01)  terhadap kualitas organoleptik. Sosis ayam dengan labu merah mempunyai kisaran kadar air 65.78 -68.43 %, kadar lemak 15.73- 12.10 %, kadar protein 16.40 – 10.15 %, tekstur 64.96 -53.05 mm/g.dt, dan sesuai SNI 3820-1995.  Kesimpulannya, penggunaan labu merah hingga level 20 % dapat digunakan dalam pembuatan sosis ayam, karena level tersebut mempunyai skor tertinggi terhadap penerimaan konsumen. Tetapi, tekstur terbaik pada persentase 30 % dengan skor tertinggi.Kata kunci :  fisikokimia, labu kuning pewarna, antioksidan
Performa Produksi Broiler yang diberi Ransum Mengandung Biji Asam Hasil Fermentasi dengan Ragi Tempe (Rhyzopus oligosporus) (Response of Broiler to Diet Containing Fermented Tamarind Seed by Tempe Yeast (Rhyzopus oligosporus)) Theresia Nur Indah Koni
Jurnal Ilmu Ternak Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v13i1.5115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon broiler terhadap ransum yang mengandung biji asam hasil fermentasi oleh Rhyzopus oligosporus   yang diukur melalui konsumsi, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 4  ulangan. Ransum perlakuan terdiri atas R0   :  Ransum basal tanpa biji asam fermentasi,   R1  :   92,5% R0 + 6,5%     biji asam fermentasi, R2  :   85% R0 + 15% biji asam fermentasi, R3  :  77,5% R0 + 22,5% biji asam fermentasi. Data  dianalisis dengan menggunakan analisis ragam, dan dilanjutkan dengan  Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa broiler memberikan respon yang tidak berbeda terhadap pemberian ransum yang mengandung biji asam fermentasi oleh Rhyzopus oligosporus. Dapat disimpulkan bahwa biji asam yang  difermentasi  oleh  Rhyzopus oligosporus  dapat  digunakan  hingga 22,5%  dalam ransum broiler.Kata kunci : broiler, respon, biji asam, Rhyzopus oligosporus

Page 1 of 1 | Total Record : 8