cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2007)" : 17 Documents clear
Heritabilitas Sifat-Sifat Reproduksi Sapi Fries Holland (Heritability of Reproduction Traits on Fries Holland) Nena Hilmia
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i2.2251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui nilai heritabilitas sifat-sifat reproduksi sebagai dasar  seleksi pada sapi Fries Holland.   Penelitian ini menggunakan catatan reproduksi  dari tahun 1989 sampai 2002. Analisis keragaan data menggunakan program SAS.12,  heritabilitas  dianalisis menggunakan   Animal Model dengan Restricted Maximum Likelihood (REML) dengan program paket yang digunakan adalah VCE 4.2.   Hasil penelitian ini menunjukkan  Nilai heritabilitas selang beranak, masa kosong, dan angka kawin per kebuntingan masing-masing sebesar 0,016, 0,016, dan 0,018  Heritabilitas sifat reproduksi rendah menunjukkan  variasi genetik aditif yang mempengaruhi fertilitas adalah kecil, lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Seleksi berdasarkan sifat ini tidak efektif.Kata Kunci : Heritabilitas dan reproduksi
Pengaruh Subtitusi Minyak Sawit oleh Minyak Ikan Lemuru dan Suplementasi Vitamin E dalam Ransum Ayam Broiler terhadap Performans Denny Rusmana
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i2.2242

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh subtitusi minyak sawit oleh minyak ikan lemuru dan suplementasi vitamin E dalam ransum ayam broiler terhadap pertambahan bobot badan, konsumsi ransum , dan konversi ransum. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial 3 x 3. Faktor pertama adalah tingkat subtitusi minyak sawit oleh minyak ikan lemuru (0, 50, dan 100%),dengan tingkat penggunaan minyak dalam ransum sebesar 6%.  faktor kedua adalah tingkat suplementasi vitamin E (0, 100, dan 200 ppm).  Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis ragam yang dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Tingkat subtitusi minyak sawit oleh minyak ikan lemuru yang dikombinasikan dengan suplementasi vitamin E (0, 100 dan 200 ppm), memberikan interaksi terhadap konsumsi ransum, namun tidak mempengaruhi pertambahan bobot badan.  Pada tingkat penggunaan minyak  6 %, subtitusi 100% minyak sawit  oleh minyak ikan lemuru yang disuplementasi vitamin E 200 ppm menyebabkan penurunan konsumsi ransum, sehingga konversi ransum menjadi rendah. Kata Kunci : Minyak Sawit, Minyak Ikan Lemuru, Vitamin E, Performans
Kajian Produktivitas Sapi Madura Karnaen -; Johar Arifin
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i2.2247

Abstract

Penelitian tentang kajian produktivitas sapi Madura telah dilaksanakan di kabupaten Bangkalan Madura. Obyek atau materi penelitian adalah  ternak sapi Madura milik masyarakat petani – peternak yang berlokasi di kabupaten Bangkalan. Adapun penelitian tersebut dilakukan pada musim kemarau dan musim hujan. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui keadaan umum dan profil peternak di kabupaten Bangkalan Madura; (2) mempelajari sifat kuantitatif produksi dan reproduksi dalam memberikan deskripsi yang lebih jelas tentang sapi Madura; (3) mempelajari perbedaan sifat kuantitatif reproduksi dan produksi sapi Madura pada musim  kemarau dan musim hujan. Metode penelitian yang digunakan bersifat survey dan pengamatan tersendiri yang dikontrol secara berkala setiap bulan sekali. Pelaksanaan survey dilakukan di sepuluh kecamatan secara acak dari 18 kecamatan di kabupaten Bangkalan dan teknik pengambilan sampel berdasarkan teknik penarikan sampel secara acak berlapis. Pengamatan tersendiri dilakukan di kecamatan Geger dan kecamatan Socah dengan mengamati sapi sejak lahir sampai umur 12 bulan dengan mengadakan penimbangan berat badannya.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa beberapa sifat reproduksi maupun sifat produksi pada musim kemarau berbeda nyata dibandingkan dengan sifat reproduksi dan sifat produksi pada musim hujan (P < 0,05).Kata kunci : Produktivitas sapi Madura
Penggunaan Tepung Daun Jambu Batu Sebagai Anti Diare Pada Pertumbuhan Babi Periode Starter (Using of Guava (Psidium Guajava) Leaf Meal As anti Diarhea On Growth of Starter Pig Period) Sauland Sinaga
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i2.2252

Abstract

Penelitian tentang pengaruh Penggunaan Tepung Daun Jambu Batu sebagai Anti Diare Pada Babi Periode Starter dilaksananakan di Laboratorium Ternak Babi KPBI desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua. Penelitian ini menggunakan 18 ekor babi ras dengan bobot badan rata-rata 24,83 kg, rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan tiga  tingkat pemberian tepung daun jambu batu (0; 0.4; dan 0,8%), setiap perlakuan diulang sebanyak enam kali.    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian tepung daun jambu  dalam ransum memberikan pengaruh tindak nyata terhadap konsumsi harian, konversi ransum, kecernaan energi dan protein, tetapi berbeda nyata (p < 0,05) terhadap pertambahan bobot babi periode starter. Pemberian ransum yang mengandung tepung daun jambu batu 0.8% dapat digunakan sebagai pakan tambahan dalam ransum babi starter.Kata Kunci : Babi Periode starter, pertumbuhan, Tepung Daun Jambu Batu
Pendugaan Nilai Pemuliaan dan Tren Genetik Bobot Badan Prasapih domba Priangan menggunakan Animal Model BLUP Dudi -
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i2.2243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menduga nilai pemuliaan (NP) dan tren genetik bobot badan prasapih domba Priangan menggunakan  animal model BLUP.  Sejumlah 861 data yang berasal dari 597 induk dan  45 pejantan. telah dianalisis dengan restricted maximum likelihood (REML) untuk menduga nilai heritabilitas, dan best linear unbiased prediction (BLUP) untuk menduga nilai pemuliaan.  Efek tetap yang dimasukkan kedalam analisis adalah jenis kelamin, musim dan tipe kelahiran. Hasil penelitian menujukkan bahwa dugaan nilai pemuliaan untuk bobot lahir dan bobot sapih berturut-turut adalah sebesar 0,126 (ternak nomor 218);  0,954 (pejantan Reuceu).  Tren genetik bobot lahir dan bobot sapih domba Priangan di UPTD-BPPTD Margawati Garut selama 10 tahun terakhir (1994-2003) dalah konstan.Kata Kunci:  nilai pemuliaan, tren genetik, domba Priangan
Pengaruh Penambahan Pegagan (Centella asiatica) dan Vitamin C terhadap Kandungan Hemoglobin dan Hematokrit Darah Ayam Broiler yang Mengalami Cekaman Panas (Effect of pegagan (Centella asiatica) and Vitamin C on Blood hemoglobin and Hematocrite of Heat-S Engkus Kusnadi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i2.2248

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mempelajari pengaruh pegagan (Centella asiatica) dan vitamin C terhadap hemoglobin dan hematokrit darah ayam broiler yang mengalami cekaman panas. Penelitian ini menggunakan 120 ekor broiler jantan umur 2 – 6 minggu, temperatur kandang dipertahankan 31.98 ± 1.94 0C pada siang hari dan 27.36 ± 1.31 0C  pada malam hari. Perlakuan yang diberikan adalah 0% (K), 5% (P5), 10% (P10) kandungan pegagan dalam pakan, 500 ppm vitamin C dalam air minum (C), dan kombinasi 5% pegagan dan 500 ppm vitamin C (P5C), dan kombinan 10% pegagan dengan 500 ppm vitamin C (P10C). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan-perlakuan P5, P10, C, P5C dan P10C nyata meningkatkan hemoglobin dari 6,8 g/dL  menjadi  7,5; 7,8;   8,0; 8,2 dan  8,5 g/dL dan hematokrit darah dari 19,4% menjadi 23,4%,  25,4%,  24,3%, 24,1%,  dan 27,1%, berturut-turut.  Hal ini dapat disimpulkan bahwa pemberian sebanyak 5% pegagan sangat efektif sebagao anti cekaman panas pada ayam broiler.Kata kunci: Centella asiatica, vitamin C, cekaman panas, broiler
Efek Pengolahan Limbah Sayuran Secara Mekanis Terhadap Nilai Kecernaan pada Ayam Kampung Super JJ-101 Abun -; Denny Rusmana; Deny Saefulhadjar
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i2.2239

Abstract

Limbah sayuran berpotensi sebagai bahan pakan ternak unggas, khususnya ayam kampung super, namun limbah tersebut mudah rusak dan busuk sehingga perlu dilakukan pengolahan.  Pengolahan yang dimaksud yaitu dilakukan secara mekanis melalui pengukusan, perebusan, dan penjemuran.  Guna menguji kualitas produk pengolahan, dilakukan percobaan pada ayam kampung super JJ-101 melalui pengukuran terhadap nilai kecernaan bahan kering dan protein.  Percobaan menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan ransum, yaitu 100 persen ransum kontrol (RB), 85 persen ransum kontrol + 15 persen limbah sayuran hasil pengukusan (RK), 85 persen ransum kontrol + 15 persen limbah sayuran hasil perebusan (RR), dan 85 persen ransum kontrol + 15 persen limbah sayur hasil penjemuran (RJ), setiap perlakuan diulang 5 kali.  Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan.  Berdasarkan hasil analisis sidik ragam, perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap nilai kecernaan bahan kering dan protein.  Hasil penelitian  dapat disimpulkan bahwa ransum mengandung limbah sayuran hasil pengukusan (RK) memiliki nilai kecernaan bahan kering dan protein yang lebih tinggi dibandingkan ransum RR dan RJ, namun setara dengan ransum kontrol (RB).  Nilai kecernaan bahan kering dan protein ransum mengandung limbah sayuran hasil pengukusan (RK) yaitu sebesar 74,91 persen dan 70,22 persen.Kata kunci:  Limbah sayuran, pengolahan mekanis, kecernaan, ayam kampung super.
Hubungan Antara Karakteristik dengan Persepsi Peternak Sapi Potong terhadap Inseminasi Buatan (The Relationship between Beef Cattle Farmer’s Caracteristic and Its Perception to Artificial Insemination) Syahirul Alim; Lilis Nurlina
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i2.2253

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik peternak dan persepsi peternak sapi potong terhadap inseminasi buatan, serta menganalisis hubungan diantara keduanya.  Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survai.  Penentuan responden dilakukan secara acak sederhana.  Jumlah responden yang diambil sebanyak 40 orang.  Data primer diperoleh melalui teknik wawancara berdasarkan kuesioner, dan data sekunder diperoleh dari kantor desa, kantor kecamatan dan instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) karakteristik peternak termasuk kategori cukup menunjang; (2) persepsi peternak terhadap inseminasi buatan termasuk kategori baik; (3) terdapat hubungan positif antara karakteristik dengan persepsi peternak terhadap inseminasi buatan dengan rs = 0,43.Kata kunci:  Presepsi peternak, Inseminasi buatan.
Peningkatan Kualitas Nutrisi Duckweed Melalui Fermentasi Menggunakan Trichoderma harzianum Hendi Setiyatwan
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i2.2244

Abstract

Jumlah inokulum dan waktu fermentasi merupakan faktor penentu keberhasilan proses fermentasi dalam memperbaiki  kandungan nutrien duckweed.  Tujuan penelitian adalah untuk memperbaiki kandungan nutrien duckweed melalui penentuan jumlah inokulum dan waktu selama proses fermentasi.  Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial  3x4 dengan ulangan dua kali.  Faktor pertama  jumlah inokulum Trichoderma harzianum (1. 107 ,  2.107 ,dan 3.107  spora per 100 gram substrat) dan faktor kedua waktu fermentasi (24, 48, 72, dan 96  jam).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi dengan jumlah inokulum 3.107 spora per 100 gram substrat dan waktu 24 jam berhasil memperbaiki kandungan nutrien duckweed.  Hal demikian ditunjukkan dengan peningkatan kandungan protein kasar substrat dari 18,19% menjadi 19,07% dan penurunan kandungan serat kasar substrat dari 15,1% menjadi 3,6%. Kata Kunci :   inokulum, waktu fermentasi,  duckweed,  Trichoderma harzianum.
Pengaruh Sistem Pengawinan dan Paritas Terhadap Penampilan Reproduksi Ternak Babi Di PT Adhi Farm, Solo, Jawa Tengah (The Effect of Mating System and Parity on Swine Reproductive Performance in PT Adhi Farm, Solo, Central Java) Ligaya -; I. T.a Tumbelaka; P. H. Siagian
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i2.2249

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh sistem pengawinan dan paritas (beranak ke-) terhadap persentase kebuntingan, litter size dan interval antara penyapihan ke bunting kembali. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial 2 x 5. Faktor pertama adalah sistem pengawinan (Alami dan IB) dan factor kedua adalah paritas (1, 2, 3, 4 dan 5). Khusus untuk mengetahui interval antara menyapih ke bunting kembali digunakan rataannya dan diuji dengan uji Turkey. Sistem pengawinan berpengaruh nyata (P< 0,05) terhadap laju kebutingan dan litter size lahir hidup dimana pengawinan cara alami (93,23%) lebih baik daripada cara IB (81,64%) dengan litter size lahir hidup masing-masing 10,12 dan 9,26 ekor. Paritas dan interaksinya dengan sistem pengawinan tidak berbeda nyata terhadap laju kebuntingan dan litter size lahir hidup. Interval antara penyapihan ke bunting kembali untuk paritas pertama hingga keempat masing-masing adalah 9,55; 9,08; 7,17; dan 5,64 hari.Kata kunci: sistem pengawinan, paritas, babi.

Page 1 of 2 | Total Record : 17