Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Effect of Fermented Kangkong Seed (Ipomoea reptans Poir.) on Characteristics and Histology of Female Quail Reproductive Organs Astuti Kusumorini; Rachmat Wiradimadja; Ramadhani Eka Putra; Ana Rochana; Denny Rusmana
Jurnal Biodjati Vol 6, No 1 (2021): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v6i1.8295

Abstract

Quail has a high reproductive ability, which can reach 3 to 4 generations a year. The quail also have high eggs productivity and capable of producing 250-300 eggs/quail/year. Egg production is closely related to the reproductive system and feed. It is necessary to know the effect of feeding fermented kangkong on the characteristics and histology of the quail reproductive organs. The increase in livestock population should be balanced with an increase in the availability of feed. Kangkong seeds waste (Ipomoea reptans Poir.) is rejected seeds from seed factories that have the potential to become alternative feed ingredients because it contains about 13.46% protein. The purpose of this study was to determine the effect of fermented kangkong seed feed (Bikafer) on the characteristics of reproductive tract organs and histology of quail oviducts because feeds affect the development of the reproductive tract and quail egg production.  This study used a completely randomized design method (CRD) with 5 treatments and 4 replications. The treatments were as follows: R0 = commercial feed, R1 = 0%  (Bikafer), R2 = 7.5% (Bikafer), R3 = 15% (Bikafer) ,R4 = 22.5% (Bikafer). Data were analyzed using one-way ANOVA with a significance level of 95% (α = 0.05) and the Kruskal-Wallis test, while histological observations were described descriptively. The results showed that there were significant differences in the characteristics of the uterus, vaginal length, and isthmus weights. The histology of the quail reproductive tract developed well and showed the tunica mucosal tissue, serous tunica, muscular tunica, goblet cells, epithelium, and tubular gland cells.
PENENTUAN KECERNAAN RANSUM MENGANDUNG AMPAS UMBI GARUT (Maranta arundinacea LINN.) PADA AYAM BROILER DENGAN METODE PEMOTONGAN Abun -; Denny Rusmana; Nyimas Popy Indriani
Bionatura Vol 5, No 3 (2003): Bionatura Nopember 2003
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui nilai kecernaan ransum(bahan kering, protein kasar dan bahan organik) yang mengandung ampas umbiGarut telah dilakukan selama dua minggu, mulai tanggal 15 sampai dengan 29Juli 2002. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan RancanganAcak Lengkap dengan empat perlakuan ransum (R0 = ransum basal = ransumtanpa tepung ampas umbi Garut; R1 = 95% ransum basal + 5% tepung ampasumbi Garut; R2 = 92,5% ransum basal + 7,5% tepung ampas umbi Garut dan R3= 90% ransum basal + 10% tepung ampas umbi Garut). Setiap perlakuandiulang lima kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung ampasumbi Garut.. pada tingkat 10% dalam ransum (R3) nyata (P<0,05) menurunkannilai kecernaan ransum (bahan kering, protein kasar dan bahan organik)dibandingkan dengan perlakuan R0 (ransum basal). Rataan perlakuan R0, R1 danR2 tidak menujukkan pengaruh yang berbeda nyata terhadap semua peubah yangdiamati. Kesimpulan yang diperoleh bahwa tepung ampas umbi Garut.. dapatdiberikan sampai 7,5% dalam ransum ayam broiler, yang ditunjang oleh datasebagai berikut: (1) Nilai kecernaan bahan kering ransum = 81,52%, tepungampas umbi Garut = 74,80%; (2) Nilai kecernaan protein kasar ransum =74,78%, tepung ampas umbi Garut = 66,35% dan (3) Nilai kecernaan bahanorganik ransum = 84,64%, tepung ampas umbi Garut = 74,99%.
PENGARUH PERBEDAAN SIFAT SPESIES KAPANG DAN TINGKAT PERBANDINGAN BUNGKIL KELAPA DAN ONGGOK TERHADAP PERUBAHAN NILAI GIZI DAN KECERNAAN RANSUM AYAM PEDAGING Abun -; Denny Rusmana; Deny Saefulhadjar
Bionatura Vol 3, No 1 (2001): Bionatura Maret 2001
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.493 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kandungan gizi hasil fermentasi darikombinasi bungkil kelapa dan onggok dengan dua spesies kapang yang berbeda,serta mengetahui nilai kecernaan bahan kering hasil fermentasi terbaik dari duaspesies kapang Rhizopus oligosporus dan Rhizopus oryzae pada ayam pedaging.Penelitian dilaksanakan secara eksperimen dalam dua tahap, yaitu: (1)Fermentasi, menggunakan rancangan Acak Lengkap pola faktorial (2x5) yangdiulang sebanyak tiga kali. Faktor pertama adalah dua macam spesies kapang,yaitu: Rhizopus oligosporus dan Rhizopus oryzae. Faktor kedua adalah limamacam kombinasi jenis substrat, yaitu bungkil kelapa dan onggok denganperbandingan: 100:0; 50:50; 25:75; dan 0%:100%; (2) Pengujian kecernaanbahan kering hasil fermentasi terbaik, menggunakan Rancangan Acak Lengkap,tiga perlakuan ransum yang diulang lima kali; dan perlakuannya adalah: 10%ransum yang mengandung kombinasi substrat tanpa difermentasi; 10% produkRhizopus oligosporus; dan 10% produk Rhizopus oryzae. Ternak percobaan yangdigunakan adalah ayam pedaging final stock “Arbor Acres” sebanyak 30 ekor.Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hasil fermentasi terbaikadalah kombinasi bungkil kelapa dan onggok dengan perbandingan 50%:50%,baik dengan Rhizopus oligosporus maupun Rhizopus oryzae, dan kedua jeniskapang tersebut tidak memperlihatkan perbedaan yang nyata terhadap kenaikankandungan bahan kering, protein kasar dan serat kasar; (2) Kecernaan bahankering ransum yang mengandung hasil fermentasi terpilih, nyata lebih baik dibanding dengan ransum basal. Nilai kecernaan bahan kering hasil fermentasi olehRhizopus oligosporus adalah 71,95% dan Rhizopus oryzae adalah 72,75%, dankeduanya tidak menunjukkan perbedaan yang nyata.Kata Kunci : bugkil kelapa, onggok, Rhizopus oligosporus, Rhizopus oryzae, Ransum pakan.
Pengaruh Lama Pengukusan terhadap Suhu Gelatinisasi, Retensi Bahan Kering dan Energi Metabolis Tepung Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) pada Ayam Broiler Deny Saefulhadjar; Denny Rusmana; Hendi Setiyatwan; Ana Rochana Tarmidi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 20, No 1 (2020): June
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v20i1.29136

Abstract

ABSTRAKPenelitian untuk mengetahui suhu gelatinisasi dan retensi tepung ubi jalar (Ipomoea batatas L.) pada ayam broiler akibat pengukusan dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi Ternak Unggas Non Ruminansia dan Industri Makanan Ternak Universitas Padjadjaran Jatinangor. Ubi jalar diberi empat perlakuan, yaitu tanpa pengukusan, dan pengukusan selama 15, 30, dan 45 menit.  Suhu gelatinisasi tepung umbi ubi jalar diukur menggunakan Pertens Rapid Visco Analizer. Pengukuran retensi bahan kering dan energi metabolis ransum dilakukan dengan metode koleksi total. Ayam pedaging strain Cobb sebanyak 20 ekor yang berumur 5 minggu ditempatkan pada 20 kandang individu yang terbuat dari kawat dengan ukuran 55 x 35 x 60 cm. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa suhu gelatinisasi ubi yang dikukus nyata berbeda (P<0,05) dengan ubi yang tidak dikukus. Suhu gelatinisasi antar lama pengukusan berbeda tapi tidak nyata (P>0,05). Retensi bahan kering, energi metabolis (EM), dan energi metabolis terkoreksi nitrogen (EMn)  pada pengukusan selama 15 menit semuanya nyata lebih tinggi (P<0,05) dari ubi jalar yang tidak dikukus, namun tidak berbeda nyata (P>0,05) dari ubi jalar yang dikukus. Pengukusan selama 15 menit cukup untuk meningkatkan retensi ubi jalar. 
Pengaruh Pemberian Ransum Mengandung Minyak Ikan Lemuru dan Vitamin E terhadap Kadar Lemak dan Kolesterol Daging Ayam Broiler Denny Rusmana; Dulatif Natawiharja; Happali -
Jurnal Ilmu Ternak Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v8i1.2207

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui kadar lemak dan kolesterol daging ayam broiler yang diberi ransum yang mengandung minyak ikan lemuru dan vitamin E serta kombinasinya.  Penelitian menggunakan 216 ekor ayam broiler strain CP 707. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancagan Acak Lengkap dengan pola Faktorial 3x3 yang diulang empat kali dan setiap ulangan terdiri atas 6 ekor ayam. Faktor pertama adalah pemberian Minyak Ikan Lemuru pada tingkat 0%, 3% dan 6%. Faktor yang kedua adalah penambahan suplemen vitamin E pada tingkat 0 ppm, 100 ppm dan 200 ppm. Setiap ransum mempunyai kandungan protein dan energi metabolis yang sama. Untuk mengetahui pengaruh setiap perlakuan, data yang diperoleh dianalisis dengan metoda Sidik Ragam dan Uji Jarak Berganda Duncan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemberian minyak ikan lemuru pada tingkat 3% dan 6% dengan suplementasi vitamin E pada tingkat 100 ppm dapat mencegah terjadinya peningkatan kadar lemak daging ayam broiler. Pada pemberian minyak ikan lemuru pada tingkat 3% dengan suplemntasi vitamin E sebanyak 100 ppm dan pemberian minyak ikan lemuru pada tingkat 6% dengan suplementasi vitamin E 200 ppm dapat mencegah terjadinya peningkatan persentase kadar kolesterol daging ayam broiler.Kata kunci :  Minyak Ikan Lemuru, Vitamin E, Lemak, Kolesterol, Broiler 
Efek Pengolahan Limbah Sayuran Secara Mekanis Terhadap Nilai Kecernaan pada Ayam Kampung Super JJ-101 Abun -; Denny Rusmana; Deny Saefulhadjar
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i2.2239

Abstract

Limbah sayuran berpotensi sebagai bahan pakan ternak unggas, khususnya ayam kampung super, namun limbah tersebut mudah rusak dan busuk sehingga perlu dilakukan pengolahan.  Pengolahan yang dimaksud yaitu dilakukan secara mekanis melalui pengukusan, perebusan, dan penjemuran.  Guna menguji kualitas produk pengolahan, dilakukan percobaan pada ayam kampung super JJ-101 melalui pengukuran terhadap nilai kecernaan bahan kering dan protein.  Percobaan menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan ransum, yaitu 100 persen ransum kontrol (RB), 85 persen ransum kontrol + 15 persen limbah sayuran hasil pengukusan (RK), 85 persen ransum kontrol + 15 persen limbah sayuran hasil perebusan (RR), dan 85 persen ransum kontrol + 15 persen limbah sayur hasil penjemuran (RJ), setiap perlakuan diulang 5 kali.  Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan.  Berdasarkan hasil analisis sidik ragam, perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap nilai kecernaan bahan kering dan protein.  Hasil penelitian  dapat disimpulkan bahwa ransum mengandung limbah sayuran hasil pengukusan (RK) memiliki nilai kecernaan bahan kering dan protein yang lebih tinggi dibandingkan ransum RR dan RJ, namun setara dengan ransum kontrol (RB).  Nilai kecernaan bahan kering dan protein ransum mengandung limbah sayuran hasil pengukusan (RK) yaitu sebesar 74,91 persen dan 70,22 persen.Kata kunci:  Limbah sayuran, pengolahan mekanis, kecernaan, ayam kampung super.
Pengaruh Subtitusi Minyak Sawit oleh Minyak Ikan Lemuru dan Suplementasi Vitamin E dalam Ransum Ayam Broiler terhadap Performans Denny Rusmana
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i2.2242

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh subtitusi minyak sawit oleh minyak ikan lemuru dan suplementasi vitamin E dalam ransum ayam broiler terhadap pertambahan bobot badan, konsumsi ransum , dan konversi ransum. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial 3 x 3. Faktor pertama adalah tingkat subtitusi minyak sawit oleh minyak ikan lemuru (0, 50, dan 100%),dengan tingkat penggunaan minyak dalam ransum sebesar 6%.  faktor kedua adalah tingkat suplementasi vitamin E (0, 100, dan 200 ppm).  Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis ragam yang dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Tingkat subtitusi minyak sawit oleh minyak ikan lemuru yang dikombinasikan dengan suplementasi vitamin E (0, 100 dan 200 ppm), memberikan interaksi terhadap konsumsi ransum, namun tidak mempengaruhi pertambahan bobot badan.  Pada tingkat penggunaan minyak  6 %, subtitusi 100% minyak sawit  oleh minyak ikan lemuru yang disuplementasi vitamin E 200 ppm menyebabkan penurunan konsumsi ransum, sehingga konversi ransum menjadi rendah. Kata Kunci : Minyak Sawit, Minyak Ikan Lemuru, Vitamin E, Performans
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KUNYIT DAN BETAIN PADA RANSUM TERHADAP BERAT KARKAS, TEBAL LEMAK PUNGGUNG DAN LOIN EYE AREA BABI FINISHER (Effect of Dietary Turmeric Flour and Betain Addition on Carcass Weight, Backfat Thickness and Loin Eye Area of Finisher Pig) Jimmi RH Sinaga; Sauland Sinaga; Denny Rusmana
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.92 KB) | DOI: 10.20956/jitp.v8i1.8325

Abstract

Antibiotic Growth Promoter (AGP) synthetic as a feed additive can stimulate growth, prevent some health problems, and improve feed efficiency. However, its journey has raised concerns due to adverse effects such as residues and microbial resistance. The use of turmeric flour and betaine as feed additives is expected to substitute the use of AGP Synthetic in improving the performance of pig carcasses and the safety of consumption. This study was aimed to examine the effect of the addition of turmeric flour and different doses of betaine in the ration on the performance of finisher period pigs. The study was conducted experimentally using a completely randomized design with four treatments and five replications. The objects of the study were 20 male and female finisher Landrace pigs with a finisher period with initial body weights of 55-66 kg/head. The study rations used were R0: basal ration, R1: R0 + 0.4% turmeric flour + 0.1% betaine, R2: R0 + 0.4% turmeric flour + 0.15% betaine and R3: R0 + 0.4% turmeric flour + 0.2% betaine. The parameters measured were carcass weight, backfat thickness, and loin eye area. The addition of turmeric flour treatment did not have any significant effects on carcass weight and thickness of the back fat of the pig. The addition of 0.4% turmeric flour and 0.15% betaine in the ration was the best treatment and resulted in a different effect on the loin eye area compared to that of R0, while treatment R1 and R3 had a similar effect on it. The result of the addition of 0.4% turmeric flour and 0.15% betaine resulted in the loin eye area of the finisher pig of 53.4 cm2
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KUNYIT DAN BETAIN DALAM RANSUM TERHADAP VILI ILEUM, KECERNAAN PROTEIN DAN IMBANGAN EFISIENSI PROTEIN BABI PERIODE FINISHER (Effect of Dietary Turmeric Powder and Betaine Addition on Ileum Villi, Protein Digestion and Protein Efficiency Ratio of Finisher Pig) Elnisi Br Mahulae; Sauland Sinaga; Denny Rusmana
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jitp.v8i2.8328

Abstract

Betaine and turmeric powder have the benefit of increasing digestibility and metabolism which affects the productivity of pig finisher period. The purpose of this study was to determine the effect and best dosage of betaine addition combined with turmeric powder in feed on ileum villi, protein digestion, and protein efficiency ratio of finisher period pig. The research was conducted experimentally according to a completely randomized design with 4 type of combination treatments of betain and turmeric powder in ration as follow: R0 = Basal feed, R1 = R0 + 0.4% turmeric powder + 0.1% betaine, R2 = R0 + 0.4% turmeric powder + 0.15% betaine, R3 = R0 + 0.4% turmeric powder + 0.2% betaine. Each treatment was repeated five times. The variables observed were ileum villi, protein digestion, and protein efficiency ratio. The results of the research showed that the treatments had a significant effect on the number of ileum villi, protein digestion, protein efficiency ratio, and. The addition of 0.15% betaine combined with 0.4% turmeric powder (R2) in feed showed the best effect on the ileum villi, protein digestion, and protein efficiency ratio of pig finisher period
KADAR GLUKOSA DAN TRIGLISERIDA AYAM RAS PETELUR FASE LAYER YANG DIBERI RANSUM MENGANDUNG EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica) Vina Ristiani Nurmalia; Denny Rusmana; Andi Mushawwir
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 4 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i4.27396

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak pegagan terhadap kadar glukosa dan trigliserida ayam ras petelur fase layer. Penelitian dilakukan selama satu bulan, dimulai bulan Desember 2019 hingga Januari 2020 yang bertempat di kandang ayam ras petelur, Desa Sukarapih, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Terdapat 4 kelompok percobaan, ransum tanpa ekstrak pegagan, ransum dengan 0,04% ekstrak pegagan, ransum dengan 0,08% ekstrak pegagan dan ransum dengan 0,12% ekstrak pegagan. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan uji ortogonal polinomial. Berdasarkan hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian ekstrak pegagan berbeda nyata (p<0,05) pada kadar glukosa dan trigliserida ayam yang dipuasakan, sedangkan untuk kadar trigliserida 1 jam setelah makan memberikan hasil yang tidak berbeda nyata (p>0,05).