cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2007)" : 17 Documents clear
Optimalisasi Fermentasi Bungkil Inti Sawit (Elaeis guineensis Jacq) oleh Kapang Trichoderma reesei Achmad Jaelani
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i2.2240

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mempelajari optimalisasi fermentasi bungkil inti sawit oleh kapang Trichoderma reesei.   Eksplolasi bungkil inti sawir melalui proses mikrobiologi sekarang ini merupakan salah satu upaya dalam memecahkan masalah produksi limbah pada industri kelapa sawit.  Karakteristik pertumbuhan dari Trichoderma reesei mengikuti suatu rumus regresi untuk jumlah koloni adalah  Y = 0,0652x + 2,29  dengan jumlah koloni yang optimum 2.13 x 106 CFU/cc yang mana ditemukan setelah 60 jam.  Diameter koloni tertinggi ditemukan setelah 30 jam sebesar 102,89%.  Penelitian tentang optimalisasi pengguanan produk permentasi menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola factorial 3x3. faktor pertama adalah ketebalan dari median bungkil init sawit (1, 2, dan 3 cm) dan faktor kedua dosis penggunana Trichoderma reesei (104, 105, 106 CFU/cc).  hasil penelitian menunjukkan adanya  perbedaan yang  nyata antara dosis Trichoderma reesei dan ketebalan medium terhadap pH,  suhu media, dan kandungan protein kasar.  Interkasi antara ketebalan medium dan dosis tidak terjadi pada kandungan protein kasar bungkil inti sawit hasil fermentasi.Kata kunci: Bungkil inti sawit, fermentasi, Trichoderma reesei.   
Pengaruh Silang Dalam Pada Estimasi Respon Seleksi Bobot Sapih Kambing Peranakan Etawa (PE), Dalam Populasi Terbatas (Effect of In-Breeding on Estimation of Respon to Selection of Weaning Weight of Etawa Cross Bred (PE), in The Small Population) Sri Bandiati Komar Prajoga
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i2.2254

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Citarasa Bogor pada bulan Juli 2004. Tujuan penelitian ini adalah untuk menduga respon seleksi bobot sapih, pada lima generasi yang akan datang dengan memperhitungkan efek in-breeding pada populasi terbatas. Data yang dianalisis berasal dari catatan bobot sapih sebanyak 93 catatan. Data berasal dari 93 ekor anak kambing PE, keturunan dari 20 ekor pejantan dan 62 ekor induk. Komponen ragam dan Nilai Heritabilitas diduga dengan menggunakan Animal Model, Maternal Genetic Effect dengan Restricted Maximum Likelihood (REML) program Variance Component Esti-mation-VCE 4.2 dan Nilai Pemuliaan diduga dengan Best Linier Unbiased Prediction (BLUP). Efek tetap yang dilibatkan dalam analisis adalah jenis kelamin, type kelahiran, paritas dan Tahun Musim. Hasil analisis data menunjukan nilai heritabitas sebesar 0,5 termasuk katagori tinggi. Nilai pemuliaan berkisar antara 2,09 kg sampai -1,90 kg. Respon seleksi bobot sapih pada generasi lima dengan memperhitungkan efek in-breeding pada alternatif pertama menggunakan jantan 16 ekor dan betina 16 ekor dengan intensitas seleksi 1,489 yaitu 5,993 kg. Pada alternatif kedua pada penggunaan jantan 2 ekor dan betina 40 ekor deng an intensitas seleksi 1,667 respon seleksi bobot sapih pada generasi lima dengan memperhitungkan efek in-breeding adalah 5,726 kg. Sedangkan pada alternatif ketiga pada penggunaan jantan 5 ekor dan betina 16 ekor, dengan intensitas seleksi 1,776 respon seleksi bobot sapih pada generasi lima dengan memperhitungkan efek in-breeding adalah 6,841 kg yang merupakan nilai tertinggi dari ketiga alternatif komposisi populasi ternak jantan dan betina. Berdasar dari hasil penelitian disarankan bahwa penggunaan alternatif ketiga akan lebih baik dan dapat sedikit menghindar dari efek in-breeding, terlebih lagi bila dipertimbangkan aspek ekonomi-nya.Kata kunci: Respon Seleksi, Intensitas Seleksi, Efek in-breeding, Kambing Peranakan Etawa (PE)
Potensi Pakan Serat Dan Daya Dukungnya Terhadap Populasi Ternak Ruminansia Di Wilayah Kabupaten Garut u U. Tanuwiria; A. Mushawwir; A. Yulianti
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i2.2245

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari potensi pakan asal limbah tanaman pangan dan daya dukungnya terhadap populasi ternak ruminansia di wilayah kabupaten Garut. Penelitian dilakukan dengan cara survey dan pengumpulan data sekunder.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Potensi pakan asal rumput alam dan jerami asal limbah tanaman pangan di seluruh wilayah kabupaten Garut adalah 414.211,1 ton bahan kering (BK) yang terdiri atas 151.395,6 ton BK asal rumput dan 262.815,5 ton BK asal limbah tanaman pangan. Daya dukung pakan terhadap populasi ternak adalah 124.706 satuan ternak (ST), yang terdiri atas 45.580,5 ST ternak ruminansia kecil dan 79.125,5 ST ternak ruminansia besar.Kata Kunci : potensi pakan, daya dukung, ruminansia kecil, ruminansia besar
Pengaruh Perilaku Kepemimpinan Orientasi Prestasi terhadap Keberlanjutan Usaha Anggota Koperasi (The Impact of Achievement Oriented Leadership Behaviour to Business Sustainability of Cooperatives Member) Lilis Nurlina
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i2.2250

Abstract

Kepemimpinan seseorang atau sekelompok orang dapat menentukan nasib berjuta-juta orang. Kepemimpinan yang beorientasi prestasi pada Koperasi/ KUD Sapi Perah berperan dalam menunjang keberlanjutan usaha koperasi dan anggotanya. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Bandung Propinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah survey. Pengambilan sampel koperasi dilakukan secara multistage cluster random sampling dan peternak responden secara simple random sampling. Ukuran sampel koperasi berjumlah 4 koperasi dan responden berjumlah 140 orang peternak sapi perah serta 15 orang informan kunci. Data dianalisis dengan menggunakan Korelasi Pearson dan Model Regresi Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Secara simultan variabel perilaku kepemimpinan berpengaruh sebesar 47 % terhadap keberlanjutan usaha anggota, dan secara parsial perilaku kepemimpinan yang berorientasi pada tugas dari pengurus, pengawas dan kepemimpinan orientasi prestasi dari penyuluh peternakan serta partisipasi anggota secara signifikan berpengaruh terhadap keberlanjutan usaha anggota koperasi; dan (2) tingkat keberlanjutan usaha anggota pada Koperasi Mono Usaha signifikan lebih tinggi dibandingkan  dengan Koperasi Multi Usaha/KUD Sapi Perah.Kata Kunci :   Perilaku kepemimpinan, orientasi prestasi, peternak sapi perah, koperasi, kelanjutan usaha.
Penggunaan Rumput Laut Dan Sekam Padi Sebagai Sumber Serat Dalam Ransum terhadap Kadar Lemak Karkas Babi K. Budaarsa; P. H. Siagian; Kartiarso -
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i2.2241

Abstract

Penelitian-penelitian  yang telah dilakukan menunjukkan adanya suatu hubungan yang sangat kuat antara penyakit jantung dengan tingginya tingkat kolesterol plasma pada manusia dan spesies yang lainnya, termasuk babi. Hal ini sebabkan adanya persamaan anatomi dan fisiologi angara babi dan manusia,  informasi terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat lemak tubuh di manusia dapat direfleksikan dengan kondisi yang sama pada babi. Suatu review terhadap beberapa beberapa literatur pada manusia bahwa kandungan  serat pada makanan dapat mereduksi lemak tubuh.  Babi  Landrace lepas sapih sebanyak 35 ekor dengan berat antara 8 – 10 kg telah digunakan untuk menentukan pengaruh pemberian rumput laut dan sekam padi sebagai sumber serat terhadap karkas babi.  Ada tiga tingkat rumput laut (0, 5, dan 10%) dan tiga level sekam padi (0, 5, dan 10%) digunakan dalam suatu rancangan faktorial 3x3.  ransum penelitian ini isokalori dan isoprorein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumput laut dan sekam padi nyata menurunkan kandungan lemak karkas babi.Kata kunci:  rumput laut, sekam padi, lemak karkas
Kepemimpinan Ketua Kelompok Dan Hubungannya Dengan Keefektifan Kelompok (Kasus Pada Kelompoktani Ternak Sapi Perah Di Wilayah Kerja Koperasi Serba Usaha Tandangsari Sumedang) Unang Yunasaf
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i2.2255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepemimpinan ketua kelompok, keefektifan kelompok, dan keeratan hubungan dari kedua hal tersebut.  Penelitian dilakukan dengan  metode survei.  Unit analisis adalah  kelompoktani sapi perah yang ada di Wilayah Kerja KSU Tandangsari Kabupaten Sumedang.  Pengambilan contoh responden dilakukan secara gugus bertahap.  Jumlah responden 30 orang dari 4 kelompok terpilih.  Uji keeratan hubungan yang digunakan adalah uji korelasi rank spearman.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan ketua kelompok tani ternak sapi perah  sebanyak 46,67%  tergolong cukup, 43,33 % tergolong tinggi, dan 10,00 %  tergolong sangat tinggi. Keefektifan kelompoktani ternak sapi perah    sebanyak 50,00% tergolong cukup, 40 % tergolong tinggi, dan 10 % tergolong  sangat tinggi.  Derajat hubungan kepemimpinan ketua kelompok tani ternak sapi perah dengan keefektifan kelompok menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat.Kata kunci: Kepemimpinan Ketua Kelompok, Keefektifan Kelompok 
Karakteristik Fisik Pakan Itik Bentuk Pellet Yang Diberi Bahan Perekat Berbeda Dan Lama Penyimpanan Yang Berbeda Jasmal A. Syamsu
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i2.2246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bahan perekat (tepung tapioka dan tepung gaplek) dan lama penyimpanan terhadap sifat fisik pakan itik bentuk pellet yang telah mengalami penyimpanan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial 3x3 dengan 4 ulangan. Faktor pertama (A) adalah bahan perekat (ransum pellet tanpa bahan perekat,  ransum pellet + tepung tapioka 5%, dan ransum pellet + tepung gaplek 5%) dan faktor kedua (B) adalah lama penyimpanan (0, 2, dan 4 minggu).  Data yang diperoleh dianalisis sidik ragam (ANOVA), hasil yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji BNT.  Peubah yang diamati adalah berat jenis, kerapatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan, sudut tumpukan, daya ambang, dan ketahanan benturan pellet. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penambahan 5% tepung tapioka dalam ransum pellet menghasilkan sifat fisik terbaik yaitu kerapatan tumpukan sebesar 549 kg/m3 dan kerapatan pemadatan tumpukan sebesar 746 kg/m3.  Sedangkan penambahan 5% tepung gaplek menghasilkan sifat fisik terbaik yaitu sudut tumpukan 33.31o dan daya ambang 6.15 m/detik. Lama penyimpanan 4 minggu meningkatkan kualitas sifat fisik pakan pellet yaitu menurunkan berat jenis sebesar 1.28 gr/mldan meningkatkan ketahanan benturan pellet sebesar 97.36%, namun menurunkan kualitas kerapatan tumpukan = 532 kg/m3, kerapatan pemadatan tumpukan = 681 kg/m3, sudut tumpukan = 35.39o, dan daya ambang = 6.30 m/detik.Kata kunci: karakteristik fisik, pellet,  perekat, penyimpanan.

Page 2 of 2 | Total Record : 17