cover
Contact Name
Arief Yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rofiimuhamad@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 26215047     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan (e-ISSN 2621-5047) published by the Indonesian National Nurses Association (INNA) of Central Java. Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan publishes two issues in a year. Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan has been indexed in an international database. This journal publishes articles in the area of leadership in nursing, management of nursing services, and management of nursing care.
Arjuna Subject : -
Articles 187 Documents
Persepsi perawat pelaksana terhadap supervisi kepala ruang mempengaruhi ketepatan diagnosa keperawatan di ruang rawat inap Erni Yuliati; Sri Hananto Ponco; Puguh Widiyanto
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v6i1.1724

Abstract

Ketepatan diagnosa keperawatan mempengaruhi dari tujuan rencana keperawatan, sehingga implementasi yang kita lakukan sesuai dengan masalah kesehatan yang dialami oleh klien. Ketepatan diagnosa keperawatan mempengaruhi dari mutu pelayanan keperawatan yang berdampak kepada kepuasan klien dalam menerima pelayanan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan persepsi perawat pelaksan terhadap supervisi kepala ruang dengan ketepatan diagnosis keperawatan berbasis SDKI di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit X. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelaSI, dengan pendekatan Cross-Sectional, dilakukan di 17 ruang rawat inap. Sampel yang digunakan sebanyak 75-responden dengan teknik Stratified random sampling. Uji spearman dengan nilai P value 0,000 (<0,05) dengan nilai correlation coefficient adalah 0,603. Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara persepsi perawat pelaksana terhadap pelaksanaan supervisi kepala ruang dengan ketepatan diagnosa keperawatan berbasis SDKI di ruang rawat inap Rumah Sakit X.
Dampak Beban Kerja terhadap Produktifitas Kerja di Ruang Perioperasi Richa Noprianty; Wahyu Wahdana; Agustin Suryanah
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i2.1753

Abstract

Ruang perioperasi merupakan salah satu ruang yang memiliki beban kerja yang tinggi. Hal ini dikarenakan ruangan mempunyai karakteristik lingkungan, system jam kerja dan mempunyai resiko tinggi terhadap kecelakaan kerja akibat benda tajam saat tindakan operasi, terpapar gas anestesi, obat-obatan dan radiasi yang dapat menurunkan produktifitas kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak beban kerja kepada produktifitas kerja tenaga kesehatan. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan cross sectional. Sampel yang akan diberikan adalah tenaga kesehatan yang berada di ruang perioperasi berjumlah 50 orang. Instrumen yang digunakan untuk beban kerja menggunakan kuesioner NASA-TLX dan untuk produktifitas kerja menggunakan kuesioner dengan 4 item pernyataan. Penelitian ini mendapatkan persetujuan etik dengan Nomor:128/KEP.01/UNISA-BANDUNG/VI/2022. Hasil penelitian akan didapatkan kategori beban kerja berat 19 orang (38%), beban kerja sedang 23 orang (46%), dan beban kerja ringan 8 orang (16%). Produktifitas kerja tinggi sebanyak 20 orang (40%), sedang 9 orang (18%), rendah 21 orang (42%). Hasil uji chi-square didapatkan hasil 0,002 sehingga terdapat hubungan antara beban kerja dengan produktifitas kerja. Oleh karena itu perlu adanya pengukuran beban kerja serta pengawasan dari pihak manajemen rumah sakit agar produktitas meningkat sehingga mutu pelayanan kesehatan dapat diberikan secara optimal.
Hubungan Fungsi Manajemen Kepala Ruang dengan Penerapan Keselamatan Pasien Nur Khalisah Hayati; Endang Pertiwiwati; Eka Santi
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i2.1810

Abstract

Keselamatan pasien merupakan prioritas utama, keberhasilan penerapan keselamatan pasien salah satunya dengan penerapan kepala ruang dalam melaksanakan fungsi manajemen yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, mengatur staf, mengarahkan serta mengendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fungsi manajemen kepala ruang dengan penerapan keselamatan pasien di Rumah Sakit “X” Kota Banjarbaru. Jenis penelitian ini dengan penggunaan pendekatan kuantitatif desain cross sectional, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan didapat 106 perawat pelaksana. Penelitian menggunakan kuesioner dan analisis dengan alternatif uji Fisher Exact. Hasil analisis penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan antara fungsi manajemen kepala ruang dengan penerapan keselamatan pasien di Rumah Sakit “X” Kota Banjarbaru dengan p-value=0,024 (p<0,05). Pihak rumah sakit diharapkan dapat memberikan rekomendasi pelatihan terkait keselamatan pasien sehingga perawat pelaksana mempunyai wawasan, pengetahuan, serta pengalaman yang lebih luas terhadap penerapan keselamatan pasien. Serta memberikan pembekalan terhadap kepala ruang dalam pengaturan keselamatan pasien di ruang rawat inap sehingga perawat pelaksana dapat menjalankan fungsinya dengan optimal.
Patient Centered Care (PCC) dalam Dokumentasi Keperawatan Vinny Vionita Bawuno; Kadek Ayu Erika; Yuliana Syam
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v6i2.1834

Abstract

Pelayanan keperawatan harus berfokus pada pasien/patient centered care (PCC) dengan mengedepankan respon terhadap kebutuhan, nilai, keyakinan serta pilihan pasien. Dokumentasi keperawatan merupakan media komunikasi non verbal yang berperan penting dalam keberhasilan PCC, oleh sebab itu diperlukan tinjauan terkait PCC dalam dokumentasi keperawatan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis hasil penelitian terkait dokumentasi keperawatan berdasarkan PCC. Digunakan metode pendekatan literature review dengan pencarian artikel pada enam basis data elektronik: PubMed, EBSCO, Cochrane Library, ProQuest, Scopus dan DOAJ. Teridentifikasi 262 artikel, yang kemudian dilakukan skrining berdasarkan kriteria inklusi berupa original artikel, sampel perawat, pasien maupun dokumentasi keperawatan PCC, diterbitkan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir atau rentang tahun 2012 sampai tahun 2022, serta berbahasa Inggris. Hasil menunjukkan, lima studi memenuhi kriteria inklusi, termasuk empat studi kualitatif dan satu studi cross-sectional. Empat studi melaporkan variasi dalam kelengkapan pendokumentasian PCC, tiga studi menyoroti faktor-faktor, hambatan maupun tantangan dalam pendokumentasian PCC, serta dua studi menyimpulkan strategi dan rekomendasi terkait upaya peningkatan dokumentasi keperawatan PCC. Kajian ini menemukan wawasan baru yang komprehensif terkait rendahnya pelaksanaan dokumentasi PCC, tantangan, hambatan dan faktor penyebab, serta upaya peningkatan dokumentasi keperawatan PCC. Sehingga ini dapat berguna untuk rencana pengembangan strategi pendokumentasian berdasarkan PCC.
Pengaruh implementasi kepemimpinan spiritual terhadap penanganan konflik di ruang perawatan Rahmayani Rahmayani; Cau Kim Jiu; Wuriani Wuriani
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v6i1.1850

Abstract

Manajemen konflik sangat penting dilakukan oleh seorang pemimpin sehingga sebuah konflik yang terjadi bisa memberikan manfaat sebagai evaluasi kerja untuk meningkatkan sumber daya manusia dalam pelayanan Kesehatan. Spitual Leadership merupakan paradigma baru dalam transformasi dan perkembangan organisasi yang didesain untuk mendorong terciptanya motivasi internal dan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh implementasi spiritual leadershif terhadap penanganan konflik di ruang perawatan RSUD dr. Soedarso. Jenis penelitian ini yaitu Kuantitatif menggunakan tehnik eksperimental semu (quasi experiment ),dengan desain Pre and post design with control group. Dalam menentukan sampel peneliti menggunakan teknik purposive sampling, sampel diambil dari 30% dari total 250 orang dari 10 ruang rawat inap dan intensive yang berjumlah 75 orang. Hasil penelitian yang di dapat bahwa Penanganan konflik responden kelompok intervensi sebelum diberikan Implementasi spiritual leadership  sebesar (47,4 %) menjadi (76,3 %) setelah diberikan bimbingan . Kelompok kontrol tanpa diberikan bimbingan spiritual leadership  sebesar (42,1 %). Penanganan konflik responden pada kelompok intervensi sebelum dan setelah itervensi terdapat perbedaan dengan p value = 0,000. Penanganan konflik responden pada kelompok kontrol sebelum dan setelah intervensi tidak terdapat perbedaan dengan p value = 0,350. Analisis lebih lanjut menyimpulkan bahwa  terdapat Pengaruh Implementasi Spiritual Leadership pada perawat kelompok intervensi di RSUD Dr. Soedarso Pontianak dengan hasil didapai nilai  ( p value =  0,000  < 0,05 )
Kecerdasan Emosional Terhadap Tingkat Resiliensi Pada Perawat Tri Ismu Pujiyanto; Noor Putri Elliya; Eni Kusyati
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i2.1905

Abstract

Tenaga kesehatan menjadi salah satu bagian dari garda terdepan yang ikut berperan dalam mengahadapi pandemic covid-19 dan rumah sakit menjadi tempat terselenggaranya pelayanan kesehatan. Meningkatnya jumlah kasus covid-19 di rumah sakit yang akan ditangani oleh tenaga kesehatan akan berdampak pada beban kerja selama masa pandemic covid-19. Pandemic Covid-19 yang terjadi di Indonesia telah menyebabkan krisis secara global dalam sistem perawatan kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional terhadap tingkat resiliensi pada perawat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah perawat di ruang isolasi covid-19 dan IGD RSUD Dr. Murjani Sampit dengan teknik total sampling yang berjumlah 45 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada semua sampel. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil Penelitian menunjukkan Perawat di RSUD Dr. Murjani Sampit memiliki kecerdasan emosional kategori tinggi sebanyak 23 responden (51,1%) dan rendah sebanyak 22 responden (48,9%). Sedangkan untuk tingkat resiliensi dengan kategori tinggi sebanyak 27 responden (60%) dan rendah sebanyak 18 responden (40%). Hasil uji chi-square didapatkan nilai p-value 0,001<0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan antara kecerdasan emosional terhadap tingkat resiliensi pada perawat di RSUD Dr. Murjani Sampit.
Pelaksanaan Supervisi Kepala Ruangan Dengan Kualitas Dokumentasi di Instalasi Gawat Darurat Fitri Alfisah; Rr. Tutik Sri Hariyati; Dewi Gayatri; Enie Novieastari; Desnita Fitri
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v7i1.1949

Abstract

Supervisi dokumentasi keperawatan merupakan suatu upaya dalam meningkatkan mutu dan pelayanan asuhan keperawatan baik di rawat inap maupun di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelaksanaan supervisi kepala ruangan dengan kualitas dokumentasi triase dan penerapan pengkajian awal pasien di Instalasi Gawat Drurat (IGD). Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan observasional. Sampel di ambil secara acak berjumlah 107 perawat pelaksana yang tersebar di empat Rumah Sakit. Pelaksanaan supervisi yang dilakukan oleh kepala ruangan sebagian besar dinilai kurang baik oleh perawat pelaksana, sedangkan dokumentasi triase dan penerapan pengkajian awal pasien menurut hasil observasi pengamatan terhadap rekam medis dalam kategori baik. Tidak ada hubungan yang signifikan antara pelaksanaan supervisi dengan kualitas dokumentasi (p>0,05). Ada hubungan antara karakteristik (jenis kelamin) dengan kualitas dokumentas (p<0,05). Tidak terdapat perbedaan bermakna pelaksanaan supervisi kepala ruangan dan kualitas dokumentasi triase di IGD.
Peran Psychological Capital dalam Menurunkan Dampak Negatif Job Insecurity dan Burnout Terhadap Subjective-Wellbeing dan Job Performance Perawat Kontrak Novelia Dinda Putri Alamsyah; Riani Rachmawati
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v6i2.1989

Abstract

Berdasarkan data dari Rumah Sakit yang beroperasi di Riau, didapatkan bahwa perawat kontrak memiliki Job Performance yang rendah. Selain itu, penelitian memberikan informasi bahwa Subjective Well-being perawat memiliki skor yang rendah. Dalam hal ini, terdapat kemungkinan bahwa Job Insecurity dan Burnout yang dialami oleh Perawat Kontrak merupakan penyebabnya didukung oleh beberapa penelitian terdahulu. Penelitian ini dilakukan untuk membahas pengaruh Job Insecurity dan Burnout terhadap Subjective Well-being dan Job Performance pada Perawat Kontrak di Rumah Sakit dengan menggunakan variabel moderasi berupa Psychological Capital karena mengacu pada penelitian-penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa Psychological Capital mampu mengurangi Job Insecurity yang diterima dan juga akan berpengaruh pada penurunan Burnout. Penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel penelitian berupa perawat kontrak yang bekerja di Rumah Sakit yang beroperasi Riau. Analisis data melibatkan uji reliabilitas, uji validitas, uji deskriptif, dan Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan software SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Job Insecurity dan Burnout terbukti berpengaruh secara negatif signifikan terhadap Job Performance dengan cara menurunkan Subjective Well-being dari Perawat kontrak. Selain itu, dimensi-dimensi dari variabel Psychological Capital seperti Hope dan Resilience diketahui mampu menurunkan dampak negatif yang di sebabkan oleh Job Insecurity dan Burnout terhadap Subjective Well-being dan Job Performance perawat kontrak. Dilain sisi dimensi Self-efficacy hanya mampu menurunkan dampak negatif dari Burnout terhadap variabel lainnya sedangkan Optimism hanya mampu menurunkan dampak negatif Job Insecurity terhadap variabel lainnya.
Gambaran kompetensi spiritual perawat Sarah Ulliya; Devi Nurmalia; Madya Sulisno; M. Hasib Ardani; Mustika Suci Susilastuti
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v6i1.2031

Abstract

Perawatan spiritual merupakan salah satu tanggung jawab perawat saat memberikan asuhan keperawatan, tetapi perawat belum sepenuhnya mempertimbangkan aspek tersebut. Hasil studi lalu terhadap 30 pasien di 3 rumah sakit, menunjukkan bahwa sebesar 79% pasien yang dirawat tidak mendapat pendampingan spiritual oleh perawat, perawatan spiritual berada pada kategori kurang baik yaitu sebesar 57,7%, 21% pasien menyatakan mendapat pendampingan spiritual dari pemuka agama. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kompetensi Perawatan spiritual yang dimiliki oleh perawat. Desain penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan metode survei, dengan menggunakan non random sampling; quota, dengan jumlah perawat sebanyak 238 perawat. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner Nurses’ Professional Competence in Spiritual Care yang berjumlah 38 pernyataan. Hasil penelitian dengan nilai rerata 114.15 pada rentang skor minimal 38 sampai maksimal 152. Kompetensi di aspek Assessment and implementation of spiritual care masih cukup rendan diliaht dari nilai reratanya. Dan komponen Human values yang nilai rerata paling tinggi. Beberapa kompetensi perlu ditingkatkan seperti penggunaan instrumen standar dalam mengkaji kebutuhan spiritual pasien, ketersediaan waktu dalam mengidentifikasi kebutuhan spiritual pasien dan keluarga, memberikan laporan tertulis tentang kebutuhan spiritual pasien dan keluarga pasien kepada rekan kerja/kolega, dan pengadaan konseling interdisipliner untuk memberikan perawatan spiritual kepada pasien dan keluarga pasien.
Hypertension Self Management Behavior and Achievement of Therapeutic Targets Grade 1 Essential Hypertension Suci Khasanah; Didik Prapto Sasongko; Amin Susanto; Danang Tri Yudono; Pramesti Dewi
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v6i2.2043

Abstract

Uncontrolled blood pressure in hypertension will increase the risk of cardiovascular disease. Hypertension Self-Management correlates with controlled blood pressure and correlates with blood pressure. The current study used the controlled parameter of blood pressure based on the classification of hypertension, with measurements at that time, it does not describe the type of hypertension studied and the extent to which the therapy target was achieved based on time. This research aims to determine the correlation of Hypertension Self-Management Behavior (HSMB) with Target Achievement of Essential Hypertension Therapy. The research design was correlational. Data collection using the HSMB Questionnaire, documentation of blood pressure for the last 3 months and blood pressure measurements in the fourth month. All respondents who met the criteria to be the research sample, namely as many as 34 respondents. Most of the respondents had good HSMB and SBP therapy targets achieved (41.2%) and DBP therapeutic targets were not achieved (58.8%). The results of the correlation test: HSMB with the achievement of TDS and TDD targets obtained p values of 0.475 and 1.000. There is no correlation between hypertension self-management behavior and the achievement of treatment targets for Grade 1 hypertension, both on systolic and diastolic blood pressure.