cover
Contact Name
Arief Yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rofiimuhamad@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 26215047     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan (e-ISSN 2621-5047) published by the Indonesian National Nurses Association (INNA) of Central Java. Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan publishes two issues in a year. Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan has been indexed in an international database. This journal publishes articles in the area of leadership in nursing, management of nursing services, and management of nursing care.
Arjuna Subject : -
Articles 187 Documents
Pengaruh Bimbingan Teknis Dokumentasi Keperawatan Sim K-Smart Terhadap Pengetahuan Pengisian Kelengakapan Dokumentasi Nuryati Nuryati; Nurul Nurul; Kristina Kristina; Mohammad Taufik
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v6i2.2059

Abstract

Dokumentasi asuhan keperawatan mencakup pernyataan dan pelaporan tentang pengkajian, diagnosis keperawatan, rencana tindakan keperawatan, tindakan dan evaluasi keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan teknis dokumentasi keperawatan SIM -SMART terhadap pengetahuan perawat dalam pengisian kelengkapan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode quasy experimental dengan penekatan one group pre post test design. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 38 responden perawat dan diambil dengan menggunakan Teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan sebelum mendapatkan bimbingan teknis memiliki tingkat pengetahuan 59,21 dengan standart deviasi 6,79 dan nilai rata-rata tingkat pengetahuan setelah mendapatkan bimbingan teknis sebesar 81,34 dengan standart deviasi 6,87. Hasil analisis bivariat menggunakan t-test menunjukkan nilai p=0,000 (<0,05). Bimbingan teknis dokumentasi keperawatan SIM -SMART dapat meningkatkan pengetahuan perawat dalam pengisian kelengkapan dokumentasi.
Manajemen Diri Terhadap Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Pada Pekerja Tambang Febi Puspitasari; Reihana Zakiya; Anggi Mulyana Rahayu; Aghna Alfafa Mamnunia; Rycco Darmareja
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v6i1.2069

Abstract

Kecelakaan kerja di industri pertambangan masih sering terjadi disetiap tahunnya. Untuk menghindari bertambahnya jumlah korban kecelakaan industri, diperlukan manajemen yang menjamin keselamatan para penambang sebagai penanggulangan resiko. Berdasarkan fenomena yang didapat, maka disusunlah systematic review tentang keselamatan pekerja tambang yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara melakukan manajemen diri terhadap kesehatan dan keselamatan kerja pekerja tambang. Sumber data yang didapat berasal dari database Pubmed, Scopus dan ScienceDirect yang dipilih dengan adanya kriteria inklusi dan eksklusi : Jurnal terkait kesehatan dan keselamatan kerja pekerja tambang, tahun publikasi artikel antara tahun 2018-2023 dan artikel selain systematic review/literature review. Setelah pencarian artikel berdasarkan kriteria yang ditentukan, selanjutnya dilakukan tahap evaluasi artikel dengan critical appraisal dan didapat sebanyak 8 artikel. Hasil menjelaskan bahwa terdapat unsur dari stres kerja, kelelahan, perlindungan diri, pengetahuan/pengalaman, perilaku serta pelatihan kesehatan dan keselamatan kerja menjadi manajemen dalam pengendalian terjadinya resiko cedera pada para pekerja tambang. Dari unsur tersebut sejalan dengan penelitian sebelumnya yang telah dilakukan sehingga hal ini perlu adanya peran dari manajer perusahaan pertambangan untuk meninjau program pelatihan agar angka cedera dapat berkurang dan lingkungan kerja menjadi lebih aman.
Metode minimal data set for effective clinical handover untuk meningkatkan pelaporan serah terima antar perawat Sucipto Dwitanta; Aries Sulaiman; Basuki Rachmat
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v6i1.2136

Abstract

Serah terima keperawatan sering terjadi dalam praktik keperawatan sebagai bentuk komunikasi yang digunakan oleh perawat. Kesalahan komunikasi sering terjadi pada saat serah terima. Komunikasi yang buruk berdampak pada efektivitas penyampaian informasi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses komunikasi serah terima oleh perawat antar shift. Metode penelitian yang digunakan one group pre-post test design dengan teknik sampling purposive sampling sebanyak 23 perawat RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta. Penelitian ini sudah mendapat persetujuan dari responden dan bersedia berkomitmen mengikuti penelitian. Kuesioner meliputi sosio-demografis, proses serah terima, dan evaluasi serah terima. Statistik deskriptif (frekuensi, persentase, dan rata-rata) dan statistik inferensial (uji Wilcoxon) digunakan untuk analisis data. Karakteristik responden pada jenis kelamin perempuan (87%) dengan unit kerja di unit perawatan intensif bedah dewasa (30%). Waktu serah terima antara 4 - 13 menit, tidak ada gangguan selama serah terima (56,5%). Terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah penggunaan metode MDS-ECHO (p <0,05). Pelaksanaan serah terima dengan metode MDS-ECHO terbukti efektif dan efisien. Sebagian besar perawat menyatakan puas dengan metode ini karena mereka menerima informasi data pasien yang akurat dan bermanfaat untuk shift berikutnya.
Strategi Implementasi Standar Diagnosis, Intervensi, Luaran Keperawatan Indonesia terhadap Perawat di Rumah Sakit: Scoping Review Umboh Morenita Jeanifer; Ati Surya Mediawati; Irman Somantri
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v6i1.2152

Abstract

Standarisasi informasi kesehatan sangat penting untuk digunakan dan dibagikan oleh penyedia layanan, pembuat kebijakan, konsumen dan lainnya. Standar Bahasa keperawatan banyak yang diakui dan digunakan secara internasional, Namun standar tersebut belum memenuhi perbedaan karakterisitik dan budaya Indonesia. Tujuan studi ini untuk mengeksplorasi strategi implementasi Diagnosis, Intervensi dan Luaran Keperawatan Indonesia terhadap perawat di Rumah sakit. Metode penelitian ini dengan pendekatan scoping review menggunakan kerangka Arksey dan O’Malley dengan kata kunci dalam pencarian artikel yaitu Nurse, Nurses, Nursing, Indonesian Nursing Diagnosis Standards, Indonesian Nursing Intervention standards, Indonesian Nursing Outcomes Standards, Indonesian Nursing Diagnosis Intervention Outcomes Standards, SDKI SLKI SIKI, Standard Nursing Language, Standard nursing terminology, Nursing terminology, Ward, Inpatient and Hospital. Hasil penelitian ditemukan 13 artikel yang menggambarkan strategi implementasi standar diagnosis, intervensi dan luaran keperawatan Indonesia terhadap perawat di rumah sakit yaitu Program edukasi, Diskusi studi kasus, Pendampingan menggunakan instrumen,  Demonstrasi, Observasi, Inovasi dan Role Play. Simpulan implementasi Program edukasi, Diskusi studi kasus, Pendampingan menggunakan instrumen, Demonstrasi, Observasi, Inovasi dan Role Play dapat meningkatkan praktik keperawatan dan keselaamtan pasien dengan menggunakan standar keperawatan Indonesia di Rumah Sakit.
Hubungan Sikap Perawat dengan Pelaksanaan Keselamatan Pasien di Ruang Rawat Inap RSD Idaman Kota Banjarbaru Hendita Ristania; Endang Pertiwiwati; Herry Setiawan
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v7i1.2220

Abstract

Pelaksanaan keselamatan pasien merupakan upaya yang dilakukan untuk mencegah insiden keselamatan pasien, salah satu faktor yang memengaruhi pelaksanaannya, yaitu sikap. Sikap merupakan respon tertutup yang menggerakkan seseorang untuk bertindak, semakin baik sikap seseorang maka pelaksanaan keselamatan pasien pun akan semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan sikap perawat dengan pelaksanaan keselamatan pasien di ruang rawat inap. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional dengan teknik stratified random sampling yang dilakukan pada 123 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara sikap perawat dengan pelaksanaan keselamatan pasien di ruang rawat inap dengan nilai p-value > α (0,061>0,05). Dalam pelaksanaan keselamatan pasien, perawat perlu memiliki sikap, kemampuan, dan pengetahuan yang luas. Sikap belum tentu menjadi sebuah tindakan, untuk mewujudkannya menjadi suatu perbuatan nyata diperlukan faktor pendukung, yaitu pelatihan dan sumber daya.
Pengetahuan Perawat, Supervisi Kepala Ruangan, dan Penerapan Sasaran Keselamatan Pasien Wiwin Nur Aeni; Titin Hidayatin; Anisah Salsabila
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v6i1.2361

Abstract

Sasaran keselamatan pasien merupakan sistem yang dibentuk untuk memberikan pelayanan yang aman dan bermutu tinggi. Data insiden keselamatan pasien yang tercatat di RSUD Indramayu selama tiga tahun terakhir sebanyak 17 insiden. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan perawat dan supervisi kepala ruangan dengan penerapan sasaran keselamatan pasien di RSUD Indramayu. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah seluruh perawat pelaksana di ruang Manalagi 1, Manalagi 2, Kweni, dan Arumanis RSUD Indramayu yang berjumlah 40 perawat dengan teknik Total Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian pengetahuan perawat didapatkan nilai p value 0,004 (α<0,05) menunjukkan ada hubungan pengetahuan perawat dengan penerapan sasaran keselamatan pasien dan supervisi kepala ruangan didapatkan nilai p value 0,080 (α<0,05) menunjukkan tidak ada hubungan supervisi kepala ruangan dengan penerapan sasaran keselamatan pasien. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan pengetahuan perawat dengan penerapan sasaran keselamatan pasien dan tidak ada hubungan supervisi kepala ruangan dengan penerapan sasaran keselamatan pasien. Penerapan sasaran keselamatan pasien sangatlah penting sehingga perlu dilakukan peningkatan pengetahuan perawat melalui kegiatan pelatihan keselamatan pasien dan dilakukan supervisi yang baik oleh kepala ruangan.
Determinant Factors of Nurse Job Satisfaction in Hospital Ward Dirgahayu Vega Amalia; Arief Yanto; Tri Hartiti; Vivi Yosafianti Pohan
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v6i1.2384

Abstract

An unmanaged nurse performance satisfaction could reduce productivity, motivation, organisational commitment, and performance, increasing absenteeism and work turnover. Nurse performance satisfaction could be affected by needs, aspirations, allowance, behaviour, income, leadership style, job, workload, work environment, facility, leadership, promotion, work partner, supervisor, productivity, work efficacy, policy, and work condition. This study aims to determine the factors related to Inpatient Ward Nurse Performance Satisfaction at KRMT Wongsonegoro Hospital. It is an associative quantitative study using a cross-sectional approach. The research subject was an hospital ward nurse with criteria such as practitioner nurse with a diploma, bachelor's, or professional degree with a minimum of a year of working experience. One hundred forty-eight respondents were chosen using proportionate simple random sampling. The research focuses on measuring determinant factors that affect nurses' performance satisfaction using analysis of multiple linear regression tests with a backward method. The research finding shows the determinant variable of nurse performance satisfaction are nurse perception toward the leadership of the chief nurse (X1), nurse perception toward work (X2), and nurse perception toward workload (X3). The variables show significant positive relationships that simultaneously affect nurse performance satisfaction (Y) at 83.3%. The dominant variable that affects nurse performance satisfaction (Y) is nurse perception toward work (X2). It is because the knowledge owned by nurse make them happy and positively impact their responsibility. The unity between knowledge, feeling, and responsibility signifies accomplished nurse work satisfaction.
Stres kerja perawat berhubungan dengan pelaksanaan budaya keselamatan pasien di rumah sakit Anita Kusuma Wardani; Mona Saparwati; Trimawati Trimawati; Puji Lestari
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v6i1.2385

Abstract

Keselamatan menjadi salah satu isu global dalam rumah sakit. Rumah sakit memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan mutu pelayanan dalam pengelolaan keselamatan pasien. Upaya yang harus dilakukan dengan menerapkan budaya keselamatan pasien. Setiap perawat memiliki tanggung jawab dalam pelaksanaan keselamatan pasien, namun dalam hal ini terdapat faktor individu mempengaruhi terlaksananya budaya ini adalah tingkat stres yang dialami petugas terutama perawat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan stres kerja perawat dengan pelaksanaan budaya keselamatan pasien. Desain penelitian ini kuantitatif korelasional dengan rancangan cross sectional. Populasi menggunakan 197 perawat RSUD dr. Gondo Suwarno, sampel penelitian 132 perawat diambil dengan teknik proportional random sampling. Alat pengambilan data menggunakan Kuesioner expanded nursing stress scale (ENSS) dan kuesioner Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC). Analisa data menggunakan uji spearman rank. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Stres kerja perawat sebagian besar dalam kategori rendah sebanyak 60 responden (48,5%), pelaksanaan budaya keselamatan pasien sebagian besar dalam kategori baik sebanyak 80 responden (60,6%). Hasil uji hipotesis didapatkan nilai p value 0,000 dengan nilai r -0,477 yang berarti ada hubungan cukup signifikan antara stres kerja perawat dengan pelaksanaan budaya keselamatan pasien di RSUD dr.Gondo Suwarno Ungaran. 
Peningkatan kepuasan kerja perawat di ruang rawat inap dengan teknik komunikasi SBAR saat timbang terima pasien Irpan Ali Rahman; Asep Gunawan; Dini Apriliyani
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v7i1.2388

Abstract

Penerapan komunikasi SBAR merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan keamanan pasien di Rumah sakit. Keamanan pelayanan di Rumah Sakit salah satunya peningkatan komunikasi efektif antar perawat, sehingga tidak terjadi kesalahan informasi saat handover dan menjamin keselamatan pasien. Selain itu, cara lain untuk memenuhi kualitas kepawatan yaitu perawat membutuhkan kepuasan kerja agar ada rasa senang dalam diri perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan penerapan komunikasi SBAR saat handover dengan kepuasan kerja perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Ciamis Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan yaitu analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 66 dengan teknik sampel proporsional random sampling. Hasil penelitian menunjukan penerapan komunikasi SBAR saat handover sebagian besar perawat efektif dalam menerapkan komunikasi SBAR saat handover sebanyak 45 orang (68,2%), kepuasan kerja perawat sebagian besar perawat merasa puas yaitu sebanyak 41 orang (62,1%), dan terdapat hubungan yang disignifikan antara penerapan komunikasi SBAR saat handover dengan kepuasan kerja perawat karena nilai α > ρ value (0,05 > 0,000), yaitu semakin baik efektif penerapan komunikasi SBAR saat handover maka semakin puas perawat dalam bekerja dan sebaliknya semakin kurang efektif penerapan komunikasi SBAR saat handover maka semakin tidak puas perawat dalam bekerja.  Hubungan ini ditunjukan dengan nilai korelasi sebesar 0.741 yang termasuk kedalam kategori kuat (0,60-0,80). Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara penerapan komunikasi SBAR saat handover dengan kepuasan kerja perawat. Saran diharapkan semua perawat menerapkan komunikasi SBAR saat handover secara lengkap dan jelas dengan mengikuti standar operasional prosedur yang ada.
Analisis kondisi work-life balance perawat rumah sakit ditinjau dari tingkat stres kerja dan masa kerja Laura Francisca Sudarnoto; Irene Hasugian
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v7i1.2418

Abstract

Work-life balance merupakan kepuasan tenaga kerja untuk mencapai keseimbangan kehidupan dan pekerjaan. Profesi perawat diharapkan dapat mencapai kondisi work-life balance. Beberapa kondisi dapat menyebabkan work-life balance perawat menjadi terganggu. Salah satu penyebab adalah stres kerja yang disebabkan tugas yang padat di rumah sakit. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mempengaruhi pelayanan perawatan terhadap pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan work-life balance para perawat ditinjau dari stres kerja dan masa kerja. Penelitian ini merupakan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian komparatif. Sampel penelitian sebanyak 128 perawat dari delapan Rumah Sakit di wilayah Jakarta dan Tangerang. Penelitian ini menggunakan instrumen inventori bentuk skala untuk mengukur work-life balance dan stres kerja. Analisis data menggunakan teknik Anova two-way. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan work-life balance sampel perawat berdasarkan stres kerja dan masa kerja. Kesimpulan penelitian ini menemukan bahwa kondisi work-life balance perawat berada pada kategori cukup seimbang dan stres kerja kategori tinggi. Meskipun sebagian perawat mengalami stres kerja yang tinggi di rumah sakit tetapi work-life balance perawat tidak berbeda pada setiap kategori stres kerja. Adanya dukungan keluarga dan lingkungan sosial pada tugas perawat mendukung kondisi work-life balance. Kontribusi penelitian ini untuk menambah wawasan pada kajian aplikasi psikologi kerja dalam konteks tugas tenaga kerja kesehatan.