cover
Contact Name
Rizky Andana Pohan
Contact Email
andanapohan@iainlangsa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Journal.enlighten@iainlangsa.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
ENLIGHTEN (Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam)
ISSN : 26228912     EISSN : 26228920     DOI : -
Core Subject : Social,
ENLIGHTEN: Islamic Counseling Guidance Journal, is a forum for scientists, experts, experts, practitioners in the world of Islamic Counseling. Enlighten stands on the notion of concern for the IAIN Langsa Islamic Guidance and Counseling Study Program due to the lack of literature on current Islamic Counseling research. With that enthusiasm, in the year 2018 Enlighten was published first. Enlighten is published twice a year in July and December. The focus of the study relates to the results of research and methods of developing Islamic Counseling. Enlighten already has e-ISSN 2622-8920 and p-ISSN: 2622-8912. Already has various indices and DOI. The entire submit process is published through full OJS, which is reviewed by experts and scientists in Islamic Counseling both at home and abroad.
Arjuna Subject : -
Articles 150 Documents
Uji Konstruk dan Pengukuran Resiliensi Berdasarkan Jenis Kelamin Menggunakan Analisis Pemodelan Rasch Maria Oktasari; Herul Wahyudin
ENLIGHTEN: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 4 No 1 (2021): January - June
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/enlighten.v4i1.2626

Abstract

This study aims to (1) perform theoretical construct testing on students’ resilience inventory and (2) measuring student’s resilience based on gender. This study used a survey method with a sample of 40 high school students in Bandung. Data analysis used the RASCH model. These research findings show (1) inventory resilience has been fit with the theoretic model, and (2) female student has a tendency to a higher resilience rather than the male student. Furthermore, the measurement of student’s resilience by using this inventory can only produce high measurement information for students who have the intermediate ability. So, the researcher needs to consider eliminating item No. 18 in this inventory due to the biased towards the female gender.
Konseling Kelompok Berbasis Cybercounseling Pendekatan Rational Emotive Behaviour Theraphy (REBT) untuk Meningkatkan Kontrol Diri Siswa Ifan Setiawan; Heru Mugiarso
ENLIGHTEN: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 4 No 1 (2021): January - June
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/enlighten.v4i1.2635

Abstract

This study aims to determine the effect of group counseling services based on rational emotive behavior therapy with cybercounseling approach on students' self-control. This research design is pre-experimental research with one group pre-test and post-test research design. The Participants of this study was 8 students recruited using the criteria of sampling technique. The data was collected using a psychological scale that was developed based on indicators from other studies which analyzed using the Wilcoxon analysis technique. The results showed that the level of self-control of students who were given group counseling services group counseling services based on rational emotive behavior therapy with cybercounseling approach increased by 23.36%. This study also proved that group counseling services based on group counseling services based on rational emotive behavior therapy with cybercounseling approach affect students' self-control.
Solution-Focused Brief Therapy (SFBT) Based Guidance for Student Academic Hardiness Fajriani Fajriani; Abu Bakar; Fitra Marsela
ENLIGHTEN: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 4 No 1 (2021): January - June
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/enlighten.v4i1.2758

Abstract

The background of the research is the importance of increasing competence for the younger generation as the nation's successor. This competence is related to the ability to face challenges, carry out commitments, and proper control in the midst of globalization which has positive and negative impacts. This capacity development can be developed through guidance interventions based on Solution-Focused Brief Therapy (SFBT). The purpose of this study was to analyzed the description of academic hardiness possessed by high school students in Aceh, and measured the effectiveness of guidance based on Solution-Focused Brief Therapy (SFBT) in developing academic hardiness of high school students in Aceh. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental method (non-equivalent control group design). Data were collected using the modified Academic Hardiness Scale (AHS) from Benishek & Lopez based on three aspects of academic hardiness, specifically commitment, challenge, and control. The population of this research is 154 the MAS Imam Syafii students. The research sample consisted of 60 students who were divided into experimental and control groups. Based on the results of the paired samplet-test, there is a significant difference between the pre and post test results of students after being given SFBT-based guidance, but the results of the N-Gain analysis show that SFBT has a low effect in increasing the academic hardiness of MAS Imam Syafii students. To get a significant increase in academic hardiness, SFBT can also be given individually/group.
KINERJA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING SERTA PEMBINAANNYA Sisca Meidina Saputri; Prayitno Prayitno; Yahya Jaya
ENLIGHTEN: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 1 No 1 (2018): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/enlighten.v1i1.511

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah tidak berjalan dengan baik terutama dalam pembinaan guru bimbingan dan konseling. Ada tiga tujuan dari penelitian ini. Yang pertama adalah menggambarkan upaya pembinaan kinerja yang dilakukan oleh guru itu sendiri. Yang kedua adalah untuk menggambarkan upaya pembinaan kinerja yang dilakukan oleh kepala sekolah. Yang ketiga adalah untuk menggambarkan upaya pembinaan kinerja yang dilakukan oleh pengawas bimbingan dan konseling. Upaya pembinaan kinerja yang dibahas dalam penelitian ini terkait dengan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah serta fasilitas dan dana pendukungnya. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Sampel penelitian ini adalah lima puluh lima guru bimbingan dan konseling dan dua supervisor dari SMP dan SMA yang dipilih dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala model Likert. Temuan penelitian ini antara lain. Pertama, upaya yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling secara rata-rata masih “kurang”. Kedua, upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah secara rata-rata masih "sangat kurang". Ketiga, upaya yang dilakukan oleh pengawas secara rata-rata masih “sangat kurang”. Namun, upaya pembinaan perlu ditingkatkan dan dikembangkan baik untuk proses maupun implementasinya. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam pembinaan kinerja guru bimbingan dan konseling dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling yang sukses di sekolah.
PENGARUH GENDER TERHADAP INTERAKSI SOSIAL DALAM PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK SISWA SMP Nurul Azmi Saragih; Erma Putri; Nur Asmah
ENLIGHTEN: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 1 No 1 (2018): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/enlighten.v1i1.512

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gender terhadap interaksi sosial dalam pelaksanaan layanan bimbingan kelompok pada siswa sekolah menengah pertama. Instrumen pengumpulan data yang digunakan untuk mengukur gender dan interaksi sosial adalah skala Likert. Gender diukur berdasarkan tipe gender yaitu maskulin, feminin dan androgini, pada interaksi sosial diukur berdasarkan syarat-syarat terjadinya interaksi yaitu kontak sosial dan komunikasi. Populasi dan sampel penelitian ini ada 78 orang. Analisis data yang digunakan adalah Regresi Linier Sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gender berpengaruh positif terhadap interaksi sosial sebesar 0,226. Dan R Square sebesar 0,040, ini menunjukkan bahwa gender berpengaruh terhadap interaksi sosial dengan kontribusi sebesar 4%. Uji hipotesis diperoleh nilai signifikan (sig) sebesar 0,077 yang lebih besar dari probabilitas 0,05 sehingga diambil keputusan untuk menerima H0 atau koefisien regresi yang diperoleh pada persamaan regresi dinyatakan tidak signifikan, berarti tidak terdapat pengaruh gender terhadap interaksi sosial dalam pelaksanaan layanan bimbingan kelompok pada siswa SMP.
PELAKSANAAN APLIKASI INSTRUMENTASI Muhammad Putra Dinata Saragi
ENLIGHTEN: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 1 No 1 (2018): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/enlighten.v1i1.514

Abstract

Tulisan ini menguraikan beberapa temuan berkaitan dengan hambatan-hambatan yang dialami oleh guru BK dalam melaksanakan Aplikasi Instrumentasi di sekolah ditinjau dari faktor yang berasal dari dalam diri maupun luar diri Guru BK serta upaya mengentaskan hambatan-hambatan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif jenis deskriptif. Hasil penelitian menggambarkan bahwa ada beberapa hambatan-hambatan yang dialami oleh Guru BK yang berasal dari dalam diri maupun dari luar diri dengan persentase sub aspek diatas rata-rata aspek. Serta upaya dalam yang dilakukan Guru BK dalam mengentaskan hambatan-hambatan tersebut sudah baik dengan angka rata-rata sub aspek diatas angka rata-rata aspek.
PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK MELALUI PENDEKATAN TEKNIK BERMAIN PERAN DALAM MENINGKATKAN KOMUNIKASI NAPOSO NAULI BULUNG Anas Munandar Matondang; Nora Sartika
ENLIGHTEN: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 1 No 1 (2018): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/enlighten.v1i1.515

Abstract

Adapun latar belakang penelitian ini adalah berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan yaitu komunikasi di kalangan naposo nauli bulung kurang berkembang ditunjukkan dengan adanya gejala-gejala seperti anggota naposo nauli bulung sulit untuk berpartisipasi dalam suatu acara di desa, kurangnya minat bermusyawarah antar naposo nauli bulung, sulitnya mengkomunikasikan untuk membuat acara penting di desa dikarenakan kurang aktifnya anggota naposo nauli bulung, komunikasi remaja kurang aktif dan cendrung tertutup, kurang percaya diri dalam menyampaikan pendapat, kurangnya keterampilan dalam berkomunikasi sehingga adanya kesulitan dalam menyelenggarakan kegiatan di desa. Metodologi penelitian menggunakan penelitian tindakan (action research) yang dianggap lebih detail dalam melaporkan layanan bimbingan kelompok. Subjek penelitian ini adalah naposo nauli bulung desa Sihepeng Induk yang berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan pedoman observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Data penelitian ini dianalisis menggunakan rumus rata-rata dengan teknik tabulasi data secara kuantitatif berdasarkan hasil tindakan. Hasil penelitian menunjukkan naposo nauli bulung sudah cukup aktif dalam kegiatan kelompok dan berani dalam mengungkapkan pendapatnya di muka umum, walaupun tidak semua anggota kelompok, juga masih ada yang berdasarkan perintah dari peneliti baru berani, tapi secara keseluruhan sudah terlihat peningkatannya.
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING MENGATASI TREND LGBT (LESBIAN, GAY, BISEXUAL, DAN TRANSGENDER) DI SMA NEGERI 1 ACEH TAMIANG Sabrida M. Ilyas
ENLIGHTEN: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 1 No 1 (2018): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/enlighten.v1i1.516

Abstract

Penelitian ini ditulis untuk mengetahui bagaimana bentuk-bentuk perilaku trend LGBT peserta didik yang ada di SMA negeri 1 Aceh Tamiang , bagaimana peranan guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi perilaku trend LGBT ini, bagaimana pelaksanaan konseling realitas berbasis Al-Hikmah dan mengapa konseling realitas berbasis Al-Hikmah menjadi alternative dalam mengatasi perilaku trend LGBT peserta didik di SMA Negeri 1 Aceh Tamiang. Untuk mencari jawaban permasalahan diatas penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan subjek dan objek dalam penelitian ini adalah , guru bimbingan dan konseling dan siswa yang terindikasi berperilaku trend LGBT . Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa : (1) Gambaran bentuk prilaku trend LGBT yang ada pada siswa lebih kepada mengikuti prilaku transgender atau gangguan identitas gender dan tidak ditemukannya mengikuti prilaku lesbian, gay, dan biseksual, (2) Peranan guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi perilaku trend LGBT dengan mengenali peserta didik yang mengalami masalah, memahami jenis masalah, pelaksanaan bantuan dengan konseling individu dan konseling kelompok dengan mengunakan metode konseling realita berbasis al-Hikmah dan evaluasi berkelanjutan.
SELF REGULATED LEARNING MAHASISWA STKIP MUHAMMADIYAH SUNGAI PENUH Ayu Permata Sari
ENLIGHTEN: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 1 No 1 (2018): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/enlighten.v1i1.517

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dari kegelisahan peneliti yang melihat masih rendahnya hasil belajar mahasiswa dan kurangnya kemandirian mahasiswa dalam belajar di STKIP Muhammadiyah sungai penuh. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti tentang keadaan self regulated learning (SRL) mahasiswa STKIP Muhammadiyah sungai penuh dan menguji apakah terdapat perbedaan SRL pada mahasiswa laki-laki dan perempuan. Penelitian ini di menggunakan metode deskriptif dan deskriptif komparatif dengan populasi seluruh mahasiswa STKIP muhammadiyah sungai penuh TA 2017/2018 yang berjumlah 991 dengan sampel 276 melalui teknik sratified random sampling. Analisis data dengan menggunakan rumus presentasi dan T-test. Hasil penelitian menunjukan SRL mahasiswa tergolong menjadi 2 yaitu 32,5% tergolong kurang baik dan 27,5% tergolong baik. Uji hipotesis menunjukan adanya perbedaan signifikan antara SRL perempuan dan laki-laki dimana perempuan memiliki SRL lebih baik. Implikasi dari hasil penelitian ini dapat digunakan oleh orang tua dan pihak pengelola kampus dalam membuat progra peningkatan SRL mahasiswa agar mendapatkan hasil belajar yang lebih memuaskan.
PERANAN MODEL TEAM GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA DAN SELF CONFIDENCE Syarifah Ainy Rambe; Marina Sari Rambe; Abdul Marif
ENLIGHTEN: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 1 No 1 (2018): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/enlighten.v1i1.521

Abstract

Kemampuan berbicara sangatlah penting di dalam perkuliahan, namun pada kenyataannya mahasiswa masih merasa kesulitan dalam berkomunikasi, terutama ketika mengikuti mata kuliah bahasa inggris di jurusan bimbingan dan konseling dikarenakan kurangnya rasa percaya diri (self confidance). Hal tersebut tentunya dapat mengakibatkan hasil belajar mahasiswa yang tidak maksimal. TGT Model (Team Games Tournament) merupakan salah satu cara yang akan memperluas fikiran mahasiswa sehingga mahasiswa dapat lebih berfikir positif dan memiliki keberanian untuk mengungkapkan pendapatnya di depan umum, hal yang demikian itu tentunya dapat meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa. Metode yang digunakan adalah Classroom Action Research (CAR) dalam hal ini dilakukan dua putaran (cycling), setiap putaran (cycling) akan dilakukan perencanaan, tindakan, Observasi dan Refleksi. Data yang akan dihasilkan adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Diperoleh data kemampuan berbicara mengalami peningkatan sebesar 29,5. Dari hasil siklus 1 sebesar 59,33 dan dari siklus 2 sebesar 88,83. Selain itu dari hasil observasi self confidance juga mengalami peningkatan sebesar 30% pada point 1. 10% pada point 2. 23% dari point 3, dan 16 % dari point 4. Selain itu dari diary note juga menunjukkan adanya peningkatan keaktifan mahasiswa di dalam kelas. Dengan demikian, model TGT efektif dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan self confidence dalam mata kuliah Bahasa Inggris pada mahasiswa.

Page 7 of 15 | Total Record : 150