cover
Contact Name
Riduan Mas'ud
Contact Email
riduanmasud@uinmataram.ac.id
Phone
+6281808304480
Journal Mail Official
schemata@uinmataram.ac.id
Editorial Address
Kampus Pascasarjana UIN Mataram Jalan Gajahmada 50 Jempong Baru, Mataram, NTB, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JURNAL SCHEMATA : Pascasarjana UIN Mataram
Core Subject : Economy,
Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram is a scientific, peer-reviewed, and open-access journal published by State Islamic Religious Institute (IAIN) Mataram (since 2017, it changes its name into State Islamic University (UIN) Mataram). The scope of the Schemata includes Interdisciplinary Islamic Studies. Schemata receive manuscripts as the product of research results, both field research, and library research. Since 2018, Schemata has been accessible through http://journal.uinmataram.ac.id/index.php/schemata
Articles 259 Documents
Artificial Intelligence Assisted Feedback in EFL Writing: Student Perceptions of ChatGPT in an Indonesian Islamic University Fitrana Harintama; Agus Saputra; Afif Ikhwanul Muslimin
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 14 No. 2 (2025): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The growing presence of artificial intelligence in education has introduced new possibilities for providing feedback in academic writing. This study investigates students’ perceptions of feedback generated by ChatGPT in an argumentative writing course in the English Language Education Program at Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia. The research aims to understand how students perceive the usefulness of ChatGPT feedback, identify the aspects of feedback they find most helpful, and examine the challenges they experience when using the tool during the writing revision process. The study employed a descriptive mixed-method approach involving thirty-five undergraduate students. Data were collected through a rubric-based writing assessment, a perception questionnaire, and semi-structured interviews. The quantitative data were analyzed using descriptive statistics, while qualitative responses were examined through thematic analysis. The findings indicate that students generally perceive ChatGPT feedback as useful in improving grammar accuracy, sentence clarity, and organization of ideas in their essays. At the same time, students reported that some suggestions required careful evaluation because they did not always align with the intended argument. The study suggests that ChatGPT can function as a supplementary feedback resource that supports students during the revision stage. When combined with instructor guidance, artificial intelligence tools may contribute to more interactive and reflective learning environments in academic writing courses within Islamic higher education.
Readiness of Students, Lecturers, and Stakeholders Towards TOEFL as a Graduation Policy: A Study at FTK UIN Mataram’s ELT Program Ika Rama Suhandra; Yek Amin Azis
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 13 No. 2 (2024): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study examines stakeholder readiness toward the implementation of TOEFL as a graduation requirement in the English Language Teaching (ELT) Study Program at the Faculty of Education and Teacher Training, UIN Mataram. The research employed a mixed-method design, integrating qualitative and quantitative approaches to obtain a comprehensive understanding of the issue. Data were collected through a TOEFL prediction test, open-ended questionnaires, and semi-structured interviews involving 400 students, 10 lecturers, and 3 administrators. Quantitative data from TOEFL scores were analyzed descriptively, while qualitative data from questionnaires and interviews were examined thematically. The findings indicate strong overall support for the policy across stakeholder groups. However, the average TOEFL score of 381 reveals a considerable gap between expected and actual English proficiency levels. Key challenges include limited curriculum integration, test anxiety, and insufficient preparation resources. Stakeholders emphasized the need for systematic curriculum embedding, regular practice tests, and strengthened institutional support. The study underscores the importance of context-sensitive and evidence-based interventions to bridge the gap between policy expectations and stakeholder readiness, contributing to more effective and equitable English proficiency policies in Indonesian teacher education. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji kesiapan pemangku kepentingan terhadap penerapan TOEFL sebagai syarat kelulusan di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram. Penelitian ini menggunakan desain mixed-method yang mengintegrasikan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif. Data dikumpulkan melalui tes prediksi TOEFL, kuesioner terbuka, dan wawancara semi terstruktur kepada 400 mahasiswa, 10 dosen, dan 3 tenaga kependidikan. Data kuantitatif dari skor TOEFL dianalisis secara deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan adanya dukungan yang kuat terhadap kebijakan tersebut dari seluruh pemangku kepentingan. Namun, skor TOEFL rata-rata sebesar 381 mengindikasikan adanya kesenjangan yang cukup besar antara capaian aktual dan standar yang diharapkan. Hambatan utama meliputi keterbatasan integrasi kurikulum, kecemasan menghadapi tes, serta kurangnya sumber daya untuk persiapan. Para pemangku kepentingan merekomendasikan pengintegrasian TOEFL secara sistematis ke dalam kurikulum, pelaksanaan tes praktik secara rutin, serta penguatan dukungan kelembagaan. Penelitian ini menekankan pentingnya intervensi berbasis konteks dan data untuk menjembatani kesenjangan antara tuntutan kebijakan dan kesiapan aktual, sehingga dapat mendukung kebijakan kecakapan bahasa Inggris yang lebih efektif dan berkeadilan dalam pendidikan guru di Indonesia.
Gerakan Reformasi Pendidikan Islam di Indonesia Awal Abad Ke-20: Studi Kasus Muhammadiyah Falahuddin Falahuddin
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 6 No. 1 (2017): Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas modernisasi pendidikan yang dilakukan oleh Muhammadiyah pada awal abad ke-20 sekitar tahun 1911-1932. Modernisasi yang digagas oleh pendiri Muhammadiyah sesungguhnya dilatarbelakangi oleh kondisi sosial keagamaan umat Islam saat itu yang masih tertinggal dalam seluruh aspek kehidupannya. Bagi Muhammadiyah, untuk mengatasi hal tersebut kuncinya melalui modernisasi pendidikan. Modernisasi pendidikan yang dilakukan oleh Muhammadiyah ditempuh dengan cara mengadaptasi sistem pendidikan Belanda dalam pendidikan Islam. Hasilnya, terbentuklah model sekolah Muhammadiyah seperti model sekolah Belanda yang oleh Azra mnyebutnya sebagai “Sekolah Umum Plus”, atau oleh Streenbrink menyebutnya “Sekolah Ultra Konservatif”. Selain pelajaran agama, di sekolah tersebut, diajarkan juga pelajaran umum; instrumen belajar diadopsi langsung seperti cara Belanda; diberlakukan sistem penjenjangan dan pembayaran sekolah dari siswa; serta yang paling fenomenal adalah para guru telah diberikan insentif berupa gaji. Semua hal ini, yang kita lihat sekarang sebagai sesuatu yang biasa, pada saat itu merupakan sesuatu yang sangat baru, aneh dan bahkan luar biasa.
Tradisi Keilmuan dalam Dunia Pesantren dan Pendidikan Formal Zainudin Zainudin
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 6 No. 1 (2017): Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melihat perkembangan pendidikan sampai saat ini, banyak instansi, lembaga, atau yayasan pondok pesantren yang mendirikan sekolah dan madrasah karena tingginya minat masyarakat dalam bidang pendidikan. Lembaga pendidikan harus berupaya meningkatkan mutu dan kompetensi lulusan para peserta didiknya. Sebagai salah satu komponen utama dalam sistem pendidikan, lembaga pendidikan sudah selayaknya memberikan dan menghasilkan para lulusan yang memiliki kualitas sumber daya manusia yang handal. Pesantren dalam mengembangkan pendidikan agama merupakan pondasi yang sangat mendasar dan mempunyai peranan yang sangat penting bagi hidup dan kehidupan bangsa Indonesia khususnya bagi umat Islam. Ketika globalisasi dan modernisasi tak terbendung, membawa produk dan budaya berlabel luar negeri yang tidak semuanya berdampak positif, dimana budaya yang bernuansa Islami tertindas oleh masuknya budaya Barat, maka kebutuhan akan moral dan penanaman keyakinan sangat dibutuhkan oleh seluruh manusia khususnya umat Islam.
Analisis Problematika Penilaian Afektif Peserta Didik Madrasah Aliyah EDI ISTIYONO DARMIYATI ZUCHDI NURUL IMTIHAN
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 6 No. 1 (2017): Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ranah afektif merupakan ranah yang dianggap tersulit pengembangannya selama ini, termasuk cara mengevaluasinya. Padahal berbagai upaya pembentukan karakter dan kepribadian peserta didik, baik itu kognitif, afektif ataupun psikomotorik, baik yang bersifat terintegrasi langsung dalam mata pelajaran ataupun secara implisit melalui aktivitas keseharian peserta didik, sudah seharusnya didampingi dengan program penilaian secara sistematis, komprehensif dan berkesinambungan. Tulisan ini bertujuan melaporkan berbagai persoalan terkait penilaian ranah afektif sebagai upaya memahami kebutuhan para guru dalam melaksanakan penilaian afektif di madrasah aliyah khususnya. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik focus group discussion (FGD). Data yang terkumpul dianalisis secara induktif hingga menghasilkan pokokpokok informasi yang bermakna.
PENGEMBANGAN BUDAYA PRESTASI TILAWAH AL-QUR’AN DI PONDOK PESANTREN NURUL QUR’AN PRAYA LOMBOK TENGAH Sabarudin Sabarudin
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 6 No. 1 (2017): Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan mengeksplorasi manajemen organisasi pondok pesantren (ponpes) dalam pengembangan budaya prestasi tilawatil Qur’an. Ponpes Nurul Qur’an Praya merupakan satu dari pondok pesantren yang dalam waktu singkat telah berhasil menciptakan kader-kader mumpuni berkompetisi, misalnya, dalam musabaqah tilawatil Qur’an mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, nasional, bahkan internasional. Berdasarkan temuan artikel ini, bahwa bentuk manajemen organisasi pembelajaran tilawah dilakukan secara terpadu dengan sistem pengorganisasian berjenjang. Pengembangan tilawah al-Qur’an dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai pada tahap evaluasi melalui mekanisme uji publik. Keteladanan menjadi salah satu teknik menggerakkan manajemen organisasi selain pembagian tugas dan pengawasan. Selanjutnya nuansa kompetisi dalam memperdalam pengetahuan ilmu-ilmu al-Qur’an khususnya ilmu tilawah al-Qur’an telah menjadi salah satu sumber energi esoterik yang telah melahirkan sistem nilai etis-estetis-artistik pada tataran praksis kehidupan yang kemudian menjelma sebagai sebuah budaya prestasi.
SISTEM PENDIDIKAN PESANTREN DALAM PENGUATAN KUALIFIKASI ABITUREN MDQH AL-MAJIDIYAH ASY-SYAFI'IYAH NAHDLATUL WATHAN PANCOR Jamiludin Jamiludin
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 6 No. 1 (2017): Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan implementasi 3 elemen sistem pendidikan pesantren dalam penguatan kualifikasi abituren MDQH Al-Majidiyah AsySyafi'iyah Nahdlatul Wathan Pancor. Untuk hal tersebut peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan prosedur pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan kunci yang ditentukan adalah TGH. Muhammad Yusuf Ma?mun selaku Amir MDQH. Melalui penelitian tersebut didapatkan informasi hasil penelitian bahwa: (1) Pemberdayaan kurikulum sebagai salah satu elemen utama sistem pendidikan pesanteren berperan efektif dalam penguatan kualifikasi abituren MDQH, (2) Pemberdayaan ustadz/ustadzah sebagai salah satu elemen utama sistem pendidikan pesanteren berperan strategis dan penting dalam penguatan kualifikasi abituren MDQH, (3) Pemberdayaan pemondokan sebagai salah satu elemen utama sistem pendidikan pesanteren berperan strategis dan penting dalam penguatan kualifikasi abituren MDQH.
MISI PROFETIK DALAM PEMBELAJARAN HUMANISTIK-TRANSFORMATIF: Studi pada Pembelajaran Gelar Hidup di Lombok, NTB H M Taufik
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 6 No. 1 (2017): Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dan pembelajaran tengah mendapat ujian-kritik tajam sejak pertengahan abad ke-20. Menghadapi kondisi yang demikian, kehadiran Islam dengan sosok Nabi Saw sebagai individu paripurna dengan kesadaran eksistensial-theistik-liberatif penuh (prophetic consciousness), dipandang sangat relevan untuk menghilangkan penyakit vertikal [penyimpangan aqidah tauhid] dan penyakit horizontal [ketimpangan sosial] sekaligus. Misi profetik yang secara substansial menuntun dan menuntut untuk perbaikan kehidupan manusia dan kemanusiaan berupa penyempurnaan model sikap dan perilaku kehidupan, relevan dengan nilai-nilai pembelajaran humanistis-transformatif yang juga menuntut pembelajaran yang berbasis nilai-nilai kemanusiaan yang baik dan bermartabat. Lebih lanjut, menjadi relevan dengan nilai-nilai pembelajaran primerrekognitif yang secara substantive-empiric mengarahkan manusia-kemanusiaan kepada kehidupan dengan nilai-nilai kebaikan hidup secara terus menerus. Dampak dari penerapan model pembelajaran primer atau pembelajaran rekognitif, telah mampu membuat perubahan yang signifikan. Hal ini diantaranya bisa terlihat, baik pada kehidupan komunitas di Bangket Bilong Parampuan, dan juga di Madrasah pada PP Hikmatusysyarif Salut Narmada
SESERAHAN CO’I NIKA (BIAYA NIKAH) PADA MASYARAKAT MANGGELEWA DOMPU DAN TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAPNYA Suryadin Suryadin
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 6 No. 2 (2017): Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahar dalam prosesi pernikahan, baik menurut agama maupun adat–istiadat pada suatu masyarakat adalah suatu keharusan. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui konsep dan pelaksanaan pemberian co’i nika (biaya nikah) dalam tradisi pernikanan masyarakat Manngelewa Kabupaten Dompu ditinjau berdasarkan perspektif Islam. Temuan artikel ini menunjukkan adanya bantahan terhadap asumsi yang menilai bahwa co’i nika sama dengan mahar. Mahar merupakan permintaan calon mempelai perempuan untuk dirinya sendiri sedangkan co’i nika merupakan permintaan pihak keluarga calon mempelai perempuan untuk pelaksanaan prosesi pernikahan dan juga untuk keberlangsungan hidup putrinya yang penentuannya tidak mesti melibatkan perempuan calon pengantin. Adapun pelaksanaannya dapat digolongkan ke dalam dua kategori, yaitu ‘urf sahih dan ‘urf fasid
PERNIKAHAN DI BAWAH UMUR: Studi Kasus terhadap Praktik Pernikahan di Kota Mataram H Ahsanul Halik
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 6 No. 2 (2017): Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik pernikahan dini atau pernikahan di bawah umur telah menimbulkan erosi terhadap fungsi keluarga itu sendiri, seperti fungsi reproduksi, pendidikan, perlindungan, ekonomi, dan afeksi. Bahkan hal tersebut telah mengubah makna sakralitas dari pernikahan, di mana hal tersebut mengakibatkan mudahnya terjadi kawin-cerai, yang pada akhirnya berdampak juga pada masa depan anak-anak; korban dari tindakan kawin-cerai tersebut. Artikel ini merupakan hasil penelitian penelitian lapangan yang mengkaji fenomena pernikahan di bawah umur di Kota Mataram dengan pendekatan sosiologis-filosofis. Temuan artikel ini menunjukkan bahwa tingginya praktik pernikahan bawah umur di Kota Mataram dilatarbelakangi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi tingkat pemahaman pelaku pernikahan bawah umur, dan kondisi lingkungan keluarga di mana pelaku pernikahan bawah umur tinggal. Sedangkan faktor eksternal meliputi faktor ekonomi, agama, sosial, dan budaya. Adapun dampak pernikahan bawah umur bagi kehidupan masyarakat muslim di Kota Mataram meliputi aspek agama, sosial kemasyarakatan, ekonomi, dan kehidupan dalam rumah tangga