cover
Contact Name
Riduan Mas'ud
Contact Email
riduanmasud@uinmataram.ac.id
Phone
+6281808304480
Journal Mail Official
schemata@uinmataram.ac.id
Editorial Address
Kampus Pascasarjana UIN Mataram Jalan Gajahmada 50 Jempong Baru, Mataram, NTB, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JURNAL SCHEMATA : Pascasarjana UIN Mataram
Core Subject : Economy,
Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram is a scientific, peer-reviewed, and open-access journal published by State Islamic Religious Institute (IAIN) Mataram (since 2017, it changes its name into State Islamic University (UIN) Mataram). The scope of the Schemata includes Interdisciplinary Islamic Studies. Schemata receive manuscripts as the product of research results, both field research, and library research. Since 2018, Schemata has been accessible through http://journal.uinmataram.ac.id/index.php/schemata
Articles 259 Documents
REINTERPRETASI TRADISI MERARIQ SEBAGAI RESOLUSI KONFLIK ADAT: Studi Pemikiran Tokoh Agama dan Tokoh Adat di NTB FATMA AMILIA ZUSIANA ELLY T SAMSUDIN
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 6 No. 2 (2017): Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena ritual perkawinan masyarakat Sasak tergolong unik. Di kalangan masyarakat Sasak, prosesi pelarian diri merupakan momentum yang dinanti-nantikan oleh seorang pemuda Sasak yang hendak menempuh hidup baru dari sebuah perkawinan, sedangkan bagi perempuan, prosesi itu merupakan pintu gerbang hidup berkeluarga yang sangat mendebar-debarkan dan dinantikan. Meskipun dalam beberapa hal kawin lari (merariq) masyarakat Sasak memperlihatkan adanya kesesuaian dengan ketentuan syara’, namun dimensi pertentangannya baik dari sudut normatif maupun kemaslahatan juga tidak sedikit. Oleh karena itu, keberadaannya juga perlu dikaji ulang untuk menutup atau memperkecil peluang terjadinya kemudaratan. Artikel ini membahas fenomena praktik merariq masyarakat Sasak ditinjau dari perspektif hukum Islam dengan menggunakan dua pendekatan, yakni pendekatan maqasid asy-syari‘ah, dan pendekatan resolusi konflik. Dua pendekatan ini dapat menghadirkan model penyelesaian konflik yang dapat membawa kemaslahatan masyarakat Lombok tanpa meninggalkan unsur-unsur budaya yang selama ini diagungkan dan dilestarikan
Islam Sasak: Sebuah Manifestasi Fikih-Budaya Lalu Muhammad Ariadi
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 6 No. 2 (2017): Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Islam, Fikih merupakan bagian terpenting dari pelaksanaan ajaran-ajaran Islam yang terkandung dalam al-Quran dan Hadits. Melalui Fikih, ajaran-ajaran Islam yang turun di Tanah Arab mampu meresap keberbagai bentuk kebudayaan yang pada dasarnya berbeda bentuk dengan kebudayaan orang-orang Arab itu sendiri. Ini bisa dilihat pada tradisi menggunakan hijab yang hanya ada di Arab, namun bermetamorfosa menjadi tradisi berjilbab di Indonesia. Di Indonesia, peran signifikan fikih dalam akulturasi ajaran-ajaran Islam dengan sebuah tradisi dalam kebudayaan lokal bisa dilihat pada perkembangan fikih diantara orang-orang Sasak di Lombok yang dikenal dengan ketaatannya dalam beragama dan juga kekuatan tradisi lokalnya. Diantara orang-orang Sasak, fikih dan kebudayaan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Fikih menjadi dasar dari kebudayaan, dan sebaliknya, kebudayaan memberikan warna terhadap fikih itu sendiri.
Epistemologi Hukum Islam dan Sistem Peradilan dalam Islam Muhammad Mutawali
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 6 No. 2 (2017): Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hukum Islam tidak dapat dipisahkan dari realitas masyarakat. Untuk dapat menjabarkan ketentuan-ketentuan yang terkandung dalam hukum Islam diperlukan lembaga peradilan yang dalam Islam disebut al-Qadha?. Al-Qadha? diperlukan untuk mengatur masalah-masalah yang tumbuh dalam masyarakat sehubungan dengan tingkah laku manusia yang senang kepada kebendaan dan bersifat mementingkan diri sendiri. Lembaga peradilan ini merupakan wujud dari suatu realisasi sosial. Dalam hubungan ini terlihat bahwa hukum Islam bukanlah sekedar ketentuan yang dipaksakan dari luar masyarakat, karena lembaga peradilan yang menguji berlaku atau tidaknya ketentuan hukum tersebut, ditentukan oleh bentuk kekuasaan yang ada dalam masyarakat. Tulisan ini mengemukakan kajian epistemologis hukum Islam yang diawali dengan menguraikan tentang definisi hukum Islam dari berbagai pandangan tokoh Islam, kemudian diuraikan juga sumber hukum Islam, dan diakhiri dengan sejarah dan sistem peradilan dalam Islam.
Maqashid Al-Syari'ah: Logika Hukum Transformatif Mutawali Mutawali
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 6 No. 2 (2017): Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan untuk melakukan rekonstruksi ushûl al-fiqh dan memperbarui pemahaman fiqh bukan saja didasari oleh kenyataan bahwa ushûl al-fiqh dan fiqh merupakan produk suatu zaman, tetapi juga oleh adanya tuntutan yang mendesak dalam konteks realitas kehidupan yang penuh keragaman. Tulisan ini mengetengahkan kajian yang apik tentang logika transformasi hukum, maqâshid al-syarî'ah. Kajian artikel ini menyebutkan bahwa maqâshid al-syarî'ah merupakan sumber dari totalitas hukum Islam yang pada tataran implementatifnya dapat dijadikan sebagai paradigma pengambilan hukum Islam. Oleh karena itu, sekiranya ada satu ketentuan hukum Islam baik dalam alQur'ân maupun al-Hadîth yang bertentangan secara substantif dengan maqâshid alsyarî'ah, maka ketentuan hukum tersebut mesti direformasi demi logika maqâshid alsyarî'ah.
Implementasi Profil Pelajar Pancasila Karakter Beriman dan Bertakwa Kepada Tuhan YME dan Berakhlak Mulia Untuk Calon Guru SD Muhammad Arifin Arif; Yasyir Fahmi Mubaraq
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 14 No. 1 (2025): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/schemata.v14i1.11878

Abstract

This study aims to describe how the Pancasila student profile is implemented for prospective elementary school teachers. This is a descriptive qualitative study, with 10 prospective teachers or students majoring in Elementary School Teacher Education at PGRI University Kalimantan as the research subjects. Data collection techniques include questionnaires, interviews, and documentation. Data analysis techniques involve data grouping and data synthesis. The research findings indicate that: (1) The implementation of the Pancasila student profile for prospective elementary school teachers, specifically the character traits of being faithful and devout to God Almighty and having noble moral values, involves understanding religious ethics through the 20 obligatory and impossible attributes of Allah SWT. Among the 5 sample participants, the following results were obtained: a) 5 participants were highly proficient in identifying the 20 obligatory and impossible attributes of Allah SWT. b) 1 person was highly proficient, 2 were proficient, and 2 were less proficient in memorizing the 20 obligatory and impossible attributes of Allah SWT. c) 1 person was highly proficient, 1 was proficient, and 3 were less proficient in distinguishing the 20 obligatory and impossible attributes of Allah SWT. Thus, it can be concluded that the implementation of the Pancasila Student Profile through intraschool activities and projects has an impact on the proficiency of faith and piety toward God Almighty, as well as noble character among prospective elementary school teachers. The implication is that graduates with such character are expected to become role models for students, create a learning environment based on moral values, and contribute to building a generation with integrity and personality in line with the values of Pancasila. Keywords: Prospective Elementary School Teachers, Implementation, Pancasila Profile Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan mengenai bagaimana implementasi profil pelajar pancasila untuk calon guru SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, subjek penelitian adalah 10 orangcalon guru atau mahasiswa prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas PGRI Kalimantan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket atau kuesioner, wawancara dan dokumentasi.Teknik analisis data dilakukan dengan pengelompokan data, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1)Implementasi profil pelajar pancasila karakter beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia untuk calon guru SD, ialah pemahaman terhadap akhlak beragama melalui 20 sifat wajib dan mustahil bagi Allah SWT melalui 5 orang sample di dapatkan: a) 5 orang sangat mahir dalam menyebutkan 20 sifat wajib dan mustahil bagi Allah SWT b) 1 orang sangat mahir, 2 orang mahir, dan 2 orang kurang mahir dalam menghafal 20 sifat wajib dan mustahil bagi Allah SWT. c)1 orang sangat mahir, 1 orang mahir, 3 orang kurang mahir dalam membedakan 20 sifat wajib dan mustahil bagi Allah SWT.. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa implementasi Profil Pelajar Pancasila melalui kegiatan intrakurikuler dan projek memberikan dampak kemahiran pada karakter beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME serta berakhlak mulia pada mahasiswa calon guru SD. Implikasinya, lulusan yang memiliki karakter tersebut diharapkan mampu menjadi teladan bagi peserta didik, menciptakan lingkungan belajar yang berbasis nilai-nilai moral, serta berkontribusi dalam membangun generasi yang berintegritas dan berkepribadian sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Kata kunci: Calon Guru SD, Implementasi, Profil Pancasila
Multicultural Education: Building Inclusive Attitudes in Diversity Syarifah Aulia Rabbani; Muh. Addarunnasfis; Asriati Aulia Malik
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 14 No. 1 (2025): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/schemata.v14i1.12748

Abstract

This study uses a descriptive qualitative method, which aims to explore the roles of schools, teachers and parents in building inclusive attitudes in students. Inclusive attitudes are developed through formal education at school and character education at home. Schools and teachers play an important role in providing multicultural education that aims to shape students to appreciate diversity and be able to interact in a plural society. In addition, schools are also responsible for creating an inclusive learning environment and providing training to teachers to improve their understanding of multicultural education. Steps taken include implementing an inclusive curriculum, organizing extracurricular activities that encourage intercultural interaction, using multiple languages in learning, character development and community activities. Parents also play a significant role in character education at home, serving as primary educators who model inclusive attitudes. Students' own awareness is also a key factor for inclusive and multicultural education to be well established through learning experiences and social interactions inside and outside school. Keywords: Inclusiveness, Multicultural Education, Diversity Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran sekolah, guru, dan orang tua dalam membangun sikap inklusif pada siswa. Sikap inklusif dikembangkan melalui pendidikan formal di sekolah dan pendidikan karakter di rumah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk melihat dan menguraian secara jujur bagaimana kondisi riil di lapangan. Sehingga hasil penelitian mengungkapkan bahwa Sekolah dan guru berperan penting dalam memberikan pendidikan multikultural yang bertujuan membentuk siswa agar menghargai keberagaman dan mampu berinteraksi dalam masyarakat yang plural. Selain itu, sekolah juga bertanggung jawab menciptakan lingkungan belajar yang inklusif serta memberikan pelatihan kepada guru untuk meningkatkan pemahaman tentang pendidikan multikultural. Langkah-langkah yang diambil meliputi penerapan kurikulum inklusif, penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler yang mendorong interaksi antarbudaya, penggunaan berbagai bahasa dalam pembelajaran, pengembangan karakter, dan kegiatan komunitas. Orang tua juga memiliki peran signifikan dalam pendidikan karakter di rumah, berfungsi sebagai pendidik utama yang memberikan teladan sikap inklusif. Kesadaran dari siswa sendiri juga menjadi faktor kunci agar pendidikan inklusif dan multikultural dapat terbentuk dengan baik melalui pengalaman belajar serta interaksi sosial di dalam dan luar sekolah. Kata kunci: Inklusivitas, Keberagaman, Pendidikan Multikultural
Nilai-Nilai Inklusivitas dalam Uslub Al-Qur'an: (Replikasi Model Pendidikan Islam Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas) Imam Alfi imam; Umi Halwati; Imam Ma’arif Hidayat; Mahfudz Al Faozi; Kuswantoro Kuswantoro
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 14 No. 1 (2025): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to identify the values of inclusivity in the Qur'an and replicate it as an inclusive Islamic education model for people with disabilities. A qualitative approach is used with text analysis techniques on Qur'anic verses, hadiths, as well as Islamic and educational literature. Data were obtained from books, scientific journals, and relevant documents, which were then analyzed through thematic categorization and triangulation of experts' views. This study found that the uslub ‘ilmi, adabi, and khithabi in the Qur'an each contain the principles of equality, respect for physical diversity, social justice, and a call for collaboration that supports the creation of a disability-friendly education system. The results of this study show that the values of inclusivity in the Qur'an have strong relevance to the principles of modern inclusive education, such as accessibility, non-discrimination, and curriculum adaptation. These findings provide a theoretical contribution in the form of a strong theological foundation for the development of inclusive education in the context of Islam, as well as practical implications for teachers, policymakers, and society at large in building an education system that is fair for all. This research also highlights the need for further empirical studies to test the effectiveness of the implementation of this model in the field, as well as encourage synergy between stakeholders in realizing truly inclusive education.
Dampak Pendidik Bersertifikasi Terhadap Peningkatan Kinerja pada Madrasah Aliyah Negeri Aris Sutikno; Jasiah
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 14 No. 1 (2025): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/schemata.v14i1.12576

Abstract

Certified teachers at MAN in Indonesia have a fairly large number, namely 91.37%. Certified teachers are one of the main focuses in efforts to improve the quality of education and student success. However, it is still found that more than 90% of teachers who have teacher certification have not performed optimally. The purpose of this study was to analyze the impact of teacher certification on improving the quality of education at MAN. The method used in thiqs study is the literature study method. The results obtained regarding the influence of teacher certification on teacher performance are on professional competence and ability, motivation and commitment, work environment and madrasah climate, leadership of the madrasah principal and resources and facilities. The impact of certification on teacher performance includes improving competence and professionalism, increasing motivation and self-confidence. improving the quality of learning, increasing recognition and prestige, and improving teacher welfare. The leadership of the Madrasah principal should play a role in improving teacher performance, namely by having a joint commitment to realizing the vision and mission of education, improving teacher competence, creating a positive Madrasah climate, managing resources effectively, and providing feedback and evaluation. Keywords: Teacher, Certified Educator, Performance Improvement Pendidik bersertifikasi pendidik pada MAN di Indonesia memiliki jumlah yang cukup besar yaitu 91,37%. Pendidik bersertifikasi pendidik menjadi salah satu fokus utama dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan keberhasilan siswa. Namun masih ditemui 90 % lebih pendidik telah memiliki sertifikasi pendidik kinerjanya masih belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak sertifikasi pendidik terhadap peningkatan kualitas pendidikan di MAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka. Hasil yang diperoleh mengenai pengaruh sertifikasi pendidik terhadap kinerja Pendidik adalah pada kompetensi dan kemampuan profesional, motivasi dan komitmen, lingkungan kerja dan iklim madrasah, kepemimpinan kepala Madrasah dan sumber daya serta fasilitas. Dampak sertifikasi terhadap kinerja Pendidik diantaranya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme, meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri. meningkatkan kualitas pembelajaran, meningkatkan pengakuan dan prestise, dan meningkatkan kesejahteraan pendidik. Seharusnya kepemimpinan kepala Madrasah berperan terhadap peningkatan kinerja pendidik yaitu dengan komitmen bersama merealisasikan visi dan misi pendidikan, meningkatkan kompetensi pendidik, menciptakan iklim madrasah positif, mengelola sumber daya efektif, dan memberikan umpan balik serta evaluasi. Kata kunci: Pendidik, Bersertifikasi Pendidik, Peningkatan Kinerja
Character Revitalization through Islamic Religious Education in Schools Kholidah Nur; Ali Masran Daulay; Junita Irawati
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 14 No. 1 (2025): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Indonesian nation is a nation that has various races and cultures. This diversity makes it a nation that has its own character that is different from other nations. This character should be maintained through educational institutions in order to produce a generation of the nation that knows and preserves the character of the nation that has existed since their ancestors. This study uses a qualitative approach with a post-positivistic paradigm. Data collection through interviews, observations, and documentation. While data analysis with the Miles Huberman model. This study resulted in a shift in the character of the Indonesian nation that is classified as very complicated, this complexity is further complicated by the lack of public awareness that our national character has long been lost. The glittering currents of modernization and globalization are the main factors in the loss of the nation's character. The readiness of society to face the modern era forces them to fall asleep and be lulled by the strains of electronic sophistication without being able to fortify themselves with sufficient knowledge. Likewise, the sudden flow of globalization cannot be blocked by clarity of heart and mind so that it blinds the paradigm of long-term thinking. As a result, the character of the nation is now just a sweet memory when remembered and bitter when remembered. The development of national character in schools through Islamic religious education is carried out in several stages, namely familiarizing oneself with religious activities, action planning and giving awards.