cover
Contact Name
Riduan Mas'ud
Contact Email
riduanmasud@uinmataram.ac.id
Phone
+6281808304480
Journal Mail Official
schemata@uinmataram.ac.id
Editorial Address
Kampus Pascasarjana UIN Mataram Jalan Gajahmada 50 Jempong Baru, Mataram, NTB, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JURNAL SCHEMATA : Pascasarjana UIN Mataram
Core Subject : Economy,
Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram is a scientific, peer-reviewed, and open-access journal published by State Islamic Religious Institute (IAIN) Mataram (since 2017, it changes its name into State Islamic University (UIN) Mataram). The scope of the Schemata includes Interdisciplinary Islamic Studies. Schemata receive manuscripts as the product of research results, both field research, and library research. Since 2018, Schemata has been accessible through http://journal.uinmataram.ac.id/index.php/schemata
Articles 242 Documents
Problematika Pendidikan Agama Islam di Pondok Pesantren Baidawi , Abdul Hafiz
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 12 No. 2 (2023): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses several challenges in the teaching of Islamic Religious Education (PAI) at Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny Kediri, covering both the aspects of educators and students. These challenges include the interaction between educators and students, the need for more effective teaching methods, as well as time constraints, and the density of materials. Additionally, issues related to the mastery of content, administration, and learning facilities are also the focal points of discussion. Several solutions are proposed to address these issues, including improvements in the design of teaching tools, the enhancement of technology-based learning facilities, and better classroom management. The improvement of educators' quality through training and scholarly meetings, along with support for the development of appropriate teaching strategies and methods, is also considered crucial. In conclusion, this article summarizes the challenges and solutions in teaching Islamic Religious Education at Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny Kediri, to enhance the quality of Islamic education and shape students who are both qualified and virtuous. Keywords: Islamic Education, Islamic Boarding School, Education Problematics Artikel ini membahas sejumlah tantangan dalam pembelajaran (PAI) Pendidikan Agama Islam di Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny Kediri, mencakup aspek pendidik dan peserta didik. Tantangan ini meliputi interaksi antara pendidik dan peserta didik, kebutuhan akan metode pembelajaran yang lebih efektif, serta keterbatasan waktu dan padatnya materi. Disamping itu, permasalahan penguasaan materi, administrasi, dan sarana pembelajaran juga menjadi fokus pembahasan. Beberapa solusi diusulkan untuk mengatasi permasalahan ini, termasuk perbaikan dalam desain perangkat pembelajaran, peningkatan sarana pembelajaran berbasis teknologi, dan manajemen kelas yang lebih baik. Peningkatan kualitas pendidik melalui pelatihan dan pertemuan ilmiah, serta dukungan untuk pengembangan strategi dan metode pembelajaran yang sesuai, juga dianggap penting. Kesimpulannya, artikel ini merangkum tantangan dan solusi dalam pembelajaran PAI di Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny Kediri, dengan tujuan meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam dan membentuk peserta didik yang berkualitas serta berakhlak mulia. Kata kunci: Pendidikan Islam, Prondok Pesantren, Problematika Pendidikan
Moderasi Beragama dalam Pendidikan Islam Hidayati, Hidayati
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 12 No. 2 (2023): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper aims to answer the question of moderation in Islamic education, how the concept and implementation are. The research method used is a literature study approach with data analysis using meta-analysis. The results of the research analysis show that moderation in religion is an attitude and effort to make religion as a basis and principle to always avoid extremism (radicalism) and always look for a middle ground to unite all elements of society, nation, and state. While the indicators of moderation in religion consist of four indicators, namely: 1. National commitment 2. Tolerance 3. Anti-violence 4. Appreciation of local culture. Then in practice in Islamic education, moderation in religion must consider the following things: first, an interdisciplinary approach, second, the contextualization of Islamic messages. If moderation in religion is applied in madrasahs, it is very suitable because moderation (wasatiyyah) can be understood as a balance between strong beliefs and tolerance. Madrasahs are seen as one of the Islamic educational institutions that have relatively succeeded in instilling moderate Islam. Similarly, as pesantren as an Islamic educational institution begins to indicate the possibility of the emergence of radical ideas, then direct actualization can be carried out in the context of a multicultural society: First, making educational institutions as the basis of the laboratory of moderation in religion. Second, the approach of socio-religious moderation in religion and state. Keywords: Multicultural Society, Religious Moderation, Islamic Education Tulisan ini bertujuan untuk menjawab persoalan tentang moderasi beragama dalam Pendidikan Islam, bagaimanah konsep dan pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian studi pustaka dengan analisis data menggunakan meta analisis. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama merupakan sikap serta upaya menjadikan agama sebagai dasar dan prinsip agar selalu menghindarkan diri dari sikap yang ekstrem (radikalisme) dan selalu mencari jalan tengah menyatukan semua elemen masyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sedangkan indicator moderasi beragama terdiri dari empat indicator yakni: 1. Komitmen kebangsaan 2. Toleransi 3. Anti kekerasan 4. Peghargaan terhadap budaya lokal. Kemudian pada praktiknya dalam Pendidikan Islam, moderasi beragama harus mempertimbangkan hal-hal berikut ini: pertama, Pendekatan interdisipliner, kedua, kontekstualisasi pesan-pesan Islam. Jika moderasi beragama diterapkan di madrasah sangat cocok karena moderasi (wasatiyyah) dapat dipahami sebagai keseimbangan antara keyakinan yang kokoh dengan toleransi. Madrasah dipandang sebagai salah satu institusi pendidikan Islam yang relatif berhasil menanamkan Islam yang moderat. Sama halnya dengan Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam mulai terindikasi kemungkinan munculnya paham radikal, maka aktualisasi secara langsung dapat dilakukan dalam konteks masyarakat multikultural: Pertama, menjadikan lembaga pendidikan sebagai basis laboratorium moderasi beragama. Kedua, pendekatan moderasi sosio-religius dalam beragama dan bernegara. Kata kunci: Masyarakat Multikultural, Moderasi Beragama, Pendidikan Islam
Mewujudkan Generasi Rabbani dan Masyarakat Madani Berdasarkan Konsep Keluarga Ideal Perspektif Al Qur'an dan Hadits Ahmad, Ramli
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 12 No. 2 (2023): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Quran and Hadith have explained that the ideal family in Islam is a family that is sakinah, mawaddah, and rahmah, which upholds the rights and responsibilities of its members. The Quran and Hadith also contain guidance that can be used as a reference by all of humanity, especially Muslims, to achieve an ideal family. This guidance is that humans should always maintain feelings of sakinah, mawaddah, and rahmah in their families. Therefore, through this paper, the author seeks to examine the verses of the Quran and the Hadith of the Prophet Muhammad (PBUH) that are related to the family and to see the criteria for an ideal family in Islam. This research is a library research with a data analysis method and existing sources, namely by collecting Quranic verses and Hadiths that are relevant to the ideal family. The data sources in this study are the Quran, Hadith, and journals or writings related to the ideal family in Islam. The results of this study show the following conclusions: First, the Quran and Hadith command Muslims to marry and take care of their families. Second, the harmony of a family is greatly determined by the moral values that each family member possesses. Third, building an ideal family requires awareness among each family member of their rights, responsibilities, and duties. Building an ideal family is part of maintaining the peace and integrity of society and the realization of a Rabbani generation in order to realize a civilized society for the civilization of the nation and religion. Keywords: Quran, Hadith, Ideal, Family, Madani, Rabbani Al-Quran dan Hadits telah menjelaskan bahwa keluarga yang ideal dalam Islam adalah keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah yang tentunya menjunjung tinggi hak dan kewajiban anggota keluarganya. Al-Qur’an dan Hadits juga mengandung petunjuk yang dapat dijadikan acuan oleh umat manusia khususnya ummat Islam untuk mencapai keluarga yang ideal, yaitu manusia harus selalu menghadirkan perasaan sakinah, mawaddah, dan ra?mah dalam keluarganya. Oleh karena itu, melalui tulisan ini, penulis berupaya menelaah tentang ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits Rasulullah Saw yang berkaitan dengan keluarga serta melihat kriteria-kriteria keluarga ideal dalam Islam. Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan dengan metode analisis data dan sumber yang ada yaitu dengan menghimpun ayat-ayat al-Quran dan Hadits yang memiliki relevansi dengan keluarga ideal. Sumber data dalam kajian ini adalah al-Qur’an dan Hadits serta jurnal-jurnal atau tulisan yang berkaitan dengan keluarga ideal dalam Islam. Hasil kajian ini menunjukkan suatu kesimpulan, bahwa, pertama: al-Quran dan Hadits memerintahkan umat Islam untuk berumah tangga dan memelihara keluarganya. Kedua: Keharmonisan suatu keluarga sangat ditentukan oleh nilai-nilai akhlak yang dimiliki setiap anggota keluarga. Ketiga: Membina keluarga ideal perlu adanya kesadaran antara setiap anggota keluarga tentang hak, kewajiban, dan tanggung jawab masing-masing anggota keluarga. Membina keluarga yang ideal merupakan bagian dari menjaga ketenangan dan keutuhan masyarakat serta terwujudnya generasi rabbani dalam rangka mewujudkan masyarakat madani untu peradaban bangsa dan agama. Kata kunci: Al-Qur’an, Hadits, Ideal, Keluarga, Madani, Rabbani
Pengaruh Kecerdasan Sosial Terhadap Minat Belajar Matematika Siswa Kelas VIII MTs Al-Ijtihad Danger Hasanah, Huswatun; Ansori, Sopian
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 12 No. 2 (2023): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research is to explore the impact of Social Intelligence on the Interest in Learning Mathematics of Grade VIII students at MTs Al-Ijtihad Danger. This study employs a quantitative ex post facto research design. Class VIII A is selected as the sample, consisting of 25 students. Data collection methods include observation, questionnaires, and documentation. To analyze the gathered data, prerequisite tests (normality and homogeneity tests) are conducted, and hypothesis testing for the research uses simple regression analysis. The hypothesis test results conducted using simple regression analysis yield the equation . From the data processing results, the F-value obtained is 5.478, which is then compared with the F-table with df=20, at a significance level of 5%, equal to 2.12. Therefore, based on the hypothesis testing criteria, if F_(observed) (5.478) > F_table (2.12), then H0 is rejected. Thus, it can be concluded that there is an influence of students' interest in learning mathematics caused by their social intelligence in Grade VIII at MTs Al-Ijtihad Danger. Keywords: Social Intelligence, Student Interest, Mathematics Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dampak Kecerdasan Sosial terhadap Minat Belajar Matematika siswa di Kelas VIII MTs Al-Ijtihad Danger. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif ex post facto. Kelas VIII A dipilih sebagai sampel, dengan jumlah peserta didik sebanyak 25 orang. Metode pengumpulan data melibatkan observasi, angket, dan dokumentasi. Untuk menganalisis data yang terkumpul, dilakukan uji prasyarat (uji normalitas dan uji homogenitas), dan uji hipotesis penelitian menggunakan uji regresi sederhana.  Hasil dari uji hipotesis yang telah dilakukan dengan menggunakan uji regresi sederhana menghasilkan persamaan . Dari hasil pengelolaan data tersebut diperoleh  sebesar 5,478 kemudian dikonversikan dengan  dengan , pada taraf signifikan 5% sebesar 2,12. Sehingga berdasarkan kriteria pengujian hipotesis yaitu jika  maka H0 ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh minat belajar matematika siswa yang disebabkan oleh kecerdasan sosial yang dimilikinya di kelas VIII MTs Al-Ijtihad Danger. Kata kunci: Kecerdasan Sosial, Minat Belajar Siswa., Matematika
Analisis Thalaq dan Konsekuensinya: Dialektika Normalitas dan Realitas Sosial Ramdhani , M. Turmuzi
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 12 No. 2 (2023): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Islam, the practice of thalaq or divorce is highly significant and treated seriously. However, the practice of thalaq has also become a source of deep debate in contemporary society influenced by social changes, cultural norms, and changes in family law. This journal aims to analyze the practice of thalaq (divorce in Islam) and its consequences in contemporary society, focusing on the understanding of the concept of thalaq from the perspective of the dialectics of normality and social reality. Thalaq, as a crucial part of Islamic family law, has been the subject of profound debate in the context of social changes, cultural norms, and developments in family law in various countries. Using a qualitative method, data is obtained through the analysis of legal materials, doctrines, and literature. The results of the analysis show how the concept of thalaq has changed over time and how its practice is reflected in the changing norms of society. The dialectics between traditional and modern views of thalaq reflect changes in social reality. This study provides insights into the complexity of thalaq practices and lays the foundation for further discussions on changes in family law and a deeper understanding of divorce in contemporary society. Keywords: Thalaq, Norms, Social Reality Dalam agama Islam, praktik thalaq atau perceraian merupakan hal yang sangat penting dan diperlakukan dengan serius. Namun, praktik thalaq juga telah menjadi sumber perdebatan yang mendalam dalam masyarakat kontemporer yang dipengaruhi oleh perubahan sosial, norma-norma budaya, dan perubahan hukum keluarga. Jurnal ini bertujuan untuk menganalisis praktik thalaq (perceraian dalam Islam) dan konsekuensinya dalam masyarakat kontemporer, dengan fokus pada pemahaman konsep thalaq dalam perspektif dialektika normalitas dan realitas sosial. Thalaq, sebagai bagian penting dari hukum keluarga Islam, telah menjadi subjek perdebatan yang mendalam dalam konteks perubahan sosial, norma-norma budaya, dan perkembangan hukum keluarga di berbagai negara. Dengan menggunakan metode kualitatif, data diperoleh melalui analisis bahan hukum, doktrin-doktrin serta literatur. Hasil analisis menunjukkan bagaimana konsep thalaq telah berubah seiring waktu dan bagaimana praktiknya tercermin dalam perubahan norma-norma sosial. Dialektika antara pandangan tradisional dan modern tentang thalaq mencerminkan perubahan dalam realitas sosial. Studi ini memberikan wawasan tentang kompleksitas praktik thalaq dan memberikan dasar untuk diskusi lebih lanjut tentang perubahan dalam hukum keluarga dan pemahaman yang lebih mendalam tentang perceraian dalam masyarakat kontemporer. Kata Kunci: Thalaq, Norma, Realitas Sosial
Konsep POAC dan Implementasinya dalam Pendidikan Islam: Studi Atas Kitab Ta'lim Al-Sibyan Bighayati Al-Bayan Karya Tuan Guru Haji Muhammad Shaleh Hambali Bengkel Murzaki, Lalu Agus
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 13 No. 1 (2024): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses the application of the POAC principles (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) in Islamic education, focusing on the book Ta'lim al-Sibyan bi Gh?yat al-Bay?n by Tuan Guru Haji Muhammad Shaleh Hambali Bengkel. The aim is to analyze how POAC is implemented to achieve educational effectiveness. The method used is qualitative content analysis. The findings show that the POAC principles support the integration of various disciplines and the development of students' character. The study concludes that POAC-based educational management can create an effective learning environment, producing superior generations. Penelitian ini membahas penerapan prinsip POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) dalam pendidikan Islam, dengan fokus pada Kitab Ta'lim al-Sibyan bi Gh?yat al-Bay?n karya Tuan Guru Haji Muhammad Shaleh Hambali Bengkel. Tujuannya adalah menganalisis bagaimana POAC diimplementasikan untuk mencapai efektivitas pendidikan. Metode yang digunakan adalah analisis konten kualitatif. Temuan menunjukkan bahwa prinsip POAC mendukung integrasi disiplin ilmu dan pengembangan karakter siswa. Simpulan penelitian menekankan bahwa manajemen pendidikan berbasis POAC dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif, menghasilkan generasi unggul.
Moderation of Religion in the Identity of the Sasak Community: Islamic Education Perspective Mulianah, Baiq
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 13 No. 1 (2024): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines the role of Islamic education in strengthening religious moderation within the Sasak community. The research background illustrates how moderation values are reflected in Sasak cultural identity amidst contemporary social and religious dynamics. The research aims to identify the contribution of Islamic education in enhancing religious moderation, preserving cultural identity, and addressing complex challenges of globalization. The theoretical framework engages concepts of moderation values within the context of Sasak education and culture. The research adopts a descriptive-analytical method with a qualitative approach, employing case studies and literature analysis. Findings indicate that Islamic education plays a crucial role in shaping religiously moderate characters among the Sasak community, reinforcing their identity, and providing a foundation to uphold traditional values amidst global currents. In conclusion, Islamic education serves not only as a religious tool but also as a guardian of cultural values in a modern context.   Artikel ini meneliti peran pendidikan Islam dalam memperkuat karakter moderasi beragama di kalangan masyarakat Sasak. Latar belakang penelitian menggambarkan bagaimana nilai-nilai moderasi tercermin dalam identitas budaya Sasak di tengah dinamika sosial dan religius kontemporer. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi kontribusi pendidikan Islam dalam memperkuat moderasi beragama, mempertahankan identitas budaya, dan mengatasi tantangan globalisasi yang kompleks. Kerangka pemikiran melibatkan konsep-konsep tentang nilai-nilai moderasi dalam konteks pendidikan dan budaya Sasak. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan kualitatif, melalui studi kasus dan analisis literatur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam memainkan peran penting dalam pembentukan karakter moderasi beragama di kalangan masyarakat Sasak, memperkuat identitas mereka, dan memberikan landasan untuk menjaga nilai-nilai tradisional dalam menghadapi arus globalisasi. Simpulannya, pendidikan Islam tidak hanya sebagai instrumen keagamaan, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai budaya dalam konteks modern.
Pewarna Makanan dari Serangga (Cochineal) Menurut Perspektif Halal dalam Konteks Farmasi Sultan, Siti Fatimah; Fathurohman, Oman
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 13 No. 1 (2024): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses the use of Cochineal, a food coloring derived from insects, in the context of a halal perspective in the pharmaceutical industry. The purpose of this article highlights the importance of halal compliance in the production of pharmaceutical products, including the use of halal additives such as Cochineal. This method presents a literature review of fatwas and research related to the halal status of Cochineal as a food ingredient. This review uses primary and secondary data, including direct surveys to Cochineal manufacturers and halal certification bodies, as well as scientific literature and reliable sources related to the halal status of Cochineal. The data was analyzed qualitatively, taking into account halal principles in Islam, pharmaceutical standards, and global food safety requirements. The study also utilized advanced analytical technologies, such as high-performance liquid chromatography (HPLC) and infrared spectroscopy, to detect and analyze the presence of non-halal contaminants in Cochineal food coloring. It was concluded that although Cochineal has been widely used as a food coloring, its halal status is still a matter of debate among scholars. Therefore, further research is needed to determine the halal status of Cochineal food coloring in halal perspective. Keywords: Cochineal, food coloring, halal, pharmaceutical, fatwa Artikel ini membahas penggunaan Cochineal, pewarna makanan yang berasal dari serangga, dalam konteks perspektif halal dalam industri farmasi. Tujuan artikel ini menyoroti pentingnya kepatuhan halal dalam produksi produk farmasi, termasuk penggunaan bahan tambahan halal seperti Cochineal. Metode ini menyajikan tinjauan literatur tentang fatwa dan penelitian yang berkaitan dengan status halal Cochineal sebagai bahan makanan. Kajian ini menggunakan data primer dan sekunder, termasuk survei langsung ke produsen Cochineal dan lembaga sertifikasi halal, serta literatur ilmiah dan sumber-sumber terpercaya terkait status halal Cochineal. Data dianalisis secara kualitatif, dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip halal dalam Islam, standar farmasi, dan persyaratan keamanan pangan global. Penelitian ini juga memanfaatkan teknologi analisis canggih, seperti kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC) dan spektroskopi inframerah, untuk mendeteksi dan menganalisis keberadaan kontaminan non-halal dalam pewarna makanan Cochineal. Kesimpulan bahwa meskipun Cochineal telah digunakan secara luas sebagai pewarna makanan, status kehalalannya masih menjadi perdebatan di antara para ulama. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan status kehalalan pewarna makanan Cochineal dalam perspektif halal. Kata kunci: Cochineal, pewarna makanan, halal, farmasi, fatwa
Batas Minimal Usia Pernikahan Perspektif Fukaha dan Realisasinya dalam Undang-Undang Perkawinan di Negara-Negara Islam Anjokin, Asri
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 13 No. 1 (2024): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims to find out the views of the jurists regarding the provision of minimum age limits for marriage and their application to marriage laws in the majority of countries in the world. The method used in this research is a descriptive qualitative method. The data source comes from documentation is in the form of notes about the past where the form is in the form of pictures, monumental works or writings from a figure. The hypothesis in this research is that the standard for determining the minimum age for marriage according to the fuqaha is puberty. As for the sign of a person's puberty, it can be determined in two ways, namely bi al-‘alamat and bi sin. If the standard for determining puberty uses signs, the sign of a man's puberty is a wet dream or seminal discharge, while for women it is menstruation. Whereas if puberty is determined using the second method, then in this case the jurists have different opinions. As for Imam Hanafi's opinion, a man reaches maturity after he is 18 years old and 1 year for women. According to the Maliki school of thought, a man's and a woman’s puberty is marked by the growth of hair. According to the Syafi’i school of thought, a man reaches maturity after    15 years and 9 years for women. The Hambali school of thought says that a man and a woman reach maturity when both are 15 years old. Keywords: Minimum Limit For Marriage, Fuqaha, Marriage Law Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan para fuqaha dalam hal pemberian batasan minimal usia dalam sebuah pernikahan serta penerapannya pada undang-undang perkawinan di negara-negara mayoritas penduduknya muslim di Dunia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Sedangkan sumber datanya itu berasal dari dokumentasi dimana dokumentasi itu berupa catatan tentang masa lalu dimana bentuknya itu dapat berupa gambar, karya monumental ataupun tulisan dari seorang tokoh. Hipotesa dalam peneilitian ini adalah bahwa penentuan standar batas minimal usia pernikahan menurut fuqaha itu baligh. Adapun tanda balighnya seseorang itu dapat ditentukan dengan dua cara yaitu bi al-‘alamat dan bi sin. Apabila penentuan standar baligh menggunakan bi al-‘alamat  maka tanda baligh bagi seorang laki-laki adalah mimpi basah atau keluar mani, sedangkan bagi perempuan adalah haid atau menstruasi. Sedangkan apabila penentuan baligh dengan cara yang kedua maka, dalam hal ini para fuqaha berbeda pendapat. Adapun pendapat Imam Hanafi adalah Balighnya seorang laki-laki itu setelah berumur 18 tahun dan 17 tahun bagi perempuan. Mazhab Maliki, seorang laki-laki dan perempuan balighnya ditandai dengan tumbuhnya rambut di tubuhnya. Mazhab Syafi’i, balighnya seorang laki-laki setelah berumur 15 tahun dan bagi perempuan 9 tahun. Mazhab Hambali, balighnya seorang laki-laki dan perempuan itu apabila telah berumur 15 tahun. Kata Kunci : Batas Minimal Usia Pernikahan, Fuqaha, Undang-undang Perkawinan
Implementasi Program Sekolah Penggerak dalam Kebijakan Pendidikan Merdeka Belajar (Studi di Sekolah Dasar Kecamatan Montong Gading Lombok Timur) Nurhayani, Masdin; Abdul Hafiz, Masdin
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 13 No. 1 (2024): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Sekolah Penggerak is a school that focuses on developing student learning outcomes holistically by realizing the profile of Pancasila Students which includes competencies and characters that begin with superior human resources (principals and teachers). This study aims to determine the Implementation of the Driving School Program in Merdeka Belajar Education Policy. This research uses a descriptive qualitative approach. Data collection techniques are observation, interviews and documentation. While the data analysis technique uses an interactive model, namely data reduction, data presentation, discussion and conclusions. The result of the research is that the implementation of driving schools in elementary schools in Montong Gading sub-district, East Lombok, is carried out in accordance with the 5 interventions programmed by the government. The implementation process of these schools has similarities, namely in consultative and asymmetrical assistance programs, strengthening school human resources and data-based planning. In addition, each school also has different programs related to the new paradigm teaching intervention and school digitalization, because schools can create programs according to the needs of human resources and consider the needs of students. Keywords: Merdeka Belajar, Sekolah Penggerak Sekolah Penggerak merupakan sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan profil Pelajar Pancasila yang mencakup kompetensi dan karakter yang diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Program Sekolah Penggerak dalam Kebijakan Pendidikan Merdeka Belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model interaktif yaitu reduksi data, sajian data, pembahasan dan kesimpulan. Hasil penelitian adalah bahwa implementasi sekolah penggerak di Sekolah Dasar Kecamatan Montong Gading Lombok Timur dilaksanakan sesuai dengan 5 intervensi yang diprogramkan oleh pemerintah. Proses pelaksanaan dari sekolah-sekolah tersebut memiliki persamaan yaitu pada program pendampingan konsultatif dan asimetris, penguatan SDM sekolah dan perencanaan berbasis data. Disamping itu, setiap sekolah juga memiliki program yang berbeda terkait intervensi pembalajaran paradigma baru dan digitalisasi sekolah, karena sekolah dapat membuat program sesuai dengan kebutuhan SDM dan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik. Kata kunci: Merdeka Belajar, Sekolah Penggerak