cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Perikanan Kelautan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
PENGARUH TINGGI PASANG SURUT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN BIOMASSA DAUN LAMUN Enhalus acoroides DI PULAU PARI KEPULAUAN SERIBU JAKARTA Christon -; Otong Suhara Djunaedi; Noir Primadona Purba
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pertumbuhan dan biomassa daun lamun Enhalus acoroides dengan faktor fisis dan kimiawi perairan yang dilakukan pada bulan Maret 2012 dan pengolahan data dilakukan pada bulan April 2012. Pengukuran parameter fisis dan kimiawi perairan dilakukan secara insitu dan pengukuran pertumbuhan dan biomassa daun lamun menggunakan metode survei yang meliputi: teknik pengambilan contoh acak, petak kuadrat, penandaan daun lamun Zieman (1974), serta Independent T-test dan Correlate bivariate dengan menggunakan software IBM SPSS Statistics Version 19.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik nilai korelasi rata-rata tinggi pasang surut dengan pertumbuhan dan biomassa Enhalus acoroides tidak berbeda secara signifikan, dan nilai Independent T-test pada kedua lokasi tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan dan biomassa adalah kecepatan arus yang menyebabkan kelimpahan mikroalga epifit, sehingga mempengaruhi laju pertumbuhan lamun Enhalus acoroides.   Kata kunci : Biomassa, Enhalus acoroides, lamun, pertumbuhan  
Analisis Pendapatan Nelayan Jaring Insang Tetap dan Bubu Di Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung Dwi Siskawati; Achmad Rizal; Donny Juliandri Prihadi
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pendapatan nelayan jaring insang tetap dan bubu di Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey dengan teknik wawancara. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan responden terpilih sebanyak 14 orang. Jenis data yang digunakan adalah data primer dari hasil wawancara responden dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan nelayan jaring insang tetap dan bubu dengan kapasitas motor 3GT berbeda-beda. Nelayan Jaring insang tetap memiliki rata –rata pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan nelayan bubu yaitu sebesar Rp.138.375.060 per tahun. Sedangkan nelayan bubu memiliki rata-rata pendapatan  sebesar Rp.92.726.962 per tahun. Adapun hasil analisis BCR (Benefit Cost Ratio) dari usaha penangkapan dengan alat tangkap jaring insang tetap yaitu 1,98 dan alat tangkap bubu sebesar 1,78. Hal tersebut menunjukan usaha penangkapan dengan kedua alat tangkap tersebut layak dijalankan karena memperoleh nilai BCR lebih dari 1. Secara keseluruhan pendapatan usaha yang diterima nelayan jaring insang tetap dan nelayan bubu tersebut cukup baik karena dapat menutupi biaya operasional yang dikeluarkannya.
PENINGKATAN KECERAHAN WARNA UDANG RED CHERRY (Neocaridina heteropoda) JANTAN MELALUI PEMBERIAN ASTAXANTHIN DAN CANTHAXANTHIN DALAM PAKAN Mohamad Ikhsan Amin; Rosidah -; Walim Lili; Sukarman -; Agus Priyadi
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan dosis penambahan suplemen warna astaxanthin dan canthaxanthin pada pakan buatan yang dapat meningkatkan kecerahan warna udang red cherry (Neocaridina heteropoda) jantan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan tersebut adalah pakan tanpa astaxanthin dan canthaxanthin, pakan dengan 100 mg/kg astaxanthin, pakan dengan 100 mg/kg canthaxanthin, dan pakan dengan 50 mg/kg astaxanthin dan 50 mg/kg canthaxanthin. Parameter yang diamati meliputi tingkat perubahan warna, kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan kualitas air. Data kelangsungan hidup dan pertumbuhan dianalisis dengan ANOVA uji F dengan tingkat kepercayaan 95%. Data perubahan warna dianalisis dengan menggunakan analisis Kruskal-Wallis. Data kualitas air dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan astaxanthin dan canthaxanthin dalam pakan buatan dapat meningkatkan kecerahan warna udang red cherry jantan. Penambahan 100 mg/kg canthaxanthin dalam pakan buatan menghasilkan peningkatan kecerahan warna dengan nilai yang lebih tinggi daripada perlakuan lainnya. Berdasarkan hasil ANOVA uji F, tidak ada perbedaan signifikan antar perlakuan dalam kelangsungan hidup dan pertumbuhan.
EFEKTIVITAS VAKSIN DARI BAKTERI Mycobacterium fortuitum YANG DIINAKTIVASI DENGAN PEMANASAN UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT MYCOBACTERIOSIS PADA IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy). Raden Budi Setiawan; Dulm’iad Iriana; Rosidah -
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 3. No. 1, Maret 2012
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis yang efektif dalam menginaktivasi Mycobacterium fortuitum, status keberadaan Mycobacterium fortuitum pada ikan gurami setelah masa induksi vaksin dan uji tantang dari gejala klinis serta mengetahui tingkat kelangsungan hidup ikan gurami setelah diuji tantang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan tersebut adalah A (vaksin dengan kepadatan 1011 cfu), B (vaksin dengan kepadatan 108 cfu), C (vaksin dengan kepadatan 105 cfu), D (vaksin dengan kepadatan 102 cfu) dan E (kontrol/tanpa pemberian vaksin). Parameter yang diamati adalah tingkat kelangsungan hidup, kelangsungan hidup relatif, titer antibodi, indeks fagositik, diferensial leukosit dan gejala klinis. Data hasil tingkat kelangsungan hidup ikan gurami dianalisis dengan menggunakan uji F dengan taraf nyata 5%. Sedangkan hasil diagnosa kelangsungan hidup relatif, titer antibodi, indeks fagositosis, diferensial leukosit dan gejala klinis dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vaksin dari bakteri Mycobacterium fortuitum kepadatan 102 cfu yang diinaktivasi dengan heat kill  merupakan kepadatan yang paling efektif dan efisien dalam memicu imunitas gurami terhadap bakteri Mycobacterium fortuitum dengan nilai kelangsungan hidup 80%, kelangsungan hidup relatif 71,43%.
ANALISIS BIOEKONOMI PENANGKAPAN IKAN LAYUR (Trichirus sp.) DI PERAIRAN PARIGI KABUPATEN CIAMIS Diani Putri Utami; Iwang Gumilar; Sriati -
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai analisis bioekonomi penangkapan Ikan Layur (Trichirus sp.) dilaksanakan pada tanggal 30 April 2012 sampai dengan 30 Mei 2012 di perairan Parigi Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis keadaan bioekonomi dan arah pengelolaan sumberdaya ikan layur di perairan Parigi Kabupaten Ciamis berdasarkan indikator Maksimum potensi lestari (MSY) dan Maksimum Ekonomi Lestari (MEY) dengan menggunakan model bioekonomi Gordon-Schaefer. Metode penelitian ini menggunakan metode survei. Data dan informasi yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Tingkat produksi maksimum lestari (MSY) ikan layur di perairan Parigi Kabupaten Ciamis adalah sebesar 198.548 kg per tahun. Hasil ekonomi maksimum lestari (MEY) ikan layur di perairan Parigi adalah sebesar 184.487 kg per tahun. Jumlah Upaya penangkapan untuk mencapai tingkat produksi maksimum lestari (MSY) adalah sebesar 18.140 trip per tahun, sedangkan keuntungan hasil ekonomi maksimum lestari (MEY) akan dicapai saat dilakukan upaya penangkapan 13.312 trip per tahun. Analisis Usaha R/C menunjukan bahwa investasi untuk usaha penagkapan jaring insang masih dapat dikatakan layak untuk dilanjutkan.   Kata kunci : Analisis Usaha R/C, Bioekonomi, Ikan Layur, MSY, MEY  
KONTRIBUSI WISATA BAHARI TERHADAP PENDAPATAN NELAYAN DI PULAU TIDUNG, KABUPATEN KEPULAUAN SERIBU, PROVINSI DKI JAKARTA Muhammad Ihsan Zakariya; zuzy Anna; Yayat Dhahiyat
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan Unpad
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi wisata bahari terhadap pendapatan nelayan dengan mengidentifikasi jenis kegiatan nelayan dalam kegiatan wisata bahari, menganalisis curahan kerja dan jenis usaha yang dilakukan oleh nelayan di Pulau Tidung. Teknik atau metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, yaitu penelitian yang mendapatkan dan mengumpulkan data dan informasi dari individu / narasumber serta instansi terkait dengan menggunakan pertanyaan - pertanyaan yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan informasi yang diperlukan dan dibutuhkan yang mengarah kepada judul penelitian ini. Penggunaan metode untuk pengambilan responden kuisioner dilakukan secara sengaja yaitu pengambilan sampel dengan sengaja karena alasan tertentu (purposive sampling) yang selanjutnya akan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa curahan waktu kerja nelayan di Pulau Tidung dalam kurun waktu satu bulan (720 jam), pada kegiatan penangkapan ikan rata – rata 35,32% (254,3 jam), pada kegiatan usaha sewa kapal snorkeling 10,45% (75,27 jam), pada kegiatan usaha pemandu wisata dan sewa kapal 7,5% (54 jam). Sedangkan pada sisi kontribusi relatif dari sektor wisata bahari didapatkan nilai kontribusi sebesar 48,53% dengan kontribusi mutlak sebesar Rp. 459.300.000 dalam satu tahun. Sedangkan kontribusi relatif pendapatan nelayan dari penangkapan sebesar 51,47% dengan kontribusi mutlak sebesar Rp. 487.200.014 dalam satu tahun. Pada analisis regresi linier penangkapan ikan dapat diketahui bahwa variabel bebas secara bersamaan berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Dari analisis regresi linier penangkapan ikan variabel bebas yang berpengaruh signifikan dengan signifikansi sebesar 0,003 adalah curah waktu kerja. Dalam analisis regresi linier pada wisata bahari dapat diketahui bahwa variabel bebas secara bersamaan berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Dari analisis regresi linier wisata bahari variabel bebas yang berpengaruh signifikan dengan signifikansi sebesar 0,000 adalah curah waktu kerja.
KARAKTERISTIK KIMIA CAVIAR NILEM DALAM PERENDAMAN CAMPURAN LARUTAN ASAM ASETAT DENGAN LARUTAN GARAM SELAMA PENYIMPANAN SUHU DINGIN (5-10ºC) Yuliana Farahita; Junianto -; Nia Kurniawati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Caviar adalah produk perikanan yang terbuat dari telur ikan yang direbus dalam larutan garam 5%. Caviar tidak hanya terbuat dari telur ikan laut tetapi juga dapat berasal dari telur ikan air tawar misalnya telur ikan nilem. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kimia caviar nilem dalam perendaman campuran larutan asam asetat dengan larutan garam selama penyimpanan suhu dingin (5°C-10°C). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental yang terdiri atas empat perlakuan. Pengamatan dilakukan terhadap kadar TVB (Total Volatile Base) dan derajat keasaman (pH) pada penyimpanan hari ke-0, ke-7, ke-14, ke-21 dan ke-28. Hasil penelitian menunjukan bahwa  semakin tinggi konsentrasi larutan garam yang dicampurkan dengan larutan asam asetat 0.3% maka peningkatan kadar TVB akan semakin lambat. Caviar nilem dalam perendaman campuran larutan asam asetat 0.3% dan larutan garam 15% pada akhir penelitian (penyimpanan hari ke-28) memiliki kadar TVB sebesar 29.23 mgN/100 g dan pH 4.4.
ANALISIS BIOEKONOMI MODEL GORDON-SCHAEFER STUDI KASUS PEMANFAATAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DI PERAIRAN UMUM WADUK CIRATA KABUPATEN CIANJUR JAWA BARAT Rakhma Noordiningroom; Zuzy Anna; Asep Agus H. Suryana
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di perairan umum Waduk Cirata Kabupaten Cianjur Jawa Barat pada bulan April 2012 sampai dengan Mei 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat optimum pemanfaatan sumberdaya ikan nila di perairan umum Waduk Cirata menggunakan model bioekonomi Gordon-Schaefer melalui analisis perbandingan hasil produksi aktual dan optimal serta rente atau keuntungan sumberdaya perikanan ikan nila. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil tangkapan (haktual) ikan nila periode 2004-2011 sebesar 66.889,654 kg diperoleh dengan jumlah upaya (Eaktual) sebanyak 38.227,938 trip/tahun dan menghasilkan rente ekonomi (πaktual) Rp. 425.502.689. Jumlah tangkapan maksimum lestari (hMSY) sebesar 81.886,468 kg/tahun dengan upaya penangkapan maksimum (EMSY) sebesar 59.968 trip/tahun. Efisiensi terbesar diperoleh pada kondisi MEY, yaitu upaya (EMEY) sebanyak 42.440 trip/tahun dengan hMEY sebesar 74.890,4128 kg/tahun. Efisiensi terkecil diperoleh pada keseimbangan open access, yaitu dengan upaya sebesar 84.880 trip/tahun hanya menghasilkan hOA = 67.755,6152 kg. Keuntungan (π) optimum dari pemanfaatan sumber daya ikan nila di perairan Waduk Cirata diperoleh pada kondisi MEY yaitu sebesar Rp 479.765.455,94 sedangkan pada kondisi maksimum lestari (MSY) sebesar Rp 397.925.598,76.   Kata kunci : Bioekonomi, Gordon-Schaefer, Maximum Economic Yield (MEY), Maximum Sustainable Yield (MSY), Nila
Sebaran Logam Berat Timbal (Pb) Pada Makrozoobenthos Di Perairan Waduk Cirata, Provinsi Jawa Barat Ega Adhi Wicaksono; Sriati -; Walim Lili
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai akumulasi logam timbal pada makrozoobenthos, pola persebarannya di Waduk Cirata dan mengetahui peranan makrozoobenthos dalam proses biomagnifikasi yang terjadi     di Waduk Cirata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengukuran kandungan logam timbal pada sedimen dan makrozoobenthos dengan menggunakan metode AAS (Atomic Absorbtion Spectofotometer). Makrozoobenthos di Waduk Cirata yang teridentifikasi terdiri dari 9 genus yang keseluruhannya tergolong kedalam Filum Moluska dan Kelas Gastropoda. Kepadatan makrozoobenthos paling rendah berada di Stasiun Muara Cibalagung dengan kepadatan 74 individu/m2 dan kelimpahan tertinggi berada pada Stasiun Dam dengan kepadatan 267 individu/m2. Kandungan logam timbal pada makrozoobenthos berkisar antara 0,78 – 3,22 mg/kg, yang secara umum lebih rendah dari kandungan logam timbal pada sedimen yang berkisar antara 0,29 – 5,04 mg/kg sementara kandungan logam timbal pada air pada semua stasiun yaitu <0,01 ppm. Kandungan logam timbal pada sedimen Inlet Muara Citarum menurun secara perlahan hingga pada stasiun Muara Cibalagung, kemudian kembali naik pada stasiun Gandasoli dan Dam. Hal tersebut diduga akibat adanya masukan logam timbal akibat penggunaan pakan pada budidaya KJA di Waduk Cirata. Makrozoobenthos diduga tidak terlalu berperan dalam dalam proses biomagnifikasi di Waduk Cirata.
ANALISIS POTENSI DAN KARAKTERISASI MOLEKULER GEN 16S rRNA BAKTERI SELULOLITIK YANG DIISOLASI DARI MAKROALGA Eucheuma sp. DAN Sargassum sp. SEBAGAI PENGHASIL ENZIM SELULASE Muhammad Luthfi Ramadhan; Ibnu Dwi Buwono; Yuniar Mulyani
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mencari bakteri selulolitik yang bersimbiosis pada makroalga Eucheuma sp dan Sargassum sp. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif terhadap parameter uji, identifikasi molekuler gen 16S rRNA dan aktivitas selulolitik. Penelitian ini dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu kultivasi bakteri, uji aktivitas selulolitik dan analisis molekuler gen 16S rRNA. Hasil penelitian didapatkan 16 isolat murni bakteri dengan 5 diantaranya memiliki aktivitas selulolitik, isolat bakeri dengan kode B.1.2 menghasilkan indeks selulolitik 2,477 mm dan kode C.2 menghasilkan indeks selulolitik 6,102 mm. Dari hasil karakterisasi molekuler gen 16S rRNA diketahui spesies bakteri pada kode isolat B.1.2 adalah Bacillus subtilis dan kode isolate C.2 adalah Bacillus thuringiensis. Kata kunci : Bakteri selulolitik, Makroalga, Zona Bening, 16S rRNA