cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Perikanan Kelautan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
STRUKTUR KOMUNITAS IKAN DI HULU SUNGAI CIMANUK KABUPATEN GARUT Meydia Aliviane Yuanda; Yayat Dhahiyat; Titin Herawati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas ikan yang tertangkap serta kaitannya dengan pengelolaan ikan di Hulu Sungai Cimanuk. Metode yang digunakan adalah metode survey. Stasiun pengamatan yang dipilih sebanyak lima stasiun dengan tujuh kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur komunitas ikan terdiri dari 8 famili yaitu Cyprinidae, Cichlidae, Poecilidae, Cobitidae, Bagridae, Loricariidae, Osphronemidae dan Channidae, yang terdiri dari 14 spesies yaitu Cyprinus carpio, Rasbora argyrotaenia, Mystacoleuceus marginatus, Ostheochilus sp, Oreochromis niloticus, Oreochromis mossambicus, Amphilophus labiatus, Aequidens goldsaum, Xyphophorus helleri, Lepidacephalichtys hasselti, Mystus nemurus, Hyposarcus pardalis, Trichogaster trichopterus dan Ophiochephalus gachua. Nilai keanekaragaman dan keseragaman pada seluruh stasiun rendah, pola sebaran di stasiun I Desa Cisurupan dan II Desa Karya Jaya mengelompok sedangkan pada stasiun III Desa Sukakarya dan V Desa Sukamantri seragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air di setiap stasiun layak untuk kehidupan organisme ikan kecuali pada stasiun IV Desa Sukaregang tercemar berat oleh limbah yang berasal dari pabrik kulit.   Kata kunci : kualitas air, struktur komunitas, Sungai Cimanuk
Analisis Perbandingan Metode Isolasi DNA Untuk Deteksi White Spot Syndrome Virus (WSSV) Pada Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Muhammad Iqbal; Ibnu Dwi Buwono; Nia Kurniawati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode isolasi DNA terbaik yang sensitif mendeteksi keberadaan WSSV dengan gejala klinis tingkat serangan ringan yang menginfeksi udang vaname (Litopenaeus vannamei) dengan metode thermal lysis, lysis buffer dan Kit Wizard Genomic DNA Purification (Promega) serta amplifikasi WSSV menggunakan IQ 2000 WSSV. Penelitian ini menggunakan metode survei eksploratif dan analisis deskriptif.  Isolasi DNA metode Kit Wizard Genomic DNA Purification sangat sensitif dalam deteksi WSSV pada sampel udang vaname asal Karangsong dan Pangandaran dengan nilai konsentrasi DNA tertinggi (1,870 µg/µL) serta nilai kemurnian 1,671 dibanding dua metode lain. Metode isolasi DNA yang efektif dan efisien dari segi waktu dan pengerjaan dalam deteksi WSSV adalah metode lysis buffer. Hasil deteksi WSSV menunjukkan dari 12 sampel yang diuji terdapat 2 sampel udang vaname asal Pangandaran dan 1 sampel asal Karangsong terinfeksi sangat ringan dengan kit Wizard Genomic DNA Purification serta 1 sampel asal Karangsong terinfeksi ringan dengan lysis buffer.
ANALISIS KEKERABATAN IKAN MAS KOI (Cyprinuscarpio koi) DAN IKAN MAS MAJALAYA (Cyprinuscarpio carpio) MENGGUNAKAN METODE RAPD Elvin Giantara Muharam; Ibnu Dwi Buwono; Yuniar Mulyani
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan kekerabatan strain ikan Koi danikan Mas Majalaya menggunakan metode RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA). DNA dari sampel ikan Koi (Kohaku, Tancho, Ogon, Asagi, danShiro), Majalaya, dan Patin diisolasi menggunakan metode CTAB. Amplifikasi DNA menggunakan primer OPA-2 (5’-TGCCGAGCTG -3’) dan OPA-3 (5’-AGTCAGCCAC -3’) setelah optimasi dari beberapa primer. Hasil penelitian menunjukan kekerabatan ikan Koi dengan ikan Mas Majalaya relatif dekat (indeks kesamaan 62%). Kekerabatan ikan Koi strain Kohaku, Tancho, Shiro menurut indeks kesamaan berkisar 48-55% dan Strain Koi Ogon dan Asagi memliki hubungan kekerabatan terdekat (indeks kesamaan 84%). Primer OPA-2 lebih sensitif untuk mendeteksi hubungan kekerabatan ikan Koi dan ikan Mas Majalaya.   Kata kunci : ideks kesamaan, ikan Koi, ikan mas Majalaya, kekerabatan  
Penambahan Telur Ikan Nilem Terhadap Tingkat Kesukaan Produk Olahan Stick Azka Iqbal; Emma Rochima; Iis Rostini
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai Penambahan Telur Ikan Nilem Terhadap Tingkat Kesukaan Produk Olahan Stick ini bertujuan untuk mengetahui persentase konsentrasi penambahan telur ikan nilem pada Stick yang paling disukai panelis. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Maret sampai April 2016 di Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Laboratorium Jasa Uji Pusat Penelitian Sumberdaya Hayati dan Bioteknologi Institut Pertanian Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan lima perlakuan yaitu penambahan telur ikan nilem  0%, 10%, 15%, 20% dan 25% dengan 20 panelis semi terlatih sebagai ulangan. Parameter yang diamati adalah Uji Organoleptik meliputi kenampakan, aroma, rasa, tekstur dan Uji kimia (kadar air, kadar abu, kadar protein dan kadar lemak untuk perlakuan kontrol dan stick yang paling disukai). Berdasarkan hasil penelitian terhadap Uji Hedonik menunjukkan bahwa penambahan telur ikan nilem pada semua perlakuan disukai panelis, akan tetapi perlakuan penambahan telur ikan nilem 15% menghasilkan stick yang lebih disukai dibanding perlakuan lainnya dengan nilai rata-rata hedonik terhadap kenampakan 7,2, aroma 7,1, tekstur 7,2, rasa 6,2, nilai kadar air 4,27%, kadar abu 2,19%, kadar lemak 37,66%, dan kadar protein 12,72%.
Analisis Bioekonomi Dan Pengelolaan Sumberdaya Ikan Mas (Cyprinus carpio) Di Waduk Cirata, Jawa Barat Budi Susanto; Zuzy Anna; Iwang Gumilar
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 6, No 2(1) (2015): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waduk Cirata memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan salah satunya adalah kegiatan perikanan tangkap. Kegiatan perikanan tangkap  merupakan salah  satu  prioritas  pekerjaan utama  di  Waduk  Cirata  untuk  memperoleh pendapatan. Salah satu hasil tangkapan bernilai ekonomis adalah ikan mas. Berdasarakan data Balai pengembangan pengelolaan perairan umum Waduk Cirata Hasil tangkapan ikan mas dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Tujuan utama peneltian ini adalah untuk mengetahui nilai produksi sumberdaya ikan mas pada kondisi Maximum Sustainable Yield (MSY), Maximum Economi Yield (MEY), dan   Open access (OA) di perairan Waduk Cirata. Penelitian ini dilaksanakan di perairan Waduk Cirata, Jawa Barat pada bulan Maret-April 2015. Hasil Penelitian menunjukan bahwa pemanfaatan sumberdaya ikan mas optimum dalam tiga bulan diperoleh hasil tangkapan produksi lestari sebesar (hMSY) sebesar 220.811 kg dengan upaya penangkapan (eMSY) sebesar 19.857 trip. Efesiensi terbesar diperoleh pada kondisi MEY, yaitu upaya (eMEY) sebesar 19.492 trip dengan hasil tangkapan (hMEY) sebesar 220.736 kg. Efesiensi terkecil diperoleh pada kondisi open access, yaitu sebesar (eOA) 38.984 trip yang menghasilkan (hOA) 15.937 kg. Keuntungan optimum dari pemanfaatan sumberdaya ikan mas di perairan Waduk Cirata diperoleh pada kondisi MEY yaitu Rp2.127.680.357,- sedangkan pada kondisi maksimum lestari MSY sebesar Rp 2.126.934.297,- dan keuntungan pada kondisi open access sama dengan nol (πOA)= 0.
Pengaruh Penambahan Tepung Hipofisa Sapi Dalam Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan Ikan Tambakan (Helostoma temminckii) Pratiwi Dinda Mutianugrah; Iskandar -; Ujang Subhan
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tepung hipofisa sapi terhadap laju pertumbuhan benih ikan tambakan. Penelitian ini dilakukan selama 40 hari yaitu pada bulan Mei sampai Juni 2012, lokasi penelitian dilaksanakan di hatchery Balai Pelestarian Perikanan Perairan Umum (BPPPU) Cianjur. Dinas Perikanan dan Kelautan, Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap, yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Kelima perlakuan tersebut adalah penggunaan tepung hipofisa dengan dosis 0,05%, 0,10%, 0,15%, 0,20% dari total pakan yang diberikan dan tanpa penambahan tepung hipofisa sebagai kontrol. Parameter yang diamati adalah laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian tepung hipofisa sapi sebesar 0,15 % menghasilkan laju pertumbuhan ikan tambakan tertinggi yaitu sebesar 2,03 %, dan kelangsungan hidup 86,67%. 
KONDISI THERMAL FRONT DITINJAU DARI EL NIÑO, DAN ARLINDO DI PERAIRAN SELATAN JAWA TIMUR DAN BALI PADA MUSON TIMUR Ayu Libiaty Ahmad; Mega Laksmini Syamsudin; Noir Primadona Purba
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan Unpad
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh El Niño   terhadap pembentukan thermal front di perairan selatan Jawa Timur dan Bali dan hubungannya dengan ARLINDO. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah SPL yang berasal dari AquaMODIS, Indeks Nino 3.4 yang berasal dari CPC NOAA, dan Arus Geostrofik dari AVISO. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan analisis secara spasial dan temporal. Front dideteksi pada data citra raster SPL menggunakan algoritma Cayulla Cornilon 1992 dengan kategori kuat dengan perbedaan SPL >= 0.5 OC dan lemah dengan perbedaan SPL 0.3 – 0.49 OC. Hasil penelitian menunjukan front yang terbentuk di perairan selatan Jawa dan Bali merupakan front sementara dengan kekuatan lemah dan kuat. Adanya fenomena El Niño berpengaruh terhadap pembentukan thermal front dimana lebih banyak terbentuk pada saat El Niño daripada keadaan normal dan El Niño ini berpengaruh terhadap transpor ARLINDO.
Fortifikasi Surimi Lele Dumbo Sebagai Sumber Protein Terhadap Tingkat Kesukaan Donat Ubi Jalar Muhammad Asyari; Eddy Afrianto; Rusky Intan Pratama
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase penambahan surimi lele dumbo pada donat ubi jalar yang paling disukai panelis. Penelitia ini telah dilaksanakan pada bulan april 2016 di Laboratorium Teknologi Pengolahan hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan serta uji kimia dilakukan di Laboratorium Nutrisi Ruminansia Dan Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Tingkat penerimaan terhadap donat ubi jalar dianalisis dengan metode statistik non parametrik Friedman yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu 0%, 5%, 10%, 15% dan 20 % serta 20 panelis semi terlatih sebagai ulangan. Parameter yang diamati adalah uji kimia (kadar protein donat ubi jalar yang paling disukai), uji hedonik (uji kesukaan) berdasarkan karakteristik organoleptik yang meliputi kenampakan, aroma, rasa, tekstur, dan uji fisik (pengembangan) pada donat ubi jalar. Berdasarkan hasil penelitian terhadap tingkat kesukaan dapat disimpulkan bahwa penambahan surimi lele dumbo pada donat ubi jalar untuk semua perlakuan disukai panelis, akan tetapi perlakuan penambahan surimi lele dumbo 10% menghasilka donat yang paling disukai dibandingkan dengan perlakuan lainnya, dengan nilai alternatif 7,64, dengan kandungan protein sebesar 3615 mg/25 g donat ubi jalar.
ANALISIS PERUBAHAN GEOMORFOLOGI DASAR LAUT AKIBAT PENAMBANGAN PASIR LAUT DI PERAIRAN TIMUR PULAU KARIMUN BESAR PROVINSI KEPULAUAN RIAU Isnaini Sofiyani; Ankiq Taofiqurrohman; Noir Primadona Purba
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan geomorfologi dasar laut dan volume pasir laut yang ditambang di wilayah Perairan Timur Pulau Karimun Besar. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pasang surut, kedalaman, peta batimetri, sebaran sedimen, wilayah kuasa penambangan, dan rekaman seismik. Metode yang digunakan adalah metode observasi, dengan cara pengumpulan data. Data dianalisis secara deskriptif, dengan membandingkan tiga tahun pengukuran batimetri, analisis spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG), analisis rekaman seismik, dan studi pustaka. Terjadi perubahan geomorfologi dasar laut akibat penambangan pasir laut, yang ditunjukkan dengan morfologi dasar laut yang tidak beraturan dan terjadi perubahan kedalaman sekitar 5-30 meter selama tahun 1955, 1998, dan 2005. Volume pasir laut yang ditambang pada tahun 1955 sampai dengan 1998 adalah 26.672.232,82 m3 dan pada tahun 1998 sampai dengan 2005 terjadi kenaikan yang signifikan, hingga mencapai jumlah sebanyak 62.580.425,44 m3.
Fortifikasi Tepung Tulang sebagai Sumber Kalsium Terhadap Tingkat Kesukaan Donat Dini Puspita Wardani; Evi Liviawaty; Junianto -
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fortifikasi tepung tulang tuna sebagai sumber kalsium terhadap tingkat kesukaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan 6 perlakuan, yaitu   A tanpa fortifikasi tulang tuna, B) fortifikasi tulang tuna sebesar 2,5 %, C) fortifikasi tulang tuna sebesar 5 %, D) fortifikasi tulang tuna sebesar 7.5 %,    E) fortifikasi tulang tuna sebesar 10 %, F) fortifikasi tulang tuna sebesar 12.5 %. Parameter yang diamati terdiri dari uji kimia (kadar kalsium), uji fisik (rendemen tepung tulang tuna dan tingkat pengembangan donat), dan uji hedonik (kenampakan, aroma, tekstur, rasa). Hasil penelitian menunjukan bahwa fortifikasi tepung tulang tuna sebesar 2,5 % dan 5 % lebih disukai dari semua perlakuan, namun untuk mendapatkan kandungan kalsium yang lebih tinggi, maka perlakuan yang lebih baik adalah perlakuan 5 % dengan kadar kalsium 475 mg/50 g dan nilai rata-rata terhadap kenampakan, aroma, tekstur dan rasa adalah masing-masing sebesar 7.5, 7.1, 7.2 dan 6.9. Uji hedonik pada perlakuan fortifikasi tepung tulang tuna sebesar 0 %, 2.5 %, 5 %, 7.5 % masih dapat diterima atau disukai oleh panelis, namun pada perlakuan fortifikasi tepung tulang tuna sebesar 10 % dan 12.5 % netral/biasa sampai tidak dapat diterima atau tidak disukai oleh panelis.