cover
Contact Name
Ayu Chandra
Contact Email
ayu.chandra21@gmail.com
Phone
+6285797094724
Journal Mail Official
sentikuin@unitri.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang Jl. Telaga Warna Blok C, Tlogomas, Malang 65144, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding SENTIKUIN (Seminar Nasional Teknologi Industri, Lingkungan dan Infrastruktur)
ISSN : 26222744     EISSN : 26229730     DOI : -
Proceeding Seminar Nasional Teknologi Industri, Lingkungan dan Infrastruktur is a scientific conference proceeding that publishes articles in the field of Chemical Engineering, Civil Engineering, Industrial Technology, Environment and Infrastructure.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5 (2022): PROSIDING SENTIKUIN" : 10 Documents clear
Inovasi Kandang Siang Malam untuk Budidaya Maggot Black Soldier Fly di Bank Sampah Eltari M-230 Lorine Tantalu; Nonok Supartini; Edyson Indawan; Kgs Ahmadi; Zain Fuadi
Prosiding SENTIKUIN (Seminar Nasional Teknologi Industri, Lingkungan dan Infrastruktur) Vol 5 (2022): PROSIDING SENTIKUIN
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bank sampah Eltari M-230 merupakan salah penggiat upaya pengolahan sampah organik dapur dengan memanfaatkan maggot. BapakmYusuf sebagai ketua Bank Sampah M-230 yang berlokasi di RW 6 Kelurahan Cemorokandang Kecamatan Kedungkandang sebelumnya telah membangun kandang Black Soldier Fly (BSF) untuk menghasilkan telur dan maggot sebagai agen konversi sampah organik dapur. Serangan hama tikus yang melubangi kandang mengakibatkan beberapa hewan seperti cicak dan semut masuk ke dalam kandang, sehingga produktivitas telur maupun maggot menurun. Upaya pemindahan budidaya menjadi didalam kamar pribadi Pak Yusuf menjadi pilihan terakhir untuk melanjutkan kegiatan budidaya. Tujuan utama dalam kegiatan pengabdian bersama peneliti PKM Unitri, ini upaya untuk mengimpelemntasikan gagasan bersama untuk menyelesaikan permasalahan turunnya produktivitas telur BSF dengan inovasi terkait rekayasa keteknikan dengan membuat kandang siang malam untuk budidaya maggot BSF berhasil terselesaikan. Mulai dari pemahaman daur hidup BSf sebagai dasar desain inovasi kandang baru, pemilihan material yang tidak mudah rusak oleh adanya hama maupun perubahan cuaca dalam waktu yang lebih lama serta harga yang lebih ekonomis menjadi target sasaran perubahan desain kandang BSF yang diberi nama kandang siang malam. Telur maggot yang dihasilkan dalam kegiatan penelitian sekaligus pengabdian ini berupa pencapaian peningkatan 9 kali lipat dari berat awal yang hanya mencapai 5 gram menjadi 47,15 gram. Kata Kunci : Bank Sampah Eltari M-230; Black Soldier Fly; Kandang Maggot Abstract The Eltari M-230 waste bank is one of the activists in efforts to process kitchen organic waste by utilizing maggot. Mr. Yusuf as chairman of the M-230 Garbage Bank located in RW 6 Cemorokandang Village, Kedungkandang District, had previously built a Black Soldier Fly (BSF) cage to produce eggs and maggot as agents for converting kitchen organic waste. The attack of rat pests that made holes in the cage resulted in several animals such as lizards and ants entering the cage, so that egg and maggot productivity decreased. Efforts to transfer cultivation to Pak Yusuf's private room are the last resort to continue cultivation activities. The main objective in the joint service activity with PKM Unitri researchers, is an effort to implement a joint idea to solve the problem of decreasing BSF egg productivity with innovations related to engineering engineering by making cages day and night for BSF maggot cultivation successfully resolved. Starting from understanding the BSf life cycle as the basis for the design of new cage innovations, selecting materials that are not easily damaged by pests or weather changes for a longer time and a more economical price are the targets for changing the design of BSF cages, which are called day and night cages. The maggot eggs produced in this research and service activity are in the form of achieving a 9-fold increase from the initial weight which only reached 5 grams to 47.15 grams. Keyword : Eltari M-230 Waste Bank; Black Soldier Fly; Maggot Cage
ANALISIS KINERJA RUAS JALAN DR. SUTOMO KOTA BLITAR Galih Damar Pandulu; M. Sa'dillah; Rifky Aldila Primasworo
Prosiding SENTIKUIN (Seminar Nasional Teknologi Industri, Lingkungan dan Infrastruktur) Vol 5 (2022): PROSIDING SENTIKUIN
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the characteristics of the DR. Sutomo and to recognize the performance of the roads. This study utilizes descriptive methods and Guidelines for Indonesian Road Capacity (PKJI, 2014). The results revealed that the value of the Degree of Saturation (DJ) was 0.231 on weekdays in the morning peak hours with service level category B. Meanwhile, during peak hours in the afternoon and evening each had a Degree of Saturation (DJ) value, namely 0.150 and 0.111 with service level category A. The value of the Degree of Saturation (DJ) on weekends in the morning, afternoon and evening peak categories are 0.068, 0.054 and 0.064, respectively, with level of service category A.
Perhitungan Neraca Air Intake Tualan Sebagai Landasan Peningkatan Kapasitas Layanan dan Pola Operasi Industri Pengolahan Sawit di PT. NSP Kotawaringin Timur Kiki Frida Sulistyani; Danang Bimo Irianto
Prosiding SENTIKUIN (Seminar Nasional Teknologi Industri, Lingkungan dan Infrastruktur) Vol 5 (2022): PROSIDING SENTIKUIN
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Nusantara Sawit Persada (NSP) merupakan industri pengolahan sawit yang berencana mengambil air dari Sungai Tualan yang merupakan anak Sungai dari sistem sungai yang ada di DAS Mentaya. Titik pengambilan berada di Desa Kabuau Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur pada koordinat koordinat 2°6'13,10" LS , 112°47'49,50 BT . DAS Tualan memiliki luas 1.488 km2, dengan Panjang sungai utama 117,7 km. Tata Guna Lahan Dominan adalah pada DAS Tualan adalah Perkebunan sebesar 73,17%. Intake Tualan direncanakan melayani IPA dengan kapasitas produksi 20 liter/detik atau 1.2 m3/menit dengan pola operasi pengambilan air dilakukan selama 24 jam/hari dari jam 05:00 pagi sampai jam 05:00 pagi keesokan harinya dengan periode pengambilan selama 30 hari per bulan. Debit Andalan Q 90% pada Intake Tualan berkisar antara 4.68 m3/dt di musim terkering dan 87.1 m3/dt di musim hujan. Untuk debit Pemeliharaan Q 95% diambil dari nilai terkecil yaitu 4.48 m3/dt. Neraca air Intake Tualan menunjukkan dengan pemanfaatan 20 liter/detik dan tetap memenuhi kebutuhan debit pemeliharaan di musim hujan dan kemarau, bisa di simpulkan pemanfaatan sebesar 20 l/detik atau 1.2 m3 /menit dengan pola operasi 24 jam per hari dan 30 hari per bulan masih memungkinkan untuk dilakukan mengingat nilai neraca airnya masih surplus dengan nilai terkecil 0.174m3/detik di musim kemarau dan terbesar 32.171 m3/detik di musim hujan.
Pengukuran Kualitas Pelayanan Angkutan Kota Melalui Kinerja Terhadap Kepuasan Masyarakat di Kota Malang Blima Oktaviastuti; Rifky Aldila Primasworo; Pamela Dinar Rahma; M. Sa'dillah; Helena N. Mini
Prosiding SENTIKUIN (Seminar Nasional Teknologi Industri, Lingkungan dan Infrastruktur) Vol 5 (2022): PROSIDING SENTIKUIN
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The transportation aspect is the most dominant sector in making it easier for humans to move places. Like supply and demand, the wheels of frugality cannot be separated from the contribution of transportation. The development of the times has made land transportation increasingly provide public transportation options. Online and conventional transportation compete for passengers, one of which is city transport. This study aims to determine the performance of city transportation on the Arjosari-Mergan-Gadang (AMG) route. The research design used is quantitative using descriptive and survey types. The study was conducted by calculating the number of passengers and AMG public transportation operating on weekdays and weekends. The calculation is carried out by observing at a predetermined location point and participating in becoming an AMG angkot passenger. The data used in this study is of two types, namely primary data and secondary data. Based on the results of the study, it was obtained that the assessment of the performance of AMG route city transportation is classified as a good category. The details of the AMG route assessment include headway, passenger waiting time, frequency, travel time, and load factor on public transportation passenger routes AMG including good categories according to assessment standards. As for the parameters of the number of vehicles operating, service time, travel speed, start and end of service time are included in the category of less. Evaluation and improvement need to be carried out, because if an assessment is carried out per sub-variable, there is still a lack of assessment.
Pembuatan Isi Siomay Ayam dengan Formulasi Tanaman Krokot (Portulaca oleracia L.) Imroatus Sholiqah; Lorine Tantalu; Wahyu Mushollaeni; Muchammad Abdul Ghofur
Prosiding SENTIKUIN (Seminar Nasional Teknologi Industri, Lingkungan dan Infrastruktur) Vol 5 (2022): PROSIDING SENTIKUIN
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan formulasi tanaman krokot (Portulaca olerace L.) terhadap pembuatan isi siomay ayam. Parameter yang diuji adalah kadar protein, serat kasar, dan organoleptik. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu: pengumpulkan bahan baku, pengolahan, pengujian atas parameter penelitian, penghitungan hasil uji, dan analisa data. Tahap yang menjadi prioritas yaitu pembuatan adonan isi siomay dengan perlakuan 5 formulasi krokot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isi siomay ayam dengan penambahan formulasi tanaman krokot memiliki kadar protein tertinggi dengan jumlah kadar protein sebesar 189.9425 mg/L, sedangkan kadar protein paling rendah memiliki kandungan kadar protein sebesar 163.8506 m/L. Untuk kadar serat tertinggi isi siomay dengan formulasi tanaman krokot memiliki jumlah kadar serat kasar sebesar 1,94% dan yang paling rendah memiliki kadar serat kasar sebesar 1,85%. Pada hasil uji organoleptik penilaian panelis terhadap kesukaan rasa dengan hasiil nilai rata-rata kesukaan tertinggi yaitu 4,250 dengan perlakuan 57% daging ayam dan 9% tanaman krokot. Abstract This study aims to determine the effect of the addition of purslane (Portulaca olerace L.) formulation on the manufacture of chicken dumplings. Parameters tested were protein content, crude fiber, and organoleptic. This research consists of several stages, namely: collecting raw materials, processing, testing research parameters, calculating test results, and data analysis. The priority stage is the preparation of dumplings filled with 5 purslane formulations. The results showed that the content of chicken dumplings with the addition of purslane plant formulation had the highest protein content with a total protein content of 189.9425 mg/L, while the lowest protein content had a protein content of 163.8506 m/L. For the highest fiber content, the content of dumplings with the purslane plant formulation had a total crude fiber content of 1.94% and the lowest had a crude fiber content of 1.85%. In the organoleptic test results, the panelist's assessment of the most preferred color had an average value of 3.875 with a treatment of 97% chicken meat and 9% purslane plants. For the organoleptic test results, the panelist's assessment of the most preferred of taste preference resulted in the highest average preference score of 4.250 with 57% chicken meat and 9% purslane plant. Keyword : purslane; siomay; protein; crude fiber
Analisis Kelayakan Finansial Dimsum Krokot (Portulaca Oleracea l.) Faizal Aditya; Wahyu Mushollaeni; Muchammad Abdul Ghofur
Prosiding SENTIKUIN (Seminar Nasional Teknologi Industri, Lingkungan dan Infrastruktur) Vol 5 (2022): PROSIDING SENTIKUIN
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Analisis kelayakan finansial mempunyai kegunaan untuk menentukan apakah kegiatan tersebut layak atau tidak untuk dijalankan dilihat dari sisi ekonomi. Hasil analisis finansial dijadikan masukan dan bagian yang jadi dasar pertimbangan untuk mengambil keputusan melaksanakan didirikannya usaha. Aliran kas yang tinggi berpengaruh terhadap jumlah dana yang diinvestasikan berlebihan, ketajaman analisis berpengaruh dalam keberhasilan suatu proyek, aliran kas yang terlalu kecil juga berpengaruh menghambat operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur kerja kelayakan finansial dan menganalisis kelayakan aspek finansial pengolahan produk dimsum krokot (Portulaca oleracea L.). Pembahasan aspek analisis kelayakan finansial dalam penelitian berikut ini meliputi HPP, BEP, R/C Ratio, serta analisis kelayakan finansial NPV, IRR dan PP. Data tersebut digunakan untuk menentukan apakah bisnis ini layak. Bisnis makanan dimsum Krokot akan bisa dilakukan. Ini berdasarkan pada: (a) Net Present Value (NPV) Positif yaitu Rp. 218.179.083,-. (b) IRR 103% lebih tinggi dari suku bunga bank 12%, (c) ratio B/C adalah 1,68, (d) periode pengembalian lebih pendek dari umur proyek yaitu 11.940 ini berarti semua investasi yang dilakukan dapat dilunasi dalam waktu 11 bulan ditambah 8 hari. Kata Kunci : Analisis Kelayakan, Krokot, Usaha Produk. Abstrct The financial feasibility analysis is intended to determine whether the activity is feasible or not to be carried out from an economic standpoint. The results of the financial analysis will be used as part of the input that forms the basis for consideration in making decisions on the implementation of the business establishment. High cash flow affects the amount of funds invested excessively, sharpness of analysis affects the success of a project, cash flow that is too small also has the effect of hampering operations. This study aims to determine the financial feasibility work procedures and analyze the feasibility of the financial aspects of processing dimsum purslane (Portulaca oleracea L.). Aspects of the financial feasibility analysis discussed in this study include HPP, BEP, R/C Ratio, as well as NPV, IRR and PP financial feasibility analysis. The data is used to determine whether or not this business is feasible. Purslane dimsum food product business is said to be feasible. This is based on: (a) Net present value (NPV) which is positive, name Rp. 218.179.083,-. (b) IRR of 103% which is higher than the bank interest rate, which is 12%, (c) B/C ratio of 1.68, (d) payback period which shorter than the life of the project, which is 11,940 things this means that all investments made can be returned within a period of 11 months plus 8 days. Keywords: Feasibility Analysis, Purslane, Product Business
Identifikasi Komparasi Tipologi Rumah Berdasarkan Stratifikasi Sosial Warga Polaman, Kalirejo-Lawang Fifi Damayanti; Diana Ningrum
Prosiding SENTIKUIN (Seminar Nasional Teknologi Industri, Lingkungan dan Infrastruktur) Vol 5 (2022): PROSIDING SENTIKUIN
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perwujudan kebudayaan dapat berupa tingkah laku, alat hidup, bahasa, agama, kesenian, organisasi sosial, dan lain-lain, yang dihasilkan untuk membantu orang dalam kehidupan sosial. Desa Polaman merupakan salah satu kawasan budaya Kalirejo-Lawang, berada di daerah pegunungan yang subur serta memiliki banyak situs budaya, seni dan sejarah. Situs-situs ini mayoritas terkait dengan kelestarian alam. Studi ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan identifikasi komparasi tipologi rumah berdasarkan stratifikasi sosial yang ditinjau dari tingkat kekuasaan, kehormatan, ditinjau dari kekayaan. Metode penelitian yang digunakan untuk melakukan identifikasi komparasi tersebut adalah metode penelitian kualitatif yakni fenomenologi. Data identifikasi pada penelitian didapatkan dalam dua keknik pengumpulan data, yakni Observasi atau pengamatan serta wawancara mendalam atau depth interview terhadap responden yaitu warga, tokoh masyarakat, dan aparat desa Polaman. Dari hasil pengumpulan data secara kualitatif tersebut memperlihatkan bahwa tetua/sesepuh desa berada pada puncak kedudukan Hasil penelitian secara kualitatif menunjukkan bahwa ditinjau dari aspek kehormatan sesepuh desa berada pada puncak/kedudukan tertinggi. Hal ini terlihat dalam semua kegiatan dan ritual budaya di desa Polaman, warga memberikan penghormatannya pada sesepuh desa. Tetua desa biasanya memainkan peran penting dalam setiap ritual budaya. Sedangkan ditinjau dari segi tipologi hunian, dapat disimpulkan bahwa tingkat kehormatan tidak serta merta memberikan perbedaan yang signifikan. Hal ini berarti bahwa tipologi hunian yang dimiliki perangkat desa, sesepuh desa tidak jauh berbeda dengan tipologi hunian warga biasa. Perbedaan pada tipologi hunian hanya terlihat dalam material digunakan untuk pintu dan jendela, bahan atap dan dekorasi. Sedangkan ditinjau dari dimensi kekayaannya, masyarakat Polaman merupakan kelompok masyarakat yang homogeny, yakni kelompok masyarakat yang perbedaan tingkat kekayaannya tidak menonjol. Selain itu jenis profesi yang digeluti warga berpengaruh kecil terhadap tipologi rumah. Abstract The embodiment of culture can be in the form of behavior, tools of life, language, religion, art, social organization, etc., which are produced to help people in social life. Polaman Village is one of the cultural areas of Kalirejo-Lawang, located in a fertile mountainous area and has many cultural, artistic, and historical sites. These sites are mostly related to nature conservation. This study was conducted with the aim of identifying comparative typologies of houses based on social stratification in terms of the level of power, honor, in terms of wealth. The research method used to identify these comparisons is qualitative, namely phenomenology. Identification data in this study were obtained through two data collection techniques, namely observation and in-depth interviews with respondents, namely residents, community leaders, and Polaman village officials. The results of qualitative data collection show that village elders/elders are at the top of the position. Qualitative research results show that from the aspect of honor, village elders are at the top/highest position. This can be seen in all cultural activities and rituals in Polaman village, residents pay their respects to the village elders. Village elders usually play an essential role in every cultural ritual. Meanwhile, in terms of occupancy typology, it can be concluded that the level of honor does not necessarily provide a significant difference. This means that the typology of housing owned by village officials, and village elders, is not much different from the housing typology of ordinary residents. Differences in residential typology are only seen in the materials used for doors and windows, roofing materials, and decorations. Meanwhile, in terms of the dimensions of wealth, the Polaman people are a homogeneous group of people, namely groups of people whose differences in the level of wealth are not prominent. In addition, the type of profession that residents are involved in has little effect on the typology of the house. Keyword: identify; typological comparisons; social stratification
Pengaruh Perlakuan Proses Delignifikasi Klobot Jagung Terhadap Analisa Kadar Gula Reduksi Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Vis Fikka Kartika Widyastuti; Anggreni Rambu Boyi Deta; Yuliana Rangga Bela; Sinar Perbawani Abrina Anggraini
Prosiding SENTIKUIN (Seminar Nasional Teknologi Industri, Lingkungan dan Infrastruktur) Vol 5 (2022): PROSIDING SENTIKUIN
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Klobot jagung dengan kandungan lignoselulosanya menjadi salah satu biomassa yang berpotensi sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Namun sebelum dapat dikonversi menjadi bioetanol, klobot jagung harus melalui proses delignifikasi yaitu penghilangan lignin yang mengikat selulosa agar proses berikutnya yaitu hidrolisis dapat berjalan optimal. Hidrolisis merupakan tahapan berikutnya yaitu proses pemecahan ikatan selulosa agar menjadi molekul gula yang lebih sederhana. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan variasi konsentrasi NaOH dan lama waktu proses delignifikasi terhadap kadar gula reduksi yang dianalisa dari hidrolisat klobot jagung. Metode yang digunakan dalam adalah penelitian eksperimental, dimana variasi konsentrasi NaOH untuk proses delignifikasi adalah 0,5; 0,75; dan 1 M, serta lama waktu proses adalah 1,5; 2; dan 2,5 jam. Klobot jagung yang telah melalui proses delignifikasi kemudian dihidrolisis asam menggunakan HCl 21% pada suhu 1000C. Hidrolisat difiltrasi untuk kemudian ditentukan kadar gula reduksi. Metode Nelson-Somogyi secara spektrofotometri UV-Vis digunakan pada analisa kadar gula reduksi. Hasil optimal analisa kadar gula reduksi klobot jagung yaitu 0,12% dengan menggunakan konsentrasi NaOH 0,5M dan lama waktu delignifikasi 1,5 jam. Berdasarkan hasil penelitian kemudian disimpulkan bahwa proses delignifikasi perlu dioptimalkan lagi karena kadar gula reduksi yang dihasilkan masih sangat rendah karena terbentuknya senyawa furfural pada saat proses hidrolisis asam. Abstract Corn husk with its lignocellulosic content is a potential biomass as a raw material for bioethanol production. However, before it can be converted into bioethanol, corn husks must go through a delignification process, the removal of lignin that binds cellulose so that the next process, namely hydrolysis, can run optimally. Hydrolysis is the next stage, namely the process of breaking the cellulose bonds to become simpler sugar molecules. Therefore, the purpose of this study was to determine the effect of varying the concentration of NaOH and the delignification process time on reducing sugar levels analyzed from corn husk hydrolyzate. The method used in this research is experimental research, where the variations in the concentration of NaOH for the delignification process are 0.5; 0.75; and 1 M, and the processing time is 1.5; 2; and 2.5 hours. Corn husks that had gone through the delignification process were acid hydrolyzed using 21% HCl at 100oC. The hydrolyzate was filtered to determine the reducing sugar content. The Nelson-Somogyi method by UV-Vis spectrophotometry was used in the analysis of reducing sugar levels. The optimal result of the analysis of reducing sugar content of corn husks is 0.12% using a concentration of 0.5M NaOH and delignification time of 1.5 hours. Based on the results of the study, it was concluded that the delignification process needed to be optimized again because the resulting reducing sugar content was still very low due to the formation of furfural compounds during the acid hydrolysis process. Keyword : corn husk; delignification; reduction sugar; spectrophotometry UV-Vis
Analisis Pengendalian Waktu Terhadap Produktifitas Kinerja Pada Peningkatan Mutu Jalan Kh. Nawawi Kota Mojokerto M.Sa'dillah -; Andi Kristafi Arifianto; Suparman
Prosiding SENTIKUIN (Seminar Nasional Teknologi Industri, Lingkungan dan Infrastruktur) Vol 5 (2022): PROSIDING SENTIKUIN
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian waktu yang baik diharapkan dapat membantu pelaksanaan pada suatu kegiatan proyek sesuai dengan waktu yang direncanakan. Salah satunya dengan menggunakan metode analisis nilai hasil. Analisis nilai hasil digunakan dengan tujuan dapat memperkirakan (forecasting) sejauh mana penyelesaian proyek yang dilaksanakan sesuai dengan waktu yang rencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan Earned Value Analysis (EVA) dalam memperkirakan waktu akhir penyelesaikan proyek untuk setiap minggunya. Metode yang digunakan dalam penelitian in adalah deskriptif dengan durasi pengerjaan proyek selama 15 minggu. Studi ini menghasilkan waktu penyelesaikan proyek lebih cepat dari waktu yang direncanakan. Prakiraan waktu penyelesaikan proyek berdasarkan minggu ke-13 adalah 91 hari (29 November 2019), apabila kita menggunakan perhitungan setiap minggu, prakiraan waktu penyelesaikan proyek berdasarkan perencanaan minggu ke-15 adalah 105 hari (13 Desember 2019). Berdasarkan perbandingan antara nilai ACWS, VAC beserta durasi pekerjaan hingga selesai, maka proyek peningkatan Jalan Kh. Nawawi ini mengalami percepatan 14 hari dari rencana
Pembuatan Kertas Dari Bambu Petung Menggunakan Bleaching Tank Margaretha Permatasari Tuto; Susy Yuniningsih
Prosiding SENTIKUIN (Seminar Nasional Teknologi Industri, Lingkungan dan Infrastruktur) Vol 5 (2022): PROSIDING SENTIKUIN
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini kebutuhan akan kertas di dunia mencapai ± 349 juta ton per tahun dan kebutuhan kertas di Indonesia mencapai ± 8,9 juta ton per tahun. Bertambahnya kebutuhan akan kertas maka produksi kertas di Indonesia juga harus ditingkatkan. Pra rancang pabrik kertas ini dirancang dengan kapasitas 8.500 ton/tahun di Kabupaten Bondowoso pada tahun 2024, dengan pertimbangan mendekati sumber bahan baku yaitu bambu petung. Bahan baku bambu petung mengandung selulosa yang mana merupakan bahan baku pembuatan pulp. Pabrik ini beroperasi selama 300 hari dalam setahun berdasarkan produksi 24 jam atau satu hari. Metode yang digunakan dalam proses pembuatan kertas dari bambu petung adalah proses organosolvent acetocell, yang terdiri dari beberapa tahan seperti pretreatment, pemasakan untuk menghilangkan kandungan lignin pada bambu petung dengan menambahkan larutan CH3COOH 90% pada suhu 170℃ dengan tekanan 7,6 atm. Selanjutnya pada proses pemutihan dengan bantuan H2O2 2,5% dan NaOH 1,25% pada temperatur 70℃ dan pada tekanan 1 atm, dan tahap post-treatment yang mana membentuk gulungan kertas. Alat proses yang digunakan yaitu Bleaching tank yang berfungsi mereaksikan campuran pulp dengan H2O2 dan NaOH sebagai pemutih kertas sekaligus pemisah lignin dengan kapasitas 3.933,0336 kg/jam. Hasil evaluasi ekonomi Return of Infesment (ROIBT) 97%, (ROIAT) 88%, Pay Out Time sebesar 10,8 bulan, Break Event Point (BEP) 41,08% dan Shut Down Point (SDP) 23%, Internal Rate of Return (IRR) 23,11%.

Page 1 of 1 | Total Record : 10