cover
Contact Name
Rizky Mulya Sampurno
Contact Email
rizky.mulya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.teknotan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
ISSN : 19781067     EISSN : 25286285     DOI : -
Core Subject : Education,
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) dalam upaya menyebarluaskan ide-ide konseptual dan/atau hasil-hasil penelitian dan penerapan serta pengembangannya dalam bidang ilmu keteknikan dan teknologi pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan), khususnya pertanian tropika dan ilmu hayati. Penulis naskah/artikel jurnal adalah civitas academika, peneliti dan praktisi serta anggota perhimpunan/organisasi professional dari semua disiplin dan terbuka bagi umum yang menaruh minat dalam bidang ilmu terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2007)" : 10 Documents clear
IDENTIFIKASI KAWASAN RESAPAN AIR TANAH DI KABUPATEN SUMEDANG Edy Suryadi; Zaida -; Muhammad Saukat
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identifikasi dan penentuan wilayah resapan air tanah perlu ditetapkan untuk mengantisipasi terganggunya tata air tanah akibat terjadinya kerusakan hutan, alih fungsi lahan dan pengambilan air tanah di kawasan resapan air tanah di Kecamatan Jatinangor, Tanjungsari, Rancakalong dan Pamulihan. Dalam penetapan ini digunakan analisis matching berdasarkan penggunaan Sistem Informasi Geografis (SIG).Penelitian dilakukan dari bulan Maret sampai dengan Oktober  2006, dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analitik. Hasil dari penelitian ini berupa peta kawasan resapan air tanah di Kecamatan Jatinangor, Tanjungsari, Rancakalong dan Pamulihan yang menunjukkan tingkat dan luas resapan air tanah sebagai berikut : Daerah Resapan Utama  2.583,36 hektar, Daerah Resapan Tambahan  8.988,42 hektar dan Daerah Resapan Kurang Berarti  4.836,84 hektar. Kata kunci: Resapan air tanah
REKAYASA BERAS ANALOG BERBAHAN BAKU NON BERAS Marsetio -; Bambang Nurhadi; Saripah Hudaya
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beras analog adalah beras yang dibuat dari bahan bukan beras, tersusun dari serealia bukan beras, kacang-kacangan dan umbi-umbian dengan komposisi gizi mendekati beras. Pada penelitian ini bahan yang digunakan berasal dari jagung, sorgum, kedelai, kacang hijau, singkong, dan garut.Penelitian dilakukan melalui metode eksperimnetal dengan perlakuan 7 formula beras analog yaitu : F1 = Garut-Kedelai-Jagung (72 : 5,5 : 22,5), F2 = Garut-Kedelai-K.Hijau (80 : 10 : 10), F3 = Garut-Kedelai-Jagung (55,5 : 10 : 34,5), F4 = Singkong-Kedelai-Jagung (67,8 : 22,2 : 10), F5 = Singkong-Kedelai-K.Hijau (71 : 10 : 19), F6 = Sorgum-Garut-K. Hijau (76 : 10 : 14), dan F7 = Sorgum-Garut-K. Hijau (10 : 14,6 : 75,4). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Keteknikan Pengolahan Pangan Jurusan Teknologi Industri Pangan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa beras analog mentah yang disusun dari Singkong-Kedelai-Jagung (67,8 : 22,2 : 10) merupakan formula terbaik walaupun tingkat kesukaan terhadap warna antara agak suka - suka, aroma antara agak suka – kurang suka, dan tekstur antara agak suka – biasa. Setelah dmasak menjadi nasi, tingkat kesukaan tersebut mengalami kenaikan. Hanya saja, kesukaan terhadap teksturnya ternyata masih lebih rendah dibanding dengan formula beras analog yang disusun dari formula F5 (singkong kedelai-kacang hijau = 71 : 10 : 19). Beras analog (F4) ini mengandung energi 347 Kalori, protein 6,06 %, lebih rendah dari protein beras sebesar 7,4 %, lemak 0,61 %, serat kasar 5,19 %. Asam amino pembatasnya adalah metionin dan sistin. Secara fisika, beras analog masih berbentuk silinder (seperti pelet/pakan ikan). Kata kunci: Beras analog, Formula, Sifat fisika dan kimia, Nilai kesukaan
MODIFIKASI MODEL HIDROGRAF ALIRAN PERMUKAAN WOODING UNTUK DAERAH ALIRAN SUNGAI DI DAERAH TROPIS Wagiono -; Nurpilihan Bafdal; Ramdhon Bermanakusumah; Chay Asdak
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model hidrograf debit aliran permukaan yang dimodifikasi dari model Wooding, untuk kejadian hujan di daerah tropis, luas DAS yang lebih besar dan diharapkan lebih baik tingkat ketelitiannya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Desember 2004.Percobaan kalibrasi model telah dilakukan pada  plot percobaan berbentuk ellips dengan panjang sumbu pendek 2,0 m  dan sumbu panjang 3,0 mdi Jatinangor untuk memperoleh parameter yang akan memberikan estimasi hasil hidrograf terbaik, dan validasi model untuk menguji keandalan model pada skala DAS  di sub DAS Cigulung seluas 36,8 km2 dan sub DAS Cikapundung Maribaya seluas 76,7 km2.          Hasil kalibrasi plot percobaan mendapatkan η (koefisien detention) terpakai sebesar - 0,5 dan pengujian keandalan model definitif menunjukkan hidrograf debit aliran permukaan yang dihitung dengan menggunakan model definitip  tidak berbeda nyata pada tingkat kepercayaan 95% terhadap hidrograf debit aliran permukaan hasil pengukuran lapangan. Sedangkan analisa sensitivitas menunjukkan perubahan luas DAS dan intensitas hujan akan berpengaruh terhadap hasil perhitungan debit aliran permukaan model. Kata kunci: Hidrograf aliran permukaan  
RESPONS KEMASAMAN DAN KANDUNGAN P-TERSEDIA DARI TANAH FLUVENTIC EUTRUDEPTS, KONSENTRASI P TANAMAN SERTA HASIL JAGUNG (Zea mays) AKIBAT APLIKASI PUPUK FOSFAT DAN KOTORAN SAPI Benny Joy; H.E. Hidayat Salim; Fajar Pratama Putra
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian untuk mengetahui respons kemasaman tanah (pH) dan kandungan P-tersedia pada tanah Fluventic Eutrudepts, konsentrasi P-tanaman dan hasil tanaman jagung akibat aplikasi pupuk fosfor dan kotoran sapi telah dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor pada bulan Agustus sampai dengan bulan November 2006.Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (Randomized Block Design) pola faktorial yang diulang tiga kali dan terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah pupuk SP-36 yang terdiri atas empat taraf (tanpa pupuk SP-36, 21,83 kg P/ha, 43,66 kg P/ha, dan 65 kg P/ha), sedangkan faktor kedua adalah kotoran sapi dengan empat taraf (tanpa kotoran sapi, 5 t kotoran sapi/ha, 10 t kotoran sapi/ha, dan 15 t kotoran sapi/ha). Tanaman jagung varitas Bisma digunakan sebagai tanaman indikator.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecuali untuk respons kemasaman tanah (pH), interaksi antara takaran pupuk SP-36 dengan takaran kotoran sapi berpengaruh nyata terhadap kandungan P-tersedia tanah, konsentrasi P-tanaman, dan hasil tanaman jagung. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa hasil tanaman jagung tertinggi sebesar 4200 g/petak diperoleh dari kombinasi perlakuan takaran pupuk P sebesar 43,66 kg P/ha dengan 10 t kotoran sapi.Kata kunci: P-tersedia, Konsentrasi-P tanaman, pH tanah, Fluventic Eutrudepts
KAJIAN KUALITAS AIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI CITARUM HULU DENGAN PENDEKATAN ANALISIS ISOTOP Ari Sufyandi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan sungai Citarum dan anak sungainya di wilayah hulu sangat penting bagi kehidupan dan  penghidupan penduduk yang berada disekitar cekunganBandung. Akan tetapi dengan perkembangan industri yang sangat pesat dan pertanian yang sangat intensif  di wilayah tersebut, kondisi sumber air Citarum dan anak sungainya telah mengalami degradasi baik kualitas maupun kuantitas. Menyadari akan keadaan tersebut di atas, diperlukan upaya pengelolaan DAS Citarum Hulu dengan baik.Hasil penelitian ini merupakan identifikasi masalah yang berkaitan dengan kualitas air sungai Citarum, sebagai salah satu komponen untuk yang dapat dijadikan dasar untuk pengelolaan DAS Citarum. Pada penelitian tersebut, kualitas air dianalisis dengan menggunakan pendekatan analisis Isotop. Pada pendekatan tersebut nisbah isotop hidrogen dan oksigen, dan belerang (sulfur) di dalam air digunakan sebagai unsur penilai untuk menelusuri aliran material di alam/lingkungan. Bila isotop suatu unsur tertentu stabil akan mengidentifikasikan siklus geokimia suatu senyawa dan memungkinkan untuk mengetahui sumber polutan. Lebih lanjut, komposisi isotop senyawa air akan bermanfaat sebagai alat untuk menelusuri pergerakan air pada suatu ekosistem, dan dengan isotop belerang dapat mengindikasikan polutan yang dilepaskan dari bahan bakar fosil dan berbagai produknya. Sehingga dengan pendekatan analisis tersebut secara keseluruhan dapat mengidentifikasikan pengaruh penggunaan lahan pada wilayah penelitian terhadap kualitas air di sungai Citarum.Hasil penilaian kualitas air berdasarkan isotop sulfur (belerang) menunjukan bahwa terdapat tiga sumber utama  polutan di setiap tata guna lahan yang berbeda menurut ketinggian tempat, yaitu :pupuk yang berasal dari kebun sayur pada zona ketinggian >1000 m dplpupuk  yang berasal dari sawah pada zona ketinggian <1000 m dpllimbah industri yang berasal dari dataranBandung Sebaran polutan yang berasal dari pupuk (kebun sayur & sawah) hampir menjangkau sebagian besar wilayah cekunganBandung, sedangkan sebaran polutan dari limbah industri hanya bersifat lokal, akan tetapi memberikan dampak yang sangat luas. Berdasarkan data isotop sulfur, air limbah domestik yang berasal darikotaBandungtidak berpengaruh nyata terhadap kualitas air sungai Citarum. Berdasarkan hasil analisis tersebut,  untuk tujuan pengelolaan sumber air di sungai Citarum agar sumber airnya dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan diperlukan penanganan segera pada air limbah yang berasal dari limbah industri dan pengurangan penggunakan pupuk anorganik di lahan sawah dan kebun sayuran. Kata kunci: Isotop, Polutan
KINETIKA PERTUMBUHAN Amylomyces rouxii DAN Endomycopsis burtonii PADA RAGI TAPE KULTUR MURNI Tita Rialita
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinetika pertumbuhan mikroba penting diketahui untuk dapat menentukan umur produksi terbaik dari mikroba tersebut jika akan dijadikan sebagai starter/inokulum  proses fermentasi. A. rouxii dan E. burtonii  merupakan isolat esensial dari ragi sebagai inokulum pada proses fermentasi tape. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret hingga Agustus 2004. Umur produksi spora kapang terbaik ditentukan melalui kurva tumbuh kapang pada medium Agar Tauge, dengan menghitung jumlah dan viabilitas spora setiap hari selama 8 hari. Umur produksi sel khamir terbaik ditentukan melalui kurva tumbuh dengan mengukur berat kering sel yang ditumbuhkan pada media Kaldu Kentang Dekstrosa (PDB) setiap 3 jam selama 72 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur produksi spora  terbaik A.rouxii adalah 7 hari (1,75 x 106 spora/mL suspensi) dengan viabilitas 97 %. Umur terbaik sel E. burtonii adalah 18 jam dengan laju pertumbuhan maksimum (mmax = 0,09 jam-1) dan berat kering 2,68 g/L. Kata kunci: Kinetika pertumbuhan, Inokulum, Ragi
PENGGUNAAN METODE FUZZY DALAM PENENTUAN LAHAN KRITIS DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI DAERAH SUBDAS CIPELES Roni Kastaman; Dwi Rustam Kendarto; Sandhi Nugraha
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengatasi permasalahan akibat ketidakpastian identifikasi, ketidakpastian kualitatif dalam menilai lahan kritis melalui Sistem Informasi Geografis (GIS) dengan metode skoring, telah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode fuzzy. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif rujukan metode dalam penentuan lahan kritis diberbagai instansi yang kerap kali menggunakan data spasial terutama yang berkaitan dengan bidang pertanian dan kehutanan. Penelitian dilakukan di subDAS Cipeles, DAS Cimanuk, Kabupaten Sumedang dari tanggal 21 Agustus 2006 hingga 30 September 2006. Analisis dilakukan di Laboratorium Sistem & Manajemen Keteknikan Pertanian, Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran, Kampus Jatinangor. Alat bantu analisis yang digunakan adalah GPS (global positions system) beserta software-nya yaitu  ArcView 3.3, AV spatial analyst 2.0a (extension ArcView), AV 3D analyst 1.0.(extension ArcView), MatLab ver.7.0.1, SPSS 13.0, Office acces 2003, dan Office excel 2003. Metode analisis fuzzy berbeda dengan metode skoring, yang biasa dilakukan dalam analisis spasial pada data GIS. Data diskrit pada metode skoring terlebih dahulu diubah ke dalam data dari fungsi keanggotaan fuzzy melalui pendekatan interpolasi fuzzy. Hasil interpretasi data melalui metode fuzzy dengan defuzzifikasi Centre of Grafity (COG) menunjukkan bahwa Metode fuzzy mampu mengatasi ketidak pastian dalam klasifikasi data lahan kritis yang disajikan dalam bentuk diskrit, dimana dari hasil uji Wilcoxon interpretasi hasil analisis fuzzy mendekati kondisi yang sebenarnya di lapangan. Kata kunci: Sistem Informasi Geografis (GIS), Analisis Fuzzy
PEMISAHAN KOMPONEN ANTIAGREGASI PLATELET DARI DAUN KEDONDONG (Spondias acida Blume) DENGAN KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Mira Miranti
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengekstrak dan memisahkan komponen antiagregasi platelet yang memiliki aktivitas paling tinggi dari daun kedondong muda  Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi maserasi dari daun kedondong menggunakan pelarut etanol. Selanjutnya dilakukan Fraksinasi awal dengan cara ekstraksi cair-cair (ECC)  dengan menggunakan pelarut heksanaa, diklormetan, etil asetat dan n-butanol. Selanjutnya fraksi yang paling aktif dipisahkan dengan KLT analitik Pastikfolien Kieselgel 60 F 254. Fraksi etilasetat memberikan aktivitas antiagregasi platelet tertinggi dibandingkan fraksi lainnya seperti, etanol, heksana, diklorometan, n-butanol, dan fase aquaeous. Hasil kromatografi lapis tipis (KLT) dari fraksi etil asetat menghasilkan 4 fraksi, 3 diantaranya memiliki aktivitas antiagregasi platelet yang lebih tinggi dibandingkan fraksi etil asetat itu sendiri. Dari hasil uji fitokimia dan spektrum UV diduga komponen tersebut merupakan senyawa fenolik seperti flavonoid, Kata kunci: Daun kedondong, Ekstraksi, KLT, Antiagregasi platelet
PERANCANGAN MESIN PENGUPAS KULIT ARI KACANG KEDELAI Wahyu Kristian Sugandi; Ari Sufyandi; Totok Herwanto
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengusaha Tahu Sumedang sampai sekarang masih mengupas sendiri bahanbakukedelainya secara manual dengan kapasitas pengupasan antara 20 – 22 kg/jam atau 120 – 132 kg per hari (6 jam kerja). Sementara  kebutuhan kedelai kupasan berkisar antara  30 – 40 kg per jam atau antara 180 – 260 kg per hari. Untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian UNPAD telah merancang mesin pengupas kulit ari kacang kedelai dengan kapasitas manual 30 kg/jam melalui metode rekayasa berdasarkan analisis kebutuhan, analisis struktural, analisis fungsional, analisis teknik dan analisis biaya. Hasil rancangan adalah mesin pengupas kulit ari kacang kedelai berdimensi panjang  61 cm, lebar 52 cm dan tinggi 106,37 cm. Daya yang dibutuhkan mesin ini adalah 313 watt/jam dan total biaya produksi Rp 2.053.320,- per unit. Kata kunci: Mesin pengupas, Kulit ari kacang kedelai
PENGARUH PRA FERMENTASI DAN SUHU MASERASI TERHADAP BEBERAPA SIFAT FISIKOKIMIA MINYAK KASAR KLUWAK Tati Sukarti; Mira Miranti; Dewi Cakrawati
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kluwak adalah hasil fermentasi biji kepayang yang mengandung 24% minyak dengan komposisi asam lemak terdiri dari 42,3% asam oleat dan 39,8% asam linoleat yang dapat dijadikan sumber minyak esensial. Minyak yang diperoleh dari kluwak dipengaruhi oleh fermentasi biji kepayang dan cara ekstraksi minyak. Ekstraksi minyak kluwak dilakukan menggunakan pelarut organik secara maserasi karena suhu ekstraksi yang digunakan di bawah titik didih pelarut sehingga terdegradasinya komponen minyak akibat panas dapat dihindari.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pra fermentasi dan suhu maserasi yang menghasilkan minyak kasar kluwak dengan rendemen tinggi dan sifat fisikokimia yang baik. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak Terpisah terdiri dari 4 ulangan dengan Main plot Pra Fermentasi yaitu perebusan pada suhu 98oC selama 1 jam dan perendaman selama 24 jam, sedangkan Sub plot yaitu suhu maserasi 30oC±3oC, 45oC±3oC, 60oC ± 3oC. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pra fermentasi dengan cara perebusan pada suhu 98oC selama 1 jam dengan suhu maserasi 45oC±3oC menghasilkan minyak kasar kluwak berwarna kuning dengan rendemen sebesar 22,235%, dengan karakteristik bilangan asam sebesar 15,123; bilangan peroksida sebesar 9,29; bilangan iod sebesar 104,725; bilangan penyabunan sebesar 126,44, berat jenis 0,89023; indeks bias sebesar 1,456939 dengan komposisi asam lemak terdiri dari 0,11% asam miristat, 10,3% asam palmitat, 3,84% asam stearat, 38,4% asam oleat, 42,2%  asam linoleat dan 3,97% asam linolenat. Kata kunci: Minyak kluwak kasar, Pra fermentasi, Suhu maserasi

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2007 2007