Ornamen Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya
Art craft journal contains scientific articles on the results of research on the art of craft and the creation of craft art within the scope of Indonesian culture. The substance presented is in the form of a mission to preserve the cultural values of the archipelago as well as the development of concepts and aesthetics, along with the development of the complexity and dynamics of people's lives. The critical approach method in an interdisciplinary scientific perspective can open the widest possible opportunity for scholars, researchers, and stakeholders to work together in advancing a dignified national culture in the midst of global competition. ORNAMENTS art craft journals are published twice a year.
Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 21 No. 2 (2024)"
:
14 Documents
clear
Jamu Gendong Di Sukoharjo Menjadi Ide Penciptaan Karya Seni Wayang Beber
Heni, Tati Anugrah;
Sutriyanto
Ornamen Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penciptaan karya tugas dengan judul “Jamu Gendong Di Sukoharjo Menjadi Ide Penciptaan Karya Seni Wayang Beber” berlatar belakang dari cerita jamu gendong di Sukoharjo. Karya ini bertujuan untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang jamu gendong yang berkembang di Sukoharjo. Penyelesaian karya ini menggunakan metode penciptaan menurut SP. Gustami. Pertama, tahap eksplorasi yaitu mencari data tentang jamu gendong dan wayang beber. Kedua, perencanaan dengan membuat sketsa dan desain. Ketiga, perwujudan karya. Penciptaan karya ini dimulai dari desain, sungging hingga finishing. Karya dengan visualisasi wayang beber ini dibuat menjadi 4 gulungan dan 12 adegan berukuran masing-masing gulungan 50 x 200 cm. Gulungan pertama menceritakan tentang pembuatan jamu gendong, kedua tentang menjajakan jamu gendong, ketiga persiapan festival jamu gendong, dan keempat festival jamu gendong. Setiap adegan dalam karya ini memiliki cerita yang berurutan dimulai dari pejagong 1 dan diakhiri di pejagong 12 sehingga mampu menjelaskan kepada penikmat tentang pesan yang terkandung.
Tanaman Buah Labu Kuning Sebagai Ide Penciptaan Karya Bingkai Cermin Kayu
Agustin, Rhosita;
Prabowo, Rahayu Adi
Ornamen Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berawal dari banyaknya hasil panen serta olahan buah labu kuning di Kecamatan Getasan, penulis mengangkat tema tanaman buah labu kuning sebagai ide penciptaan karya bingkai cermin kayu. Penulis terinspirasi dari tanaman buah labu kuning sebagai buah ciri khas di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah yang juga sebagai daerah asal dari penulis itu sendiri. Penulis ingin mengenalkan kepada khalayak umum tanaman ciri khas tersebut dalam bentuk karya yaitu bingkai cermin kayu. bahan utama yang digunakan penulis yaitu kayu Suren yang selain harganya ekonomis, kayu suren mudah dijumpai di daerah tersebut. Proses perwujudan diawali dengan proses desain, pecah pola, proses kerja bangku, proses pembuatan kerangka bingkai, proses pengukiran pola desain lalu proses finishing. Landasan teori yang yaitu teori Sp. Gustami yang menjelaskan metode penciptaan karya seni ada tiga tahapan yaitu eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Penulis juga menggunakan metode pendekatan estetik dari teori Monroe Beardsley dalam Problem In the Philosophy of Criticism yang didalamnya menjelaskan tiga ciri yang menjadi sifat-sifat membuat indah dari benda- benda estetis pada umumnya, tiga ciri tersebut meliputi kesatuan, kerumitan, kesungguhan. Hasil karya ini meliputi: karya satu yang berjudul Njalar, karya yang berjudul dua nalar, karya tiga yang berjudul ‘Woh, karya empat yang berjudul Wiji, dan karya lima dengan judul Laku.
Style Mural Estetika Kontemporer Collingwood Pada Mural Jalan Jagir Surabaya
Novita Sari, Diana;
Ismurdyahwati , Ika
Ornamen Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini lebih memfokuskan kepada “Analisis Style menggunakan Estetika Kontemporer Pada Mural Jalan Jagir Surabaya” dengan pendekatan kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif, data yang diperoleh dikumpulkan, dibahas kemudian dikelompokkan menurut kelompok data, sehingga menghasilkan kesimpulan. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan perekam suara dari berbagai narasumber. Hasil penelitian untuk mengetahui estetika kontemporer pada Mural Jalan Jagir Surabaya ialah dengan melakukan analisis yang dibagi menjadi 3 yaitu: Analisis Keilmuan Seni Rupa, Analisis Keilmuan Estetika Kontemporer, dan Analisis Budaya Populer Seni Rupa. Analisis mengenai Estetika Kontemporer Pada Mural Jalan Jagir Surabaya yang diperoleh dengan wawancara yang secara langsung terjun kelapangan. Sehingga diperoleh hasil analisis secara detail mengenai Estetika Kontemporer Pada Mural Jalan Jagir Surabaya merupakan bentuk pesan ekspresi emosional lewat seni mural di kota Surabaya.
Eksistensi Kertas Tradisional Gendhong Ponorogo
Styono, Gayuh;
Pamungkas, Ageng Satria
Ornamen Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pesantren Gebang Tinatar Tegalsari pada akhir abad 19 dan awal abad 20, dikenal oleh pemerintahan kolonial selain Pesantren sekaligus desa Perdikan juga memiliki tradisi pembuatan kertas Jawa. Kertas yang dihasilkan dari Pesantren ini dinamakan kertas gendhong atau kertas gendhong. Tradisi pembuatan ini masih bertahan lama di Tegalsari meskipun di beberapa tempat sudah punah seperti di Madura dan Garut. Seiring meredupnya Pondok Pesantren Tegalsari tradisi pembuatan kertas gendhong juga mulai memudar. Berdasarkan uraian latar belakang maka pertanyaan penelitian diarahkan pada bagaimana eksistensi kertas gendhong sebagai warisan budaya lokal yang berorientasi pada tradisi Pesantren Tegalsari. Penelitian ini berupaya untuk menggali kembali proses pembuatan kertas tradisional gendhong. Penelitian ini sebagai usaha untuk menjaga keberadaan budaya, meliputi sistem pengetahuan serta teknologi tradisional pembuatan kertas gendhong.
Perancangan Ecoprint dengan Motif Mbok Jamu Gendong Pada Busana Outer
Istiqomah, Salma;
Santoso , Ratna Endah
Ornamen Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Produk ecoprint saat ini menjadi salah satu produk ramah lingkungan yang mulai dilirik oleh para konsumen. Namun jarang ditemukan motif ecoprint yang membentuk bentuk tertentu sedangkan terdapat konsumen yang menginginkan ecoprint dengan motif berbentuk tertentu. Motif yang diterapkan dalam ecoprint dapat terinspirasi dari berbagai hal salah satunya adalah jamu gendong. Jamu merupakan warisan leluhur yang sangat bernilai sehingga perlu untuk dilestarikan. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu adanya pengembangan teknik dalam pewarnaan menggunakan pewarna alam dengan teknik ecoprint dipadukan dengan teknik lukis tunjung. Metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode penciptaan tiga tahap enam langkah milik Sp. Gustami, yang terdiri dari: (1) Tahap eksplorasi yang mencakup langkah pertama: penggalian sumber ide peranacangan, langkah kedua: observasi dan uji coba, (2) Tahap perancangan, meliputi langkah ketiga: perancangan desain, langkah keempat: pemilihan desain, (3) Tahap perwujudan meliputi langkah ke lima: perwujudan desain, dan langkah keenam: evaluasi karya. Hasil perancangan ini berupa produk outer mengangkat mbok jamu gendong sebagai ide penciptaan motif dengan teknik ecoprint dan lukis tunjung. Pengetahuan yang diperoleh dalam perancangan ini setelah tujuan tercapai adalah bertambahnya (motif dan teknik pewarnaan tekstil dengan menggunakan pewarna alam dan warisan leluhur berupa jamu gendong dapat diangkat menjadi salah satu ide penciptaan motif tekstil dan fesyen.
Pemanfaatan Kulit Brambang dan Kayu Mahoni Sebagai Pewarna Alam dengan Teknik Ecotik
Putri, Yuliana Kamelia;
Darwoto
Ornamen Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pemanfaatan limbah kulit brambang dan kayu mahoni sebagai pewarna dengan teknik ecoprint dan batik merupakan salah satu upaya agar dapat menjaga lingkungan, Tujuan dan manfaat perancangan adalah penggabungan dua teknik kekriyaan dan mewujudkan produk tekstil yang ramah lingkungan. Perancangan karya ini menggunakan metode SP.Gustami yaitu tiga tahap enam langkah. Tahap pertama yaitu eksplorasi dengan langkah pertama melakukan observasi dan wawancara, langkah kedua pendalam teori. Tahap kedua adalah perancangan yang meliputi langkah ketiga dalam penuangan ide perancangan dan menentukan gaya motif yang akan digunakan, langkah ke empat yaitu mengvisualisasikan ide atau gagasan. Tahap ketiga yaitu perwujudan meliputi langkah kelima dengan merealisasikan ide perancangan, proses pembuatan produk sampai produk dapat dinikmati, dan langkah ke enam yaitu mengevaluasi hasil karya yang telah jadi. Pemanfaatan limbah kulit brambang sebagai pewarna dan penggunaan kulit jagung serta Tanaman disekitar (daun jati, daun mahoni, cemara rambut, dan kayu mahoni) dalam pembentukan motif dan pewarna alam dengan teknik ecoprint steam (Kukus) dan menghasilkan karya yang ramah lingkungan dan mengurangi limbah yang ada. Pemanfaatan kulit brambang sebagai pewarna ecoprint dan batik dapat menghasilkan warna hijau muda sampai tua sedangkan pewarna alami dari tanaman disekitar yaitu kayu mahoni menghasilkan warna semu ungu.
Kajian Estetika Produk Ecoprint: Seni dan Keindahan dari Daun dan Bunga
Sumarwahyudi
Ornamen Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kajian ini mengeksplorasi aspek estetika produk ecoprint, seah teknik pewarnaan kain, kulit, kertas, dan keramik dengan memanfaatkan bahan-bahan alami seperti daun dan bunga untuk menciptakan motif dan warna yang unik. Ecoprint tidak hanya sekadar metode pewarnaan, tetapi juga merupakan bentuk seni yang menggangkan keindahan alam dengan keterampilan tangan manusia. Penelitian ini berfokus pada analisis estetika produk ecoprint dari segi motif, warna, dan tekstur yang dihasilkan. Selain itu, kajian ini juga mempertimbangkan faktor-faktor yang memengaruhi hasil akhir, seperti jenis tanaman yang digunakan, proses pematan, serta teknik yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengeksplorasi dan memahami aspek estetika kain ecoprint. Pendekatan deskriptif kualitatif dipilih karena sesuai untuk menggali secara mendalam pengalaman, persepsi, dan interpretasi yang subyektif mengenai elemen-elemen estetika seperti motif, warna, dan tekstur pada kain ecoprint. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kain ecoprint memiliki keunikan estetika tersendiri yang bersumber dari keragaman alam dan proses kreatif perajin. Kain ecoprint tidak hanya memperlihatkan keindahan visual, tetapi juga menyimpan nilai filosofi yang mendalam tentang hubungan manusia dengan alam. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam memahami estetika kain ecoprint serta mendorong apresiasi terhadap seni tekstil yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Jamu Gendong Di Sukoharjo Menjadi Ide Penciptaan Karya Seni Wayang Beber
Heni, Tati Anugrah;
Sutriyanto
Ornamen Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33153/ornamen.v21i2.6123
Penciptaan karya tugas dengan judul “Jamu Gendong Di Sukoharjo Menjadi Ide Penciptaan Karya Seni Wayang Beber” berlatar belakang dari cerita jamu gendong di Sukoharjo. Karya ini bertujuan untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang jamu gendong yang berkembang di Sukoharjo. Penyelesaian karya ini menggunakan metode penciptaan menurut SP. Gustami. Pertama, tahap eksplorasi yaitu mencari data tentang jamu gendong dan wayang beber. Kedua, perencanaan dengan membuat sketsa dan desain. Ketiga, perwujudan karya. Penciptaan karya ini dimulai dari desain, sungging hingga finishing. Karya dengan visualisasi wayang beber ini dibuat menjadi 4 gulungan dan 12 adegan berukuran masing-masing gulungan 50 x 200 cm. Gulungan pertama menceritakan tentang pembuatan jamu gendong, kedua tentang menjajakan jamu gendong, ketiga persiapan festival jamu gendong, dan keempat festival jamu gendong. Setiap adegan dalam karya ini memiliki cerita yang berurutan dimulai dari pejagong 1 dan diakhiri di pejagong 12 sehingga mampu menjelaskan kepada penikmat tentang pesan yang terkandung.
Tanaman Buah Labu Kuning Sebagai Ide Penciptaan Karya Bingkai Cermin Kayu
Agustin, Rhosita;
Prabowo, Rahayu Adi
Ornamen Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33153/ornamen.v21i2.6128
Berawal dari banyaknya hasil panen serta olahan buah labu kuning di Kecamatan Getasan, penulis mengangkat tema tanaman buah labu kuning sebagai ide penciptaan karya bingkai cermin kayu. Penulis terinspirasi dari tanaman buah labu kuning sebagai buah ciri khas di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah yang juga sebagai daerah asal dari penulis itu sendiri. Penulis ingin mengenalkan kepada khalayak umum tanaman ciri khas tersebut dalam bentuk karya yaitu bingkai cermin kayu. bahan utama yang digunakan penulis yaitu kayu Suren yang selain harganya ekonomis, kayu suren mudah dijumpai di daerah tersebut. Proses perwujudan diawali dengan proses desain, pecah pola, proses kerja bangku, proses pembuatan kerangka bingkai, proses pengukiran pola desain lalu proses finishing. Landasan teori yang yaitu teori Sp. Gustami yang menjelaskan metode penciptaan karya seni ada tiga tahapan yaitu eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Penulis juga menggunakan metode pendekatan estetik dari teori Monroe Beardsley dalam Problem In the Philosophy of Criticism yang didalamnya menjelaskan tiga ciri yang menjadi sifat-sifat membuat indah dari benda- benda estetis pada umumnya, tiga ciri tersebut meliputi kesatuan, kerumitan, kesungguhan. Hasil karya ini meliputi: karya satu yang berjudul Njalar, karya yang berjudul dua nalar, karya tiga yang berjudul ‘Woh, karya empat yang berjudul Wiji, dan karya lima dengan judul Laku.
Style Mural Estetika Kontemporer Collingwood Pada Mural Jalan Jagir Surabaya
Novita Sari, Diana;
Ismurdyahwati , Ika
Ornamen Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33153/ornamen.v21i2.6420
Penelitian ini lebih memfokuskan kepada “Analisis Style menggunakan Estetika Kontemporer Pada Mural Jalan Jagir Surabaya” dengan pendekatan kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif, data yang diperoleh dikumpulkan, dibahas kemudian dikelompokkan menurut kelompok data, sehingga menghasilkan kesimpulan. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan perekam suara dari berbagai narasumber. Hasil penelitian untuk mengetahui estetika kontemporer pada Mural Jalan Jagir Surabaya ialah dengan melakukan analisis yang dibagi menjadi 3 yaitu: Analisis Keilmuan Seni Rupa, Analisis Keilmuan Estetika Kontemporer, dan Analisis Budaya Populer Seni Rupa. Analisis mengenai Estetika Kontemporer Pada Mural Jalan Jagir Surabaya yang diperoleh dengan wawancara yang secara langsung terjun kelapangan. Sehingga diperoleh hasil analisis secara detail mengenai Estetika Kontemporer Pada Mural Jalan Jagir Surabaya merupakan bentuk pesan ekspresi emosional lewat seni mural di kota Surabaya.