cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ornamen@isi-ska.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Ornamen Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya
ISSN : 16937724     EISSN : 2685614X     DOI : 10.33153
Core Subject : Humanities, Art,
Art craft journal contains scientific articles on the results of research on the art of craft and the creation of craft art within the scope of Indonesian culture. The substance presented is in the form of a mission to preserve the cultural values of the archipelago as well as the development of concepts and aesthetics, along with the development of the complexity and dynamics of people's lives. The critical approach method in an interdisciplinary scientific perspective can open the widest possible opportunity for scholars, researchers, and stakeholders to work together in advancing a dignified national culture in the midst of global competition. ORNAMENTS art craft journals are published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 22 No. 1 (2025): Juni" : 7 Documents clear
Perancangan Motif Batik Kontemporer Untuk Tekstil Pakaian Anindita Atika Sari; Apika Nurani Sulistyati
Ornamen Vol. 22 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v22i1.6019

Abstract

Motif batik di Indonesia akan terus berkembang sesuai dengan perkembangan dan kemajuan industri di Indonesia. Ini merupakan hal baik karena akan mendorong masyarakat luas untuk lebih mencintai batik dan mendukung setiap kegiatan untuk melestarikan batik. Batik kontemporer merupakan salah satu perkembangan batik dengan kebutuhan bagi masyarakat modern dimana bentuk dan gaya corak kain masa kini dan memiliki kemungkinan gagasan yang tidak terbatas. Metode perancangan yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode perancangan milik SP Gustami, dimana ada tiga tahap perancangan yaitu eksplorasi, perancangan dan perwujudan karya. Tujuan dari perancangan ini adalah berupa hasil produk batik kontemporer dengan menggunakan bahan dasar kain primisima dengan mengelola visual garis ekspresif yang dipaduka dengan motif klasik untuk dijadikan tekstil pakaian. selain itu, produk tersebut menampilkan visual kekinian dengan menggunakan warna-warna kontemporer. Hasil perancangan berupa delapan desain batik kontemporer yang kemudian menghasilkan dua produk berupa lembaran kain batik. Menggunakan bahan katun primisima dengan teknik pewarnaan menggunakan zat pewarna remasol.
Pembuatan Seni Kerajinan Pisau Pamor Di Sentra Pande Besi Koripan, Delanggu, Klaten Kuntadi Wasi Darmojo; Cahya Surya Harsakya; Basuki Teguh Yuwono
Ornamen Vol. 22 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koripan merupakan salah satu daerah sentra industri yang menghasilkan beragam produk perlengkapan dapur dan pertanian yang dikerjakan oleh pande besi. Keberadaan sentra pande besi ini telah cukup lama dan dilakukan secara turun-temurun. Keberlangsungan kerajinan ini mengalami pasang-surut. Usaha ini mengalami surut karena keterbatasan pengalaman para pande dalam hal pemasaran serta kondisi pasar (daya saing). Hal demikian memiliki dampak terhadap minimnya minat generasi muda untuk tertarik meneruskan usaha ini. Perlu adanya strategi untuk menumbuhkan minat generasi penerus, serta peningkatan kualitas produk. Kesempatan ini diwujudkan melalui kegiatan pembuatan karya seni tempa pamor guna diterapkan pada pisau. Luaran kegiatan berupa diversifikasi terhadap produk, yaitu pisau pamor. Melalui kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan daya saing terhadap produk pisau dari daerah lain.
Karya Tatah Sungging Non Wayang Produk Aksesori Kulitan Tari Gagrak Yogyakarta Rohmad Eko Priyono; Junende Rahmawati
Ornamen Vol. 22 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v22i1.7017

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengenalkan tatah sungging pada produk non wayang seperti aksesori kulitan tari. Teknik tatah sungging ini dikerjakan pada aksesori tari dengan tatahan bubukan, langgatan, semut dulur, mas-masan, dan juga dibagian jamang sebagian menggunakan patran. Teknik sunggingan pada produk non wayang untuk garak Yogyakarta hanya disungging warna emas dapat menggunakan brom atau prodo mas. Produk-produk tatah sungging non wayang dikerjakan dengan handmade memperhatikan nilai estetika dan fungsionalitas. Melalui penelitian kualitataif dengan metode penelitian artistic yang membahas tentang penelitian berbasis praktik yang menghasilkan pengetahuan dan pemahaman teknis tatah sungging diterapkan pada media kulit perkamen dan disungging hanya menggunakan satu warna emas memakai brom atau prodo mas, yang belum banyak diterapkan pada. Identitas produk tatah sungging non wayang ini tidak hanya dari segi teknis penciptaannya, namun juga bentuk tatahan dan sunggingan yang mengangkat gagrak Yogyakarta sebagai ide penelitian.
Penciptaan Motif Batik Tari Salipuk Untuk Busana Ready to Wear Aliya Dinda Sania; Novita Dwi Wulandari
Ornamen Vol. 22 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v22i1.7063

Abstract

“Tari salipuk” merupakan salah satu tarian khas Kabupaten Nganjuk. Karya ini mengangkat tema “Tari salipuk” dalam penciptaan motif batik pada busana ready to wear. Pada karya ini penulis juga ingin memperkenalkan kepada masyarakat luas bahwa tari salipuk ini merupakan tarian khas Kabupaten Nganjuk yang memiliki ciri khas lucu, ceria dan romantis. Keunikan tersebut menjadikan inspirasi untuk penciptaan karya. Penciptaan karya batik tulis ini menggunakan metode penciptaan seni berupa eksplorasi, inkubasi, konseptualisasi, dan mateialisasi. Hasil yang didapatkan adalah lima motif batik dengan sumber ide tari salipuk yang diaplikasikan untuk lima busana ready to wear. Lima karya busana tersebut berjudul “Sideen”, “Ghideen”, “Lancaran Sukarena”, Kebyok kebyok”, dan “Lilingan”. Lima karya motif berjudul “Kembang Telu”, “Keket”, “Lumaksana”, “Pengibing”, dan “Ledhek”. Pada saat terciptanya karya busana dengan motif “Tari salipuk” kedepannya bisa dikenal oleh masyarakat luas dan mengajak masyarakat untuk mencintai dan melestarikan budaya tradisional.
Sustainable Fashion Melalui Upcycling Limbah Denim dengan Teknik Pewarnaan Tekstil Ramah Lingkungan Ferayanti, Orizza Anggun; Fairuz Widad Zahirah; Priska Nanette Kristiyanto
Ornamen Vol. 22 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v22i1.7081

Abstract

Sustainable fashion merupakan solusi untuk menjaga lingkungan yang diakibatkan oleh industri tekstil dan mengurangi dampak negatif dari fast fashion. Penelitian ini berfokus pada upcycling limbah denim menggunakan teknik pewarnaan tekstil ramah lingkungan yang diolah menjadi produk fashion dengan mutu dan nilai estetika tinggi. Pada proses upcycling dilakukan dengan cara 3R yaitu reduce, reuse, recycle dalam upaya mendukung perkembangan fashion yang berorientasi pada lingkungan hidup yang memiliki etika produksi ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah art-based research sebagai metode dalam mendapatkan sebuah data, dan mengadaptasi kreativitas seni ke dalam penelitian sosial dengan menggunakan pendekatan praktik seni. Hasil perancangan ini adalah pemanfaatan limbah denim diolah menjadi produk fashion yang tidak hanya menarik secara visual namun mendukung konsep sustainable fashion. Melalui pemanfaatan limbah denim, penelitian ini berkontribusi mengurangi dampak negatif limbah tekstil terhadap lingkungan. Hasil produk yang estetis dan fungsional menunjukkan bahwa produk fashion dapat diproduksi dengan cara yang lebih bertanggung jawab dalam upaya menjaga lingkungan untuk generasi mendatang.
Perancangan Tas Selempang dengan Material Bioplastik Berbasis Gelatin dan Campuran Limbah Tekstil Linda Fatmawati; Apika Nurani Sulistyati
Ornamen Vol. 22 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v22i1.7177

Abstract

Polusi plastik konvensional menjadi penyebab meningkatnya pencemaran lingkungan. Salah satu alternatif dari penggunaan plastik konvensional adalah bioplastik. Adapun masalah yang ditemui di AK Tekstil Solo, yaitu belum adanya pemanfaatan dari limbah produksi benang yang kemudian menjadi bahan campuran dalam bioplastik. Bioplastik adalah bahan yang terbuat dari sumber biomassa organik dan dapat dengan mudah terurai secara hayati. Metode perancangan yang digunakan adalah metode penciptaan seni kriya oleh SP. Gustami, pola tiga tahap enam langkah. Tiga tahapan tersebut meliputi eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Enam langkah tersebut yaitu; (1) identifikasi masalah, (2) strategi pemecahan masalah, (3) membuat sketsa alternatif, (4) membuat prototype, (5) pembuatan karya, dan (6) evaluasi. Produk ini memakai ragam hias flora Indonesia, bunga rafflesia. Tema bunga dipilih karena bunga menjadi simbol kecantikan, memiliki kesan feminim dan anggun sehingga mudah diterima oleh kaum hawa di berbagai zaman. Dominasi warna yang digunakan dalam perancangan ini adalah warna kuning, dimana warna kuning diprediksi akan menjadi salah satu warna yang popularitasnya akan naik di tahun 2025. Bioplastik dapat dibuat menggunakan bahan bahan yang mudah ditemukan, dikerjakan dengan cara homemade. Bahan utama bioplastik yang paling sempurna untuk dijadikan bahan pembuatan tas adalah bioplastik berbasis gelatin. Bioplastik dapat dikombinasikan dengan limbah produksi tekstil berupa benang.
Sativa: Reinterpretasi Dewi Sri Pada Busana Couture dengan Bahan Alam Syafira, Vivian Aprida Syafira; Guntur
Ornamen Vol. 22 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v22i1.7568

Abstract

Artikel “Sativa: Reinterpretasi Dewi Sri Pada Busana Couture dengan Bahan Alam” difokuskan pada penciptaan motif dan busana couture dengan menggunakan bahan alam. Kain sansevieria sebagai bahan utama dikombinasikan dengan menggunakan media lain berbahan alam. Penciptaan karya yang terinspirasi dari tokoh Dewi Sri, yang oleh sebagian masyarakat tertentu dipercaya sebagai Dewi Padi atau Dewi Kesuburan. Dewi Sri sebagai sumber inspirasi yang menarik untuk dijadikan ide dalam penciptaan karya, pada aspek nilai historis dan makna filosofis yang dipercaya oleh sebagian masyarakat di Nusantara. Keterkaitan antara Indonesia sebagai salah satu negara agraris dengan kearifan budaya dan tradisi yang ada, maka karya yang dihasilkan dengan memadukan bahan alam. Haute couture merupakan salah satu dari sekian banyak istilah penyebutan busana. Penyebutan itu digunakan untuk busana ekslusif yang dibuat dengan ciri karakteristik personal sesuai dengan kebutuhannya. Konsep seni yang digunakan untuk pembuatan busana dan motif adalah konsep reinterpretasi sanggit dengan konsep tatasusun kontras untuk penataan motifnya. Karya busana yang dihasilkan adalah sejumlah enam karya, dengan judul (1) Amabaki (2) Amaluku (3) Atanam (4) Amatun (5) Ahani, dan (6) Anutu.

Page 1 of 1 | Total Record : 7