Articles
519 Documents
Persepsi Penilaian Pada Ketersediaan Fasilitas Angkutan Umum Dari Rumah Ke Pelabuhan Tanjung Perak Dilihat Dari Perspektif Gender
Akustia, Win
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 3 (2014): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (211.241 KB)
|
DOI: 10.25104/warlit.v26i3.877
Keamanan dan keselamatan pengguna ruang publik termasuk penumpang angkutan umum masih dianggap sebagai tanggung jawab pribadi (Maam Lumanglas 2008 ; Komnas Perempuan 2011). Gender wanita yang belum mendapat aspek keamanan secara relatif sempurna ini, ingin diketahui persepsi penilaiannya terhadap ketersediaan fasilitas angkutan umum menuju Terminal Penumpang Tanjung Perak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gender atau jenis kelamin pengguna jasa angkutan laut penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak terhadap persepsi penilaian ketersediaan fasilitas angkutan umum dari rumah ke lokasi Terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Perak. Metoda yang digunakan adalahChy Square test. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata responden menilai mudah dan cenderung sangat mudah, hasil uji hipotesis untuk tingkat kesalahan (a) antara 1–10% menunjukkan tidak terdapat perbedaan persepsi antar jenis kelamin pengguna jasa angkutan laut penumpang terhadap ketersediaan fasilitas angkutan umum menuju Terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Perak. Kata Kunci: gender, alih moda, angkutan umum, chy square test.
Kajian Sistem Prosedur Bongkar Muat Barang Pada Angkutan Kereta Api
Purwoko, Purwoko;
Irawan, Noval
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 1 (2013): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2111.952 KB)
|
DOI: 10.25104/warlit.v25i1.704
Pada saat sekarang belum terdapat Sistem Operasi Pelayanan (SOP) untuk sistem dan prosedur bongkar muat barang pada angkutan kereta api. Maka untuk menyusun sistem dan prosedur tersebut dilakukan penelitian di lapangan dengan wawancara terhadap manajemen perkeretaapian kantor pusat PT. Kereta Api (Persero) dan kepada ekspidisi muatan kereta api, sedangkan untuk penyelesaian kajian menggunakan analisis diskriptip kualitatip dengan mengacu teori teknik tata kerja perusahaan. Hasil penelitian sebuah formula sistem dan prosedur bongkar muat barang untuk dilaksanakan oleh operator kereta api, pada pelayanan bongkar muat barang di stasiun.
Karakteristik Kecelakaan Transportasi Di Jalan Tol Ruas Jakarta-Cikampek
Mutharuddin, Mutharuddin
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 12 (2010): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6815.15 KB)
|
DOI: 10.25104/warlit.v22i12.1163
T1re advantages of toll road as the highwm; tend 111£lke tire driver tend to ignor the safehJ endangeredhimself and others. T1rerefore, it needs many efforts to minimize the possibility of an aaident. T1re tollroad accident frequently happened on tire Jaka.rta-Okampek toll road. The number and level of accidentson this toll road quite high. 'Dre approach used in this research is descriptive analysis of thepercentage bi; using priman; survei; and secondan; data collected from accident reports PT.JasaMarga which is tire depiction of the location of aaident research at Jaka.rta-Cikampek toll road.From tire research, tire causes of accidents at aaident prone areas in tire Jakarta-Cikampek toll road isdue to the driver's condition factor (79.7%), damage to vehicles (19.4%) and road conditions (0.14%).Descriptively driver who had an aaident on tire toll roads is largely caused bi; lack of anticipation(60.8%). The most frequent accident occun'ence time between of 12:00 to 18:00 P.M. T1re truck is avehicle h;pe that is often involved in aaiden.ts. Front of the rear end collision is tire most common h;peof aaident. Accidents more frequently in sunny ·weather conditions.At the Jakarta-Cikampek toll road there are some segments which include the accident spot km 12 -km 14 for Jakarta route toward Cikampek and km 10 - km 14, km 25 - km 27 and km 29 - km 30 fortire reverse direction. Dominating factor in the location of tire critical points including the driver's lackof anticipation, tire driver's drowsiness and the tires burst.
Kajian Manajemen Lalu Lintas di Stasiun Yang Melayani Kereta Kelas Ekonomi (Studi Kasus : Stasiun Lempuyangan Yogyakarta)
Suliyanti, Rini
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 1 (2011): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2008.029 KB)
|
DOI: 10.25104/warlit.v23i1.1050
The station is a node as the place to substitue mode of transport; therefore, the traffic in front of the station must be able to ensure the comfort and safety of users of the station. The traffic in front of the station must be able to ensure the comfort and safety of users of the station. Lempuyangan stations pass over by some type of economic train such as Logaya, Frago, Kahuripan, Night Train South Gayabaru, Bengawan, Pasundan, and Sri Tanjung. This study aimed to determine the condition of traffic in front of Lempuyangan station in Yogyakarta as one of the train station for economy class. In order to organize the traffic in front of the station that can be well integrated. From the analysis using SPSS 17.0 software and Microsoft Excel acquired a picture of the number of passengers using the station Lempuyangan increased by approximately 20% each year. While the average total daily passengers in the station's Lempuyangan number 2800 in 2010. At the peak hours there are 3310 pcu vehicles passing over the street in front of Lempuyangan Station. Based on the degree of traffic saturation which reached 1.37 in the area in front of the station Lempuyangan, it can be concluded that traffic conditions during peak hours with the release side friction along the station area is very crowded and reach over its traffic saturation, therefore traffic management and regulation are needed.Keywords: Management, traffic, Station Lempuyangan
Sistem Jaringan Pelayanan Dan Prasarana Transportasi Di Kabupaten Mappi Provinsi Papua
Aska, S Kamran
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 4 (2014): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (352.081 KB)
|
DOI: 10.25104/warlit.v26i4.900
Kabupaten Mappi dari segi geografis memiliki potensi yang besar, mengingat terdapat Laut Arafura dan dilalui ALKI III. Kabupaten Mappi merupakan jalur perlintasan ke arah timur dan utara Provinsi Papua Bagian Selatan melalui Sungai Digul arah Kabupaten Boven Digoel. Sistem jaringan prasarana dan pelayanan Kabupaten Mappi yang nantinya dapat mendukung Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi di Koridor Ekonomi VI Papua–Kepulauan Maluku, khusus di Provinsi Papua. Makalah ini dimaksudkan mewujudkan pola jaringan prasarana dan pelayanan transportasi dan bertujuan untuk mewujudkan sistem transportasi dan pelayanan transportasi yang efesien, efektif, dan harmonis dalam menunjang dinamika pembangunan. Berdasarkan hasil diperloleh menunjukkan nilai rata-rata kinerja jaringan prasarana dan pelayanan transportasi Kabupaten Mappi termasuk kategori kurang, hal ini terlihat dari hasil penilaian transportasi jalan, sungai dan penyeberangan, laut dan udara. Nilai kinerja jaringan prasarana dan pelayanan transportasi jalan termasuk terkecil dibandingkan dengan nilai moda transportasi sungai dan penyeberangan, laut dan udara.
Kajian Persepsi Pengguna Jasa Terhadap Kemudahan Akses di Pelabuhan Harbour Bay Batam
Akustia, Wins
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 3 (2013): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1993.934 KB)
|
DOI: 10.25104/warlit.v25i3.720
Pulau Batam adalah sebagai salah satu pintu gerbang masuk ke Indonesia. Ada beberapa pelabuhan di Pulau Batam yang berfungsi sebagai pelabuhan penyeberangan internasional, salah satunya adalah Pelabuhan Harbour Bay. Permasalahan dalam kajian ini adalah, sudah mudah dan lancarkah yang dirasakan pengguna jasa dalam proses alih moda di Pelabuhan Harbour Bay Batam ? Maksud kajian ini adalah untuk mengkaji persepsi pengguna jasa terhadap kemudahan akses angkutan penyeberangan Batam-Singapura di Pelabuhan Harbour Bay, dengan tujuan untuk membuat konsep peningkatan pelayanan terhadap kemudahan akses di Pelabuhan Harbour Bay. Kajian ini menggunakan metode Importance-Performance Analysis dan CSI (Customer Satisfaction Index). Hasil kajian antara lain adalah perhitungan nilai Indeks Kepuasan Pelanggan (CSI) diperoleh nilai sebesar 70,31, ini artinya antara harapan dengan yang dirasakan pengguna jasa / penumpang penyeberangan di Pelabuhan Harbour Bay tidak terlalu berbeda. Hal ini dianggap sudah memuaskan, tetapi ada aspek tertentu yang gapnya terlalu besar. Gap yang besar ini aspeknya perlu diperbaiki. Dapat disimpulkan bahwa variabel-variabel yang harus diperbaiki karena pelayanan berada pada tingkat kepentingan yang tinggi, tetapi dilihat dari kepuasannya, konsumen merasakan tingkat yang rendah, yaitu jarak saat turun kendaraan tadi menuju loket pembelian tiket, dan jarak dari loket pembelian tiket menuju ruang pemeriksaan imigrasi. Jarak dari ruang pemeriksaan imigrasi menuju ruang tunggu, perlu dipertahankan, karena faktor ini berada pada tingkat kepentingan tinggi, dan konsumen merasa sangat puas .
Kajian Kriteria Penentuan Tempat Istirahat Bagi Pengemud Angkutan Barang di Pantura Koridor Jakarta - Cirebon
Setyabudi, Besar
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 3 (2011): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1725.324 KB)
|
DOI: 10.25104/warlit.v23i3.1066
Every day the traffic flows along the coast of Jakarta - Cirebon dominating by the transport 1 goods either from the east (Central Java and EastJava) and west (Jakart and Banten). Monitoring results from the path of Jakarta to Cirebon coast showe that many trailer trucks and other freight vehicles crowd along northern route toward JakartCi Cirebon for average speed of about 30-40 miles per hour. The heavs traff1 caused, congestion in a number of points, because of the markets, publ1 transport indiscipline, road conditions and narrowing had because of the curve road and bridg The most important problem is the locations used as temporary pemberhetian place /parkin lot side of the road freight transport mainly Pan tura Jakarta - Cirebon among anillegal dismissal or parked alongside a road leading to, among others, the occurrenc of congestion. To answer the above problems the study was conducted with the approach cualitatif an cuantitatif to look at the reality of (existing) conditions the patter operations and transportation services, by taking a survey between Jakarta - Cirebon,and r search results will be a recommendation of the leadership or policy-making ins ti tu tio1 for transportation of goods in the territory of the North Coast (Pantura) with a condition th should be based on laws and regulations concerning road infrastructure.Keywords: Rest Area, Transport of Goods, Northern Coast-Road of Jakarta-Cirebon
Pengaruh Sektor Transportasi Dan Perekonomian Provinsi Lampung
Yuliani, Apri
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 9 (2014): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (266.541 KB)
|
DOI: 10.25104/warlit.v26i9.926
Transportasi merupakan salah satu sektor lapangan usaha yang menjadi faktor pendukung kelancaran perekonomian Provinsi Lampung. Kajian ini bermaksud untuk mengetahui seberapa besar kontribusi transportasi terhadap kemajuan perekonomian Provinsi Lampung. Data yang dibutuhkan dalam kajian ini yaitu PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) di sektor transportasi dan komunikasi; dan PDRB Propinsi Lampung. Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara sektor transportasidan perekonomian Propinsi Lampung yaitu regresi linier.Berdasarkan PDRB Atas Dasar Harga Konstan Menurut Lapangan Usaha, sektor pengangkutan dan komunikasi mengalami pertumbuhan tertinggi hingga mencapai 13,63%.Sedangkan kontribusi sektor pengangkutan dan komunikasi terhadap PDRBsebesar 8,27%. Angkutan jalan merupakan angkutan dominan yang memiliki persentase sebesar 63,96% dari total PDRB di sektor pengangkutan. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan PDRB Atas Dasar Harga Konstan, disimpulkan adanya hubungan yang kuat antara sektor transportasi dan perekonomian Propinsi Lampung. Setiap adanya kenaikan Rp 1 di sektor transportasi, maka akan meningkatkan perekonomian Propinsi Lampung sampai dengan 13,09 kali. Selama tiga tahun terakhir struktur lapangan usaha masih didominasi oleh tiga sektor utama yaitu sektor pertanian, sektor perdagangan, hotel dan restoran dan sektor industri pengolahan. Keseluruhan sektor tersebut sangat bergantung kepada transportasi. Ketersediaan transportasi yang baik dapat meningkatkan kemajuan ekonomi di sembilan sektor lapangan usaha.
Analisis Data Uji Prestasi Terbang Field Performance Pada Pesawat Udara CN235
Syamsuar, Sayuti
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 5 (2013): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1104.097 KB)
|
DOI: 10.25104/warlit.v25i5.736
Pengujian lapangan seperti takeoff dan landing pesawat udara CN235 adalah untuk mengetahui jarak takeoff dan landingfase darat dan udara yang direferensikan ke Peraturan Udara Intemasional. Hasil analisis data uji terbang telah dihitung selama perioda sertifikasi dan akan digunakan sebagai validasi kurva buku panduan terbang pilot. Beberapa konfigurasi posisi flap, titik pusat gravitasi dan posisi roda pendarat telah digunakan pada pangujian lapangan ini. Sedangkan, kondisi kritis mesin saat takeoff, landing, rejected takeoff dan short field landing yang merupakan kondisi berbahaya juga telah dilakukan untuk memenuhi permintaan data buku panduan penerbang. Kecepatan pesawat yang direncanakan sudah dipersiapkan dan merupakan fungsi dari kecepatan stall adalah memperbaiki teknik uji terbang dari Pilot.
Kebutuhan Infrastruktur Pelabuhan Sorong untuk Mendukung Poros Maritim Dunia
Puriningsih, Feronika Sekar
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 34 No. 1 (2022): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/warlit.v34i1.1536
Dalam rangka mendukung Indonesia sebagai poros maritim dunia, Sorong ditetapkan sebagai salah satu pelabuhan transit (transshipment port) bagi lintasan jalur perdagangan Asia Timur menuju Australia dan negara-negara di Kepulauan Pasifik Barat, sehingga komoditas ekspor dari wilayah Papua, Maluku, NTT dan sekitarnya tidak perlu lagi melalui Pelabuhan Makassar. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif untuk menggambarkan kondisi infrastruktur pelabuhan yang ada sekarang dan kondisi yang diharapkan sehingga akan tercipta suatu pelabuhan yang ideal untuk melakukan kegiatan perdagangan internasional. Ketersediaan fasilitas Pelabuhan Sorong sebagai pelabuhan utama sudah cukup untuk melakukan kegiatan ekspor-impor, namun pemberdayaan Pelabuhan Sorong sebagai pelabuhan transhipment memerlukan langkah-langkah pengembangan ke depan untuk mendukung poros maritim. Konsekuensi kebijakan poros maritim adalah modernisasi sistem pelabuhan di Indonesia sesuai dengan standar internasional sehingga pelayanan dan akses di seluruh pelabuhan harus mengikuti prosedur standar tersebut. Untuk itu, perlu dilakukan langkah-langkah pengembangan pelabuhan berupa transformasi pelabuhan sorong, pembenahan kebijakan operasional, transformasi SDM, pembenahan infrastruktur, penyediaan sistem informasi, dan sinergi manajemen.