cover
Contact Name
Chairunnisa
Contact Email
chairunnisa.neys@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
wartapenelitianperhubungan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Warta Penelitian Perhubungan
ISSN : 08521824     EISSN : 25801082     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Warta Penelitian Perhubungan diterbitkan oleh Sekretariat Badan Litbang Perhubungan yang memuat hasil penelitian dan kajian kebijakan di sektor transportasi. Pada tahun tahun sebelumnya hingga tahun 2016 Warta Penelitian Perhubungan terbit 12 (dua belas) kali dalam satu tahun. Namun, mulai tahun 2017 terbit 2 (dua) kali dalam satu tahun yakni edisi Januari - Juni dan Juli - Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 519 Documents
Stochastic Modelling of Aircraft Ground Time at Soekarno-Hatta International Airport Harjono, Okky Sukmawati; Sembiring, Javensius; Pasaribu, Hisar Manongam
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 2 (2023): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v35i2.2312

Abstract

Ground time plays an important role in keeping flight on-time performance and passenger smooth flow. It varies depending on the aircraft type, procedures, passenger number and/or cargo amount, maintenance requirements, and ground handling service quality. This research aims to explore the ground time distribution pattern at Soekarno-Hatta International Airport. The daily flight historical data is divided into several categories based on the airline’s service type for local airlines, the airline’s origin for foreign airlines, the type of flight, and aircraft size. Ground time data of each flight category is then fitted to all possible distribution types by using the Distribution Fitting app in Matlab. The best-fitted distribution definition uses the Kolmogorov-Smirnov test by comparing the p-value of each distribution. 6 distributions fit 20 flight categories. Almost all local airlines’ ground time except full-service carrier international flights and low-cost carrier international flights with wide-body aircraft fit to Burr distribution. Full-service carrier international flight with narrow and wide-body aircraft, international flight with narrow-body aircraft operated by airlines from China and other countries fit Generalized Extreme Value distribution. Low-cost carrier international flights with wide-body aircraft and private flights fit to Inverse Gaussian distribution. International flights with wide-body aircraft operated by airlines from Korea, Japan, and other countries airlines fit for Nakagami distribution. While the cargo flights fit t Location-Scale distribution for wide-body aircraft and Weibull distribution for narrow-body aircraft. Then the stochastic models are developed based on each flight category’s distribution parameters. These models are expected to be able to guide future research in ground time or apron capacity management as they provide the data distribution without more primary data needed.
A Statistical Review of European Carriers’ Flight Delays and the Assessment of Delay Factors Windusari, A.A. Ayu Diah; Pasaribu, Hisar Manongam
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 2 (2023): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v35i2.2313

Abstract

Disruption is an inherent risk that might arise because of the complexity and dynamic nature of air transport operations. In the aviation business, disruption can happen for a variety of reasons, including poor weather, strikes, and political factors. This study aims to analyse flight delays that European airlines encounter and assess the dependencies between different operation parameters through correspondence analysis in contingency tables that are visually represented using correspondence maps. This study examined data from selected European airlines between 2018 and 2022, which contained information on the length of delay, the reasons associated with it, and the specific characteristics of each flight, such as the type of flight, the type of aircraft, and the scheduled departure time. The result showed that even though there was a large decrease in the overall number of flights operated during the pandemic period in 2020 and 2021, the percentage of delayed flights still varies above 55%. Long-haul flights and larger aircraft tend to have longer delays. Except for 2020 and 2021, the percentage of delayed flights for different lengths of delays and scheduled departure times did not significantly change across the review years. The evaluation reason for delay appeared to increase with time due to airport or authority restrictions, while there was a tendency for the number of delayed flights related to technical aircraft, equipment, and ground operations to decrease. By developing an analysis of the root causes of flight delays using case studies that have already been published by different researchers and determining the degree to which an operating parameter contributes, we may provide guidelines for future studies that will uncover ways to minimize flight delays.
Comparative Analysis of Aircraft Modification Processes: EASA, FAA, and DGCA Indonesia Ramadhanti, Nurfrida Nashira; Pasaribu, Hisar Manongam
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 2 (2023): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v35i2.2314

Abstract

This study conducts a comparative analysis of aircraft modification certification processes within the aviation regulatory frameworks of the Federal Aviation Administration (FAA), the European Union Aviation Safety Agency (EASA), and the Directorate General of Civil Aviation (DGCA) in Indonesia. Using the TCAS 7.1 Software Updates modification on the A320-200 as a case study, the research explores Design Organization Approval (DOA) or Organization Designation Authorization (ODA) procedures. The findings reveal variations in Design Organization structures and certification processes, offering valuable insights for Indonesia's emerging aviation market. By adapting best practices from the FAA and EASA, the study aims to contribute to the enhancement of Indonesia's regulatory system, benefiting policymakers, regulators, and industry stakeholders.
Rancangan Sistem Pengukuran Kinerja Operasional Bandar Udara Internasional Kertajati Jawa Barat Syafrianita, Syafrianita; Purnomo, Agus
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 36 No. 2 (2024): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v36i2.2315

Abstract

Bandar udara sebagai pelayanan publik harus memiliki kinerja yang baik untuk memenuhi standar operasional agar pengguna merasa puas. Bandar udara Kertajati baru beroperasi sehingga peningkatan mutu operasional bandar udara menjadi perhatian utama untuk menunjang kinerja yang dapat memenuhi standar pelayanan operasional. Dalam rangka evaluasi kinerja, maka diperlukan pengukuran kinerja operasional untuk Divisi Pelayanan Operasi Bandar Udara Kertajati. Namun, belum tersedianya alat pengukuran kinerja yang baik akan mengakibatkan hasil pengukuran kinerja operasional tidak dapat memberikan hasil yang baik pula. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menetapkan pedoman pengukuran, pembuatan hierarki, dan rancangan kinerja operasional di Bandara Internasional Kertajati menggunakan Balanced Scorecard, AHP, dan metode OMAX. Metodologi penelitian mencakup penetapan ukuran kinerja berbasis Balanced Scorecard, penyusunan hierarki menggunakan AHP, dan perancangan pengukuran kinerja dengan metode OMAX di bandara internasional. Penelitian ini menetapkan ukuran kinerja operasional Bandara Kertajati dengan prioritas tertinggi pada perspektif pelanggan (55,40%), diikuti finansial (19,40%), internal (18,20%), dan pertumbuhan pembelajaran (6,90%). Temuan ini memberikan kerangka evaluasi kinerja yang terukur dan sistematis. Hasilnya menjadi dasar strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan bandara. Dari sudut pandang praktis, penerapan BSC membantu pengelolaan bandara di Indonesia merumuskan strategi yang komprehensif, menetapkan sasaran yang jelas, dan menyesuaikan layanan serta operasional dengan kebutuhan pelanggan dalam menghadapi tantangan global.
Analisis Kemampuan Membayar (Ability To Pay) dan Keinginan Membayar (Willingness To Pay) Penumpang pada Rute Penyeberangan Aimere-Kupang Kumalawati, Andi; Marselina Uwa, Maria; Hidayat Rizal, Andi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 36 No. 2 (2024): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v36i2.2318

Abstract

Penentuan tarif yang tepat dan adil berdasarkan kemampuan dan keinginan penumpang untuk membayar memungkinkan layanan transportasi feri dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Namun, terdapat tantangan dalam menentukan tarif yang seimbang antara keberlanjutan penyedia jasa dan keterjangkauan bagi masyarakat, terutama di rute Aimere-Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan (Ability to Pay/ATP) dan keinginan (Willingness to Pay/WTP) penumpang dalam membayar tarif angkutan penyeberangan. Data dikumpulkan melalui survei terhadap penumpang feri di rute tersebut dan dianalisis menggunakan metode ATP dan WTP untuk menentukan nilai tarif yang optimal. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata ATP sebesar Rp250.146, sedangkan nilai WTP sebesar Rp157.300. Tarif resmi saat ini sebesar Rp176.000 berada di antara kedua nilai tersebut, di mana ATP lebih tinggi dan WTP lebih rendah dari tarif resmi. Penumpang pada umumnya menganggap kenaikan tarif akibat kenaikan harga bahan bakar minyak masih layak, asalkan diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan. Hasil ini menunjukkan bahwa penyesuaian tarif dapat dilakukan, namun peningkatan kualitas layanan menjadi syarat penting untuk menjaga kepuasan pelanggan. Penelitian ini memberikan rekomendasi kepada penyedia jasa untuk fokus pada aspek pelayanan sebagai bagian dari strategi pengelolaan tarif.
Perencanaan Angkutan Penyeberangan pada Rute Tahoku-Luhu untuk Meningkatkan Konektivitas Koridor Ambon-Seram di Provinsi Maluku Mandaku, Hanok; Rasyid, Mentari; S. Nunlehu, Dewi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 36 No. 2 (2024): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v36i2.2320

Abstract

Koridor Ambon-Seram di Provinsi Maluku merupakan kawasan potensial yang memiliki interaksi relatif tinggi dibanding kawasan lainnya. Meski demikian, kawasan Semenanjung Huamual di bagian barat Pulau Seram masih sulit diakses untuk distribusi barang dan komoditas masyarakat. Sejauh ini hanya mengandalkan moda pelayaran rakyat (kapal kayu dan speedboat) berukuran kecil yang beroperasi pada rute Tahoku (Pulau Seram)-Luhu (Pulau Ambon). Kondisi ini selain rentan terhadap kecelakaan, juga belum mampu melayani arus penumpang dan barang. Akibatnya masyarakat beralih ke rute lain dengan risiko biaya dan waktu perjalanan yang lebih tinggi sehingga membebani secara ekonomi dan menurunkan nilai konektivitas wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan angkutan penyeberangan pada rute Tahoku-Luhu guna meningkatkan konektivitas pada koridor antar-pulau Ambon-Seram di Provinsi Maluku. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi linear untuk memproyeksikan potensi dan pertumbuhan muatan berdasarkan data historis. Hasil proyeksi tersebut menjadi dasar perencanaan pola operasional, kebutuhan fasilitas transportasi, dan spesifikasi kapal yang sesuai. Analisis dilakukan dengan cakupan jangka panjang selama 20 tahun, mencakup proyeksi pergerakan penumpang, kendaraan, dan barang. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pertumbuhan muatan per tahun sebesar 5% untuk penumpang, 12% untuk kendaraan roda dua, dan 50% untuk barang. Pada perencanaan jangka panjang (20 tahun rencana), jumlah pergerakan diperkirakan mencapai rata-rata 70 orang per hari, 102 kendaraan roda dua per hari, dan 62 ton barang per hari. Untuk memenuhi kebutuhan ini, pola operasional yang diusulkan meliputi kecepatan kapal sebesar 9 knot, waktu operasional pelabuhan selama enam jam per hari, dan frekuensi pelayaran sebanyak satu roundtrip per hari. Selain itu, diperlukan fasilitas tambahan berupa satu unit kapal jenis Ro-Ro, dermaga, gedung terminal seluas 135 m², serta area parkir kendaraan seluas 224,84 m².
Strategi dan Dampak Pembangunan Terminal Kijing: Analisis Multiperspektif Stakeholder dan Mitra Bisnis Simarmata, Juliater; Hasurungan Silalahi, Martogi; Pahala, Yosi; Siahaan, L.Denny; Nur Aryanzah, Dany
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 36 No. 2 (2024): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v36i2.2323

Abstract

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) telah mengembangkan sebuah pelabuhan baru di Kabupaten Mempawah sebagai ekspansi dari Pelabuhan Dwikora Pontianak dalam rangka mengatasi semua kendala yang ada di pelabuhan tersebut. Berbagai tuntutan pemangku kepentingan harus dipertimbangkan dalam pembangunan pelabuhan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, penelititan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan pembangunan pelabuhan di Kabupaten Mempawah menurut perspektif stakeholder dan mitra bisnis di lingkungan kepelabuhanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, yang dilakukan secara terinci, intensif, dan mendalam pada suatu organisasi. Penelitian ini juga menggunakan Teknik analisis Tematik dan QDA Miner dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan Terminal Kijing sudah cukup layak dalam persepsi stakeholder dan mitra bisnis di lingkungan kepelabuhanan dengan aspek pasar dan pemasaran sebagai faktor paling dominan untuk menunjang keberhasilan kegiatan kepelabuhanan pada sebuah pelabuhan. Selain itu, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fasilitas dan peralatan yang ada di Terminal Kijing masih perlu ditingkatkan, menyesuaikan kebutuhan pasar dan produk yang ada.
Launching Trans Banyumas di Masa Pandemi: Analisis Layanan BRT Berbasis Apresiasi Penumpang Muhammad, Luqman Ilman; Romadlon, Fauzan
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 36 No. 2 (2024): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v36i2.2324

Abstract

Bus Rapid Transit (BRT) merupakan salah satu moda transportasi darat yang tersedia di beberapa kota besar Indonesia. Salah satu BRT tersebut adalah Trans Banyumas yang beroperasi di Banyumas sejak tahun 2021. Launching BRT ini bertepatan dengan pandemi COVID-19 di mana pemerintah melakukan kebijakan PPKM banyak angkutan umum mengalami penurunan jumlah penumpang. Selain itu, banyak penumpang yang tidak ingin menggunakan angkutan umum dikarenakan takut tertular virus COVID-19. Oleh sebab itu, perlu kajian untuk mengukur sejauh mana tingkat pelayanan BRT yang dirilis di masa pandemi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan statistika deskriptif dan pengolahan data dengan ANOVA. Hasil menunjukkan bahwa variabel layanan BRT yang meliputi tangibles, reliability, safety, empathy, responsiveness, pandemic, dan digital technology berpengaruh terhadap faktor demografi penumpang. Lebih lanjut lagi, perlu perbaikan pada variabel digital technology terutama sistem aplikasi Teman Bus terkait tracking location dan informasi yang berkaitan dengan COVID-19. Hal tersebut dapat dijadikan rekomendasi perbaikan operator layanan BRT sebagai upaya peningkatan pelayanan BRT Trans Banyumas baik saat pandemi maupun pasca pandemi.
Implementation of Deregistration and Export Back Aircraft Based on Cape Town Convention in Indonesia Rifaa Eka Novisna; Riyanto, Sigit
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 36 No. 1 (2024): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v36i1.2364

Abstract

The Cape Town Convention is a regulation that creates international standards for security interests (liens), leases, and various legal remedies for default in financing agreements, including repossession. Nevertheless, several incidents resulted in losses to the lessor because the Cape Town Convention was not implemented properly in Indonesia. This research aimed to analyze Indonesians’ compliance with implementing the deregistration and re-export of aircraft based on the Cape Town Convention. Apart from that, this research also examined the obstacles faced by the Indonesians when implementing the Cape Town Convention, especially in implementing Deregistration and Export (IDERA) in Indonesia, and whether they have solutions to overcome these obstacles. This research used a Normative-Empirical research methodology that analyzes the implementation of written legal provisions and whether the provisions of the statutory regulations have been implemented properly. This research employed qualitative methods to analyze the data collected. The conclusion is first, the Indonesian Government is implementing the deregistration and export of aircraft adequately based on the results of analysis by comparing the regulations and interviews with practitioners; second, the Indonesian Government in the process of implementing the Deregistration and Export Back of aircraft faces several obstacles, including the lack of legal certainty regarding the implementation mechanism and limited authority; and third, the Indonesian Government has a solution to overcome obstacles, including revising related regulations and becoming a mediator if there are problems as a form of legal filling. Therefore, it can provide certainty and peace of mind for lessors when receiving collateral in the form of aircraft in Indonesia. The results of this research are expected to increase understanding regarding deregistration and export back of aircraft based on the Cape Town Convention in Indonesia so that many parties understand and comprehend this matter.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 37 No. 1 (2025): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 36 No. 2 (2024): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 36 No. 1 (2024): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 2 (2023): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 1 (2023): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 34 No. 2 (2022): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 34 No. 1 (2022): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 2 (2021): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 1 (2021): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 32 No. 2 (2020): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 32 No. 1 (2020): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 31 No. 2 (2019): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 31 No. 1 (2019): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 30 No. 2 (2018): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 30 No. 1 (2018): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 29 No. 2 (2017): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 29 No. 1 (2017): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 6 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 5 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 4 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 3 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 2 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 1 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 6 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 5 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 4 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 3 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 2 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 1 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 12 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 11 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 10 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 9 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 8 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 7 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 6 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 5 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 4 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 3 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 2 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 1 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 7 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 6 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 5 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 4 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 3 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 2 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 1 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 6 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 5 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 4 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 3 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 2 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 1 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 5 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 4 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 3 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 2 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 1 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 12 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 11 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 10 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 9 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 8 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol 22, No 7 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 7 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 6 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 5 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 4 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 3 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 2 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 1 (2010): Warta Penelitian Perhubungan More Issue