cover
Contact Name
Ismed
Contact Email
ismedfateta@gmail.com
Phone
+62751-72772
Journal Mail Official
jurnal.logista@gmail.com
Editorial Address
Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas, Kampus Limau Manis - Padang 25163, West Sumatera, Indonesia.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Andalas
ISSN : 25796283     EISSN : 2655951X     DOI : 10.25077
Core Subject : Agriculture,
LOGISTA: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat is a scientific journal that covers the community service activities related to agricultural product technology, agricultural engineering, agricultural industrial technology, nutrition and public health, pharmacy, biology, climatology, agroecotechnology, soil science, agricultural cultivation, plant protection, medicine, family and consumers, livestock, fisheries, forestry, conservation, environment, socio-economics, engineering, and entrepreneurship that have been considered and approved by the Editorial boards.
Arjuna Subject : -
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2019)" : 28 Documents clear
PENERAPAN MODEL PENCEGAHAN DEPRESI POSTPARTUM-RATU DI PUSKESMAS PUTRI AYU KELURAHAN LEGOKKECAMATAN DANAU SIPIN KOTA JAMBI Ratu Kusuma; Tina Yuli Fatmawati
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1362.074 KB) | DOI: 10.25077/logista.3.2(Jul-Des).39-45.2019

Abstract

Depresi postpartum adalah gangguan psikologis pada ibu pasca-melahirkan dengan kejadian di dunia mencapai 20%, Indonesia (Riau 18,52%, Medan 16-36%, Palembang 13,3%, dan Jambi 13%), angka ini harus ditekan menjadi 1% bahkan dihilangkan. Pelayanan Antenatal Terpadu yang selama ini diterapkan di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi adalah Komunikasi, Informasi dan Edukasi Efektif dan Kelas Ibu Hamil. KIE umumnya diberikan melalui konsultasi perorangan saat ibu melakukan kunjungan antenatal; belum semua ibu hamil yang mengikuti Kelas Ibu Hamil dan belum menghadirkan suami pada Kelas Ibu Hamil Kegiatan antenatal dikoordinir dan dilaksanakan oleh bidan, perawat hanya sebagai tenaga pendamping lintas program. Model Pencegahan Depresi Postpartum-Ratu merupakan produk disertasi penulis yang belum pernah diterapkan di Provinsi Jambi, merupakan model edukasi untuk ibu hamil dan suami dalam pencegahan depresi perinatal. Kegiatan pengabdian ini telah dilakukan pada Mei-Juli 2019 dengan metode survei, ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Hasil yang dicapai adalah terbentuknya kader, terlaksananya pelatihan kader dan eduksi kepada ibu hamil dan suami. Peningkatan rerata pengetahuan ibu hamil sebesar 2,38; peningkatan rerata sikap 4,60, peningkatan rerata respons adaptasi ibu hamil (fisiologis 1,76; konsep diri 3,36; fungsi peran 2,49, dan interdependent 2,24) dan peningkatan rerata dukungan suami 3,84 setelah diberikan edukasi model. Kata kunci: Model, Pencegahan, Depresi, Postpartum-Ratu ABSTRACT Postpartum depression is a psychological disorder in postpartum women, incidence in the world 20%, Indonesia (Riau 18.52%, Medan 16-36%, Palembang 13.3%, and Jambi 13%), this number should be reduced to 1 % even eliminated. Intenatal care that have so far been applied at Puskemsmas Putri Ayu in Kota Jambi. Information, education and communicationis generally given through individual consultation when the pregnant women makes antenatal visits; not all pregnant women do it the prenatal class and have not presented their husbands inclass. Antenatal activities are coordinated by midwives, nurses are only assistants.. The Ratu’s Modelis a product of dissertation from first author's that has never been applied in Jambi Province, it is an educational model for pregnant women and husbands in the prevention perinatal depression. This dedication activity was carried out in May-July 2019 using survey, lecture, discussion, and question and answer methods. The results achieved were the formation of cadres, the implementation of cadre training and education for pregnant women and husbands. Increased mean knowledge of pregnant women 2.38; attitude 4.60, adaptation response of pregnant women (physiological 1.76; self-concept 3.36; role function 2.49, and interdependent 2.24) andsupport of husband 3.84 after the model education was given. Keywords: The Ratu’s Model: Prevention Postpartum Depression
PENGELOLAAN DATA REKAM MEDIS MELALUI SISTEM PENOMORAN DAN PENYIMPANAN UNTUK MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI KLINIK GIGI DAN UMUM PURI MEDICAL Rahmi Septia Sari
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.867 KB) | DOI: 10.25077/logista.3.2.135-141.2019

Abstract

Pemeliharaan dan pengambilan data rekam medis merupakan fungsi penting dalam pelayanan disetiap fasilitas asuhan kesehatan. Peningkatan tuntutan akan informasi kesehatan ini mengharuskan fasilitas untuk memelihara sistem informasi yang efektif dan efisien. Mengenai sistem penomoran, penyimpanan dan retensi dari manajemen rekam medis di Indonesia banyak jenisnya. Bentuk sistem penomoran dan penyimpanan yang baik merupakan tahap awal dalam pemberian pelayanan terhadap pasien. Pengambilan dan penyimpanan rekam medis yang tepat merupakan elemen penting dalam pemberian pelayanan. Perlu kehati-hatian dalam merencanakan sistem penomoran dan penyimpanan. Tujuan utama dalam melakukan pemberian penomoran adalah mengidentifikasi data pasien. Penulis berpendapat bahwa dengan menggunakan bentuk pemberian nomor metode apapun rahasia pasien dapat terjaga. Pemberian nomor ini dilakukan pada saat pasien mendaftar atau kontak dengan sarana pelayanan kesehatan. Hal tujuan utama dalam melakukan pemberian penomoran adalah mengidentifikasi data pasien. Pemberian nomor dilakukan pada saat pasien mendaftar atau kontak dengan sarana pelayanan kesehatan. Dalam kegiatan ini kami berusaha untuk mengoptimalkan sistem pelayanan kesehatan di Klinik Puri Medical melalui penyuluhan tentang sistem penomoran dan penyimpanan data Rekam Medis yang baik dan memudahkan petugas dalam pengambilan dan penyimpanan data Rekam Medis tersebut. Pelaksanaan Pengabdian kepada masyarakat ini kami menguraikan tentang pengelolaan data Rekam medis melalui tatacara sistem penomoran dan penyimpanan data Rekam Medis. Metode yang dilakukan dengan cara memberikan materi dan dipresentasikan serta didiskusikan dengan staf yang hadir dalam Pengabdian tersebut dengan beberapa tahap, antara lain dengan pemaparan materi tentang sistem penomoran dan penyimpanan yang disampaikan kepada staf/petugas bagian Rekam medik yang hadir dalam acara Pengabdian Kepada Masyarakat, setelah itu dilanjutkan dengan praktik lapangan, jika ada hal yang kurang dipahami dalam pelaksanaan maka akan dilanjutkan dengan tahap bimbingan dan konsultasi antara staf rekam medis dengan tim Pengabdian Kepada Masyarakat,tahap akhir dalam jangka beberapa minggu akan dilakukan monitoring dan evaluasi apakah ilmu yang di berikan telah teraplikasi dengan baik di klinik tersebut. Kata kunci: Rekam Medis, Penomoran, Pengarsipan, Klinik ABSTRACT Corresponding author: * rahmiseptiasari88@gmail.com Maintenance and retrieval of medical record data is an important function of service in every health care facility. This increasing demand for health information requires facilities to maintain effective and efficient information systems. Regarding the numbering, storage and retention systems of medical record management in Indonesia, there are many types. The form of a good numbering and storage system is the initial stage in providing services to patients. Proper collection and storage of medical records is an important element in the delivery of services. Care needs to be taken in planning the numbering and storage system. The main purpose in numbering is to identify patient data. The author believes that by using any method of giving numbers the patient's secret can be kept. Giving this number is done when the patient registers or contacts with health care facilities. The main goal in making numbering is to identify patient data. The number is given when the patient registers or contacts with health care facilities. In this activity we are trying to optimize the health service system at Puri Medical Clinic through counseling about the numbering system and storing good Medical Record data and facilitate the officers in retrieving and storing the Medical Record data. This Community Service Implementation describes the management of medical record data through the procedure for numbering and storing medical record data. The method is done by providing material and presented and discussed with the staff present at the Service with several stages, including the presentation of material about the numbering and storage system that was delivered to the staff / officers of the Medical Record section who attended the Community Service event, after it is continued with field practice, if there are things that are not understood in the implementation it will be continued with the guidance and consultation phase between the medical record staff and the Community Service Team, the final stage within a period of several weeks will be carried out monitoring and evaluation whether the knowledge provided has been applied well in the clinic. Keywords: Medical Record, Numbering, Archiving, Clinic
PEMBERDAYAAN ANGGOTA ‘AISYIYAH SE-DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DALAM PENGOLAHAN DIAPER BEKAS SEBAGAI CAMPURAN MEDIA TANAM Inggita Utami; Diah Asta Putri
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.961 KB) | DOI: 10.25077/logista.3.2.76-81.2019

Abstract

Ratusan diaper atau popok sekali pakai bekas memenuhi sungai-sungai yang melintasi Provinsi DI. Yogyakarta (Tribun Jogya, 2018). Permasalahan tersebut memerlukan penyelesaian bersama dimulai dari sumber sampah di tingkat rumah tangga. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi dan pelatihan kepada anggota Aisyiyah DI.Yogyakarta dalam mengelola diaper bekas menjadi bahan campuran media tanam. Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang pengurus Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Aisyiyah dimana sebagian besar peserta adalah pengurus bank sampah yang tersebar di Provinsi DIY dan belum pernah mendapatkan pelatihan serupa. Hasil kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan dari peserta dalam mengelola diaper bekas menjadi campuran media tanam untuk pertumbuhan tanaman tomat. Melalui pelatihan ini peserta yang sebagian besar pengurus bank sampah dapat saling mengajarkan kepada warga RW atau warga desa binaannya di area DIY sehingga jumlah sampah diaper di sungai-sungai dapat berkurang dan langsung terolah di tingkat rumah tangga. Kata kunci: Diaper, Hidrogel, Media tanam ABSTRACT Hundreds of used disposable diapers are wasted in rivers that pass through the DI. Yogyakarta Province (Tribun Jogya, 2018). This problem has to be solved together starting from the source of waste, which is household level. The aim of community service activity is to provide education and training to members of Aisyiyahin DI.Yogyakarta managing used disposable diaper as a mixture of planting media. This activity was attended by 25 members of Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) ‘AisyiyahDI. Yogyakarta, where most of the participants were Bank Sampah administrators and had never received similar training. After this training was completed, there was an increase in knowledge and skills of the participants for manage hydrogel became mixed-planting media to growup Tomato plants. Through this training, participants who are mostly Bank Sampahadministrators can interact with local residents or their target’s villager to make the amount of diaper waste in the DIY’s river can be reduced and immediately processed at the household level. Keywords: Diapers, Hydrogel, Planting media
BUDIDAYA AYAM KAMPUNG ORGANIK DI SMK PLUS BERBASIS PESANTREN BNM TANJUNG MUTIARA AGAM Robi Amizar; Rasyidah Mustika; Wizna Wizna
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1469.47 KB) | DOI: 10.25077/logista.3.2.1-8.2019

Abstract

Budidaya ayam kampung merupakan salah satu usaha yang banyak dilakukan di daerah pedesaan, terutama dalam pemenuhan protein hewani rumahtangga dan sebagai tambahan pendapatan. Pesantren yang pada umumnya berada didaerah pedesaan sangat cocok untuk pengembangbiakan peternakan ini. Permasalahannya adalah tidak banyak sekolah pesantren yang mengambil peluang ini sebagai tambahan usaha dan pembekalan ilmu praktis terhadap santri. Kemampuan santri dalam mengembangkan kewirausahaan dapat diasah dengan praktek langsung daripada hanya dibekali teori dan kunjungan lapangan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk 1) Memberikan pengetahuan, wawasan/skill kepada siswa/santri dalam berwirausaha, 2) Memberikan pengetahuan dan wawasan kepada pihak sekolah/pengelola dalam menciptakan iklim kewirausahaan, dan 3) Memberikan pelatihan kewirausahaan peternakan ayam kampung organik (ramah lingkungan). Metode yang digunakan yaitu metode ceramah/penyuluhan, metode praktek langsung yang diiringi dengan diskusi dan pendampingan, dan metode pelatihan dan pencatatan keuangan/akuntansi standar. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa siswa/santri memiliki wawasan dan keterampilan kewirausahaan terutama beternak ayam kampung. Budidaya ayam kampung belum menunjukkan hasil yang signifikan dalam menghasilkan tambahan pendapatan buat sekolah maupun santri namun menjadi tambahan investasi sekolah dalam bentuk sarana praktek siswa/santri. Kata kunci: SMK Plus berbasis Pesantren, beternak ayam kampung, kewirausahaan ABSTRACT Cultivating native chicken is one of the many businesses undertaken in rural areas, especially in fulfilling household animal protein and as an additional income. Islamic boarding schools which are generally located in rural areas are very suitable for breeding these farms. The problem is that not many Islamic Boarding School (pesantren) take this opportunity as an additional effort and provide practical knowledge to students. The ability of students to develop entrepreneurship can be honed by direct practice rather than just being equipped with theory and field trips. This dedication activity aims to 1) Provide knowledge, insight / skills to santri/students in entrepreneurship, 2) Provide knowledge and insight to the school / management in creating an entrepreneurial climate, and 3) Provide entrepreneurship training in organic chicken farming (environmentally friendly). The method used is the lecture / counseling method, the hands-on method accompanied by discussion and assistance, and the standard financial/accounting training and recording method. The results of the implementation of the activity showed that santri/students had insight and entrepreneurial skills, especially raising native chickens. Cultivation of native chicken has not shown significant results in generating additional income for schools or students but has become an additional investment in schools in the form of student / student practice facilities. Keywords: Vocational High School Plus based on Islamic Boarding School, Raising native chickens, Entrepreneurship
SOSIALISASI PELAKSANAAN SISTEM PENGGUNAAN TRACER SEBAGAI PELACAK BERKAS REKAM MEDIS PADA RUMAH SAKIT NAILI DBS PADANG Yastori Yastori
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.536 KB) | DOI: 10.25077/logista.3.2.172-176.2019

Abstract

Peningkatan mutu layanan kesehatan perlu dilakukan terutama bagi rumah sakit. Rekam medis yang hilang, salah letak, missfile sulit ditemukan dalam waktu yang cepat menjadi permasalahan yang sering terjadi dan mempengaruhi kualitas pelayanan dan menjadi pemicu permasalahan terjadinya berkas rekam medis ganda sehingga mempersulit pengembalian berkas rekam medis sesuai urutan dan mengakibatkan lamanya pelayanan terhadap pasien. Berdasarkan survei pendahuluan, rumah sakit Naili DBS belum menggunakan tracer untuk menandai berkas keluar. Metode yang digunakan adalah observasi dengan wawancara dan diskusi mengenai permasalahan dibagian rekam medis terutama bagian penyimpanan dan pelacakan berkas rekam medis. Pendidikan diberikan melalui sosialisasi pentingnya penggunaan tracer, sistem penggunaan dan tahapan dalam mempersiapkan tracer. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan budaya pemanfaatan tracer sebagai kartu pelacak berkas rekam medis keluar dari rak penyimpanan berkas, dilaksanakan pada 11 April 2019 dan berjalan lancar. Hasil yang diperoleh yaitu bahwa di rumah sakit Naili DBS belum menggunakan tracer dan cara pelacakan berkas rekam medis dengan melihat nomor rekam medis pada saat pasein melakukan pendaftaran sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengana adanya tracer. Setelah diadakan sosialisasi ini, bagian rekam medis di rumah sakit Naili DBS memahami akan pentingnya tracer pada bagian rekam medis di rumah sakit. Kata kunci : Tracer, Rekam Medis, Missfile ABSTRACT Improving the quality of health services needs to be done especially for hospitals. Missing medical records, misplaced, missfiles are difficult to find in a fast time that is a frequent problem that affects the quality of service and triggers problems with the occurrence of multiple medical record files, making it difficult to return the medical record files in order and result in length of service to patients. Based on preliminary surveys, the Naili DBS hospital has not used tracers to mark outgoing files. The method used is observation with interviews and discussions about problems in the medical records section, especially the storage and tracking of medical record files. Education is given through the socialization of the importance of using tracers, usage systems and stages in preparing tracers. This activity aims to create a culture of utilizing tracers as tracking cards for medical record files off the file storage shelves, held on April 11, 2019 and running smoothly. The results obtained are that the Naili DBS hospital has not used tracer and how to track medical record files by looking at the medical record number at the time of registration so that it takes longer than the tracer. After this socialization, the medical records section at Naili DBS Hospital understood the importance of tracers in the medical record section at the hospital. Keywords: Tracer, Medical Record, Missfile
INTRODUKSI MESIN KOMBINASI PENGIRIS DAN PEMARUT UBI KAYU UNTUK USAHA OLAHAN MAKANAN RINGAN SKALA RUMAH TANGGA Andasuryani -; Renny Eka Putri; Khandra Fahmy; Santosa -; Azrifirwan -; Ashadi Hasan; Alhapen Ruslin Chandra
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.42 KB) | DOI: 10.25077/logista.3.2.114-118.2019

Abstract

Ubi kayu merupakan produk hasil pertanian yang memiliki potensi sebagai bahan baku berbagai jenis makanan ringan. Proses pengirisan dan pemarutan banyak digunakan untuk mengolah ubi kayu menjadi berbagai macam jenis makanan olahan atau pun sebagai bahan intermediat. Proses pengirisan dan pemarutan menghabiskan waktu dan tenaga yang besar ketika dilakukan secara manual. Proses secara manual ini banyak diterapkan oleh masyarakat yang menjalankan usahanya dalam skala rumah tangga, seperti usaha rumahan Umak Buyung yang terletak di Jorong Lubuk Gadang, kec. Koto Balingka, Pasaman Barat. Proses pengolahan ubi kayu menjadi keripik yang selama ini dijalani oleh UKM Umak Buyung dilakukan dengan cara menggesekkan ubikayu di atas permukaan kayu yang sudah diberi pisau. Disamping itu, produk keripik ubi kayu yang diproduksi oleh UKM Umak Buyung baru sebatas keripik ubi kayu yang diberi cabe serta menggunakan kemasan sederhana tanpa ada label pada kemasan. Melalui kegiatan IbDM ini ditawarkan solusi dengan melakukan introduksi teknologi pengirisan dan pemarutan ubi kayu secara mekanis yang dilakukan dengan menyediakan mesin kombinasi pengiris dan pemarut ubi kayu, pengenalan diversifikasi produk dan kemasan yang marketable. Mesin ini dapat dioperasikan untuk kedua proses (pengirisan dan pemarutan) secara bersamaan dengan satu unit motor listrik 1 HP. Ukuran mesin ini adalah 800 mm x 300 mm x 500mm (p x l xt) dengan kapasitas pengirisan dan pemarutan berturut-turut sebesar 105,252 ± 0,09 kg/jam dan 21,14 ± 0,03 kg/jam. Kegiatan ini memberikan manfaat kepada mitra berupa penambahan pengetahuan dalam proses pengolahan ubi kayu, diversifikasi produk olahan berbahan baku ubi kayu dan pengemasan produk. Kata kunci: Diversifikasi produk, Mesin pengiris dan pemarut, Ubi kayu ABSTRACT Cassava, an agricultural product that can be processed into various kinds of snacks. Slicing and grating, widely used to process cassava into various types of processed foods or as intermediates. Cutting and grating can be done manually, however, its time consume and require a lot of energy. The manual process, widely applied by people who run their businesses on a household scale, such as home business of Umak Buyung, located in Jorong Lubuk Gadang, Koto Balingka District, West Pasaman Municipality, West Sumatra Province. The processing cassava into chips which has been undertaken by UKM Umak Buyung, conducted by swiping cassava on a wooden surface that has been given a knife. In addition, cassava chips, produced by UKM Umak Buyung, only limited taste which is chili cassava chipsand uses simple packaging without any label on the packaging. Through this IbDM activity, solutions, offered by introducing mechanical cassava slicing and grating technology by providing a combination of cassava slicing and grater machines, and introduction product diversification as well as marketable packaging design. The machine can be operated for both processes cutting and grating simultaneously with one unit of 1 HP electric motor. The size of the machine is 800 mm x 300 mm x 500 mm (l x w x h) with incision and grating capacity of 105.252 ± 0.09 kg / hour and 21.14 ± 0.03 kg / hour, respectively. The activity broadens knowledge of partner in cassava processing, diversification of processed products made from cassava, and attractive packaging products. Keywords: Product diversification, Slicing and grater, Cassava
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA GENERASI Z DENGAN METODE EDUGAME DI SMA 1 BATANG ANAI, PARIAMAN Biomechy Oktomalioputri; Eryati Darwin
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2760.556 KB) | DOI: 10.25077/logista.3.2(Jul-Des).46-51.2019

Abstract

Generasi Z atau yang dikenal generasi-net, generasi remaja yang akan meneruskan generasi milenial saat ini diharapkan dapat membuat era baru dalam perkembangan teknologi. Dengan pengaruh yang kuat dari teknologi internet ditakutkan tidak hanya mengubah pola pikir generasi z tetapi dapat pula menjadikan sesuatu yang tabu menjadi tradisi yang ilegal dikalangan masyarakat. Seperti berkembangnya kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender atau yang dikenal dengan sebutan LGBT. Badan Perencana Pembangunan Daerah Sumatera Barat melakukan survey di akhir 2017, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menjadi daerah terbanyak di Indonesia yang dihuni oleh kelompok LGBT. Diperkirakan angka sementara mencapai puluhan ribu LGBT di Sumbar. Daerah Padang Pariaman memiliki kasus LGBT terbanyak setelah kota Padang. Kegiatan edukasi terkait kesehatan reproduksi yang dikemas dengan baik dan menarik diharapkan mampu memberikan pengetahuan yang cukup untuk remaja agar tidak sampai melakukan hal-hal yang akan mengganggu kesehatan reproduksinya kelak. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Masyarakat Bagian Histologi dan Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas yang berjudul “Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja generasi z dengan metode edugame pada Siswa SMA 1 Batang Anai, Padang Pariaman. Pada pengabdian masyarakat ini didapatkan hasil bahwa siswa memiliki persamaan persepsi mengenai bahaya LGBT dan free sex. Metode edugame dan penyuluhan yang disertai dengan video animasi ini menjadi salah satu kegiatan persuasif dengan metode efektif yang dapat mengajak siswa agar menyadari bahaya LGBT dan free sex. Kata kunci : Edukasi kesehatan reproduksi, Generasi Z, Metode edugame ABSTRACT Generation Z, or which is well known as net-generation, the generation of adolescent that will continue the current millennial generation is expected to create a new era in technological development. Due to the strong influence of technology, the internet is feared not only can change the mindset of generations, but also can turn something taboo into an illegal tradition among citizen, such as the development of lesbians, gays, bisexuals, and transgender people, also known as LGBT. The West Sumatra Regional Development Planning Agency conducted a survey at the end of 2017. It is obtained that West Sumatra is the largest province in Indonesia inhabited by LGBT groups. It is estimated temporary numbers reach tens of thousands of LGBT in West Sumatra. Padang Pariaman district has the most LGBT cases after Padang city. Educational, well-packaged and interesting health activities are needed to provide enough knowledge for adolescents to avoid doing things that will interfere their reproductive health later. This activity has been implemented by community service team held by the Histology and Radiology Department of Faculty of Medicine Andalas University entitled "Education of Adolescent Reproductive Health for Generation Z with Edugame method for students of Senior High School 1 Batang Anai, Pariaman”. In this community service activity is obtained students have the same perception about the dangers of LGBT and free sex. Edugame method and counseling with animated videos is one of the effective methods to attract students sto aware the dangers of LGBT and free sex. Keywords : Reproductive Health Education, Generation Z, Edugame Method
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN STUNTING PADA WANITA USIA SUBUR, IBU HAMIL DAN IBU BALITA DI KECAMATAN POLINGGONA Muhdar Muhdar; Rosmiati Rosmiati; Grace Tedy Tulak; Ekawati Saputri; Risqi Wahyu Susanti
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1050.867 KB) | DOI: 10.25077/logista.3.2.142-148.2019

Abstract

Stunting menggambarkan masalah gizi kronis yang dipengaruhi oleh kondisi ibu/calon ibu, masa janin, dan masa bayi/balita, termasuk penyakit yang diderita pada 1000 hari kehidupan. Seperti masalah gizi lainnya, bukan hanya terkait masalah kesehatan, tetapi juga dipengaruhi berbagai kondisi lain secara tidak langsung. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk memberikan informasi kepada wanita usia subur, ibu hamil dan ibu balita tentang pencegahan stunting pada balita sejak kehamilan sampai memasuki usia balita. Pengabdian ini menggunakan metode Pendidikan Kesehatan tentang pencegahan stunting dengan media power point dan leaflet pada 67 peserta terdiri dari wanita usia subur, ibu hamil, dan ibu balita di Kecamatan Polinggona. Hasil penyuluhan ini adalah peserta sangat antusias yang mengikuti penyuluhan dengan sesi tanya jawab yang cukup lama antara tim pengabdi dan peserta pengabdian serta pada sesi umpan bali pertanyaan peserta memberikan jawaban yang cukup memuaskan sehingga dari program pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta yang cukup signifikan. Kata Kunci: Pendidikan kesehatan, Stunting, Wanita usia subur, Ibu hamil, Ibu balita ABSTRACT Corresponding author: * risqi_wahyu@usn.ac.id Stunting describes chronic nutritional problems that are influenced by the condition of the mother /expectant mother, the fetus period, and the period of infancy /toddler, including the illness suffered in 1000 days of life. Like other nutritional problems, not only related to health problems, but also influenced by various other conditions indirectly.The purpose of community service activities is to provide information to women of childbearing age, pregnant women and toddlers about stunting in infants from pregnancy to toddler age. The dedication used the Health Education method about stunting with power point media and leaflets on 67 participants consisting of women of childbearing age, pregnant women, and toddler mothers in Polinggona District. The results of this discussion were very inviting participants who attended a discussion session that questioned for quite a long time between the service team and the service participants and in the feedback session of the questions the participants gave satisfactory answers from this service program to significantly increase the number of participants. Enthusiastic participants who attended the counseling were quite high. Keywords: Health education, Stunting, Women of childbearing age, Pregnant women, Toddler mothers
PELATIHAN PENGOLAHAN DAUN GAHARU MENJADI TEH HERBAL UNTUK ISTRI PETANI ANGGOTA KELOMPOK TANI DESA DUMAN KABUPATEN LOMBOK BARAT I Gde Adi Suryawan Wangiyana; Dina Soes Putri; I Gusti Agung Ayu Hari Triandini
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.285 KB) | DOI: 10.25077/logista.3.2.82-89.2019

Abstract

Pohon gaharu banyak terdapat di sekitar areal pertanian desa Duman dan sebagin besar tidak dimanfaatkan dengan optimal. Padahal bahan tersebut merupakan bahan baku minuman teh herbal yang berkualitas. Pelatihan ini bertujuan untuk memberdayakan istri petani untuk mengolah daun gaharu menjadi minuman teh herbal. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan keterampilan baru bagi istri petani desa Duman sehinnga mampu membantu perekonomian keluarga. Partisipan dalam kegiatan ini sebanyak 20 orang istri anggota kelompok tani Duman. Pengabdian ini dibagi menjadi dua tahap: tahap teori dan tahap praktek. Partisipan diberikan materi terkait bagaimana mengolah daun gaharu menjadi teh herbal pada tahap teori. Praktek langsung dilakukan oleh parisipan berdasarkan teori yang sudah mereka peroleh. Partisipan telah memahami bahwa urutan sistematis pengolahan daun gaharu menjadi teh herbal meliputi: 1) Pemilihan daun, 2) Pengeringan Daun, 3) Pencacahan daun, 4) Oksidasi daun, 5) Penyeduhan daun. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, terjadi peningkatan pemahaman partisipan rata – rata sebesar 70% mengenai metode pengolahan daun gaharu menjadi teh gaharu secara sitematis. Partisipan memiliki peluang yang bagus untuk mengembangkan produk teh tersebut menjadi industri rumah tangga. Dapat disimpulkan bahwa Istri anggota kelompok tani desa Duman telah memahami cara pengolahan daun gaharu menjadi minuman teh yang berkualitas. Kata kunci: Pengolahan daun, Teh gaharu, Istri petani ABSTRACT Agarwood trees on rice field of Duman Village were not been utilized optimally. On the other hand, this material was a good source of herbal tea. The purpose of this community service is to give training to farmer’s wife of Duman Village about how to process agarwood leaves into herbal tea. This community service should give new skill to farmer’s wife of Duman village so they could give additional income for their family. Twenty participants of this community service consist of farmer’s wife of Duman Village. This community service including two main steps: Theoritical stage and Practical stage. Participant were given theory of processing agarwood leaves into herbal tea in theoretical stage. Participants applied theory that they already got in practical stage. Participant were fully understood about agarwood processing into herbal tea with systematic method. That method including 5 steps: 1) Selecting leaves, 2) Drying leaves, 3) Chopping leaves, 4) Oxidizing leaves, 5) Brewing leaves. There is 70% average improvement on participants knowledge about processing agarwood leaves into herbal tea based on pre-test and post-test. This herbal tea product has good prospect to be developed into home industry product by participants. It could be concluded farmer’s wife of Duman Village were fully understood about agarwood leaves processing method to produce good quality of herbal tea. Keywords: Leaves processing, Agarwood tea, Farmer’s wife
PELATIHAN PEMBUATAN GULA KRISTAL DARI JAHE PADA PKK KP. BABAKAN RT 03/08, SUKATANI, TAPOS, DEPOK Fita widiyatun; Nurfidah Dwitiyanti; Puji Suharmanto
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.609 KB) | DOI: 10.25077/logista.3.2(Jul-Des).9-16.2019

Abstract

Mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, dengan banyaknya atau lamanya pekerjaan serta cuaca yang tidak menentu, perlu didukung dengan kondisi kesehatan yang optimal. Masyarakat Kampung Babakan, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Depok, terdiri dari kurang lebih sekitar 40 kepala rumah tangga dengan mayoritas mata pencarian warganya adalah bekerja di sektor formal dan informal. Mobilitas warga Kampung Babakan dinilai sangat tinggi, dengan rata-rata lama bekerja 8-9 jam perhari dari pagi hingga malam selama hampir 6 hari kerja, sehingga rentan mengalami kelelahan atau kondisi kesehatan yang terkadang tidak optimal untuk bekerja. Berdasarkan kondisi tersebut, sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan tentang cara menjaga kesehatan tubuh dengan memanfaatkan tanaman jahe sebagai ramuan tradisional untuk minuman kesehatan berbentuk serbuk/instan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode penyuluhan interaktif dan demostrasi melalui video dalam pengenalan pembuatan gula kristal jahe terhadap pihak mitra. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah pihak mitra senang mengikuti kegiatan ini karena mendapat tambahan inspirasi dalam pemanfaatan jahe sebagai alternatif minuman tradisional untuk menjaga kesehatan serta ide usaha produksi rumahan untuk menambah pendapatan keluarga. Selain pemanfaatan jahe, pihak mitra menjadi mengetahui proses cara pembuatan gula kristal jahe. Kata kunci: Kesehatan tubuh, Gula kristal, Jahe ABSTRACT Increasingly high community mobility, with the number or duration of work and uncertain weather, need to be supported by optimal health conditions. The people of Kampung Babakan, Sukatani, Tapos, Depok, consisting of approximately 40 heads of households with a majority of their livelihoods are working in the formal and informal sectors. The mobility of the residents is very high, with an average length of work 8-9 hours per day on 6 working days. So peoples easily feel tired or sometimes their health conditions are not optimal for working. Based on these conditions, it is necessary to increase knowledge about how to maintain a healthy body by utilizing ginger plants as traditional ingredients for powder / instant health drinks. The method used in this activity was interactive counseling and demonstration methods through video in the introduction of ginger crystals sugar to the partners. The results of this activity were an additional inspiration in utilizing ginger as an alternative for traditional drinks to maintain health and the idea of homemade business to increase the family’s income. In addition to the use of ginger, the partners became aware of the process of making ginger crystals sugar. Keywords: Body Health, Sugar Crystals, Ginger

Page 1 of 3 | Total Record : 28