cover
Contact Name
Ismed
Contact Email
ismedfateta@gmail.com
Phone
+62751-72772
Journal Mail Official
jurnal.logista@gmail.com
Editorial Address
Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas, Kampus Limau Manis - Padang 25163, West Sumatera, Indonesia.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Andalas
ISSN : 25796283     EISSN : 2655951X     DOI : 10.25077
Core Subject : Agriculture,
LOGISTA: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat is a scientific journal that covers the community service activities related to agricultural product technology, agricultural engineering, agricultural industrial technology, nutrition and public health, pharmacy, biology, climatology, agroecotechnology, soil science, agricultural cultivation, plant protection, medicine, family and consumers, livestock, fisheries, forestry, conservation, environment, socio-economics, engineering, and entrepreneurship that have been considered and approved by the Editorial boards.
Arjuna Subject : -
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2019)" : 28 Documents clear
PENERAPAN FORMULASI TEPUNG BUAH MANGROVE UNTUK PRODUKSI BISKUIT PADA KELOMPOK “BANK SAMPAH BINTANG MANGROVE” DI GUNUNG ANYAR SURABAYA Jariyah Jariyah; Mohamad Irfan Afandy
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.181 KB) | DOI: 10.25077/logista.3.2.177-181.2019

Abstract

Khalayak sasaran Program Kemitraan Masyarakat (PKM) adalah mitra kelompok pengolah sampah “Bank Sampah Bintang Mangrove” di Gunung Anyar, Surabaya, Jawa Timur. Permasalahan mitra yang dihadapi yaitu minimnya pengetahuan tentang manfaat buah mangrove pada kesehatan, belum diketahuinya tentang formula biskuit fungsional yang disubstitusi dengan tepung buah mangrove, dan pemasaran secara online. Tujuan kegiatan PKM yaitu peningkatan partisipasi kahalayak sasaran dalam pengetahuan manfaat buah mangrove terhadap kesehatan dan pendampingan produksi biscuit dari buah mangrove , serta pengembangan sistem pemasaran melalui pemasaran online. Metode yang dilakukan berupa metode sosialisasi, pelatihan/bimbingan teknis, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa melalui transfer pengetahuan formulasi biskuit dari tepung buah mangrove dan pendampingan kepada khalayak sasaran mampu menarik kembali minat dan partisipasi untuk lebih peduli pada buah mangrove serta membuka peluang usaha dari kegiatan tersebut. Produk yang dihasilkan dari kegiatan ini berupa produk biskuit buah mangrove sehingga mempunyai nilai tambah dengan harapan apabila usaha ini berhasil maka dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih bernilai ekonomi. Produk yang bernilai ekonomi dapat menambah pendapatan bagi khalayak sasaran, sehingga khalayak sasaran dapat mencapai kemandirian ekonomi di area mereka. Kata kunci: Formulasi, Biskuit, Buah mangrove, BSBM, Pemasaran online ABSTRACT The target people of the Community Partnership Program (CPP) is the partner of the "Bank Sampah Bintang Mangrove" (BSBM), which recycle waste group in Gunung Anyar, Surabaya, East Java. The problem come from the limited knowledge about the benefits of mangroves on health, unknown about the functional biscuit formula substituted with mangrove fruit flour yet, and online marketing. The aim of CPP activities is to increase knowledge of participant about benefits of mangroves on health and guidance in production of biscuits from mangroves, and development of marketing systems through online marketing. Method that used are socialization, technical training, and guidance. Result of this activity show that the training of biscuit formulation from mangrove fruit flour and guidance can increase the interest and participate for caring to the mangrove fruit and open business opportunities from it. The created product from this program is mangrove fruit biscuit that have the more value, if this plan was success it can be valuable product. Valuable product can enhance the salary of this society, so they can reach economical side independently in their region. Keywords: Formulation, Biscuits, Mangrove fruit, BSBM, Online marketing
PENDAMPINGAN KETERAMPILAN CARA MENDAPATKAN, MENGGUNAKAN, MENYIMPAN, DAN MEMBUANG OBAT (DAGUSIBU) PADA MASYARAKAT Sadakata Sinulingga; Safyudin -; Fatmawati -; Subandrate -; Kusumo Hariyadi; Rini Yana
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.915 KB) | DOI: 10.25077/logista.3.2.119-124.2019

Abstract

Saat ini, akses masyarakat terhadap obat-obatan semakin mudah. Namun, hal tersebut tidak disertai dengan pemahaman yang benar terhadap obat-obatan. Akibatnya, hal tersebut menimbulkan berbagai masalah terkait obat seperti penggunasalahan dan pembuangan obat secara sembarangan. Oleh karena itu, masyarakat perlu diberi pengetahuan dan keterampilan yang benar tentang cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat (DAGUSIBU). Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa pendampingan dengan kegiatan utama penyuluhan dan demonstrasi tentang DAGUSIBU terhadap masyarakat di Kelurahan Keputeraan, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Kegiatan diikuti oleh 34 orang peserta yang terdiri dari masyarakat dan kader kesehatan. Analisis keberhasilan kegiatan dilakukan dengan melakukan evaluasi sebelum dan sesudah penyuluhan. Dari kegiatan tersebut dapat diketahui bahwa hampir seluruh peserta tidak mengetahui tentang DAGUSIBU. Setelah diberikan penyuluhan dan demonstrasi, sebagian beserta dapat memamahi dengan baik dan memiliki keterampilan sederhana dalam DAGUSIBU. Dari hasil tersebut, diharapkan masyarakat dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.Kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan ini telah dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam DAGUSIBU sehingga perlu diupayakan kegiatan yang berkesinambungan guna mencegah penggunasalahan obat dalam masyarakat. Kata kunci: DAGUSIBU, Obat, Pendampingan, Penyuluhan ABSTRACT Today, people's access to medicines is getting easier. However, this is not accompanied by a correct understanding of medicines. As a result, it raises various drug-related problems such as medicines abuse and indiscriminate disposal. Therefore, people need to be given the right knowledge and skills on how to get, use, store and dispose of medicines (DAGUSIBU). This community service activity is in the form of assistance with the main activities of counseling and demonstration about DAGUSIBU to the community in Keputeraan Village, Lubuklinggau City, South Sumatra. About 34 participants consisting of community members and health cadres attended the activity. Analysis of the success of activities carried out by evaluating before and after counseling. From these activities, it can be seen that almost no participants knew about DAGUSIBU. After being given counseling and demonstration, some of them along with be able to understand well and have simple skills in DAGUSIBU. From these results, it is expected that the community can apply it in everyday life. Community service activities in the form of counseling have been able to improve the knowledge and skills of the community in DAGUSIBU so that it needs to be pursued in a sustainable activity to prevent the use of drug problems in the community. Keywords: Assistance, Counseling, DAGUSIBU, Medicines
PELATIHAN PENGOLAHAN ANEKA KUDAPAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA DI NAGARI SUNGAI KUNYIT KECAMATAN SANGIR BALAI JANGGO KABUPATEN SOLOK SELATAN Wiwik Gusnita; Rahmi Holinesti; Ranggi Rahimul Insan; Kasmita Kasmita; Dikki Zulfikar
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1118.246 KB) | DOI: 10.25077/logista.3.2.52-60.2019

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mencarikan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga dalam menghasilkan aneka kudapan yang beranekaragam yang berbasis bahan pangan lokal. Wanita sebagai pengelola rumah tangga, haruslah mampu menggali potensi dan sumber daya keluarga yang ada. Jika sumber daya tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik, niscaya akan sangat membantu dalam meningkatkan taraf kehidupan dan ekonomi keluarga. Berdasarkan hal tersebut, maka dipandang perlu untuk memberikan keterampilan boga untuk ibu rumah tangga, sehingga diharapkan dapat menambah pengetahuan dan keterampilan yang dapat digunakan untuk berwirausaha untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Berdasarkan analisis masalah di atas, maka usulan model kegiatan adalah : Pelatihan peningkatan kreatifitas membuat aneka kudapan berbasis bahan pangan lokal, serta pendampingan teknis bagi ibu –ibu rumah tangga yang tergabung dalam PKK Sungai Kunyit Kecamatan Sangir Balai Janggo Kabupaten Solok Selatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai pengelolaan usaha. Metode yang dilakukan dalam kegiatan PKM yaitu : Memberikan beberapa alat, bahan pelatihan, serta modul materi pelatihan yang akan dilaksanakan; Penyajian materi sesuai dengan isi buku resep ditambah mengenai materi gizi makanan, hygine dan sanitasi, manajemen dapur, dan kewirausahaan terkait usaha yang akan dijalankan; serta Pelatihan pembuatan beberapa jenis aneka kudapan berbasis bahan pangan lokal. Target luaran kegiatan adalah : Peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menghasilkan aneka kudapan; Peserta mampu menata dan mengelola usaha mereka dengan baik dan berkelanjutan; terdapatnya aneka kudapan khas berbasis pangan lokal yang dapat dijadikan sebagai oleh-oleh bagi konsumen; serta dihasilkannya publikasinya ilmiah hasil PKM melalui jurnal nasional maupun media masa.Kata kunci: Kudapan, Pangan lokal, Ekonomi keluarga ABSTRACT This community service activity aims to give the good solutions which is faced by the community, especially housewives in producing a variety of snacks that are based on local potential resources. Women as household managers must be able to explore the potential and existing family resources. If these resources can be put to good use, it will undoubtedly be very helpful in improving the standard of living and family welfare. Related to this, it is important to provide skills to housewives, so that it is expected to be able to add knowledge and skills that can be used for entrepreneurship to improve the family welfare. Based on the analysis of the problem above, the proposed activity model is : Training to increase creativity in making various snacks based on potential local resources, as well as technical assistance for housewives who are members of housewife group in Sungai Kunyit. Starting from planning, implementation, and business management, by providing several tools, training materials, as well as modules that will be implemented; Presentation of material in accordance with the contents of the recipe book plus regarding food nutrition, hygiene and sanitation materials, kitchen management, and entrepreneurship related to the business to be run; and training on making several types of various snacks based on potential local resources. The target outcome activities are : Participants can increase their knowledge and skills in producing various snacks; able to organize and manage their business well and sustainably. For the team, to produce the scientific publication of this community service programme through journal or newspaper.Keywords: Snack, Potential local resources, Family welfare
MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG PENTINGNYA REKAM MEDIS PADA FASILITAS KESEHATAN Yuli Mardi; Syamsul Kamal
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1524.433 KB) | DOI: 10.25077/logista.3.2.149-156.2019

Abstract

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum ada tindakan terhadap pasien pada fasilitas kesehatan sangat erat kaitannya dengan rekam medis, seperti melengkapi data pasien, keluhan pasien dan lain sebagainya. Namun, banyak diantara masyarakat kita tidak memahami hal tersebut. Data rekam medis dan semua isi yang terdapat didalamnya merupakan data pribadi yang tidak boleh disebarluaskan kepada siapa saja. Di era BPJS saat ini, rekam medis menjadi sangat penting bagi fasilitas kesehatan, sehingga diperlukan juga pofesional rekam medis yang handal diposisi tersebut. Rekam medis tidak sekedar mengisi data medis pasien, tapi juga melakukan pengodean penyakit yang juga merupakan bagian dari rekam medis. Pengodean dilakukan agar fasilitas kesehatan dapat mengklaim biaya yang dikeluarkannya dalam menangani seorang pasien di fasilitas kesehatan tersebut. Untuk itu, perlu kiranya diberikan pengetahuan tentang rekam medis kepada masyarakat sehingga diharapkan nantinya lebih banyak masyarakat yang mengerti dan memahami betapa pentingnya rekam medis bagi pasien dan fasilitas kesehatan. Dalam hal ini, tahap awal pengetahuan tentang rekam medis diberikan kepada siswa-siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Padang. Dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat yang berobat ke fasilitas kesehatan lebih peduli dan tidak berbelit-belit dalam memberikan keterangan tentang hal-hal yang ditanyakan petugas medis di fasilitas kesehatan, sehingga proses pengobatan dapat berjalan dengan baik. Kata kunci : Rekam Medis, Pasien, Fasilitas Kesehatan ABSTRACT The first thing that must be done before there is action on patients in health facilities is very closely related to medical records, such as completing patient data, patient complaints and so on. However, several people do not understand this. Medical record data and all contents contained in it are personal data that cannot be disseminated to anyone. In the current BPJS era, medical records are very important for health facilities, so that professional medical records are also needed in that position. Medical records not only fill the patient's medical data but also encode the disease which is also part of the medical record. The coding is done so that health facilities can claim the costs incurred in handling a patient at the health facility. For this reason, it is necessary to provide knowledge about medical records to the community so that it is hoped that more people will understand the importance of medical records for patients and health facilities. In this case, the initial stage of knowledge about medical records is given to students of the State 2 Madrasah Aliyah (MAN) Padang. With this activity, it is expected that the people who seek treatment at health facilities are more caring and convoluted in giving information about matters that are asked by medical staff in health facilities so that the treatment process can run well. Keyword : Medical Records, Patients, Health Facilities
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH RUMAH TANGGA UNTUK PKK KAMPUNG AIMO Wiji Safitri
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.407 KB) | DOI: 10.25077/logista.3.2(Jul-Des).90-96.2019

Abstract

PKK Kampung AIMO menghadapi permasalahan yaitu terbatasnya pengetahuan dan teknologi budidaya pertanian. Hal ini yang menjadi penyebab mengapa sampai sekarang PKK Kampung AIMO tidak berjalan dengan baik. Masalah tersebut dipecahkan dengan dilakukan sosialisasi teknologi budidaya tanaman. Kegiatan sosialisasi terlebih dulu dilakukan oleh Adlian, S.P., M.Sc. “Pelatihan Penanaman Sayuran Organik di Pekarangan Rumah” sehingga menjadi cikal bakal program PKK Kampung AIMO yaitu “Pemanfaaatan Lahan Pekarangan Rumah dengan Sayuran untuk Pemenuhan Gizi Keluarga”. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga untuk PKK Kampung Aimo, Kab. Sorong” merupakan kegiatan lanjutan yang dilakukan untuk mendukung program kerja PKK Kampung Aimo. Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga memberikan hasil : 1). Anggota PKK Kampung AIMO mengetahui pembuatan pupuk organik cair dari limbah rumah tangga., 2). Kampung AIMO menjadi Kampung Binaan Fakultas Teknik & Pertanian dan menjadi wadah pertukaran ilmu dan teknologi antara masyarakat dan Perguruan Tinggi., 3). Anggota PKK Kampung AIMO sudah mengetahui cara membuat Pupuk Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga dan mampu sharing terhadap sesama anggotanya., 4). Penanaman sayur organik di pekarangan rumah dengan teknologi pemupukan organik dari limbah rumah tangga menjadi program kerja PKK Kampung AIMO. Kata Kunci: Pupuk organik cair, Limbah rumah tangga, Lahan pekarangan rumah, Sayur organik, Kampung AIMO ABSTRACT PKK Kampung AIMO has the main current problem are knowledge and technology of agricultural cultivation limited. This situation causes the program PKK Kampung AIMO doesn’t work as usual. The problem solving for thus is the socialization of agricultural cultivation technology which has been done by Adlian S.P., M.Sc “Organic Vegetable Planting Training in Home Yard”and the pioneer of PKK Kampung AIMO Program is “Utilization of Home Yard Land with Vegetables for Family Nutrition Fulfillmen”. The result of training and socialization about “Making Liquid Organic Fertilizer from Household Waste” consist of 1). The member of PKK Kampung AIMO knowing to make liquid fertilizer organic from household waste, 2). Kampung Aimo and Faculty of Enggineering and Agriculture UNBN building cooperation to sharing knowledge and technology, 3). The member of PKK Kampung AIMO knowing to sharing knowledge with others, 4). Organic vegetables planting in home yard with liquid organic fertilization from household waste become a program in PKK Kampung AIMO. Keywords: Liquid organic fertilizer, Household waste, Homeyard land, Organic vegetable, AIMO village
A OPTIMALISASI TUMBUH KEMBANG BALITA MELALUI PROMOSI GIZI SEIMBANG DI KECAMATAN KOTO TANGAH PADANG Azrimaidaliza Azrimaidaliza; Annisa Annisa; Yasirly Khairany; Nurul Prativa; Rahmani Adrianus; Mesa Putri Salmah
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1433.887 KB) | DOI: 10.25077/logista.3.2(Jul-Des).17-26.2019

Abstract

Masa balita merupakan masa yang dikenal sebagai golden age dan periode kritis. Dimana, Golden age ini merupakan masa yang sangat penting untuk memperhatikan tumbuh kembang anak secara cermat agar sedini mungkin dapat terdeteksi apabila terjadi kelainan. Pemberian asupan gizi yang sesuai untuk tumbuh kembang secara optimal juga perlu diperhatikan, karena jika asupan gizi tidak terpenuhi sesuai kebutuhannya, golden age akan menjadi periode kritis yang akan mengganggu proses tumbuh kembang anak. Mengingat gizi merupakan faktor penting dalam pola pertumbuhan dan perkembangan anak pada masa golden age, maka memperhatikan kebutuhan dan porsi pemberian gizi seimbang menjadi wajib bagi orang tua. Promosi gizi merupakan salah satu bentuk kegiatan komunikasi informasi dan edukasi yang dapat meningkatkan pengetahuan gizi ibu,penanaman sikap ibu yang poitif terhdap gizi seimbang serta adanya perbaiakn pada pola makan dalam keluarga terkhusus pada balita. Pengabdian masyarakat ini melakukan promosi gizi melalui penyuluhan berupa penyampaian materi terutama mengenai pentingnya gizi seimbang pada masa golden age yang disertai dengan pemberian leafleat dan demo dengan saran yaitu ibu yang memiliki balita di Puskesms Anak Air dan Puskesmas Air Dingin. Kegiatan penyuluhan ini diawali dengan pre-test untuk mengetahui pengetahuan dan sikap ibu mengenai gizi seimbang, kegiatan penilaian status gizi melalui pengukuran berat dan panjang badan. Kegiatan penyampaian materi oleh pengabdi yang diakhiri dengan kegiatan post-test. Tujuan pemberian pre test dan post test adalah untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap ibu yang memiliki balita setelah dilakukannya kegiatan penyuluhan. Kegiatan penyuluhan dilakukan 1 kali per puskesmas pada selang waktu kegiatan posyandu di Puskesmas Air Dingin dan Puskesmas Anak Air. Kata Kunci : Balita, Golden Age, Gizi Seimbang ABSTRACT Toddler period is a period known as the golden age and critical period. This golden age is a very important time to pay close attention to the child's growth and development so that as early as possible can be detected if abnormalities occur. Providing appropriate nutritional intake for optimal growth and development also needs to be considered, because if the nutritional intake is not met according to their needs, the golden age will be a critical period that will interfere with the child's growth and development process. Considering nutrition is an important factor in the pattern of growth and development of children during the golden age, then paying attention to the needs and portions of balanced nutrition is mandatory for parents. Nutrition promotion is a form of information and education communication activities that can increase the mother's nutritional knowledge, the inculcation of positive maternal attitudes towards balanced nutrition and the improvement of dietary patterns in the family especially in infants. This community service is promoting nutrition through counseling in the form of delivering material, especially on the importance of balanced nutrition during the golden age accompanied by the provision of leafleat and demonstrations with advice, namely mothers who have children under five in the Water Children Health Centre and Cold Water Health Centre. This counseling activity begins with a pre-test to find out knowledge and attitudes of mothers regarding balanced nutrition, nutritional status assessment activities through weight and length measurements. Submission of services by the servants, which ended with a post-test activities. The purpose of giving pre-test and post-test is to find out whether there is an increase in knowledge and attitudes of mothers who have children under five years after counseling activities. Counseling activities are carried out once per health centre at the interval of Posyandu activities at Air Dingin health centre and Anak Air health centre. Keywords: Children under five years, Golden age, Balanced nutrition,
PENGEMBANGAN DESA JUNGSEMI MENJADI “THE SPORT AND AGRICULTURAL BEACH” Rosalina Ginting; Maftukin Huda; Valdyan Drifanda; Arief Rakhman Affandi
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.116 KB)

Abstract

Pengembangan desa menjadi area wisata memerlukan manajemen yang bagus. Desa Jungsemi merupakan salah satu desa di kabupaten Kendal yang miliki potensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata dikarenakan memiliki pantai yang cukup bagus. Permasalahan yang dihadapi oleh Desa Jungsemi adalah belum adanya aturan yang cukup jelas mengenai pengelolaan desa wisata. Kegiatan yang dilakukan sesuai dengan topik permasalahan yang dihadapi oleh Desa Jungsemi. Pelaksanaan pelatihan manajemen pariwisata pantai memiliki pengaruh yang cukup besar dalam terbentuknya desa wisata yang ramah pengunjung. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengarahan terkait pengembangan Desa Jungsemi menjadi desa wisata pantai dan pelatihan pengolahan semangka menjadi minuman isotonik. Pembuatan standard operational procedure (SOP) pengelolaan daerah wisata dapat memperbaiki kondisi pantai yang dijadikan sebagai objek wisata. Pelatihan pembuatan minuman isotonik mampu meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah buah semangka menjadi produk pangan yang memiliki nilai jual yang tinggi. Kata kunci: Desa wisata, Manajemen, Isotonik, Pantai indah kemangi ABSTRACT The development of the village into a tourist area requires good management. Jungsemi village is one of the villages in Kendal district which has the potential to be developed into a tourist village because it has a pretty good beach. The problem faced by Jungsemi Village is that there are no clear rules regarding the management of tourism villages. The activities carried out in accordance with the topic of the problems faced by Jungsemi Village. The implementation of beach tourism management training has a considerable influence in the formation of tourist-friendly tourist villages. The purpose of this community service activity is to provide guidance related to the development of Jungsemi Village as a beach tourism village and watermelon processing training into isotonic drinks. Making a standard operational procedure (SOP) in the management of tourist areas can improve the condition of the beach which is used as a tourist attraction. Isotonic drink making training can improve people's skills in processing watermelon into food products that have high selling points. Keywords: Tourist village, Management, Isotonic, Beautiful beaches of basil
PENYULUHAN PEMBUKUAN KEUANGAN DALAM MENUNJANG KESUKSESAN USAHA UKM Aprih Santoso; Sri Yuni Widowati; Emaya Kurniawati
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.676 KB) | DOI: 10.25077/logista.3.2.125-129.2019

Abstract

Tujuan dari kegiatan PKM ini untuk memberikan pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan kepada pelaku UKM di Kelurahan Panggung Lor dalam mengelola keuangan usaha dengan membuat pembukuan (laporan kas dan laporan ekuitas) sehingga kondisi keuangan usaha pelaku UKM dapat terkontrol dengan baik. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dan pendampingan. Dari hasil PKM yang telah dilakukan ternyata pelaku UKM sudah mampu meningkatan pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan dalam menyusun pembukuan usaha yaitu berupa laporan kas, dan laporan perubahan ekuitas. Kata kunci: Kas, Ekuitas, Usaha ABSTRACT The purpose of this PKM activity is to provide knowledge, understanding and skills to SMEs in the Village of Panggung Lor in managing business finances by making books (cash reports and equity reports) so that the financial condition of SMEs business practitioners can be controlled properly. This activity is carried out in the form of counseling and assistance. From the results of PKM that have been carried out it turns out that SMEs have been able to increase their knowledge, understanding and skills in compiling business books in the form of cash reports, and statements of changes in equity. Keywords: Cash, Equity, Business
PELATIHAN PEMBIBITAN ANGGREK SECARA VEGETATIF, GENERATIF DAN KULTUR JARINGAN PADA PAGUYUBAN MANTAN BURUH MIGRAN “SERUNI” KABUPATEN BANYUMAS Okti Herliana; Eny Rokhminarsi; Ahmad Iqbal; Kartini Kartini
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.713 KB) | DOI: 10.25077/logista.3.2.61-69.2019

Abstract

Mantan pekerja migran membutuhkan pendampingan wirausaha agar tetap produktif secara ekonomi. Salah satu jenis usaha yang dapat dilakukan adalah bidang pertanian, yaitu usaha penjualan tanaman hias khususnya anggrek. Anggrek merupakan tanaman hias yang mempunyai nilai ekonomi tinggi karena mempunyai bentuk bunga yang bagus, beragam warna dan kesegaran bunga dapat bertahan lama. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari tahun sebelumnya mengenai rintisan usaha budidaya Anggrek. Pembibitan merupakan faktor penting pendukung kegiatan budidaya Anggrek. Jika pengusaha anggrek tidak dapat memproduksi bibit sendiri maka akan banyak modal terserap untuk pengadaan bibit. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan pendampingan dan memberikan pelatihan agar mitra dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan mengenai pembibitan anggrek baik secara vegetative, generative maupun kultur jaringan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah PRA (Partisipatory Rural Appraisal) yaitu peran aktif seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan. Tahapan kegiatan meliputi: 1. Penyuluhan, 2. Pelatihan, 3.Pembuatan Demplot Percobaan, 4. Pendampingan dan monitoring. Hasil kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan pembuatan bibit anggrek pada anggota paguyuban seruni sebesar 80%. Mampu melakukan persilangan anggrek, pembibitan secara vegetative (pemisahan anakan dan keiki) perbanyakan secara generative dengan biji dan pembuatan bibit secara kultur jaringan, mitra dapat melakukan aklimatisasi terhadap bibit anggrek botolan, mampu melakukan transplanting bibit anggrek seedling dan remaja pada berbagai media tanam, melakukan perawatan anggrek dengan aplikasi pupuk daun dan hormone pertumbuhan. Kata Kunci: Pemberdayaan, Buruh migran, Anggrek, Kultur jaringan ABSTRACT Former migrant worker need mentoring entrepreneurs to remain economically productive. One type of business that can be done is agriculture, such as Nursary (selling of ornamental plants) especially orchids. Orchid is an ornamental plant that has high economic value because it has a good flower shape, various colors and freshness of flowers can last a long time. This activity is a continuation of the previous year regarding pioneering orchid business. Nurseries are an important factor supporting orchid cultivation bussinnese. If the orchid famer cannot produce his own seeds, a lot of capital will be absorbed for the procurement of seeds. The purpose of this activity is to provide assistance and provide training so that partners can increase their knowledge, understanding and skills regarding orchid nurseries, both vegetative, generative and tissue culture. The method used in this activity is the PRA (Participatory Rural Appraisal), which is the active role of all parties involved in the activity. Stages of activities include: 1. Counseling, 2. Training, 3. Making an Experiment Demonstration Plot, 4. Assistance and monitoring. The result of this activity is increasing in the knowledge and skills of produce orchid seeds of Paguyuban Seruni members by 80%. Able to perform orchid crossing, vegetative nursery (separation of saplings and keiki) generative propagation by seed and seedling by tissue culture, partners can acclimatize bottled orchid seeds, able to transplanting seedling orchid seeds and juveniles in various planting media, perform maintenance orchids by application of foliar fertilizer and growth hormone. Keywords: Empowering, former migran worker, orchid nurseries, tissue culture.
PELATIHAN PENGODEAN DIAGNOSIS OBSTETRI DI RS NAILI DBS Ressa Oashttamadea SM
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.579 KB) | DOI: 10.25077/logista.3.2.157-164.2019

Abstract

Proses pengkodean adalah perubahan sebuah diagnosis dan prosedur menjadi digit dan karakter numerik dan alfanumerik. Tenaga rekam medis sebagai pemberi kode bertanggung jawab atas keakuratan kode dari suatu diagnosis yang nantinya berpengaruh pada pembayaran yang diberikan oleh asuransi. Kegagalan memberikan kode yang benar dapat menyebabkan pembayaran tertunda, ditolak, atau bahkan dibatasi. Untuk itu diperlukan pelatihan terhadap perekam medis di rumah sakit agar tingkat akurasi kode meningkat. Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dengan metode pendidikan masyarakat dalam bentuk presentasi, tanya jawab, latihan soal dan diskusi dengan topik mencakup: abortus, pemilihan diagnosis utama pada kehamilan beresiko tinggi, tanda-tanda persalinan tanpa berakhir dengan persalinan, kasus kelahiran, asuhan ibu, hipertensi pada kehamilan, diabetes pada kehamilan, infeksi serta anemia pada masa kehamilan, melahirkan, dan nifas. Skor rata-rata peserta dalam melakukan pengodean diagnosis utama dari 10 kasus adalah 15,3 (skor maksimal 20). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Pelatihan Pengodean Diagnosis Obstetri berjalan sangat baik dan berhasil dalam meningkatkan pemahaman serta tingkat akurasi perekam medis. Kata kunci: Pelatihan, Pengodean diagnosis, Obstetri, ICD 10 ABSTRACT The coding process is a transformation of a diagnosis and procedure into digits and numeric and alphanumeric characters. Medical record personnel as code givers are responsible for the accuracy of the code which in turn affects the payment provided by insurance. Failure to provide the correct code can cause payments to be delayed, declined, or even restricted. For this reason, training of coders in hospitals is needed so that the accuracy of the code increases. This community engagement is carried out using community education methods in the form of presentations, questions and answers, practice questions and discussions on topics including: abortion, selection of the main diagnosis in high-risk pregnancies, signs of labor without ending in labor, birth cases, maternal care, hypertension in pregnancy, diabetes in pregnancy, infection and anemia during pregnancy, childbirth, and the puerperium. The average score of participants in coding the main diagnosis in 10 cases was 15.3 (maximum score of 20). Based on these results, it can be concluded that Obstetric Diagnosis Coding Training is going very well and is successful in increasing understanding and accuracy of medical recorders. Keywords: Training, Coding, Obstetric, ICD 10

Page 2 of 3 | Total Record : 28