cover
Contact Name
Ismed
Contact Email
ismedfateta@gmail.com
Phone
+62751-72772
Journal Mail Official
jurnal.logista@gmail.com
Editorial Address
Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas, Kampus Limau Manis - Padang 25163, West Sumatera, Indonesia.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Andalas
ISSN : 25796283     EISSN : 2655951X     DOI : 10.25077
Core Subject : Agriculture,
LOGISTA: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat is a scientific journal that covers the community service activities related to agricultural product technology, agricultural engineering, agricultural industrial technology, nutrition and public health, pharmacy, biology, climatology, agroecotechnology, soil science, agricultural cultivation, plant protection, medicine, family and consumers, livestock, fisheries, forestry, conservation, environment, socio-economics, engineering, and entrepreneurship that have been considered and approved by the Editorial boards.
Arjuna Subject : -
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2022)" : 33 Documents clear
PENYUSUNAN PETA, PROFIL DAN ADMINISTRASI DATA EKONOMI DAN PEMBANGUNAN DESA ULAK KEMBAHANG II Imelda Imelda; Syamsurijal AK; Emylia Yuniarti; Parama Santati; Abbas Effendi; Mardalena Mardalena; Nadiya Angraini
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.1.143-151.2022

Abstract

Dalam hal pembangunan desa terdapat beberapa faktor-faktor yang mendukung pembangunan desa berjalan dengan lancar, salah satunya Pemerintah Desa. Sebagai akibatnya, pemerintah desa harus memiliki tata kelola pemerintahan yang baik, karena pemerintahan desa sebagai fondasi pembangunan nasional. Tata kelola pemerintah desa yang baik, dimulai dengan komitmen aparatur desa untuk menertibkan administrasi desa, pengarsipan administrasi desa, memiliki mekanisme pelayanan yang sesuai standar pelayanan, dan penyusunan profil desa dan peta potensi ekonomi desa selanjutnya pemerintah desa membuat landasan hukum terbentuknya Perdes dan penataan lembaga kemasyarakatan. Metode kegiatan adalah pengembangan keterampilan dengan melakukan penyuluhan dan pelatihan berupa penyampaian dan pemberian materi dan materi kepada peserta kegiatan. Selain itu juga dilakukan demonstrasi dan praktek bagaimana mengumpulkan data, menyusun data, melaksanakan tata cara pengarsipan dan menata penatausahaan data desa. Hasil kegiatan pengabdian berupa tersedianya peta, profil dan penatausahaan data ekonomi dan pembangunan desa. Berdasarkan hasil evaluasi pemahaman dan keterampilan aparat desa setelah mengikuti pelatihan dan pendampingan penyusunan penatausahaan data desa diketahui rata-rata tingkat pemahamannya sebesar 87%. Hal ini menunjukkan bahwa peserta telah memahami dan memahami materi tentang pemerintahan desa. Kata kunci: Profil desa, peta potensi ekonomi, pemerintahan desa, permendagri no. 12 tahun 2007, administrasi ekonomi ABSTRACT In terms of village development, several factors support village development to run smoothly, one of which is from the Village Government. As a result, village governments must have good governance, because village governance is the foundation of national development. Good village government governance, starting with the commitment of village officials to bring order to village administration, filing village administration, having a service mechanism that is by service standards, and compiling village profiles and maps of village economic potential. The method of activity is skill development by conducting counseling and training in the form of delivering and providing material to activity participants. In addition, demonstrations and practices were also carried out to collect data, compile data, carry out archiving procedures and organize village data administration. The results of the service are the availability of maps, profiles, and administration of economic data and village development. Based on the evaluation of the understanding and skills of village officials after attending training and assistance in compiling village data, it is known that the average level of understanding is 87%. This shows that the participants have understood and understood the material about village governance. Keywords: Village profile, map of economic potential, village government, permendagri 12 tahun 2007, economic administration
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TERHADAP STUNTING MELALUI APLIKASI ANDROID DAN BUKU SAKU REMAJA STUNTING Resmiati Resmiati
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.1.98-102.2022

Abstract

Selain faktor ekonomi, tingkat pengetahuan dan kesadaran orang tua akan pentingnya pemenuhan gizi bagi anak merupakan faktor utama yang menyebabkan tingginya angka stunting di Indonesia. Pengetahuan dan kesadaran ini tidaklah tumbuh dengan serta merta, hal ini harus terus dipupuk dan ditanamkan sejak dini, yaitu pada usia remaja. Remaja berpeluang besar untuk memutus siklus stunting, karena remaja adalah calon orang tua yang akan melahirkan generasi penerus. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap stunting. Metode yang digunakan adalah melakukan edukasi dengan menggunakan media aplikasi android dan buku saku stunting. Kegiatan dilakukan di Sekolah Menengah Putri Yayasan Waqaf Ar-Risalah dan Panti Asuhan Aisyiyah Koto Tangah di Kota Padang. Pelaksanaan kegiatan berupa pretest tentang stunting, sosialisasi aplikasi android dan buku saku remaja stunting sebagai media edukasi, dan melakukan posttest sebagai bentuk evaluasi keberhasilan kegiatan. Hasil kegiatan berupa peningkatan pengetahuan sebanyak 4,3 poin dan peningkatan sikap sebanyak 5,3 poin pada kelompok yang menggunakan media buku saku. Sedangkan pada kelompok yang menggunakan media edukasi berupa aplikasi android terjadi peningkatan pengetahuan sebanyak 3,4 poin dan sikap sebanyak 6 poin. Kesimpulan: media yang digunakan, baik buku saku maupun aplikasi android mampu melakukan perubahan terhadap skor pengetahuan dan sikap remaja terhadap stunting. Kata Kunci: Pengetahuan dan sikap, remaja, stunting, aplikasi android, buku saku ABSTRACT Beside economic factors, the level of knowledge and awareness of parents about the importance of nutrition for children is the main factor that causes the high stunting prevalence in Indonesia. This knowledge and awareness does not grow immediately, it must continue to be nurtured and instilled from adolescents. Adolescents have a great opportunity to break the stunting cycle, because they are prospective parents who will give birth to the next generation. The purpose of this activity is to increase the knowledge and attitudes of adolescents towards stunting. The method used is to provide education using android application media and pocket book. The activity was carried out at Sekolah Menengah Putri Yayasan Waqaf Ar-Risalah and Panti Asuhan Aisyiyah Koto Tangah in Padang City. Implementation of activities in the form of pre-tests on stunting, socialization of android applications and pocket books as educational media, and conducting post-tests as a form of evaluating the success of activities. The result of the activity is an increase in knowledge by 4.3 points and an increase in attitude by 5.3 points in the group using pocket book media. Meanwhile, in the group using educational media in the form of an android application, there was an increase in knowledge by 3.4 points and attitude by 6 points. Conclusion: the media used, both pocket books and android applications, are able to make changes to the knowledge scores and attitudes of adolescents towards stunting. Keywords: Knowledge and attitude, adolescents, stunting, android application, pocket book
PENERAPAN PHOTOVOLTAIC (PV) SEBAGAI ENERGI LISTRIK ALTERNATIF PADA RINTISAN DESA WISATA WIDARAPAYUNG WETAN CILACAP Muhamad Yusuf; Sugeng Dwi Riyanto; Purwiyanto Purwiyanto; Supriyono Supriyono; Vicky Prasetia; Pujono Pujono; Hendi Purnata; Afrizal Abdi Musyafiq
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.1.36-44.2022

Abstract

Desa Widarapayung Wetan merupakan salah satu desa yang ditunjuk sebagai desa inovasi di kabupaten Cilacap berdasarkan Keputusan Bupati Cilacap Nomor:071/545/27/Tahun 2014 tentang Penetapan Desa Inovasi Kabupaten Cilacap. Lokasi yang strategis berada di pesisir pantai, dengan beragam potensi mulai dari perikanan, pertanian, pariwisata dan memiliki akses yang mudah menjadi alasan di pilihnya Desa Widarapayung sebagai salah satu desa inovasi di Kabupaten Cilacap. Pengembangan Desa Wisata ini mengalami berbagai hambatan diantaranya minimnya sumber pendanaan, konsep desa wisata yang akan dibangun belum matang dan belum adanya pendampingan dari akdemisi dalam mewujudkan desa wisata. Politeknik Negeri Cilacap (PNC) sebagai perguruan tinggi yang berada di Kabupaten Cilacap secara tidak langsung mempunyai kewajiban menyebarluaskan ilmu pengetahuan untuk kemajuan wilayahnya. PNC melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat diberikan amanah oleh Bappeda Kabupaten Cilacap untuk melakukan pendampingan dalam mewujudkan desa wisata di Desa Widarapayung. Konsep desa wisata yang diambil adalah mensinergikan budaya lokal seperti sentra tari dan gamelan dengan perangkat teknologi berupa penyediaan sumber energi listrik alternatif dari Photovoltaic (PV). Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini juga dilakukan pelatihan instalasi listrik dengan sumber energi dari PV untuk remaja karang taruna Desa Widarapayung. Hasil dari implementasi teknologi ini dapat menurunkan tagihan listrik di rintisan desa wisata sebesar 40%. Kata kunci: desa wisata, photovoltaic, energi listrik, widarapayung, desa inovasi ABSTRACT Widarapayung Wetan Village is one of the villages designated as an innovation village in Cilacap district based on the Decree of the Cilacap Regent Number: 071/545/27/2014 concerning the Establishment of an Innovation Village in Cilacap Regency. Its strategic location on the coast, with various potentials ranging from fisheries, agriculture, tourism and having easy access is the reason for choosing Widarapayung Village as one of the innovation villages in Cilacap Regency. The development of this tourist village has encountered various obstacles including the lack of funding sources, the concept of a tourist village to be built is not yet mature and there is no assistance from academics in realizing a tourist village. Cilacap State Polytechnic (PNC) as a university located in Cilacap Regency indirectly has the obligation to disseminate knowledge for the advancement of its region. PNC through Community Service activities was given a mandate by the Cilacap Regency Bappeda to provide assistance in realizing a tourist village in Widarapayung Village. The concept of a tourist village that is taken is to synergize local culture such as dance and gamelan centers with technological devices in the form of providing alternative sources of electrical energy from Photovoltaic (PV). In this community service activity, training on electrical installations with energy sources from PV was also carried out for youth youth in Widarapayung Village. The results of the implementation of this technology can reduce electricity bills in pioneering tourism villages by 40%. Keywords: tourist village, photovoltaic, electrical energy, widarapayung, inovation village
EDUKASI PENGOLAHAN KULIT KOPI PADA PETANI KOPI DI SUBAK ABIAN WANASARI KENJUNG DESA CATUR I Gusti Agus Maha Putra Sanjaya; I Dewa Nyoman Sudita; Ni Luh Adelia Darma Prakerti; Ida Bagus Made Purnama Santika
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.1.171-175.2022

Abstract

Cita rasa kopi Kintamani yang khas telah terkenal sampai dengan ke mancanegara. Budidaya kopi di Kecamatan Kintamani umumnya diintegrasikan dengan sapi Bali. Pengolahan buah kopi menghasilkan sekitar 65 % biji kopi dan 35 % limbah kulit kopi. Untuk mendukung penerapan integrasi tanaman-ternak dengan konsep tanpa limbah, maka limbah kulit kopi ini dapat diolah lagi menjadi produk pangan maupun produk pakan ternak. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap petani kopi arabika anggota Subak Abian Wanasari Kenjung Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali sebanyak 20 orang terhadap integrasi tanaman kopi dengan sapi Bali dengan konsep tanpa limbah. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dari pendampingan kepada petani untuk berkumpul di UPP Catur Paramitha, pemberian kuesioner pretest, pemaparan materi mempergunakan powerpoint tentang pentingnya integrasi tanaman-ternak, dampak pengolahan limbah kulit kopi pada lingkungan dan peningkatan pendapatan petani, diakhiri dengan sesi tanya jawab, posttest, dan menunjukkan produk-produk pangan dan pakan yang berasal dari pengolahan limbah kulit kopi. Hasil yang diharapkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah petani konsisten menerapkan integrasi tanaman-ternak serta diolahnya limbah kulit kopi sebagai produk pangan dan pakan untuk meningkatkan pendapatan. Kata kunci: Integrasi tanaman-ternak, pengolahan kulit kopi, tanpa limbah ABSTRACT The distinctive taste of Kintamani coffee has been known to foreign countries. Coffee cultivation in Kintamani District is generally integrated with Bali cattle. Processing of coffee cherries produces about 65% of coffee beans and 35% of coffee husk waste. To support the application of plant-livestock integration with the concept of zero waste, this coffee husk waste can be reprocessed into food and feed products. The purpose of this service activity is to increase the knowledge and attitudes of Arabica coffee farmers, members of Subak Abian Wanasari Kenjung, Catur Village, Kintamani District, Bangli Regency, Bali Province, which amounted to 38 people towards the integration of coffee plants with Bali cattle with zero waste concept. The method of implementing this community service activity begins from mentoring farmers to gather at the UPP Catur Paramitha, giving pretest questionnaires, presenting material using powerpoints about the importance of plant-livestock integration, the impact of processing coffee husk waste on the environment and increasing farmers' income, ending with a question and answer session, posttest, and show food and feed products that come from coffee husk waste processing. The expected result of this community service activity is that farmers consistently apply plant-livestock integration and the processing of coffee husk waste as food and feed products to increase income. Keywords: Plant-livestock integration, coffee husk processing, zero waste
SKRINING PERKEMBANGAN BAYI MELALUI PELAYANAN BABY MASSAGE Nelly Apriningrum; Sri Rahayu; Rohanah Rohanah
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan tumbuh kembang bayi menyebabkan berbagai kendala pada fase selanjutnya. Data nasional menunjukkan terdapat 36,8 % balita mengalami stunting dan 16 % balita mengalami gangguan perkembangan. Kementerian kesehatan membuat program Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang bayi balita yang terkoordinasi dengan keluarga, masyarakat, tenaga kesehatan untuk mengatasinya. Studi pendahuluan didapatkan data 2,2 % balita mengalami stunting dan gizi kurang pada tahun 2019 di desa Telagasari Kabupaten Karawang serta balita usia 2 tahun dan 3 tahun yang belum mampu berjalan. Dominasi layanan pemantauan pertumbuhan bayi balita di posyandu menjadi bagian permasalahan yang perlu penanganan. Berdasarkan uraian permasalahan maka diperlukan pengabdian masyarakat berupa skrining perkembangan bayi melalui pelayanan baby massage. Kegiatan pengabdian menggunakan metode penyuluhan. Kegiatan pengabdian diikuti oleh 20 partisipan dengan memperhatikan protokol kesehatan, sosialisasi dan penyuluhan skrining perkembangan dan cara melakukan baby massage dilakukan di aula desa, sedangkan monitoring pelayanan dan pendampingan baby massage dilakukan dengan metode home visit setiap 1 minggu sekali selama 4 minggul dan pada minggu ketiga dan keempat ibu partisipan sudah mampu melakukan pemijatan pada bayinya. Rata -rata perkembangan bayi sebelum intervensi 8,45 dan setelah intervensi 9,6. Kegiatan pengabdian ini memberikan manfaat bagi partisipan dan ibu sehingga perlu pengembangan pengabdian di desa lain. Kata kunci : Bayi, pelayanan, perkembangan, pijat, skrining ABSTRACT Growth problems in babies could lead to various obstacles in the next phase. National data shows that 36.8% of children under five are stunted and 16% of children under five have growth problems. The Ministry of Health has created a stimulation program for early intervention and detection on the growth and development of infants under five which is coordinated with families, communities, health workers to deal with it. The preliminary study showed that 2.2% of children under five were stunted and malnourished in 2019 in Telagasari Village, Karawang Regency and children aged 2 years and 3 years were not able to walk. The dominance of infant growth monitoring services at posyandu (Integrated Health Service for infant) is part of the problem that needs to be addressed. Based on the description of the problem, it is necessary to have community service in the form of screening for infant development through baby massage services. Community service activities was implemented through counseling program. While adhering to health protocols, the service activity carried out in the village community hall was attended by 20 participants focusing on the socialization and counseling on baby development screening as well as how to do baby massage. Monitoring services and baby massage assistance were carried out by home visit once a week for 4 weeks and by the third week all four participating mothers were able to massage their babies. Average growth of infants before intervention was 8.45 and after intervention was 9.6. As this service activity offers some benefits for participants and mothers, therefore it is necessary to develop community service in other villages. Keywords: Babies, service, development, massage, screening
METODE ALTERNATIF PENGERINGAN PRODUK PERIKANAN DI DESA KUALA SUNGAI PASIR Selly Ratna Sari; Agus Supriadi; Leila Kalsum; Elmeizy Arafah; Maya Resta Kanya
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.1.71-75.2022

Abstract

sehingga daya simpan diperpanjang. Ikan memiliki kadar air yang cukup tinggi yaitu 56-86%, sehingga ikan mudah mengalami kebusukan. Salah satu solusi yang dilakukan adalah dengan pengeringan, bukan hanya menggunakan pengeringan alami seperti sinar matahari. Pengunaan teknik pengeringan alternatif seperti oven dan solar dryer dome. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat di Desa Kuala Sungai Pasir tentang teknologi alternatif pengeringan. Metode pengabdian dilakukan dengan memberikan presentasi berupa video dan presentasi tentang metode pengeringan secara langsung. Kegiatan pengabdian dengan memberikan buku saku dan praktek langsung pengunaan alat pengeringan. Peserta sangat antusias dengan hadir dan banyak memberikan pertanyaan. Dua teknik pengeringan alternatif memberikan gambaran keuntungan pengeringan oven dengan praktek dan pengeringan solar dryer dome dengan design yang dijelaskan secara detail kepada pelaku usaha di Desa Kuala Sungai Pasir. Pengabdian kepada masyarakat khusus pelaku usaha perikanan di Desa Kuala Sungai Pasir dapat menjadi inspirasi dalam membangun kreativitas untuk menyelesaikan tantangan pengeringan produk hasil perikanan di wilayah pesisir. Kata kunci : pengeringan, oven, solar dryer dome, perikanan, wirausaha ABSTRACT Drying is a method of preservation to removed the moisture content of the material so that the shelf life is extended. Fish has a high water content of 56-86%, so fish are easily damaged. One solution is to dry, not just use natural drying such as sunlight. The use of alternative drying techniques such as ovens and solar dryer domes. This devotion purposed to provide knowledge the people in Kuala Sungai Pasir Village about alternative drying technologies. The devotion method is done by giving a presentation in the form of a video and a presentation about the drying method directly. Devotional activities by providing pocket books and direct practice of using drying tools. Participants are very enthusiastic about attended and asked a lot of questions. Two alternative engineering techniques provide an overview of the advantages of using oven drying with practice and drying solar dryer dome with a design described detail to business people in Kuala Sungai Pasir Village. Service to the special community of fisheries business in Kuala Sungai Pasir Village can be inspired building creativity to solve the challenge of drying fishery products in coastal areas. Keywords: drying, oven, solar dryer dome, fisheries, entrepreneur
PENGEMBANGAN METODE PENGOLAHAN UNTUK MENINGKATKAN AROMA, CITARASA DAN PENERIMAAN SENSORIS PRODUK KOPI ARABIKA I Gede Pasek Mangku; Luh Suriati; I Dewa Gede Yudi Ardana; I Wayan Widiantara Putra
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.1.15-19.2022

Abstract

Aroma dan citarasa menjadi parameter yang sering dipergunakan oleh konsumen dalam menilai tingkat kualitas produk kopi. Aroma dan citarasa pada kopi dipengaruhi proses pengolahan dan mutu bahan baku (buah kopi). Fermentasi dan sangrai merupakan tahapan proses yang paling penting dan berpengaruh terhadap aroma dan citarasa produk kopi. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dari UPP. Catur Paramitha sebagai mitra kerja dalam pelaksanaan program Matching Fund tahun 2021. Selain itu untuk meningkatkan aroma, citarasa dan kualitas biji kopi dan kopi bubuk yang dihasilkan oleh mitra. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini menggunakan metode survey, transfer teknologi dan keterampilan, wawancara, pelatihan, dokumentasi dan evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta yang terlibat mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang pengolahan kopi secara fermentasi kering terkendali dari aspek suhu dan waktu fermentasi. Melalui proses fermentasi kering yang terkendali dapat meningkatan kualitas biji kopi dan kopi bubuk yang dihasilkan terutama dari parameter aroma dan citarasa. Bagaimanapun, faktor lingkungan terutama suhu yang rendah, kelembaban tinggi serta cuaca yang tidak menentu menjadi penghalang selama melakukan proses pengeringan biji kopi. UPP. Catur Paramitha lebih banyak melakukan penyangraian kopi dengan tingkat sedang (middle roasting). Kata kunci: Metode pengolahan, fermentasi terkendali, kopi arabika, citarasa, evaluasi sensoris ABSTRACT Aroma and flavor is part of the quality parameter as consideration for the consumer for acceptance of coffee products. The aroma and flavor are affected by the processing method as well as the quality of the raw material. Fermentation and roasting are the most critical procedure that can contribute to the aroma and flavor of the coffee product. The purposes of this community service are to educate and increase the knowledge and skill of the member and staff of UPP. Catur Paramitha and to increase the aroma, flavor, and quality of the coffee beans and the coffee product. The method was used in this activity are survey, transfer knowledge and skill, interview, training, documentation, and evaluation to assess the success of the activities. The result showed that the participants and staff of UPP. Catur Paramitha who processed the beans obtained knowledge and skill a processing coffee with dried fermentation mainly in controlled temperature and duration fermentation. On the other hand, they can increase the aroma, flavor, and sensories quality of the coffee by improving the process especially the use of the dried fermentation method. The environment is one of the challenges during the drying of the coffee beans due to low temperature and high humidity. They used more middle roasting to produce a coffee powder. However, the level of quality and degree of roasting is defending on the economic consumer levels. Keywords: Processing methods, control fermentation, arabica coffee, flavour, sensories evaluation
PENGEMBANGAN USAHA ITIK PETELUR “REGRA HATCHERY”DI LUBUK TAROK KABUPATEN SIJUNJUNG Montesqrit Montesqrit; Suryamen H; Aprizal Aprizal
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.1.152-157.2022

Abstract

Pada tahun 2021 ini tim abdimas kembali turun untuk membantu pengembangan usaha RegRa Hatchery di Lubuk Tarok Sijunjung dengan menyediakan itik petelur bibit dari strain itik ratu. Mitra tersebut sangat menunggunya karena telah membangun kandang untuk itik petelur bibit tersebut dalam kegiatan pengabdian tahun 2020. Upaya yang dilakukan tim abdimas untuk mengembangkan usaha tersebut yaitu dengan memberikan bantuan berupa itik petelur bibit dan beberapa bahan penyusun ransum itik tersebut, sehingga ke depannya dapat menghasilkan telur bibit sendiri dengan tidak mendatangkan telur bibit tetas dari tempat lain seperti yang dilakukan sebelumnya. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah memberikan masukan dan demonstrasi dalam manajemen pemeliharaan itik petelur bibit, manajemen dalam pengadukan dan penyusunan ransum sesuai dengan formulasi ransum yang telah disusun oleh tim abdimas, memperkenalkan budidaya maggot BSF sebagai bahan pakan alternatif dalam ransum. Hasil dari pengabdian tersebut adalah mitra sangat antusias dalam melakukan semua masukan dan saran yang diberikan oleh tim abdimas, mitra mengajukan beberapa pertanyaan-pertanyaan tentang manajemen beternak itik tersebut. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah mitra mampu menjalankan budidaya itik petelur bibit dengan pendampingan dari tim abdimas. Kata kunci: Itik petelur bibit, regra hatchery, Lubuk Tarok, maggot BSF, formulasi ransum ABSTRACT In 2021, the community service team returned to assist the development of the "RegRa Hatchery" business in Lubuk Tarok Sijunjung by providing breed layer ducks from the “ratu duck strain. The partner was really waiting for him because he had built a cage for the breed layer ducks in the service activity in 2020. The efforts made by the community service team to develop the business were by providing assistance in the form of breed layer ducks and some of the ingredients for the duck diet so that in the future, they can produce eggs—own seeds by not bringing in hatching eggs from other places, as was done before. The method used in this service is to provide input and demonstrations in the management of laying ducks, management in mixing and compiling rations according to the ration formulation that has been prepared by the community service team introducing BSF maggot cultivation as an alternative feed ingredient in rations. The result of this service is that partners are very enthusiastic in carrying out all the input and suggestions given by the community service team; partners ask several questions about the management of raising ducks. The conclusion of this service is that partners are able to carry out breed layer duck cultivation with assistance from the community service team. Keywords: breed layer ducks, "Regra hatchery", Lubuk Tarok, BSF maggot, ration formulation
PENGEMBANGAN INDUSTRI KERUPUK KAMANG “PITARUAH MANDEH” MELALUI PERBAIKAN KEMASAN Ariyetti Ariyetti; Ruri Wijayanti; Malse Anggia; Dewi Arziyah; Lisa Yusmita; Sri Mutiar
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.1.103-107.2022

Abstract

Usaha Kerupuk Kamang yang terletak di Tapi, Jorong Pakan Sinayan, Nagari Persiapan Kamang Tangah, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam merupakan produsen kerupuk kamang. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah keterbatasan dalam pengolahan dan packaging kemasan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan kepada mitra sehingga permasalahan yang dihadapi dapat teratasi. Pelatihan yang dilakukan meliputi pengolahan dan packaging. Dalam pelaksanaannya, metoda yang digunakan yaitu pelatihan dalam pengolahan yang baik dan bersih serta pelatihan dan bantuan alat packaging berupa sealler, kemasan dan label kemasan. Luaran dari kegiatan ini adalah mitra dapat menghasilkan produk yang konsisten setiap kali produksi dan packaging yang menarik sehingga menarik daya minat pembeli. Hal ini juga dapat meningkatkan kualitas produk dan juga meningkatkan pendapatan mitra. Kata kunci : Pengolahan, pelatihan, packaging, kualitas, mitra ABSTRACT The business Kerupuk kamang located in Tapi, Jorong Pakan Sinayan, Nagari Persiapan Kamang Tangah, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten agam is a producer of Kerupuk Kamang. The problems faced by partners are limitations in processing and packaging.The purpose of this community service is to provide training to partners so that the problems they face can be resolved. The training carried out includes processing and packaging. In its implementation, the method used is training in good and clean processing as well as training and assistance in packaging tools in the form of sealers, packaging and packaging labels. The output of this activity is that partners can produce consistent products every time they are produced and attractive packaging that attracts buyers interest. It can also improve product quality and alsi increase partner income. Keywords : Processing, training, packaging, quality, partner
PEMBINAAN PENGEMBANGAN WEBSITE LAYANAN FISIOTERAPI HOMECARE DAN BISNIS ALAT KESEHATAN Agus Tiyawan; Condrowati Condrowati; Widayani Wahyuningtyas; Sonia Januarizy; Nabila Rubianti; Andy Sirada; Rena Mailani; Fidyatul Nazirah; Mahendra Wahyu Dewangga
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.1.45-50.2022

Abstract

Pendirian web jasa pelayanan fisioterapis dan alat kesehatan dilatar belakangi oleh perkembangan teknologi serta adanya kekhawatiran keluarga untuk membawa mendapatkan layanan fisioterapi atau layanan medis pada masa pandemic Covid-19 ke rumah sakit. Selain itu website jasa pelayanan fisioterapis dan alat kesehatan ini, untuk mengenalkan dan mempromosikan pada masyarakat luas tentang fisioterapis itu sendiri dengan cepat, simple, dan biaya yang relative lebih murah. Sistem website jasa pelayanan fisioterapis didapat dengan mudah dan praktis karena dilakukan secara online, serta jauh lebih praktis dan menguntungkan karena tidak perlu menghabiskan waktu mengantri lama dan hemat pada biaya transportasi pasien tersebut pada saat ke rumah sakit. Tujuan yang akan dicapai dengan diadakanya program kewirausahaan ini, diantaranya yaitu: meningkatkan program kreatifitas mahasiswa yang berkualitas untuk masyarakat dan mendapatkan keuntungan. mendapatkan profit dari jasa yang akan ditawarkan. menciptakan lapangan pekerjaan baru, meningkatkan Sumber Daya Manusia dalam berwirausaha. Pelaksanaan kegiatan ini akan dilalui dengan 3 tahap, yaitu : persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan ini diharapkan dapat terciptanya wirausaha baru mandiri berbasis iptek. Kata kunci: fisioterapi, homecare, pelayanan, website, wirausaha ABSTRACT The establishment of a web of physiotherapeutic services and medical devices is motivated by technological developments and family concerns to bring physiotherapy services or medical services to patients. during the Covid-19 pandemic to the hospital. In addition, this web service for physiotherapists and medical devices is to introduce and promote to the wider community about physiotherapists themselves quickly, simply, and at relatively lower costs. The website system for physiotherapist services is obtained easily and practically because it is done online, and is much more practical and profitable because it does not need to spend long queuing time and saves on transportation costs for these patients when they go to the hospital. The objectives to be achieved by holding this entrepreneurship program include: increasing quality student creativity programs for the community and getting benefits. profit from the services to be offered. create new jobs, improve Human Resources in entrepreneurship. The implementation of this activity will be carried out in 3 stages, namely: preparation, implementation, and evaluation. With this activity, it is hoped that the creation of new independent entrepreneurs based on science and technology Keywords: physiotherapy, homecare, services, website, entrepreneur

Page 2 of 4 | Total Record : 33