cover
Contact Name
Edwin Yulia Setyawan
Contact Email
edwin.yulia.setyawan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsosek.kp@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
ISSN : 20888449     EISSN : 25274805     DOI : -
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan merupakan Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, dengan tujuan menyebarluaskan hasil karya tulis ilmiah di bidang Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Artikel-artikel yang dimuat diharapkan dapat memberikan masukan bagi para pelaku usaha dan pengambil kebijakan di sektor kelautan dan perikanan terutama dari sisi sosial ekonomi.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2011): Juni (2011)" : 8 Documents clear
DAYA SAING EKSPOR PRODUK PERIKANAN INDONESIA DI LINGKUP ASEAN DAN ASEAN-CHINA Subhechanis Saptanto
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 6, No 1 (2011): Juni (2011)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.507 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v6i1.5754

Abstract

Keunggulan komparatif dapat digunakan sebagai indikator besarnya daya saing suatu negara dalam perdagangan internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing ekspor perikanan Indonesia di tingkat ASEAN dan ASEAN-China. Kajian ini menggunakan data sekunder time series yang dikeluarkan oleh United Nation Comtrade dari tahun2000 hingga 2008. Metode analisis yang digunakan adalah dengan metode Revealed Comparative Advantage (RCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwadi tingkat ASEAN maupun ASEAN-China, produk perikanan Indonesia yang memiliki daya saing adalah produk dengan kode HS 03 (ikan, udang-udangan, hewan lunak, invertebrata perairan), HS 710110 (mutiara dari alam yang belum diolah), HS 710121 (mutiara budidaya yang belum diolah), dan HS 121220 (rumput laut dan alga lainnya). Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih lemah dalam hal ekspor produk yang memiliki nilai tambah. Tittle: Comparative Advantage of Indonesian Fisheries Product in ASEAN and ASEAN-China.Comparative advantage can used as indicator of trade level in international trade. This study aim to analyze comparative advantageof Indonesian fisheries product in both of ASEAN and ASEAN-China. This study used secondary data of UN Comtrade from 2000 until 2008 and revealed comparative advantage (RCA) method. Results of this study show that in both of ASEAN and ASEAN-China, for HS 03 (Fish, crustaceans, molluscs, aquatic invertebrates), HS 710110 (Pearls natural, not permanently mounted or set), HS 710121 (pearls cultured unprocessed), and HS 121220 (seaweeds and other algae), Indonesia still vave comparative advantage in fisheries product. This results indicate that Indonesia considers a weak position in the valued added export of the fisheries product.
ANALISIS KESESUAIAN SOSIAL-EKOLOGIS PEMANFAATAN SUMBER DAYA PERIKANAN BERDASARKAN PRODUKTIVITAS PRIMER DI KECAMATAN UNA-UNA DAN KABUPATEN TOJO UNA-UNA PROVINSI SULAWESI TENGAH D. Sulistiawati; Luky Adrianto; I. Muchsin; A. Masyahoro
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 6, No 1 (2011): Juni (2011)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.964 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v6i1.5749

Abstract

Memahami tingkat pemanfaatan sumberdaya alam sangat penting dalam pengelolaan sumberdaya perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai keseuaian pemanfaatan sumberdaya perikanan di Kecamatan Una-Una (lokal) dan Kabupaten Tojo Una-Una (regional). Metode yang dilakukan desk study dan survey lapang. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan pendekatan  HANPP (Human Appropriation of Net Primary Productivity). Hasil yang diperoleh bahwa HANPP lokal sebesar 7,93 109 kJ dengan rasio HANPP-NPP (Net Primary Productivity) sebesar 55,50, sedangkan tingkat regional sebesar 0,93 1012 kJ dengan rasio HANPP-NPP sebesar 28,17. Hal ini menunjukkan bahwa kolonisasi nelayan regional lebih efisien dalam memenuhi kebutuhan produktivitas primernya dibanding nelayan lokal. Tittle: Analysis of Socio-Ecological Suitability of Fishery Resources Exploitation Based on Primary Productivity in the Una Una District and Tojo Una Una Regency of Central Sulawesi Province.Understanding level of natured resource is very important in fisheries managemant. The objectives of thist study is to assess marine fisheries exploitation in the Una-Una district (local scale) and Tojo Una-Una regency (regional scale). This research used a desk and field survey. Data obtained  were analyzed using HANPP (Human Appropriation of Net Primary Productivity). Results of the study showed that HANPP at local level 7.93 109 kJ with HANPP-NPP ratio 55.5 while HANPP of regional level was  0.93 1012 kJ with HANPP ratio of 28.17. These results indicated that a colonize regional fishers was more efficient than local fishers in appealling their primary productivity.
ANALISIS EX-ANTE KEBERLANJUTAN PROGRAM MINAPOLITAN Siti Hajar Suryawati; Agus Heri Purnomo
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 6, No 1 (2011): Juni (2011)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2791.018 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v6i1.5756

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus – Desember 2010, bertujuan untuk: (i) menentukan indeks keberlanjutan program minapolitan di lokasi sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri No. KEP 32/MEN/2010, (ii) mengidentifikasi atribut pengungkit, dan (iii) menyusun arahan kebijakan. Indeks keberlanjutan diukur untuk enam (6) dimensi keberlanjutan minapolitan, yang jenisnya ditetapkan berdasarkan pendalaman literatur: ekologi, ekonomi, politik, sosial-budaya, hukumkelembagaan, dan teknologi-infrastruktur. Data primer dari hasil mail survey ke 197 kabupaten/ kota dianalisis dengan teknik ordinasi Multidimensional Scalling (MDS) menggunakan perangkat RAP-Minapolitan, yang dimodifikasi dari perangkat RAPFISH (Rapid Appraisal for Fisheries). Analisis ini digunakan untuk menduga prospek keberlanjutan berdasarkan pengukuran variabel-variabel kini. Hasil analisis menunjukkan bahwa indeks keberlanjutan program minapolitan untuk keenam dimensi adalah sebagai berikut : ekologi kurang berkelanjutan; ekonomi kurang berkelanjutan; politik sangat berkelanjutan; sosial-budaya cukup berkelanjutan; hukum-kelembagaan sangat berkelanjutan; teknologi-infrastruktur kurang berkelanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa atribut pengungkit untuk masing-masing dimensi memerlukan prioritas kebijakan untuk meningkatkan peluang keberlanjutan program minapolitan. Atribut-atribut tersebut adalah: Jarak lokasi usaha perikanan dengan pemukiman, kejadian kekeringan, produktivitas usaha (dimensi ekologi); Ketersediaan SDM perikanan (dimensi ekonomi); Sinkronisasi kebijakan pusat – daerah, trend politik lokal dan dominasi kelompok politik tertentu (dimensi politik); Akses masyarakat terhadap perikanan dan peran masyarakat adat (dimensi sosial-budaya); Ketersediaan industri pengolahan limbah (dimensi teknologi-infrastruktur). Tittle: Ex-ante Analysis of the Minapolitan Program SustainabilityThis research was conducted in August – December 2010, and aimed to (i) determine the sustainability index of minapolitan programs in locations referred to in the Ministerial Decree No. KEP 32/MEN/2010, (ii) identifying leverage factors (attributes), and (iii) formulate the relevant policy direction. The sustainability indexes were measured for six (6) minapolitan sustainability dimensions, based on literature reviews of ecology, economy, politics, social and culture, legal and institution, and technology and infrastructure dimensions. Primary data collected from the mail survey to 197 districts/municipalities listed in the decree were analysed following the multidimensional scalling (MDS) approach using the RAP-Minapolitan software, which was a modification of the RAPFISH (Rapid Appraisal for Fisheries) software. This analysis method can be used to assess sustainability prospects based on the measurement of current conditions of relevant variables. Results of this research show that the sustainability indice of the minapolitan program for the six dimension are: ecology less sustainable; economy less sustainable; politics very sustainable; social and culture fairly sustainable; legal and institution very sustainable; and technology and infrastructure (less sustainable). Results of this research show that leverage factors (attributes) of each dimension need prioritized policy to impove sustainability prospect of the minapolitan program. These are: distance between fisheries business center and residence complexes, business productivity (ecologic dimension); fishery human resources (economy dimension); state – region policy synchronization, trend of local politics and domination of particular political groups (political dimension); people access to fishery and customary community role (social-culture imension); availability of waste treatment facility (technology and infrastructure dimension).
STATUS KEBERLANJUTAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA IKAN BILIH DI DANAU TOBA (Tinjauan Aspek Ekonomi dan Sosial) Yesi Dewita Sari; Sonny Koeshendrajana
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 6, No 1 (2011): Juni (2011)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.845 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v6i1.5750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji status keberlanjutan pemanfaatan sumber daya ikan bilih (Mystacoleucus padangensis Bleeker) di Danau Toba dan faktor-faktor yang mempengaruhikeberlanjutan tersebut. Penelitian dilakukan pada tahun 2010 di beberapa tempat sentra pendaratan ikan bilih, antara lain: Kabupaten Simalungun, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Dairi, Kabupaten Karo dan Kabupaten Samosir. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder, sedangkan analisis dilakukan dengan menggunakan Metode RAPFISH. Atribut ekonomi yang digunakan untuk mengetahui status keberlanjutan terdiri dari tingkat keuntungan, kontribusi perikanan terhadap PDRB, penyerapan tenaga kerja, sifat kepemilikan sarana produksi,  tingkat subsidi, alternatif pekerjaan dan pendapatan bagi pelaku perikanan dan besarnya jangkauan pemasaran ikan bilih. Atribut sosial terdiri dari pertumbuhan komunitas nelayan, status konflik, tingkat  pendidikan, pengetahuan lingkungan, banyaknya penyuluhan dan keikutsertaan dalam kelompok. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemanfaatan sumber daya ikan bilih di Danau Toba kurang berkelanjutan baik ditinjau dari aspek ekonomi maupun aspek sosial. Indeks keberlanjutan dari aspek ekonomi adalah 46,36% dan keberlanjutan dari aspek sosial adalah 31,27%. Status keberlanjutan dalam kategori kurang ini, mengharuskan adanya campur tangan dari pihak pengelola Danau Toba untuk menerapkan opsi pengelolaan yang dapat menjamin keberlanjutan ikan bilih yang di Danau Toba. Tittle: Sustainability Status of Bilih Fish Exploitation in Toba Lake (Review of Social and Economic Aspects)This study aims to asses sustainability status of the of Bilih Fish resources in the lake Toba and factors affecting the sustainability of this. Research was carried out in 2010 in several conters of Bilih Fish landing place, among others the districts of Simalungun, Toba Samosir, Dairi, Karo and Samosir. Primary and secondary data were used; while analysis was carried out using RAPFISH method. Economic attibute being used to asses sustainability status of the resource were profit, contribution of fisheries to gross domestic product (GDP), employment, nature ownership of production factors, level of subsidy employment and income alternatives and marketing. Social attributes consist of the growth of fishing communities, conflict status, education level, environmental knowledge, number of extention worker and participation in the group. Results show that the utilization of BIlih fish resource in Lake Toba are relatively unsustainable interms of economic and social aspects. Index of economic aspects sustainability in 46,36 % and social aspects sustainability in 31,27%. These indice indicate that the fisheries status was insustainable. This, inturn, needs intervention from Lake Toba mangement authority to manage in such away so that sustainability of Bilih fish are ensure.
TINGKAT KESEJAHTERAAN DAN KETAHANAN PANGAN RUMAHTANGGA NELAYAN MISKIN: Studi Kasus di Kelurahan Marunda Baru, DKI Jakarta dan Desa Tanjung Pasir, Banten Tajerin Tajerin; Sastrawidjaja Sastrawidjaja; Risna Yusuf
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 6, No 1 (2011): Juni (2011)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.403 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v6i1.5757

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kesejahteraan dengan ketahanan pangan rumahtangga nelayan miskin di perkotaan (kasus Kelurahan Marunda, Kota Jakarta Utara) dan perdesaan (kasus Desa Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang). Penelitian dilakukan dengan metoda survey dengan menggunakan data primer dan dianalisis berdasarkan pendekatan statistik non-parametrik korelasi Rank-Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan nyata antara tingkat kesejahteraan dengan ketahanan pangan rumahtangga nelayan miskin di perkotaan maupun perdesaan. Selain itu terdapat hubungan yang positif dan nyata: (1) Antara kesehatan dan gizi dengan pemanfaatan pangan dan akses pangan; (2) Antara kekayaan materi dengan akses pangan dan pemanfaatan pangan; dan (3) Antara pengetahuan dengan ketersediaan pangan, akses pangan dan pemanfaatan pangan. Tampak bahwa aspek pengetahuan merupakan faktor terpenting dalam meningkatkan ketahanan pangan rumahtangga nelayan miskin, di samping faktor kesehatan dan gizi, dan faktor kekayaan materi. Oleh karena itu, kebijakan peningkatan ketahanan pangan pada rumahtangga nelayan miskin dapat diarahkan dengan memberikan perioritas pada peningkatan pengetahuan yang dimiliki rumahtangga nelayan tersebut, dan tentunya dengan meningkatkan aspek pangannya terutama melalui perbaikan jaringan distribusi bahan pangan. Tittle: Welfare Level and Food Security at Poor Fisher’s Household.The objective of this research is to assess the relationship of welfare level and food security at urban poor fisher household (case study at Village of Marunda - North Jakarta) and rural (Village of Tanjung Pasir –Regency of Tangerang). The research used survey method with primary data and analized by using non-parametric approach with rank-speraman correlation. Result showed that there were positive and significant relationship between welfare level with food security at poor fisher household both of urban and rural. Beside that there was positive and significant relationship: (1) between health and nutrition with using of food and accessibility of food; (2) between wealth with using of food; and (3) between availability of food, accessibility and using of food. In additional, knowledge aspect was the important factor in term of increasing of food security beside health and nutrition factor and wealth factor. Therefore, the policy for increasing of food security for poor fishers household can be focused on not only increasing of knowlegde of fisher but also increasing of accessibility of food especially by recovery of channel material food.
ANALISIS INDIKATOR UTAMA PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE BERBASIS MASYARAKAT DI DESA CURAHSAWO KECAMATAN GENDING 1 KABUPATEN PROBOLINGGO Nuddin Harahab; Graziano Raymond P
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 6, No 1 (2011): Juni (2011)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.147 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v6i1.5751

Abstract

Hutan mangrove merupakan salah satu sumber daya pesisir yang berperan penting dalam pembangunan ekonomi. Pengelolaan hutan mangrove berbasis masyarakat merupakan salah satu strategi pengelolaan yang dapat meningkatkan efisiensi dan keadilan dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam. Indikator penting dalam keberhasilan pengelolaan hutan mangrove adalah partisipasi masyarakat. Ada banyak variabel yang diperkirakan saling berinteraksi dan berkorelasi dalam partisipasi masyarakat tersebut. Oleh karenanya penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dan menentukan indikator utama dalam pengelolaan hutan mangrove berbasis masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode analisis Principle Component Analysis (PCA). Hasil analisis faktor menggunakan SPSS menunjukkan bahwa dari 15 (limabelas) variabel yang dianalisis diperoleh tiga indikator utama partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan mangrove di Kecamatan Gending, yaitu faktor manajemen, pengetahuan, dan sikap. Tittle: Analysis of Main Indicator in the Community-Based Management of Mangrove Forestry in the Curahsawo Vilage Subdistrict Gading, Probolinggo RegencyMangrove forest is among coastal resources that has essential role in economic development. Community - based mangrove forest management is a strategy to improve efficiency and fairness in theuse and management of natural resources mangrove forest.Important indicators in successing mangrove forest management is a community participation. There are many variables which were expected to interact with each other and correlated in community participation. Then study was conducted to analyze and determine primary indicators in community-based management of mangrove forestry. Method Principle Component Analysis (PCA) was used in this study. Results from factor analysis of 15 variables using SPSS shows that 3 major indicators of public participation in the mangrove forest management in district Gending are factor, knowledge and attitude.
ANALISIS INDEKS DAN STATUS KEBERLANJUTAN PERAN SERTA WANITA DALAM PENGEMBANGAN USAHA PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN Hikmah Hikmah; Maharani Yulisti; Zahri Nasution
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 6, No 1 (2011): Juni (2011)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2135.558 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v6i1.5758

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberlanjutan peranserta wanita dalam pengembangan usaha perikanan. Penelitian dilakukan pada tahun 2009 di Surabaya, Semarang, Palembang, Pelalawan, Kampar, Pelabuhan Ratu, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Pandeglang. Penelitian ini menggunakan metoda survei dan analisis data menggunakan teknik ordinasi Rapfish melalui metode Multi Dimensional Scaling (MDS) untuk menilai indeks dan status keberlanjutan peran serta wanita dalam pengembangan usaha perikanan penelitian ini juga mengidentifikasi atribut sensitif yang berpengaruh terhadap indeks keberlanjutan masing- masing dimensi melalui leverage analysis. Dimensi yang diukur yaitu karakteristik individu, karakteristik keluarga, kemitraan, profil usaha serta akses dan kontrol. Hasil analisis menunjukkan nilai indeks setiap dimensi di setiap lokasi beragam sehingga prioritas pengelolaan dimensi berbeda. Bila ingin mempertahankan atau meningkatkan status keberlanjutan “cukup” menjadi “baik” perlu mengelola atribut sensitif yang berpengaruh terhadap kelima dimensi tersebut, kecuali di lokasi Kampar dan Pelabuhan Ratu pada dimensi profil usaha dan dimensi kemitraan dengan indeks lebih dari 75. Darisembilan (9) lokasi riset, dimensi akses dan kontrol mempunyai indeks relatif besar dibandingkan dimensi lainnya dengan indeks 62,41. Namun nilai tersebut berada pada status keberlanjutan “cukup”. Jika ingin meningkatkan status keberlanjutan “cukup” menjadi “baik” perlu mengelola atribut sensitif yang berpengaruh terhadap keberlanjutan dimensi akses dan kontrol, terutama variabel kontrol terhadap kredit, akses terhadap informasi pasar, dan akses permodalan/kredit. Tittle: Analysis of Index and Sustainability Status of Women Participation in the Business Development Fisheries Products ProcessingThis article is to identify the sustainability of women participation in fisheries development. This research was canduacd in 2009 in Surabaya, Semarang, Palembang, Pelalawan, Kampar, Pelabuhan Ratu, Ogan Komering Ilir (OKI), and Pandeglang. This research used survey method and RAPFISH ordination technical data analysis through Multi Dimensional Scaling method. The measured dimensions included individual characteristics, family characteristics, partnership, efforts profile and access and control. Results of this research showed index for each dimension in various locations was heterogeneous which had priority in different dimension management. To maintain or increase the sustainable status ‘enough’ to become ‘good’, it needs to incireash sustainability index all dimension by carrying out influent sensitive attributes towards the five dimensions, except for Kampar and Pelabuhan Ratu for dimension of efforts profile and partnership that had index more than 75. From nine (9) research locations, access and control dimensions had big index relatively comparing other dimensions with index value 62.41. However this value was in a moderate of sustainable. In order to increase the sustainable status to ‘good’, it requires to manage sensitive attributes that influence towards sustainable access and control dimension, especially control emphasis towards credit, access towards market information, and access to capital/credit.
DINAMIKA NILAI TUKAR : INTERVENSI KEBIJAKAN DALAM RANGKA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN NELAYAN DAN PEMBUDIDAYA IKAN Armen Zulham; Subhechanis Saptanto; Maharani Yulisti; Lindawati Lindawati
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 6, No 1 (2011): Juni (2011)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (991.775 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v6i1.5752

Abstract

Nilai Tukar Rumah Tangga Perikanan (NTP) merupakan salah satu indikator ekonomi yang digunakan untuk melihat perkembangan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan. Indeks NTP mengambarkan proporsi harga yang diterima (IT) dan harga yang dibayar (IB) rumah tangga nelayan dan pembudidaya ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika nilai tukar dalam perspektif intervensi kebijakan peningkatan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode desk study dengan menggunakan data sekunder yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Data yang digunakan adalah data bulanan indeks NTP periode 2008-2009. Metode analisis data menggunakan pendekatan ekonometrik persamaan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi dan nilai tukar rupiah merupakan faktor yang sangat berperan dalam mempengaruhi indeks NTP dengan R2=0,90. Hal itu berarti harga barang konsumsi harga faktor produksi dan harga output sangat berperan dalam indeks NTP. Dengan demikian informasi tersebut dapat menjadi bahan rekomendasi bagi pemerintah untuk melakukan intervensi kebijakan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan. Tittle: Dynamics of Term of Trade : The Policy Intervention for Increasing Welfare of Fishers and Fish FarmersFisheries term of trade (NTP) is one of economic indicators usually use to measure the economic welfare of fishers and fish farmers. The NTP index represents the proportion of price received (IT) and price paid by fishers and fish farmers (IB). This research aims to analyze factors causing dynamic of term of trade in relation to policy intervention for increasing welfare of fishers and fish farmer. This research applied desk study method by analyzing secondary data of the Central Bureau of Statistics (BPS). This research used the monthly fisheries term of trade data for 2008 – 2009 period. An econometric approach with a quadratic regression model was used in this study. Results show that inflation an exchanger ate of IDR were an important factors enfluencing NTP index with R2 of 0,90. These mean that consumable good prices input price and output price play an important role in the NTP index. Thus, they can be used as basis for policy formulation by goverment in relation to improving welfare of fishers and fish farmer.

Page 1 of 1 | Total Record : 8