cover
Contact Name
Tekat Dwi Cahyono
Contact Email
tekat@unidar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tekat@unidar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Jurnal Agrohut
ISSN : 20875525     EISSN : 26558300     DOI : -
Jurnal Agrohut diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Laju Pertumbuhan Tanaman Penghasil Gaharu Jenis Aquilaria malaccensis Bahidin Laode Mpapa; Darni Lamusu
Jurnal Agrohut Vol 5 No 2 (2014): Jurnal Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.071 KB)

Abstract

Plant growth producing agarwood Aquilaria malaccensis species grown as a monoculture in the Banggai regency derived from seeds imported from West Kalimantan, in the area of provenance this species can be grown well. This study was to observe the growth rate of Aquilaria malaccensis species with different climatic conditions from the origins. This information is expected can support the development of forest plants agarwood producing in different areas in Indonesia. The parameters observed in this study is diameter and plant height. The measurement of the diameter and plant height conducted every month starting from June 2013 until may 2014. Ancillary data is rainfall and temperature data. The analysis used is simple correlation coefficient analysis (Pearson Correlation) to compare between in diameter, plant high with rainfall and temperature. The results showed that the growth rate of diameter period June 2013 until May 2014 of 0.43 cm while the high growth rate of 14.5 cm. The high growth rate was not correlated with rainfall and temperature, neither the growth rate of diameter with rainfall. While the growth rate of diameter with temperature shows a significant correlation
Kajian Kandungan Bahan Organik Tanah yang tersimpan pada Lahan Agroforestri dengan Sistem Tebas dan Bakar (Slash and Burn) Syarif Ohorella; Rudi Hilmanto
Jurnal Agrohut Vol 2 No 2 (2011): Jurnal Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.616 KB)

Abstract

Dalam menghitung jumlah massa karbon pada pohon sengon sering ditemui kesulitan khususnya dalam menghitung massa karbon bagian akar karena letaknya yang berada di bawah tanah. Oleh karena itu diperlukan metode tertentu untuk menduga massa karbon dalam akar pohon. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengukur kandungan biomassa yang terdapat pada akar sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielsen), (2) Menduga potensi karbon di bawah permukaan tanah (below ground) tegakan sengon pada lahan agroforestri. Pengukuran biomassa dilakukan dengan metode destructive yaitu melakukan perusakan terhadap pohon. Pohon yang akan ditebang adalah 2 pohon pada kelas diameter > 30 cm dan < 10 cm. Komponen biomassa yang akan diukur adalah leher akar, akar tunggang dan akar lateral. Masing-masing komponen dibagi menjadi sub-sub sampel dan masing sub sampel diambil sebagian untuk dijadikan sampel berat kering (dikeringkan). Potensi kandungan biomassa total below ground dari 18 tegakan sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielsen) yang di peroleh adalah sebesar 0,370 ton/ha. Dari potensi biomassa yang telah diperoleh, kemudian diubah kedalam bentuk karbon (ton C/ha) yaitu dengan mengalikan nilai biomassa dengan factor konversi sebesar 0,5, sehingga di peroleh kandungan karbon below ground tegakan sengon pada lahan agroforestri seluas 3 hektar adalah sebesar 0,185 ton C/ha.
Biomassa dan Karbon dibawah Permukaan Tanah Tegakan Sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielsen) pada Lahan Agroforestry Fitriyanti Kaliky; Syarif Ohorella
Jurnal Agrohut Vol 2 No 2 (2011): Jurnal Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.692 KB)

Abstract

Dalam menghitung jumlah massa karbon pada pohon sengon sering ditemui kesulitan khususnya dalam menghitung massa karbon bagian akar karena letaknya yang berada di bawah tanah. Oleh karena itu diperlukan metode tertentu untuk menduga massa karbon dalam akar pohon. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengukur kandungan biomassa yang terdapat pada akar sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielsen), (2) Menduga potensi karbon di bawah permukaan tanah (below ground) tegakan sengon pada lahan agroforestri. Pengukuran biomassa dilakukan dengan metode destructive yaitu melakukan perusakan terhadap pohon. Pohon yang akan ditebang adalah 2 pohon pada kelas diameter > 30 cm dan < 10 cm. Komponen biomassa yang akan diukur adalah leher akar, akar tunggang dan akar lateral. Masing-masing komponen dibagi menjadi sub-sub sampel dan masing sub sampel diambil sebagian untuk dijadikan sample berat kering (dikeringkan). Potensi kandungan biomassa total below ground dari 18 tegakan sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielsen) yang di peroleh adalah sebesar 0,370 ton/ha. Dari potensi biomassa yang telah diperoleh, kemudian diubah kedalam bentuk karbon (ton C/ha) yaitu dengan mengalikan nilai biomassa dengan faktor konversi sebesar 0,5, sehingga di peroleh kandungan karbon below ground tegakan sengon pada lahan agroforestri seluas 3 hektar adalah sebesar 0,185 ton C/ha.
Inventarisasi Biomassa Komponen Vegetasi Untuk Membangun Persamaan Allometrik (Studi Kasus pada Tanaman Agroforestry Dusun di Maluku) Syarif Ohorella; Fitriyanti Kaliky
Jurnal Agrohut Vol 2 No 1 (2011): Jurnal Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.875 KB)

Abstract

To support emission reduction activities, through the Regional Action Plan for Reducing Greenhouse Gas Emissions (RAD-GRK) it is necessary to measure carbon stocks on various types of land, one of which is land managed by communities with “dusun” agroforestry patterns. This study aims to obtain allometric equations to estimate plant biomass with diameter parameters at breast height (dbh) in order to help local governments prepare academic agendas related to the REDD ++ Program in Maluku and the development of knowledge in the field of forest carbon. Data collection was done by destructive sampling method by purposive sampling and 3 samples of nutmeg diameter with dbh diameter were different but the same age ie 27 years representing nutmeg stands in “dusun” agroforestry land in Liang village, Salahutu District, Central Maluku Regency. Based on the results of the study obtained allometric equations to estimate stem biomass content in nutmeg (Miristica pragrans) in hamlet agroforestry land, namely B. stem = 0.456 dbh4,542 (kg / tree) (R2 0,918) and the content of root biomass (below ground) is B .akar = 7.359 dbh2.889 (kg / tree) (R2 0.996). The number of Biomass Expansion Factor (BEF) is 1.94 and the number of Root to shoot ratio (R / S) is 0.08.
Rancangan Bangun Penghasil Biogas Empulur Sagu Skala Rumah Tangga Nurhayati Nahumarury
Jurnal Agrohut Vol 2 No 1 (2011): Jurnal Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.715 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan bahan baku Ela sagu sebagai energy alternatif dalam bentuk biogas. Alat yang didesain sebagai reactor biogas terbuat dari drum yang berukuran 200 iiter dan 35 liter. Pipa paralon (pVC ) berukuran 2 inchi yang mudah didapat dengan biaya yang relatif murah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tangga volume digester 433,26 liter menghasilkan massa gas 0,758922 Kg/m3 yang setara dengan 0,47432 liter minyak tanah. Massa gas yang dihasilkan dari perbandingan 85 Kg empulur Sagu dan 85 Liter Air adalah 0,1403543 kg. Berikutnya penghematan per tahun adalah adalah Rp. 2.520.000-Rp. 594.000 = Rp. 1.926.000.
Konsep Manajemen Pengelolaan dan Pengembangan Agroforestry Tradisional “Dusung” (Kajian di Di Desa Tawiri Kota Ambon) Mersiana Sahureka
Jurnal Agrohut Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.967 KB)

Abstract

Kegiatan pengelolaan hutan tidak terlepas dari struktur sosial masyarakat sekitar hutan. Terdapat keunikan khusus jika kita melihat salah satu tipe pengelolaan hutan, terlebih di Maluku yang memiliki kearifan lokal yang beragam. Salah satunya adalah penanaman agroforestry “dusung” yang ditemukan di beberapa wilayah dan telah memberikan manfaat ekonomi maupun ekologi bagi masyarakat. Kegiatan ini dimulai dengan perencanaan yang baik, sehingga pelaksanaan, kelembagaan dan pengawasannya berjalan sesuai harapan. Prinsip manajemen ini menjamin keberhasilan program, salah satunya di Desa Tawiri, Kota Ambon. Pengelolaan dusung oleh masyarakat di Desa ini, mulai dari penentuan lokasi, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, pengelolaan pasca panen dan pemasaran dilakukan terstuktur dengan pengawasan yang ketat. Hasilnya sebuah dinamika pengelolaan hutan lestari dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Tegakan Hutan pada Petak Ukur Permanen (PUP) di Hutan Alam Desa Batlale Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, Maluku (Kondisi Umum dan Tanaman Dominan) Daniel Jacob Tahitu; Samin Botanri; Sedek Karepesina
Jurnal Agrohut Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.886 KB)

Abstract

Petak Ukur Permanen (PUP) adalah satuan unit evaluasi dalam melihat kondisi struktur pertumbuhan tegakan pohon, kerusakan serta pengelolaan yang tepat atas suatu kawasan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kondisi topografi, struktur tanah dan indikator tapak lainnya dengan stuktur tegakan di PUP Hutan Alam Desa Batlale Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, Maluku. Penelusuran pustaka disajikan untuk informasi yang telah tersedia, berikutnya tegakan pohon di ukur diameter dan tingginya pada plot yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa topografi lokasi PUP dan sekitarnya adalah agak curam dengan kelerengan lapangan yaitu 15 % sampai 25 %, ketinggian tempat berkisar 400 – 450 m dpl. Iklim di lokasi PUP dan sekitarnya menurut Schmidt dan Fergusson termasuk tipe iklim ”C” yaitu daerah agak basah (hujan tropis). Jumlah tanaman tingkat tiang adalah 24 jenis dengan 57 individu. Jenis yang dominan adalah Bintangur (Chalophilum inophyllum, L.). Jenis dominan untuk tingkat pohon adalah Uhun (Eucalyptosis papuana C.T. White) berjumlah 30 pohon (32,97%) dengan volume 191,85 m³.
Perubahan Komposisi Tegakan Hutan pada Petak Ukur Permanen (PUP) di Hutan Alam Desa Batlale Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, Maluku (Studi Kasus Inventarisasi tahun 2013 dan 2018) Daniel Jacob Tahitu; Samin Botanri; Sedek Karepesina
Jurnal Agrohut Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.503 KB)

Abstract

Evaluasi lima tahunan terhadap suatu petak ukur permanen (PUP) digunakan untuk mengelaborasi data pertumbuhan, khususnya tingkat tiang dan pohon pada unit pengusahaan hutan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah melakukan studi perbandingan hasil inventarisasi pada tahun 2013 dengan data terbaru inventarisasi. Pengamatan diameter dan tinggi pohon dilakukan pada 16 record unit (RU) dan disajikan menjadi data riap pertumbuhan dan potensi volumenya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pengurangan jumlah vegetasi tingkat tiang dan pohon, namun ternyata volumenya tetap mengalami peningkatan hingga 30%. Jika dibandingkan antar RU, riap diameter tertinggi ada pada RU 7 sebesar 11,08 cm/tahun dan terendah RU 2 sebesar 0,42 cm/tahun. Riap volume tertinggi ada pada RU 7 sebesar 2,73 m3/tahun dan terendah RU 6 dengan 0,11 m3/tahun.
Perbaikan Kualitas Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Selada (Lactuca sativa L) setelah Aplikasi Pupuk Kotoran Sapi Agisna Samoal; Samin Botanri; Gawariah Gawariah
Jurnal Agrohut Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.441 KB)

Abstract

Selada (Lactuca sativa L) adalah tanaman yang termasuk dalam famili Compositae, Sebagian besar selada dimakan dalam keadaan mentah. Selada merupakan sayuran yang populer karena memiliki warna, tekstur, serta aroma yang menyegarkan tampilan makanan.Tanaman ini merupakan tanaman setahun yang dapat di budidayakan di daerah lembab, dingin, dataran rendah maupun dataran tinggi. Kotoran sapi biasanya digunakan sebagai pupuk kandang. Di berbagai tempat didunia, kotoran sapi yang dikeringkan digunakan sebagai bahan bakar. Kotoran sapi juga digunakan untuk menghasilkan biogas untuk dibakar dan menghasilkan listrik dan panas. Biogas memiliki kandungan gas metana dan telah digunakan secara luas diberbagai pedesaan di India dan Pakistan sebagai sumber energi terbarukan. Di Afrika Tengah, masyarakat suku Maasai membakar kotoran sapi didalam rumah untuk menangkal nyamuk. Variabel penelitian yang diamati meliputi Tinggi Tanaman (cm), Jumlah daun (helai), Panjang daun (cm), Lebar daun (cm) dan Berat segar tanaman (g). Hasil penelitian ini adalah Terdapat pengaruh yang sangat nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun dan berat segar tanaman selada (Lactuca sativa L.) dengan pemberian pupuk organik kotoran sapi pada priode yang berbeda berbeda. dan hasil analisis uji beda pada perlakuan dosis 6,3 (N3) menunjukan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun serta berat segar terbaik.
Pengaruh pemberian Fungi Mikoriza Arbuskula (Glomus fasciculantum) terhadap pertumbuhan bibit Samama (Anthocephalus macrophyllus Roxb) Nasrat Hasimin; Sedek Karepesina; M Yani Kamsurya
Jurnal Agrohut Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.619 KB)

Abstract

Samama (A. macrophyllus Roxb) merupakan salah satu jenis tumbuhan lokal Indonesia yang berpotensi baikuntuk dikembangkan dalam pembangunan hutan tanaman maupun untuk tujuan lainnya, seperti penghijauan, reklamasi lahan bekas tambang dan pohon peneduh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian fungi mikoriza arbuskula (Glomus fasciculantum) terhadap pertumbuhan bibit samama (Anthocephalus macrophyllus Roxb). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan dan informasi dalam upaya pemanfaatan fungi mikoriza arbuskula (Glomus fasciculantum) terhadap pertumbuhan bibit samama (Anthocephalus macrophyllus Roxb). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dalam faktor tunggal, yaitu : Pemberian Fungi Mikoriza Arbuskula (Glomus fasciculantum) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, yaitu : M0 = Kontrol, M1 = 5 gr/tanaman, M2= 10 gr/tanaman. Percobaan ini diulang sebanyak 3 kali dengan demikian jumlah seluruh satuan percobaan adalah 3 x 3 = 9 satuan percobaan. Dimana setiap perlakuan terdiri dari 10 tanaman sehingga total tanaman yang diamati sebanyak 90 tanaman. Hasil analisa keragaman terlihat bahwa pada bibit samama dengan pemberian Mikoriza (Glomus fasciculantum) berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap semua variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman pada masing-masing umur pengamatan (2, 4, 6, 8 dan 10 MST), jumlah daun (2, 4, 6, 8 dan 10 MST), Diameter batang (2 dan 10 MST) berat kering total tanaman dan persen infeksi akar. Pemberian fungi mikoriza arbuskula (Glomus fasciculantum) dengan dosis 10 gram/tanaman dapat meningkatkan pertumbuhan bibit samama baik untuk tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat kering total tanaman dan nisbah pucuk akar. Pemberian fungi mikoriza arbuskula (Glomus fasciculantum) dengan dosis 10 gram/tanaman dapat meningkatkan persen infeksi akar dengan nilai sebesar 82,67 persen.

Page 2 of 2 | Total Record : 20