cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by STKIP PGRI Jombang
ISSN : 23377712     EISSN : 25988271     DOI : -
Core Subject : Education,
Sastranesia adalah jurnal ilmiah bahasa dan sastra Indonesia yang diterbitkan oleh jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Jombang. Jurnal sastranesia focus pada kajian bahasa, sastra, dan pengajaran bahasa Indonesia. Jurnal ilmiah ini merupakan kumpulan kajian ilmiah dari civitas akademika Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indoesia STKIP PGRI JOMBANG dan civitas akademika beberpa PTN dan PTS yang mengirimkan jurnal ilmiah mereka di jurnal sastranesia. Jurnal sastranesia memiliki ISSN 2337-7712. ISSN tersebut diterbitkan diterbitkan oleh LIPI pada tanggal 7 Maret 2013. Jurnal Ilmiah ini terbit tiga bulan sekali.
Arjuna Subject : -
Articles 300 Documents
ANALISIS KOHESI DAN KOHERENSI PADA NASKAH DRAMA SAMPEK ENGTAY VERSI MAHASISWA PBSI STKIP PGRI JOMBANG ANGKATAN 2012 Rofiatin .
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v1i1.107

Abstract

Wacana adalah satuan bahasa terlengkap  dalam komunikasi, baik lisan maupun tulisan bagi penyimak atau pembaca. Naskah  drama terdapat  dialog  antara tokoh  yang  satu dengan tokoh yang lain. Pengarang menulis naskah  drama  bukan hanya sampai tahap penceritaan sebuah peristiwa saja,  akan tetapi karya tersebut dipertontonkan  di  depan  orang banyak dan dipentaskan  di  atas panggung.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Alasan digunakannya metode ini adalah karena penelitian tentang wacana, yang didalamnya memuat unsur kohesi dan koherensi, cenderung menggunakan dua metode. Sumber data penelitian ini adalah Naskah Drama yang merupakan adaptasi dari sebuah naskah drama Sampek Engtay karya N.Riantiarno, kemudian ditulis oleh penulis Versi  Riska Ayu Larasati, Efilia Agus Anggraini dan Maya Dwi Puspitasari (Mahasiswa PBSI Angkatan 2012) dengan naskah  yang  terdiri  dari  40  halaman dan 20 babak. Adapun data yang diambil oleh peneliti dalam penelitian ini adalah kata dan kalimat yang mengadung aspek: (1) kohesi gramatikal (pronomina), (2) kohesi leksikal (antonimi), dan (3) koherensi (Pertentangan, perbandingan, generik-spesifik, tujuan, sebab-akibat dan rujukan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama dalam penelitian pada naskah drama sampek engtay versi mahasiswa PBSI STKIP PGRI Jombang angkatan 2012 ditemukan sarana kohesigramatikal (pronomina) sebanyak 920 kata, sarana kohesi leksikal antonimi sebanyak 23 kata, dan koherensi sebanyak 44 kata.  Analisis kohesi dan koherensi ini disusun karena mengingat kohesi pada dasarnya bertujuan untuk mendapat intensitas makna bahasa, kejelasan sebuah informasi, dan keindahan bahasa. Sedangkan pemakaian koherensi bertujuan agar tercipta susunan da struktur wacana yang memiliki sifat serasi, runtut dan logis.
Teater Rakyat Gambus Misri (Sebuah Kajian Struktur dan Fungsi) Siti Maisaroh
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v5i4.661

Abstract

Salah satu  teater rakyat yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Jombang, Jawa Timur adalah Gambus Misri. Kajian terhadap Gambus Misri dengan menggunakan teori struktur naratif Heda Jason dan teori fungsi William R. Bascom. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data utama berupa transkrip video rekaman pertunjukan dan didukung   hasil wawancara narasumber Gambus Misri. Hasil dari penelitian: teridentifikasi  struktur bersubindikator yang berbeda, yakni (1) word-ing terdapat unsur dialek arekan, (2) texture, terdapat beragam genre sastra lama; (3) narration, adanya hubungan alur dengan tema pertunjukan, dan (4) dramatization, dapat dipertunjukan teater rakyat Gambus Misri di era tahun 2000-an terbentuk dari tradisi lisan yang masih aktif. Hasil penelitian terkait teori fungsi adalah bahwa kesenian Gambus Misri dapat berfungsi:  (1) sebagai sistem proyeksi berupa fungsi hiburan dan nostalgia; (2) sebagai alat pengesahan pranata-pranata dan lembaga kebudayaan, berupa pengesahan pranata dan penyimpan khazanah budaya bangsa; (3) sebagai alat pendidikan berupa pendidikan tanpa dibatasi usia; dan (4) sebagai pemaksa dan pengawas norma berupa perilaku di atas dan di luar panggung.
Analisis wacana Kritis Model Teun A. Van Dijk terhadap Puisi„Begitu Engkau Bersujud“ karya Emha Ainun Najib Imroatul Sholihah
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 4 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v6i4.962

Abstract

AbstrakPuisi merupakan salah satu jenis karya sastra yang memiliki pernyataan sastra paling kuat dibanding jenis sastra yang lain, kata-kata yang dimunculkan mengandung pengertian yang penuh makna. Membaca puisi merupakan kenikmatan seni sastra karena pembaca dibawa serta ke dalam pernyataan-pernyataan yang dicurahkan seorang penyair melalui baris-baris puisinya, Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana teks dan wacana yang disampaikan kepada pembaca dalam syair puisi ‘Begitu Engkau Bersujud” karya Emha Ainun Nadjib? Penulis dalam mewacanakan tulisannya disesuaikan dengan struktur teks dan berdasarkan sesuatu yang melatarbelakanginya. Adapun objek penelitiannya adalah wacana syair puisi Begitu Engkau Bersujud. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data melalui observasi kemudian dianalisis dengan metode analisis wacana Teun A. Van Dijk.Analisis wacana Teun A. Van Dijk dibagi dalam tiga tingkatan, yaitu: teks (bagaimana struktur teks dan strategi wacana yang dipakai untuk menegaskan suatu tema). Kognisi sosial (dipelajari proses produksi teks melibatkan kognisi individu). Konteks sosial (mempelajari bangunan wacana yang berkembang dalam masyarakat). Dasar dari analisis wacana adalah interpretasi, karena analisis wacana merupakan bagian dari metode interperatif yang mengandalkan interpretasi. Teks dan wacana yang disampaikan kepada pembaca dalam syair puisi „Begitu Engkau Bersujud“, menampilkan bagaimana keyakinan dalam diri seseorang terhadap Allah SWT bisa diwujudkan melalui ibadah, bersujud dengan tujuan mendapat ridha Allah  SWT. Ibadah atau sujud yang dilakukan sehari-hari harus didasari rasa ikhlas, karena ikhlas merupakan kunci keimanan terhadap Allah SWT. Sujud merupakan wadah bagi setiap individu untuk memanjatkan doa-doa terhadap Allah SWT. Namun dalam hal tersebut ada tata cara ataupun aturan-aturan yang diajarkan agar doa-doa yang dipanjatkan bisa tersampaikan.
CAMPUR KODE BAHASA JAWA PADA SIARAN RADIO GARUDA FM DI DESA DADITUNGGAL, KECAMATAN PLOSO, KABUPATEN JOMBANG ALIMA Alima
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v1i1.86

Abstract

dapat disimpulkan bahwa sosiolingustik adalah ilmu yang mempelajari penggunaan bahasa dalam masyarakat.Campur kode merupakan salah satu kajian sosiolingustik, Chaer dan Agustin (2004:114) menyatakan, dalam campur kode ada sebuah kode utama atau kode dasar yang digunakan dan memiliki fungsi dan keotonomiannya, sedangkan kode-kode yang lain yang terlibat dalam peristiwa tutur itu hanya terjadi serpihan-serpihan (pieces) saja tanpa fungsi atau keotonomian sebagai kode.Warsiman (2014:96)  membagi dua ciri campur kode yaitu  (1)  adanya timbal balik antara peranan dan fungsi ke bahasaan Peranan maksudnya siapa yang menggunakan bahasa itu, dalam arti apa sifat-sifat khusus penutur (latar belakang, sosial, tingkat pendidikan, rasa keagamaan, dan sebagainya), sedangkan fungsi kebahasaan berarti apa yang hendak dicapai oleh penutur dengan tuturannya. Fungsi menentukan sejauh mana bahasa yang dipakai oleh penutur memberi kesempatan untuk bercampur kode. (2) dan Unsur-unsur bahasa atau variasi-variasinya yang menyisip dalam bahasa lain tidak lagi mempunyai fungsi tersendiri atau tidak memiliki keotonomian sebagai sebuah kode. Unsur bahasa atau variasi-variasinya yang menyisip dalam bahasa lain dibedakan menjadi dua golongan, yakni : (a) yang bersumber dari bahasa asli dengan segala variasinya, dan (b) yang bersumber dari bahasa asing. Campur kode dengan unsur-unsur golongan pertama disebut campur kode ke dalam (inner code-mixing), sedangkan campur kode yang unsur-unsurnya dari golongan kedua disebut campur kode ke luar (outer code-mixing) Warsiman juga  (2014:96-97) menjelaskan tiga alasan yang mendorong terjadinya campur kode yang meliputi identifikasi peranan, identifikasi,ragam, dan keinginan untuk menjelaskan dan menafsirkan. Warsiman (2014:97-98) membagi campur kode menjadi enam unsur yang berwujud kebahasaan yang meliputi (1) penyisipan unsur-unsur yang yang berwujud kata, (2) penyisipan unsur-unsur yang berwujud frasa, (3) penyisipan unsur-unsur yang berwujud baster (4) penyisipan unsur-unsur yang berwujud perulangan kata, (5) penyisipan unsur-unsur yang berwujud ungkapan atau idiom, (6) penyisipan unsur-unsur yang berwujud klausa.Pokok permasalahan campur kode pada siaran  acara Dangdut Protanika Garuda FM terletak pada bahasa yang digunakan secara berselang-seling oleh penyiar dan penelpon. Adanya penguasaan dua bahasa atau lebih yang menyebabkan campur kode dalam tuturan penyiar dan penelpon.
KAJIAN LEKSIKOSTATISTIK BAHASA JAWA JOMBANG DENGAN BAHASA JAWA MANDURO Linda Kusniawati
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v1i1.102

Abstract

Bahasa adalah salah satu komponen yang paling penting dalam kehidupan manusia. Salah satu fungsi bahasa adalah sebagai identitas suatu masyarakat pengguna bahasa tersebut Bahasa Jawa Jombang adalah bahasa suku Jawa yang digunakan oleh masyarakat yang tinggal di kabupaten Jombang. Sedangkan bahasa Jawa Manduro adalah bahasa etnik Madura yang digunakan oleh masyarakat Jombang yang tinggal di Ds. Manduro Kec. Kabuh Kab. Jombang. Kedua bahasa ini dipilih karena pemakai dari kedua bahasa ini sering bertemu dan berkomunikasi.Penelitian dalam bahasa Jawa Jombang dengan Bahasa Jawa Manduro ini bertujuan untuk memperoleh deskriptif tentang tingkat kekerabatan dan waktu pisah kedua bahasa tersebut. Waktu pelaksanaan penelitian adalah pada tanggal 20 Juni 2014. Lokasi penelitian berada di Rumah Ibu Warsih di Ds. Manduro Kec. Kabuh Kab. Jombang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif karena penelitian ini menggunakan data yang bersifat angka-angka dan bilangan. Secara umum tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prosentase tingkat kekerabatan dan waktu pisah antara bahasa Jawa Jombang dengan bahasa Jawa Manduro.Langkah-langkah pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan beberapa tahapan yaitu observasi, menentukan objek penelitian, perekaman dan transkip data. Sedangkan langkah-langkah analisis data dalam penelitian ini adalah dengan langkah-langkah antara lain pembacaan data, pengklasifikasian data, deskripsi data dan analisis data.
Pemahaman Nilai-Nilai Kewirausahaan Dalam Menulis Naskah Drama Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) Dengan Menggunakan Model Peralihan Konsep Eva eri dia
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2014): JUNI 2014
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v2i2.825

Abstract

Penulisan naskah drama dengan menggunakan model Peralihan Konsep memberikan bantuan siswa mem- perdalam dan memperkaya pemahaman mereka tentang konsep-konsep kewirausahaan yang mereka miliki pengalaman tentangnya. Serta membantu siswa memperdalam pemahaman mereka tentang konsep yang ter- kait erat, yaitu integrasi dari kisah nyata dituangkan dalam imajinasi atau cerita fiktif. Selain memberikan pemahaman konsep, model ini juga dirancang untuk memberi siswa latihan berpikir kritis dalam menemukan nilai-nilai wirausaha dan menyaring untuk menentukan kisah inspiratif yang cocok untuk dijadikan naskah drama satu babak. Model ini dapat memudahkan guru dalam merencanakan konsep naskah drama yang spe- sifik dan menciptakan atau menemukan contoh-contoh dari konsep wirausaha dan naskah drama.
Peran dan Tanggung Jawab Profesi Guru dalam Era Teknologi Informasi dan Komunikasi Mindaudah -
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 3 (2013): SEPTEMBER 2013
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v1i3.393

Abstract

Pergeseran paradigma dalam pendidikan dan pembelajaran dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi membawa konsekuensi dan perubahan dalam manajemen pendidikan dan pembelajaran di sekolah. Teknologi informasi dan komunikasi tidak dapat dilepaskan dari masalah pendidikan karena pada hakekatnya teknologi informasi dan komunikasi ada untuk memecahkan masalah-masalah yang timbul dalam dunia pendidikan. Teknologi, di samping mampu menyediakan berbagai kemungkinan tersedianya media pembelajaran yang lebih bervariasi, juga dapat mempengaruhi praktek di lapangan dengan digunakannya sarana berbasis komputer untuk menunjang pembelajaran. Masalah utama di sekolah, mengenai kesiapan siswa, guru  infrastruktur, pembiayaan, efektivitas, manajemen sistem dan kapasitas dukungan belajar dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis TIK. Makalah ini bertujuan untuk mengungkapkan peran guru serta penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan dan responbilitas profesional guru di era teknologi informasi. Pengungkapan masalah diperlukan untuk mencari jalan keluar dari pembinaan dan peningkatan profesionalisasi guru. Pembahasan isu-isu ini berdasarkan studi literatur. Berdasarkan analisis kritis terhadap informasi yang diperoleh literatur yang ada, yakni (1) TIK sebenarnya digunakan untuk komunikasi sosial, sekarang sangat berguna untuk mengirimkan pesan di dalam dunia pendidikan dan pembelajaran di sekolah. Penggunaan TIK di dalam pembelajaran memerlukan, penstrukturan ulang manajemen sekolah, profesionalisme guru, persiapan infrastruktur, kesiapan siswa dalam pembelajaran akademik dan lingkungan sekolah, (2) responbilitas profesional guru pada era teknologi informasi adalah meningkatkan pemahaman dan mengetahui perkembangan dari pebelajar, menggunakan teknologi media informasi dari menggabungkan beberapa pengetahuan dengan dunia nyata, menyusun strategi pembelajaran, menyiapkan kultur pembelajaran berbasis teknologi informasi dengan melibatkan orang tua dan komunikasi, institusi pendidikan diharapkan untuk mengembangkan keterampilan profesional guru.
Nilai Budaya Pada Novel Centhini: 40 Malam Mengintip Sang Pengantin Karya Su- nardian Wirodono (Kajian Antropologi Sastra) Kiki Astrea
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v5i3.759

Abstract

Antropologi sastra merupakan studi mengenai karya sastra dengan relevansi manusia. Penelitian ini berusaha mengkaji kebudayaan Jawa dalam novel Centhini: 40 Malam Mengintip Sang Pengan- tin. Selain itu, penelitian ini akan mendeskripsikannilai-nilai dalam kebiasaan atau adat istiadat, pranata sosial, serta mitos dalam novel Centhini: 40 Malam Mengintip Sang Pengantin. Pendeka- tan deskriptif analitik hermeneutic. Sumber data yang digunakan adalah novel Centhini: 40 Malam Mengintip Sang Pengantin Karya Sunardian Wirodono. Data yang digunakan berupa kata, frasa, klausa, kalimat dan paragraph dalam novel. Pengumpulan data dengan menentukan objek dan den- gan identifikasi data. Metode analisis data dengan mengolah, mengumpulkan data dan analisis data yang akan disajikan. Nilai-nilai budaya yang muncul adalah mitos nasib manusia ditentukan berdasarkan keturunan, jika orang tuanya adalah raja maka dia akan menjadi raja, jika orang tu- anya adalah budak maka dia akan menjadi budak.
STRUKTUR KEPRIBADIAN TOKOH UTAMADALAM NOVELAYAT-AYAT CINTAKARYA HABIBURRAHMAN ELSHIRAZY (SEBUAH KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA) Ellia Dwi
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v1i1.97

Abstract

Krisnawati, Ellia Dwi 2012. Struktur Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Ayat-Ayat Cinta Karya Habiburrahman El Sirazy (Sebuah Kajian Psikologi Sastra) Dosen Pembimbing: Moch. Khozin, S.Ag. M.SI. Kata Kunci: Novel, Struktur Kepribadian, Psikologi Novel adalah cerita berbentuk prosa yang mengungkapkan suatu konsentrasi kehidupan pada saat keadaan tegang dan menggambarkan kehidupan yang tegas.Psikologi lahir sebagai ilmu yang berusaha memahami manusia seutuhnya yang hanya dapat dilakukan melalui pemahaman tentang kepribadian teori psikologi kepribadian melahirkan konsep-konsep tingkah laku. Penelitian ini mengkaji novel Ayat-Ayat Cinta Karya Habiburrahman El Shirazykarya Habiburrahman El Shirazy mengangkat tema sosial dan karakter tokoh yang kuat  tentang tekanan mental dan perubahan yang dialami oleh Fahri  sebagai tokoh utama.Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua permasalahan, yaitu aspek kepribadian dan moral tokoh utama.Permasalahan tersebut dianalisis berdasarkan pendekatan Psikologi sastra dengan memanfaatkan teori struktur psikologi Sigmund Freud.Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan menggunakan metode kualitatif dengan memanfaatkan data yang  terdapat dalam Novel Ayat-Ayat Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy sebagai  bahan analisis. Data yang diperoleh akan dianalisis sesuai teori Struktur Kepribadian Sigmund Freud.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Ayat-Ayat Cinta (1) Kepribadian tokoh Fahri dalam novel Ayat-Ayat Cinta lebih banyak melakukan dan mengalami aspek Ego yakni kebutuhan  psikologis dan Id, sedangkan aspek super ego jarang ditemukan. Dari pebandingan tersebut maka kepribadian Fahri tergolong lebih mengikuti kebutuhan-kebutuhan psikologis kemudian disertai kebutuhan biologis sebagai kelanjutan pemenuhan kebutuhan tersebut. Hubungan sosial sangat jarang dilakukan artinya Fahri memiliki kemampuan bersosial yang baik (2) Moral tokoh Fahri tergolong baik, sesuai dengan data yang diperoleh dari analisis struktur kepribadian, Fahri lebih mementingkan kebutuhan biologis (Id) dan mengikuti kebutuhan psikologi individu (ego), disertai aspek super ego sebagai pertimbangan dalam melakukan sesuatu sehingga yang dilakukan Fahri sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyasrakat.
no title vivit farida
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v1i1.113

Abstract

Pendidikan adalah suatu hal yang penting dalam kehidupan manusia, namun yang terjadi dalam pendidikan saat ini adalah proses belajar mengajar yang pasif yang hanya terjadi komunikasi satu arah saja, sehingga murid-murid menjadi bosan dan kurang tertarik pada proses pembelajaran. Pendidikan tentunya, tidak terlepas dari proses belajar mengajar, dalam proses balajar mengajar tersebut tentunya seseorang menggunakan suatu bahasa, karena dalam kehidupan, bahasa itu sangat penting dan sudah menyatu dalam kehidupan manusia untuk berkomunikasi.Alasan peneliti melakukan penelitian tersebut antara lain :Pertama, dari segi materi karangan deskripsi, ketika guru memberikan materi tentang menulis karangan deskripsi lebih cenderung hanya di dalam kelas dan siswa hanya membayangkan benda-benda yang dapat dideskripsikan, sehingga siswa akan merasa jenuh dan masih kebingungan ketika menglola suatu bahasa untuk mendeskripsikan suatu benda atau tempat.  Kedua, dari segi media, media lingkungan termasuk media berbasis visual yang dapat diamati dengan menggunakan indra penglihatan secara nyata dan langsung. Sehingga dengan mengamati secara langsung lingkungan disekitarnya, para siswa dapat dengan mudah menyerap inspirasi dan mengelolah kata-kata yang akan diuraikan menjadi sebuah karangan. Ketiga, dari segi keterampilan, peneliti menggunakan keterampilan aspek menulis, karena menulis ini merupakan kegiatan yang bersifat produktif dan ekpresif, apalagi dalam era sekarang ini menulis sangat jarang diminati oleh siswa dan siswa cenderung malas, karena kebingungan mengelola kata-kata, dan keempat nilai yang diperoleh siswa masih relatif rendah pada tahap prasiklus, dan kelima, sebelum diadakan penelitian tentang pemanfaatan media lingkungan untuk meningkatkan hasil belajar menulis karangan deskripsi, telah ada peneliti terdahulu yang membahas meningkatkan hasil belajar menulis karangan deskripsi, sehingga dapat dijadikan sebagai pijakan penelitian yang sekarang.

Page 6 of 30 | Total Record : 300


Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 1 (2024): MARET 2024 Vol 11, No 4 (2023): DESEMBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): SEPTEMBER 2023 Vol 11, No 2 (2023): JUNI 2023 Vol 11, No 1 (2023): MARET 2023 Vol 10, No 4 (2022): DESEMBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): SEPTEMBER 2022 Vol 10, No 2 (2022): JUNI 2022 Vol 10, No 1 (2022): MARET 2022 Vol 9, No 4 (2021): Desember 2021 Vol 9, No 3 (2021): SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JUNI 2021 Vol 9, No 1 (2021): MARET 2021 Vol 8, No 4 (2020): DESEMBER 2020 Vol 8, No 3 (2020): SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JUNI 2020 Vol 8, No 1 (2020): MARET 2020 Vol 7, No 4 (2019): Desember 2019 Vol 7, No 3 (2019): September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JUNI 2019 Vol 7, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SASTRANESIA PRODI PBSI STKIP PGRI JOMBANG Vol 6, No 4 (2018): DESEMBER 2018 Vol 6, No 3 (2018): SEPTEMBER 2018 Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018 Vol 6, No 1 (2018): MARET 2018 Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018): JURNAL SASTRANESIA PRODI PBSI STKIP PGRI JOMBANG Vol 6, No 3 (2018): JURNAL SASTRANESIA PRODI PBSI STKIP PGRI JOMBANG Vol 6, No 1 (2018): JURNAL SASTRANESIA PRODI PBSI STKIP PGRI JOMBANG Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017 Vol 5, No 3 (2017): September 2017 Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017 Vol 5, No 4 (2017): JURNAL SASTRANESIA PRODI PBSI STKIP PGRI JOMBANG Vol 5, No 3 (2017) Vol 1, No 1 (2017): Mei Vol 3, No 3 (2015): September 2015 Vol 3, No 2 (2015): JUNI 2015 Vol 3, No 1 (2015): MARET 2015 Vol 3, No 4 (2015): Artikel Sastranesia Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Jom Vol 3, No 3 (2015) Vol 2, No 3 (2014): SEPTEMBER 2014 Vol 2, No 2 (2014): JUNI 2014 Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014): Artikel Sastranesia Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Jom Vol 1, No 4 (2013): DESEMBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): SEPTEMBER 2013 Vol 1, No 4 (2013): Artikel Sastranesia Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Jom Vol 1, No 3 (2013): Artikel Sastranesia Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Jom Vol 1, No 2 (2013): JURNAL SASTRANESIA PRODI PBSI STKIP PGRI JOMBANG More Issue