cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by STKIP PGRI Jombang
ISSN : 23377712     EISSN : 25988271     DOI : -
Core Subject : Education,
Sastranesia adalah jurnal ilmiah bahasa dan sastra Indonesia yang diterbitkan oleh jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Jombang. Jurnal sastranesia focus pada kajian bahasa, sastra, dan pengajaran bahasa Indonesia. Jurnal ilmiah ini merupakan kumpulan kajian ilmiah dari civitas akademika Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indoesia STKIP PGRI JOMBANG dan civitas akademika beberpa PTN dan PTS yang mengirimkan jurnal ilmiah mereka di jurnal sastranesia. Jurnal sastranesia memiliki ISSN 2337-7712. ISSN tersebut diterbitkan diterbitkan oleh LIPI pada tanggal 7 Maret 2013. Jurnal Ilmiah ini terbit tiga bulan sekali.
Arjuna Subject : -
Articles 300 Documents
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PANTUN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK, PAIR AND SHARE PADA SISWA KELAS X-1 SMA KOSGORO SAMBENG LAMONGAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Imroatul Laili
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v1i1.101

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah membantu siswa agar kemampuan menulis pantun yang dimiliki dapat meningkat. Karena siswa merasa kesulitan untuk mengawali menulis pantun, saat menulis pantun, dan setelah menulis pantun. Dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think, Pair and Share merupakan alternatif yang tepat untuk membantu siswa agar lebih mudah mengawali menulis pantun, saat menulis pantun, dan setelah menulis pantun dengan menyenangkan. Dalam pembelajaran Think Pair Share dibagi menjadi tiga langkah, yang pertama (Think) yaitu berpikir, yang kedua (Pair) yaitu berpasangan dan yang ketiga (Share) yaitu berbagi.Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilakukan melalui dua siklus dengan data sumber penelitian siswa kelas X-1 SMA Kosgoro Sambeng Lamongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think, Pair and Share dapat meningkatkan keterampilan menulis pantun siswa. Keterampilan siswa dalam menulis pantun terus meningkat setiap siklus, ini dibuktikan dengan nilai menulis pantun dan respon siswa dalam angket.Berdasarkan pembahasan hasil penelitian siklus I, maka diperoleh data 12 siswa memperoleh nilai baik dan 9 siswa yang mendapat nilai rendah. Sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan, yakni 21 siswa memperoleh nilai diatas KKM. Berdasarkan hasil tersebut disarankan bagi guru Bahasa Indonesia agar model pembelajaran kooperatif tipe Think, Pair and Share dapat terus diterapkan dalam pembelajaran menulis, karena dapat diterapkan pada semua keterampilan menulis. Model pembelajaran kooperatif tipe Think, Pair and Share juga dapat membantu siswa agar selalu bertindak aktif, kreatif dan kritis dalam proses belajar mengajar.
Model Sinektik Dalam Pembelajaran Kemampuan Menggunakan Bahasa Indonesia Untuk Memaparkan Pendapat Eva eri dia
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2015): MARET 2015
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v3i1.826

Abstract

Pembelajaran model Sinektik dapat diterapkan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia khusunya keterampi- lan dalam memaparkan pendapat karena model ini membantu siswa melogikakan proses-proses mental siswa. Dengan model Sinektik siswa mempunyai kebiasaan untuk melakukan diskusi terbuka dalam memecahkan masalah secara metaforis. Norma-norma kerja sama dan kualitas intelektual dan emosional juga penting untuk membangun setting pemecahan masalah secara kreatif. Reward bersifat internal, datang dari kepuasa dan kenyaman siswa dalam aktivitas pembelajaran. Model Sinektik dalam meningkatkan kemampuan ber- pendapat siswa memberikan pengaruh interaksional berupa kohesi dan produktivitas kelompok, keterampilan berpikir metaforis, kapabilitas, dan pemecahan masalah. Partisipasi dalam sebuah kelompok Sinektik selalu menciptakan pengalaman unik yang mendidik pemahaman interpersonal dan rasa bersosial. Para anggota saling belajar tentang diri mereka satu sama lain, yaitu dengan merespons kerjadian atau peristiwa umum dengan cara unik mereka sendiri-sendiri. Berpikir dan memiliki pemikiran merupakan dasar tunggal, dalam model Sinektik dapat mendorong siswa yang pemalu. 
Struktur Frasa Adverbia dalam Wacana Narasi HENI SULISTIYOWATI
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 3 (2013): SEPTEMBER 2013
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v1i3.411

Abstract

Sebuah frasa sekurang-kurangnya mempunyai dua anggota pembentuk. Anggota pembentuk itu ialah bagiandari sebuah frasa yang terdekat atau langsung membentuk frasa. Struktur sintaksis adverbial dapat dilihatmelalui dua segi, yaitu (1) letak strukturnya mengikuti kata yang diterangkan dan dapat mendahului ataumengikuti kata yang diterangkan, dan (2) lingkup strukturnya dapat ditinjau dari medan jangkauan adverbialyang terbatas pada satuan frasa dan yang mencapai satuan kalimat. Penelitian ini menggunakan metodedeskriptif kualitatif, yaitu menggambarkan penggunaan kata-kata atau frasa adverbia dalam kalimat. Sumberdata berupa wacana narasi, sedangkan data dalam bentuk kata-kata dalam kalimat yang mencakupstruktur frasa adverbia. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui tahap observasi, penentuan objek,identifikasi data, kodifikasi, dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa frasa adverbial memilikistruktur: (1) Adverb + Verb (Adv + V), (2) adverbial + ajektiva (Adv + Aj), dan (3) Verb + Adverb (V + Adv
Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Peserta Didik Tuna Grahita Kelas IV Melalui Peraga Kartu Huruf di SLB Tunas Harapan II Peterongan Jombang abdul jamil
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v5i3.758

Abstract

Alat peraga disebut juga AVA (Audio Visual Aids), yaitu 1) Audio segalasesuatu yang didengar. 2) Visual, sesgalasesuatu yang dilihat. 3) Aids, alat pembantu. Jadi alat peraga adalah segala macam alat pelajaran yang dapat dipakai sebagai pembantu untuk menyampaikan suatu pelajaran. Pengertian alat peraga dikemukakan oleh Mechati (1990) yang menyatakan bahwa alat peraga itu adalah alat pelajaran secara penginderaan yang tampak dan dapat diamati. Jadi alat peraga merupakan perantara atau saluran komunikasi untuk menyampaikan pesan kepada Peserta Didik sebagai penerima pesan. Membaca adalah mengubah bahasa tulisan menjadi bahasa lisan. Adapun membaca ada beberapa macam antara lain membaca dalam hati, membaca lancar, membaca dengan teknik SO3R, membaca dengan pemahaman, membaca dengan telaah bahasa dan sebagainya. Semua itu untuk membaca lanjut, sedangkan untuk Peserta Didik Tunagrahita Kelas IV SLB membaca yang dimaksud adalah menggunakan membaca permulan yaitu membaca nyaring. Hakekat membaca, yaitu: (1) membaca merupakansuatu proses yang kompleks dan rumit; dan (2) tidak dilakukan secara konstan artinya membaca itu kecepatannya disesuaikan dengan keperluan maupun bahasa bacaannya. Pada penelitian ini, penulis berusaha untuk mengetahui perbedaan kemampuan membaca permulaan dengan menggunakan alat peraga kartu huruf dengan yang tidak menggunakan kartu huruf pada Peserta Didik Tunagrahita kelas IV SLB Tunas Harapan II Peterongan Jombang” dengan menggunakan desain penelitian eksperimental dengan instrumen tes pada objek penelitian siswa kelas IV Tuna grahita SLB Tunas Harapan II Peterongan Jombang. Hasil dari t-test menunjukkan ini berarti dengan menggunakan alat peraga kartu huruf hasil membaca permulaan lebih baik daripada yang tidak menggunakan alat peraga. diperoleh t hitung sebesar 4,507 sedang t tabel diperoleh sebesar 2,018. Dengan demikian hipotesis alerternatif (Ha) yang berbunyi “ada perbedaan membaca permulaan dengan menggunakan alat peraga kartu huruf dan yang tidak menggunakan kartu huruf pada peserta didik Tunagrahita kelas IV SLB Tunas Harapan II Peterongan. Hal ini berarti dengan menggunakan alat peraga kartu huruf hasil membaca permulaan lebih baik daripada yang tidak menggunakan alat peraga.Kata Kunci: Transfer Belajar, Membaca Permulaan, Alat Peraga Kartu Huruf
ANALISIS STRATIFIKASI SOSIAL TOKOH UTAMA DALAM NOVEL 29 JUZ HARGA WANITA KARYA MA’MUN AFFANY Faris Wahyu
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v1i1.96

Abstract

Wahyu Firmansyah, Faris . 2014. Analisis Stratifikasi Sosial Tokoh Utama Dalam Novel 29 Juz Harga Wanita Karya Ma’mun Affany. Skripsi.Dosen Pembimbing: Fitri Resti Wahyuniarti,M,Pd. Kata Kunci: stratifikasi sosial, kedudukan dan peranan, Novel 29 Juz Harga Wanita karya Ma’mun Affany, sosiologi sastra. Penelitian ini berjudul “Analisis Stratifikasi Sosial Dalam Novel 29 Juz Harga Wanita Karya Ma’mun Affany”. Penelitian ini meneliti tentang stratifikasi sosial kedudukan dan peranan yang terdapat dalam novel. Alasan peneliti meneliti stratifikasi sosial kedudukan dan peranan yang terdapat dalam novel karena peneliti ingin mengetahui bagaimanakah gambaran nilai-nilai straitifikasi sosial yang ada dalam kehidupan tokoh utama pada dalam novel, 29 Juz Harga Wanita Karya Ma’mun Affany. Alasan memilih novel karya Ma’mun Affany karena pengarang menyajikan cerita dalam novel banyak disertai pesan-pesan berorganisasi, moral, agama yang dapat dipelajari serta bermanfaat dalam kedudukan dan peranan bagi kehidupan bermasyarakat. Peneliti merumuskan beberapa rumusan masalah yaitu bagaimanakah kedudukan dan peranan stratifikasi sosial tokoh utama dalam hal cinta kasih, pandangan hidup dalam membina keluarga gambaran manusia dan tanggung jawab dalam novel 29 Juz Harga Wanita Karya Ma’mun Affany.            Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Alasan peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif karena peneliti mendeskripsikan prilaku tokoh utama dalam cerita novel.  dengan menilai melalui sosiologi sastra bagian stratifikasi sosial dalam kedudukan dan peranan yang tergambarkan dalam novel 29 Juz Harga Wanita Karya M’mun Affany. Peneliti menggunakan beberapa langkah dalam pengumpulan data, yaitu observasi, membaca isi novel dan pengkodean pemberian tanda. Pada teknik analisis data peneliti melakukan beberapa langkah untuk mendapatkan jawaban dari rumusan masalah, diantaranya mengklasifikasi data, mendeskripsikan data, analisis data dan penyimpulan data.Hasil penelitian ditemukan beberapa data dalam novel 29 Juz Harga Wanita Karya Ma’mun Affany yang mengandung nilai stratifikasi sosial kedudukan dan peranan tokoh utama dalam cerita novel. Data yang ditemukan adalah data yang memiliki nilai kedudukan yang meliputi kasih sayang, kemesraan, pemujaan dan belas kasih. Data yang memiliki nilai peranan pandangan hidup yang meliputi cita-cita, kebajikan dan sikap hidup, tanggung jawab yang meliputi tanggung jawab dan pengabdian atau pengorbanan.
PENGGUNAAN GAYA BAHASA DALAM NASKAH PUISI QASIDAH BARZANZI VERSI MAHASISWA PBSI STKIP PGRI JOMBANG ANGKATAN 2012 Yuyun Oktafiah
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v1i1.112

Abstract

Sastra merupakan hasil karya sastra yang di ciptakan oleh anggota masyarakat untuk di nikmati dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Puisi adalah salah satu karya sastra yang disusun untuk mengekspresikan ide, gagasan, perasaan dan emosi dengan menggunakan kata-kata indah, yaitu melebihi bahasa sehari-hari. Dalam sebuah puisi terdapat gaya bahasa yang di ekspresikan dalam bentuk tulisan, peneliti hanya membahas satu permasalahan yaitu menganalisis gaya perbandingan.Penelitian ini menggunakan teori kajian stilistika yang di antaranya terdapat beberapa gaya bahasa yaitu gaya bahasa perbandingan. Gaya perbandingan di bagi beberapa macam yaitu gaya bahasa simile, metafora, personifikasi, alegori, antesis, pleonasme, perifrase, antisipasi, dan korelasi.  tetapi peneliti hanya meneliti dua gaya bahasa yaitu gaya bahasa simile dan gaya bahasa metafora. Karena dalam naskah Qasidah Barzanzi ditemukan banyak data yang mengandung gaya bahasa simile dan metafora.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, metode ini berupa data tertulis bukan berupa angka yaitu naskah puisi Qasidah Barzanzi. Dengan demikian laporan penelitian akan berisi dialog yang ada dalam naskah puisi Qasidah Barzanzi versi Mahasiswa PBSI STKIP PGRI Jombang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam naskah ini terdapat gaya bahasa perbandingan yaitu gaya bahasa simile dan gaya bahasa metafora dengan menggunakan stilistika.
Pemerolehan Bahasa Kedua Dan Dampak Bahasa Ibu Dalam Pemerolehan Bahasa Pada Anak TK endah sari
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2014): JUNI 2014
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v2i2.820

Abstract

Penelitian ini mengkaji masalah pemerolehan kosakata bahasa Indonesia pada anak prasekolah. Penelitian ini merupakan kajian di bidang psikolinguistik. Subjek penelitian ini adalah siswa Taman Kanak-kanak Persit Kartika V Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, sejumlah 22 anak, yaitu TK B. Subjek penelitian menggunakan B1 bahasa Jawa, dengan usia subjek 5-6 tahun. Pemilihan subjek dilakukan sesuai dengan fokus dalam penelitian. Atas dasar itulah ada tiga masalah yang dicari jawabannya (1)  apa saja kosakata yang diperoleh anak  berdasarkan kategorisasi dan proses morfologis (2)  bagaimana strategi yang digunakan da- lam pemerolehan kosakata bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua (3) bagaimana peran B1 (bahasa Jawa) dalam pemerolehan kosakata bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik penga- matan, perekaman, dan observasi langsung dengan subjek dan catatan lapangan. Berdasarkan hasil penelitian, pemerolehan kosakata anak prasekolah berbahasa ibu bahasa Jawa, diperoleh kosakata dasar yang meliputi kata benda berjumlah 26 kata, kata kerja berjumlah 2 buah kata, kata sifat berjumlah 16 kata, dan kata bi- langan berjumlah 1 kata. Sedangkan, kata kompleks diperoleh kata berimbuhan berjumlah 19 kata, kata ulang berjumlah 1 kata, dan kata majemuk berjumlah 5 kata.
Lakon Besutan dalam Naskah Gaman dan Kumlebate Gendhera Karya Fathurrohman (Sebuah Kajian Semiotik) Arisyntiya Hidayah Hidayah; Mukminin Mukminin Mukminin
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v5i3.752

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan ikon, indeks, dan simbol serta bisa mendeskripsikan ikon, indeks dan simbol dalam naskah lakon Besutan. Teori-teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah tentang sastra, yakni mengenai semiotika yang mempelajari ilmu tanda. Metode yang digunakan peneliti adalah metode deskriptif kuali- tatif artinya dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menggambarkan se- cara sistematis mengenai arti dari tanda-tanda. Sumber data penelitian ini adalah berupa naskah lakon Besutan Gaman dan Kumlebate Gendhera. Data dalam penelitian ini yaitu dialog, narasi, maupun tembang yang ada dalam naskah Gaman dan Kumlebate Gend- hera. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa naskah lakon Besutan mengandung ikon, indeks dan juga simbol yang terkandung dalam narasi, dialog, maupun tembang-tembang yang ada di dalamnya. 
GAYA BAHASA RETORIS DALAM NASKAH DRAMA TRILOGI GAMBUS MISRI PART 1 DAN 2 Indah Rahmawati; Fitri Resti Wahyuniarti
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 4 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v6i4.967

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa retoris anastrof dalam naskah drama Gambus Misri part 1 dan 2. Penelitian gaya bahasa dalam naskah drama Gambus Misri Part 1 dan 2 dilatarbelakangi bahwa stilistika adalah ilmu yang berkaitan dengan gaya bahasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah kata pada bulan Januari awal. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, dokumentasi, pemberian tanda, pengkodean. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam naskah drama Gambus Misri terdapat penggunaan anastrof diperoleh dengan pembalikan susunan kata dari  predikat ke subjek, antara lain:  (bernyanyi, orang), (mengurusi, prajurit), (Banyak omong, kamu), (tembakan, Sarip), (Pementasan, kita), (ikut, Pak Sudi), (membungkam, aku), (ngamuk, yuk), (tangkap, Benadzir). Penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa, pendidik, dan masyarakat dengan kajian stilistika khususnya gaya bahasa anastrof.   
PENGGUNAAN ADVERBIA TUNGGAL BERUPA KATA ULANG DALAM HARIAN JAWA POS EDISI SEPTEMBER 2014 ANA MARIYATI
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v1i1.91

Abstract

Penelitian ini berjudul Penggunaan Adverbia Tunggal berupa Kata Ulang Dalam Harian Jawa Pos Edisi September 2014. Morfologi membahas tentang berbagai macam kelas kata antara lain, nomina, verba, adverbia, adjektiva, dan kata tugas. Penelitian mengambil salah satu dari kelima kelas kata tersebut, yakni adverbia. Menurut Mulyono  (2013:48) adverbia adalah semua kata yang berfungsi sebagai keterangan dalam bentuk frasa atau dalam bentuk kalimat. Kemenarikan dalam penelitian ini yakni membahas mengenai kebahasaan yang biasa digunakan sehari-hari, dan dapat di buat acuan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna adverbia pada koran Harian Jawa Pos. Pengambilan data dilakukan selama satu bulan yaitu September 2014, teknik pengumpulan data dilakukan dengan langkah observasi, penentuan objek, pemilihan rubrik/kolom, identifikasi data. Langkah-langkah analisis data menggunakan pembacaan data, pemberian tanda, mengklasifikasi data, pemberian kode, tabulasi data, dan deskripsi data.Penelitan ini menghasilkan beberapa data di antaranya sebagai berikut: “Laju truk tiba-tiba melenceng ke kanan dan langsung menghantam tiga rumah yang merupakan tempat usaha salon dan penjualan genting tersebut”. Kata yang dicetak miring tiba-tiba, kata tersebut menujukkan bahwa masuk pada perulangan murni karena, kata dasar diulang dengan tidak mendapat perubahan sedikit pun. Berasal dari kata tiba  menjadi tiba-tiba melalui proses pengulangan kata dasar, dari beberapa jenis adverbia tunggal kata ulang. Data tersebut temasuk adverbia tunggal berupa pengulangan kata dasar kata ulang, kata yang di ulang kembali. “Ada agresi langsung besar-besaran yang berasal dari negara tetangga”, tandasnya di harapkan kadet-kadet militer Ukrain kemarin. Kata yang dicetak miring besar-besaran merupakan bentuk perulangan yang mendapat akhiran-an. Kata tersebut sudah bukan lagiperulangan murni, karena kata besar-besaran mendapat akhiran-an. Kata besar-besaran melalui proses adverbia tunggal berupa kata ulang kata dasar yang bersufiks-an atau mendapat akhiran, dari kata besar menjadi kata besar-besaran.                Adverbia tunggal berupa kata ulang muncul pada bentuk frasa atau bentuk kalimat. Berdasarkan penelitian yang diperoleh dari koran Jawa Pos dapat disimpulkan bahwa data-data tersebut mengandung adverbia tunggal berupa kata ulang.

Page 5 of 30 | Total Record : 300


Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 1 (2024): MARET 2024 Vol 11, No 4 (2023): DESEMBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): SEPTEMBER 2023 Vol 11, No 2 (2023): JUNI 2023 Vol 11, No 1 (2023): MARET 2023 Vol 10, No 4 (2022): DESEMBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): SEPTEMBER 2022 Vol 10, No 2 (2022): JUNI 2022 Vol 10, No 1 (2022): MARET 2022 Vol 9, No 4 (2021): Desember 2021 Vol 9, No 3 (2021): SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JUNI 2021 Vol 9, No 1 (2021): MARET 2021 Vol 8, No 4 (2020): DESEMBER 2020 Vol 8, No 3 (2020): SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JUNI 2020 Vol 8, No 1 (2020): MARET 2020 Vol 7, No 4 (2019): Desember 2019 Vol 7, No 3 (2019): September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JUNI 2019 Vol 7, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SASTRANESIA PRODI PBSI STKIP PGRI JOMBANG Vol 6, No 4 (2018): DESEMBER 2018 Vol 6, No 3 (2018): SEPTEMBER 2018 Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018 Vol 6, No 1 (2018): MARET 2018 Vol 6, No 4 (2018): JURNAL SASTRANESIA PRODI PBSI STKIP PGRI JOMBANG Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018): JURNAL SASTRANESIA PRODI PBSI STKIP PGRI JOMBANG Vol 6, No 1 (2018): JURNAL SASTRANESIA PRODI PBSI STKIP PGRI JOMBANG Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017 Vol 5, No 3 (2017): September 2017 Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017 Vol 5, No 4 (2017): JURNAL SASTRANESIA PRODI PBSI STKIP PGRI JOMBANG Vol 5, No 3 (2017) Vol 1, No 1 (2017): Mei Vol 3, No 3 (2015): September 2015 Vol 3, No 2 (2015): JUNI 2015 Vol 3, No 1 (2015): MARET 2015 Vol 3, No 4 (2015): Artikel Sastranesia Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Jom Vol 3, No 3 (2015) Vol 2, No 3 (2014): SEPTEMBER 2014 Vol 2, No 2 (2014): JUNI 2014 Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014): Artikel Sastranesia Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Jom Vol 1, No 4 (2013): DESEMBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): SEPTEMBER 2013 Vol 1, No 4 (2013): Artikel Sastranesia Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Jom Vol 1, No 3 (2013): Artikel Sastranesia Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Jom Vol 1, No 2 (2013): JURNAL SASTRANESIA PRODI PBSI STKIP PGRI JOMBANG More Issue