cover
Contact Name
Sosiohumaniora
Contact Email
sosiohumaniora@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosaku_sumah@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sosiohumaniora
ISSN : 14110911     EISSN : 24432660     DOI : -
Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan menerbitkan Artikel terpilih dibawah lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014" : 12 Documents clear
LURAH DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN DI KELURAHAN CABENGE KECAMATAN LILIRILAU KABUPATEN SOPPENG Alyas -
Sosiohumaniora Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.615 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i1.5689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi masyarakat terhadap pembangunan di KelurahanCabenge. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan memilih informan KepalaLingkungan, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan Kepala Keluarga. Teknik pengumpulan datayang dipergunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data digunakan adalahteknik analisis kualitatif yaitu dengan menggunakan langkah-langkah yaitu analisis reduksi dan analisis penyajiandata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Peranan Lurah secara persuasif dalam meningkatkan partisipasimasyarakat terhadap pembangunan dapat dilihat dari aktivitas lurah dengan cara membujuk dan mengajakmasyarakat dan berhasil menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi terhadap pembangunan, (2) PerananLurah secara akomodatif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap pembangunan yaitu memberikaninformasi baik pada papan informasi di kelurahan maupun acara formal dan non formal mengenai masalahpembangunan sudah dapat mendorong masyarakat untuk berpartisipasi terhadap pembangunan, dan aktivitas lurahdalam menerima aspirasi masyarakat sudah cukup aktif tapi partisipasi masyarakat dalam mengeluarkan ide ataugagasan menyangkut masalah pembangunan masih cukup rendah dapat dilihat dari kurangnya masyarakat yanghadir dalam acara musrembang dan kurangnya masyarakat yang mengeluarkan ide atau aspirasinya, dan (3) PerananLurah Cabenge secara Dinamis Antisipatif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan dapatdilihat dari aktivitas Lurah yang cukup berhasil dalam menggerakkan masyarakat memelihara hasil pembangunan.Kata Kunci: Lurah, partisipasi masyarakat, pembangunan
PERSEPSI STAKEHOLDTuna revitalization program undertaken by PPN Ternate indicate a change in the management of fish resources and the expansion of seed not only focus on ER USAHA PENANGKAPAN TUNA DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) TERNATE MALUKU UTARA Titien Sofiati; Domu Simbolon; Tri Wiji Nurani; Eko Sri Wiyono
Sosiohumaniora Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.133 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i1.5680

Abstract

Tuna revitalization program undertaken by PPN Ternate indicate a change in the management offish resources and the expansion of seed not only focus on skipjack but also on tuna resources. Perceptions ofstakeholders have an important role and is affecting their engagement towards fisheries management system thatwill be applied. The study was conducted during the two months of January and February 2013 with interviewsand surveys. Perception analysis be descriptive of the factors that influence the tuna fishing effort in PPN Ternate,deskriminan multiple testing using the equation to obtain a perceptual map (perceptual map). Public perceptionof tuna landed in PPN Ternate can provide a proof of the success of the tuna revitalization program undertakenby PPN Ternate. Based on the results of research conducted can be concluded that the tuna fishing business isgrowing and should continue to be developed.Keywords: Perception, PPN Ternate, stakeholder, tuna
POLA SOLIDARITAS KELOMPOK PEDAGANG ANGKRINGAN DI KOTA PONOROGO Slamet Santoso; Jusuf Harsono
Sosiohumaniora Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.097 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i1.5685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola solidaritas kelompok pedagang Angkringan yangada di Kota Ponorogo. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan teknikpengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Berdasarkan kriteria penggolonganpedagang Angkringan, jumlah informan ditetapkan dengan menggunakan teknik purposive sampling dan untukanalisis data berproses pada bentuk induksi-interpretasi-konseptualisasi dengan menggunakan model analisisinteraktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) Jalinan solidaritas yang terjadi pada kelompok pedagangAngkringan di Kota Ponorogo berbentuk: Solidaritas antara ketua kelompok dengan para anggotanya (termasukcalon anggota), Solidaritas antara sesama anggota dalam satu kelompok, dan Solidaritas antara kelompokyang satu dengan kelompok yang lain; b) Solidaritas antara ketua kelompok dengan calon anggota kelompoklebih mengarah pada solidaritas mekanik; c) Solidaritas antara ketua kelompok dengan anggota kelompok lebihdidominasi oleh solidaritas organik namun demikian solidaritas mekanik tetap berjalan walaupun hanya padawaktu tertentu; d) Solidaritas antara sesama anggota dalam satu kelompok lebih lebih didominasi oleh solidaritasorganik dan untuk solidaritas mekanik hanya bersifat isidental; dan e) Solidaritas antara kelompok yang satudengan kelompok yang lain lebih mengarah pada solidaritas mekanik.Kata Kunci: Solidaritas Mekanik, Solidaritas Organik, Pedagang Angkringan
EXPLORING GENDER ROLES IN THE STORY OF I LA GALIGO Murni Mahmud
Sosiohumaniora Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.15 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i1.5681

Abstract

This paper aims at exploring the gender roles in the story of I La Galigo. This story is an epic of the Bugissociety featuring the adventure and the lives of the first humans occupying and living in the Earth. Based on theanalysis, gender roles can be seen in the story, such as the roles of Datu Palinge’ as the wife who can influence thedecision making of the King, Sang Patoto’e. The reflection of gender can also be seen in the expected behaviorsof Bugis men and women for masculinity and femininity. Men are expected to be warani (brave) and women areexpected to be malebbi’ (modest). These expected behaviors can be seen from women characters, We Nyili’ Timoand We Datu Sengngeng, and from men characters, Batara Lattu’ and Sawerigading. Another gender issue can alsobe seen in the pattern of patrilineal society and the tendency to marginalize women’s position.Key words: Bugis society, I La Galigo, Gender roles.
PERSEPSI DAN PERILAKU PRODUSEN DAN KONSUMEN TERHADAP LABEL ASAL DAERAH PADA MANGGA GEDONG GINCU Yosini Deliana; Sri Fatimah; Anne Charina
Sosiohumaniora Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.12 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i1.5686

Abstract

Mangga gedong gincu (Mangifere indica var.Gedong) banyak diusahakan di Jawa Barat dengansentra produksi Indramayu, Majalengka dan Cirebon. Hasil penelitian lapangan mengungkapkan bahwa manggagedong gincu dari Majalengka dan Cirebon lebih diminati konsumen daripada Gedong gincu dari Indramayu,karena bentuknya lebih bulat, warnanya lebih menarik dan aromanya lebih tajam (Deliana, 2011). Masalahnyaadalah tidak ada jaminan kualitas bahwa mangga tersebut memiliki kematangan tertentu, rasa dan bebas hamaseperti harapan konsumen. Sejak tahun 2005 pedagang besar di Kabupaten Majalengka, Cirebon dan Indramayumencoba menempelkan label pada mangga gedong Gincu, tapi bukan label asal daerah. Label asal daerah hanyadikeluarkan oleh Dinas Pertanian setempat dan hanya digunakan mangga Gedong Gincu pada saat pameranatau sebagai oleh-oleh kepada tamu khusus yang berkunjung ke daerah tersebut. Penelitian dilakukan dari bulanJuli sampai dengan September 2013 di Kecamatan Sedonglor Kabupaten Cirebon karena banyak pelaku pasarsudah menggunakan label. Sampel petani diambil secara acak sebanyak 30 orang, 30 konsumen Cirebon dan200 konsumen Bandung. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa produsen dan konsumen mengganggap pentinglabel asal daerah, akan tetapiprodusen maupun konsumen tidak mengetahui bahwa label asal daerah seharusnyamenunjukkan informasi tanggal petik, informasi letak kebun, informasi asal daerah dan sebagai persyaratanuntuk ekspor. Untuk meningkatkan pemasaran mangga, harus ada program yang terintegrasi dan adanya salingketerkaitan antara konsumen, produsen, pelaku pasar, dan penentu kebijakan. Harapannya ke depan, origin labelingdapat dikembangkan menjadi Country of Origin labeling (COOL) dan menjadi titik awal untuk internasionalisasimangga di pasar globalKata kunci : Persepsi, perilaku, produsen, konsumen dan label asal daerah
Otonomi Daerah Dan Komunikasi Politik Perempuan: (Analisis Gramcian Kandidat Perempuan Parlemen Provinsi DKI Jakarta Tahun 2009) Umaimah Wahid
Sosiohumaniora Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.996 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i1.5682

Abstract

The research about the women parliament candidacy based on problems, theory, methodology and researchanalysis being utilized by the researcher aims at 1) unveiling affirmative action policy in accordance to the2003 Public Election regulation (UU) and the 2008 political party regulation that are suitable policy along withefforts to enhance women representativeness in parliament within regional autonomy framework; 2) elaboratingpolitical party supports towards quota fulfillment process of 30 percent in line with the 2009 public electionregulation; 3) describing and criticizing mass media roles in the process of the political communication of womencandidates of DKI Jakarta Province in 2009; 4) discovering and exploring quality of the political communicationof women candidates of DKI Jakarta Province 2009; 5) highlighting women efforts and struggles regarding theregulation of political quota and regional autonomy are so-called ‘counter hegemony’ movement. Paradigmused in the research is critical paradigm with Gramcsian analysis model. Theory and concept of this research areAntonio Gramcsi’s thoughts; hegemony-counter hegemony, political network alliance, political communication,radical feminism, mass media in the New Marxist perspective (Gramcsian) and regional autonomy concept.The research uses qualitative approach with case study method and feminist research as well as equipped bymethod of the Gramcsian-Marxist analysis. Results and discussion of the research argue that women have beenundergoing marginalization both culturally and structurally in the political realm resulting in injustice of theirrepresentativeness in parliament. The notion becomes rooted in the social structure and system and has been goingas a cultural system which is patriarchy system. The women altogether have to establish and belong to a solidnetwork alliance to give pressure towards the government; those are in power and the state in order to transformconditions of women representativeness in parliament. They are therefore expected to have bargaining positionthat is balanced or even stronger with the state. The position is needed by women in that they can compete withmen and create broader opportunity by which they achieve it by the release of the 2009 political party regulationand the running of the regional autonomy regulation. In the Gramcsi’s concept, the equality of bargaining positionbetween women movement, represented as civil society and the state represented as political community highlylikely produce conceptual/intellectual and practical clashes to establish new hegemony whose consequence isto prosper woman community and broader civil society as well as political community. In this phase, Gramcsinames it as ‘counter hegemony’ movement in which women can present themselves and bear new hegemony afterwinning the conceptual war against the old hegemony. The women’s struggles to run candidacy of The 2009 DKIregional election took a form of ‘counter hegemony’. The effort was undertaken so that the women can owe highbargaining position in politics that is influenced by the other power namely mass media. The need to supports ofmedia industry is inevitable. Media industry, as institution having capital ideology, might highly possible be usedby women movement/ the civil. In addition, women can take benefits from media to assist struggles of ‘counterhegemony’. As a consequence, the women’s struggles of counter hegemony are complicated to do due to partialand incomprehensive efforts. The women political candidates of DKI Jakarta possess resistant movement spirit orfighting movement to transform cultural values of patriarchy especially in politics. In this notion, it is evident thatemancipation ideology is not effective to strengthen the movement unless it is as communal vision and missionfrom elements of struggles that can produce women great energy to achieve their goals. The energy is no other than‘collective will’ considered as fighting ideology which is necessary therein fighting ideas of women have constantand significant energy.Keywords : regional autonomy, political communication, Gramcsian Analysis, women parliament candidacydkijakarta 2009)
ANALISIS KETRANSITIFAN DALAM “ROOTS OF THE NORTH MALUKU CONFLICT” DI JAKARTA POST (1999): ANALISIS WACANA KRITIS Sunaidin Ode Mulae; Sutiono Mahdi
Sosiohumaniora Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.54 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i1.5687

Abstract

Studi analisis wacana kritis diterapkan untuk menganalisis isu-isu ideologi, dominasi, kekuasaan danstrategi teks berita. Studi ini mengambil objek Analisis Ketransitifan dalam “Roots of the North Maluku Conflict”di Jakarta post (1999), yang dikaji dengan pendekatan analisis kritis. Pendekatan ini memusatkan perhatianuntuk melihat kenyataan di balik sebuah teks berita, kemudian dihubungkan ke tatabahasa fungsional untukmengidentifikasi proses bahasa dan fungsi bahasa. Pendekatan itu untuk memahami dan memandang penggunaanbahasa dalam tuturan dan tulisan sebagai bentuk praktek sosial. Masalah yang diangkat ialah bagaimana prosesmaterial dalam teks berita dan bagaimana bentuk praktek wacana dalam berita. Metode yang digunakan di penelitianini adalah metode analisis isi kualitatif. Metode ini digunakan untuk memahami pesan simbolik dari wacana teks,dalam hal ini teks-teks berita. Sumber data yang digunakan dalam penelitian adalah berita konflik Maluku Utara(1999) di Jakarta Post yang terdiri 40 klausa, 13 paragraf, 602 kosakata. Hasil Penelitian menunjukan prosesktransitifan terdapat 6 proses material. Bentuk praktek wacana yang digunakan di dalam teks berita ialah praktekidentifikasi dan kategorisasi. Dua bentuk itu dapat menunjukan posisi konflik di Maluku Utara (1999) sebagaikonflik tapal batas yang bermuara pada konflik agama anatare Kristen dan Islam.Kata Kunci: Proses Material, Analisis Wacana Kritis, Konflik Maluku Utara.
KEBUDAYAAN TORAJA MODAL BANGSA, MILIK DUNIA Stanislaus Sandarupa
Sosiohumaniora Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.97 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i1.5678

Abstract

Kebudayaan Toraja menduduki posisi strategis baik di Indonesia maupun di dunia karena ia mengandungsejumlah kearifan lokal yang menjadi modal bangsa dan nilai-nilai universal yang dapat diklaim dunia sebagaimiliknya. Makalah ini akan membahas budaya Toraja dalam perspektif antropologi 1) sistem pengetahuan dankepercayaan tentang kebudayaan Toraja tallu lolona 2) Perubahan-perubahan kebudayaan Toraja karena arusglobalisasi dan 3) pengelolaan budaya TorajaKata Kunci:KebudayaanToraja, Modal Bangsa, MilikDunia
PENGARUH KINERJA PROMOSI DAN KERELASIAN MAHASISWA TERHADAP CITRA PERGURUAN TINGGI SERTA KEPUASAN MAHASISWA SETELAH MEMLILIH PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN PADA PERGURUAN TINGGI DI JAWA BARAT DAN BANTEN Munadjat Wardoyo
Sosiohumaniora Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.943 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i1.5683

Abstract

Tujuan penelitian yang dapat dicapai berupa: Hasil pembahasan mengenai pengaruh kinerja promosiPerguruan Tinggi (PT) dan kerelasian mahasiswa terhadap citra PT. terhadap keputusan mahasiswa Program StudiMagister Manajemen (PS-MM). Metode yang digunakan adalah metode survey deskriptif dan survey eksplanatori.Unit analisis dalam penelitian ini adalah mahasiswa PS-MM di Jawa Barat dan Banten dengan ukuran sampelsebesar 198 responden melalui metode stratified random sampling. Berdasarkan hasil analisis, maka diperoleh,kerelasian mahasiswa yang dibangun oleh perguruan tinggi yang memiliki PS-MM akreditasi A, B dan C di JawaBarat dan Banten, mampu mempererat hubungan antara Program Studi dengan mahasiswa. Kinerja promosidan kerelasian mahasiswa berpengaruh terhadap citra PT. Kinerja promosi dan kerelasian berpengaruh terhadapkeputusan mahasiswa memilih PT. Kinerja promosi, kerelasian mahasiswa, dan citra berpengaruh terhadapkeputusan mahasiswa memilih PT, serta kerelasian mahasiswa dominan mempengaruhi keputusan mahasiswa.Kinerja promosi memiliki hubungan yang erat dengan kerelasian mahasiswa.Kata Kunci: Kinerja Promosi, Kerelasian Mahasiswa, Citra Perguruan Tinggi, Keputusan Mahasiswa
DINAMIKA INTERSPATIAL TOTAL FACTOR PRODUKTIVITY USAHA PERIKANAN BUDIDAYA AIR TAWAR DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEREKONOMIAN WILAYAH JAWA BARAT Asep Agus Handaka Suryana; Akhmad Fauzi; Bambang Juanda; Ernan Rustiadi
Sosiohumaniora Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.75 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i1.5688

Abstract

Penelitian bertujuan menganalisis produktivitas dalam perikanan budidaya air tawar di Jawa Barattelah dilakukan pada bulan Juni 2012 sampai Januari 2013. Data yang digunakan berupa data primer diambil dari273 responden pembudidaya di Kabupaten Bandung, Cianjur, Subang dan Indramayu secara purposive. Dalampenelitian ini, digunakan Interspatial Total Factor Productivity (TFP) yang merupakan variant dari TornquistIndex untuk menjelaskan perbedaan produktivitas interspasial sistem budidaya perikanan air tawar di Jawa Barat.Indeks TFP kemudian diregresikan terhadap luas lahan budidaya, kualitas benih, kualitas pakan dan dummy sistembudidaya untuk mengestimasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat TFP. Berdasarkan data sekunder nilaitengah index interspatial TFP dalam sistem budidaya kolam 0.636 sampai 2.965, dalam sistem budidaya minasawah 0.310 sampai 3.050, dan dalam KJA mulai dari 0.908 sampai 1.737 Nilai TFP dari data primer mulai dari0.697 sampai 2.133. Hasil regresi memperlihatkan variabel kualitas benih dan kualitas pakan memainkan peranpaling dominan terhadap peningkatan nilai TFP. Perubahan TFP berimplikasi terhadap Produk Domestik RegionalBruto, Pendapatan Asli Daerah, dan Tenaga Kerja Perikanan Jawa Barat.Kata kunci: Total Factor Productivity, budidaya perikanan air tawar, ekonomi wilayah

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 1 (2025): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2025 Vol 26, No 3 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2024 Vol 26, No 2 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2024 Vol 26, No 1 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2024 Vol 25, No 3 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2023 Vol 25, No 2 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2023 Vol 25, No 1 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2023 Vol 24, No 3 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2022 Vol 24, No 2 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2022 Vol 24, No 1 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2022 Vol 23, No 3 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2021 Vol 23, No 2 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2021 Vol 23, No 1 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2021 Vol 22, No 3 (2020): SOSIOHUMANIORA, NOVEMBER 2020 Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020 Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020 Vol 21, No 3 (2019): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2019 Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019 Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019 Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018 Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018 Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018 Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017 Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017 Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017 Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016 Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016 Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016 Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015 Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015 Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015 Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014 Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014 Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014 Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013 Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013 Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013 Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012 Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012 Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012 Vol 13, No 3 (2011): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2011 Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011 Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011 Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010 Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010 Vol 12, No 1 (2010): SOSIOHUMANIORA, MARET 2010 Vol 11, No 3 (2009): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2009 Vol 11, No 2 (2009): SOSIOHUMANIORA, JULI 2009 Vol 11, No 1 (2009): SOSIIOHUMANIORA, MARET 2009 Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008 Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008 Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008 Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007 Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007 Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007 Vol 8, No 3 (2006): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2006 Vol 8, No 2 (2006): SOSIOHUMANIORA, JULI 2006 Vol 8, No 1 (2006): SOSIOHUMANIORA, MARET 2006 Vol 7, No 3 (2005): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2005 Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005 Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005 Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004 Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004 Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004 Vol 5, No 3 (2003): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2003 Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003 Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003 Vol 4, No 3 (2002): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2002 Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002 Vol 4, No 1 (2002): SOSIOHUMANIORA, MARET 2002 Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001 Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001 Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001 More Issue