Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA AGRIBISNIS SAYURAN ORGANIK Charina, Anne; Adriani, Rani; Sadeli, Agriani Hermita; Deliana, Yosini
Agricore Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar bebas MEA merupakan peluang yang perlu ditangkap oleh berbagai pelaku usaha agribisnis. Termasuk aribisnis sayuran organic yang saat ini sedang berkembang pesat dengan demand yang cukup besar. Untuk itu Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi salahsatu komponen yang harus dipersiapkan untuk mendukung pasar bebas MEA. Tulisan ini bertujuan untuk membahas penerapan TIK dalam agribisnis sayuran organic, kendala yang dihadapi beserta strategi perbaikan untuk meningkatkan  daya saing dalam menghadapi perdagangan bebas. Penelitian ini dilakukan di Kelompok Tani Semai Organik yang mengusahakan agribisnis sayuran organic, berlokasi di Desa Pada Asih Kecamatan Parompong Kabupaten Bandung Barat. Dengan informan  pengurus dan anggota poktan sebanyak 10 orang.  Desa Pada Asih sendiri saat ini terpilih menjadi salah satu Desa Organik di Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan menggunakan teknik analisis kualitatif. Analisis strategi perbaikan dalam penerapan TIK menggunakan system thinking dengan alat analisis Causal Loop Diagram. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa kendala dalam penerapan TIK di Kelompok Tani Semai Organik, diantaranya dibagi atas kendala budaya, fasilitas dan keterampilan. Strategi perbaikan penerapan TIK yang  tepat bagi Kelompok Tani Semai Organik dalam menghadapi pasar bebas MEA diantaranya adalah: Integrasi pemanfaatan TIK dengan program Desa Organic, pemberian subsidi sarana prasarana TIK dari program Desa Organik; sosialisasi penyuluhan berbasis internet (cyberextension); serta focus utama pada peningkatan kompetensi pengurus dalam memanfaatkan TIK. Diharapkan dengan pemanfaatan TIK yang lebih baik, Poktan Semai Organik dapat eksis langsung ke pasar MEA.
Barista's Competency In Delivering Experiential Marketing In Coffee Shop In Bandung City Alvarizy, Ahmad; Deliana, Yosini
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 7, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v7i2.5338

Abstract

People have now made drinking coffee in coffee shops a new culture. Many people who are interested in getting into the coffee business because of the market potential are eager to explore the brewing process and want to share with those around them. One of the determinants of a coffee shop business success is the presence of a barista. Barista is the name for someone whose job is to make and serve coffee to customers. Therefore, baristas must have competence in delivering Experiential marketing such as treating customers as friends, remembering customers' names, and always smiling and baristas must have competence in accordance with the regulations of the Ministry of Manpower and Transmigration. The purpose of this research is none other than knowing the level of competence of baristas in conveying the values of experimental marketing and knowing the level of competence of baristas according to SKKNI No. 370 of 2013. This research was conducted using a questionnaire to baristas with quantitative techniques and conducting interviews with informants. The results of this study indicate that the majority of baristas are competent in applying this aspect of Experiential marketing. Based on the measurement of barista competence according to SKKNI Barista, it can be concluded that the majority of baristas are very capable of meeting the standards even though the majority of baristas do not know these standards and also only a small proportion of baristas who are respondents have attended Barista Schools.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Petani dalam Menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Sistem Pertanian Organik di Kabupaten Bandung Barat Anne Charina; Rani Andriani Budi Kusumo; Agriani Hermita Sadeli; Yosini Deliana
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 1 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.891 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.16752

Abstract

Di Kabupaten Bandung Barat banyak petani sayuran yang mulai menjalankan pertanian organic, namun masih terdapat petani yang belum sepenuhnya menjalankan sistem budidaya sayuran organic sesuai dengan SOP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan SOP sistem pertanian organic yang dilakukan oleh petani sayuran organic di Kabupaten Bandung Barat serta faktor-faktor yang mempengaruhi petani dalam menerapkan SOP sistem pertanian organic. Penelitian dilakukan di tiga kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, yaitu Kecamatan Lembang, Parongpong dan Cisarua. Responden dalam penelitian ini adalah 105 orang petani yang membudidayakan sayuran organic. Data dianalisis secara deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan tingkat penerapan SOP sistem pertanian organic masih tergolong sedang. Faktor yang mempengaruhi petani dalam menerapkan SOP sistem pertanian organic adalah tingkat pendidikan petani, keikutsertaan petani dalam kegiatan penyuluhan, persepsi petani terhadap keuntungan relative, tingkat kerumitan dan keteramatan dari budidaya sayuran organic. Dukungan kegiatan penyuluhan sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam membudidayakan sayuran organic sesuai dengan SOP serta meningkatkan akses ke pasar sayuran organik.Kata kunci : petani, sayuran, organic, penerapan, pengaruh
Faktor Dominan dari Preferensi Konsumen dalam Pemilihan Jenis Mangga (Mangifera indica): Suatu Kasus di Supermarket di Kota Bandung Didit Hadayanti; Yosini Deliana; Ronnie Susman Natawidjaja
Agrikultura Vol 27, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.778 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v27i2.9989

Abstract

ABSTRAKBuah mangga merupakan buah-buahan yang banyak diminati oleh masyarakat karena rasanya yang enak dan banyak manfaatnya. Seiring dengan pendapatan masyarakat dan kesadaran tentang kesehatan yang meningkat, permintaan akan buah mangga semakin besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi konsumen dalam memilih mangga dan mengidentifikasi faktor dominan yang membedakan konsumen menyukai jenis mangga tertentu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan teknik survei yang dilakukan di dua supermarket di Kota Bandung. Objek yang diteliti adalah empat jenis buah mangga yaitu Gedong gincu, Aromanis, Cengkir dan Kaweni. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah systematic random sampling dengan responden yang disurvei adalah konsumen yang berbelanja buah mangga. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Diskriminan yang digunakan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang jelas antar jenis buah mangga yang disukai pada variabel karaktersitik konsumen mangga dan faktor-faktor dominan manakah dari variabel independen yang membuat perbedaan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi konsumen mempunyai kecenderungan menyukai mangga Gedong gincu serta faktor umur dan pola konsumsi konsumen adalah faktor dominan yang berpengaruh terhadap preferensi konsumen dalam pemilihan jenis mangga.Kata Kunci: Preferensi konsumen, Mangga, Supermarket
PERSEPSI DAN PERILAKU PRODUSEN DAN KONSUMEN TERHADAP LABEL ASAL DAERAH PADA MANGGA GEDONG GINCU Yosini Deliana; Sri Fatimah; Anne Charina
Sosiohumaniora Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.12 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i1.5686

Abstract

Mangga gedong gincu (Mangifere indica var.Gedong) banyak diusahakan di Jawa Barat dengansentra produksi Indramayu, Majalengka dan Cirebon. Hasil penelitian lapangan mengungkapkan bahwa manggagedong gincu dari Majalengka dan Cirebon lebih diminati konsumen daripada Gedong gincu dari Indramayu,karena bentuknya lebih bulat, warnanya lebih menarik dan aromanya lebih tajam (Deliana, 2011). Masalahnyaadalah tidak ada jaminan kualitas bahwa mangga tersebut memiliki kematangan tertentu, rasa dan bebas hamaseperti harapan konsumen. Sejak tahun 2005 pedagang besar di Kabupaten Majalengka, Cirebon dan Indramayumencoba menempelkan label pada mangga gedong Gincu, tapi bukan label asal daerah. Label asal daerah hanyadikeluarkan oleh Dinas Pertanian setempat dan hanya digunakan mangga Gedong Gincu pada saat pameranatau sebagai oleh-oleh kepada tamu khusus yang berkunjung ke daerah tersebut. Penelitian dilakukan dari bulanJuli sampai dengan September 2013 di Kecamatan Sedonglor Kabupaten Cirebon karena banyak pelaku pasarsudah menggunakan label. Sampel petani diambil secara acak sebanyak 30 orang, 30 konsumen Cirebon dan200 konsumen Bandung. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa produsen dan konsumen mengganggap pentinglabel asal daerah, akan tetapiprodusen maupun konsumen tidak mengetahui bahwa label asal daerah seharusnyamenunjukkan informasi tanggal petik, informasi letak kebun, informasi asal daerah dan sebagai persyaratanuntuk ekspor. Untuk meningkatkan pemasaran mangga, harus ada program yang terintegrasi dan adanya salingketerkaitan antara konsumen, produsen, pelaku pasar, dan penentu kebijakan. Harapannya ke depan, origin labelingdapat dikembangkan menjadi Country of Origin labeling (COOL) dan menjadi titik awal untuk internasionalisasimangga di pasar globalKata kunci : Persepsi, perilaku, produsen, konsumen dan label asal daerah
PENINGKATAN KUALITAS PRODUK MANGGA KERING DENGAN TEKNIK DEHIDRASI OSMOSIS DI KABUPATEN INDRAMAYU Endah Wulandari; Yosini Deliana
Dharmakarya Vol 9, No 1 (2020): Maret, 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v9i1.19685

Abstract

Buah mangga mempunyai daya simpan yang singkat yaitu dalam waktu 3-4 hari setelah matang penuh, daging buah sudah lunak, permukaan kulit buahnya banyak bercak warna coklat akibat penyakit pasca panen. Untuk menekan besarnya kerugian akibat terjadinya kehilangan hasil, maka penanganan pasca panen buah harus benar-benar diperhatikan. Proses diversifikasi produk olahan diharapkan dapat menyelamatkan hasil panen yang berlimpah pada saat panen raya, produk lebih awet dan jangkauan pemasaran lebih luas dengan resiko kerusakan yang lebih kecil. Dehirasi osmosis salah satu cara untuk meningkatkan kualitas produk mangga kering (dried mango). Pelatihan dilakukan dari Juli- September 2018 di UKM Prosomi Desa Majakerta, Balongan dan UKM Secawati Desa Krasak, Kabupaten Indramayu. Pihak yang terlibat dalam ini adalah dosen dan masyarakat. Hasil Pengabdian masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dalam tehnik dehidrasi osmosis, pengupasan mangga, pemotongan mangga, hygienis produk dan cara mendapatkan izin edar produk P-IRT.
APLIKASI PENCATATAN ADMINISTRASI DAN ANALISIS KEUANGAN BAGI PELAKU USAHA DI BIDANG PERTANIAN Eliana Wulandari; Yosini Deliana
Dharmakarya Vol 10, No 3 (2021): September, 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v10i3.32511

Abstract

Masyarakat pelaku usaha khususnya yang bergerak pada bidang pertanian masih banyak yang masih mengalami kesulitan dalam melakukan pencatatan maupun analisis keuangan usaha. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan mitra selaku pelaku usaha yang terkait dengan bidang pertanian, menggali permasalahan mitra dalam bidang pencatatan juga analisis keuangan, serta memberikan pelatihan terkait aplikasi pembukuan yang harapannya menjadi jawaban atas permasalahan pelaku usaha untuk kelancaran usahanya. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan secara daring (metode virtual) dengan menggunakan platform meeting online dikarenakan sedang berlangsungnya wabah pandemi Covid-19 dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran pelaku usaha akan pentingnya administrasi pencatatan keuangan dan analisis keuangan, dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha dalam penyusunan administrasi dan analisis keuangan. Materi yang diberikan pada kegiatan pelatihan ini yaitu mengenai jenis-jenis aplikasi pembukuan atau pencatatan dan analisis keuangan usaha dan bagaimana menggunakan aplikasi pencatatan tersebut.
PENGARUH ORIENTASI PASAR TERHADAP KINERJA USAHA DI SENTRA PRODUKSI IKAN HIAS AIR TAWAR JAWA BARAT: THE MARKET ORIENTATION EFFECT ON BUSINESS PERFORMANCE OF FRESH WATER ORNAMENTAL FISH PRODUCTION CENTER IN WEST JAVA Popong Nurhayati; Yosini Deliana; Tuhpawana Priatna Sendjaja; Rita Nurmalina
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 6 No. 1 (2020): JABM Vol. 6 No. 1, Januari 2020
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.6.1.50

Abstract

This research aimed to: (1) measure the level of market orientation of freshwater ornamental fish cultivators in West Java production centers, (2) analyze turnover and profits as an indicator of the performance of freshwater ornamental fish aquaculture business in West Java production centers, and (3) analyze the effect of market orientation of fish cultivators on the performance of freshwater ornamental fish aquaculture business in West Java production centers. Primary data were collected through observation and interviews with 240 samples of freshwater ornamental fish cultivators in West Java production centers. Research samples determined by multistage sampling methods. The descriptive analysis and profit and loss analysis were employed to analyze the collected data. Research hypotheses were tested by Spearman correlation. The results showed that the market orientation level of ornamental fish cultivators in West Java production centers was categorized as high. Thus, data mode showed that in 2018 the business made a turnover of Rp216,000,000 and a profit of Rp33,971,333. Market orientation and each of market orientation indicators (market knowledge, consumer orientation, competitor orientation, coordination with labor, and marketing implementation) had a significant and positive relationship to business performance. Consumer orientation was the highest market orientation indicator in the relationship between market orientation and business performance.. Keywords: freshwater ornamental fish aquaculture, market orientation, business performance Abstrak: Penelitian bertujuan (1) Mengukur tingkat orietasi pasar pembudidaya ikan hias air tawar di sentra produksi Jawa Barat, (2) Menganalisis omset dan keuntungan sebagai indikator kinerja usaha budidaya ikan hias air tawar di sentra produksi Jawa Barat, dan (3) Menganalisis pengaruh orietasi pasar pembudidaya ikan terhadap kinerja usaha budidaya ikan hias air tawar di sentra produksi Jawa Barat. Data primer dikumpulkan melalui observasi dan wawancara kepada 240 sampel pembudidaya ikan hias air tawar di sentra produksi Jawa Barat. Penentuan sample penelitian menggunakan multistage sampling. Metode analisis berupa analisis deskriptif dan analisis rugi laba. Pengujian terhadap hipotesis penelitian dilakukan menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat orientasi pasar pembudidaya ikan hias di sentra produksi Jawa Barat terkategori tinggi, sehingga pada tahun 2018 mampu menghasilkan modus omset usaha Rp216 juta dan modus keuntungan usaha Rp33.971.333. Orientasi pasar dan masing-masing indikator orientasi pasar (pengetahuan pasar, orientasi konsumen, orientasi pesaing, koordinasi dengan tenaga kerja dan pelaksanaan pemasaran) memiliki hubungan yang signifikan dan positif terhadap kinerja usaha. Orientasi konsumen merupakan indikator orientasi pasar yang tertinggi dalam hubungan antara orientasi pasar dengan kinerja usaha. Kata kunci: budi daya ikan hias air tawar, orientasi pasar, kinerja usaha
PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA AGRIBISNIS SAYURAN ORGANIK Anne Charina; Rani Adriani; Agriani Hermita Sadeli; Yosini Deliana
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 2, No 1 (2017): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v2i1.15074

Abstract

ABSTRAKPasar bebas MEA merupakan peluang yang perlu ditangkap oleh berbagai pelaku usaha agribisnis.Termasuk aribisnis sayuran organic yang saat ini sedang berkembang pesat dengan demand yangcukup besar. Untuk itu Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi salahsatu komponenyang harus dipersiapkan untuk mendukung pasar bebas MEA. Tulisan ini bertujuan untuk membahaspenerapan TIK dalam agribisnis sayuran organic, kendala yang dihadapi beserta strategi perbaikanuntuk meningkatkan daya saing dalam menghadapi perdagangan bebas. Penelitian ini dilakukan diKelompok Tani Semai Organik yang mengusahakan agribisnis sayuran organic, berlokasi di DesaPada Asih Kecamatan Parompong Kabupaten Bandung Barat. Dengan informan pengurus dananggota poktan sebanyak 10 orang. Desa Pada Asih sendiri saat ini terpilih menjadi salah satu DesaOrganik di Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan menggunakanteknik analisis kualitatif. Analisis strategi perbaikan dalam penerapan TIK menggunakan systemthinking dengan alat analisis Causal Loop Diagram. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapakendala dalam penerapan TIK di Kelompok Tani Semai Organik, diantaranya dibagi atas kendalabudaya, fasilitas dan keterampilan. Strategi perbaikan penerapan TIK yang tepat bagi KelompokTani Semai Organik dalam menghadapi pasar bebas MEA diantaranya adalah: Integrasi pemanfaatanTIK dengan program Desa Organic, pemberian subsidi sarana prasarana TIK dari program DesaOrganik; sosialisasi penyuluhan berbasis internet (cyberextension); serta focus utama padapeningkatan kompetensi pengurus dalam memanfaatkan TIK. Diharapkan dengan pemanfaatan TIKyang lebih baik, Poktan Semai Organik dapat eksis langsung ke pasar MEA.Kata kunci : Teknologi Informasi dan Komunikasi, kendala, sayuran organicABSTRACTMEA free market is an opportunity that needs to be captured by various agribusiness actors.Including organic vegetable aribisnis that is currently growing rapidly with considerable demand.For that Information and Communication Technology (ICT) to be one component that must beprepared to support the free market MEA. This paper discusses the application of ICT in organicvegetable agribusiness to improve competitiveness in the face of free trade. This research wasconducted at Semai Organic Farmer Group which cultivated organic vegetable agribusiness,located in Pada AsihVillage, Parompong District, West Bandung Regency. 10 informan used are staffand members of poktan. Pada Asih itself is currently selected to be Organic Village in West Java.The research method used is case study and using qualitative analysis technique. Analysis ofimprovement strategies in the application of ICT using system thinking with Causal Loop Diagramanalysis tool. Based on the results of the research, there are several obstacles in the application ofICT in Semai Organic Farmer Group, including divided on cultural constraints, facilities and skills.Strategies to improve the proper application of ICT for Organic Farmers Group in facing MEA freemarket are: Integration of ICT socialization with Organic Village program, subsidizing ICTinfrastructure facilities from Organic Village program; Socialization of internet based education(cyberextension);and focus to grow up staf competency. Expected with better ICT utilization, SemaiOrganicFarmer Group can exist directly to the MEA market.Keywords : Information and Communication Technology, constraint, organic vegetable
DAMPAK PENERAPAN PROGRAM DESA ORGANIK TERHADAP PETANI DI DESA CIBODAS KAB.BANDUNG BARAT Anne Charina; Rani Andriani; Yosini Deliana
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 4, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.959 KB) | DOI: 10.25157/ma.v4i1.849

Abstract

Dalam upaya meningkatkan kedaulatan pangan, pemerintah memproklamirkan Pembangunan Desa Pertanian Organik. Program ini bertujuan untuk menerapkan sistem usahatani ramah lingkungan dengan input pertanian mandiri berdasarkan potensi agroekosistem dan keanekaragaman hayati, serta produksi komoditas berkualitas dan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Program ini dilaksanakan di 600 desa untuk pengembangan pertanian organik komoditas pangan, 250 desa hortikultura, dan 150 desa perkebunan dan peternakan. Desa Cibodas Kecamatan Lembang merupakan salah satu desa organik untuk komoditas hortikultura. Penelitian ini mencoba mempelajari pelaksanaan program desa organik di Cibodas dan untuk melihat dampak program desa organik yang dirasakan oleh masyarakat tani Desa Cibodas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan responden 60 petani horti di Cibodas. Model analisis data Miles dan Huberman digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan program Desa Organik di Cibodas belum berjalan dengan maksimal. Dari 12 item kegiatan pengembangan desa organik, baru  6 item yang telah diterapkan. Dampak dari program yang dirasakan oleh petani diantaranya terdapat perubahan tingkat kognitif dan psikomotorik petani terkait pembuatan pestisida alami, pupuk kandang serta pembentukan Desa Sehat. Jumlah calon petani organik pun terjaring 54 orang. Tujuan program desa organik yaitu menciptakan banyak petani organik belum sepenuhnya berhasil karena belum adanya sosialisasi, pendampingan dan evaluasi dari pemerintah sebagai pembuat program. Alat dan bahan pendukung yang diminta tidak sesuai dengan yang didapat.Kata kunci: Dampak, Desa Organik, Pertanian Organik