cover
Contact Name
Sosiohumaniora
Contact Email
sosiohumaniora@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosaku_sumah@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sosiohumaniora
ISSN : 14110911     EISSN : 24432660     DOI : -
Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan menerbitkan Artikel terpilih dibawah lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003" : 7 Documents clear
PENGARUH TINDAK BAHASA LAKI-LAKI TERHADAP PENGAKTUALISASIAN DIRI PEREMPUAN–ANALISIS GROUNDED THEORIES DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIKFOCUS GROUP DISCUSSION PADA MAHASISWA SUNDA ASAL GARUT UNIVERSITAS PADJADJARAN Dian Indira; Thersiah L. Lubis; Dien Fakhri Iqbal; Dian Ekawati
Sosiohumaniora Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v5i1.5274

Abstract

Tindak berbahasa individu mencerminkan status sosial maupun besar pengaruh individu tersebut dalam konteks interaksinya. Sebaliknya, konstelasi posisi gender dalam suatu kelompok masyarakat dapat juga dipahami melalui tindak bahasa gender, terutama dalam konteks interaksi pula. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang tindak bahasa laki-laki dan perempuan dalam suatu diskusi di mana kedua gender berpartisipasi. Menggunakan metode penelitian kualitatif, dan media interaksi berbentuk Focus Group Discussion, dilakukan pengamatan terhadap variabel penelitian pola komunikasi antargender. Dengan teknik purposisive sampling, diperoleh sampel penelitian mahasiswa/i Program Diploma III Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran yang berasal dari Garut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat banyak kesamaan dalam tindak berbahasa pada laki-laki maupun perempuan selama diskusi berlangsung. Dengan demikian, stereotip tentang tindak berbahasa laki-laki dan perempuan yang sebelumnya telah ada, patut diragukan. Kata kunci: tindak berbahasa, gender, focus group discussion
POLA PERTUMBUHAN BAYI YANG MENDAPAT ASI EKSKLUSIF PADA BEBERAPA KECAMATAN DI WILAYAH KOTA MADYA BANDUNG Dida A. Gurnida; Emelia S. Hamzah; Julistio T.B. Djais
Sosiohumaniora Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v5i1.5275

Abstract

Pemberian makanan yang kurang pada bulan-bulan pertama kehidupan akan mempunyai dampak negatif paling besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Saat ini direkomendasikan pemberian air susu ibu (ASI) secara eksklusif sampai bayi berusia 4 – 6 bulan. Untuk menjawab apakah ibuibu di Indonesia sanggup memproduksi dan memberikan kepada bayinya ASI yang cukup untuk menjamin tumbuh kembang optimal sekurang-kurangnya untuk 4 bulan pertama, dilakukan pemantauan berat badan dan panjang badan bayi-bayi yang mendapat ASI eksklusif. Dari 100 ibu bersalin yang diteliti, 56 bayinya (56%) diberi ASI eksklusif sampai usia 4 bulan, terdiri dari 27 bayi perempuan dan 29 bayi laki-laki. Median berat badan dan panjang badan bayi perempuan dari usia 0, 1, 2, 3, dan 4 bulan berturut-turut : 3000, 3800, 4200, 4500, 6000 gram dan 49,0; 52,5; 55,9; 58,5; 61,0 sentimeter. Bila dibandingkan dengan standar berat badan terhadap umur (BB/U) dan panjang badan terhadap umur (PB/U) dari WHO/NCHS, maka didapat ZSci-BB/U berturut-turut -0,50; - 0,43; -0,42; -0,40; -0,40 dan ZSci-PB/U berturut-turut -0,42; -0,43;, -0,38; -0,40; -0,40. Median berat badan dan panjang badan bayi laki-laki : 3150, 4050, 4900, 5700, 6300 gram dan 50,0; 53,8; 57,2; 60,0; 62,0 sentimeter. ZSci-BB/U berturut-turut : -0,30; -0,36; -0,37; -0,33; -0,36, dan ZSci-PB/U : -0,22; -0,33; - 0,35; -0,42; dan -0,63. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa pemberian ASI secara eksklusif sampai usia 4 bulan dapat menjamin pertumbuhan bayi yang optimal (Z-score > -2 skor simpang baku). Kata kunci : ASI eksklusif, tumbuh kembang
STUDI TENTANG ASPEK POLITIK DAN EKONOMI PADA INDUSTRI PERBUKUAN DI JAWA BARAT (JABAR) Neneng Komariah; Edwin Rizal; Ute Khadijah
Sosiohumaniora Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v5i1.5276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek politik dan ekonomi pada industri perbukuan di Jawa Barat yang dikaitkan dengan kondisi perbukuan, segmen pasar (potential book market), kecenderungan pembajakan buku serta kendala-kendala yang dihadapi para penerbit buku di Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan yang menjadi populasinya adalah para penerbit buku anggota IKAPI wilayah Jawa Barat. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kondisi perbukuan yang ada di Jawa Barat ditinjau dari aspek politik telah mengalami banyak perubahan antara lain dengan adanya kebijakan pemerintah dalam penerbitan buku-buku paket yang tidak lagi menggunakan penerbit pemerintah seperti balai pustaka sebagai penerbit tunggal, namun juga telah melibatkan beberapa penerbit swasta melalui seleksi yang terbuka. Ditinjau dari aspek ekonominya kondisi perbukuan di Jawa Barat yang merupakan lingkaran kedua pada kelompok penerbitan buku di Indoensia, mempunyai interaksi yang cukup tinggi baik ditinjau dari interaksi bisnis, interaksi editorial maupun dari aspek dalam hal pemasaran buku. Segmen pasarnya (potential book market) dapat dibagi menjadi empat kelompok yakni kelompok masyarakat pelajar mulai SD sampai SLTA; kelompok masyarakat perguruan tinggi; kelompok masyarakat umum serta kelompok masyarakat keagamaan. Kecenderungan pembajakan buku di Jawa Barat masih tetap terjadi. Hal ini antara lain disebabkan oleh faktor ketersediaan (availability), terutama untuk buku-buku yang diterbitkan oleh penerbit buku di luar wilayah Jawa Barat. Kendala-kedala yang dihadapi para penerbit buku di Jawa Barat dalam menjalankan usahanya ialah dikarenakan faktor permodalan, serta lemahnya sumber daya. Kata kunci : Buku, Penerbitan
PRODUCT LIABILITY SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF PERLINDUNGAN TERHADAP KEAMANAN DAN KESELAMATAN KONSUMEN Renny Supriyatni Bachro
Sosiohumaniora Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v5i1.5277

Abstract

Suatu perkembangan baru dalam masyarakat dewasa ini, khususnya di negaranegara maju adalah makin meningkatnya perhatian terhadap masalah perlindungan konsumen. Perlindungan konsumen yang dimaksud adalah perlindungan terhadap rendahnya kualitas barang dan atau jasa dengan adanya cacat pada barang dan atau jasa yang dipasarkan, sehingga menyebabkan kerugian bagi konsumen dan menimbulkan tanggung jawab kepada pelaku usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tanggung jawab hukum pelaku usaha kepada konsumen atas produknya sebagai salah satu alternatif perlindungan terhadap keamanan dan keselamatan konsumen. Dalam penelitian ini ditempuh metode deskriptif analisis untuk kemudian dianalisa melalui pendekatan yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa product liability dapat menjadi salah satu alternatif perlindungan terhadap keamanan dan keselamatan konsumen dari beberapa pilihan lain seperti contractual liability, professional liability dan criminal liability. Kata kunci : Product liability, konsumen, perlindungan konsumen
PERMASALAHAN DAN KEINGINAN MAHASISWA UNIVERSITAS PADJADJARAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN IPK *) Bill S. Raksadjaya
Sosiohumaniora Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v5i1.5520

Abstract

Adalah sangat penting bagi sebuah Perguruan Tinggi untuk mendapatkan data dan memperoleh gambaran tentang permasalahan serta keinginan mahasiswanya. Pentingnya informasi ini terutama berkaitan dengan perlunya Perguruan Tinggi, khususnya Universitas Padjadjaran, untuk memperlancar proses belajar mengajar mahasiswa. Dengan adanya profil atau gambaran mahasiswa angkatan tertentu, maka perlakuan, serta sarana yang diadakan pihak jurusan, fakultas dan universitas dapat menjadi lebih terarah. TPBK dapat lebih bersifat proaktif dan preventif tanpa harus menunggu mahasiswanya meminta bantuan akibat menghadapi persoalan. Dari hasil penelitian yang dilaksanakan terhadap 1811 mahasiswa UNPAD angkatan 1998, tergambar bahwa kesulitan yang mereka hadapi terutama ialah bidang masalah (1) penyesuaian diri terhadap Perguruan Tinggi, (2) aktivitas sosial, dan rekreasi, dan (3) kurikulum dan prosedur pengajaran. Hasil studi juga memperlihatkan kebutuhan mahasiswa yang diungkapkan sebagai (1) keinginan untuk mengerti orang lain, (2) keinginan untuk berhasil, (3) keinginan untuk melindungi orang lain. Sementara itu, bidang permasalahan yang berkorelasi negatif dengan IPK adalah penyesuaian diri terhadap perguruan tinggi. Berdasarkan kesimpulan hasil studi, maka disarankan TPBK bertindak pro-aktif, dengan prioritas pada (1) memberikan ketrampilan kepada para mahasiswa tentang bagaimana belajar dengan baik dan benar, (2) membekali mahasiswa untuk mampu mengelola waktu dengan alokasi yang baik antara waktu belajar, rekreasi, dan kegiatan lain, dan (3) memberikan saran kepada pimpinan universitas agar berbagai lembaga dan sarana yang ada (bea siswa, poliklinik, kantin, dll) lebih diaktifkan lagi untuk menunjang suasanan belajar mahasiswa. Kata Kunci : Mahasiswa dan permasalahanya
PROSPEK PEMBANGUNAN INDUSTRI MINYAK GORENG DI DAERAH RIAU Almasdi Syahza
Sosiohumaniora Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v5i1.5273

Abstract

Di Indosnesia produsen terbesar minyak kelapa sawit adalah Sumatera Utara kemudian diikuti oleh Riau. Tahun 2000 di Riau luas lahan kelapa sawit 956.046 Ha, diprediksi akan menghasilkan tandan buah segar (TBS) lebih dari 19 juta ton per tahun dan 4,1 juta ton CPO per tahun. Industri hilir produk ini sangat potensial untuk dikembangkan. Prospek pengembangan industri minyak goreng dianalisis dengan metode SWOT. Dari analisis SWOT, industri minyak goreng memiliki peluang yang cukup besar untuk dikembangkan. Konsumsi minyak goreng di Riau sebesar 43.627 ton per tahun, atau 3.635,6 ton per bulan. Sebesar 2.908,5 ton dikonsumsi oleh masyarakat menengah kebawah. Pada tahun 2005 diperkirakan konsumsi minyak goreng di Riau sebesar 48.493 ton per tahun. Produksi TBS tidak seimbang dengan PKS yang ada, untuk itu diperlukan tambakan PKS dengan kapasitas 1.792 tor/jam atau 60 unit PKS dengan kapasitas 30 ton/jam. Seiring dengan PKS perlu juga pembangunan industri hilir (pabrik minyak goreng sawit) di Daerah Riau dengan kapasitas 1,5 ton/jam senabyak 7 unit. Kata kunci : Prospek pembangunan, industri, minyak goreng
PERUBAHAN SOSIAL DI BANDUNG 1810 – 1906 A. Sobana Hardjasaputra
Sosiohumaniora Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v5i1.5278

Abstract

Kota Bandung didirikan oleh R.A. Wiranatakusumah II, Bupati Bandung ke-6 (1794 – 1829) dengan pola kota tradisional. Kota itu didirikan sebagai pusat pemerintahan kabupaten. Hasil penelitian sampai pada simpulan, bahwa tanggal 25 September 1810 merupakan hari jadi kota Bandung. Hal itu berarti tanggal tersebut merupakan titik tolak perubahan sosial di kota itu pada abad ke-19. Perubahan sosial di kota Bandung periode 1810 – 1906 merupakan hasil interaksi banyak faktor. Faktor-faktor itu menyangkut tiga aspek, yaitu kekuasaan, fisik kota, dan sosial ekonomi. Aspek kekuasaan berasal dari bupati (pihak pertama) dan gubernur jenderal/residen (pihak kedua). Kedua kekuasaan itu berpengaruh terhadap perubahan fisik kota dan sosial ekonomi. Hubungan pengaruh di antara ketiga aspek itu merupakan pola dasar perubahan. Perubahan berlangsung dalam tiga tahap, masing-masing dilandasi oleh fungsi kota. Pertama, sebagai ibukota kabupaten (1810-1864). Kedua, sebagai ibukota keresidenan, merangkap fungsi pertama (1864-1884). Ketiga, sebagai pusat transportasi kereta api “Jalur Barat”, merangkap fungsi pertama dan kedua (1884-1906). Perubahan pada tahap pertama berlangsung lambat. Akan tetapi, pada tahap kedua perubahan berlangsung relatif cepat dan pada tahap ketiga, perubahan berlangsung makin cepat. Faktor penting pendorong percepatan perubahan pada tahap ketiga adalah transportasi kereta api (faktor teknologi) dan pengusaha swasta asing serta lembaga sosial yang turut berperanan penting dalam pembangunan kota. Dapat disimpulkan, bahwa perubahan sosial di kota Bandung tahun 1810 – 1906 bergerak secara unilinear, dari kehidupan tradisional berkembang ke arah kehidupan modern. Kata kunci : Bandung : perubahan sosial/ sejarah kota

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2003 2003


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 1 (2025): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2025 Vol 26, No 3 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2024 Vol 26, No 2 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2024 Vol 26, No 1 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2024 Vol 25, No 3 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2023 Vol 25, No 2 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2023 Vol 25, No 1 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2023 Vol 24, No 3 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2022 Vol 24, No 2 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2022 Vol 24, No 1 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2022 Vol 23, No 3 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2021 Vol 23, No 2 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2021 Vol 23, No 1 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2021 Vol 22, No 3 (2020): SOSIOHUMANIORA, NOVEMBER 2020 Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020 Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020 Vol 21, No 3 (2019): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2019 Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019 Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019 Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018 Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018 Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018 Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017 Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017 Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017 Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016 Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016 Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016 Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015 Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015 Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015 Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014 Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014 Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014 Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013 Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013 Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013 Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012 Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012 Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012 Vol 13, No 3 (2011): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2011 Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011 Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011 Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010 Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010 Vol 12, No 1 (2010): SOSIOHUMANIORA, MARET 2010 Vol 11, No 3 (2009): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2009 Vol 11, No 2 (2009): SOSIOHUMANIORA, JULI 2009 Vol 11, No 1 (2009): SOSIIOHUMANIORA, MARET 2009 Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008 Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008 Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008 Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007 Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007 Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007 Vol 8, No 3 (2006): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2006 Vol 8, No 2 (2006): SOSIOHUMANIORA, JULI 2006 Vol 8, No 1 (2006): SOSIOHUMANIORA, MARET 2006 Vol 7, No 3 (2005): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2005 Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005 Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005 Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004 Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004 Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004 Vol 5, No 3 (2003): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2003 Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003 Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003 Vol 4, No 3 (2002): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2002 Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002 Vol 4, No 1 (2002): SOSIOHUMANIORA, MARET 2002 Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001 Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001 Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001 More Issue