cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa Lt. 5 Gedung B Jl. Urip Sumohardjo Km.4 Makassar Indonesia 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ecosystem
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 14113597     EISSN : 25277286     DOI : https://doi.org/10.35965/eco.v21i1
Jurnal Ilmiah Ecosystem merupakan jurnal ilmiah yang dikelola secara peer review memiliki ISSN 1411-3597 (print) dan ISSN 2527-7286 (online) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Bosowa Jurnal Ilmiah Ecosystem menerbitkan artikel yang pada bidang ekonomi, manajemen, hukum, sosial, education, sastra, pertanian, perikanan dan kelautan, pendidikan, teknik, psikologi, teknologi informasi dan ilmu umum lainnya. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 560 Documents
TINJAUAN PRAPRASARANA PERUMAHAN BTN. BANAWA RESIDENCE -, Hasbi
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 19 No. 2 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 2 Mei - Agustus 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perumahan adalah sebuah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan praprasarana lingkungannya yang lengkap, misalnya: ruang terbuka hijau, jaringan jalan, saluran Draenase, air limbah, persampahan, Air bersih/air minum dan jaringan listrik. yang memungkinkan lingkungan pemukiman berfungsi sebagaimana mestinya.
AKTIVITAS ENZIM PENCERNAAN UDANG VANNAMEI YANG DIBERI PAKAN DENGAN PENAMBAHAN KADAR TEPUNG LIMBAH SAYUR TERFERMENTASI CAIRAN RUMEN KAMBING YANG BERBEDA -, Murni; Anwar, Asni; -, Hamsah
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 19 No. 2 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 2 Mei - Agustus 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kadar tepung limbah sayur terfermentasi cairan rumen kambing yang optimal dalam pakan terhadap peningkatan aktivitas enzim pencernaan udang vannamei. Pakan yang diberikan pakan buatan dengan mengandung kadar protein 38%. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan masing-masing diulang 3 kali. Adapun perlakuan yang diuji adalah kadar tepung limbah sayur terfermentasi cairan rumen kambing 0% (kontrol), 33,33%, 66,67%, dan 100%. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan dianalisis menggunakan Anova, jika terdapat perbedaan dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan penambahan kadar tepung limbah sayur terfermentasi cairan rumen yang berbeda nyata (P<0,05) berpengaruh terhadap aktivitas enzim pencernaan udang vannamei. Kadar tepung limbah sayur terfermentasi cairan rumen kambing yang optimal dalam pakan udang vannamei berdasarkan peningkatan aktivitas enzim protease, amilase dan selulase adalah sebesar 33,33%.
STRATEGI PEMASARAN JAJANAN TRADISIONAL KUE PUTU CANGKIRI DI SULAWESI SELATAN -, Hernita
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 19 No. 2 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 2 Mei - Agustus 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis strategi pemasaran jajanan tradisional kue putucangkiri agar tetap diminati masyarakat secara nasional Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dan tergolong pada jenis penelitian deskriptif kualitatif Sumber data dalam penelitian ini meliputi: Sumber Data Primer dan Sumber Data Sekunder.hasil penelitian menunjukka bahwa esistensi pemasaran jajanan tradisional kue putucangkiri peningkatan penjualan baik secara local maupun nasional, hal ini dibuktikan bahwa pihak penjual memvariasikan model dan bentuk kue putucangkiri dalam beberapa warna tanpa meninggalkan cita rasa dan menjauhi dari bahan pengawet dan pewarna sehingga menjadi alasan masyarakat tetap mengemari makanan tersebut
PENERAPAN MARKETING MIX TERHADAP PENGOLAHAN USAHA TANI HOLTIKULTURA DI KABUPATEN ENREKANG -, A.Musfirah; Remmang, Hasanuddin; Idris, Muhammad
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 19 No. 2 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 2 Mei - Agustus 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Enrekang merupakan salah satu penghasil tanaman holtikuktura khususnya usahatani buah salak terbesar di Sulawesi Selatan yang memiliki potansi yang dapat dikembangkan dari segi kualitas produksi yang nantinya diharapkan pula dapat meningkatkan pendapatan usahatani salak Metode yang digunakan dalam penelitian ini secara purporsove dengan memilih tiga masing-masing desa Kambiolangi, Desa Mata Allo, dan Desa Sumilang di Kecamatan Alla dengan menggunakan analisis keuntungan relative (Benefit Cost Ratio Analysis) dan analisis marjin dan efisiensi pemasaran. Hasil analisis dengan menggunakan benefit cost ratio pada ke tiga desa kasus, masing-masing desa memperoleh B/C 1,14, 1,151, dan 1,36. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penggunaan strategi marketing mix II yang ditarafkan dapat memberikan tambahan manfaat bagi petani salak.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA SARANG BURUNG WALET (Collocalia fuchiphaga) DI KECAMATAN MARITENGNGAE KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Beddu, Farawansyah Akbar; -, Irmayani; Malik, Andi Adam
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 19 No. 2 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 2 Mei - Agustus 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aimed how much the income of swallows nest in the district Maritengngae regency Sidenreng Rappang. The researcher used method of Sampling jenuh (sensus). This study was conducted in the district Maritengngae regency Sidenreng Rappang and using sampling 50 enterpeuners swallows nest. This study concist 3 group, little scale, average scale, and large scale. Study use analysis finansial Net Present Value, Net Benefit Cost Ratio, Gross Benefit Cost Ratio, Internal Rate of Return, and Payback Period. The result showed enterpeuner swallows nest little scale have income Rp20.000.00,00/year and the discount factor 6% NPV Rp48.454.578,00, Net B/C 2,29%, Gross B/C 1,60%, IRR 30,80% and PBP 2,96 the return of finansial during 2 years 9 month 6 days. The result showed enterpeuner swallows nest average scale have income Rp50.000.00,00/year and the discount factor 6% NPV Rp339.474.104,00, Net B/C 3%, Gross B/C 2,09%, IRR 29,93% and PBP 3,33 the return of finansial during 3 years 3 month 3 days. The result showed enterpeuner swallows nest large scale have income Rp120.000.00,00/year and the discount factor 6% NPV Rp940.852.808,00, Net B/C 3%, Gross B/C 2,09%, IRR 30,67% and PBP 3,26 the return of finansial during 3 years 2 month 6 days. Based on the study, the enterpeuner of swallows nest in the district Maritengngae regency Sidenreng Rappang feasible to developed because a provides economic benefits.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN BUDIDAYA LEBAH MADU -, Anriani
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 19 No. 2 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 2 Mei - Agustus 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Perhutanan Sosial (PS) bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan dengan tetap berpedoman pada aspek kelestarian. Pola pemberdayaan dalam Program PS akan membuka kesempatan bagi masyarakat sekitar hutan untuk mengambil manfaat dan mengelola kawasan hutan secara legal. Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BDLHK) Makassar memiliki tugas pokok dan fungsi menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan baik ASN maupun masyarakat. Dalam mendukung program PS, BDLHK Makassar menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Lebah Madu pada bulan September 2018 di Desa Compong, Kec. Pitu Riase, Kab. Sidrap, Prov Sulsel. Hasil pre test memperlihatkan kemampuan awal peserta dimana sebagian besar peserta menjawab 57,5% s/d 100% menyatakan tidak tahu tentang cara membudidayakan lebah madu, selanjutnya 2,5% s/d 42,5 % menyatakan tahu dan 10% peserta yang menjawab sangat tahu. Setelah pelaksanaan proses pembelajaran baik teori maupun praktik langsung dilakukan evaluasi akhir/ post test. Hasil post test menunjukkan bahwa tidak ada lagi peserta yang menjawab tidak tahu membuidayakan lebah madu, selanjutnya hasil jawaban mereka tentang kategori tahu menunjukkan 27% s/d 30%, dan kemampuan peserta menguasai materi yang telah disampaikan berada diatas 70% yang menjawab sangat tahu. Dengan demikian setelah proses pembelajaran pada Diklat Budidaya Lebah Madu terjadi peningkatan kompetensi bagi peserta diklat
EVALUASI KUALITAS AIR, SINTASAN DAN PERTUMBUHAN UDANG VANNAMEI Litopenaeus vannamei DENGAN APLIKASI TEPUNG LIMBAH SAYUR TERFERMENTASI CAIRAN RUMEN Salam, Nurul Lazzaati; Bangsawang, Hardiyanti; Zulita, Dian; Anwar, Asni; -, Murni
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 19 No. 2 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 2 Mei - Agustus 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendapatkan teknologi tepat guna yang dapat diterapkan dalam meningkatkan kualitas air sebagai media pertumbuhan dalam upaya memaksimalkan penggunaan pakan limbah sayur terfermentasi cairan rumen yang tidak bernilai menjadi bernilai ekonomis sebagai bahan pakan udang. Penelitian ini dilakukan selama 5 bulan mulai bulan April sampai Juni 2019. Hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah juvenil udang vannamei dengan bobot ± 2,5 g, ditebar dengan kepadatan 50 ekor perwadah yang, pemeliharaan udang vannamei selama 50 hari, diberi pakan tepung limbah sayur terfermentasi cairan rumen selama 4 kali sehari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan masing-masing diulang 3 kali. Adapun perlakuan yang diuji adalah: Perlakuan A = kadar tepung limbah sayur terfermentasi 0%, Perlakuan B = kadar tepung limbah sayur terfermentasi 10%, Perlakuan C = kadar tepung limbah sayur terfermentasi 20%, Perlakuan D = kadar tepung limbah sayur terfermentasi 30%. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan penambahan tepung limbah sayur hasil fermentasi cairan rumen kambing yang berbeda dalam pakan juvenil udang vannamei memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap pertumbuhan mutlak. Uji lanjut Duncan pemberian tepung limbah sayur terfermentasi dalam pakan juvenil udang vannamei memperlihatkan bahwa pertumbuhan mutlak juvenil udang vannamei yang diberi pakan dengan kadar limbah sayur terfermentasi cairan rumen rumen kambing 10% nyata lebih tinggi dibanding dengan pakan uji lainnya. sintasan udang vannamei yang diberi pakan dengan kadar tepung limbah sayur terfermentasi cairan rumen kambing 10% sama dengan 20%, tetapi nyata lebih tinggi dibanding dengan kadar tepung limbah sayur 30% dan kontrol. Evaluasi parameter kualitas air (suhu, salinitas,derajat keasaman,salinitas, amoniak, nitrit,fosfor,TSS dan TPC) dalam keadaan yang optimal untuk menunjang pertumbuhan dan sintasan juvenil udang vannamei.
ANALISIS PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN ACCRUAL BASIS PADA BALAI BESAR LABORATORIUM KESEHATAN MAKASSAR Asirah, Andi; Sari, Andi Ratna
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 19 No. 2 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 2 Mei - Agustus 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kendala-kendala dalam implementasi SAP berbasis akrual serta untuk menganalisis upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala yang ada dalam implementasi SAP berbasis akrual. KSAP telah menyusun Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) berbasis akrual yang ditetapkan dengan PP nomor 64 Tahun 2013 menggantikan PP nomor 71 tahun 2010. Dengan ditetapkannya PP nomor 64 tahun 2013 maka penerapan standar akuntansi pemerintah berbasis akrual telah mempunyai landasan hukum. Berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2013 tentang SAP Berbasis Akrual membawa perubahan besar dalam sistem pelaporan keuangan di Indonesia, yaitu perubahan dari Basis Kas menuju Basis Akrual penuh dalam pengakuan transaksi keuangan pemerintah. Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar telah menerapkan Cash To Akrual (CTA) di tahun 2011 s/d 2013. Kemudian pada tahun 2014 mengimplementasikan SAP berbasis akrual pada penyusunan laporan keuangan. Opini WDP yang diperoleh oleh Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar atas laporan hasil pemeriksaan BPK terhadap laporan keuangan tahun 2016 menggambarkan belum terpenuhinya tingkat kewajaran informasi yang disajikan untuk suatu item tertentu. Sehubungan dengan telah dilakukannya kick-off implementasi akuntansi berbasis akrual pada seluruh Kementerian Negara/ Lembaga tanggal 4 maret 2015 terdapat beberapa kendala yang menjadi permasalahan SKPD Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar dalam mengimplementasikan SAP berbasis akrual pada laporan keuangan. Dari hasil penelitian yang peneliti lakukan peneliti menemukan 3 (tiga) faktor kendala yang dihadapi SKPD BBLK dalam mengimplementasikan SAP berbasis akrual yaitu SDM pengelola keuangan, SDM pengelola aset yang sering berganti-ganti, dan aplikasi SAIBA. Dalam penelitian ini peneliti menemukan upaya/ solusi yang dilakukan oleh Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar atas kendala dalam mengimplementasikan SAP berbasis akrual dalam penyusunan laporan keuangan yaitu: pendidikan dan pelatihan serta update aplikasi.
IDENTIFIKASI RISIKO SMK3 PADA PEMBANGUNAN JALAN TOL DALAM KOTA MAKASSAR Pagoray, Gebion Lysje; Bestari, Sufiati
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 19 No. 2 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 2 Mei - Agustus 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan Jalan Tol dalam Kota Makassar direncanakan dari fly over ke Jalan Urip Sumoharjo, membentang di atas Jalan A.P. Pettarani ke jalan Sultan Alauddin, kemudian berbelok kearah barat menuju Jalan Metro Tanjung Bunga dan Pantai Losari. Dengan adanya jalan tol dalam kota ini maka waktu tempuh dari Kabupaten Maros, Bandara Sultan Hasanuddin ke kota Makassar maupun ke Kabupaten Gowa yang sebelumnya memakan waktu karena kemacetan berubah menjadi lebih cepat yang berdampak pada percepatan pembangunan. Berbagai risiko dapat timbul pada setiap tahapan konstruksi terutama pada saat pelaksanaan dan operasional, sehingga dapat menjadi risiko bagi pihak owner, pelaksana dan masyarakat sekitar dan pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi risiko-risiko kecelakaan dan kesehatan kerja pada setiap tahapan pelaksanaan pembangunan jalan tol dalam kota Makassar 2) membuat pengendalian dari masing-masing risiko yang telah diidentifikasi berdasarkan tingkat resiko yang telah diukur 3) mengembangkan strategi untuk mengurangi atau bahkan menghindari peluang risiko yang akan terjadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif analisis. Penelitian ini dilakukan dengan mengadakan observasi langsung ke lokasi Pembangunan Jalan Tol dalam Kota Makassar. Untuk menganalisis peneliti menggunakan teknik analisis Interactive Model yakni dengan tahapan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 23 risiko yang menempati posisi high risk, 13 risiko untuk peringkat medium risk, 5 risiko untuk peringkat Extreme risk dan 4 risiko untuk peringkat Low risk. Potensi kecelakaan pada pekerjaan bore pile akibat pile yang sudah dipotong jatuh saat lifting, dan pekerjaan kolom pada pemasangan bekesting dan pengecoran adalah resiko yang paling tinggi.
ANALISIS POTENSI EKOWISATA DI KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS (KHDTK) TABO-TABO, KABUPATEN PANGKEP Labahi, Pemilu Arman
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 19 No. 2 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 2 Mei - Agustus 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah “Bagaimana potensi ekowisata di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Tabo-Tabo”. Berdasarkan permasalahan tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekowisata di KHDTK TaboTabo, yaitu potensi flora, potensi fauna, dan potensi bentang alamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi atau pengamatan langsung di dalam kawasan KHDTK Tabo-Tabo, serta telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi flora di dalam KHDTK Tabo-Tabo sangat beragam, yang tumbuh dan tersebar di dalam kawasan, sehingga dapat dijadikan sebagai obyek daya tarik ekowisata, sedangkan potensi fauna yang hidup di dalam kawasan juga sangat beragam, dan salah satu satwaliar yang dapat dijadikan sebagai antraksi menarik dari kegiatan ekowisata adalah keberadaan Monyet Hitam Sulawesi (Macaca muara) atau bahasa daerah setempat dikenal dengan nama Dare. Dare dapat ditemukan atau di amati keberadaannya di lokasi pengamatan di dalam kawasan. Potensi bentang alam di dalam KHDTK Tabo-Tabo juga sangat menarik dan beragam, diantaranya terdapat Air Terjun, yang sudah dikelola dengan baik, 3 tiga) bukit yang apabila berada dipuncaknya akan nampak pemandangan alam yang sangat menarik, serta terdapat jalur-jalur tracking yang dapat dijadikan sebagai jalur untuk masuk menjelajah, dan menikmati indahnya pemandangan alam di dalam kawasan.

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025 Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025 Vol. 25 No. 1 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 1, Januari - April Tahun 2025 Vol. 24 No. 3 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 3, September - Desember Tahun 2024 Vol. 24 No. 2 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 2, Mei - Agustus Tahun 2024 Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024 Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023 Vol. 23 No. 2 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 2, Mei - Agustus Tahun 2023 Vol. 23 No. 1 (2023): ECOSYSTEM Vol. 23 No 1, Januari - April Tahun 2023 Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022 Vol. 22 No. 2 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 2, Mei - Agustus Tahun 2022 Vol. 22 No. 1 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 1, Januari - April Tahun 2022 Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021 Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021 Vol. 21 No. 1 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 1, Januari - April Tahun 2021 Vol. 20 No. 3 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 3 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 2 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 2 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 1 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 1 TAHUN 2020 Vol. 19 No. 03 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 3 September - Desember 2019 Vol. 19 No. 2 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 2 Mei - Agustus 2019 Vol. 19 No. 1 (2019): ECOSYSTEM VOL 19 NO. 1 Januari - April 2019 Vol. 18 No. 1 (2018): Vol 18 No 1 (2018): Januari-April 2018 Vol. 18 No. 2 (2018): ECOSYSTEM VOL 18 NO. 2 Mei - Agustus 2018 Vol. 18 No. 3 (2018): ECOSYSTEM September - December 2018 Vol. 17 No. 3 (2017): Vol 17 No 3 (2017): September-Desember 2017 Vol. 17 No. 2 (2017): Vol 17 No 2 (2017): Mei-Agustus 2017 Vol. 17 No. 1 (2017): Vol 17 No 1 (2017): Januari-April 2017 Vol. 16 No. 3 (2016): Ecosystem Vol 16 No 3, Oktober-Desember 2016 Vol. 16 No. 2 (2016): Ecosystem Vol. 16 No 2, Mei - Agustus 2016 Vol. 16 No. 1 (2016): Ecosystem Vol 16 No 1, Januari-April 2016 More Issue