cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Zuriat
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2001)" : 6 Documents clear
Perbandingan Frekuensi Aberasi Kromosom Dua Galur Murni Ayam Petelur , Saefudin; w. Saar; R. Preisinger; L. Schuler
Zuriat Vol 12, No 1 (2001)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v12i1.6686

Abstract

Dua galur murni dari ayam petelur (Galur A dan D) telah dianalisis untuk mengetahui tingkat kematian embryo pada awal perkembangannya dan frekuensi aberasi kromosom. Pada galur A dari 138 telur yang dianalisis setelah selama tiga hari diinkubasikan dalam lemari penetas, menunjukkan 99.28% fertil dan 13.77% dari telur fertil tersebut mengalami kematian pada awal perkembangannya. Sedangkan frekuensi aberasi kromosom menunjukkan 8.04% dari 112 embrio yang berhasil dianalisis dengan tipe-tipe aberasi : 11.11% haploid, 77.78% haploid-mosaik, dan 11.11% monosomi-mosaik. Pada galur D dari 139 telur yang telah dianalisis menunjukkan 97.84% fertil dan 16.55% dari telur fertil mengalami kematian pada awal perkembangannya. Sedangkan frekuensi aberasi kromosom menunjukkan 14.02% dari total 107 embrio yang berhasil dianalisis dengan tipe-tipe aberasi: 66.67% haploid-mosaik, 26.67% monosomi-mosaik, dan 6.66% haploiddoubel monosomi-mosaik. Perbedaan tingkat kematian embrio pada awal perkembangannya dan aberasi kromosom antar galur menunjukkan tidak signifikan. Kemungkinan keterkaitan antara berat telur dengan tingkat kematian dini embryo dan frekuensi aberasi kromosom juga didiskusikan.
Potensi Hasil dan Mutu Koleksi Plasma Nutfah dan Galur Harapan Tembakau Kasturi Anik Herwati; , Suwarso; M. Sholeh; Fatkhur Rochman
Zuriat Vol 12, No 1 (2001)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v12i1.6683

Abstract

Percobaan dilakukan pada bulan Maret sampai Agustus tahun 1997, di lahan sawah di desa Kranjingan, kecamatan Sumbersari, kabupaten Jember. Tujuan penelitian untuk mendapatkan kultivar dan galur harapan tembakau Kasturi yang mempunyai potensi hasil dan mutu tinggi. Perlakuan terdiri atas tujuh galur harapan (S.2153/1/12, S.2153/1/11, S.358/2/3/11, S.2156/1/3, S.358/1/10/4/ 1/1, S.2293/1, S.2155/1/7/1); dan empat kultivar dari koleksi plasma nutfah (Kasturi Ledokombo, Kasturi Mawar, Kasturi, dan Kasturi Bentoel), sebagai pembanding adalah kultivar Jepun (yang berkembang di petani). Perlakuan disusun dalam rancangan acak kelompok yang diulang tiga kali. Dari hasil pengujian didapatkan tujuh genotipe yang lebih tinggi hasilnya dibandingkan dengan Jepun yaitu: Kasturi Ledokombo (1.77 ton ha-1), S.2153/1/12 (1.75 ton ha-1), S.2153/1/11 (1.67 ton ha-1), S.358/2/3/11 (1.66 ton Ha-1), Kasturi Mawar (1.65 ton ha-1), S.2156/1/13 (1.63 ton ha-1), S.2155/1/7/1 (1.57 ton ha-1). Indeks tanaman genotipe yang lebih tinggi dari Jepun adalah: Kasturi Ledokombo (144.23), S.2153/1/12 (140.35), S.2153/1/11 (134.72), S.358/2/3/11 (133.16), Kasturi Mawar (131.42), S.2156/1/13 (124.95).
Variabilitas Genetik dan Daya Gabung Umum Galur-Galur Murni Jagung Melalui Analisis Topcross Untung Susanto; Achmad Baihaki; Ridwan Setiamihardja; Totok Agung Dwi Haryanto
Zuriat Vol 12, No 1 (2001)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v12i1.6679

Abstract

Merakit sebuah varietas jagung hibrida memerlukan jumlah galur murni yang sangat besar, padahal hanya sedikit sekali galur yang memiliki daya gabung yang tinggi, untuk dapat digunakan sebagai tetua hibrida superior. Topcross adalah metode seleksi daya gabung umum galur murni yang efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi variabilitas genetik dan daya gabung umum masing-masing galur murni untuk menyeleksi galur-galur murni terbaik yang akan dilanjutkan dalam uji dialel. Bahan dalam percoabaan ini adalah galur-galur murni populasi 3 dan populasi 4 diambil dari koleksi galur murni laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Penelitian ekperimental dilaksanakan dalam tiga musim tanam. Musim pertama dilaksanakan untuk melakukan selfing terhadap galur-galur murni, musim kedua untuk melakukan persilangan dengan tester dan yang ketiga untuk menganalisa hibrida hasil topcross. Sejumlah 142 hibrida dianalisa untuk mengevaluasi penampilan galurgalur murni. Hasil percobaan mengindikasikan bahwa hampir seluruh karakter yang diamati memiliki variabilitas genetic yang luas (bobot panen kering, bobot pipilan, jamlah baris biji per tongkol, bobot 100 biji, jumlah daun, panjang batang dan buku tongkol produktif). Sepuluh galur murni direkomendasikan untuk uji lebih lanjut dalam persilangan dialel. Kesepuluh galur murni tersebut adalah : nomor kode 296, 58, 118b, 53, 207, 82, 20, 108, 301, and 276.
Interaksi GXE, Adaptabilitas dan Stabilitas Galur-galur Kedelai dalam Uji Multilokasi Abd. Kadir Djaelani; , Nasrullah; , Soemartono
Zuriat Vol 12, No 1 (2001)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v12i1.6684

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi G × E, adaptabilitas dan stabilitas dari berbagai galur yang diuji pada berbagai lokasi. Bahan penelitian terdiri dari 43 galur kedelai hasil pemuliaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Bandung dan varietas Wilis sebagai acuan. Pengujian dilakukan oleh kelompok peneliti Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran dan penulis yang dilaksanakan pada musim tanam 1992/1993 di tujuh lokasi (lingkungan), dua kali musim tanam di Kabupaten Majalengka (l1) dan (l2), dan di Kabupaten Cirebon (l3) dan (l4), dan satu kali tanam di Kabupaten Sumedang (l5) dan Kabupaten Bandung (l6) serta di Kabupaten Kupang (l7). Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan di Kabupaten Kupang dan dua ulangan di Kabupaten lainya. Ukuranpetak percobaan 4 m × 2 m dengan jarak tanam 40 cm × 10 cm, tiap lubang tanam ditumbuhkan satu tanaman dan ketentuan kultur teknik lainnya disesuaikan dengan anjuran budidaya tanaman kedelai. Hasil pengamatan berat biji kering dikonversi untuk per satuan luas (t ha-1). Uji Barletts digunakan dalam menguji homogenitas varians galat dalam analisis gabungan dan hanya lokasi-lokasi yang mempunyai varians galat homogeny yang digunakan dalam analisis selanjutnya. Untuk menguji stabilitas menggunakan analisis regresi model Eberhart dan Russell (1966). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) mendasarkan pada pendekatan regresi dan simpangan regresi semua galur, kecuali galur 29 dan 37 berbeda nyata. Adapun koefisien regresi dari kedua galur tersebut tidak sama dengan satu. Berarti semua galur berinteraksi dengan lingkungan, dan (2) dengan mengesampingkan simpangan regresinya, galur 26 beradaptasi pada semua lingkungan, galur 21, 39, 10, 40, 20, 38, 16, 44, 34, 9, 11, dan galur 13 beradaptsi pada lingkungan yang menguntungkan (l3 dan l6,) selanjutnya galur 1, 3, 6, 14, 18, 22, 23 beradaptasi pada lingkungan yang marginal (l2) dan galur 35 pada lingkungan l5. Sedangkan galur 2, 4, 5, 7, 8, 12, 17, 19, 24, 25, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 36, 37, 41, 42, dan 43 beradaptasi buruk di semua lingkungan.
Kemandulan Tepungsari dan Kehampaan Gabah Beberapa Galur Mandul Jantan Padi Introduksi dari IRRI Yuniati P. Munarso; B. Sutaryo; , Suwarno
Zuriat Vol 12, No 1 (2001)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v12i1.6680

Abstract

Percobaan untuk melihat tingkat kemandulan tepungsari dan kehampaan gabah galur mandul jantan (GMJ) yang diintroduksi dari IRRI dilakukan di kebun percobaan dan Laboratorium Balai Penelitian Tanaman Padi, Sukamandi pada musim hujan (MH) 1999/2000 dan musim kemarau (MK) 2000. Bahan yang digunakan adalah 36 GMJ dengan masing-masing tetua jantannya berasal dari IRRI. Tiap GMJ ditanam sekali di sawah sebanyak satu barisan jarak tanam 20 cm × 20 cm, sepanjang tiga meter. Galur pelestari pasangannya ditanam dua kali waktu tanam selang lima hari sampai tujuh hari, berdampingan dengan tanaman GMJ-nya. Pengamatan dilakukan terhadap umur 50% berbunga, kemandulan tepungsari, dan kehampaan gabah. Data menunjukkan bahwa pada MH 1999/ 2000, setiap GMJ mempunyai tingkat kemandulan tepungsari berbeda yang bervariasi dari 63,26% sampai 95,23%. Galur mandul jantan terbaik ditemukan pada galur IR72782A, IR72078A, IR62627A dan IR72083A. Sedangkan pada MK 2000, semua GMJ menunjukkan kemandulan tepungsari tinggi (98,8%-100%). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa galur mandul jantan introduksi sebelum digunakan untuk bahan percobaan daya hasil, masih perlu dilakukan silang balik dan pemurnian untuk bahan tetua dalam pengembangan padi hibrida. 
Penampilan Fenotipik dan Beberapa Parameter Genetik 16 Genotip Kentang pada Lahan Sawah Di Dataran Medium Noladhi Wicaksana
Zuriat Vol 12, No 1 (2001)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v12i1.6681

Abstract

Percobaan bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai penampilan fenotipik dan beberapa parameter genetic yaitu variabilitas genetik dan fenotipik, serta heritabilitas16 genotip kentang. Penelitian dilakukan di lahan sawah Jatinangor, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 16 genotip sebagai perlakuan dengan tiga kali ulangan. Perbedaan antar perlakuan diuji dengan uji F dan rata-rata perlakuan di uji dengan uji Least Significance Increase (LSI). Hasil penelitian menunjukan genotip J12 dan J12A mempunyai potensi hasil tertinggi. Genotip yang mempunyai penampilan yang baik untuk karakter tinggi tanaman, diameter tajuk dan kemampuan berbunga di dataran medium adalah J3, J8, J9 dan JXX. Variabilitas genetik dan fenotipik yang tinggi terdapat pada karakter bobot ubi per tanaman. Heritabilitas yang tinggi terdapat pada karakter tinggi tanaman, jumlah bunga per tanaman, persentase bunga yang menjadi buah, jumlah ubi per tanaman, dan bobot ubi per tanaman.

Page 1 of 1 | Total Record : 6