cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi
Published by Universitas Jayabaya
ISSN : 16930266     EISSN : 26548666     DOI : -
Jurnal Teknologi merupakan Jurnal yang diterbitkan secara berkala 2 kali setahun oleh Fakultas Teknologi Industri Universitas Jayabaya. Sejak pertamakali dipublikasikan tahun 2010, Jurnal Teknologi telah terbit sebanyak 10 kali. Ruang lingkup dari jurnal teknologi adalah perancangan Alat dan Proses, Pengolahan Air Limbah, Kinetika dan Katalis, Optimasi dan Proses kontrol, Energi, Air, Lingkungan dan Keberlanjutannya, Ergonomi, Material Bahan,Biokimia dan Teknik Bioproses, Teknik Pelumas, Energi Terbarukan, Mekanika Fluida, Teknik Pembakaran,Konversi Energi, Robotika, Instrumentasi Industri, Automasi danSistem Kendali, Internet of Things (IoT).
Arjuna Subject : -
Articles 114 Documents
Sintesis Bioetanol Dari Buah Berenuk (Crescentia cujete L.) Dengan Metode Hidrolisis Asam Dan Fermentasi Alkoholik Nurkholis Nurkholis; Nur Rahmah Afifah; Samuyus Nealma
Jurnal Teknologi Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.182 KB) | DOI: 10.31479/jtek.v6i2.26

Abstract

Buah berenuk (crescentia cujete) merupakan tumbuhan non pangan yang berpotensi sebagai bahan baku bioetanol, karena kandungan karbohidrat dan turunan pada dagingnya cukup tinggi. Kandungan karbohidrat pada daging buah berenuk diubah menjadi gula sederhana melalui tahap hidrolisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi dan konsentrasi ragi terhadap kadar bioetanol yang dihasilkan. Konversi daging buah berenuk menjadi bioetanol dapat dilakukan dengan fermentasi menggunakan ragi roti (saccharomyces cereviceae), dengan variasi waktu fermentasi 5, 7 dan 9 hari serta konsentrasi ragi 1%, 3%, dan 5% (w/ v). Hasil penelitian menunjukkan kadar bioetanol tertinggi dihasilkan pada waktu fermentasi 9 hari dan konsentrasi ragi 1% yaitu 7,33%.
Perbandingan Pengaruh Adaptasi Aspergillus niger Terakumulasi Litium Pada Proses Bioleaching Cintiya Septa Hasannah; Muhammad Fahmi Hakim; Azafilmi Hakiim
Jurnal Teknologi Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.635 KB) | DOI: 10.31479/jtek.v7i1.38

Abstract

Perkembangan teknologi tidak serta merta memberikan dampak yang selalu positif. Sebagai contoh, seiring meningkatnya produk-produk portable maka kebutuhan baterai akan meningkat secara signifikan. Hal tersebut justru akan menambah jumlah limbah baterai. Konsumen membuang ratusan bahkan jutaan limbah baterai pertahunnya yang mengandung bahan beracun dan korosif ke lingkungan begitu saja. Oleh karena itu, perlu ada treatment untuk mengolah limbah baterai, salah satunya adalah dengan merecovery logam yang terkandung dalam baterai. Bioleaching merupakan suatu proses ekstraksi logam yang dilakukan dengan bantuan bakteri atau jamur yang mampu mengubah senyawa logam yang tidak dapat larut menjadi senyawa logam yang dapat larut dalam air melalui reaksi biokimia. Pada Proses bioleaching, jamur berperan menghasilkan asam organik yang mampu melarutkan logam. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh adaptasi mikroorganisme pada litium terhadap jumlah akumulasi litium dan membandingkannya dengan akumulasi litium tanpa adanya adaptasi mikroorganisme. Jamur yang digunakan adalah Aspergillus niger dan limbah baterai yang digunakan adalah baterai laptop bekas. Perbandingan dapat ditunjukkan dari hasil bioleaching litium dengan proses adaptasi yaitu sebesar 80% litium terleaching, sedangkan untuk hasil bioleaching litium tanpa proses adaptasi hanya sebesar 58% litium terleaching.
Penelitian Proses Hard Chrome Plating Pada Propeller Turbocharger Berbahan Kuningan S26000 Tri Surawan; Yunus Falah Kaban; Syahbuddin Syahbuddin; Farid Thalib; Widia Nursiyanto
Jurnal Teknologi Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.185 KB) | DOI: 10.31479/jtek.v7i1.34

Abstract

Propeller turbocharger berdiameter 36,47 mm dibuat dalam penelitian ini dengan teknik pengecoran investment. Material yang dipakai dalam pembentukkan propeller menggunakan kuningan dengan seri C26000. Pola propeller berbahan plastik PLA (polylactic acid) yang dicetak menggunakan 3D Printing. Molding dengan pola tersebut yang dibentuk merupakan campuran dari plaster gypsum dan pasir zirkon dengan komposisi 2:1, lalu campuran tersebut ditambahkan air dengan perbandingan 2:1 dan kemudian dituang ke dalam wadah molding berisi pola propeller. Pemanasan molding dilaksanakan dengan dua tahap. Tahap pertama bertujuan untuk melebur pola propeller plastik pada temperatur 500oC selama dua jam. Sementara itu, tahap kedua bertujuan untuk memperkeras molding pada temperatur 900oC selama dua jam. Material kuningan seri C26000 yang memiliki titik lebur 915oC, dilebur menggunakan dapur induksi dan dituang ke molding. Setelah itu, dilakukan pembersihan kemudian di-hard chrome. Pada penelitian ini, propeller kuningan yang belum di-hard chrome memiliki nilai kekerasan 85,33 ± 2,36 HRB dan yang sudah di-hard chrome bernilai 94,00 ± 2,44 HRB. Hasil struktur mikro propeller juga memperlihatkan nilai penyusutan yang ada pada proses pengecoran adalah 5,99%.
Implementasi Metode Analytic Hierarchy Process Sebagai Sistem Penentu Keputusan Penentuan Pemilihan Makanan Di Menu Fajar Ramadhan Syahrial; Farid Thalib
Jurnal Teknologi Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.546 KB) | DOI: 10.31479/jtek.v7i1.39

Abstract

Bisnis kuliner adalah salah satu bisnis yang populer di Indonesia dan kini semakin berkembang dengan berbagai macam jenis dan varian. Dalam bisnis kuliner, semakin berkembangnya bisnis ini, semakin banyak pula menu yang akan disajikan. Namun demikian, dengan semakin banyaknya menu dari makanan yang disediakan, biaya operasional yang dikeluarkan akan semakin meningkat juga. Untuk itu, dalam penelitian ini, diterapkan sistem penunjang keputusan dengan menggunakan metode AHP (Analytic Hierarchy Process) untuk membantu pembuat keputusan dalam proses pemilihan menu atau jenis makanan yang akan ditaruh ke dalam menu, sehingga memudahkan pelaku bisnis kuliner untuk menjalankan bisnis mereka. Dalam penelitian ini disediakan lima alternatif yang berupa makanan dan lima kriteria yang digunakan sebagai penilaian makanan terbaik, yaitu harga jual, harga produksi, rasa, presentasi, dan waktu pembuatan. Dari hasil contoh penelitian untuk kasus yang spesifik, diperoleh hasil bahwa menu “Udang Asam Manis” adalah makanan yang menjadi pilihan utama di antara alternatif lainnya yang ditawarkan.
Karakterisasi Metode Panas-Dingin Zat Warna Alam Bakau Dan Konsentrasi Merang Dengan Variasi Perlakuan Fiksator Pada Aplikasi Kain Azafilmi Hakiim; Dessy Agustina Sari; Cintiya Septa Hasannah
Jurnal Teknologi Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.2 KB) | DOI: 10.31479/jtek.v7i1.36

Abstract

Bakau merupakan sumber potensi lokal pesisir Kabupaten Karawang, yang diolah menjadi serbuk warna pada implementasi kain tekstil. Pada penelitian ini menyajikan kajian terbaharukan dari pengolahan zat warna alam (ZWA) dari serbuk dengan perlakuan panas dingin dengan variasi komposisi merang dan diuji terhadap pengaruh jenis fiksator terhadap variasi jenis kain (kain katun polos, sutera polos dan katun batik). Metode panas dingin dilakukan dengan merendam serbuk bakau dengan komposisi 100gr/1liter air, ditambahkan dengan variabel komposisi merang yang dibakar (metode panas) 100gr/1liter dan 200 gr/1liter air selama 48 jam. Zat warna alam yang dihasilkan, kemudian diujikan ke variasi jenis kain, dengan perlakuan non fiksator (sebagai pembanding dan kenampakan originalitas warna) dan variasi fiksator (tawas, kapur, dan tunjung). Parameter hasil uji dilakukan terhadapa skala penilaian kualitatif berdasarkan staining scale pada uji pencucian, uji kelunturan dan terik matahari. Pengolahan data kualitatif tersebut menggunakan ANOVA dua arah dengan beda nyata pada taraf uji 5%. Hasil penelitian menunjukkan, pada pengolahan ANOVA dua arah dihasilkan perbedaan yang signifikan antara beda perlakuan komposisi A dan B  terhadap ragam penilaian persepsi keberadaan fiksator. Berdasarkan hal tersebut diperoleh kondisi terbaik pada perlakuan komposisi A. Sedangkan pengaruh ragam penilaian terhadap jenis kain, tidak ditemukan perbedaan yang nyata.
Pemodelan Matematis Dan Penyelesaian Numeris Pada Absorpsi CO2 Dalam Biogas Menggunakan Kolom Bahan Isian Dengan Larutan Methyldiethanolamine (MDEA) Sari Sekar Ningrum; Aswati Mindaryani; Muslikhin Hidayat; Syafrima Wahyu
Jurnal Teknologi Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.24 KB) | DOI: 10.31479/jtek.v7i1.41

Abstract

Biogas merupakan energi terbarukan yang dikembangkan untuk mensubtitusi energi yang berasal dari fosil. Keberadaan CO2  yang tinggi dapat menghambat efisiensi biogas. Oleh sebab itu, dibutuhkan pemurnian biogas dengan melakukan pengurangan kadar CO2 pada biogas. Pengurangan kadar CO2 pada biogas dapat dilakukan dengan cara absorpsi menggunakan MDEA pada kolom bahan isian. Percobaan absorpsi CO2 dilakukan secara kontinyu di dalam kolom absorpsi dengan diameter 6 cm dan panjang 75 cm, bahan isian berupa spiral tembaga dan laju alir cairan 0,15 L/menit. Variasi laju alir gas yang digunakan pada penelitian ini adalah 1 LPM, 1,5 LPM dan 1,8 LPM. Variasi larutan MDEA yang digunakan adalah 20 % dan 35,31 %. Konsentrasi gas CO2 yang keluar dari bagian atas kolom dicatat sebagai fungsi waktu. Data yang diperoleh dimasukkan ke dalam model matematis sehingga kemudian diperoleh nilai KGa dan k2. Pada laju alir gas 1 L/menit; 1,5 L/menit dan 1,8 L/menit dengan konsentrasi MDEA 20% berat diperoleh koefisien transfer massa gas (KGa) kisaran 0,0170 mol/min.atm.L hingga 0,0210 mol/min.atm.L dan konstanta kecepatan reaksi sebesar 450 L/mol.min sedangkan pada konsetrasi MDEA 35,35% berat diperoleh koefisien transfer massa gas (KGa) kisaran 0,0190 mol/min.atm.L hingga 0,0215 mol/min.atm.L dan konstanta kecepatan reaksi sebesar 450 L/mol.min.
Pengujian Pelumas Bekas SAE 15W-40 API CI-4 Abeth N Sonjaya; Fauzhia Rahmasari
Jurnal Teknologi Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.778 KB) | DOI: 10.31479/jtek.v7i1.33

Abstract

Pelumas bertindak sebagai media anti-gesekan dan membantu mengurangi keausan komponen selama kontak dengan gerakan bagian-bagian mesin. Di seluruh dunia, cadangan berbasis minyak bumi akan menipis sehingga dapat menyebabkan kenaikan harga dan menciptakan kekhawatiran pencemaran lingkungan. Studi ini mengkaji mengolah kembali minyak pelumas bekas SAE 15W-40 API CI-4 menjadi minyak pelumas bekas yang dapat dimanfaatkan untuk pelumas putaran rendah. Minyak pelumas bekas SAE 15W-40 API CI-4 yang telah digunakan pada mesin mobil, mengalami perubahan sifat fisik maupun kimia, yakni mengandung air hasil pembakaran bahan bakar, partikel keausan logam, jelaga, dan oksidasi pelumas seperti lumpur dan asam yang bersifat korosif. Metode penelitian yang digunakan untuk memisahkan zat pengotor yang terkandung pada minyak pelumas bekas SAE 15W-40 API CI-4 adalah dengan proses adsorbsi (penjerapan) dan pengujian beberapa jenis pelumas mesin  yaitu DEO API CI-4 SAE 15W-40, PCMO API SN SAE 10W-40, MCO API SL SAE 10W-30, HO ISO VG 32, TO API TO-4 SAE 10W dengan kekentalan dan penambahan aditif, menggunakan  metode uji ASTM, untuk uji viskositas indeks (ASTM D2270), Titik Tuang (ASTM D97) dan Titik Nyala (ASTM D92). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi golongan bahan baku yang digunakan untuk pembuatan pelumas, maka semakin bagus kualitas pelumas yaitu meliputi viskositas indeks, titik tuang dan titik nyala.
Bioethanol Dari Limbah Kulit Singkong (Manihot Esculenta Crantz) Melalui Metode Hidrolisa Dan Fermentasi Dengan Bantuan Saccharomyces Cerevisiae Dody Guntama; Yogi Herdiana; Uji Alman Sujiana; Rahel Laurenta Endes; Endang Sunandar
Jurnal Teknologi Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.576 KB) | DOI: 10.31479/jtek.v7i1.35

Abstract

Kulit singkong merupakan limbah pangan yang memiliki kandungan pati yang cukup tinggi, sehingga berpotensi untuk dijadikan bahan baku pembuatan energi alternatif yaitu etanol. Pada penelitian kali ini kulit singkong yang sudah dikeringkan dibuat menjadi tepung kulit singkong, selanjutnya dilakukan hidrolisa dengan menggunakan dua jenis katalis asam yaitu HCl dan H2SO4 untuk mencari katalis terbaik pada proses hidrolisa. Pada proses hidrolisa juga dilakukan perbandingan kecepatan pengadukan dan suhu hidrolisa untuk mencari hubungan antara kecepatan pengadukan dan pengaruh suhu terhadap reaksi hidrolisa. Setelah proses hidrolisa, larutan glukosa yang dihasilkan dilanjutkan dengan proses fermentasi dengan menggunakan yeast. Pada proses hidrolisa dengan menggunakan HCl dan H2SO4 dilakukan analisa kadar glukosa dengan menggunakan refractometer glukosa sehingga didapatkan konsentrasi glukosa dengan menggunakan katalis asam klorida sebesar 12 °Brix sedangkan pada katalis asam sulfat didapatkan gula sebesar 10 °brix. Temperatur Hidrolisa mempengaruhi perolehan gula. Pada tahapan fermentasi gula dapat dihasilkan oleh yeast, Konsentrasi alkohol tertinggi yang diukur menggunakan refractometer alkohol sebesar 29 % volume oleh proses hidrolisa menggunakan katalis asam klorida, sedangkan pada katalis asam sulfat didapat alkohol sebesar 30 % volume.
Identifikasi Potensi Sistem Panasbumi Berdasarkan Korelasi Data Geologi Dan Data Gravitasi Dengan Menggunakan Teknik Filtering First Horizontal Derivative (FHD) - Second Horizontal Derivatif (SVD) Syafrima Wahyu; Yunus Daud; Tony Rahadinata; Sari Sekar Ningrum
Jurnal Teknologi Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1397.008 KB) | DOI: 10.31479/jtek.v7i1.37

Abstract

Daerah panasbumi “Z” dalam tatanan tektoniknya termasuk pada jalur back-arc Sumatera, tepat pada salah satu segmen sesar Sumatera bagian selatan, disusun oleh batuan vulkanik dan sedimen klastik yang berumur Tersier hingga Kuarter (Andesit-Basalt). Gejala adanya potensi sistem panasbumi pada daerah penelitian ditandai dengan kemunculan manifestasi permukaan berupa alterasi dan lima mata air panas bersuhu 44,4 – 92,5 oC dan pH antara 8,19 – 9,43. Pengolahan Data gravitasi menggunakan teknik pemisahan Complete Bouguer Anomali (CBA), filtering First Horizontal Derivative (FHD) dan filtering Second Vertical Derivative (SVD) untuk mengetahui kemungkinan lokasi sumber panas dan letak bidang kontak terjadinya anomali serta jenis sesarnya. Berdasarkan slicing lintasan FHD dan SVD, struktur pada peta geologi didominasi oleh sesar naik dan sesar normal yang bersifat regional, serta struktur dengan kompleksitas tinggi yang bersifat lokal. Kemunculan manifestasi permukaan sistem panasbumi berada disekitar nilai anomali residual gravitasi tinggi (8 – 24 mgal) yang mengindikasikan terdapatnya batuan yang kompak dan massif. Diperkirakan sistem panasbumi daerah penelitian termasuk jenis tektonik fracture zone serta anomali tinggi yang berada di sekitar APZ1-APZ2-APZ3 tersebut terdapat batuan intrusi yang berperan penting sebagai sumber panas.
Sifat-Sifat Pembakaran Bioetanol Gel Dari Buah Berenuk (Crescentia Cujete L.) Nurkholis Nurkholis; Abdul Fajar; Sopyan Ali Rohman
Jurnal Teknologi Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.747 KB) | DOI: 10.31479/jtek.v7i1.32

Abstract

Salah satu sumber bahan bakar nabati yang berpotensi misalnya adalah buah berenuk (crescentia cujete L.), karena mempunyai kandungan karbohidrat yang cukup tinggi yaitu 15,56% (wet basis) dan 68,13% (dry basis). Bioetanol cair dapat diubah menjadi gel dengan penambahan pengental yang mempunyai nilai ekonomis, misalnya carboxymethyl cellulose (CMC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat pembakaran gel etanol dari buah berenuk (crescentia cujete L.) menggunakan bahan pengental CMC yang dihasilkan, seperti: nilai kalor, dan uji pembakaran (laju pembakaran, nyala api dan residu hasil pembakaran), sehingga dapat diketahui formulasi terbaik untuk menghasilkan gel etanol. Pembuatan gel bioetanol dilakukan proses gelasi yaitu dengan mencampurkan bahan pengental CMC sebanyak 1, 2, dan 3 gram dengan 20 mL akuades, dan bioetanol cair sebanyak 100 g sedikit demi sedikit dengan pengadukan menggunakan magnetic stirrer selama 15 menit dengan kecepatan 600 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat-sifat pembakaran terbaik adalah pada variasi berat (CMC) sebesar 3 gram dengan nilai kalor sebesar 2.334 kal/ gram, laju pembakaran 0,0369 gram/ detik dan residu pembakaran berkisar antara 45-47%.

Page 2 of 12 | Total Record : 114