cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Bidan Komunitas
ISSN : -     EISSN : 26147874     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Bidan Komunitas adalah jurnal elektronik yang dikelola oleh Program Studi Kebidanan, Fakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia (IKH). Jurnal ini memuat artikel penelitian (Research Article) di bidang kesehatan khususnya Kebidanan dengan lingkup: Kehamilan, Persalinan, Nifas, Bayi Baru Lahir, Balita, Anak Prasekolah, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana (KB), Kesehatan Lansia dan Evidence Based Kebidanan yang akan diterbitkan secara online.
Arjuna Subject : -
Articles 132 Documents
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Keterjangkauan Jarak Pelayanan Kesehatan terhadap Kejadian Drop Out Alat Kontrasepsi Suntik pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Wilayah Kerja Puskesmas Sekupang Kota Batam Desi Ernita Amru
Jurnal Bidan Komunitas Vol 2, No 2 (2019): Edisi Mei
Publisher : Departemen Kebidanan, vFakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.44 KB) | DOI: 10.33085/jbk.v2i2.4341

Abstract

Latar Belakang : Masalah  kependudukan  merupakan masalah yang dihadapi oleh semua negara baik negara  maju  maupun  negara  berkembang, termasuk  Indonesia.  Untuk  menekan  laju pertumbuhan  penduduk,  pemerintah melakukan  Program  Keluarga  Berencana Nasional. kemudian menjadi permasalahan adalah terdapat pasangan usia subur (PUS) yang tidak aktif lagi menggunakan kontrasepsi (drop out). Tujuan : penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Keterjangkauan Jarak Pelayanan Kesehatan Terhadap Kejadian Drop Out Alat Kontrasepsi Suntik Pada Pasangan Usia Subur (PUS) Di Wilayah Kerja Puskesmas Sekupang Kota Batam Tahun 2017. Metode : Jenis penelitian ini adalah Deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Pasangan Usia Subur yang Berada di wilayah Kerja Puskesmas Sekupang Kota Batam berjumlah 13.477 orang. Sampel sebanyak 388 orang, diambil dengan teknik Stratified Random Sampling. Data dianalisis dengaHn HUbungan menggunakan uji chi-square. Hasil : penelitian menunjukkan bahwa mayoritas PUS berpengetahuan kurang sebanyak 201 orang (51,8%), berdasarkan sikap mayoritas PUS bersikap negatif sebanyak 224 orang (57,7%), dan berdasarkan kategori keterjangkauan jarak pelayanan kesehatan mayoritas PUS sulit menjangkau jarak/tempat pelayanan sebanyak 202 orang (52,1%). Kesimpulan : penelitian ini, bahwa faktor pengetahuan, sikap dan jarak pelayanan kesehatan mempengaruhi kejadian drop out alat kontrasepsi suntik pada pasangan usia subur (PUS) di wilayah kerja Puskesmas Sekupang Kota Batam Tahun 2017. Disarankan kepada Pasangan usia subur untuk lebih giat lagi mencari informasi tentang penggunaan alat kontrasepsi Sehingga sasaran program KB khususnya akseptor yang menggunakan alat kontrasepsi suntik dapat meningkat.
Efektivitas Pendidikan Kesehatan Sadari terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Wus tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Purba, Agnes Erna Taulina; Simanjuntak, Eva Hotmaria
Jurnal Bidan Komunitas Vol 2, No 3 (2019): Edisi September
Publisher : Departemen Kebidanan, vFakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.204 KB) | DOI: 10.33085/jbk.v2i3.4476

Abstract

Pendahuluan; Data World Health Organication (WHO) menunjukkan bahwa jumlah penderita kanker payudara bertambah sekitar 7 juta setiap tahun dan 78% kanker payudara terjadi pada wanita usia 50 tahun ke atas, 6%-nya pada Wanita Usia Subur (WUS). Deteksi dini pada kanker payudara dapat dilakukan dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Minimnya pengetahuan masyarakat tentang kanker payudara membuat pencegahan dan penanganan dini pun sulit dilakukan. Hasil observasi di Puskesmas Binjai Estate ditemukan bahwa kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini kanker payudara (SADARI) sehingga terdapat kecenderungan kanker ditemukan pada stadium lanjut. Tujuan; untuk menguji efektivitas pendidikan kesehatan SADARI terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap WUS tentang deteksi dini kanker payudara. Metode; jenis penelitian yang digunakan quasi-eksperimen dengan  rancangan one group pre - post design. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Binjai Estate. Sampel dalam penelitian ini adalah Wanita usia Subur dengan pengambilan sampel secara simple random sampling  dengan jumlah sebanyak 17 orang WUS. Hasil; terdapat pengaruh pendidikan kesehatan  terhadap pengetahuan wanita usia produktif tentang SADARI dalam upaya deteksi dini kanker payudara dengan nilai p(0.000), terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap wanita usia produktif tentang SADARI dalam upaya deteksi dini kanker payudara dengan nilai p (0.000). Kesimpulan; diperoleh bahwa pemberian pendidikan kesehatan SADARI efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap WUS tentang SADARI. 
Hubungan Pola Makan Ibu Menyusui dan Vitamin A yang Terkandung dalam Air Susu Ibu (ASI) dengan Berat Badan Bayi Usia 1 Bulan Ratna Dewi Ratna
Jurnal Bidan Komunitas Vol 3, No 2 (2020): Edisi Mei
Publisher : Departemen Kebidanan, vFakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.229 KB) | DOI: 10.33085/jbk.v3i2.4611

Abstract

Latar Belakang : Pola makan ibu akan menentukan tercukupi atau tidaknya asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi. Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan alamiah untuk bayi dan mengandung gizi yang lengkap, mudah dicerna, dan diabsorpsi. ASI mengandung zat anti infeksi dan anti alergi. ASI mengandung mineral yang lengkap. Kadar mineral per ml ASI umumnya relatif lebih rendah dibandingkan susu sapi sesuai dengan kemampuan bayi dalam mencerna zat gizi.  Bayi pada umumnya lahir dengan cadangan vitamin A rendah didalam tubuh.Terdapat faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan pada bayi antara lain faktor internal dan eksternal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan ibu dan Vitamin A yang terkandung dalam ASI dengan berat badan bayi usia 1 bulan. Metode: Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross secsional, waktu penelitian bulan Januari 2017 sampai Februari 2018 dengan jumlah sampel 50 orang ibu menyusui dengan teknik Simple Random Sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pola makan ibu dengan berat badan bayi usia 1 bulan (pValue=0.001) dan tidak ada hubungan antara Vitamin A dengan Berat Badan Bayi Usia 1 bulan (pValue=0.069). Kesimpulan: ada hubungan yang bermakna antara pola makan ibu dengan berat badan bayi usia 1 bulan dan tidak ada hubungan yang bermakna antara vitamn A Yang terkandung dalam ASI dengan berat badan bayi usia 1 bulan.
Pengaruh Teknik Relaksasi Genggam Jari terhadap Penurunan Tingkat Nyeri pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Dina Ayuning Tyas
Jurnal Bidan Komunitas Vol 3, No 2 (2020): Edisi Mei
Publisher : Departemen Kebidanan, vFakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.47 KB) | DOI: 10.33085/jbk.v3i2.4616

Abstract

Latar Belakang: Menurut WHO tahun 2015 dilaporkan angka kejadian secsio sesarea meningkat 5 kali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Standar rata-rata sectio caesarea disebuah negara adalah sekitar 5-15% per 1000 kelahiran di dunia. Di RSUD Pariaman jumlah angka sectio caesarea pada tahun 2018 terhitung dari bulan Januari sampai April sebanyak 133 kasus. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi genggam jari terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea di ruang rawatan kebidanan RSUD Pariaman tahun 2019. Metode: Jenis penelitian kuantitatif sedangkan desain yang digunakan adalah penelitian quasi experimental dengan rancangan Two group pretest-posttest design, pengambilan sampel di lakukan dengan teknik Porposif Sampling dengan jumlah sampel 20 perlakuan dan 20 responden non-perlakuan. Alat pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan lembar observasi yang di isi oleh peneliti, dan pengolahan data dilakukan secara sistem komputerisasi. Hasil: Adanya pengaruh teknik relaksasi genggam jari dengan penurunan tingkat nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea di ruang rawatan kebidanan RSUD Pariaman (p value = 0.000 0.05). Kesimpulan: Sebagian besar dari responden memiliki tingkat intensitas nyeri berat, nyeri setelahnya diketahui bahwa sebagian besar dari responden memiliki intensitas nyeri sedang, sebagian besar dari responden memiliki tingkat intensitas nyeri berat, setelahnya diketahui bahwa sebagian besar dari responden memiliki intensitas nyeri berat, adanya pengaruh teknik relaksasi genggam jari terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea di ruang rawatan kebidanan RSUD Pariaman.
Efektifitas Pendidikan Kesehatan (Penkes) terhadap Pengetahuan Orang Tua dengan Anak Autis tentang Pelaksanaan Terapi Diet CFGF (Casein Free Gluten Free) di Permata Bunda Bukittinggi Oktavia, Sesmi Nanda
Jurnal Bidan Komunitas Vol 3, No 2 (2020): Edisi Mei
Publisher : Departemen Kebidanan, vFakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.501 KB) | DOI: 10.33085/jbk.v3i2.4613

Abstract

Latar Belakang :Autisme adalah gangguan syaraf otak yang menghambat perkembangan bicara sehingga menyebabkan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi tidak berkembang secara normal yang terjadi pada anak usia dibawah 3 tahun.Penyebab autis diduga karena gangguan susunan syaraf pusat, gangguan sistem pencernaan, peradangan dinding usus, faktor genetika, dan keracunan logam berat.Sehubungan dengan gangguan sistem pencernaan, sebaiknya anak autis melakukan terapi diet CFGF (Casein Free Gluten Free) untuk memperbaiki gangguan metabolisme. Tujuan: untuk melihat efektifitas penkes terhadap pengetahuan orang tua dengan anak autis tentang pelaksanaan terapi diet CFGF (Casein Free Gluten Free) di Permata Bunda bukittinggi.  Metode:Penelitian ini  menggunakan metode eksperimen yang bertujuan untuk Mengetahui segala atau pengaruh yang timbul, sebagai akibat dari adanya perlakuan tertentu ,desain yang digunakan Quasi eksperimen (Desain pre-test and post-test design). Hasil: Ditemukan sebanyak 77,8% responden memiliki pengetahuan rendah dan 22,2 % berpengetahuan sedang tentang terapi diet CFGF sebelum diberikan penkes. Sebanyak 33,3% responden memiliki pengetahuan tinggi, 52,7% berpengetahuan sedang dan 13,8% berpengetahuan rendah tentang terapi diet CFGF setelah diberikan penkes. Kesimpulan: ada pengaruh penyuluhan tentang terapi diet CFGF terhadap pengetahuan orang tua yang memiliki anak autis di Permata Bunda Bukittinggi.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dalam Pemberian Kolostrum oleh Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Belakang Padang Kota Batam Aziz, Hazen; Putri, Mona Rahayu
Jurnal Bidan Komunitas Vol 3, No 3 (2020): Edisi September
Publisher : Departemen Kebidanan, vFakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.691 KB) | DOI: 10.33085/jbk.v3i3.4623

Abstract

Pendahuluan : Menyusui segera setelah bayi baru lahir sangat berperan dalam menurunkan angka kematian bayi seperti yang disampaikan pada perayaan pekan ASI dunia (World Breastfeeding Week) tahun 2012 bahwa menyusui pada satu jam pertama menyelamatkan satu juta nyawa bayi, namun faktanya dalam 1 tahun 4 juta bayi berusia 28 hari meninggal. Semua bayi di dunia segera setelah lahir diberi kesempatan mendapatkan ASI (kolostrum) sehingga 1 juta nyawa bayi dapat diselamatkan, tapi komitmen tersebut belum dimanfaatkan para ibu secara maksimal. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Sikap dalam Pemberian Kolostrum oleh Ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Belakang Padang Kota Batam. Metode: Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatancross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Belakang padang Kota Batam . Sampel sebanyak 31 orang, diambil dengan teknik systematic sampling (pengambilan sampel secara acak sistematis).Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil : penelitian menunjukkan bahwa mayoritas sikap ibu nifas tidak baik dalam memberikan kostrum sebanyak 17 orang (54,9%). Terdapat hubungan pengetahuan dan sikap ibu nifas dalam memberikan kolostrum dengan p value 0,009 (1,003-1.303).Kesimpulan :terdapat hubungan penetahuan dan sikap dalam pemberian kolotrum oleh ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Belakang padang kota Batam .Disarankan kepada ibu nifas lebih aktif mencari informasi tentang pentingnya manfaat pemberian kolostrum, sehingga bayi mendapat asupan gizi yang optimal.
Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Kontrasepsi Mow pada Ibu Nifas di Rsia Annisa Putri, Kristy Mellya
Jurnal Bidan Komunitas Vol 3, No 2 (2020): Edisi Mei
Publisher : Departemen Kebidanan, vFakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.386 KB) | DOI: 10.33085/jbk.v3i2.4612

Abstract

Latar Belakang: Metode Kontrasepsi Jangka Panjang merupakan metode kontrasepsi yang paling efektif untuk menurunkan angka kelahiran atau mengakhiri kehamilan pada pasangan yang sudah tidak ingin menginginkan anak lagi. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui Faktor Yang  pemilihan kontrasepsi MOW pada Ibu Nifas di RSIA Annisa. Metode: Penelitian ini dengan sampel seluruh ibu nifas berjumlah 2163 menggunakan teknik pengambilan sampel accidental  sampling berjumlah 92 merupakan survei analitik, dengan pendekatan cross sectional. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, analisis data secara univariat dan bivariate menggunakan Chi-Square. Hasil : Hasil uji statistik lebih lanjut diperoleh masing- masing diperoleh nilai p value adalah pengetahuan (0,000 0,05), jenis persalinan (0,330 0,05), paritas (0,000 0,05), pendidikan (0,000 0,05), usia (0,000 0,05), pekerjaan (0,000 0,05). Kesimpulan : ada hubungan ada hubungan pengetahuan, paritas, pendidikan, usia, dan pekerjaan. Disarankan kepada ibu nifas  untuk banyak lagi mencari informasi tentang metode kontrasepsi khususnya metode KB MOW
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di RSUD Pariaman Sa'danoer, Ira Maulina
Jurnal Bidan Komunitas Vol 3, No 3 (2020): Edisi September
Publisher : Departemen Kebidanan, vFakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.729 KB) | DOI: 10.33085/jbk.v3i3.4620

Abstract

Latar Belakang: Menurut WHO setiap tahunnya kira-kira 3% (3,6 juta) dari 120 juta bayi baru lahir mengalami asfiksia, hampir 1 juta bayi ini meninggal. RSUD Pariaman angka kejadian penyakit asfiksia pada bayi bisa tergolong tinggi, dimana tahun 2018 asfiksia menempati posisi kedua setelah sepsis neonaturum yaitu 267 kasus, dimana rata-perbulannya 22 bayi menderita asfiksia. Tujuan: Untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum Di RSUD Pariaman. Metode: Jenis penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian menggunakan pendekatan retrospectif, Penelitian ini dilakukan di medical record RSUD Pariaman pada bulan September 2018. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh bayi yang lahir di RSUD Pariaman pada tahun 2018 yang berjumlah 267 bayi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik case control dalam penelitian ini jumlah sampel sebanyak 72 sampel kasus dan 72 sampel kontrol Hasil: Hampir seluruh responden memiliki usia tidak berisiko (81,9%), sebagian besar responden memiliki usia kehamilan tidak berisiko (78,5%), sebagian besar responden memiliki berat badan bayi lahir normal (≥ 2500 gram) (50,7%), sebagian responden  mengalami asfiksia (50%) dan sebagiannya lagi tidak asfiksia (50%), Terdapat hubungan yang bermakna antara usia ibu Dengan kejadian asfiksia neonatorum (p value = 0.004 0.05), Terdapat hubungan yang bermakna antara usia kehamilan  Dengan kejadian asfiksia neonatorum (p value = 0.014 0.05), Terdapat hubungan yang bermakna antara berat lahir bayi Dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Pariaman (p value = 0.000 0.05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara usia ibu, usia kehamilan dan berat lahir bayi dengan kejadian asfiksia.
Hubungan Manajemen Laboratorium dengan Pencapaian Kompetensi KDPK dan Antenatal Care Mahasiswa Semester IV Prodi DIII Kebidanan Stikes Sumatera Barat Rahmatul, Rahmatul Ulya
Jurnal Bidan Komunitas Vol 3, No 2 (2020): Edisi Mei
Publisher : Departemen Kebidanan, vFakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.016 KB) | DOI: 10.33085/jbk.v3i2.4614

Abstract

Latar Belakang: Pengalaman belajar mahasiswa terdiri dari pembelajaran teori, laboratorium/pembelajaran praktik dan praktik klinik. Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian hasil belajar, bahwa beban studi pendidikan Diploma terdiri dari 40 % teori dan 60 % praktik. Berdasarkan hal tersebut untuk mencapai tujuan pembelajaran secara maksimal diperlukan pengelolaan pembelajaran praktik/praktik klinik atau disebut juga pembelajaran Laboratorium yang efektif dan efisien. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara manajemen laboratorium dengan pencapaian kompetensi dalam praktik KDPK dan Antenatal Care mahasiswi Semester IV Prodi DIII Kebidanan STIKes Sumatera Barat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dan retrospektif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel yang akan ditetapkan dalam penelitian ini yaitu total sampling sebanyak Jumlah populasi penelitian terdiri dari 89 orang mahasiswi semester IV Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumatera Barat. Analisa yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Hasil: penilaian manajemen laboratorium sebagian besar yaitu 64% (cukup). Pencapaian kompetensi praktik KDPK sebagian besar adalah 62,2 (sedang) dan untuk praktik Antenatal Care sebagian besar yaitu 61.4 (sedang). Terdapat hubungan yang bermakna antara manajemen laboratorium dengan pencapaian kompetensi dalam praktik KDPK dan Antenatal Care mahasiswa prodi DIII Kebidanan STIKes Sumbar, dengan keeratan hubungan yang cukup dengan arah yang positif. Kesimpulan: Manajemen laboratorium yang cukup perlu ditingkatkan pada perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi agar dapat tercapai kompetensi mahasiswa dalam praktik kebidanan yang baik.
Hubungan Usia dan Status Gravida Ibu dengan Kejadian Preeklampsia di RSI Ibnu Sina Simpang Ampek Pasaman Barat Maya Fernanda Dielsa
Jurnal Bidan Komunitas Vol 3, No 2 (2020): Edisi Mei
Publisher : Departemen Kebidanan, vFakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.407 KB) | DOI: 10.33085/jbk.v3i2.4615

Abstract

Latar Belakang: Data Survey Kesehatan Ibu dan Anak (SKIA) yang dilakukan oleh Gender Relatet Development Index (GDI) dan United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) menunjukan bahwa preeklampsia pada kehamilan ikut berkontribusi kepada kematian ibu di indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dan status gravida ibu dengan kejadian preeklampsia. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional, penelitian di laksanakan di RSI Ibnu Sina Simpang Ampek dengan cara studi dokumentasi. Sampel sejumlah 294 orang. Metode dengan pengambilan sampel adalah random sampling. Data dianalisa secara univariat dan bivariat menggunakan software SPSS dengan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian didapatkan jumlah responden yang memiliki usia beresiko untuk melahirkan sebanyak 143 orang (48,6%), multigravida sebanyak 121 orang (41,16%) dan responden yang mengalami preeklampsia sebanyak 100 orang (34%). Hasil pengujian Chi Square antara usia dengan kejadian preeklampsia mendapatkan nilai pValue=0,000, dan status gravida dengan preeklampsia mendapatkan pValue=0,26. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara usia ibu dengan kejadian preeklampsia dan tidak ada hubungan antara status gravida dengan kejadian preeklampsia.

Page 5 of 14 | Total Record : 132